Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. KOLABORASI PENDAMPINGAN PEMASARAN PRODUK USAHA MIKRO KECIL (UMK) BERBASIS DIGITAL MARKETING DI DESA JATIMUKTI. KEC. JATINANGOR, KAB. SUMEDANG. JAWA BARAT Astika Ummy Athahirah1* Fakultas Politik Pemerintahan. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Sumedang. Jawa Barat *Korespondensi: astika@ipdn. Abstrak Tantangan digitalisasi yang semakin pesat menuntut adanya pemasaran produk Usaha Mikro Kecil (UMK) menggunakan berbagai platform media sosial ataupun platform berbasis web yang dapat diakses pada smartphone masing-masing. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pemasaran produk UMK ini seperti minimnya pengetahuan pelaku UMK dalam hal teknis pemasaran secara tepat sehingga diperlukan pendampingan pemasaran produk berbasis digital marketing. Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan kolaborasi antara penulis sebagai dosen pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat dengan seorang konsultan pemasaran di Jawa Barat. Adapun tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka memaksimalkan proses pendampingan pemasaran produk berbasis digital marketing melalui beberapa elemen kolaborasi sehingga masing-masing pelaku UMK dapat menguasai penggunaan salah satu atau beberapa platform. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh elemen kolaborasi dapat terpenuhi dengan baik, meskipun waktu pelaksanaan kegiatan ini sangat singkat, namun proses pendampingan pemasaran produk berbasis digital marketing terus berlanjut hingga saat ini sebagai wadah konsultasi bagi pelaku UMK di Desa Jatimukti. Kec. Jatinangor. Kata kunci: Kolaborasi. Usaha Mikro Kecil (UMK), digital marketing. Abstract The increasingly rapid challenge of digitalization requires marketing of Micro. Small Enterprises (MSE. products using various social media platforms or web-based platforms that can be accessed on each However, there are still several obstacles faced in marketing MSE products, such as the lack of knowledge of MSEs in terms of proper marketing techniques, so digital marketing-based product marketing assistance is needed. This activity was carried out through collaborative activities between the author as a lecturer implementing community service and a marketing consultant in West Java. The aim of this activity is to maximize the digital marketing-based product marketing assistance process through several collaboration elements so that each MSEs actor can master the use of one or several platforms. This activity uses a Participatory Action Research (PAR) approach. The results show that all elements of collaboration can be fulfilled well, even though the time for implementing this activity is very short, the digital marketing-based product marketing assistance process continues to this day as a consultation forum for MSEs in Jatimukti Village. Jatinangor Subdisctrict. Keywords: Collaboration. Micro Small Enterprises (MSE. , digital marketing. Submit: Mei 2024 Diterima: Mei 2024 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Perkembangan teknologi saat ini sudah merambah ke berbagai sektor kehidupan manusia diantaranya sektor pendidikan, kesehatan, sosial, budaya bahkan sektor ekonomi. Perkembangan teknologi yang begitu pesat ini harus dihadapi manusia untuk menjaga Perkembangan teknologi menyebabkan banyaknya aktivitas kehidupan manusia konvensional . beralih dengan menggunakan media digital . atau menggunakan keduanya baik offline maupun online. Sehingga digitalisasi semakin berkembang. Selain itu, mewabahnya pandemi Covid-19 pada tahun 2019 lalu juga menjadi aktivitas masyarakat berbasis digital. Pandemi Covid-19 ini menyebabkan aktivitas masyarakat secara tatap muka dibatasi untuk mencegah penularannya, sehingga banyak kegiatan masyarakat yang dialihkan dengan menggunakan media digital. Berkembangnya digitalisasi salah satunya ditandai dengan penggunaan telepon pintar genggam/ smartphone yang semakin meningkat. Indonesia menempati urutan ke-6 di dunia dengan sebesar 73 juta pengguna setelah Cina. India. Amerika Serikat. Rusia