Available online : https://doi. org/10. 32665/jarcoms. Journal of Research Applications in Community Services Copyright . Journal of Research Applications in Community Services This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License VOL. 1 NO. : 37-42 PELATIHAN SERVIS SEPEDA MOTOR DI DESA WONOSALAM KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG Article History: Received : 16-11-2022 Revised : 02-12-2022 Accepted : 08-12-2022 Online : 14-12-2022 Agung Samudra1. Mohammad Munib Rosadi2. Retno Eka Pramitasari3. Nanndo Yannuansa4 Corresponding author : Agung Samudra Universitas Palangka Raya, agungsamudra@fkip. Universitas Hasyim AsyAoari, munib. rosadi@gmail. Universitas Hasyim AsyAoari, retnomita91@gmail. Universitas Hasyim AsyAoari, nanndoyannuansa@unhasy. Abstract In the era of the industrial revolution 4. 0, competition in the world of work is very tight, where all jobs require abilities and skills. Therefore, the need for training that can provide the ability and skills to work so that they can compete and be independent by becoming an entrepreneur. The purpose of holding motorcycle service training is to provide knowledge, experience, and skills in the automotive field so that the youth of Wonosalam Village can compete in the world of work and are expected to be able to open their businesses. The training program that has been provided consists of theory and practice. For theory, the first thing to do is give the trainees a pre-test. It aims to measure or determine the trainees' initial knowledge before being given the material. Furthermore, the training participants were given a module and explained by the speaker about motorcycle service with the topic of a motorcycle fuel system using a carburetor. After being given the theory, the trainees carry out practice starting from disassembling, component analysis, component cleaning, component reassembly, and carburetor adjustment. After completing the practice, participants were given a post-test. The post-test aims to find out the final knowledge and understanding of the trainees after receiving the training. The results obtained from the training were increased knowledge and understanding of participants in servicing motorbikes with the topic of motorcycle fuel systems using Keywords : Training. Service. Motorcycles. Fuel Systems Abstrak Pada era revolusi industri 4. 0, persaingan di dunia kerja sangatlah ketat dimana semua pekerjaan membutuhkan kemampuan dan keterampilan. Oleh karena itu, perlunya pelatihan yang dapat memberikan bekal kemampuan dan keterampilan untuk bekerja sehingga dapat bersaing dan mampu berdikari dengan menjadi seorang wirausahawan. Tujuan diadakannya pelatihan servis sepeda motor adalah untuk memberikan ilmu, pengalaman, dan kemampuan di bidang otomotif agar pemuda Desa Wonosalam dapat bersaing di dunia kerja dan diharapkan mampu membuka usaha sendiri. Pada program pelatihan yang telah diberikan terdiri atas teori dan praktik. Untuk teori, yang pertama dilakukan adalah memberikan pre-test kepada peserta pelatihan. Hal ini bertujuan untuk mengukur atau mengetahui pengetahuan awal peserta pelatihan sebelum diberikan materi. Selanjutnya, peserta pelatihan diberikan modul dan diberikan pemaparan oleh pemateri tentang servis sepeda motor dengan topik sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator. Setelah diberikan teori, peserta pelatihan melakukan praktik mulai dari pembongkaran, analisis komponen, pembersihan komponen, perakitan kembali komponen dan penyetelan karburator. Setelah selesai praktik, peserta diberikan post-test. Post-test bertujuan untuk mengetahui pengetahuan akhir dan pemahaman peserta pelatihan setelah mendapatkan pelatihan. Hasil yang didapatkan dari pelatihan adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta dalam servis sepeda motor dengan topik sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator. Kata kunci : Pelatihan. Servis. Sepeda Motor. Sistim Bahan Bakar https://journal. id/index. php/JaRCOMS PENDAHULUAN Wonosalam merupakan salah satu Desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Privinsi Jawa Timur. Desa Wonosalam terletak di dataran tinggi yang wilayahnya merupakan pegunungan. Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang Tahun 2019. Desa Wonosalam memiliki luas wilayah 12,27 Km 2 dan memiliki jumlah 260 jiwa (Jombang, 2. Tenaga kerja adalah setiap yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat (Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan, 2. Angka beban tanggungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara penduduk usia tidak produktif . i bawah 15 tahun dan 65 tahun ke ata. dengan usia produktif . ntara 15 sampai 64 tahu. dikalikan 100 (Statistics Indonesia, 2. Rata-rata penduduk Desa Wonosalam bekerja sebagai petani. Selain bekerja sebagai petani, pemuda Desa Wonosalam ada yang bekerja sebagai buruh pabrik dan serabutan dan rata-rata usia mereka masuk ke dalam kategori usia produktif. Dari hasil survei yang telah dilakukan oleh Tim PKM, diketahui bahwa rata-rata pemuda Desa Wonosalam senang terhadap dunia otomotif, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pemuda yang memodifikasi sepeda motornya, baik secara bodinya maupun mesinnya. Tentunya hal ini merupakan hal positif yang harus dikembangkan, dan salah satu caranya adalah dengan memberikan pelatihan terkait servis sepeda motor. Diharapkan dengan adanya pelatihan, mereka dapat meningkatkan skill dan juga keterampilannya dalam momodifikasi sepeda motor. Selain itu, juga dapat membuka peluang untuk berwirausaha. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di Desa Wonosalam mengenai pekerjaan, maka diperlukan skill dan keterampilan agar pemuda Desa Wonosalam dapat bersaing di dunia kerja dengan membuka lapangan pekerjaan sendiri sebagai wirausaha. Maka dari itu. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang memberikan pelatihan servis sepeda motor dengan topik sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator. Dalam pelatihan ini, peserta pelatihan diberikan materi berupa teori dan praktik secara langsung di lapangan sehingga peserta pelatihan memiliki pengetahuan, pemahaman dan keterampilan tentang servis sepeda motor. Pemerintah Desa Wonosalam dalam hal ini sebagai mitra memberikan tempat dan fasilitas untuk kegiatan pelatihan. Mitra sangat mendukung adanya kegiatan pelatihan ini karena dapat membantu menjawab permasalahan yang terjadi di Desa Wonosalam mengenai lapangan pekerjaan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kepada peserta pelatihan dalam hal servis sepeda motor dengan topik sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator, sehingga dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha (Fikri & Maulana, 2. dan tidak bergantung kepada orang lain. METODE PELAKSANAAN Belajar adalah aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian (Suyono & Hariyanto, 2. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang (Sudjana, 2. Jadi, belajar adalah suatu proses dari tidak mengerti menjadi Pelatihan merupakan aktivitas seseorang untuk meningkatkan keahlian serta pengetahuan (Widodo, 2. Sedangkan menurut Gomes, . pelatihan merupakan usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu. Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pelatihan merupakan suatu kegiatan untuk menambah pengetahuan, pemahaman, kemampuan dan keterampilan seseorang dalam bidang tertentu. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah atau sosialisasi dan praktik langsung menggunakan sepeda motor. Metode ini juga dilakukan oleh Sari dkk. , . dalam pelatihan perawatan dan servis sepeda motor bagi pemuda putus sekolah di Gan Ilir. Metode sosialisasi dan praktik sangat efektif diterapkan pada pelatihan servis Sepeda Motor Di Dusun https://journal. id/index. php/JaRCOMS Demen Pakembinangun Pakem Sleman, di mana hasil dari pelatihan tersebut adalah bertambahnya pengetahuan pemahaman tentang sepeda motor bagi peserta, dan bertambahnya keterampilan dan pengalaman tentang tentang perawatan dan servis sepeda motor secara (Handoyono & Sutomo, 2. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di balai Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Sebelumnya tim melaksanakan koordinasi dahulu dengan kepala Desa Wonosalam untuk perijinan dan alokasi waktu pelaksanan PKM. Setelah mendapatkan ijin, tim mengajukan proposal dan ijin untuk pelaksanaan. Selanjutnya, tim merancang materi untuk Materi berupa teori dan praktik. Waktu pelaksanaan kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2020 yang terbagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pertama materi teori dimulai pukul 07. 00 WIB sampai dengan 00 WIB. Pada sesi ini, peserta pelatihan diberikan pre-test terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan awal peserta pelatihan. Selanjutnya, diberikan modul dan pemaparan tentang sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator. Kemudian, dilanjutkan sesi kedua yaitu materi praktik yang dimulai pukul 12. 30 WIB sampai dengan pukul 16. 