https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN TEKNOLOGI DIGITAL PADA PESERTA DIDIK MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Rosmalia Hrp MAN 1 Padang Lawas Plus Keterampilan Dan Riset rosmaliahrp0112@gmail. Padillah Amanda Nasution MAN 1 Padangsidimpuan Plus Riset padillahamandanasution@gmail. Rosmasita Siregar Pondok Pesantern Nurul Falah Tamosu Panompuan rosmasitasiregar@mail. Article History: Received: Desember 2, 2025. Accepted: Januari 15, 2026. Published: Februari 28, 2026. Keywords: Strategy. Islamic Education. Character Education. Students. Challenges Of The Digital Era Abstract. The rapid development of digital technology has had a significant impact on the field of education, particularly on the character formation of students who live in an era of unlimited Although opportunitiesAisuch as easy access to knowledge, interactive learning media, and expanded learning spacesAiit also presents serious challenges, including digital inequality, exposure to negative content, cyberbullying, and reduced direct social This study employs a library research method by reviewing relevant literature, scientific journals, and written works to analyze strategies in Islamic education for shaping student character in the digital era. The findings indicate that Islamic education plays a crucial role in cultivating moral, spiritual, and social values through character education, which includes religiosity, nationalism, independence, cooperation, and Digital-era challenges such as imbalance in social media use, digital safety risks, cyberbullying, and plagiarism require educators to implement creative teaching approaches, digital supervision, role modeling, and strong digital literacy. The study concludes that character education based on Islamic values is an essential strategy for developing students who are not only intellectually capable but also morally upright, critical, and responsible in navigating rapid technological advancements. Collaboration among teachers, families, and communities is vital to ensure consistent and effective character development. Abstrak. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa dampak signifikan bagi dunia pendidikan, terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. Meskipun digitalisasi menyediakan berbagai peluang seperti akses informasi tanpa batas, pembelajaran berbasis online, dan penggunaan media digital yang interaktif, era ini juga menghadirkan tantangan besar berupa kesenjangan teknologi, paparan konten negatif, cyberbullying, serta berkurangnya interaksi sosial langsung. Penelitian ini menggunakan metode 205 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar studi pustaka . ibrary researc. dengan menelaah literatur, jurnal ilmiah, dan karya tulis relevan untuk menganalisis konsep strategi pendidikan Islam dalam membentuk karakter peserta didik di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Islam memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial melalui integrasi pendidikan karakter yang meliputi nilai religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa dampak besar pada berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Dalam beberapa dekade terakhir, digitalisasi telah mengubah wajah pendidikan di seluruh dunia, menciptakan peluang dan tantangan baru. Era digital memungkinkan akses pendidikan secara luas melalui platform pembelajaran online, sumber daya digital, dan aplikasi interaktif yang dapat diakses kapan saja, di mana saja. Hal ini meningkatkan harapan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif dan efektif. Namun, di balik potensi tersebut terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh para pendidik, peserta didik, dan sistem pendidikan itu sendiri. Kesenjangan akses terhadap teknologi, terutama di daerah dengan infrastruktur digital yang minim, merupakan salah satu permasalahan utama yang perlu diatasi. (Siregar & Lubis, 2. Pendidikan karakter di era digital merupakan isu yang semakin relevan dalam konteks perkembangan teknologi informasi yang pesat. Seiring perubahan sosial, budaya, dan pendidikan terjadi begitu cepat. Di tengah kemajuan teknologi ini, muncul tantangan besar dalam menjaga dan membentuk karakter bangsa, terutama di kalangan generasi muda. Dalam hal ini, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting untuk anak-anak pengetahuan akademis, tetapi juga bijak dalam bertindak dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. (Nurhabibah et al. , 2. Perkembangan teknologi menuju complete digitization saat ini sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Di era digital saat ini kebiasaan