dan Brazil (Goodstats. id, 2. Hal ini disebabkan karena kegiatan berbasis digital dengan mudah dapat diakses Saat Smartphone tidak hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi. Melainkan dapat digunakan untuk mengakses berbagai data pengguna, hiburan, . Vol. 8 No. Mei 2024 Penyediaan berbagai kebutuhan berbasis digital saat ini dapat diakses dengan mudah dan efisien secara online melalui berbagai platform. Masyarakat tidak perlu mengantri berjam-jam untuk kebutuhannya dimanapun dan kapanpun asalkan memiliki akses internet yang Cukup hanya di klik pada Smartphone masing-masing melakukan proses transaksi produk. Hal ini pun menjadi tantangan bagi berbagai pelaku usaha untuk dapat memasarkan produk dengan baik. Meningkatnya transaksi jual beli produk berbasis digital tentunya menjadi tantangan bagi berbagai sektor usaha penyedia barang maupun jasa. Begitupun dengan sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyediakan berbagai produk barang dan jasa. UMKM merupakan penggerak utama kegiatan perekonomian nasional pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di atas 50 persen (Tambunan, 2021. dan membantu penyerapan tenaga kerja, serta menjadi penyumbang nilai ekspor (Amelia et al. Bahkan sektor Usaha Mikro dan Kecil merupakan sumber utama peluang kerja bagi pekerja berketerampilan rendah dan peluang usaha bagi perempuan menikah dari rumah tangga miskin pedesaan (Berry et al. , 2001. Berry & Rodriguez, 2001. Tambunan. Sektor UMKM ini pada dasarnya terbagi menjadi Usaha Mikro. Usaha Kecil dan Usaha Menengah sebagaimana terdapat dalam UndangUndang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil. Mikro dan Menengah. Dalam Undang-Undang ini menjelaskan bahwa masing-masing sektor usaha tersebut memiliki kriteria yang berbeda terutama dilihat dari aspek kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Menghadapi tantangan digitalisasi. UMKM mengharuskan dapat dilakukan secara offline dan online (Tambunan, 2021. Sehingga menggunakan berbagai platform media sosial dan marketplace yang dapat diakses pada smartphone masingmasing dengan mudah. Hal ini juga didukung dengan fakta bahwa 67% pemilik smartphone yang ada di Indonesia lebih memilih berbelanja secara langsung melalui smartphone mereka . id, 2. Fakta ini semakin meningkat dari tahun ketahun mengingat perkembangan platform belanja online . -commerc. yang juga semakin meningkat di Indonesia. Dalam pemasaran produk UMKM masih terdapat berbagai kendala. Seperti yang dihadapi oleh pelaku usaha Desa Jatimukti. Kecamatan Jatinangor. Kabupaten Sumedang. Pelaku usaha di Desa Jatimukti masih didominasi oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil. Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil dan Menengah. Usaha mikro merupakan usaha produktif yang dimiliki oleh perorangan ataupun badan usaha perorangan yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 000,yang tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Sedangkan Usaha Kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 000,- sampai dengan paling banyak Rp. 000,yang tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Berdasarkan hasil diskusi awal dengan 33 pelaku usaha yang ternyata hanya terdiri dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMK). Seluruh pelaku usaha ini hampir semuanya sudah WhatsApp. Selain itu juga memiliki Vol. 8 No. Mei 2024 beberapa media sosial lainnya seperti Instagram dan Facebook. Namun sebagian besar hanya digunakan untuk aktivitas pribadi. Media sosial yang sudah dimiliki belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk pemasaran produk usaha mereka. Hal ini disebabkan karena sebagian pelaku usaha, masih memasarkan produk mereka secara tepat pada platform media sosial yang sudah mereka miliki. Sehingga dalam kegiatan pemasaran produk UMK ini perlu dilakukan pendampingan mulai dari tahap pengemasan produk sampai dengan pemasaran produk yang dapat jumlah omset penjualan. Produk UMK yang ada di Desa Jatimukti ini terdiri dari produk pakaian, makanan, minuman, perlengkapan rumah tangga, sembako, kebutuhan