Volume 8 No. JURNAL ABADIMAS ADI BUANA http://jurnal. id/index. php/abadimas PELATIHAN PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT DARI MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annus L) DI DESA PENGALANGAN Nadya Ambarwati1*. Dewi Perwito Sari1. Asti Rahayu1. Asri Wido Mukti1. Prisma Trida Hardani4. Ria Andriani Mukti1. Ira Purbosari1. Intan Ayu Kusuma Pramushinta1. Setiana Andarwulan1. Tatang Sopandi1. Prasmita Dian Wijayati2. Nushron Ali Mukhtar1. Fikria Marfuatin Nur1. Fatmawati3. Amanda Safithri Sinulingga1. Siska Dwi Mauliddina1 Universitas PGRI Adi Buana. Surabaya1 Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Jawa Timur2 STIE Widya Darma. Surabaya3 Departemen Farmasi. Fakultas Kedokteran. Universitas Brawijaya4 *Email: nadyaambarwati@unipasby. Informasi Artikel Abstrak Desa Pengalangan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Menganti. Kabupaten Gresik. Jawa Timur. Desa Pengalangan merupakan desa agrowisata Desa Pengalangan, bunga matahari yang dimana bunga matahari juga dijadikan sebagai icon dari Desa Pengalangan. Lahan yang dijadikan agrowisata di Desa Pengalangan Minyak Biji Bunga memiliki luas 2,9 hektar. Pembudidayaan bunga matahari juga dijadikan Matahari. Sabun Padat sebagai sumber pangan berupa kuwaci yang diambil dari biji bunga matahari. Namun dalam pengembangannya hanya sebatas dijadikan kuwaci saja sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan cukup rendah. Hal tersebut Diterima: 2024-07-29 dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat sekitar dan skill yang diperlukan dalam pengolahan hasil budidaya bunga matahari Disetujui: 2024-12-13 masih kurang memenuhi. Biji bunga matahari mengandung minyak lemak Dipubikasikan: 2025- alami yang dapat menyehatkan kulit dan dapat digunakan sebagai emolien alami untuk menjaga kulit agar tetap lembab. Tujuan dilakukannya kegiatan pelatihan berupa pengolahan minyak biji bunga matahari menjadi sabun padat yaitu untuk menambah wawasan dan skill baru bagi masyarakat sekitar sehingga mampu meningkatkan nilai jual dari hasil pengolahan minyak biji Pelatihan pembuatan sabun padat dari bahan minyak biji bunga matahari (Helianthus annus L) dilakukan di balai Desa Pengalangan yang dihadiri oleh 33 warga sebagai peserta, 2 orang laki-laki . ,3%), dan 22 orang wanita . ,7%). Metode penyampian dari pelatihan ini adalah metode ceramah yang disampaikan oleh narasumber dari UPT Materia Medica Batu. Sebelum penyampaian materi dilakukan pre test untuk mengetahui pemahaman warga, dan setelah penyampaian materi dilakukan post test untuk mengetahui pemahaman warga setelah mendapatkan materi. Berdasarkan pengisian kuisioner sebelum dan sesudah diperoleh hasil evaluasi kegiatan mengalami peningkatan sebesar 28,1 %, sehingga dari hasil kuisioner tersebut diharapkan peserta/warga dapat mengimplemetasikan kegiatan tersebut. Kata kunci: Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Abstact Pengalangan Village is a village located in Menganti District. Gresik Regency. East Java. Pengalangan Village is a sunflower agrotourism village where sunflowers are also used as an icon of Pengalangan Village. The land used for agrotourism in Pengalangan Village has an area of 2. 9 hectares. Sunflower cultivation is also used as a food source in the form of kuwaci taken from sunflower seeds. However, in its development, it is only limited to being used as a kuwaci so that the economic value produced is quite low. This is because the limited knowledge possessed by the surrounding community and the skills needed in processing sunflower cultivation products are still not met. Sunflower seeds contain natural fatty oils that can nourish the skin and can be used as a natural emollient to keep the skin moisturized. The purpose of the training activity in the form of processing sunflower seed oil into solid soap is to add new insights and skills for the surrounding community so that it is able to increase the selling value of the results of seed oil processing Training on making solid soap from sunflower seed oil (Helianthus annus L) was carried out at the Pengalangan Village hall which was attended by 33 residents as participants, 2 men . 3%), and 22 women . 