MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. November, 2025 e-ISSN 2988-3997 Copyright A 2025 Qatrunnada Jinan Akmaliah, et al. Perlombaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Upaya Menumbuhkan Nilai Religius Siswa di SMP Negeri 2 Sangatta Utara Qatrunnada Jinan Akmaliah1. Nur Muhabibudin2 1,2Manajemen Pendidikan Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta. Indonesia *e-mail: qatrunn166@gmail. com1, nurmuhabibudin@gmail. Abstract This Community Service Program (PKM) was conducted at SMP Negeri 2 Sangatta Utara to commemorate the birth of Prophet Muhammad SAW 1447 H. The main objectives were to strengthen religious values, foster social character, and enhance the spirit of tolerance within the school environment. The two-day event involved collaboration among university students, teachers, students, and the local The implementation used a descriptive qualitative approach with participatory observation techniques to describe the process and outcomes of the activities in the field. The results indicate a significant increase in student participation, with more than 85% of students . pproximately 620 participant. actively engaging in religious competitions, public lectures, and charitable programs. The involvement of university students in event management contributed to high implementation effectiveness, reflected in 95% on-time activity completion and an observed increase in student discipline among 78% of participants. The charity program successfully distributed 120 donation packages to students in need. Furthermore, the presence of non-Muslim students, who simultaneously fulfilled their own religious activities, demonstrated strengthened tolerance practices, with 92% of teachers reporting a more inclusive school atmosphere during the event. Overall, this PKM initiative effectively strengthened the schoolAos religious culture, enhanced social solidarity, and fostered tolerant attitudes among students. Thus, collaboration between higher education institutions and schools proves to be an effective strategy for cultivating Islamic values and building inclusive and civilized character education. Keywords: community service. Maulid Nabi, religious character, tolerance, religious Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sangatta Utara dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan tujuan untuk memperkuat nilai-nilai religius, menumbuhkan karakter sosial, serta meningkatkan semangat toleransi di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dan melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan dan hasil kegiatan di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam partisipasi siswa, dengan lebih dari 85% siswa (A620 pesert. mengikuti rangkaian lomba keagamaan, ceramah, dan kegiatan berbagi. Keterlibatan mahasiswa dalam manajemen acara berkontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan, tercermin dari ketepatan waktu kegiatan sebesar 95% serta peningkatan disiplin siswa yang diamati pada 78% peserta. Program berbagi yang dilaksanakan menghasilkan 120 paket donasi yang disalurkan kepada siswa yang membutuhkan. Selain itu, https://miftahul-ulum. id/ojs/index. php/mayara/index Vol. No. November 2025 e-ISSN 2988-3997 kehadiran siswa non-Muslim yang tetap menjalankan kegiatan rohaninya secara paralel menunjukkan adanya praktik toleransi yang meningkat, dengan 92% guru melaporkan suasana sekolah lebih inklusif selama kegiatan. Secara keseluruhan. PKM ini terbukti mampu memperkuat budaya religius . eligious cultur. , meningkatkan solidaritas sosial, dan menumbuhkan sikap toleran di kalangan peserta didik. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun pendidikan karakter yang inklusif dan berkeadaban Kata Kunci: pengabdian masyarakat. Maulid Nabi, karakter religius, toleransi, budaya Pendahuluan Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, bermoral, dan berakhlak mulia. Menurut (Sulaiman et al. , 2. , pendidikan harus mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam konteks ini, kegiatan keagamaan di sekolah menjadi salah satu strategi efektif untuk membangun kebiasaan moral dan spiritual melalui aktivitas yang terstruktur dan berkelanjutan. SMP Negeri 2 Sangatta Utara merupakan sekolah yang memiliki komitmen kuat terhadap penanaman nilai keagamaan melalui berbagai program, salah satunya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menanamkan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebersamaan antar siswa. Selama ini, kegiatan Maulid di sekolah-sekolah pada umumnya berfokus pada kegiatan ceremonial seperti pengajian dan pembacaan shalawat. Namun, kegiatan PKM yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sangatta Utara menghadirkan kebaruan berupa kolaborasi langsung antara sekolah dan mahasiswa, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi pendukung kegiatan, tetapi turut memegang peran manajerial dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan (Irma et al. , 2. Kolaborasi ini menjadi pembeda signifikan dibanding kegiatan serupa di sekolah lain yang biasanya masih bersifat internal dan tidak melibatkan perguruan tinggi secara sistematis. Pada kegiatan ini, mahasiswa dari Program Studi MPI dan PAI berperan sebagai fasilitator dan pengelola lomba-lomba islami, yang menjadikan kegiatan lebih terstruktur, terukur, dan selaras dengan prinsip pendidikan karakter berbasis nilai. Hal ini sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat Novianto & Nuraeni . , & Munfiatik et al. serta memperkuat sinergi kelembagaan antara sekolah dan perguruan tinggi. Urgensi program PKM ini terletak pada kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan efektivitas kegiatan keagamaan melalui pendekatan manajemen Menurut Amin et al. dan Aisyah et al. bahwa kegiatan keagamaan yang dirancang secara sistematis akan menghasilkan dampak lebih kuat terhadap pembentukan kesadaran moral dan hubungan sosial siswa. Di sisi lain, mahasiswa juga memperoleh pengalaman empiris dalam mengelola kegiatan pendidikan yang berakar pada nilai keislaman, sehingga meningkatkan kompetensi profesionalnya dalam bidang manajemen pendidikan (Dwiyana et al. , 2. Hasil penelitian Marzuki & Imron . menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di sekolah berperan signifikan dalam membentuk perilaku sosial dan moral peserta didik. Namun, sebagian besar penelitian tersebut belum menggali bagaimana perlombaan keagamaan berfungsi sebagai strategi pembentukan karakter yang efektif. Di sinilah letak kontribusi ilmiah kegiatan PKM ini, yaitu memberikan model kolaboratif berbasis kompetisi religius yang dirancang tidak MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN 2988-3997 hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai dan pembentukan karakter. Secara teoritis, perlombaan dipandang sebagai metode pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter religius karena mampu memadukan unsur kompetisi, motivasi intrinsik, dan pengalaman spiritual secara bersamaan. Menurut teori pembelajaran sosial Bandura, peserta didik cenderung meniru perilaku positif ketika terlibat dalam lingkungan kompetitif yang terarah dan memiliki role model. Lomba-lomba islami seperti tilawah, pidato, atau cerdas cermat agama mendorong siswa untuk belajar mandiri, memperdalam pemahaman keagamaan, dan mempraktikkan nilai-nilai akhlak melalui sikap disiplin, kejujuran, sportifitas, dan tanggung jawab. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam kegiatan ini adalah bagaimana bentuk partisipasi mahasiswa dalam manajemen kegiatan keagamaan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi mahasiswa. Tujuan kegiatan meliputi: . meningkatkan kesadaran beragama siswa melalui kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang terstruktur, . mengembangkan keterampilan manajerial dan kolaboratif mahasiswa dalam mendukung program sekolah, dan . memperkuat kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Adapun manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi: . Bagi siswa, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran beragama, memperkuat akhlak mulia, dan menanamkan nilai kepedulian sosial. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi media penerapan ilmu dan pengembangan keterampilan manajerial serta kepemimpinan dalam konteks nyata. Bagi sekolah, kegiatan ini membantu optimalisasi pelaksanaan program keagamaan dan memperkuat budaya religius di lingkungan pendidikan. Bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan contoh sinergi positif antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter dan berlandaskan nilai keislaman. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya memiliki nilai akademis dan sosial, tetapi juga berperan dalam memperkuat fondasi pendidikan karakter berbasis nilai religius yang selaras dengan kebutuhan pembangunan pendidikan di era Metode Pelaksanaan Metode penerapan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara langsung proses pelaksanaan dan hasil kegiatan berdasarkan pengamatan di lapangan. Pendekatan ini dipilih karena kegiatan dilaksanakan dalam waktu singkat, yaitu selama dua hari, sehingga pengumpulan data difokuskan pada pengamatan terhadap aktivitas dan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung (Waruwu, 2. Tujuan dan Strategi Pelaksanaan Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran keagamaan, memperkuat nilai sosial, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah. Strategi pelaksanaannya meliputi: Kegiatan keagamaan, seperti pembacaan ayat suci Al-QurAoan, tausiyah singkat, dan doa bersama. Kegiatan sosial, berupa aksi bersih lingkungan sekolah dan pembagian sembako kepada masyarakat sekitar. Kegiatan pembinaan karakter, melalui keteladanan dan ajakan langsung untuk menanamkan nilai-nilai religius, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya terdiri dari siswa Muslim, tetapi juga siswa, guru, dan staf sekolah non-Muslim. Mereka tetap hadir di sekolah Vol. No. November 2025 e-ISSN 2988-3997 dan melaksanakan kegiatan keagamaannya sendiri secara terpisah namun bersamaan waktunya. Hal ini mencerminkan adanya sikap toleransi dan saling menghargai antarumat beragama, serta menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian dapat berjalan harmonis dalam suasana keberagaman. Kondisi ini juga menjadi bagian penting dalam pengamatan sosial karena menampilkan bentuk nyata penerapan nilai inklusivitas di lingkungan pendidikan. Alat Ukur dan Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan catatan lapangan. Dua instrumen utama digunakan: Lembar Observasi Lembar observasi disusun untuk memantau perilaku siswa berdasarkan tiga indikator utama yaitu . etepatan waktu hadir, keteraturan mengikuti rangkaian kegiatan dan kepatuhan terhadap tata tertib selama acar. , . esediaan membantu teman, partisipasi dalam kegiatan sosial dan aksi berbagi dan perhatian terhadap peserta lain yang membutuhkan bantua. , . ikap menghargai perbedaan . ermasuk siswa non-Musli. , kemampuan bekerja sama dalam kelompok heterogeny dan interaksi positif tanpa diskriminas. Lembar observasi ini digunakan oleh 6 observer yang terdiri dari mahasiswa PLP dan guru pendamping. Observasi dilakukan terhadap A120 siswa yang aktif mengikuti rangkaian kegiatan, yang berasal dari berbagai kelas dan latar Selain itu, 12 guru dan tenaga kependidikan ikut diamati dalam konteks interaksi sosial dan dukungan penyelenggaraan kegiatan. Dokumentasi dan Refleksi Sebagai penguat data empiris, kegiatan ini juga mengumpulkan: . dokumentasi foto dan video pelaksanaan kegiatan, interaksi siswa, dan aktivitas sosial. refleksi singkat siswa, yang ditulis oleh 35 peserta pada akhir kegiatan mengenai pengalaman mengikuti lomba dan kegiatan sosial. Refleksi ini menjadi bukti adanya perubahan kesadaran, motivasi spiritual, dan pemahaman mereka tentang kerja sama serta kepedulian sosial. catatan refleksi guru, terutama dari wali kelas dan guru agama, yang memberikan penilaian subjektif mengenai perubahan antusiasme, kedisiplinan, dan hubungan sosial antarsiswa selama kegiatan. Refleksi guru dan siswa ini digunakan sebagai triangulasi data untuk memperkuat validitas hasil observasi lapangan. Pengukuran Tingkat Ketercapaian Tingkat ketercapaian kegiatan diukur berdasarkan temuan observasi dan dokumentasi lapangan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menafsirkan pola perilaku, partisipasi, dan interaksi sosial peserta. Indikator keberhasilan meliputi: Kegiatan keagamaan dan sosial terlaksana sesuai rencana tanpa hambatan Peserta menunjukkan partisipasi aktif dan disiplin dalam mengikuti kegiatan. Terjadi suasana kebersamaan dan penghargaan antarumat beragama, ditunjukkan melalui interaksi positif dan minimnya konflik sosial selama kegiatan berlangsung. Hasil observasi dan refleksi menunjukkan bahwa kegiatan berjalan lancar dan menciptakan suasana inklusif yang memperkuat nilai toleransi, kedisiplinan, dan empati di lingkungan sekolah. Dengan demikian, metode penerapan kegiatan ini efektif dalam mencapai tujuan pengabdian, yakni menumbuhkan kesadaran spiritual serta mempererat hubungan sosial di tengah keberagaman peserta didik. MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN 2988-3997 Hasil dan Pembahasan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dilaksanakan pada 3Ae4 September 2025 di SMP Negeri 2 Sangatta Utara melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari mahasiswa, guru, siswa, komite sekolah, hingga orang tua. Keterlibatan multipihak ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter dan penguatan nilai religius bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan kolaborasi bersama seluruh elemen pendidikan. Tujuan kegiatan ini meliputi penanaman nilai-nilai keagamaan, penguatan karakter sosial siswa, serta penumbuhan sikap toleransi di lingkungan sekolah. Berbagai rangkaian acara seperti lomba-lomba islami, ceramah keagamaan, dan kegiatan berbagi dirancang tidak hanya sebagai ritual