JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index Implementasi Bahan Ajar Al-QurAoan Hadist Terintegrasi Internet untuk Meningkatkan Literasi Digital Peserta Didik MAS Miftahussalam Demak * Zarkasi MAS Miftahussalam Demak Email: zarkasi. 624@gmail. Abstract This research provides an overview of the implementation of integrated Al-Qur'an Hadith teaching materials with the internet to enhance digital literacy among students at MAS Miftahussalam Demak. The method used is qualitative research, with data collection techniques including observation, interviews, and The researcher employed the Miles and Huberman data analysis model, which involves data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that students have a relatively high level of digital literacy when measured using Bawden's conception. This is evident from several aspects: all students possess basic digital literacy skills, as they are able to connect to various platforms intended for following Al-Qur'an Hadith learning online and can use Google Slides to access specified PowerPoint presentations. Regarding information background knowledge, almost all students are capable of searching for supplementary learning materials and identifying their relevance to the provided In terms of core digital literacy competencies, most students can identify key terms from the material and articulate the concepts in a concept map they create. Additionally, almost all students demonstrate positive attitudes and perspectives as information users, evidenced by their ability to complete all assigned tasks. Keywords: Internet-Integrated Teaching Materials. Digital Literacy. Al-Qur'an Hadith Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index Abstrak Penelitian ini merupakan gambaran implementasi bahan ajar al-qurAoan hadist terintegrasi internet untuk meningkatkan literasi digital peserta didik MAS Miftahussalam Demak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, peneliti menggunakan metode analisis data model Miles dan Huberman yakni: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa peserta didik memiliki tingkat literasi digital yang cukup tinggi jika diukur menggunakan Konsepsi Bawden. Hal ini dilihat dari aspek kemampuan dasar literasi digital, semua peserta didik mampu terhubung ke berbagai platform yang dimaksudkan untuk mengikuti pembelajaran Al-QurAoan Hadist secara online, kemudian mampu menggunakan teknologi Google Slide untuk membuka powerpoint yang ditentukan. Pada aspek kedua, latar belakang pengetahuan informasi, hampir semua peserta didik mampu mencari suplemen pembelajaran dalam bentuk materi dan menemukan relevansinya dengan penilaian yang disediakan. Pada aspek ketiga, kompetensi utama literasi digital, sebagian besar peserta didik mampu mengidentifikasi kata kunci dari materi tersebut, serta mampu menjelaskan kembali konsep materi tersebut dalam peta konsep yang Pada aspek sikap dan perspektif pengguna informasi hampir semua peserta didik mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan. Kata Kunci: Bahan Ajar Terintegrasi Internet. Literasi Digital. Al-QurAoan Hadist *** PENDAHULUAN Menteri Agama Republik Indonesia menuturkan bahwa di-era Covid-19 sekarang ini para pendidik harus melaksanakan pembelajaran dalam jaringan . dengan memanfaatkan dunia teknologi, jika Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah memahami serta memiliki pengalaman dalam memanfaatkan teknologi, maka pembelajaran secara daring akan sangat efektif, dunia pendidikan utamanya di madrasah masih tergolong lambat dalam mengadopsi Akibatnya, terjadilah learning loss yang akan mengakibatkan peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus. Terjadinya pandemi covid-19 yang melanda dunia menjadi penyebab berubahnya perilaku sosial masyarakat dibidang pendidikan agama islam, kegiatan pembelajaran agama islam melalui media sosial semakin banyak seiring bergesernya pembelajaran offline menjadi online, sementara itu adanya pembatasan aktivitas fisik juga menjadi pendorong meningkatnya aktivitas online, pendidikan dan pengajaran agama islam mulai bergeser dari tradisional tatap muka menjadi pengajaran online, peran lembaga pendidikan tidak lagi memonopoli pendidikan Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index agama Islam, akhirnya pendidikan agama islam akibat pandemi covid-19 lebih banyak mengambil sumber dari video kajian agama populer yang ditayangkan di media