Konferensi Nasional dan Call For Paper Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNWAHAS x Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama AuDigital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023Ay PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN EMKM UNTUK PERTUMBUHAN UMKM (STUDI KASUS PADA USAHA AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN GABUS KABUPATEN GROBOGAN) Erfita Sari1 ABSTRAK Erfita Sari Desa Karangrejo. Kecamatan Gabus. Grobogan. Jawa Tengah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penerapan akuntansi yang berbasis SAK EMKM oleh pelaku UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan, mengetahui kendala dalam penerapannya, serta mengetahui pertumbuhan usaha tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil 45 pelaku usaha air minum isi ulang di Kecamatan Gabus sebagai informan. Adapun pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terstruktur. Teori pendukung yang digunakan adalah teori pragmatis dan teori perilaku keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada penerapan akuntansi berbasis SAK EMKM didasarkan pengakuan para pelaku UMKM. Kemudian sesuai dengan persepsi mengenai akuntansi ditemukan bahwa informan menganggap tidak memerlukan akuntansi dan pelaporan keuangan dikarenakan tidak ada yang mengerti akuntansi dan pendapatan yang dianggap kecil. Sedangkan pertumbuhan pada usaha tersebut tidak dikelola dengan efektif karena tidak ada pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Kata kunci : penerapan akuntansi. UMKM. SAK EMKM Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari PENDAHULUAN Pada sektor perekonomian, negara Indonesia tidak lagi dijauhkan dengan namanya aktivitas usaha yang dijalankan baik dari perseorangan maupun golongan. Sama halnya dengan Usaha Mikro Kecil Menengah pada dasarnya ialah bentuk aktivitas ekonomi yang dominan diterapkan oleh masyarakat khususnya masyarakat di pelosok UMKM merupakan suatu usaha kecil akan tetapi terdapat pengaruhbesar yang tersembunyi pada perekonomian dan keahlian seseorang di suatu daerah. UMKM juga menjadi sebuah dasar pendukung pada setiap kegiatan ekonomi yang memiliki peluang terpenting untuk menerima dukungan, proteksi dan pembangunan selaku bentuk keterpihakan yang bersifat tegas terhadap kelompok ekonomi kerakyatan, tanpa melupakan peranan Usaha Besar dan Badan Usaha Milik Negara (Undang-Undang Republik Indonesia, 2. Dengan adanya jejak UMKM,diperkirakan akan semakin meluasnya lapangan pekerjaan, optimalisasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada masyarakat. Berdasarkan perkembangan data umkm dan usaha besar . , telah tercatat sebesar 65,47 juta unit umkm pada tahun 2019. Dan volumenya meningkat sebesar 1,98% dari tahun 2018 yaitu 64,19 juta unit. Totalnya adalah 99,99% dari total usaha di Indonesia. Sementara, usaha berskala besar hanya sebanyak 5. 637 unit atau setara dengan 0,01%. Untuk perhitungan rincinya yaitu sebanyak 64,6 juta unit adalah usaha mikro atau setara dengan 98,67% dari total UMKM di seluruh Indonesia, sebanyak 679 unit adalah usaha kecil atau setara dengan 1,22% dari total UMKM di dalam negeri, dan sebanyak 65. 465 unit adalah usaha menengah setara dengan 0,1% dari total UMKM di Indonesia. Untuk lebih rincinya dapat melihat pada gambar di bawah ini. Gambar 1. Jumlah UMKM Indonesia . Sumber: Kemenkop UKM Pada saat terjadi krisis keuangan global. UMKM berperan menyelamatkan ekonomi bangsa Indonesia selama dua kali yaitu tahun 1997-1999 dan 2008-2009. Menurut Ketua Dewan Direktur CIDES (Center for Information and Development Studie. Rohmad Hadiwijoyo . alam Fatkhiyah et al. , 2. , alasan mendasar tentang Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari UMKM yang mampu bertahan di tengah krisis tersebut yaitu bahwa UMKM menghasilkan barang dan jasa konsumen yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sesuai dengan berkembangnya umkm pada saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa usaha kecil ini pun sedang diguncang oleh beragam konflik yang bisa mengakibatkan pertumbuhan suatu usaha menjadi terhambat. Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi UMKM diantaranya adalah modal, sumber daya manusia, pengaturan keuangan, pemasaran, serta perencanaan usaha (Sudiarta dkk, 2014:1 dalam Ayudhi. Sementara menurut Sinarwati, 2014:986, yang menjadi pemicu rendahnya pertumbuhan UMKM ialah lemahnya pengetahuan sumber daya manusia dalam peningkatan usaha, sarana dan prasarana yang kurang lengkap, serta rendahnya pengetahuan pencatatan keuangan dalam mengelola UMKM (Ayudhi, 2. Berdasarkan wawancara pendahuluan yang telah dilakukan penulis di beberapa UMKM air minum isi ulang Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan terdapat kejanggalan pada hasil capaian pendapatan yang diperoleh setiap harinya. Pemilik UMKM tidak mengetahui secara jelas pengeluaran yang digunakan untuk keperluan usaha maupun keperluan pribadi dari penghasilan yang telah diperoleh. Hal ini terjadi karena pemilik UMKM tidak menyusun laporan keuangan. Namun, beberapa sudah melakukan pembukuan keuangan dengan baik meskipun hanya sederhana. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan data pada tabel berikut. Tabel 1. Data Wawancara Pendahuluan Laporan Keuangan Nama DAMIU Banyu Murni Abadi Ade Tirta UW Tirta Tirta Lawu Zamroni Tirta Tirta Aziz Tirta Alam Sari Barokah Tirta Berkah Mulia Juan Tirta Total Pembukuan Sederhana SAK EMKM Tidak Sumber : Diolah Penulis tahun 2023 Berdasarkan tabel diatas, penulis menguraikan bahwa pembukuan sederhanayang dimaksud yaitu pemilik UMKM telah menerapkan pembukuan akuntansi yang berupa keluar masuknya keuangan sampai dengan menghasilkan laba atau rugi. Meskipun belum menggunakan standar yang berlaku yaitu SAK EMKM, namun pembukuan yang dilakukan sudah baik dan teratur. Dari 10 UMKM air minum isi ulang yang sudah diteliti, terdapat 5 UMKM yang sudah melakukan pembukuan secara sederhana. Sedangkan 5 lainnya yaitu sama sekali tidak melakukan pencatatan Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari maupun pembukuan, sehingga hal tersebut akan berdampak buruk pada tingkat pertumbuhan usahanya di setiap periode. Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh (Alasta & Ratnawati, 2. dengan judul Analisis Penerapan Akuntansi pada Usaha Ternak Ayam berdasarkan Standar Akuntansi Entitas Mikro Kecil dan Menengah bahwa usaha ternak ayam tersebut mayoritas belum menerapkan sistem akuntansi, pelaku usaha hanya menerapkan pencatatan keluar dan masuknya uang. Dalam pencatatan tersebut pun masih kurang sistematis disebabkan minimnya SDM serta kurangnya pemahaman mengenai sistem akuntansi berstandar SAK EMKM. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sularsih & Sobir . dan (Fathul et al. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh (Ayudhi, 2. yang berjudul Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM) pada UMKM di Kota Padang menghasilkan bahwa UMKM tersebut telah melakukan penerapan SAK EMKM dengan baik, walaupun dengan catatan yang sederhana. Hasil penelitian itu sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mangopa et al. ,2. Penulis mengangkat UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan sebagai objek penelitiannya. Pada usaha satu ini memiliki pertumbuhan yang sangat pesat dan mampu bertahan lama jika dibandingkan dengan usaha lainnya. Dengan semakin bertambahnya permintaan masyarakat untuk mengonsumsi air minum yang layak dan sehat, maka banyak pula pelaku usaha yang mendirikan usaha air minum isi ulang dan tentunya tetap di bawah pengawasan dinas kesehatan setempat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah usaha depot air minum isi ulang yang sudah terdaftar di UPTD Puskesmas Gabus I dan II. Menurut hasil wawancara pendahuluan yang dilakukan penulis kepada salah satu pemilik UMKM tersebut, diperoleh informasi bahwasanya pemilik usaha tersebut hanya lulusan sekolah menengah pertama. Oleh karena itu belum adanya pengetahuan mengenai akuntansi apalagi pencatatan akuntansi yang berbasis SAK EMKM. Meskipun sudah dilakukan