dan 206 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. gaya hidup seseorang yang sudah melekat dengan peralatan elektroniknya tidak dapat mereka tinggalkan lagi. Seperangkat teknologi saat inilah yang mampu membantu dan meringankan tugas manusia. Seperangkat teknologi yang dimaksud adalah teknologi berbasis digital yang mampu berfungsi sebagai wadah untuk menampung segala bentuk kebutuhan manusia. Teknologi digital saat ini memang sudah menjadi kebutuhan manusia yang paling kursial. Bagaimana tidak, sekarang ini orang-orang menggunakan teknologi untuk bisa memfasilitasi dirinya dalam memenuhi kewajiban dan Dengan adanya teknologi digital ini mereka mampu meraih apapun yang ia inginkan dari sebuah wadah teknologi bernama Internet. Inilah yang menjadi peran penting teknologi untuk membawa peradaban manusia ke era Pada era digital seperti ini, secara umum masyarakat mempunyai pola kebiasaan hidup baru yang tidak bisa dipisahkan dari perangkat yang saat ini serba digital. Teknologi mampu menjadi sebuah alat yang dapat meringankan sebagian besar kebutuhan manusia. Teknologi yang sudah dapat dipergunakan oleh manusia mampu digunakan untuk meringankan segala bentuk pekerjaan. Peran penting teknologi inilah yang mampu membawa peradaban manusia memasuki era digital saat ini. Era digital sudah bisa membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan secara optimal. Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital saat ini. (Juanita et al. , 2. Perkembangan teknologi digital juga menghasilkan arus informasi yang sangat masif, memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Namun, di tengah kondisi ini, penting untuk diingat bahwa banjir informasi memerlukan respons yang cerdas dari sumber daya manusia. Diperlukan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana menyaring, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dengan bijak, sehingga informasi yang diterima dapat memberikan manfaat positif bagi individu dan masyarakat secara luas. Masyarakat kita, terutama generasi 207 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar muda, memang memerlukan perhatian, bimbingan, dan pendampingan yang kuat dari berbagai pihak, termasuk orang tua, pendidik, dan pemerintah. Hal ini dikarenakan mereka rentan terhadap pengaruh konten atau informasi negatif yang tersebar luas di media sosial, yang pada akhirnya dapat memengaruhi perilaku dan pandangan hidup mereka. (Rahim & Indah, 2. Salah satu tantangan utama pendidikan islam di era digital adalah pengaruh media sosial dan konten online. Anak-anak dan remaja sering terpapar oleh beragam informasi, termasuk yang tidak selalu positif atau mendukung pembentukan karakter yang baik. Konten yang merusak, hoaks, serta perilaku cyberbullying dapat mempengaruhi perkembangan moral dan sosial generasi muda. Pendidik dan orang tua perlu mencari cara efektif untuk membimbing anak-anak dalam menggunakan teknologi secara bijak dan kritis. Selain itu. Lestari. S berpendapat bahwa perubahan paradigma dalam pembelajaran yang semakin cenderung kepada metode daring . juga menjadi tantangan tersendiri. Interaksi yang lebih sedikit dengan lingkungan fisik sekolah dapat mengurangi peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan kerjasama. Oleh karena itu. Pendidikan karakter perlu diintegrasikan secara kreatif dalam platform digital agar dapat memberikan pengalaman belajar yang holistik. (Sagala et , 2. Pendidikan karakter merupakan suatu usaha dan membentuk agar dapat untuk memperbaiki anak yang sebelumnya kurang baik, lebih ositif. Dalam konteks ini, pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk pribadi anak yang lebih beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi kepada Allah SWT. Dalam konteks ini, pendidikan karakter menjadi semakin untuk membentuk hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. (Inayatullah, 2. 208 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. , yaitu pendekatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi melalui berbagai sumber literatur yang relevan, jurnal ilmiah, dan karya tulis lainnya. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang berfokus pada analisis konsep, teori, dan pemikiran para ahli yang telah terdokumentasi secara tertulis. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menelaah secara sistematis berbagai referensi yang memiliki keterkaitan dengan topik yang diteliti. Setiap sumber dianalisis secara kritis untuk memperoleh pemahaman yang mendalam, baik dari segi teori maupun praktik. Pemilihan sumber dilakukan berdasarkan tingkat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Analisis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu dengan menafsirkan isi dan makna dari literatur yang dikaji untuk memperoleh Peneliti pengumpulan data lapangan, melainkan mengandalkan sintesis dari berbagai pemikiran dan pendapat ilmiah sebagai dasar dalam menjawab rumusan Dengan demikian, metode studi pustaka ini menjadi pendekatan yang tepat untuk mendukung kajian teoritis yang bersifat konseptual. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Kata strategi berasal dari bahasa Latin strategia, yang diartikan sebagai seni penggunaan rencana untuk mencapai tujuan. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesi. menggunakan sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai, dalam pengertian lain strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Dalam Oxford Pocket Dictionary strategi mempunyai arti seni perang, khususnya Gerakan pasukan, kapal, menuju posisi yang layak, rencana 209 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar tindakan atau kebijakan dalam bisnis dan politik dan sebagainya. (Fatimah Aliah, 2. Strategi secara umum bisa di artikan sebagai upaya individua tau kelompok untuk membuat skema guna mencapai target sasaran yang hendak dituju. Dengan kata lain, strategi adalah seni bagi individu ataupun kelompok untuk memanfaatkan, kemampuan dan sumber daya yang dimiliki guna untuk mencapai target sasaran melalui tata cara yang di anggap dapat efektif dan efesien untuk mencapai sasaran yang telah (Dadi, 2. Sedangkan strategi secara khusus merupakan tindakan yang bersifat incremental . enantiasa meningka. dan terusmenerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan . ore Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. (Wahyudi, 2. Dalam perkembangan selanjutnya istilah strategi digunakan dalam istilah dunia pendidikan, terutama dalam pelaksanaan pembelajaran. Menurut Djamarah, istilah strategi bila dikaitkan dengan pendidikan, berarti polaAepola umum kegiatan guru yang bertindak sebagai pendidik dan peserta didik dalam mewujudkan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan atau di gariskan. (Aufa, 2. Pendidikan Islam Dalam bahasa Indonesia, istilah pendidikan berasal dari kata AudidikAy dengan memberinya awalan AupeAy dan akhiran AuanAy, mengandung arti AuperbuatanAy . al, cara dan sebagainy. Istilah pendidikan ini berasal dari bahasa yunani, yaitu AupaedagogieAy, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan AueducationAy yang berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam 210 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan dengan AutarbiyahAy yang berarti pendidikan. Dalam perkembangannya istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar ia menjadi orang dewasa. Dalam perkembangan selanjutnya pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tingi dalam arti mental. Sering kita terjebak dengan dua istilah antara pendidikan Islam dan pendidikan agama Islam (PAI) padahal hakikatnya secara substansial pendidikan agama Islam dan pendidikan Islam sangat Usaha-usaha yang di ajarkan tentang personal agama itulah yang kemudian bisa disebut dengan pendidikan agama Islam. (Aris, 2. Konsep Pendidikan adalah nilai didalam Islam yang mempunyai dua istilah yang dapat digunakan yaitu nilai menurut bahasa Arab, yaitu AufadilahAy atauAuqimahAy, yang dapat dipakai dan berkaitan dengan nilai-nilai moral yaitu: AufadilahAy sedangkan AuqimahAy yaitu lebih dipakai untuk menyatakan nilai dalam konteks ekonomi dan hal-hal yang berhubungan . ainal Pengertian Pendidikan Islam menurut M. Tholchah Hasan, mirip dengan pengertian Pendidikan yang digagas oleh Fazlur Rahman. Menurut Fazlur Rahman Pendidikan Islam bukan sekedar dipahami sebagai peralatan fisik, seperti Gedung sekolah, perpustakaan, dan struktur ekternal seperti. guru, siswa, kurikulum, dan lingkungan serta lembaga-lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai intelektualisme Islam. 104 Menurut Azra, walaupun pendidikan dilekatkan kepada Islam telah definisikan berbeda-beda oleh sebagian kalangan, yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing-masing. Namun, pada dasarnya, semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam kesimpulan awal, bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. (Abdurrohman, 2. 