sehari-hari, dan dekorasi rumah. Sebagaimana terdapat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Data pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK)Desa Jatimukti Nama Produk Media Sosial Pelaku Homedecor Instagram. UMK 1 WhatsApp Bisnis. Facebook Pelaku Makanan Instagram UMK 2 . asreng WhatsApp &WhatsApp Pelaku Fashion. WhatsApp. UMK 3 aksesoris. Pelaku Kuliner WhatsApp UMK 4 Pelaku Pakaian WhatsAp UMK 5 dan &Facebook Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pelaku Makanan. UMK 6 Minuman Perlengkap an Rumah Tangga Pelaku Makanan UMK 7 pakaian Pelaku Pakaian. UMK 8 kerudung Pelaku Sabun cuci UMK 9 tangan Pelaku Fashion UMK Pelaku Makanan UMK &Pakaian Pelaku Pakaian & UMK Pelaku Pakaian UMK Pelaku Alat-alat UMK Pelaku Pakaian UMK Lady Pelaku Beauty UMK Skincare. Busana Pelaku Muslim UMK Kerudung Pelaku UMK Minyak Pelaku UMK BermacamPelaku UMK Peralatan Pelaku UMK WhatsApp Business WhatsApp WhatsApp Shopee WhatsApp WhatsApp Facebook WhatsApp WhatsApp. Facebook. Facebook. Instagram Pelaku UMK Pelaku UMK &FacebookPelaku UMK Pelaku &FacebookUMK &tokopediaPelaku UMK Pelaku UMK Pelaku UMK Pelaku UMK Pelaku UMK &Instagram Pelaku UMK Pelaku UMK Pelaku UMK WhatsApp Vol. 8 No. Mei 2024 Peralatan Peralatan Peralatan Peralatan Peralatan Peralatan Peralatan Ayam Goreng Facebook &WhatsApp WhatsApp WhatsApp WhatsApp. Facebook. Instagram WhatsApp WhatsApp WhatsApp WhatsApp Berbagai WhatsApp Kue. Nasi Kuning dan kupat tahu Berbagai WhatsApp Berbagai WhatsApp Kue Pakaian Shopee, tokopedia, blibli, dan zalora Sumber: Data diolah penulis, 2024 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa produk UMK di desa ini cukup beragam dan jika dikembangkan dan dipasarkan dengan baik, tentunya Shopee. Instagram danWhatsApp dapat meningkatkan perekonomian Pada hakikatnya, pembangunan WhatsApp ekonomi di level bawah memerlukan Langkah-langkah menuju target dan Shopee/Lazada sasaran perlu di sosialisasikan secara masif kepada masyarakat salah satunya Facebook &WhatsApp adalah melalui pendampingan dan Kegiatan ini perlu dilakukan terhadap pelaku UMK terutama yang WhatsApp Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) masih awam dengan penggunaan media sosial dan platform digital marketing yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan revolusi industri Pentingnya kegiatan ini dilakukan juga disebabkan karena latar belakang pelaku UMK yang berasal dari berbagai kalangan dan usia. Bagi pelaku UMK yang tergolong generasi milenial. UMK dipelajari secara mandiri melalui berbagai tutorial yang ada di YouTube dan google. Namun, bagi pelaku UMK yang tergolong usia sepuh, tentunya membutuhkan pendampingan secara intensif dalam pemasaran produk. Produk UMK yang dimiliki oleh desa ini belum begitu khas dan hampir sama dengan produk-produk di desa Sehingga belum memiliki produk unggulan desa. Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mencanangkan program One Village One Product (OVOP) dimana satu desa memiliki satu produk unggulan yang unik dan membedakan produk dari daerah lainnya. Keunikan ini dapat dilihat dari proses produksinya, bahan baku ataupun kultur budaya yang sesuai dengan potensi suatu daerahnya sehingga dapat memberikan nilai tambah produk yang dihasilkan. Sehingga diharapkan dapat bersaing baik dipasar nasional maupun internasional. Dalam program tersebut, para pelaku UMK sangat membutuhkan pendampingan dalam pemasaran produknya. Dalam hal ini, penulis melakukan kolaborasi bersama dengan konsultan marketing di salah satu perusahaan swasta di Jawa Barat. Tujuan kolaborasi ini adalah supaya pelaku UMK memiliki semangat dan motivasi dalam menggali dan mengembangkan produk UMK nya Vol. 8 No. Mei 2024 secara komprehensif terutama produk unggulan desa, proses pemasaran menjadi terarah, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan pasar. Berbagai kegiatan pendampingan pemasaran produk UMK ini sudah ditemukan penulis pada beberapa artikel jurnal Pengabdian Masyarakat yang diperoleh melalui hasil pemetaan pada situs https://openknowledgemaps. diantaranya yang ditulis (Arrosyad et , 2023. MasAoudah et al. , 2022. Nursalam & Alhifni, 2023. Rahma et , 2022. Utomo et al. , 2. Namun dari berbagai kegiatan pengabdian masyarakat tersebut belum ada yang melakukan pendampingan melalui kegiatan kolaborasi. Sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui rangkaian kegiatan kolaborasi pendampingan pemasaran produk UMK di Desa Jatimukti. Kec. Jatinangor. Kab. Sumedang. Jawa Barat. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini berorientasi pada pemberdayaan yang meliputi pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalah secara praktis, pengembangan pada ilmu pengetahuan dan keberagaman pada masyarakat, dan terjadinya proses perubahan sosial dalam keberagaman (Afandi et al. Pada masyarakat menjadi agen utama dalam proses perubahan sosial. Sedangkan dosen pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan kolaborator merupakan fasilitator dalam proses perubahan sosial tersebut. Adapun Participatory Action Research (PAR) Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) ini adalah seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini: Vol. 8 No. Mei 2024 Tahapan Dalam angket yang sudah disebarkan kepada pelaku UMK diberikan sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam pemasaran produknya. Kemudian. Focus Grup Discussion (FGD) dengan UMK mengetahui dan menggali berbagai permasalahan dalam proses pemasaran produk UMK di desa tersebut. Tahapan . Dalam merencanakan upaya untuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh pelaku UMK masalah yang ditemukan pada tahap Focus Grup Discussion (FGD) dengan UMK. Selain permasalahan umum, pelaku UMK permasalahan teknis dalam Sehingga penulis melakukan kolaborasi dengan seorang konsultan marketing di salah satu perusahaan swasta di Jawa Barat. Kolaborasi ini sangat penting dilakukan karena penulis memiliki keterbatasan dalam memahami persoalan teknis dilapangan dalam pemasaran produk UMK. Sehingga dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pelaku UMK dapat mengetahui strategi pemasaran produk dengan Gambar 1. Tahapan Participatory Action Research (PAR) (Afandi et al. , 2. Gambar diatas menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan yang berlangsung secara simultan (Afandi et , 2. Tahapan . Dalam tahap ini, dosen pelaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai penulis melakukan proses inkulturasi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan di lokasi. Dalam hal ini, masyarakat terdiri dari para pelaku UMK yang telah diundang untuk datang ke Kantor Desa Jatimukti. Kecamatan Jatinangor Penulis melakukan riset sederhana survey/kuesioner sebanyak 8 pertanyaan yang disebarkan kepada pelaku UMK untuk diisi terkait identitas usaha yang dimiliki serta pemasaran produk UMK nya. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) melalui berbagai platform. Tahapan to act . Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 . Dalam pemberian materi motivasi keberhasilan para pengusaha yang memulai usahanya dari nol dan minim modal bahkan tanpa modal. Diharapkan materi awal ini menimbulkan semangat baru dan motivasi bagi pelaku UMK untuk memasarkan produknya. Hari kedua dilanjutkan dengan pemberian materi teknis produk melalui platform media sosial (Instagram. WhatsAp. Facebook. Shopee, dan Tokopedia. Kegiatan ini juga diikuti dengan memberikan materi pemasaran produk secara efektif dan efisien oleh Tahapan . Tahap merupakan tahap akhir dalam Participatory Action Research (PAR). Dalam diharapkan pelaku UMK sudah bisa memasarkan masing-masing secara mandiri. Diharapkan kedepannya pelaku UMK tidak hanya memasarkan Vol. 8 No. Mei 2024 sudah menggunakan platform yang sudah disarankan dalam memasarkan produk masingmasing. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemasaran . igital marketin. pada dasarnya merupakan metode pemasaran yang saat ini banyak digunakan perusahaan dalam memasarkan produknya seiring dengan Penggunaan marketing semakin meningkat ketika dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang mengarahkan beberapa aktivitas masyarakat berbasis online dan mengurangi upaya tatap muka . ace to Pemasaran digital juga menuntut produk-produk melalui media online yang dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja sehingga dapat menjangkau konsumen lebih luas. Jenis pemasaran ini dapat dilakukan melalui media sosial dan platform e-commerce lainnya. Kegiatan pemasaran digital ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan . diantaranya memiliki biaya pemasaran yang lebih murah, memiliki kemampuan branding yang lebih cepat konsumen yang lebih luas, pemasaran produk yang lebih efektif dan tepat mengumpulkan data-data konsumen. Pemasaran produk secara digital ini sudah merupakan suatu keharusan supaya jangkauan pemasaran lebih luas, dan tidak memakan waktu dan Pentingnya setiap produk UMK ini memasarkan produk berbasis digital marketing diharapkan dapat masyarakat melalui peningkatan daya beli produk ditengah masyarakat. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Sehingga dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, penulis memaksimalkan upaya dan praktik pemasaran produk di Desa Jatimukti. Kecamatan Jatinangor ini. Kolaborasi merupakan upaya yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam membagi berkelanjutan untuk suatu tujuan tertentu atau mencapai suatu tujuan bersama (Harley & Nick Blismas. Dalam penyelenggaraannya, kolaborasi memiliki beberapa elemen kesetaraan dan kekuasaan, kemitraan, insentif dan nilai, negosiasi, serta berbagi pengetahuan antar organisasi (Harley & Nick Blismas, 2. Elemen-elemen dalam kolaborasi pendampingan pemasaran produk ini telah dilaksanakan dengan baik, meskipun waktu pelaksanaan secara tatap muka sangat singkat dan terbatas, namun kegiatan pendampingan masih dapat berlanjut setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara tatap muka selesai dilaksanakan. Elemen kolaborasi dari aspek komunikasi dapat dilaksanakan dengan baik, antara penulis dan konsultan marketing dengan peserta . elaku UMK). Untuk komunikasi, penulis menyediakan WhatsApp Grup yang beranggotakan penulis, konsultan marketing, pelaku UMK Desa Jatimukti, kepala desa dan perangkat desa. Grup ini bersifat terbuka dan informal bagi semua UMK mendiskusikan berbagai hal terkait pemasaran produk UMK berbasis digital marketing. Grup ini juga digunakan untuk membagikan berbagai materi pendampingan yang sudah Vol. 8 No. Mei 2024 konsultan marketing. Elemen kepercayaan dan rasa hormat juga ditunjukkan oleh peserta terhadap penulis dan konsultan Hal ini dapat dilihat dari semangat dan tingkat kehadiran peserta yang cukup banyak dan aktif dalam mengikuti kegiatan ini. Sehingga sebagai bentuk apresiasi, penulis, konsultan marketing dan dibantu panitia menyediakan snack dan makan siang bagi seluruh peserta dan doorprize bagi peserta yang sangat aktif mengikuti kegiatan ini. Selain itu, bagi produk UMK yang belum memiliki label produk, maka penulis membuatkan label produk dan memberikan label produk yang sudah dicetak kepada pelaku UMK seperti yang terdapat pada gambar dibawah Gambar 1. Pemberian label produk kepada pelaku UMK Dalam elemen kesetaraan dan kekuasaan, setiap peserta, dosen Pengabdian Masyarakat . dan konsultan memiliki peran sesuai kapasitasnya masing-masing. Penulis dan konsultan marketing memiliki peran utama dalam memotivasi pelaku UMK untuk bersemangat mengembangkan produk usahanya dan mendampingi kegiatan pemasaran produk. Namun, upaya ini juga perlu mendapatkan dukungan dari kepala desa, perangkat desa dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) stakeholder terkait, terutama terkait UMK Sehingga dalam kegiatan Kepala Desa Jatimukti untuk menggali informasi terkait kebijakan pengembangan UMK dan penganggaran yang disediakan desa terhadap pelaku UMK yang dapat mendorong terwujudnya OVOP (One village One Produc. Salah pemasaran produk berbasis digital marketing ini adalah melalui kegiatan kemitraan yang dilakukan oleh dosen sebagai pelaksana pengabdian kepada marketing dan aparatur desa. Kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kegiatan kemitraan ini. Keberlanjutan pengembangan produk UMK