Copyright A 2021 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. 2, 2021 Pemanfaatan Kain Flanel Sebagai Alat Pembelajaran Edukatif Busy Book Di TK TA 03 Jerukwangi Kukuh Dwi Wijanarko 1. Eko Darmawanto 2. Sinta Permatasari 3. Nur Maila Assaadah 4. Fitri Amelia Nurjanah 5 1, 2, 3, 4, 5 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara kukuhdw@unisnu. 2 ekodarmawanto@unisnu. 3 permatasinta1@gmail. nengmey3010@gmail. 5 fitriamelia797@gmail. Abstrak Busy Book merupakan media pembelajaran anak usia dini yang terbuat dari bahan flanel, yang dibentuk sesuai pola yang diinginkan dengan warna-warna yang cerah. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Busy Book dilakukan di TK TA 03 Jerukwangi dukuh Seminding desa Jerukwangi RT 01 RW 10. Alasan dilakukan pembuatan Busy Book karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih belum sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini karena terbatasnya SDM guru, dari fasilitas permainan anak dan kurangnya media pembelajaran yang menarik antusias anak, sampai saat ini pembelajaran yang masih berpusat dari majalah. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: pertama. Pemberian pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya media dan penerapannya dalam proses belajar mengajar. Pemberian wawasan tentang media pembelajaran yang sesuai. Pemberian materi disampaikan oleh dosen pengampu media pembelajaran. Kedua, pengenalan Busy Book sebagai media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas, dan yang terakhir pelatihan pembuatan Busy Book beserta penentuan langkahlangkah pembelajaran dalam kelas yang dilakukan oleh seluruh tim pengabdi dan guru-guru. Hasil dari pengabdian ini merujuk pada indikator keberhasilan kegiatan yaitu peserta paham dan mengerti apa itu media pembelajaran, pentingnya media pembelajaran apa itu Busy Book serta apa manfaatnya sebagi media pembelajaran, peserta mampu membuat Busy Book, dan peserta mampu menjelaskan langkah penggunaan Busy Book yang telah dibuatnya. Kata Kunci: busy book, alat pembelajaran edukatif, anak usia dini Pendahuluan Alat Peraga Edukatif (APE) merupakan salah satu media yang penting dalam pembelajaran pada anak usia dini. Jika fasilitas ini tidak dilengkapi di sekolah TK maka pembelajaran tidak menyenangkan, tidak terkecuali TK TA 03 Jerukwangi. TA 03 Jerukwangi merupakan lembaga binaan dari yayasan yang diketuai oleh bapak Yudiono dan berdiri sejak tahun 2000. Lembaga ini berada di ujung barat kecamatan Bangsri tepatnya di desa Jerukwangi dukuh Seminding RT 01 RW 10. Masyarakat di daerah ini rata-rata sebagai petani sawah, pekerja pabrik dan tukang Meskipun sekolah ini tergolong lama, tetapi jumlah siswa pada lembaga ini bergantung pada jumlah kelahiran anak di dukuh Seminding saja. Sehingga setiap tahun mengalami kenaikan dan penurunan jumlah siswa yang tidak dapat Saat ini jumlah siswa 28 anak, yang terdiri dari 13 siswa kelompok A dan 15 siswa kelompok B. https://jurnal. id/index. php/singkerru Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di TK TA 03 Jerukwangi masih belum sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini karena terbatasnya SDM guru. Di lingkungan sekolah pun terlihat masih minimnya fasilitas permainan anak dan kurangnya media pembelajaran yang menarik antusias anak, sampai saat ini pembelajaran masih berpusat dari majalah. Padahal pada dasarnya pembelajaran pada anak usia dini adalah learning by playing yang menghendaki proses pembelajaran dilakukan melalui permainan. Tanpa disadari oleh anak, melalui permainan mereka akan mampu menyerap pembelajaran dengan baik. Dengan media yang mendukung anak tidak akan merasa bahwa dirinya sedang belajar dan mempelajari sesuatu. Maka dari itu dibutuhkan media