seremonial, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, sejumlah temuan empiris berhasil diperoleh dan memberikan gambaran nyata mengenai perkembangan karakter Interaksi siswa dalam kegiatan keagamaan menunjukkan adanya peningkatan motivasi, empati, serta kemampuan berkolaborasi lintas kelompok. Keterlibatan siswa non-Muslim dalam kegiatan mereka sendiri juga menjadi indikator penting bahwa lingkungan sekolah telah mampu menciptakan ruang toleransi yang inklusif dan harmonis. Dengan demikian, pelaksanaan PKM ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi siswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam membangun budaya pendidikan yang toleran dan moderat. Lomba Keagamaan sebagai Media Penguatan Nilai dan Moralitas Pelaksanaan berbagai lomba seperti tilawah, tahfidz, azan, kaligrafi, menghias pohon telur, dan pidato menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi. Observasi menunjukkan bahwa peserta hadir tepat waktu, mempersiapkan diri secara mandiri, dan menampilkan performa terbaik. Temuan ini sejalan dengan konsep pendidikan berbasis pengalaman . xperiential learnin. yang menekankan keterlibatan langsung sebagai kunci pembentukan karakter moral. Gambar 1: Lomba Keagamaan di SMP Negeri 2 Sangatta Utara Keterlibatan aktif siswa dalam lomba mengonfirmasi teori (Sulaiman et al. , bahwa penguatan aspek intelektual, emosional, dan spiritual dapat dicapai melalui kegiatan yang menginternalisasikan nilai bukan hanya melalui pembelajaran Lomba-lomba tersebut bukan hanya memupuk keterampilan religius, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, tanggung jawab, dan keberanian tampil di depan umum, sehingga memberikan efek pedagogis yang lebih luas seperti Vol. No. November 2025 e-ISSN 2988-3997 pengbdian pengabdian berbasis lomba keagamaan pada momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dilakukan oleh (Hidayah et al. , 2. Temuan ini diperkuat oleh hasil penelitian (Marzuki & Imron, 2. yang menegaskan bahwa kegiatan keagamaan di sekolah dapat menjadi sarana pembentukan moralitas sosial peserta didik. Observasi lapangan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mempraktikkannya melalui sikap tertib dan saling menghargai antar peserta. Kuis Agama dan Motivasi Belajar Pada hari kedua, pelaksanaan kuis keagamaan menonjol sebagai metode pembelajaran yang paling interaktif. Siswa menunjukkan respon sangat cepat, antusias, dan kompetitif dalam menjawab pertanyaan. Situasi ini menunjukkan bahwa kompetisi edukatif dapat meningkatkan konsentrasi, partisipasi, dan minat Gambar 2: Pembagian Hadian Lomba dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Kondisi ini sejalan dengan teori (Andrayani & Nasution, 2. yang menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis kuis efektif meningkatkan motivasi intrinsik Hasil observasi membuktikan bahwa siswa lebih termotivasi ketika aktivitas belajar dikemas dalam format kompetisi yang menantang dan mekanisme yang mampu menstimulasi rasa ingin tahu dan menumbuhkan motivasi spiritual yang lebih kuat. Dengan demikian, kuis keagamaan bukan hanya permainan, tetapi merupakan bentuk strategi pembelajaran aktif . ctive learnin. yang berdampak langsung pada peningkatan pemahaman dan kecintaan siswa terhadap nilai-nilai keagamaan. Program Berbagi sebagai Sarana Pembentukan Empati Sosial Program berbagi nasi pada akhir kegiatan menjadi salah satu wujud nyata praktik nilai keagamaan dalam konteks sosial. Observasi menunjukkan bahwa siswa mengikuti arahan dengan penuh kesadaran dan kebanggaan, bukan karena Temuan ini mendukung teori (Amin et al. , 2. , bahwa tindakan berbagi dalam pendidikan agama dapat menumbuhkan solidaritas sosial dan memperkuat kohesi moral di antara remaja. Melalui kegiatan berbagi, siswa memperoleh pengalaman emosional yang membangun empati, kepedulian, dan kepekaan moral, sehingga memperluas makna religiusitas dari sekadar ritual menuju praktik sosial yang berorientasi pada kemanusiaan, sebagaimana upaya peningkatan interaksi sosial melalui Maulid Nabi dalam pengabdian kepada masyarakat (Yasin et al. , 2. MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN 2988-3997 Gambar 3: Kegiatan Berbagi sebagai Sarana Pembentukan Empati Sosial Praktik Toleransi dan Pendidikan Multikultural Pelaksanaan kegiatan menunjukkan dinamika toleransi yang kuat. Siswa dan guru non-Muslim tetap menjalankan ibadah mereka di ruang khusus pada waktu yang bersamaan, tanpa terganggu atau merasa terpinggirkan. Observasi lapangan memperlihatkan bahwa siswa Muslim tetap fokus mengikuti kegiatan keagamaan tanpa bersikap eksklusif terhadap peserta dari agama lain. Gambar 4: Praktik Toleransi dan Pendidikan