30 WIB. Setelah selesai praktik, peserta pelatihan diberikan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan akhir dan pemahaman peserta pelatihan. Peserta pelatihan merupakan pemuda Desa Wonosalam yang mayoritas berusia 19 sampai 30 Tahun sejumlah 15 peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan PKM yang telah dilaksanakan oleh tim terbagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pertama penyampaian teori dan sesi kedua adalah praktik. Pada sesi pertama, diadakan pre-test kepada peserta pelatihan sebelum pemateri memberikan materinya. Selanjutnya, hasil pre-test dikumpulkan dan tim membagikan materi berupa modul serta memberikan materi presentasi berupa power point. Sesi kedua dimuali setelah sesi pertama selesai. Peserta pelatihan diajak langsung untuk praktik servis sepeda motor dengan topik sistim bahan sepeda motor menggunakan karburator. Tim membagi peserta dalam 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang. kelompok menggunakan 1 sepeda motor. Setiap anggota kelompok bekerja sama dalam praktik mulai dari pembongkaran, analisis komponen-komponen, pembersihan komponen-komponen, merakit kembali komponen-komponen dan melakukan penyetelan karbuartor sampai didapatkan penyetelan yang baik. Di dalam praktik, tim mendampingi peserta pelatihan dan Setelah selesai praktik, masing-masing peserta pelatihan diberikan post-test. Hasil dari pre-test dan post-test dikumpulkan oleh tim yang nantinya akan digunakan untuk mengukur pengetahuan, pemahaman dan kemampuan peserta pelatihan dalam servis sepeda. Pada analisis hasil PKM ini, hipotesis yang diajukan adalah H0 : rata-rata nilai peserta pelatihan sama setelah diberikan materi. H1 : rata-rata nilai peserta berbeda setelah diberikan materi. Berdasarkan atas hipotesis tersebut, maka selanjutnya dilaksanakan pre-test dan post-test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata peserta pelatihan sebelum dan sesudah pelatihan (Purwanto, 2. Dalam analisis data ini menggunakan uji paired t-sample pada soft ware SPSS (Santoso, 2. Hasil dari pengujian dapat dilihat pada Tambar 1. Tabel 1. Hasil Uji Paired T-Sample Mean Pre TestPost Test -18,00 Paired Differences 95% Confidence Std. Std. Interval of the DeviaError Difference Mean Lower Upper 5,606 1,447 -21,104 -14,895 Sig . -12,435 0,00 https://journal. id/index. php/JaRCOMS Berdasarkan Tabel 1 di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung sebesar -12,435 dengan signifikansi sebesar 0,000. Dikarenakan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti nilai rata-rata pre-test dan pos-test terdapat Maka, dapat dikatakan bahwa pemberian materi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan servis sepeda motor. Hasil ini sesuai dengan pelatihan yang dilakukan oleh Alwi dkk. , . yaitu pelatihan yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta pelatihan servis sepeda motor. Pelatihan yang dilakukan oleh Kolik dkk. , . juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan kompetensi jika dibandingkan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Rendi dkk. , . dengan memberikan pelatihan perawatan berkala sepeda motor untuk pemuda dan masyarakat di desa Barunai Baru. Setelah dilakukan pelatihan, peserta memahami cara perawatan berkala sepeda motor. Pengamatan secara langsung juga dilakukan oleh tim dengan mengamati peserta pelatihan ketika praktik servis sepeda motor. Antusias peserta pelatihan terlihat ketika tim memberikan job sheet untuk melakukan pembongkaran karburator. Ada beberapa peserta yang mengalami kesulitan dalam pembongkaran karburator, namun tim memberikan pengarahan dan bantuan dalam pembongkaran karburator, sehingga peserta pelatihan dapat melakukan pembongkaran dengan baik. Secara keseluruhan, peserta pelatihan dapat melaksanakan praktik servis sepeda motor dengan baik dan benar sesuai dengan standar operasional prosedur. Gambar 1 di bawah ini menunjukkan tim sedang memberikan materi berupa teori sistim bahan bakar sepeda motor menggunakan karburator. Gambar 1. Tim memberikan materi teori Gambar 2. Praktik Pembongkaran Karburator https://journal. id/index. php/JaRCOMS Gambar 2 di atas menunjukkan peserta pelatihan melakukan pembongkaran karburator sepeda motor sesuai arahan dari tim PKM. Peserta pelatihan sangat antusias mendengarkan arahan dari tim dan melaksanakan praktik sesuai standar operasional prosedur yang diberikan oleh tim. TEMUAN DAN DISKUSI Berdasarkan pengamatan dan survei saat kegiatan dilaksanakan, sebagian peserta pelatihan masih kurang memahami sistim bahan bakar sepeda motor, sehingga diperlukan kegiatan pelatihan lanjutan agar meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan terkait dengan sistim bahan bakar sepeda motor. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pelatihan ini menjadi wadah untuk mengembangkan bakat, skill dan pengetahuan peserta pelatihan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan tentang servis sepeda motor mengenai sistim bahan bakar. Selama proses pelatihan, peserta mengikuti dengan antusias dan semangat. Untuk semakin menambah skill dan keterampilan peserta pelatihan, diharapkan adanya keberlanjutan pelatihan dengan topik yang berbeda misalkan tentang tune up sepeda motor. UCAPAN TERIMA KASIH