Essor Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 ISSN: x-x (Prin. ISSN: x-x (Electroni. Open Access: https://gumpublisher. id/index. php/essor/index Peningkatan Literasi Digital Untuk Guru di Sekolah Dasar Melalui Program PKM Miftahul Ardiansyah1. Lalu Parhanuddin2. Armin Subhani3 1,2,3 Universitas Hamzanwadi email: miftahulardiansyah20@gmail. Info Artikel : Diterima : 15/6/2025 Disetujui : 19/6/2025 Dipublikasikan : 25/6/2025 ABSTRAK Literasi digital sangat penting di sekolah dasar karena membantu anak-anak menggunakan teknologi secara efektif untuk belajar dan mengembangkan kreativitas, pemecahan masalah, serta pemahaman tentang etika dan keamanan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kompetensi guru Pekat. Program ini meliputi beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan yang meliputi survei dan studi analisis situasi. Tahap ini meliputi pencatatan jumlah guru, pangkat, artikel, dan metode Hasil pelatihan yang dilakukan diantaranya: . meningkatkan kemampuan pendidik untuk secara mandiri menemukan dan menilai materi pembelajaran digital. Guru diajarkan cara menemukan dan mengunduh makalah dari jurnal nasional, serta etika mengakses informasi dan alat . Meningkatkan kemampuan pendidik untuk membuat Lembar Aktivitas Siswa yang imajinatif dan menarik. Guru akan belajar cara membuat konten yang menarik dan menggunakan fitur Book Creator, dan . Guru dibimbing dalam membuat Penelitian Tindakan Kelas yang relevan dengan lingkungan belajar dan didorong untuk bekerja sama dalam kelompok diskusi untuk berbagi ide dan pengalaman. Kata Kunci: Literasi Digital. PKM. Pendidikan. Sekolah Dasar ABSTRACT Digital literacy is very important in elementary schools because it helps children use technology effectively to learn and develop creativity, problem solving, and understanding of ethics and safety. The Community Service Program (PKM) aims to optimize the use of technology in developing the competency of Pekat teachers. This program includes several stages, including the preparation stage which includes surveys and situational analysis studies. This stage includes recording the number of teachers, ranks, articles, and learning methods. The results of the training carried out include: . improving the ability of educators to independently find and assess digital learning Teachers are taught how to find and download papers from national journals, as well as the ethics of accessing information and learning tools. Improving the ability of educators to create imaginative and interesting Student Activity Sheets. Teachers will learn how to create interesting content and use the Book Creator feature, and . Teachers are guided in creating Classroom Action Research that is relevant to the learning environment and are encouraged to work together in discussion groups to share ideas and experiences. Keywords : Digital Literacy. PKM. Education. Elementary School A2022 Penulis. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution Non Commercial 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Literasi digital sangat penting di sekolah dasar karena membantu anak-anak menggunakan teknologi secara efektif untuk belajar dan mengembangkan kreativitas, pemecahan masalah, serta pemahaman tentang etika dan keamanan. Namun, guru menghadapi tantangan seperti terbatasnya fasilitas dan infrastruktur teknologi, kurangnya pemahaman dan keterampilan guru, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital mereka. Perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi yang cepat juga menuntut guru untuk beradaptasi dan mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif. Siswa menghadapi tantangan dalam menilai keaslian dan kredibilitas informasi daring, sehingga meningkatkan risiko terpapar berita palsu dan konten negatif. Kurangnya akses dan fasilitas teknologi yang memadai di lingkungan belajar, terutama di daerah yang kurang berkembang, juga meningkatkan risiko menurunnya kualitas moral dan perundungan siber akibat penggunaan teknologi PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 yang tidak diawasi. Berdasarkan hal itu, literasi digital di sekolah dasar merupakan fondasi penting untuk membekali siswa menghadapi dunia yang semakin digital. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan, termasuk terbatasnya akses terhadap teknologi, kompetensi guru, dan kemampuan kritis siswa dalam menyaring informasi. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru, peningkatan infrastruktur teknologi, dan mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum adalah kunci untuk mengoptimalkan manfaat literasi digital di sekolah dasar. Program pengabdian pada masyarakat ini mencoba memberikan aplikasi praktis terapan di bidang Pendidikan dan Teknologi dengan cara pembekalan soft skill dan pemahaman terkait literasi digital kepada guru-guru yang ada di SD. Dengan harapan, melalui program ini, para guru dapat lebih siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era digital dan mampu memberikan pembelajaran yang inovatif dan efektif bagi para siswa mereka. Selain itu, program ini juga berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SD dengan mengadakan berbagai workshop dan pelatihan untuk mengembangkan metode pengajaran yang kreatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi guru dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang terjadi dalam dunia pendidikan. METODE PELAKSANAAN Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kompetensi guru Pekat. Program ini meliputi beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan yang meliputi survei dan studi analisis situasi. Tahap ini meliputi pencatatan jumlah guru, pangkat, artikel, dan metode pembelajaran. Tahap pelaksanaan meliputi tiga kegiatan, yaitu kegiatan sosialisasi program, penyiapan materi PKM, pelaksanaan program, serta monitoring dan evaluasi. Tahap sosialisasi sangat penting bagi keberlanjutan program karena menjelaskan seluruh kegiatan dan memastikan mitra memahaminya. Tahap penyiapan materi PkM meliputi identifikasi kegiatan pemecahan masalah, pemilihan kegiatan yang tepat, dan penyusunan rencana kegiatan program literasi digital di SD. Tahap pelaksanaan merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya, dengan pendampingan teknis yang berperan langsung dalam memulai program di lapangan. Tahap ini sangat penting karena berimplikasi pada pencapaian sasaran, tujuan, dan keluaran program. Tahap monitoring dan evaluasi mengukur keberhasilan program melalui pertemuan berkala dan terjadwal dengan mitra. Tahap ini bertujuan untuk mengukur pencapaian sasaran program dan memantau permasalahan serta kekurangan yang dihadapi selama proses pelaksanaan. Tujuannya adalah untuk segera mengatasi kendala dan masalah serta mencari solusi yang tepat. Secara keseluruhan. PkM bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pengembangan kompetensi guru Pekat. HASIL DAN PEMBAHASAN Program Pengabdian Masyarakat (PkM) memiliki tiga kegiatan utama yang bekerja sama untuk membantu guru-guru sekolah dasar belajar bagaimana menggunakan teknologi. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah: . lokakarya tentang cara mencari informasi di internet, . pelatihan dan pendampingan tentang cara menyusun bahan ajar elektronik (LKS) dasar, dan . pelatihan dan pendampingan tentang cara menyusun jurnal ilmiah Penelitian Tindakan Kelas dan cara menerbitkannya di jurnal nasional bereputasi. Berikut ini akan dijelaskan kegiatankegiatan tersebut: Mencari Informasi Di Internet Guru mempelajari cara menggunakan internet untuk menemukan materi pembelajaran dalam Aktivitas Pencarian Informasi Mesin Pencari Digital (Googl. Mitra juga diperlihatkan cara menggunakan jurnal dan cara menemukan serta mengunduh makalah dari jurnal nasional. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mendapatkan ide-ide yang akan membuat pembelajaran lebih baik dan memudahkan instruktur untuk mengakses sumber saat mereka menyusun Proyek Tindakan Kelas. Praktik ini membantu instruktur mengubah pendapat mereka tentang apa yang mereka yakini sebelumnya. Mereka mungkin merasa bahwa buku dan materi cetak lainnya adalah satu-satunya sumber informasi, tetapi sekarang mereka melihat betapa pentingnya PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 menggunakan sumber digital juga. Selama latihan, instruktur dibantu untuk mengidentifikasi artikel atau materi pembelajaran di internet. Hal ini karena semakin banyak informasi yang tersedia di internet, semakin sulit bagi guru untuk menemukan apa yang mereka butuhkan (Sabriyanti et al. , 2. Jadi, instruktur