7%). The delivery method of this training is a lecture method delivered by resource persons from UPT Materia Medica Batu. Before the delivery of the material, a pre-test was carried out to find out the understanding of the residents, and after the delivery of the material, a post test was carried out to find out the understanding of the residents after getting the material. Based on the filling out of the questionnaire before and after the results of the activity evaluation were obtained, the results of the activity increased by 28. 1%, so that from the results of the questionnaire, it is hoped that participants/residents can Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 PENDAHULUAN Desa Pengalangan merupakan desa yang terkenal dengan agrowisata bunga matahari. Desa Pengalangan terletak di Kecamatan Menganti. Kabupaten Gresik. Jawa Timur. Adanya agrowisata bunga matahari menjadikan daya tarik dan ciri khas tersendiri di Desa Pengalangan dan tidak heran juga jika bunga matahari menjadi icon dari Desa Pengalangan sebagai daya tarik wisatawan yang berkunjung. Lahan yang dijadikan agrowisata di Desa Pengalangan memiliki luas 2,9 hektar. Pembudidayaan bunga matahari di desa tersebut kurang dimanfaatkan secara optimal dimana biji dari bunga matahari hanya sebatas dijadikan kuwaci saja sebagai pangan dengan nilai ekonomis yang kurang optimal. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat sekitar dan skill yang diperlukan dalam pengolahan hasil budidaya bunga matahari masih kurang memenuhi. Sehingga hal tersebut yang mendasari dilakukan kegiatan pelatihan berupa pengolahan minyak biji bunga matahari menjadi sabun padat yang dapat menambah wawasan dan skill baru bagi masyarakat sekitar sehingga mampu meningkatkan nilai jual dari hasil pengolahan minyak biji bunga matahari. Biji bunga matahari mengandung minyak lemak alami yang dapat menyehatkan kulit dan dapat digunakan sebagai emolien alami untuk menjaga kulit agar tetap lembab. Kandungan dalam minyak tersebut berupa vitamin, lemak tak jenuh dan juga rendah kolesterol. Kandungan vitamin yang tinggi dengan antioksidan mampu digunakan sebagai penghambat radikal bebas dan juga melembutkan kulit (Simanullang et al. , 2. Sabun merupakan pembersih kulit yang mengandung senyawa natrium dengan asam lemak sebagai pembersih yang berbentuk padat, menghasilkan busa dengan bahan tambahan lainnya yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit dan merupakan zat pengemulsi yang mampu mendispersikan minyak/lemak. Sabun padat tersusun dari komponen garam sodium (NaOH) dan asam lemak yang saling berikatan, sedangkan sabun cair tersusun dari komponen garam potasium (KOH) dan asam lemak yang saling berikatan (Widiastuti & Maryam, 2. Pembuatan sabun padat dilakukan dengan menggunakan metode dingin . old proces. dengan kelebihannya yaitu formulasi yang dihasilkan agak kental sehingga mudah untuk membuat variasi bentuk dan warna yang diinginkan. Dalam pembuatan sabun pemilihan jenis minyak merupakan hal yang penting untuk memastikan kualitas dari sabun yang dibuat (Kusuma et al. Berdasarkan hal tersebut maka dilakuakn pembinaan kepada masyarakat Desa Pengalangan terkhusus pada ibu-ibu PKK, karang taruna, dan pengelola Bumdes setempat sebagai bekal pengetahuan yang dapat disalurkan nantinya dan dapat dikembangkan sebagai Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 bisnis guna meningkatkan nilai ekonomi dari pemanfaatan biji bunga matahari yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dilakukannya kegiatan pelatihan berupa pengolahan minyak biji bunga matahari menjadi sabun padat yaitu untuk menambah wawasan dan skill baru bagi masyarakat sekitar sehingga mampu meningkatkan nilai jual METODE Dalam pelaksanaan kegiatan dimulai dengan melakukan survey lapangan untuk mengetahui permasalahan yang ada kemudian meminta perizinan kepada pihak terkait untuk melanjutkan kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya. Pengabdian dilakukan melalui kegatan pelatihan dan pembuatan sabun padat dengan memanfaatkan biji bunga matahari dengan sasaran ibu-ibu PKK, karang taruna, dan pengelola Bumdes Desa Pengalangan. Kecamatan Menganti. Kabupaten Gresik. Jawa Timur yang berjumlah 33 orang. Ibu-ibu PKK, karang taruna, dan pengelola Bumdes tersebut dibekali dengan materi pembuatan sabun padat dengan memanfaatkan minyak biji bunga matahari sebagai persiapan awal untuk pelatihan cara pembuatan sabun. Kegiatan ini bekerjasama dengan UPT Materia Medika Batu sebagai narasumber dalam