Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 DOI. 23917/jmp. p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals2. id/index. php/jmp Pengaruh Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Komunikasi Interpersonal Guru SD Isti Putri Senima1. Siswoyo2. Badrun3 Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Pringsewu. Lampung Email: Istiputrisenima31@gmail. Diterima: 9 Oktober 2025. Revisi: 15 Oktober 2025. Dipublikasikan: 24 Oktober 2025 Abstract The purpose of the research is to examine and analyze the influence of self-concept and achievement motivation on teachersAo interpersonal communication at public elementary schools in the Kecubung 1 Cluster Talang Padang District. This research uses a quantitative ex-post facto method, with a sample taken from the existing population using a questionnaire as a data collection tool. The research population consists of all teachers at the public elementary schools in the Kecubung 1 Cluster Talang Padang District, totaling 106 teachers, selected through cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using normality tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests, and hypothesis testing. The results show that self- concept has a positive effect on teachersAo interpersonal communication at the public elementary schools in the Kecubung 1 Cluster Talang Padang District, by 73. 0%, achievement motivation has a positive effect on teachersAo interpersonal communication by 72. 4%, and both self-concept and achievement motivation together . influence teachersAo interpersonal communication by 88. The findings of the study indicate a positive relationship between self-concept and achievement motivation with teachersAo interpersonal communication. Educators who exhibit a strong sense of self and high levels of achievement motivation are generally more effective in their interactions with This contributes to the development of stronger teacher-student relationships, which may subsequently enhance studentsAo comprehension of instructional material. Keywords: self-concept, achievement motivation, interpersonal communication, teachers Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh konsep diri, dan motivasi berprestasi terhadap komunikasi interpersonal guru di SD Negeri se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis ex-post facto dengan mengambil sampel dari jumlah populasi yang ada dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi penelitian adalah semua guru di SD Negeri se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang yang berjumlah 106 guru yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep diri berpengaruh positif terhadap komunikasi interpersonal guru di SD Negeri se-gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang padang sebesar 73,0%, motivasi berprestasi berpengaruh positif terhadap komunikasi interpersonal guru di SD negeri se-gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang padang sebesar 72,4% dan konsep diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama . terhadap komunikasi interpersonal guru di SD Negeri se-gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang padang sebesar 88,9%. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh positif antara konsep diri dan motivasi berprestasi terhadap komunikasi interpersonal guru. Guru yang memiliki konsep diri yang positif dan motivasi berprestasi tinggi cenderung lebih efektif dalam berkomunikasi dengan siswa. Hal ini berimplikasi pada terciptanya This work is licensed under a Creative Common Attribution-NonCommercial 4. 0 (CC-BY-SA) International . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 hubungan yang lebih baik antara guru dan siswa, yang dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Kata kunci: konsep diri, motivasi berprestasi, komunikasi interpersonal, guru Pendahuluan Komunikasi interpersonal di lingkungan sekolah adalah interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, guru dengan sesama guru, serta guru dengan pihak lainnya, seperti orang tua siswa dan masyarakat (Suranto, 2. Komunikasi yang efektif antara guru dan siswa menjadi salah satu elemen penting dalam tercapainya tujuan pendidikan. Melalui komunikasi yang baik, guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar (Andriyani,2. Selain itu, komunikasi yang efektif juga dapat menciptakan iklim sekolah yang lebih harmonis, yang mendukung terciptanya hubungan yang saling percaya antara guru dan siswa. Namun, meskipun komunikasi interpersonal merupakan kunci utama dalam keberhasilan pendidikan, tidak semua guru mampu menjalankannya dengan Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal guru adalah konsep diri (Agustiani, 2. Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya sendiri, baik dalam aspek fisik, sosial, maupun psikologis. Konsep diri yang positif akan membantu seseorang merasa lebih percaya diri, lebih mampu menghadapi tantangan, serta lebih terbuka dalam berinteraksi dengan orang lain (I Wajan Dwija,2. Sebaliknya, konsep diri yang negatif atau rendah dapat menghambat seseorang untuk berinteraksi dengan baik, karena individu dengan konsep diri yang rendah seringkali merasa kurang dihargai dan tidak yakin dengan kemampuannya (Febriarta :2. Dalam konteks seorang guru, konsep diri yang rendah dapat menghalangi kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan siswa atau sesama rekan kerja, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas pengajaran yang diberikan (Kennedy, 2014. Dini Nasution, 2. Selain konsep diri, motivasi berprestasi juga memegang peranan penting dalam membentuk kemampuan komunikasi interpersonal seorang guru. Motivasi berprestasi mengacu pada dorongan internal seseorang untuk mencapai tujuan, mengatasi tantangan, dan meraih keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia professional. Dalam konteks pendidikan, guru yang memiliki motivasi berprestasi cenderung lebih bersemangat dalam melakukan tugas- tugasnya, termasuk dalam hal berkomunikasi dengan siswa dan kolega (Sevi Lestari. Motivasi ini akan mendorong guru untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih baik agar dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang menarik, jelas, dan mudah dipahami oleh siswa (Djaali, 2. Selain itu, motivasi berprestasi juga memungkinkan guru untuk lebih aktif menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan positif, yang berpengaruh pada peningkatan kualitas komunikasi interpersonal (Miftah Thoha, 2. Kualitas komunikasi interpersonal guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Talang Padang sering kali menjadi tantangan tersendiri. Dalam konteks sekolah yang memiliki jumlah siswa dan guru yang relatif besar, terdapat berbagai dinamika dalam proses interaksi antar individu yang dapat mempengaruhi keberhasilan Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 komunikasi di lingkungan tersebut. Beberapa guru mungkin mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswa karena berbagai faktor internal, seperti rendahnya konsep diri atau kurangnya motivasi berprestasi dalam menjalankan Hal ini dapat berdampak pada kualitas hubungan antara guru dengan siswa, serta mengurangi efektivitas proses pembelajaran yang berlangsung. Setelah dilakukan pra-penelitian pada guru di salah satu gugus sekolah Kecubung 1 Talang Padang yaitu di SD Negeri 1 Banding Agung Pada Tanggal 3 Januari Tahun pelajaran 2025/2026 melalui wawancara dan penyebaran kuesioner komunikasi interpersonal menunjukkan terdapat Hambatan utama dalam komunikasi yang efektif adalah keterbatasan waktu, baik dalam sesi pembelajaran yang padat maupun di luar jam pelajaran. Beberapa guru merasa tidak memiliki cukup waktu untuk berinteraksi secara lebih pribadi dengan siswa, yang dapat membatasi kedekatan hubungan dan komunikasi, bahwa waktu yang terbatas selama proses pembelajaran kadang membatasi frekuensi komunikasi pribadi antara guru dan Kemudian, guru di SD Negeri 1 Banding Agung mampu menyampaikan materi pelajaran dengan cukup jelas, meskipun ada beberapa siswa yang merasa kesulitan dengan cara penyampaian materi tertentu. Hasil prapenelitian menunjukkan bahwa konsep diri yang positif dan motivasi berprestasi yang tinggi berhubungan erat dengan kemampuan komunikasi interpersonal yang efektif pada guru. Guru yang memiliki konsep diri yang baik dan dorongan internal untuk berprestasi lebih cenderung memiliki kualitas komunikasi yang lebih baik dengan siswa, rekan kerja, dan pihak lainnya. Sebaliknya, guru yang memiliki konsep diri yang rendah dan motivasi berprestasi yang kurang mungkin mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan efektif. Penelitian ini berupaya menggali lebih jauh tentang pengaruh konsep diri dan motivasi terhadap komunikasi interpersonal guru di Kecubung 1 Talang Padang. Adapun manfaat penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada guru tentang bagaimana konsep diri dan motivasi berprestasi dapat mempengaruhi komunikasi interpersonal. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Arikunto . menyatakan bahwa istilah Aoex post factoAo terdiri dari tiga kata yaitu, ex artinya observasi atau pengamatan, post artinya sesudah, dan facto artinya fakta atau kejadian, sehingga makna ex post facto secara keseluruhan yaitu pengamatan yang dilaksanakan setelah peristiwa terjadi. Penelitian ex post facto bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku, atau hal- hal yang menyebabkan perubahan individu pada variable bebas. Sedangkan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni pendekatan yang memungkinkan dilakukan pencatatan dan penganalisis perhitungan-perhitungan statistik. Pada judul Pengaruh konsep diri, motivasi berperestasi terhadap komunikasi interpersonal penelitian ini cocok menggunakan pendekatan kuantitatif dikarenakan penelitian kuantitatif memanfaatkan analisis statistik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara tiga variable. Populasi penelitian ini guru di Gugus Kecubung 1 kecamatan Talang Padang yang terdiri dari 7 sekolah yaitu berjumlah 106 guru. Dengan jumlah sampel 84 dengan Teknik probability sampling. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Se-Gugus Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 1 Kecubung Kecamatan Talang pada bulan Januari 2025 sampai Februari 2025. Pengumpulan data dengan alat studi kepustakaan (Library Researc. dan angket atau kuesioner. Angket ini digunakan sebagai alat mengukur atau memperoleh data tentang konsep diri, motivasi berprestasi siswa, dan komunikasi interpersonal. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Uji t . -tes. berbantuan SPSS, uji F dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan Uji R2 . ji koefisien determinas. Uji ini untuk mengukur seberapa jauh variable independen mempengaruhi variable Koefisien determinasi menjelaskan variasi penngaruh variable-variabel bebaas terhadap variable terikat. Hasil dan Pembahasan Pemaparan data hasil penelitian bertujuan untuk memberikan potret atau gambaran secara umum tentang data di lapangan. Adapun data yang menjadi dasar deskripsi dalam penelitian ini yaitu data hasil pengukuran variabel Komunikasi Interpersonal (Y). Konsep Diri (X. , dan Motivasi Berprestasi (X. yang diukur menggunakan angket atau kuesioner dalam penelitian ini. Deskripsi data hasil penelitian pada penelitian ini diolah menggunakan program SPSS 25. Dari hasil pengolahan data tersebut diperolah beberapa informasi seperti jumlah responden (N), nilai rata-rata (Mea. , rata-rata kesalahan standar (Standard Error of Mea. , nilai tengah (Media. , nilai yang paling banyak muncul atau modus (Mod. , simpangan baku (Standard Deviatio. , varian (Varianc. , rentang nilai (Rang. , nilai terkecil (Minimun Scor. , nilai terbesar (Maximum Scor. , dan jumlah nilai (Su. Adapun deskripsi data hasil penelitian dari semua variabel tersebut akan adalah sebagai berikut. Tabel 1 Deskripsi Data Statistik pada Variabel Penelitian KONSEP DIRI Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum MOTIVASI BERPRESTASI KOMUNIKASI INTERPERSONAL Berdasarkan tabel 1 maka dapat dilihat bahwa pada Variabel Konsep Diri (X. bahwa Mean yaitu 65,50. Std Error of Mean yaitu 0,534. Median yaitu 65,50. Mode Std Deviation yaitu 4,895. Variance yaitu 23,964. Range yaitu 17. Nilai Minimum yaitu 57. Nilai maksimum yaitu 74. Terakhir jumlah nilai keseluruhan yaitu Pada Variabel Motivasi Berprestasi (X. bahwa Mean yaitu 70,83. Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Std Error of Mean yaitu 0,445. Median yaitu 71,00. Mode yaitu 65. Std Deviation yaitu 4,083. Variance yaitu 16,671. Range yaitu 14. Nilai Minimum yaitu 64. Nilai maksimum yaitu 78. Terakhir jumlah nilai keseluruhan yaitu 5950. Pada Variabel Konsep Diri (Y) bahwa Mean yaitu 72,70. Std. Error of Mean yaitu 0,534. Median yaitu 73,00. Mode yaitu 65. Std Deviation yaitu 4,891. Variance yaitu 23,922. Range Nilai Minimum yaitu 64. Nilai maksimum yaitu 81. Terakhir jumlah nilai keseluruhan yaitu 6107. Secara garis besar dari data ketiga variabel hanya bertujuan memberikan informasi umum data secara kuantitatif deskriptif, bukan menjawab dari rumusan masalah atau hipotesis penelitian. Untuk membantu pengujian hipotesis, digunakan statistik inferensial yaitu analisis regresi linier berganda yang tergolong dalam statistik parametrik. Bersinggungan dengan penggunaan alat uji statistik parametrik regresi linier berganda tersebut, maka model harus diuji terlebuh dahulu dengan uji asumsi. Uji asumsi tersebut meliputi: uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisiitas. Adapun pengujian hasil asumsi dibahas dalam adalah berikut ini: Hasil Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dalam rangka untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya memiliki distribusi data secara normal atau tidak. Model yang baik adalah jika data berdistribusi secara normal atau penyebaran data statistik pada sumbu diagonal dari grafik distribusi normal. Dalam pengujian ini akan menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov pada SPSS 25, karena sampel > 50 orang responden. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: Data berdistribusi normal, jika nilai sig . > 0. Data tidak berdistribusi normal, jika nilai sig . < 0. Adapun hasil uji Normalitas pada ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Normal Parametersa, b Most Extreme Differences Test Statistic One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KONSEP MOTIVASI KOMUNIKASI DIRI BERPRESTAS INTERPERSONAL Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Berdasarkan tabel 4. 3 di atas menujukkan bahwa Asymp. Sig, . - taile. pada konsep diri (X. yakni 0,200, pada Motivasi Berprestasi yakni 0,086, dan pada komunikasi interpersonal yakni 0,199. Karena nilai Sig ketiga variabel tersebut masing- masing sig. > 0,05, maka masing-masing variabel dinyatakan normal. Hasil Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas dilaksanakan menggunakan program komputer SPSS 25. Jika Nilai Tolerance > 0. 100 dan VIF < 10. 00 berkesimpukan tidak terjadi gelana multikolineritas. Jika nilai Tolerance < 0,100 dan VIF > 10. 