211 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar Pendidikan Islam adalah suatu proses yang sangatkomprehensif, disusun secara sistematis, terencana dalam upaya mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik secara optimal, untuk menjalankan tugas di muka bumi ini dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan nilai-nilai ilahiyah yang didasarkan dengan bingkai ajaran Islam pada semua aspek Dengan kata lain proses penyiapan generasi muda atau peserta didik untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan, nila-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. ainal efendi hasibuan, 2. Dasar pendidikan Islam menurut Abuddin Nata adalah pandangan hidup yang mendasari seluruh aktivitas pendidikan. Karena dasar menyangkut masalah ideal danfundamental, maka diperlukan landasan pandangan hidupyang kokoh dan komprehensif, serta tidak mudah berubah. Alquran dan Al-Hadist merupakan sumber utama Pendidikan Islam. Alquran dan sunnah diyakini mengandung kebenaran yang mutlak . yang bersifat trasendental, universal dan eternal . , sehingga kedua sumber ini akan dapat terus memenuhi kebutuhan manusia kapan saja dan dimana saja. (Hidayat, 2. Pendidikan Karakter Pendidikan dalam bahasa Inggris di ucapkan dengan kata AueducateAy yang memiliki artimemberi, peningkatan maupun mengembangkan. Pendidikan dalam arti sempit berarti suatu cara untuk mendapatkan Sebaliknya pendidikan dalam arti luas merupakan suatu cara yang dilakukan seseorang melalui metode-metode tertentu guna mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman. Pendidikan di dalam ajaran Islam yakni mengembangkan nilai-nilai Ilahiah dalam diri siswa berdasarkan pada bimbingan al-Quran, hadist serta ijtimah guna memiliki akhlak mulia. Istilah karakter dalam bahasa Latin berawal dari kata Aukharakter, kharaxAy. AucharacterAy Inggris, 212 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. AucharasseinAy dalam bahasa Yunani yang bermakna Auto engraveAy yaitu mengukir, melukis, dan menggoreskandan Auto markAy yaitu menandakan. Karakter dapat diartikanAusebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang (Silva Ardiyanti, 2. Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen dan watak. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia yang bertakwa. ahid Wahyuni, 2. Pendidikan karakter adalah gerakan nasional untuk menciptakan sekolah-sekolah yang membantu perkembangan budi pekerti, tanggung jawab dan kepedulian anak-anak muda dengan keteladanan dan pengajaran karakter yang baik yang berlandaskan pada nilai-nilai universal yang disepakati bersama. mendefinisikan, pendidikan karakter adalah sebuah upaya komunitas, dalam hal ini keluarga dan sekolah sebagai pemegang peran utama, dalam mendidik anak-anak dan remaja dengan nilai-nilai kepribadian dan kewarganegaraan yang membuat mereka menjadi pribadi dan warga negara yang baik. (Sukiyat, 2. Konsep utama pendidikan karakter adalah bahwa perubahan dimulai, pembiasaan ditanamkan, dan perilaku dilakukan. Pendidikan karakter menurut Dony Kusuma adalah proses meningkatkan kemampuan secara bertahap untuk membentuk nilai-nilai sehingga melahirkan individu berkarakter utuh yang menjiwai proses pembentukan setiap Untuk kepentingan individu, warga negara, dan negara secara keseluruhan, tujuan pengembangan prinsip-prinsip moral melalui proses Pendidikan 213 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar membangun Indonesia yang siap menghadapi masalah dunia. yu lestari dalimunthe, zainal efendi hasibuan, 2. Lima nilai utama penguatan Pendidikan karakter dalam sriwilujeng . adalah sebagai berikut: Religius, mencerminkan keimanan terhadap Tuhan yang diwujudkan melalui perilaku melaksanakan ajaran agama yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap agama dan kepercayaan lain, serta hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nasionalis merupakan sikap yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri dan kelompok. Mandiri merupakan sikap tidak bergantung pada orang lain dan memanfaatkan tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita. Gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu-membahu menyelesaikan masalah bersama, senang bergaul dan bersahabat dengan orang lain, serta memberi bantuan pada mereka yang miskin, tersingkir, dan membutuhkan pertolongan. Integritas menjadikan diri agar selalu dapat dipercaya, serta memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kamanusiaan dan moral . ntegritas (Salim, 2. Berdasarkan pada beberapa pengertian tersebut di atas, dapat dimaknai bahwa karakter adalah keadaan asli yang ada dalam diri individu seseorang yang membedakan antara dirinya dengan orang lain. Pengertian karakter, watak dan kepribadian memang sering tertukar-tukar dalam penggunaannya. Oleh karena itu, tidak heran jika dalam penggunaannya seseorang terkadang tertukar menyebutkan karakter, watak atau kepribadian. Muhammad Abdul Khalik . misalnya 214 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. menyebutkan kepribadian atau