membutuhkan dukungan dari setiap elemen terkait. Jika terdapat kendala teknis dalam pemasaran produk, maka pelaku UMK dapat meminta bantuan marketing, namun jika pelaku UMK pengembangan usaha dan bantuan modal, maka kepala desa melalui kebijakan penganggarannya dapat membantu memecahkan masalah ini. Jika masing-masing stakeholder ini mengembangkan produk unggulannya yang menjadi pembeda dengan produk desa lainnya. Sehingga dapat bersaing Elemen insentif dan nilai berkaitan erat dengan tujuan dan sasaran yang dapat dicapai dalam kegiatan kolaborasi ini. Mitra dapat mengidentifikasi nilai dan manfaat Vol. 8 No. Mei 2024 yang dapat diperoleh melalui kegiatan Bagi penulis, kegiatan ini menjadi salah satu kewajiban pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang harus dijalankan terutama terhadap lingkungan di sekitar kampus yaitu di Kecamatan Jatinangor. Bagi konsultan marketing, tentunya kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMK dalam memulai usaha sampai dengan memasarkannya. Bagi pelaku UMK, tentunya kegiatan ini permasalahan yang dihadapi dalam memulai usaha sampai memasarkan Bagi pelaku UMK yang sudah berusia lanjut, hal ini menjadi terbatasnya kemampuan menggunakan Sehingga saat pelatihan berlangsung, para pelaku UMK langsung praktik dalam membuat akun produk/akun marketplace/akun ecommerce lainnya. Meskipun diawal penulis sudah melakukan survey terhadap pelaku UMK, di akhir melakukan evaluasi terhadap rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan menggunakan angket yang diisi oleh Berdasarkan hasil angket, para peserta menyatakan senang dan puas atas kegiatan pengabdian masyarakat ini dan berharap kegiatan ini terus berlanjut, serta dapat bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan penulis sebelum dilaksanakan, diperoleh beberapa informasi mengenai kendala yang dihadapi dalam pengembangan produk UMK diantaranya adalah keterbatasan modal dalam mengembangkan usaha. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) memasarkan produk secara online sehingga menyebabkan lemahnya produk UMK. Sebagai bagian dari elemen negosiasi, penulis sangat menyarankan kepada kepala desa untuk dapat menganggarkan pemberian pengembangan produk UMK dalam mewujudkan program pemerintah dalam membentuk OVOP (One village One Produc. , serta secara konsisten memfasilitasi kegiatan pelatihan bagi UMK meningkatkan keahliannya. Upaya negosiasi yang dilakukan penulis kepada kepala desa dan perangkatnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pemberian bantuan modal dan penyediaan sarana dan prasarana. Elemen terakhir yang dilakukan dalam kegiatan kolaborasi ini adalah kegiatan berbagi pengetahuan antar Sebelum pendampingan ini dilakukan, terlebih dahulu penulis menyebarkan kuesioner kepada 33 orang pelaku UMK terkait beberapa hal seperti pada gambar dibawah ini Vol. 8 No. Mei 2024 dengan waktu dan jenis UMK yang sudah dijalankan, pemasaran produk UMK dan kendalanya, dampak covid19 terhadap pemasaran produk serta harapan dari pelaksanaan kegiatan Beberapa pertanyaan ini menjadi preferensi awal bagi penulis untuk mengupayakan langkah yang perlu dilakukan dalam pendampingan pemasaran produk UMK. Setelah pengisian kuesioner, penulis melakukan Focus Grup Discussion (FGD) dengan pelaku UMK untuk menggali lebih dalam terkait permasalahan dalam proses pemasaran produk UMK di desa tersebut seperti yang sudah dituliskan peserta dalam kuesioner. Pada hari berikutnya dalam pelaksanaan pendampingan ini, penulis langsung memberikan materi bersama dengan konsultan marketing. Adapun urutan materi yang disampaikan adalah materi awal mengenai motivasi berbisnis dan tayangan beberapa video pengusaha yang mencapai keberhasilan memulai bisnis berbasis home industry. Pemberian materi bertujuan untuk memberikan semangat kepada pelaku UMK dalam mencapai keberhasilan seperti yang terdapat pada tayangan video tersebut. Materi berikutnya adalah pembahasan mengenai urgensi pemanfaatan digital marketing, strategi pemasaran go-online . enemukan target pasar yang tepat melalui digital marketin. dimulai dari tahapan