JUATIKA JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA eissn 2656-1727 pissn 2684-785X Hal : 1 Ae 9 VOL. 2 NO. 1 Januari 2020 KAJIAN POTENSI AGROEKOSISTEM DAN PENGELOLAANNYA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI INDRAGIRI Seprido1*. Elfi Indrawanis2. Chairil Ezward3 Fakultas Pertanian. Universitas Islam Kuantan Singingi. Jl. Gatot Subroto KM 7 Kebun Nenas Jake. Teluk Kuantan Email : sepridhopiliang@ymail. ABSTRAK Penelitian tentang kajian potensi agroekosistem dan pengelolaannya di kawasan DAS Indragiri bertujuanuntuk mengetahui jenis komoditi pertanian yang dibudidayakan dan sistem pengelolaannya pada kawsan DAS indragiri di desa Sangau Kec. Kuantan Mudik. dan juga sebagai informasi untuk menentukan langkah-langkah alternatif untuk optimalisasi pemanfaatan kawasan DAS Indragiri yang berkelanjutan di Desa Sangau. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang dilaksanakan pada bulan Februari Ae April 2017. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survey yakni dengan melakukan survey kelapangan serta wawancara dengan masyarakat, sedangkan data sekunder didapatkan melalui studi literatur. Analisa yang digunakan adalah kombinasi deskriptif dan eksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis komoditi pertanian yang diusahakan di desa Sangau adalah Padi (Oryza sativ. Karet (Havea brasiliensi. Durian (Durio zibethinu. Rambutan (Nephellium lappaceu. Duku (Lansium domesticu. Palawija dan kelapa sawit yang ditanam secara monokultur . dan polykultur serta dua tipe bentuk lahan yaitu sawah tadah hujan dan kebun campuran. Potensi yang ada adalah aliran air untuk persawahan dan SDM. Hasil agroekosistem masih cenderung untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat. Kata Kunci : Agroekosistem. Daerah aliran sungai. Sungai. Indragiri ABSTRACT Study of the potential of Agroecosystem and their management in the Indragiri Watershed area aims to find out the types of agricultural commodities cultivated and their management systems and be an information to determine alternative steps to optimize the utilization of the watershed area. Indragiri River which sustainable in the village of Sangau. This research was conducted by collecting primary and secondary data which was carried out in February AeApril 2017. Primary data collection was carried out by survey method by conducting a field survey and intrviewing the community, whie secondary data was obtained through literature studies. The analysis was used a combination of descriptive and explatory. The results of this research showed that the types of agricultural commodities cultivated in the village of Sangau were rice (Oryza sativ. Rubber (Havea brasiliensi. Durian (Durio zibethinu. Rambutan (Nephellium lappaceu. Duku (Lansium domesticu. , and palm oil planted monoculture and mixed garden. There are two types of landforms, rainfed paddy fields and mixed The potential exists is water flow for rice fields and human resources. The results of agroecosystem still tend to meet daily needs so that efforts are needed to increase community knowledge and income. Keyword : Agroecosystem, river basin, river. Indragiri Pendahuluan Salah satu cara terpenting untuk dapat menjamin agar kawasan konservasi selain itu pemenuhan kebutuhan hidup manusia di jaman sekarang dan yang akan Upaya sebagai suatu perlindungan yang Padahal jika kawasan yang dilindungi dan dirancang serta dikelola secara cepat dan tepat keuntungan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Interaksi antara masyarakat sekitar umumnya kawasan sekitar yang dilakukan oleh masyarakat sekitarnya atau Menurut Kurniawan, . Gangguan pemukiman terhadap kawasan