sosial. YouTube. Facebook, dan sebagainya, pergeseran otoritas pendidikan agama islam dapat dilihat dalam tiga aspek: popularitas, tema, dan model pembelajaran, lemahnya paradigma dan otoritas pendidikan tradisional menjadikan terbukanya ruang-ruang baru untuk pembelajaran agama islam. (Maemonah et al. Pembelajaran daring di Indonesia diamanatkan pada pendidikan umum melalui SK Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 dan SK Sekjen Nomor 15 Tahun Peraturan tersebut kemudian disempurnakan dengan Surat Keputusan Bersama Nomor 516 Tahun 2020 yang mengatur proses pembelajaran di sekolah atau madrasah di tengah pandemi covid-19. Sistem sinkron klasik biasanya dilakukan menggunakan platform Zoom atau Google Meet dengan jadwal sesuai Sistem asynchronous memungkinkan siswa untuk mengakses konten pembelajaran agama dari berbagai sumber seperti YouTube dan sebagainya. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan tahun 2021. Pendidikan agama di Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang harus diajarkan pada setiap jenjang pendidikan, baik di bawah Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama. Pendidikan Agama Islam di Madrasah terbagi menjadi empat mata pelajaran rumpun PAI yakni QurAoan Hadist. Fiqih. Aqidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Pembelajaran Pendidikan agama islam biasanya masih didominasi dengan metode dan media klasik dan belum bisa memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti yang terjadi di Kabupaten Demak, mayoritas Pendidikan qurAoan hadis mayoritas sudah tergolong senior dan mendekati usia pension. Masalah ini barangkali bisa diselesaikan dengan cara mengembangan program yang ada di MGMP namun dengan semangat belajar yang tinggi untuk saling belajar (Zarkasi Zarkasi, 2. Hal ini menjadi salah satu penyebab masih kurangnya inovasiinovasi pembelajaran bernuansa teknologi atau internet. Ada beberapa referensi media pembelajaran seperti multimedia interaktif menggunakan powerpoint (Zarkasi & Taufik, 2. yang juga bisa dimanfaatkan. Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index namun ternyata belum bisa menjadi solusi saat covid-19 melanda karena hampir semua peserta didik di madrasah belum memiliki laptop atau komputer untuk mengakses media tersebut, sehingga perlu dikembangkan menjadi media yang bisa dijangkau menggunakan android karena mayoritas peserta didik sudah memiliki Selain media dan bahan ajar yang perlu diperkaya dan disesuaikan dengan kondisi . peserta didik, pendidik seharusnya juga mencari dan menerapkan model pembelajaran seperti problem based learning (PBL), inquiri (Muvid et al. , 2. , dan sebagainya agar pembelajaran qurAoan hadis lebih nyata karena menyatu dan kontekstual dan menyenangkan untuk dipelajari serta melatih peserta didik untuk berpikir kritis sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21. Wabah pandemi covid-19 yang melanda dunia dan juga melanda Indonesia, memaksa adanya percepatan transformasi digital. Hal ini tidak mudah dicapai sebab tingkat literasi digital Indonesia yang masih tergolong rendah, ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang belum dapat mengidentifikasi adanya berita hoaks. Indonesia menempati peringkat ke-56 dari 63 negara dalam IMD World Digital Competitiveness Ranking 2019. Maka dari itu solusi untuk peningkatan literasi digital masyarakat Indonesia adalah mengadakan kegiatan yang berkesinambungan meskipun dengan proses yang tidak sebentar (Rochadiani et al. , 2. Kompetensi literasi digital juga sangat penting dimiliki peserta didik, karena selama covid-19 ini jumlah penyebaran hoaks begitu massif dan terus bertambah, yang paling banyak menyebarkan berita hoaks tersebut adalah generasi milenial. Terjadinya pandemi covid-19 akhirnya mengubah proses pembelajaran qurAoan hadist yang awalnya tatap muka . menjadi daring . Sehingga kompetensi literasi digital memiliki hubungan erat dengan pelaksanaan pembelajaran qurAoan hadist secara daring tersebut, kemudian perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat literasi digital pada peserta pembelajaran Salah satu acuan untuk melakukan pengukuran tingkat literasi digital adalah Konsepsi Bawden, yang membagi kompetensi literasi digital pada empat aspek (Irhandayaningsih, 2. Kompetensi literasi digital tingkat dasar hingga tingkat Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index