pelatihan. Setelah materi selesai diberikan dilanjutkan dengan praktek pelaksanaan pembuatan sabun. Warga dibentuk secara berkelompok yang dimana masingmasing kelompok diberikan kit pembuatan sabun padat organik yang di dampingi oleh 1 insan dikti dan 1 mahasiswa. Dalam kegiatan ini warga diberikan kuisioner sebanyak dua kali . retest dan post tes. , yang pertama diberikan sebelum pemberian materi untuk mengukur tingkat pemahaman terkait pembuatan sabun padat dan yang ke dua diberikan setelah pelatihan akhir untuk menilai kembali tingkat pemahaman warga dalam membuat sabun padat dari minyak biji bunga matahari. Perencanaan Survey Lapangan Pelaksanaan Kegiatan Perizinan Persiapan Kegiatan Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan pembuatan sabun padat dari bahan minyak biji bunga matahari (Helianthus annus L) dilakukan di balai Desa Pengalangan yang dihadiri oleh 33 warga sebagai peserta dalam pelatihan pembuatan sabun padat, namun peserta yang memenuhi dan mengikuti pretest dan post test secara lengkap hanya sebanyak 24 peserta dengan karakteristik yang dapat dilihat pada tabel 1. Berdasarkan tabel tersebut diketahui karakteristik peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari 2 orang laki-laki . ,3%), dan 22 orang wanita . ,7%). Berdasakan usianya perserta terbanyak rata-rata di usia 41-50 yang terdiri dari 11 orang dengan persentase . ,9%), dan usia 31-40 yang terdiri dari 9 orang dengan persentase . ,5%), serta sisanya yaitu 2 orang berusia 21-30 dan 2 orang berusia Ou51 tahun. Rentang usia tersebut didasarkan pada kriteria peserta yang diikutkan yaitu ibu-ibu PKK dan pengelola Bumdes. Rerata pendidikan peserta paling banyak yaitu . ,6%) berasal dari lulusan SMA dan . ,5%) sebagai ibu rumah tangga. Metode ceramah digunakan dalam penyampaian materi pada pelatihan pembuatan sabun padat ynag disampaikan oleh narasumber secara rinci oleh pemateri dari UPT Materia Medika Batu dengan menggunakan media leaflet dan power point dengan alat bantu LCD untuk meningkatkan pemahaman peserta (Saminan et al. , 2. Setelah teori disampaikan kemudian peserta mempraktekkan cara pembuatan sabun padat dari bahan minyak biji bunga Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 matahari sesuai dengan instruksi yang diberikan. Pengolahan minyak biji bunga matahari didapat dengan pengolahan menggunakan metode soxhlet yang menghasilkan minyak nabati dari biji bunga matahari dengan karakteristik yang tidak mudah menguap dan dapat melembabkan serta melembutkan kulit (Rosalina et al. Dalam pembuatan sabun padat dengan bahan minyak biji bunga matahari digunakan formula seperti yang tertera pada tabel 2. Formula yang digunakan kemudian dijelaskan dan dipaparkan kepada peserta, dilanjut dengan penjelasan alat dan bahan-bahan yang digunakan. Dari formula tersebut para warga telah berhasil membuat sabun padat yang nantinya diharapkan dapat memiliki nilai jual lebih tinggi dengan memanfaatkan minyak dari biji bunga matahari yang mereka tanam. Indikator keberhasilan pelatihan dilakukan dengan evaluasi hasil berupa pre-test dan post test untuk mengetahui pemahaman awal peserta tentang pembuatan sabun padat sebelum materi dan mengetahui pemahaman akhir peserta setelah melakukan praktek pembuatan sabun padat (Widyasanti et al. , 2. Berikut hasil kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dari 24 warga . ang mengisi pre dan post tes. perwakilan dari ibu-ibu PKK dan Bumdes tersebut sebelum dan setelah kegiatan pelatihan pembuatan sabun padat yang ditunjukkan pada Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Berdasarkan pengisian kuisioner sebelum dan sesudah diperoleh hasil evaluasi kegiatan mengalami peningkatan sebesar 28,1 % , sehingga dari hasil kuisioner tersebut diharapkan peserta/warga meningkatkan nilai ekonomis pada pemanfaatan biji bunga matahari. Gambar 2. KIT Pembuatan Sabun Gambar 3. Proses Pembuatan Sa Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 4. Contoh Sabun Jadi KESIMPULAN Keterampilan dan pemahaman peserta dalam pembuatan sabun padat dari bahan minyak biji bunga matahari mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test dan post test yang sudah dilakukan sehingga dapat diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat dijadikan sebagai bekal dalam meningkatkan nilai ekonomi dari hasil budidaya bunga matahari. DAFTAR PUSTAKA