konservasi dapat berupa invasi tumbuhan eksotik, penebangan hutan, perburuan, pengambilan hasil hutan dan lain. Sebaliknya gangguan yang terjadi dari kawasan konservasi terhadap lahan budidaya dan pemukiman binatang liar, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Selain itu menurut Henrianto. Okalia, dan Mashadi . penambangan emas tanpa izin yang ada di 3 kecamatan di aliran indragiri . ungai Kuanta. dapat merusak sifat fisika lapisan tanah terutama pada lapisan 0-20 cm dengan tekstur berpasir. Kondisi seperti ini merupakan ancaman pada daerah aliran sungai (DAS) Indragiri ini. Daerah Indragiri adalah daerah DAS yang hulu sungainya terdapat di provinsi Sumatera Barat serta bermuara di Provinsi Riau. Salah satu kabupaten yang dilewati oleh sungai ini adalah Desa Sangau Kab. Kuantan Singingi. Menurut Putra. Rohmat, dan Jupri . Di desa Sangau, sungai Indragiri ini lebih dikenal dengan sungai Kuantan Pertumbuhan pertanian sangat potensial di desa Sangau ini. Salah satu lahan yang juga dimanfaatkan daerah aliran sungai Indragiri menjadi lahan pertanian atau Berdasarkan Tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan daerah, maka Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mulai mengoptimalkan potensi lahan untuk budidaya pertanian. Pembangunan dan pengelolaan potensi sektor pertanian selama ini masih cenderung berorientasi pada peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian, namun kurang memperhatikan kestabilan dan keberlanjutan. Sebaiknya juga menjadi perhatian tentang degradasi sumberdaya air dan lahan, menjaga keanekaragaman hayati serta mampu menjaga Menurut Sitorus . terdapat tiga komponen yang harus diperhatikan dalam upaya berkelanjutan, yaitu: menunjang kelestarian lingkungan, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati serta perekonomian masyarakat. Payung Hukum dalam pengelolaan DAS sebenarnya juga sudah ada dan terutama setelah diterbitkannya PP no 37 Tahun 2012 dan kemudian masing-masing daerah juga telah memulai untuk menindak lanjuti nya dengan membuat PERDA yang terfokus pada pengelolaan DAS serta juga dibentuknya Forum DAS di Indonesia. Akan tetapi semuanya belum terimplementasi dengan baik (Kristian. Iwanuddin, dan Isdomo, 2. Menurut Sumiasri, . agroekosistem atau ekosistem agrikultural merupakan gabungan Ekosistem adalah berinteraksi satu sama lain serta dengan faktor fisik dan kimia, sedangkan agricultural adalah sifat yang berkaitan dengan pertanian . Dengan demikian agroekosistem adalah ekosistem pertanian dalam artian luas yang memiliki banyak bentuk dan model nya tergantung unsur penyusun nya. Hal ini nantinya juga akan memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap ekologi nya. Untuk itu kajian potensi agroekosistem di daerah aliran sungai Indragiri ini perlu Metode Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Desa Sangau Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 terhitung mulai bulan Juli sampai Desember 2017. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dan penelusuran studi Pelaksanaan survey lapangan Survey lapangan dilakukan agroekosistem yang dilakukan oleh masyarakat desa Sangau pada daerah DAS Indragiri, data informasi kependudukan desa Sangau. Penulusaran Penelusuran kepustakaan dilakukan terhadap aspek biofisik daerah aliran sungai Indragiri. Hasil dan Pembahasan Gambaran Lokasi Penelitian Desa Sangau administratif termasuk ke dalam kawasan Kecamatan Kuantan Mudik dengan jarak dari Kota Teluk Kuantan sekitar 23 Km. Desa ini terletak di tepi sungai Indragiri . i kabupaten Kuantan Singini disebut dengan Batang Kuanta. , hanya sebagian kecil dari desa ini yang berbatasan dengan tebing sungai Kuantan. Sebagian