menganalisis, memverifikasi, mengevaluasi, mendistribusikan, memproduksi, berpartisipasi, serta berkolaborasi (Asari et al. , 2. Internet telah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sekarang ini, di mana sebuah konsep baru telah muncul. Konsep ini adalah Literasi Digital. Kita dapat mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan untuk menghasilkan informasi menggunakan teknologi digital. Keterampilan literasi digital adalah salah satu keterampilan terpenting yang harus dimiliki individu di zaman sekarang. Saat ini, peserta didik dan pendidik diperkenalkan dengan alat digital kemudian mulai menggunakannya untuk belajar, membaca dan bahkan menulis (Yildiz, 2. Hutson menjelaskan bahwa bahan ajar adalah sumber belajar yang digunakan pendidik untuk menyampaikan pembelajaran yang dapat mendukung proses pembelajaran serta meningkatkan keberhasilan peserta didik. Idealnya bahan ajar akan disesuaikan dengan konten yang digunakan oleh pendidik, untuk peserta didik di kelas dalam berbagai bentuk dan jenis, tetapi semua memiliki tujuan pembelajaran yang sama (Farhana et al. , 2. Meski demikian dalam konteks pandemi covid-19 di Indonesia, baik peserta didik, orang tua, maupun pendidik seharusnya juga memberikan dukungan serta arahan positif kepada peserta didik dalam berinternet, strategi yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan parenting mediation. Temuan ini menjadi entry point bagi para pemangku kepentingan agar lebih memperhatikan penggunaan internet pada peserta didik untuk merasakan pentingnya literasi digital serta keterampilan pengendalian diri dalam perilaku online (Purnama et al. , 2. Bahan ajar qurAoan hadist terintegrasi internet yang digunakan untuk meningkatkan literasi digital peserta didik MAS Miftahussalam Demak ini merupakan bahan ajar yang berisi PowerPoint, peta konsep, link penjelasan materi via youtube. LKPD, serta pdf dari bahan ajar tulis yang diringkas menjadi satu lembar dan semuanya diakses menggunakan gawai dari peserta didik. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atau penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap. Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mengetahui bagaimana implementasi bahan ajar qurAoan hadist terintegrasi internet untuk meningkatkan literasi digital peserta didik MAS Miftahussalam Demak. Peneliti menggunakan metode analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi tiga aktivitas, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sukmadinata, 2. PEMBAHASAN Pendidik semestinya aktif menggunakan media digital, kompetensi digital dilingkungan madrasah masih tergolong sangat sedikit. Revolusi industri 4. 0 ini membuat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus bergerak dengan cepat serta semakin canggih. Informasi semakin cepat dan berlimpah namun belum dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri termasuk dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran Al-QurAoan Hadist. Literasi digital bagi pendidik tentunya akan mempunyai banyak sekali manfaat seperti kaya informasi, mengembangan skill, membuat media digital dll. Dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadist, kompetensi literasi digital pendidik dapat menjawab tantangan dalam pembelajaran di era 4. 0, sedangkan tujuan yang dicapai dalam Al-QurAoan Hadist berbasis literasi digital adalah pendidik menjadi semakin melek teknologi, mempermudah kerja pendidik, dan memperluas pengetahuan peserta didik. Subyek dari penelitian ini adalah para peserta didik dilingkungan MAS Miftahussalam Demak. Pentingnya pengembangan kompetensi guru ini khususnya literasi digital yang memberikan dampak positif bagi pemahaman dan ketrampilan dalam menggunakan media digital khususnya untuk media pendidikan. Literasi digital khususnya bagi pendidik yang sudah lansia, kebanyakan belum paham secara efektif dalam memanfaatkan media informasi digital. Oleh karena itu pembelajaran digital perlu diterapkan karena solusi praktis untuk membangun kompetensi literasi digital bagi pendidik yang memiliki karakter SDM yang unggul dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index Gambar 1. Konsep bahan ajar qurAoan hadist terintegrasi internet Gambar di atas merupakan konsep dari bahan ajar mata pelajaran Al-QurAoan Hadist yang diintegrasikan dengan internet untuk meningkatkan literasi digital peserta didik di MAS Miftahussalam Wonosalam Demak. Bahan ajar yang dibuat ini berisi penjelasan materi yang disajikan