pembelajaran maupun Alat Peraga Edukatif (APE) yang mendukung karakteristik anak-anak dalam belajar. Selain itu, guru juga seharusnya mendapatkan pelatihan tentang hal itu agar tujuan pembelajaran tercapai dengan baik (Yulianto, 2018: . Dalam belajar, anak-anak memiliki karakteristik yang mudah bosan serta daya focus yang kecil dalam belajar . aving short attention spa. Sehingga dalam mempelajari hal baru mereka lebih senang menggunakan panca indera. Maka dari itu dibutuhkanlah maupun APE yang mendukung karakteristik anak-anak dalam Media dalam proses pembelajaran sangatlah penting peranannya dalam mengajarkan suatu ilmu pada anak usia dini. Keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini sangatlah bergantung pada media yang digunakan. Maka dari itu, media pembelajaran anak usia dini harus aplikatif (Nuraeni, 2014: . Sebagai perkembangannya maka perlu kiranya dipikirkan suatu program stimulasi untuk mengembangkan potensi anak usia 3-5 tahun. Piaget mengatakan bahwa tahap perkembangan kognitif usia 3 sampai 5 tahun merupakan tahap pra-operasional. Pada tahap ini anak dapat memanipulasi objek simbol, termasuk kata-kata yang merupakan karakteristik penting dalam tahapan ini (Sujiono, 2010: . Busy Book adalah kain flanel yang dibentuk menjadi sebuah buku dengan warna warna yang cerah. Busy Book dapat berupa kegiatan yang mampu mengembangkan aspek motorik siswa. Buku ini memuat beberapa kegiatan yaitu mencari gambar yang sesuai, menghitung suatu benda, serta mengenal berbagai macam makhluk hidup, diantaranya hewan, tumbuhan, buah-buahan dan lain sebagainya. Beberapa litaraure menyebutkan bahwa Busy Book diperuntukan untuk anak usia pra-sekolah. Namun meskipun demikian Busy Book tetap bisa digunakan untuk anak usia taman kanak-kanak, karena pembuatan Busy Book dapat disesuaikan dengan aktivitas dan kemampuan serta minat anak. Jika dilihat dari fungsinya maka sangatlah bermanfaat pelatihan pembuatan Busy Book sebagai media pembelajaran anak usia dini dilingkungan (Mufliharsi, 2017: . Busy Book membuat anak tetap sibuk dengan segala aktivitas di dalam buku Busy Book memuat materi pelajaran yang diramu secara ringkas pada intinya . o the poin. disertai gambar-gambar yang menarik, ada pula permainan edukasi yang dapat menstimulus keterampilan dasar anak seperti, keterampilan motorik halus, kognitif, dan dapat meningkatkan serta melatih konsentrasi (Romadhona, dkk, 2017: . Berdasarkan fakta dan pemikiran diatas, tim pengabdi memandang bahwa media pembelajaran maupun Alat Peraga Edukatif (APE) sangat penting untuk menunjang pembelajaran anak usia dini. Tahap perkembangan kognitif anak pada usia 3-5 tahun memasuki tahap praoperasional, dimana anak akan lebih terfokus pada objek dan simbol. Untuk itu, tim pengabdi bermaksud menyelenggarakan pengabdian Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. masyarakat kepada TK TA 03 Jerukwangi untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran karena guru dari lembaga tersebut memiliki kemampuan menjahit yang alangkah lebih baiknya jika dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk pembelajaran anak-anak usia dini. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama, mengidentifikasi pemasalahan yang terdapat pada TK TA 03 Jerukwangi dengan cara melakukan wawancara kepada kepala sekolah tentang kendala yang dihadapi oleh para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kedua, tahap persiapan. Persiapan ini dilaksanakan setelah tim pengabdi mengetahui permasalahan yang dihadapi mitra, kemudian berdasarkan permasalahan tersebut dicari solusinya. Hal yang tim pengabdi lakukan dalam tahap persiapan diantaranya adalah menentukan hari dan tanggal yang sesuai. Mitra menyediakan tempat pelaksanaan, sound system serta mengkoordinir kehadiran guru-guru, perwakilan wali murid dan pengurus yayasan sebagai peserta. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2021 00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 3 orang guru di TK TA 03 Jerukwangi dan diikuti oleh 5 wali murid yang sangat tertarik dengan kegiatan ini. Tim pengabdi juga mempersiapkan materi dan bahan untuk membuat Busy Book yang berbahan kain flanel, mempelajari pola dan cara pembuatannya dan juga menentukan indikator keberhasilan dari kegiatan ini. Tahap berikutnya adalah tahap pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan beberapa metode, diantaranya: Pertama. Penguatan pengetahuan mengenai pentingnya media pembelajaran serta penggunaannya dalam kegiatan pembelajaran. Memberikan wawasan mengenai media pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini. Materi ini disampaikan oleh dosen pengampu media pembelajaran. Kedua, pengenalan Busy Book sebagai media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas, dan yang terakhir pelatihan pembuatan Busy Book beserta penentuan langkah-langkah pembelajaran dalam kelas yang dilakukan oleh seluruh tim pengabdi dan peserta pengabdian. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2021 sampai dengan 23 Maret 2021, yang diikuti oleh guru dan wali murid TK TA 03 Jerukwangi dukuh Seminding desa Jerukwangi kecamatan Bangsri kabupaten Jepara dengan jumlah peserta 6 orang. Terdiri dari 3 guru dan 3 wali murid. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari 3 kegiatan. Kegiatan pertama adalah diadakannya sosialisasi yang dihadiri oleh guru dan kepala sekolah TK TA 03 Jerukwangi, wali murid, ketua yayasan, ketua RT dan RW, dan petinggi desa Jerukwangi. Tema sosialisasi ini adalah AuMeningkatkan Mutu Pendidikan dengan Sumber Daya TerbatasAy, yang disampaikan oleh Bapak Eko Darmawanto. Pd. Sosialisasi tersebut berupa pemamparan materi kepada mitra terkait permasalahan yang dihadapi mitra yaitu kurangnya kreativitas dalam pembuatan media pembelajaran yang sesuai dengan anak usia dini. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman untuk selanjutnya dapat diterapkan oleh mitra dalam Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. kegiatan pembelajaran. Sementara itu dipaparkan juga beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam membuat media pembelajaran. Pertama, media pembelajaran yang dibuat hendaknya multiguna. Kedua, usahakan pemilihan abahan yang mudah didapatkan serta harganya murah, barang bekas bisa juga digunakan kembali. Ketiga, hendaknya menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Serta yang terakhir adalah sesuai dengan tujuan dan fungsi dari media yang akan dibuat. Kegiatan kedua dari pengabdian ini adalah AuPelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Busy BookAy, yang dibimbing oleh bapak Kukuh Dwi Wijanarko. Sn. Sn. Pelatihan ini dilaksanakan dalam satu kali pertemuan yaitu pada tanggal 25 Februari, untuk selanjutnya didampingi tim pengabdi dalam proses pengabdian. Sebagai tindak lanjut pelatihan, kemudian dilakukan proses pendampingan pembuatan Busy Book oleh tim pengabdi sebagai proses pengabdian mitra. Bentuk pendampingan yang dilakukan adalah dengan cara pertemuan rutin mingguan setiap hari Selasa dan Rabu secara berkala antara tim pengabdi dengan mitra yang bertujuan untuk melanjutkan progress pembuatan Busy Book. Pendampingan ini juga menjadi pemecahan solusi atas hambatan yang dihadapi mitra dalam pembuatan media pembelajaran. Sekurang-kurangnya pendampingan ini dilaksanakan selama 10 kali pertemuan. Pembuatan media Busy Book dilakukan dengan setiap peserta diberikan bahan berupa kain flannel berbagai warna, lem, gunting, jarum dan benang. Setiap peserta harus membuat konsep terlebih