dapat melakukan pencarian pengetahuan dengan lebih baik dan menangani masalah-masalah era digital dengan lebih baik. Selain itu, pengamatan dilakukan untuk memastikan bahwa instruktur dapat menemukan makalah di jurnal daring sendiri. Lebih dari 70% instruktur mampu menemukan materi digital sendiri, yang menunjukkan bahwa mereka lebih baik dalam menggunakan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, dalam latihan ini, para mitra menemukan betapa pentingnya menggunakan materi pembelajaran untuk menjaga integritas akademis mereka dan menghindari plagiarisme. Para guru belajar tentang cara yang benar dan salah untuk menggunakan dan mengutip sumber digital sehingga mereka dapat menunjukkan kepada siswa cara menggunakan materi dengan benar dan bertanggung jawab. Karena semakin banyak orang memperoleh informasi secara daring, para instruktur juga diajarkan betapa pentingnya bersikap skeptis saat memutuskan apakah suatu sumber daring itu benar dan dapat dipercaya. Mereka diminta untuk hanya memberikan informasi yang benar dan bermanfaat dan tidak menyebarkan informasi palsu (Hoa. yang dapat merugikan Para guru juga dapat berbicara tentang pengalaman dan pengetahuan mereka tentang materi pembelajaran yang bermanfaat dan relevan selama latihan. Bekerja bersama dan berbicara tentang berbagai hal membantu mereka belajar lebih banyak dan membuat lingkungan belajar lebih menarik dan dinamis. Setelah melakukan tugas ini, para instruktur akan merasa lebih nyaman menggunakan perangkat digital untuk pengembangan profesional dan mencari informasi. Mereka akan lebih mampu menemukan materi dan referensi pembelajaran, yang akan memudahkan dalam menemukan cara baru dan lebih baik dalam membuat kurikulum dan materi pembelajaran. Pelatihan Dan Pendampingan Tentang Cara Menyusun Bahan Ajar Elektronik (LKS) Dasar Pelatihan Cara Membuat Lembar Aktivitas Siswa Aplikasi Book Creator untuk instruktur di SDN 24 Pekat bertujuan untuk membantu mereka menjadi lebih baik dalam membuat Lembar Aktivitas Siswa yang unik dan menarik. Hal ini akan membuat pembelajaran di kelas menjadi lebih berhasil. Pelatihan ini akan membahas sejumlah topik penting, seperti cara menyusun konten yang menarik dan cara memanfaatkan kemampuan Book Creator secara Book maker adalah program yang sangat mudah digunakan untuk membuat materi digital menjadi lebih menarik. Book creator berbeda dengan buku biasa karena juga menyertakan jenis media lain, seperti rekaman audio dan film edukasi (Zubair, 2. Anda dapat menggunakan smartphone atau laptop untuk membuat materi pembelajaran berbasis Book Creator (Ayunia Lestari et al. , 2. Peserta pelatihan diharapkan dapat menggunakan apa yang mereka pelajari dalam kegiatan belajar sehari-hari. Dengan demikian, mereka dapat membuat lingkungan belajar menjadi lebih menyenangkan dan inspiratif bagi siswa. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pembelajaran, siswa perlu belajar dengan cara yang bermanfaat dan tepat bagi mereka (Bea Hana Siswati. Suratno, 2. Aplikasi Book Creator akan membuat Lembar Aktivitas Siswa lebih menyenangkan, yang akan membantu siswa belajar lebih banyak dan menjadi lebih tertarik dalam prosesnya. Program ini juga bertujuan untuk mendidik instruktur di SD tentang cara membuat materi pembelajaran yang sesuai dengan teknologi dan kebutuhan zaman. Guru dapat menggunakan aplikasi Book Creator untuk membuat materi pembelajaran yang lebih bermanfaat dan terhubung dengan dunia digital yang terus berkembang. Lokakarya ini juga akan menekankan betapa pentingnya menggunakan media dalam proses pembelajaran. Guru akan belajar cara memadukan teks, gambar, musik, dan video PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 dengan cara yang membuat pembelajaran lebih menarik dan mendalam bagi siswa mereka. Ini akan membantu siswa mempelajari lebih lanjut tentang topik tersebut dan memahaminya dengan lebih baik. Sesi ini akan bersifat langsung dan interaktif, dengan contoh-contoh tentang cara menggunakan apa yang telah Anda pelajari untuk membuat lembar kerja siswa. Guru akan diminta untuk menggunakan aplikasi Book Creator untuk membuat berbagai jenis materi pembelajaran yang inovatif dan saling melengkapi. Metode ini dimaksudkan untuk membantu instruktur merasa lebih percaya diri dan mahir dalam mendorong kreativitas pada siswa Kegiatan Pelatihan untuk Menyiapkan Lembar Aktivitas Siswa Menggunakan Aplikasi Book Creator juga merupakan kesempatan bagi instruktur untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik mereka, yang membantu menciptakan lingkungan yang positif dan Setelah pelatihan, guru diharapkan dapat menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang lebih baik dengan menjadi agen perubahan. Hal ini akan membuat lingkungan belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik. Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas dan Strategi Mempublish di Jurnal Nasional Terakreditasi. Persiapan Penelitian Aksi di Kelas dan Pemilihan Strategi Penerbitan di Jurnal Nasional Bereputasi. Kegiatan ini berbentuk pendampingan dan pelatihan penyusunan PTK. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memotivasi dan menyegarkan para instruktur agar mampu melaksanakan PTK dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan menghasilkan karya ilmiah yang siap dipublikasikan secara daring di jurnal ilmiah yang telah dipresentasikan pada kegiatan sebelumnya. Kegiatan persiapan PTK dipandu oleh seorang pakar pendidikan dasar STKIP Yapis Dompu. Agar karya tulis yang dihasilkan dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi, kegiatan ini terus ditunjang dengan pendampingan yang berkesinambungan. PTK merupakan salah satu prasyarat untuk memperoleh sertifikasi guru dan syarat perolehan poin evaluasi bagi guru yang mengajukan kenaikan jabatan fungsional, menunjukkan betapa pentingnya bagi instruktur untuk menyelesaikannya (Purwanti & Bhakti. Peserta pelatihan akan mempelajari langkah-langkah dan persyaratan untuk melakukan publikasi di jurnal bereputasi, serta cara membuat PTK yang relevan dengan lingkungan belajar di SD. Peserta juga akan diminta untuk bekerja sama dalam kelompok diskusi untuk saling berbagi ide dan pengalaman guna mengatasi berbagai kendala dalam menyusun dan menerbitkan artikel ilmiah. Berkembangnya peran instruktur melalui PTK sebagai pemantau . articipant observer. sekaligus partisipan penelitian merupakan salah satu inovasi pendidikan (Hardianti et al. , 2. Diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan dan kecakapan guru dalam membuat PTK berbasis penelitian, sehingga memungkinkan mereka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas secara signifikan. Publikasi ilmiah akan semakin tersedia dan menjadi rujukan bagi para peneliti dan pendidik setelah dipublikasikan di jurnal yang diakui. Diharapkan kemitraan SD akan menjadi langkah awal dalam mengakui dan mendukung upaya pendidik untuk menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi bidang pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan citra dan reputasi sekolah sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat pendidikan secara KESIMPULAN Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Sekolah Dasar telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan literasi digital guru-guru sekolah Melalui tiga kegiatan utama yakni pelatihan pencarian informasi di internet, pelatihan penyusunan bahan ajar elektronik menggunakan aplikasi Book Creator, serta pendampingan penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan strategi publikasi ilmiah para guru menunjukkan peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 Juni 2025 Pelatihan pencarian informasi berhasil mengubah pola pikir guru terhadap sumber belajar digital, mendorong pemanfaatan jurnal online, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika digital dan literasi informasi. Sementara itu, pelatihan pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Book Creator membekali guru dengan keterampilan dalam menyusun bahan ajar interaktif dan menarik, yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kegiatan pendampingan PTK tidak hanya memotivasi guru untuk melakukan inovasi berbasis riset di kelas, tetapi juga memperkuat kapasitas mereka dalam menulis dan menerbitkan karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini telah memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam era digital, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, serta membuka jalan bagi terbentuknya kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dasar dan perguruan tinggi. DAFTAR PUSTAKA