dalam youtube, kemudian bahan ajar ini juga berisi peta konsep . ind ma. yang merupakan ringkasan materi yang akan dibahas yang disertai juga dengan gambar, setelah itu bahan ajar juga berisi penilaian . ikap, pengetahuan dan keterampila. yang dikemas dalam Google formular, selain itu dalam bahan ajar ini juga disertakan dengan PowerPoint yang berisi penjelasan materi dan juga bahan ajar pdf. Gambar 2. Contoh bahan ajar yang sudah diitegrasikan dengan internet Dengan bahan ajar yang dibuat ini, dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi deferensiasi dari peserta didik MAS Miftahussalam Demak. Bahan ajar ini bisa memfasilitasi berbagai gaya belajar peserta didik, dan juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi perbedaan/variasi kecepatan belajar masing-masing peserta didik. Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index Ketika bahan ajar ini diimplemetasikan di kelas XII IPA dan IPS MAS Miftahussalam Demak, respon yang didapatkan sangat memuaskan, hal itu diketahui dari total peserta didik yang mengerjakan penilaian melalui google formulir baik penilaian sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Kemudian respon yang sangat baik juga dibuktikan dengan jumlah penonton pada kanal youtube yang berisi tentang penjelasan materi tersebut, hal itu juga ditambah dengan berbagai komentar yang ditulis peserta didik pada kolom komentar di chanel yotube tersebut. Acuan yang digunakan untuk mengukur tingkat literasi digital peserta didik MAS Miftahussalam Demak adalah Konsepsi Bawden. Bawden membagi kompetensi literasi digital menjadi empat tahapan. Penelitian yang dilakukan berhasil menunjukkan bahwa peserta didik MAS Miftahussalam Demak memiliki tingkat literasi digital yang cukup tinggi jika diukur menggunakan Konsepsi Bawden. Hal ini dilihat dari aspek kemampuan dasar literasi digital, semua peserta didik MAS Miftahussalam mampu terhubung ke berbagai platform yang dimaksudkan untuk mengikuti pembelajaran Al-QurAoan Hadist secara online, kemudian mampu menggunakan teknologi Google Slide untuk membuka powerpoint yang ditentukan. Pada aspek kedua, latar belakang pengetahuan informasi, hampir semua peserta didik MAS Miftahussalam Demak mampu mencari suplemen pembelajaran dalam bentuk materi dan menemukan relevansinya dengan penilaian yang Pada aspek ketiga, kompetensi utama literasi digital, sebagian besar peserta didik MAS Miftahussalam mampu mengidentifikasi kata kunci dari materi tersebut, serta mampu menjelaskan kembali konsep materi tersebut dalam peta konsep yang dibuatnya. Pada aspek sikap dan perspektif pengguna informasi hampir semua peserta didik MAS Miftahussalam Demak mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan. Bahan ajar ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran daring . , luring . , maupun blanded learning. Meskipun bahan ajar ini terbilang sangat sederhana, namun bahan ajar ini dapat menjadi solusi untuk madrasah yang mengalami keterbatasan karena memiliki computer / laptop yang terbatas, juga bagi Zarkasi: Implementasi Bahan Ajar. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index peserta didik yang belum mempunyai laptop karena cukup memanfaatkan gawai yang dimiliki. KESIMPULAN Acuan yang digunakan untuk mengukur tingkat literasi digital peserta didik MAS Miftahussalam Demak adalah Konsepsi Bawden. Bawden membagi kompetensi literasi digital menjadi empat tahapan. Penelitian yang dilakukan berhasil menunjukkan bahwa peserta didik memiliki tingkat literasi digital yang cukup tinggi jika diukur menggunakan Konsepsi Bawden. Hal ini dilihat dari aspek kemampuan dasar literasi digital, semua peserta didik mampu terhubung ke berbagai platform yang dimaksudkan untuk mengikuti pembelajaran Al-QurAoan Hadist secara online, kemudian mampu menggunakan teknologi Google Slide untuk membuka powerpoint yang ditentukan. Pada aspek kedua, latar belakang pengetahuan informasi, hampir semua peserta didik mampu mencari suplemen pembelajaran dalam bentuk materi dan menemukan relevansinya dengan penilaian yang disediakan. Pada aspek ketiga, kompetensi utama literasi digital, sebagian besar peserta didik mampu mengidentifikasi kata kunci dari materi tersebut, serta mampu menjelaskan kembali konsep materi tersebut dalam peta konsep yang Pada aspek sikap dan perspektif pengguna informasi hampir semua peserta didik mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan. *** DAFTAR PUSTAKA