dahulu karena dalam membuat Busy Book harus disesuaikan dengan topik yang hendak diajarkan di kelas. Setelah membuat konsep isi materi, peserta baru memulai menggambar dan menggunting kain flanel kemudian dirangkai menjadi lembar aktifitas. Kegiatan ini membutuhkan ketelatenan dan kesabaran karena bentuknya yang sangat variatif dan dibuat semenarik Proses pembuatan Busy Book ini dilakukan dengan pendampingan secara penuh oleh tim pengabdi mulai dari pemilihan topik pembelajaran, yang akhirnya ditentukan untuk membuat 3 tema pembelajaran. Pendampingan ini juga meliputi dari menentukan warna kain flanel, bentuk dan ukuran objek yang akan dibuat hingga finishing Busy Book yaitu merangkai lembar demi lembar menjadi satu bendel buku. Berikut dokumentasi proses pembuatan Busy Book dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1 Proses Pembuatan Busy Book Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. Hasil dari pembuatan Busy Book adalah 3 tema pembelajaran, yaitu: Tema Tanaman. Tema Kendaraan, serta Tema Air. Udara dan Api. Dalam setiap tema terbagi lagi ke dalam beberapa subtema. Tema tanaman terbagi dalam subtema tanaman buah, tanaman hias, dan tanaman sayur. Tema Kendaraan terbagi dalam subtema kendaraan darat, laut dan udara. Tema Air Udara Api terbagi dalam subtema air, subtema udara, dan subtema api. Pembelajaran dengan menggunakan media Busy Book dapat menerapkan 6 aspek perkembangan anak usia dini sesuai yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2013, diantaranya adalah: . Nilai Agama dan Moral. Fisik-Motorik. Kognitif. Bahasa. Sosial-Emosional. Seni. Berikut penjelasan penerapan 6 aspek tersebut dalam media pembelajaran Busy Book: Nilai Agama dan Moral Aspek ini bisa diajarkan melalui pengenalan macam-macam benda pada materi yang dibahas, misalnya mengenalkan nama-nama tanaman. Anak TK diajarkan tanaman diciptakan oleh siapa serta cara menjaga tanaman sebagai bentuk rasa bersyukur kepada sang pencipta. Fisik-Motorik Aspek ini bisa diajarkan melalui kegiatan siswa menempel gambar pada Busy Book, karena pada setiap gambar diberi perekat agar gambar tersebut bisa dilepas dan ditempel kembali. Selain itu juga aspek ini bisa dikembangkan melalui model pembelajaran kelincahan antar masing-masing siswa dalam menempel gambar. Disini siswa diajak untuk berlari agar bisa menempel lebih dahulu, dengan demikian perkembangan fisik-motorik dapat tercapai melalui media ini. Kognitif Pembuatan Busy Book dengan 3 tema ini selain mengenalkan materi pada tema tersebut juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Memperkenalkan berbagai macam tanaman, serta kendaraan dapat memperkaya kosakata siswa TK. Kemampuan bahasa siswa dapat diajarkan melalui gambar yang dapat di pindahkan menjadikan pembelajaran lebih mengasikkan. Selain mengenal berbagai macam tanaman dan kendaraan, dalam proses pembelajaran guru juga dapat mengeksplor siswa tentang tanaman dan kendaraan apa saja yang mereka ketahui kemudian siswa diminta menceritakan pengalaman mereka memakan atau menemui tanaman tersebut, serta pengalaman mereka naik kendaraan. Siswa juga bisa diminta maju kedepan untuk menuliskan nama tanaman serta kendaraan yang mereka ketahui di papan tulis. Busy Book dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini (Amaris et , 2. Berhitung dapat dilakukan dengan menghitung beberapa benda yang tersedia pada gambar. Kemampuan berhitung anak dapat ditumbuhkan dengan permainan yang tidak membuat anak serasa terpaksa. Hal ini senada dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa salah satu permainan, kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kecerdasaan logika matematika (Mufarizuddin, 2. Dengan demikian kemampuan bahasa dapat tercapai dengan media ini. Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 2 Hasil Karya Peserta dengan Tema Tanaman Bahasa Aspek Bahasa juga dikenalkan dalam pembuatan Busy Book yang mengangkat 3 tema ini. Hasil karya peserta pada 3 tema ini menekankan pada aspek pemahaman terhadap berbagai macam bentuk tanaman, kendaraan dan air, udara, dan api dengan bayangannya. Pada setiap gambar ditempel perekat sehingga bisa dilepas dan ditempel kembali. Kegiatan pembelajaran ini dengan meminta siswa mengambil salah satu bentuk dan menyebutkan nama bentuknya kemudian ditempel pada Dengan demikian penguasaan bahasa terkait nama-nama tanaman, kendaraan, serta air, udara, dan api dapat dipelajari siswa dengan menyenangkan. Gambar 3 Hasil Karya Peserta dengan Tema Kendaraan Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. Sosial-Emosional Masa TK merupakan masa kanak-kanak awal. Pola perilaku sosial yang terlihat pada masa kanak-kanak awal, seperti yang diungkap oleh Hurlock dalam Hidayanti . yaitu: kerjasama, persaingan, kemurahan hati, hasrat akan penerimaan sosial, simpati, empat, ketergantungan, ramah dalam bersikap, tidak egois, suka Media pembelajaran Busy Book bisa digunakan untuk mengajarkan anak bagaimana cara berinteraksi dan bekerja sama dengan temannya. Karena pada dasarnya hampir sebagian anak belum mampu mengendalikan egonya sehingga muncul sikap mau menang sendiri. Dalam hal ini guru bisa mengajarkan cara mengendalikan ego anak dengan mengajak masing-masing anak untuk bekerja sama dalam menempel dan menyebutkan nama bneda pada gambar yang tersedia di Busy Book. Seni Pengenalan seni dapat diajarkan melalui media Busy Book, karena media ini menggunakan kain flanel dengan bermacam-macam warna dan bentuk. Anak bisa diminta menyebutkan setiap warna yang ditunjukkan oleh guru. Selain itu juga anak bisa menirukan gambar yang ada di media ini pada buku tulis. Gambar 4 Hasil Karya Peserta dengan Tema Air Kegiatan ketiga adalah evaluasi serta penyerahan hasil pengabdian pembuatan media Busy Book. Tim pengabdi melakukan wawancara mengenai informasi seputar pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa para guru sangat senang dapat praktik membuat Busy Book bersama-sama terlebih pembuatan media ini dimediasi oleh pihak tim pengabdi. Pelaksanaan pelatiahn pembuatan Busy Book sebagai media pembelajaran membuka wawasan guru dalam mengembangkan kompetensi mereka sebagai pendidik taman kanak- kanak. Disamping itu kreatifitas peserta pelatihan menjadi semakin meningkat dengan adanya pelatihan ini. Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Kesimpulan Pelatihan pembuatan media Busy Book bagi guru TK TA 03 Jerukwangi telah terlaksana dengan baik karena semua peserta mengikuti setiap sesi kegiatan dengan aktif serta antusias. Selain itu pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berlangsung dengan baik, tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pelaksanaan kegiatan ini dinyatakan berhasil mencapai tujuan yang telah di tentukan dengan tercapainya tolak ukur keberhasilan yang telah ditentukan oleh tim pengabdi. Para peserta mendapatkan pengetahuan baru serta meningkatkan wawasan tentang cara membuat Busy Book sebagai alat Pembelajaran Edukatif di tingkat taman kanak-kanak. Hal yang didapatkan oleh TK TA Jerukwangi 03 yaitu guru mendapatkan berbagai ilmu dan pengetahuan bagaimana mereka dapat mengembangkan dan membuat bermacam-macam media pembelajaran dengan sumber daya terbatas, selain Busy Book serta kegiatan mengajar lebih bervariatif dan menyenangkan. Ucapan Terimakasih Tim pengabdian mengucapkan terimakasih kepada Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi kegiatan pengabdian ini sehingga kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang maksimal. Referensi