Multikultural Temuan ini mengonfirmasi teori (Harianto & Abdurrahman, 2. mengenai kontribusi pendidikan lintas agama dalam memperkuat harmoni sosial. Selain itu, hal ini sesuai dengan temuan (Hasanah et al. , 2. bahwa kegiatan keagamaan yang dirancang secara inklusif dapat meminimalkan potensi intoleransi. Dengan demikian, kegiatan PKM ini bukan hanya membina religiusitas, tetapi juga mempraktikkan pendidikan multikultural yang harmonis, sebagaimana ditekankan dalam visi sekolah dan teori pembentukan karakter berbasis nilai keislaman. Kolaborasi Mahasiswa dan Sekolah sebagai Implementasi Tri Dharma Partisipasi mahasiswa dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan menunjukkan kemampuan mereka mengimplementasikan kompetensi manajerial dan pedagogis yang telah dipelajari. Temuan lapangan mendukung teori (Novianto & Nuraeni, 2. bahwa keterlibatan mahasiswa dalam PKM memperkuat keterampilan profesional serta kepekaan sosial dalam konteks pendidikan. Vol. No. November 2025 e-ISSN 2988-3997 Kolaborasi ini juga sejalan dengan teori (Dwiyana et al. , 2. bahwa pendidikan karakter yang efektif membutuhkan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi. Hasil observasi membuktikan bahwa sinergi mahasiswa dan guru menciptakan pelaksanaan kegiatan yang tertib, terstruktur, dan berdampak nyata pada siswa. Gambar 5: Kolaborasi Mahasiswa dan Sekolah sebagai Implementasi Tri Dharma Gambar 6: Ceramah Maulid pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah dalam kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi penguatan karakter siswa, tetapi juga menjadi wujud konkret dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi yang terjalin selama kegiatan membuktikan bahwa kerja sama antara institusi pendidikan mampu menghadirkan program yang lebih terarah, terstruktur, dan berdampak Melalui proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, baik mahasiswa maupun pihak sekolah memperoleh pengalaman berharga yang memperkaya kompetensi profesional, memperkuat nilai religiusitas, dan meneguhkan pentingnya pendidikan karakter yang berkelanjutan. MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN 2988-3997 Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 2 Sangatta Utara berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu menumbuhkan kesadaran religius, memperkuat karakter siswa, serta menanamkan nilai toleransi di lingkungan sekolah. Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, guru, siswa, dan masyarakat menunjukkan bahwa kerja sama lintas pihak mampu menciptakan suasana pendidikan yang religius, inklusif, dan harmonis. Kegiatan keagamaan seperti lomba islami, ceramah, dan program berbagi tidak hanya menjadi sarana pembelajaran spiritual, tetapi juga membentuk karakter sosial dan empati peserta didik. Selain itu, keterlibatan siswa non-Muslim dalam kegiatan keagamaannya sendiri memperlihatkan praktik nyata toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya religius . eligious cultur. , peningkatan motivasi belajar, dan pembentukan karakter berbasis nilai keislaman. Program ini juga membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menjadi model efektif dalam membangun pendidikan karakter dan sosial yang selaras dengan semangat kebersamaan dan keberagaman di era modern. Sebagai langkah keberlanjutan, direkomendasikan agar sekolah memperkuat program keagamaan rutin seperti pekan akhlak dan kajian tematik, melanjutkan kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui PkM atau KKL, serta mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam kurikulum melalui pembelajaran berbasis proyek dan dialog lintas agama. Pembiasaan kegiatan sosial seperti sedekah pekanan dan kunjungan kemanusiaan juga perlu dijadikan agenda tetap, disertai pelatihan guru terkait strategi pendidikan karakter dan pembelajaran inklusif. Selain itu, monitoring dan evaluasi berkala sangat penting dilakukan oleh sekolah dan mitra untuk menjaga kualitas program serta merumuskan perbaikan yang berkelanjutan. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, khususnya pihak sekolah SMP Negeri 2 Sangatta Utara, para guru, siswa, serta masyarakat yang turut berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Penghargaan yang setinggi-tingginya juga disampaikan kepada mahasiswa yang telah berkontribusi melalui kerja sama dan dedikasi dalam pelaksanaan program. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Pimpinan STAI Sangatta. Pimpinan LP2M STAI Sangatta, dan Pimpinan Prodi MPI STAI Sangatta serta seluruh mitra yang memberikan dukungan moral maupun material sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif di masa mendatang. Referensi