besar masyarakat desa ini berprofesi sebagai Daerah aliran sungai yang terdapat di desa ini juga masyarakatnya untuk aktivitas bertani. Beberapa penggunaan lahan di DAS di pekarangan, lahan agroforestry sederhana, serta persawahan. Areal masyarakat desa ini bermukim di tepi sungai Kuantan dengan jarak lebih kurang 30-50 meter. Pada biasanya hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari seperti, kunyit, pisang, sayur-sayuran, dan lain lain. Gambar 1. Peta posisi DAS Indragiri di desa Sangau. Namun luasnya tergolong sangat Sebagian DAS Secara Indragiri di Desa Sangau ini merupakan sawah tadah hujan. Letak persawahan ini lebih kurang 50-150 meter dari tepi Beberapa komoditi yang ditanam sungai Kuantan dan lebih dekat dengan sungai Salo . nak Sungai durian, duku, rambutan. Menurut Kuanta. Seprido, . Aspek Bio-Fisik dan Ekologi agroekosistem Agroforestry atau Desa Sangau terletak di merupakan salah satu model ketinggian 150 mdpl. Lahan di desa Sangau berdasarkan hasil Kuantan Singingi. didapatkan data informasi dan Selain deskripsi kondisi biofisik lahan kebun campuran. DAS Indragiri di dan ekologi kawasan DAS desa Sangau juga dimanfaatkan Indragiri di Desa Sangau Kec. Kuantan Mudik (Tabel 1. Tabel 1. Data dan Informasi aspek biofisik kawasan DAS Indragiri di Desa Sangau Kec. Kuantan Mudik. N Aspek Data/Informasi Deksripsi o Biofisik 1 Lahan Topografi Dataran rendah Ketinggian 150-300 mdpl Kesesuian lahan Lahan pertanian . awah dan Pengelolaan lahan Sawah dan kebun 2 Tanah Pengelolaan tanah Lahan pembajakan sebelum tanam Kebun campuran : dilakukan 4 Air Potensi sumber air Ada sumber air . anak sunga. Kuantan, yaitu Sungai Salo dan Sungai gajah mati serta beberapa Pengelolaan Tidak ada pengelolaan air sungai air/saluran secara khusus. Biasanya hanya dimanfaatkan sebagai MCK dan air Lahan pada kawasan DAS Indragiri di Desa Sangau ini mempunyai ketinggian tempat 150-300 mdpl dan tergolong dataran rendah dan kedalaman topsoil mencapai 25 cm dengan struktur tanah yang cenderung Menurut Anonimus, 2. Kuantan Singingi didominasi oleh tanah Podsolik Merah Kuning dengan ciri warna kuning kemerahan. Dengan ketebalan top soil lebih kurang 25 cm, masyarakat Sangau memanfaatkan lahan aliran DAS Indragiri di desa sangau ini untuk dijadikan perkebunan campuran dan daerah yang bersawah cenderung dijadikan sawah tadah Kesesuaian lahan berupa lahan perkebunan campuran dan sebelum tanam dan dibiarkan hingga musim tanam selanjutnya. Sedangkan pada perkebunan campuran sistem pengolahan lahan yang dipakai ada beberapa macam dan tergantung pada jenis komoditi yang ditanam. Jika tanaman perkebunan seperti karet dan sawit, maka lahan pembuatan lobang tanam saja. Sedangkan jika akan ditanam tanaman palawija maka secara keseluruhan lahan dicangkul dan tanah digemburkan. Usaha meningkatkan produktivitas lahan tanam agroforestry dengan tujuan untuk memberikan variasi hasil kuantitas dari hasil budidaya tersebut Table 2. Data Informasi Kondisi Sektor Pertanian Di Kawasan DAS Indragiri di Desa Sangau. Kecamatan Kuantan Mudik Sektor Data/Informasi Deskripsi Pertanian Jenis komoditi komoditi yang dibudidayakan adalah :Padi. Karet. Durian. Rambutan. Duku. Palawija dan kelapa sawit Potensi/peluang Berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui proses budidaya tanaman pertanian. Pola tanam Pola tanam yang digunakan pada DAS ini adalah pola tanam monokultur dan Pendukung dan Pendukung : tersedianya sarana dan prasarana desa yang cukup menunjang aktifitas pertanian seperti jalan. Penghambat : . Khusus untuk lahan sawah tadah hujan masih sangat tergantung dengan kondisi cuaca, dan jika pada musim kemarau cenderung terjadi