00 berkesimpulan terjadi gejala multikolinieritas. Berikut hasil dari uji multikolinieritas: Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Model Error (Constan. KONSEP DIRI MOTIVASI BERPRESTASI Beta Tolerance VIF Sig. Dependent Variable: KOMUNIKASI INTERPERSONAL Pada tabel 3, nilai Toleransi untuk Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi masing-masing sebesar 0,954. Toleransi merupakan kebalikan dari VIF dan menggambarkan proporsi variasi dari variabel independen yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen lainnya dalam model. Nilai toleransi yang > 0,100 menunjukkan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas yang signifikan. Karena nilai toleransi kedua variabel ini > 0,100, hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas yang berarti di antara variabel-variabel independen dalam model. Selanjutnya, nilai VIF untuk Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi masingmasing ialah 1,048. VIF memperlihatkan seberapa besar variabilitas koefisien regresi meningkat akibat adanya regresi antar variabel independen. VIF yang <10. dianggap memperlihatkan tidak ada masalah multikolinearitas yang signifikan. Karena nilai VIF kedua variabel < 10. 00, ini juga mengindikasikan tidak ada multikolinearitas yang serius antara variabel Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi. Secara keseluruhan, hasil uji multikolinearitas ini memperlihatkan kedua variabel independen dalam model regresi, yaitu Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi, tidak mempunyai masalah multikolinearitas yang serius. Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Uji Heterokedastisitas Heterokedastisitas memperlihatkan variabilitas residual tidak dipengaruhi nilai variabel independen, sehingga model regresi itu bisa dianggap memenuhi salah satu asumsi utama regresi linear klasik serta menghasilkan hasil yang valid serta efisien. Jadi, data yang baik adalah data yang tidak terjadi heterokedastisitas. Berikut hasil uji heterokedastisitas pada penelitian ini. Tabel 4. Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. (Constan. 1 KONSEP DIRI MOTIVASI BERPRESTASI Dependent Variable: Abs_RES Berlandaskan data pada tabel 4, diperoleh nilai signifikansi untuk variable Konsep Diri (X. ialah 0,424 serta untuk variable Motivasi Berprestasi (X. ialah 0,835, yang keduanya lebih besar dari 0,05. Hal ini memperlihatkan tidak terjadi heteroskedastisitas, maupun dengan kata lain, kesamaan varian antara variabelvariabel itu maupun homokedastisitas terpenuhi. Hasil Uji Hipotesis Langkah selanjutnya setelah data dinyatakan memenuhi asumsi maka akan dilakukan analisis pengaruh variabel bebas secara parsial maupun simultan. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen adalah analisis linier Alasan penggunaan regresi linier berganda adalah model terdiri dari lebih satu variabel independen yakni dalam hal ini dua variabel bebas: Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi. Adapun hasil pengujian hipotesis penelitian ini adalah sebagai Pengaruh Konsep Diri terhadap Komunikasi Interpersonal Guru Persamaan Regresi Berdasarkan analisis regresi diperoleh hasil seperti table 5 berikut. Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Tabel 5. Hasil Uji Regresi Variabel X1 ke Y Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. KONSEP DIRI Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: KOMUNIKASI INTERPERSONAL Berdasarkan tabel 5 di atas diperoleh persamaan regresi, yaitu: = 16,769 0,854 X1 e. Hasil regresi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Konstanta/intercept . sebesar 16,769 berarti tanpa adanya pengaruh konsep diri, maka tingkat komuniksi interpersonal sangat rendah. Koefisien regresi variabel Konsep Diri sebesar 0,854, berarti konsep diri memiliki pengaruh positif dengan komunikasi interpersonal. jika konsep diri meningkat maka komunikasi interpersonal guru juga akan meningkat. Uji t (Parsia. Uji t ini digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial, khususnya pada bagian ini yakni pengaruh Konsep Diri terhadap Komunikasi Interpersonal Guru. Berikut data hasil uji parsial Tabel 6. Hasil Uji t Konsep Diri terhadap Komunikasi Interpersonal Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. KONSEP DIRI Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: KOMUNIKASI INTERPERSONAL Dari tabel 6 di atas hasil pengujian uji t, pengaruh Konsep Diri terhadap Komunikasi Interpersonal diperoleh hasil terhitung sebesar 4,457 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Berarti Konsep Diri berpengaruh positif dan hasil signifikan terhadap Komunikasi Interpersonal guru. hasil penelitian ini dapat membuktikan hipotesis pertama yang berbunyi: AuKonsep Diri berpengaruh positif terhadap Komunikasi Interpersonal di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang PadangAy. Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Uji Determinan (R. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel bebas dengan variabel terikat yang dinyatakan dalam persentase. Berdasarkan analisis didapat hasil seperti pada tabel di bawah ini. Tabel 7. Hasil Uji Determinasi Konsep Diri Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. KONSEP DIRI Uji R2 (R squar. didapatkan hasil sebesar 0,730 atau 73,0% yang berarti kontribusi pengaruh konsep diri terhadap Komunikasi Interpersonal sebesar 73,0% sedangkan sisanya sebesar 27,0% berpengaruh dari variabel lain. Pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru a. Persamaan Regresi Berdasarkan analisis regresi diperoleh hasil seperti tabel berikut. Tabel 8. Hasil Uji Regresi Variabel X2 ke Y Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. MOTIVASI BERPRESTASI Model Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: KOMUNIKASI INTERPERSONAL Berdasarkan tabel 8 di atas diperoleh persamaan regresi, yaitu: Y = 0,478 1,020 X2 e. Hasil regresi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Konstanta/intercept . sebesar 0,478 berarti tanpa adanya pengaruh Motivasi Berprestasi, maka tingkat komuniksi interpersonal sangat rendah. Koefisien regresi variabel Motivasi Berprestasi sebesar 1,020, berarti konsep diri memiliki pengaruh positif dengan komunikasi interpersonal. jika konsep diri meningkat maka komunikasi interpersonal guru juga akan meningkat. Uji t (Parsia. Uji t ini digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial, khususnya pada bagian ini yakni pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru. Berikut data hasil uji Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 parsial tersebut: Tabel 9Hasil Uji t motivasi berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. MOTIVASI BERPRESTASI Model Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: KOMUNIKASI INTERPERSONAL Dari tabel 9 di atas hasil pengujian uji t, pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal diperoleh hasil thitung sebesar 14,685 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Berarti Motivasi Berprestasi berpengaruh positif dan hasil signifikan terhadap Komunikasi Interpersonal guru. hasil penelitian ini dapat membuktikan hipotesis kedua yang berbunyi: AuMotivasi Berprestasi berpengaruh positif terhadap Komunikasi Interpersonal di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang PadangAy. Uji Determinan (R. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel bebas dengan variabel terikat yang dinyatakan dalam persentase. Berdasarkan analisis didapat hasil seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 10. Hasil Uji Determinasi Motivasi Berprestasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. MOTIVASI BERPRESTASI Uji R2 (R squar. didapatkan hasil sebesar 0,724 atau 72,4% yang berarti kontribusi pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal sebesar 72,4% sedangkan sisanya sebesar 27,6% berpengaruh dari variabel lain. Pengaruh Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru Persamaan Regresi Berdasarkan analisis regresi diperoleh hasil seperti tabel berikut: Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Tabel 11. Hasil Uji Regresi Variabel X1 dan X2 ke Y Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. KONSEP DIRI MOTIVASI BERPRESTASI Standardized Coefficients Beta Dependent Variable: KOMUNIKASI INTERPERSONAL Berdasarkan tabel 11 di atas diperoleh persamaan regresi, yaitu: Y = 3,352 0,474 (X. 0,541 (X. Formula empiris tersebut juga menjelaskan tentang pengaruh antara variabel- variabel independen terhadap variabel dependen. dijelaskan sebagaimana berikut ini: Pengaruh parsial Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal. Pengaruh variabel pertama dalam model ini adalah antara Konsep Diri terhadap Komunikasi Interpersonal hasil perhitungan statistic menunjukkan bahwa pengaruh Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal menunjukkan positif, yaitu 0,474. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi Konsep Diri, maka akan meningkatkan Komunikasi Interpersonal. Setelah dilakukan pengujian data empiris menunjukkan positif signifikan. Hal itu ditunjukkan dengan output statistic regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25 menghasilkan nilai thitung sebesar 5,008 dengan nilai probabilita . sebesar 0,000 yang berada dibawah cut of . 5% . Hasil pengujian tersebut mengandung makna bahwa konsep diri berkaitan dengan Komunikasi Interpersonal. Pengaruh parsial Motivasi Berprestasi dengan Komunikasi Interpersonal. pengaruh variabel kedua yaitu hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Komunikasi Interpersonal menunjukkan positif, yaitu sebesar 0,541, pengaruh tersebut mengandung makna bahwa Motivasi Berprestasi menentukan Komunikasi Interpersonal secara positif. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi Motivasi Berprestasi, maka akan meningkatkan Komunikasi Interpersonal. Setelah dilakukan pengujian dengan data empiris menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan. Hal itu ditunjukkan dengan output statistic regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25 menghasilkan nilai thitung sebesar 4,772 dengan nilai probabilita . sebesar 0,000 yang berada di bawah cut of . 5% . Hasil pengujian tersebut mengandung makna bahwa Motivasi Berprestasi memiliki keterkaitan dengan Komunikasi Interpersonal. Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan pengujian, diperoleh koefisien determinasi seperti tabel di bawah ini. Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Tabel 12. Hasil uji determinasi (R. variabel Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Komunikasi Interpersonal Guru Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. MOTIVASI BERPRESTASI. KONSEP DIRI Pada tabel di atas diketahui bahwa hasil pengujian dengan statistic menunjukkan nilai R square sebesar 790, yang berarti bahwa variabel-variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen sebesar 79,0%, sementara sisanya yaitu 21,0 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Uji F (Simulta. Disamping analisis regresi berupa koefisien determinasi . enjelaskan tentang kekuatan kemampuan menjelaskan variabel independen terhadap variabel depende. , juga menghasilkan output pengaruh simultan antara variabel-variabel independen (Konsep Diri dan Motivasi Berprestas. terhadap variabel dependen (Komunikasi Interpersonal Gur. dalam output regresi linier berganda uji simultan ditunjukkan dengan nilai Fhitung. Uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui apaka variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen. Penggunaan hipotesis . ji F) dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 25. Cara yang digunakan untuk uji F yaitu dengan melihat probabilitas signifikansi dari nilai F pada tingkat signifikansi 5%. Penggunaan uji F dapat dihitung dengan menggunakan bantuan program SPSS 25. Dasar keputusan untuk menolak atau menerima hipotesis apabila: Probabilitas > taraf signifikan . %), maka Ho diterima dan Ha ditolak Probabilitas < taraf signifikan . %), maka Ho ditolak dan Ha diterima Tabel 13. Hasil uji simultan (F) variabel Konsep Diri (X. dan Motivasi Berprestasi (X. dengan Komunikasi Interpersonal (Y) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: KOMUNIKASI INTERPERSONAL Predictors: (Constan. MOTIVASI BERPRESTASI. KONSEP DIRI Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Tabel 13 menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 152,018 dengan nilai p value . sebesar 0,000 yang berada di bawah alpha 5% . dasar keputusan. Ho ditolak dan Ha diterima . Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh signifikan secara simultan atau bersama-sama antara variabel independen terhadap variabel Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat membuktikan hipotesis ketiga yang berbunyi: AuKonsep Diri dan Motivasi Berprestasi secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Komunikasi Interpersonal GuruAy. Pembahasan Selanjutnya, seluruh temuan dalam penelitian ini akan dibahas menggunakan dua cara, yaitu pertama dengan cara mendiskusikan dan mengkonfirmasi terhadap teori-teori yang sudah ada dan telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya serta terhadap hasil penelitian penelitian terdahulu. Kedua dengan cara memberikan penjelasan apakah hasil penelitian ini sejalan . atau sebaliknya . dengan teori-teori maupun hasil penelitian terdahulu sebagaimana dimaksud di atas. Adapun pembahasan hasil penelitian pada penelitian diuraikan sebagai berikut: Pengaruh antara Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang Berdasarkan analisis data. Konsep Diri terbukti berpengaruh positif terhadap Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 16,769 0,854 X1 e. Untuk konstanta sebesar 16,769 menunjukkan bahwa tanpa pengaruh Konsep Diri. Komunikasi Interpersonal Guru tetap berada pada tingkat dasar tertentu. Koefisien regresi sebesar 0,854 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu unit pada Konsep Diri akan meningkatkan Komunikasi Interpersonal Guru sebesar 0,854 unit. Hasil uji t menunjukkan tingkat signifikansi 0,000, lebih kecil dari 0,05, sehingga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dengan kata lain. Konsep Diri memainkan peran penting dalam meningkatkan Komunikasi Interpersonal Guru sebagai agen Hal tersebut diperkuat oleh hasil uji determinasi (RA), kontribusi pengaruh Konsep Diri terhadap Komunikasi Interpersonal Guru yakni memiliki kontribusi yang besar yakni sebesar 73,0%, sementara 27,0% dipengaruhi oleh variabel lain. Kontribusi langsung yang besar memperkuat bahwa pengaruh Konsep Diri sangat signifikan dalam mendukung Komunikasi interpersonal guru SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Temuan di atas sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya, antara lain yang dilakukan oleh Dinata, dkk . Hasil ini menunjukkan bahwa konsep diri berpengaruh positif sebesar konsep diri sebesar 30,1% terhadap komunikasi interpersonadan signifikan terhadap komunikasi interpersonal. Hasil penelitian ini =mendukung temuan sebelumnya dari Irawan . dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa Sig. = 0,012 yang berarti terdapat pengaruh Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 yang signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal. Selain itu nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,048 yang berarti konsep diri mempunyai kontribusi pengaruh sebesar 4,8% terhadap komunikasi interpersonal, sedangkan sisanya sebesar 95,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri terhadap komunikasi Pengaruh antara Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru dapat dirumuskan melalui persamaan regresi yakni Y = 0,478 1,020 X2 e. Nilai konstanta sebesar 0,478 menunjukkan bahwa tanpa adanya pengaruh dari Motivasi Berprestasi, tingkat Komunikasi Interpersonal Guru tetap berada pada level yang rendah. Koefisien regresi sebesar 1,020 mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh positif antara Motivasi Berprestasi dan Komunikasi Interpersonal Guru. Artinya, setiap peningkatan satu unit pada Motivasi Berprestasi dapat meningkatkan Komunikasi Interpersonal Guru sebesar 1,020 unit. Hasil uji t menunjukkan bahwa menunjukkan tingkat signifikansi 0,000, lebih kecil dari 0,05. Hal ini menegaskan bahwa pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru adalah signifikan secara statistik. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa AuMotivasi Berprestasi berpengaruh terhadap Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang Au dapat diterima. Selanjutnya, uji determinasi (RA) menghasilkan nilai sebesar 79,0% Ini berarti bahwa Motivasi Berprestasi memberikan kontribusi sebesar 79,0% terhadap variasi Komunikasi Interpersonal Guru. Sementara itu, sisanya sebesar 21,0%. oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi Berprestasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Komunikasi Interpersonal Guru. Hal ini menekankan pentingnya pengembangan Motivasi Berprestasi, baik dalam aspek mengambil resiko, umpan balik, mengukur keberhasilan, dan menyatu dengan tugas. Penelitian terdahulu oleh Azis . yakni bahwa komunikasi interpersonal guru berpengaruh positif secara signifikan terhadap motivasi berprestasi dalam memewujudkan kinerja guru. Artikel ini berkesimpulan bahwa untuk penyelenggaraan kinerja guru secara baik dapat dilakukan dengan meningkatkan komunikasi interpersonal guru dan motivasi berprestasi. Sisi menarik dari Penelitian ini dibandingkan penelitian terdahulu oleh Azis di atas yakni penelitian ini menemukan bahwa secara terbalik yakni motivasi berprestasi juga memiliki pengaruh terhadap komunikais interpersonal. Pengaruh Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Berdasarkan analisis regresi, persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 3,352 0,474 (X. 0,541 (X. Nilai koefisien regresi variabel Konsep Diri (X. sebesar 0,474 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam Konsep Diri akan meningkatkan Komunikasi Interpersonal Guru sebesar 0,474 poin, dengan catatan variabel lainnya dianggap tetap. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pengaruh ini signifikan dengan nilai t hitung memiliki sig yakni 0,000 kurang dari P Value = 0,05. Dengan demikian, semakin baik Konsep Diri, semakin meningkat Komunikasi Interpersonal Guru. Selanjutnya. Motivasi Berprestasi (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,541, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam Motivasi Berprestasi akan meningkatkan Komunikasi Interpersonal Guru sebesar 0,541 poin. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pengaruh ini signifikan dengan nilai t hitung memiliki sig yakni 0,000 kurang dari P Value = 0,05. artinya, semakin tinggi motivasi berprestasi semakin baik pula Komunikasi Interpersonal Guru. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, nilai R square sebesar 0,889 menunjukkan bahwa konsep diri dan Motivasi Berprestasi secara bersama-sama mampu berpengaruh 88,9% terhadap Komunikasi Interpersonal Guru. Sisanya, sebesar 11,1%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model. Hasil uji simultan melalui analisis ANOVA menghasilkan nilai F hitung sebesar 152,018 dengan nilai p value . sebesar 0,000 yang berada di bawah alpha 5% . Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat membuktikan hipotesis ketiga yang berbunyi: AuKonsep Diri dan Motivasi Berprestas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Komunikasi Interpersonal GuruAy. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa konsep diri dan Motivasi Berprestasi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Temuan ini menegaskan Konsep diri dan motivasi berprestasi penting dalam meningkatkan komunikasi interpersonal guru di SD karena dengan Konsep Diri maka Guru dengan konsep diri positif lebih percaya diri dan mampu berinteraksi dengan baik dengan siswa, rekan sejawat, dan orang tua, menciptakan komunikasi yang jelas dan efektif. Selain itu, adanya Motivasi Berprestasi maka Guru akan berusaha keras untuk mencapai hasil terbaik, dalam mendorong berkomunikasi lebih baik dengan siswa dan kolega, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih produktif. Jadi, guru yang memiliki konsep diri yang sehat dan motivasi berprestasi yang tinggi lebih mampu membangun komunikasi interpersonal yang baik. Komunikasi yang baik antara guru dengan siswa, rekan sejawat, dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan siswa di sekolah. Keterbatasan Penelitian Meskipun berbagai usaha untuk menjaga kemurnian dan kualitas penelitian ini telah dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal yang perlu Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 diperhatikan dan merupakan keterbatasan dari penelitian ini. Adapun hal-hal yang memungkinkan menjadi keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel bebas dalam penelitian ini yakni konsep diri dan motivasi berprestasi ditambah variabel komunikasi interpersonal adalah variabel yang berasal dari intern sampel yang diteliti, karena variabel X dan Y merupakan variabel intern seseorang maka hasilnya sangat memungkin ada pengaruh besar variabel X terhadap Variabel Padahal masih ada variabel dari eksternal seseorang atau sampel yang dapat dijadikan sebagai variabel X yang dilihat pengaruhnya terhadap komunikasi Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil pengembangan peneliti sendiri berdasarkan teori-teori yang dikemukakan para ahli, bukan instrumen yang sudah standar atau sudah baku. Meskipun peneliti telah berusaha melakukan kalibrasi instrumen dengan menguji validitas dan reliabilitas setiap instrumen, namun adanya kelemahan atas instrumen tersebut masih sangat Jumlah responden yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini hanya 84 Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Hal tersebut membuat peneliti merasa bahwa hasil penelitian ini mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas, mengingat jumlah sampel yang terbatas. Butir instrumen penelitian dari masing-masing variabel jumlahnya cukup banyak, sehingga total seluruh item pernyataan yang harus dijawab oleh responden adalah 75 butir pernyataan. Ada kemungkinan jumlah butir pernyataan tersebut terlalu banyak atau memberatkan responden sehingga bisa berpengaruh terhadap jawaban yang diberikan. Keterbatasan lainnya bisa terjadi karena kurangnya pengalaman peneliti dalam memahami secara mendalam setiap variabel yang diteliti, teori-teori yang dikemukakan dan penggunaan metode yang kurang tepat. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan, pengolahan data, analisis data, dan pengujian hipotesis, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:Terdapat pengaruh antara konsep diri dengan Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Berdasarkan analisis data. Konsep Diri terbukti berpengaruh positif terhadap Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se- Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Kontribusi pengaruh Konsep Diri terhadap Komunikasi Interpersonal Guru yakni memiliki kontribusi yang besar yakni sebesar 85,5%, sementara 14,5% dipengaruhi oleh variabel lain. Selanjutnya. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Komunikasi Interpersonal Guru, uji determinasi (RA) menghasilkan nilai sebesar 85,1% Ini berarti bahwa Motivasi Berprestasi memberikan kontribusi sebesar 85,1% terhadap variasi Komunikasi Interpersonal Guru. Sementara itu, sisanya sebesar 14,9%. dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, nilai R square sebesar 0,889 menunjukkan bahwa konsep diri dan Pengaruh Konsep Diri . Isti Putri Senima. Siswoyo. Badrun Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 329 - 347 Motivasi Berprestasi secara bersama-sama mampu berpengaruh 88,9% terhadap Komunikasi Interpersonal Guru. Sisanya, sebesar 11,1%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa konsep diri dan Motivasi Berprestasi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan Komunikasi Interpersonal Guru di SD Negeri Se-Gugus Kecubung 1 Kecamatan Talang Padang. Temuan ini menegaskan Konsep diri dan motivasi berprestasi penting dalam meningkatkan komunikasi interpersonal guru di SD karena dengan Konsep Diri maka Guru dengan konsep diri positif lebih percaya diri dan mampu berinteraksi dengan baik dengan siswa, rekan sejawat, dan orang tua, menciptakan komunikasi yang jelas dan efektif. Selain itu, adanya Motivasi Berprestasi maka Guru akan berusaha keras untuk mencapai hasil terbaik, dalam mendorong berkomunikasi lebih baik dengan siswa dan kolega, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih produktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh positif antara konsep diri dan motivasi berprestasi terhadap komunikasi interpersonal guru. Guru yang memiliki konsep diri yang positif dan motivasi berprestasi tinggi cenderung lebih efektif dalam berkomunikasi dengan siswa. Hal ini berimplikasi pada terciptanya hubungan yang lebih baik antara guru dan siswa, yang dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Peningkatan kualitas komunikasi ini juga dapat memperkuat hubungan emosional yang mendukung perkembangan sosial dan akademik siswa. Selain itu, konsep diri dan motivasi berprestasi guru dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal mereka. Guru yang memiliki komunikasi interpersonal yang baik dengan siswa dapat lebih mudah dalam menyampaikan materi pelajaran, mengelola kelas, serta memberikan umpan balik yang membangun. Dengan kata lain, peningkatan konsep diri dan motivasi berprestasi berpotensi meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa. Komunikasi interpersonal yang baik tidak hanya terjadi antara guru dan siswa, tetapi juga antara sesama guru. Guru dengan konsep diri yang positif dan motivasi berprestasi yang tinggi lebih cenderung untuk bekerja sama, berbagi ide, dan mendukung rekan sejawat. Hal ini akan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara Daftar Pustaka