watak adalah. AuMajmu'ah al-shifah al- aqliyyah wa alkhuluqyah allati yamtazu biha al-syakhsu AoanghairihiAy artinya AuSekumpulan sifat . yang bersifat akliyah . , prilaku dan tampilan hidup yang dapat membedakan seseorang dengan yang lainny. Akan tetapi. Alport . alam Majid, 2. menunjukkan bahwa AuCharacter is personality evaluated and personality is character devaluatedAy artinya watak adalah kepribadian yang dinilai, sedangkan kepribadian adalah watak yang tak dinila. Adanya kesamaan diantara karakter dan watak . memang karena kedua-duanya adalah merupakan sifat dasar . yang ada dalam diri individu seseorang. Atau hal-hal yang sangat abstrak dalam diri seorang. Dimana seseorang sering menyebutnya tabiat atau perangai. Karakter memang merupakan sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pemikiran dan perbuatannya. karakter dapat ditemukan dalam sikap-sikap seseorang terhadap dirinya, terhadap orang lain, terhadap tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya dan dalam situasi atau keadaan yang lainnya. Berdasarkan pembahasan di muka dapat ditegaskan bahwa karakter merupakan perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dankebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat Orang yang perilakunya sesuai dengan norma-norma disebut berkarakter mulia. (Gunawan, 2. Peserta Didik Secara etimologi peserta didik dalam bahasa Arab disebut dengan "tilmidz" dan kata jamaknya adalah "talamid", yang artinya adalah murid, dan maksudnya adalah orang-orang yang mengingini pendidikan. Selain itu, dalam bahasa Arab dikenal juga dengan sebutan "thalib" dan kata jamaknya adalah "thullab", yang artinya adalah mencari, dan maksudnya 215 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar adalah orang-orang yang mencari ilmu. (Mahmudi, 20. Peserta didik adalah orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan, dan pengarahan untuk dapat berkembang dengan baik. Pengertian peserta didik ini dapat dipahami karena Ia merupakan orang yang menghendaki agar dapat ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepribadian yang baik untuk bekal hidupnya agar bahagia di dunia dan akhirat dengan jalan belajar yang giat dan sungguh-sungguh yang dijalani dengan berbagai Peserta didik tersebut akan tumbuh dan berkembang denga potensi yang dimilikinya. (Wathoni, 2. Peserta mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia Yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan Dalam literatur Arab ada beberapa istilah yang ditemui, yang sering digunakan untuk menunjukkan pengertiannya pada peserta didik seperti. thalib, murid, tilmidz, al-mudarris, murabba, dan thifli. Istilah thalib diartikan dengan orang yang menuntut atau yang mencari sesuatu kebaikan . halibul ilm. , dalam al-QurAoan istilah thalib dimaknai dengan menyembah dan dimaknai pula dengan menemukan. Dari segi bahasa thalib berasal dari thalaba, yathlubu, thalaban, thalibun yang diartikan sebagai orang yang mencari sesuatu. (Faizah, 2. Tantangan Era Digital Pada era digital saat ini segala sesuatu yang kita inginkan dapat terjangkau dengan cepat dan mudah. Teknologi yang merupakan dipenuhi dengan mudah. Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini sangatlah cepat dan tanpa batas, teknologi yang semakin canggih ini dapat dengan mudah digunakan manusia untuk mengakses segala sesuatu yang 216 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. menggunakan internet baik untuk membuka situs-situs edukasi atau pun yang lainnya, baik positif maupun negatif dapat mereka akses. Teknologi yang semakin hari semakin berkembang, menjadikan tantangan yang lebih banyak lagi untuk para pendidik maupun untuk orang tua, tetapi walaupun begitu manusia harus tetap mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju. Pada saat ini, andil dari keluarga dan dunia pendidikan tentunya sangat dibutukan, mereka harus bekerja sama dalam meningkatkan karakter anak atau peserta didik agar lebih baik, dan juga dapat mempertahankan karakter anak atau peserta didiknya dengan nilai-nilai karakter yang sudah ditanamkan dengan baik, hal ini dilakukan untuk meminimalisir hal-hal negatif dari teknologi. (Ijah Siti Khodijah. Alfiah Khodijah. Najah Adawiyah, 2. Penggunaan media digital dan teknologi tidak hanya berimplikasi positif, tetapi juga berdampak negatif jika seorang anak dan remaja menggunakannya secara berlebihan dan lepas kendali. (Rahmat, 2. Pada tantangan yang rumit akibat kemajuan teknologi dan perubahan dalam dinamika sosial. Salah satunya yaitu kemudahan akses informasi yang tidak selalu bersifat positif. Peserta didik dapat dengan mudah terpapar konten negatif atau yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter yang diharapkan dalam Pendidikan. Peserta didik harus dilatih sejak dini, agar tidak mudah terpengaruh oleh arus negatif di era digital ini. Dengan kemajuan teknologi yang cepat, membuat peserta didik lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya seperti bermain game dan bermain sosial media dibandingkan membuka situs-situ pembelajaran. Hal ini yang akan menjadi tantangan pendidikan karakter di era digital yaitu: Aspek keseimbangan, dalam aspek ini pendidik harus menyampaikan kepada peserta didik bahwa untuk mengatur waktu mereka dengan bijak antara bermain media sosial dan kegiatan belajar. Peserta didik perlu memiliki tanggung jawab, disiplin, dan kesadaran akan dampak teknologi terutama pada media sosial terhadap kehidupan mereka. 217 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar Aspek keselamatan dan keamanan, pada aspek ini menuntut guru untuk memahami bahwa tindakan online dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Guru harus memastikan perlindungan privasi pribadi, menghormati privasi orang lain, dan mendeteksi situs online yang tidak pantas bagi anak di bawah umur. Aspek perundungan siber . mengharuskan guru untuk memahami dampak negatif dari tindakan penindasan dalam dunia maya serta bagaimana hal tersebut melanggar prinsip-prinsip etika seperti integritas pribadi, kasih sayang, dan perilaku yang bertanggung Cyberbullying dapat terjadi baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah melalui teknologi, yang mengancam privasi peserta didik yang menjadi korban. Aspek hak cipta dan plagiarisme, dalam aspek ini menuntut pendidik untuk mengajarkan pentingnya menghormati hak kekayaan intelektual orang lain serta memahami legalitas dan etika penggunaan materi online tanpa izin. Plagiarisme terjadi ketika seseorang menggunakan ide atau kata-kata dari karya orang lain dan mengakuinya sebagai miliknya sendiri. Peserta didik perlu diajarkan menggunakan teknologi dan internet secara efektif, kreatif, dan bijak dalam mempertimbangkan keamanan, komunitas, keadilan, dan tanggung jawab. Mereka harus belajar kapan dan mengapa dalam menggunakan teknologi harus dengan aman dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter sangat penting untuk mengatasi kesempatan belajar yang berkualitas tinggi bagi semua peserta didik tanpa memandang latar belakang, lokasi geografis, atau kondisi ekonomi. Pembuat berkelanjutan pada pendidikan karakter di era digital ini, hal ini untuk memastikan untuk penerapan yang efektif. Negara-negara dengan strategi pendidikan karakter di era digital ini akan dapat membantu peserta didik untuk mencapai potensi mereka dengan sepenuhnya. (Purba et al. , 2. 218 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. KESIMPULAN Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik yang hidup dalam arus informasi tanpa batas. Era digital menawarkan peluang besar dalam pembelajaran, seperti kemudahan akses ilmu pengetahuan, media pembelajaran yang interaktif, hingga perluasan ruang belajar. Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan serius yang memengaruhi perkembangan karakter peserta didik, terutama terkait penggunaan media interaksi sosial langsung. Dalam konteks ini, pendidikan Islam memiliki peran penting sebagai fondasi nilai moral dan spiritual untuk membimbing peserta didik agar mampu menyaring, memahami, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Melalui pendidikan karakter yang berlandaskan nilai religiusitas, kemandirian, tanggung jawab, integritas, dan gotong royong, peserta didik dibentuk agar memiliki kepribadian yang kuat meskipun hidup di era digital yang penuh tantangan. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tugas guru, tetapi juga harus pembiasaan nilai-nilai positif dapat berjalan konsisten. Strategi pendidikan Islam melalui integrasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran, pengawasan digital, keteladanan guru, serta penanaman literasi digital yang sehat dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan teknologi modern. Dengan demikian, strategi pendidikan Islam melalui pendidikan karakter menjadi sangat relevan sebagai usaha komprehensif dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam akhlak, bijak dalam bermedia digital, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial di era teknologi yang serba cepat ini. 219 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Strategi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Digital Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Karakter | Rosmalia Hrp. Padillah Amanda Nasution. Rosmasita Siregar REFERENSI