banjir pada lahan persawahan. Pada kebun campuran hambatan yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya pengetahuan masyarakat Sawah Tadah Hujan Praktek pengolahan lahan tanah sawah di kawasan DAS Indragiri di Desa Sangau dilakukan dengan cara dan/atau dengan menggunakan mesin. Semua petani di desa sangau ini menerapkan sistem bera selama 6 bulan. Salah satu hambatan yang dihadapi oleh petani padi di desa Sangau ini adalah kondisi sawah yang bersifat tadah hujan. Sehingga pemasukan air dari air hujan produksi padi di daerah ini. Potensi sumber air di kawasan ini sebenarnya sangat besar karena berada tidak jauh dari aliran sungai indragiri. Akan tetapi belum adanya usaha untuk mengalirkan air Sungai Indragiri ke areal persawahan. Pada praktek budidaya petani juga masih menggunakan pestisida kimiawi namun demikian petani juga kebutuhan haranya. Kebun Campuran Kesesuaian lahan yang baik untuk budidaya tanaman berkayu di kawasan DAS Indragiri di Desa Sangau ini pada dasarnya wilayah yang dapat menjadi kawasan tersebut. Berdasarkan hasil eksplorasi diketahui bahwa kesesuaian lahan yang ada di kawasan ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Meskipun pola agroforestry yang digunakan sudah benar, akan tetapi pemilihan komoditi yang ditanam menyebabkan masih kurangnya produktivitas lahan Hal ini diperkuat oleh Tahir. Bengen, & Susilo. Setyo, . yang menyatakan bahwa kesesuaian lahan yang tinggi jika dikelola secara bijaksana akan dapat memberikan manfaat yang optimal baik secara sosial ekonomi maupun ekologis. Beberapa komoditi yang campuran ini adalah Karet. Durian. Rambutan. Duku. Palawija dan kelapa sawit. Meskipun banyak yang ditanam akan tetapi dalam sistem ini tidak ada jenis yang diunggulkan. Tipologi Masyarakat Desa Sangau Dari DAS Indragiri Sangau didominasi oleh suku melayu dan minang dan masih kental dengan kearifan budaya lokal (Tabel 3. berdasarkan data yang diperoleh 60% mayarakat desa sangau ini memiliki SDM dibawah umur 3060 tahun. Mata pencaharian utama masyarakat desa Sangau adalah petani dengan komoditas utama adalah karet dan kelapa Berdasarkan SDM yang ada, masyarakat kawasan ini kurang memiliki kemampuan usaha tani dan hanya dilakukan berdasarkan pengalaman serta memanfaatkan waktu luang saja. Hasil pertanian yang didapat memenuhi kebutuhan harian. Tabel 3. Deskripsi dan Informasi SDM Masyarakat Desa Sangau dan Kelembagaan Aspek yang diamati Data/informasi Deskripsi SDM Pendidikan 25% (S. 40% (SMA) 35% (SMP-SD) Budaya Pacu Jalur Profesi Petani dan PNS Kekayaan 50% dari petani sawit dan karet Kemampuan Kurang* Kelembagaan Kebijakan public Dari penyuluh pertanian Akses informasi Penyuluh pertanian Kelompok tani Bunga Tanjung Padi Serumpun Berdasarkan dari data lapangan, kebiasaan masyarakat di desa Sangau ini adalah mewariskan lahan lahan pertanian ini kepada Begitu dengan lahan agroekosistem pada DAS Indragiri ini juga diwariskan secara turun temurun kepada keturunannya. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian ini, kesimpulan yaitu : Terdapat tanam pada DAS indragiri Sangau sistem Mono Kultur dan Polikultur terdapat dua bentuk lahan yaitu : kebun campuran dan sawah tadah hujan. Jenis ditanam di Daerah DAS Indragiri desa Sangau adalah Padi. Karet. Durian. Rambutan. Duku. Palawija dan kelapa sawit Lahan DAS Indragiri di Desa Sangau adalah milik masyarakat yang sebagian besar telah diwariskan kepada anak cucunya. Perlu pengalaman masyarakat meningkatkan pendapatan UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua LPPM Universitas Islam Kuantan Singingi yang telah memberi bantuan dana penelitian ini melalui skim Hibah Penelitian UNIKS tahun 2017. DAFTAR PUSTAKA