pencatatan pada setiap hasil pendapatan yang diperoleh dari penjualan, pemilik UMKM tidak memperhatikan pemasukan maupun pengeluaran dengan seksama di tiap periodenya. Sehingga hal itu membuat pertumbuhan UMKM tersebut tidak bisa terkelola dengan efektif. Dengan demikian, penulis semakin tergiur untuk mengkaji luas tentang penerapan akuntansi yang diterapkan UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Berdasarkan uraian di atas, penulis akan meneliti apakah UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan sudah menerapkan akuntansi berbasis SAK EMKM untuk pertumbuhan UMKM. Dengan demikian, penulis mengambil penelitian dengan judul AuPenerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM (Studi Kasus pada Usaha Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Groboga. TINJAUAN LITERATUR Penelitian terdahulu merupakan upaya yang digunakan sebagai acuan pada sebuah penelitian. Dari penelitian terdahulu ini, penulis dapat menentukan beberapa penelitian menjadi sumber referensi guna memperdalam bahan kajian pada penelitian yang akan dilakukan penulis. Berikut ini disajikan berupa tampilan tabel penelitian Tabel 2. Penelitian Terdahulu Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari Peneliti Judul Penelitian Jenis Penelitian Hasil Penelitian Yuli Rawun dan Penerapan Standar Metode Deskriptif Tidak ada satu pun Oswald N. Tumilaar Akuntansi Kualitatif UMKM yang menyusun . Keuangan EMKM dalam Penyusunan Dikarenakan Laporan Keuangan pada UMKM (Suatu Studi UMKM Pesisir keuangan dan tidak Kecamatan adanya keinginan dari Malalayang pelaku UMKM untuk Manad. keuangan dengan SAK EMKM yang ada. Moudy Olyvia Uno. Analisis Penerapan Metode Kualitatif Rumah Karawo belum Lintje Kalangi. Rudy Standar Akuntansi dengan Pendekatan menyusun Pusung . Keuangan Entitas Deskriptif keuangan berdasarkan Mikro. Kecil, dan SAK EMKM Menengah (SAK EMKM) pada Usaha minimnya pemahaman Mikro. Kecil, dan Menengah (Studi laporan keuangan sesuai standar. Kasus pada Rumah Karawo di Kota Gorontal. Novia Hardi Suryani. Penerapan Metode Penelitian Seluruh Anang Subardjo Akuntansi Pelaku Kualitatif melakukan pencatatan . UMKM transaksi dan laporan Kesesuaiannya keuangan yang sangat dengan SAK EMKM pemahaman tiap Ummu Kirana Rismala Kalsum. Penerapan SAK Metode Penelitian Dalam Ikhtiari. EMKM dalam Kualitatif Dwiyanti Menyusun Laporan pelaku UMKM yang Keuangan UMKM di terdaftar di Food City Food City Pasar Pasar Segar Kota Segar Kota Makassar Makassar SAK EMKM. Fibaroina Nida Analisis PenerapanMetode Kualitatif UMKM yang terdaftar Fatkhiyah. RahmanEl Akuntansi dan Deskriptif pada pembiayaan Bank Junusi. Nurudin. Penggunaan Syariah KCP Semarang Faris Informasi ShalahuddinUddiny Akuntansi penerapan pencatatan . UMKM Namun pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari UMKM sederhana dan belum sesuai dengan SAK EMKM. Fitria Irma Saputri Analisis Penerapan Metode Penelitian Usaha ternak ayam Alasta. Dyah Akuntansi pada Kualitatif AuMaster ChickenAy Ratnawati . Usaha Ternak Ayam akuntansi di dalam Standar Akuntansi usahanya, dan juga Entitas Mikro Kecil belum menyusun dan Menengah sesuai SAK EMKM. Rafika Permata Hati. Penerapan Standar Metode Deskriptif Depot UKM Air Indah Yeni Sulistyowati. Akuntansi EMKM Kualitatif telah melakukan proses Rimayang Laporan Ramli . Keuangan Usaha kebutuhan biaya dan Mikro dan Kecil UKM, (UMK) (Studi Kasus namun belum sesuai pada Usaha Depot dengan standar yang Air Minum Indah ada sehingga masih Wate. sulit untuk menilai kondisi keuangan UKM yang sebenarnya. Sumber : Berbagai Jurnal diolah tahun 2023 KERANGKA KONSEPTUAL Kerangka model penelitian ini digunakan sebagai acuan oleh penulis dalam melakukan tahap-tahap penelitian secara terstruktur. Hal ini tertuju pada hubungan yang menyangkut antara teori, fenomena, dan berbagai permasalahan yang dianggap Permasalahan yang diangkat oleh penulis dalam penelitian ini adalah penerapan standar akuntansi keuangan EMKM untuk pertumbuhan UMKM air minum isi ulang. Berdasarkan paparan tersebut, maka kerangka model penelitian yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut : Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari Gambar 2. Kerangka Model Penelitian UMKM SAK EMKM Pencatatan Pembukuan Implementasi Pembukuan SAK EMKM Hambatan dan Solusi Sumber : Diolah oleh Penulis tahun 2023 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang berpedoman pada penilaian subjektif nonstatistik atau nonmatematis, dimana ukuran nilai yang digunakan penelitian ini bukan angka-angka atau skor, melainkan kategorisasi nilai atau kualitasnya (Ibrahim. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer ialah data yang diperoleh penulis secara langsung, pada penelitian ini diperoleh dari observasi serta wawancara yang akan dilakukan penulis kepada UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Sedangkan data sekunder ialah data yang penulis dapatkan dari sumber yang sudah ada, pada penelitian ini diperoleh dari buku-buku literatur, jurnal, serta data UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus yang diperoleh dari Puskesmas Gabus I & II. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan dengan objek penelitian berupa UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan mulai dari bulan November 2022. Metode yang digunakan penulis untuk mendapatkan data relevan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode pengumpulan data yang bersifat objektif supaya dalam pembahasannya lebih mendekati pada kondisi yang sebenarnya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut : Observasi Observasi merupakan metode teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Biasanya hal-hal yang diamati adalah gejala-gejala ataupun tingkah laku objek penelitian. Penelitian ini menggunakan observasi non partisipan, yaitu penulis tidak tergolong anggota kelompok yang akan diamati. Pengamatan yang akan dilakukan oleh penulis bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan standar akuntansi keuangan EMKM Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari untuk pertumbuhan UMKM air minum isi ulang. Wawancara Wawancara merupakan metode teknik pengumpulan data dengan cara berdialog secara langsung antara dua belah pihak atau lebih. Penulis mengumpulkan informasi dari informan dengan cara mengajukan beberapapertanyaan secara langsung yang telah dipersiapkan sebelumnya. Selain itu, penulis juga menyajikan daftar pertanyaan tertulis dan semua jawaban sudah disediakan dalam bentuk pilihan Informan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemilik maupun karyawan dari UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Dokumentasi Dokumentasi merupakan metode teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data atau informasi dalam bentuk buku, arsip, dan dokumen, baik berupa tulisan, angka maupun gambar yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi pada penelitian yang dilakukan oleh penulis ini adalah bukti berupa foto/gambar kegiatan untuk menjamin kebenaran pada penelitian ini. Pada penelitian ini, penulis menerapkan metode analisis data deskriptif kualitatif. Metode ini diterapkan dengan cara mengumpulkan, menyusun, menginterpretasikan serta menganalisis guna mencapai hasil secara relevan pada objek penelitian yang dilakukan penulis yaitu UMKM air minum isi ulang. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pengumpulan Data Pada penelitian ini, rencana data yang akan dikumpulkan yaitu transkip wawancara dan dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian. Reduksi Data (Data Reductio. Reduksi data berarti menggolongkan dan mengarahkan data serta membuang yang tidak dibutuhkan dalam penelitian. Data yang telah direduksi ini akan memberikan pandangan yang lebih rinci mengenai hasil analisis. Penyajian Data (Data Displa. Penyajian data merupakan hasil dari pengamatan penulis dalam bentuk uraian, tabel, bagan, dan hubungan antar variabel. Dengan adanya penyajian data ini, maka data akan tersusun secara runtut sehingga mudah dipahami. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verivicatio. Penarikan kesimpulan dilakukan untuk memberikan kesimpulan pada analisis data dan hasil evaluasi kegiatan berdasarkan penjelasan dari data yang diperoleh penulis. HASIL DAN DISKUSI Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi yang dilakukan oleh pelaku UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus serta apakah sudah menyusun laporan keuangan yang berbasis SAK EMKM. Dalam penelitian ini, alat ukur wawancara yang digunakan mengacu pada penelitian Suryani & Subardjo . Laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan digunakan sebagai laporan keuangan yang perhitungannya berdasarkan SAK EMKM. Sebagaimana diketahui bahwa laporan keuangan para UMKM rata-rata disusun dengan sederhana. Penerapan akuntansi berbasis SAK EMKM masih belum terlaksana, sesungguhnya laporan keuangan sangat dibutuhkan dalam menjalankan usahanya untuk pertumbuhan UMKM Hal ini didukung sesuai hasil yang ditunjukkan pada tabulasi wawancara Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM untuk Pertumbuhan UMKM Erfita Sari bahwa terdapat kesadaran beberapa informan yang memilih syarat peminjaman bank sebagai manfaat dari laporan keuangan. Sehingga beberapa informan bersedia mengikuti jika ada pelatihan terkait akuntansi serta adanya pencatatan akuntansi yang mudah dan Meskipun beberapa pelaku UMKM mengaku akan akan menyambut baik dan mengikuti sosialisasi maupun pelatihan, akan tetepi para informan masih belum berkeinginan jika harus menerapkan akuntansi. Mereka menganggap dengan adanya akuntansi nantinya hanya akan menambah kerjaan dan beban pikiran, selain itu mereka berpendapat tidak membutuhkan laporan keuangan dikarenakan penghasilannya kecil bahkan tidak tentu dalam setiap melakukan penjualan. Adanya usaha lain yang mereka jalani juga menjadi alasan para UMKM tidak mampu mengontrol pertumbuhan usaha yang dialami. Hal tersebut karena pendapatan yang didapat antara usaha satu dengan usaha lainnya dijadikan satu tanpa ada pemisahan tersendiri. Ada pula yang sudah cukup jika mampu mempertahankan pelanggan, maka usaha tersebut akan baik-baik saja dan tidak mengalami penurunan omzet penjualan. Para UMKM lainnya mengaku tidak pernah mengetahui maupun mengatur pertumbuhan usaha yang dialami karena beranggapan usaha tersebut dapat tumbuh dan berkembang setiap harinya. Sisa informan lainnya tidak memberi keterangan apapun selain ketidaktahuan mereka mengenai pertumbuhan UMKM. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dibahas, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Penerapan akuntansi berbasis SAK EMKM tidak diterapkan oleh UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan berdasarkan tolak ukur tidak dilakukannya pencatatan maupun pelaporan keuangan. Kendala yang dihadapi dalam penerapan akuntansi berbasis SAK EMKM oleh UMKM air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan diantaranya adalah persepsi bahwa tidak membutuhkan akuntansi dan pelaporan keuangan, akuntansi dianggap sulit, penghasilan yang dirasa kecil, keluar masuk uang yang tidak jelas, serta belum adanya pengenalan terkait SAKEMKM bagi pelaku UMKM. Pertumbuhan usaha air minum isi ulang di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan tidak dimonitor dengan baik, karena tidak ada pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Acuan utama mereka untuk mengetahui pertumbuhan usahanya adalah pada perbedaan musim kemarau dan penghujan yang dapat mempengaruhi tingkat permintaan pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, beberapa saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagi UMKM harus mampu menerapkan akuntansi khususnya akuntansi berbasis SAK EMKM yang memang dibuat untuk UMKM. Diharapkan adanya pengenalan manfaat laporan keuangan terlebih dahulu untuk meningkatkan motivasi para pelaku UMKM dalam menerapkan akuntansi. Kepada penelitian selanjutnya diharapkan mendapat data yang lebih akurat dengan penambahan variabel baru yang mungkin dapat mempengaruhi pertumbuhan UMKM seperti pengalaman dan pengetahuan terhadap ilmu akuntansi. REFERENSI