persiapan memulai bisnis, pembuatan produk, pengemasan produk dan pemasaran produk . eperti tips dan trik dalam mengupdate status produk dan waktu promosi produk, serta cara tepat menemukan target pasa. dilanjutkan pembuatan akun platform digital marketing melalui media sosial seperti (WhatsApp Bisnis. Instagram dan Marketplace Facebook dan Tikto. Gambar 2. Kuesioner yang diisi pelaku UMK Secara umum, pertanyaan dalam kuesioner yang disebar pada hari pertama kegiatan tersebut berkaitan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dan pembuatan platform digital marketing berbasis web. Dalam pendampingan pembuatan akun platform digital marketing, pemateri menyampaikan beberapa kekurangan dan kelebihan dari masingmasing platform. Sehingga pelaku UMK dapat menentukan platform yang bisa mereka kuasai dalam memasarkan produknya terutama bagi pelaku UMK yang sudah berusia lanjut, maka dibutuhkan usaha yang lebih maksimal Adapun dokumentasi kegiatan pendampingan pemasaran produk dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Vol. 8 No. Mei 2024 UMK untuk melihat secara langsung proses produksi sampai dengan pengemasan produk. Dari beberapa kunjungan ke rumah produksi UMK, penulis mendapati minimnya sarana dan alat produksi sehingga masih menggunakan alat secara manual. Hal ini juga menyebabkan jumlah produk UMK yang belum dapat diproduksi dalam jumlah banyak. Selain itu, masih pemasaran produk, menyebabkan banyaknya produk UMK hanya dipasarkan pada lingkungan sekitar rumah produksi, antar RW dan beberapa warung dan toko kelontong di sekitar Desa Jatimukti. Adapun beberapa produk UMK Desa Jatimukti dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 3. Kegiatan pendampingan pemasaran produk berbasis digital marketing di Desa Jatimukti. Kegiatan dilaksanakan selama 2 . hari, mengingat kegiatan ini bersifat teknis dan pemateri harus memastikan bahwa seorang pelaku UMK dapat menguasai minimal satu akun media sosial dapat Namun, pendampingan ini tetap berjalan melalui WhatsApp grup, meskipun pelatihan secara tatap muka terbatas dalam waktu 3 hari. Dan diakhir sesi pembuatan akun, pemateri memberikan reward kepada peserta yang sangat aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Kegiatan kerumah produksi beberapa pelaku Gambar 4. Produk UMK Desa Jatimukti Pada saat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, produk UMK diatas belum memiliki label produk, namun pengemasan produk sudah rapi. Sehingga pembuatan label produk kepada produk UMK Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) KESIMPULAN Secara Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh penulis melalui kegiatan kolaborasi dengan salah satu konsultan marketing di Jawa Barat sudah terlaksana dengan baik. Pelaku UMK di Desa Jatimukti ini cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi melalui angket yang pelaksanaan kegiatan. Banyak harapan dari pelaku UMK yang menginginkan produk UMK mereka dapat dipasarkan internasional dan memberikan dampak Kegiatan kolaborasi ini sangat penting dilakukan karena keterbatasan penulis dalam hal teknis pemasaran berbasis digital marketing di lapangan. Selain itu, kegiatan kolaborasi ini kegiatan pendampingan pemasaran produk sehingga pendampingan dapat dilakukan bahkan sampai saat ini, setelah kegiatan tatap muka selesai Seluruh elemen dalam kegiatan kolaborasi sudah terpenuhi dengan baik seperti komunikasi, kesetaraan dan kekuasaan, kemitraan, insentif dan nilai, negosiasi, serta berbagi pengetahuan antar organisasi. Meskipun waktu tatap muka dilapangan hanya dilaksanakan selama 3 . Sebagai bagian dari tahapan Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini diawali dengan Focus Grup Discussion (FGD) antara penulis, pelaku UMK dan stakeholder terkait. Hasil FGD ini menyimpulkan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMK diantaranya permasalahan bantuan modal usaha dan pemasaran produk. Oleh sebab itu. Vol. 8 No. Mei 2024 penulis sangat menyarankan kepada kepala desa dan stakeholder terkait untuk bisa menganggarkan bantuan modal usaha pada beberapa pelaku UMK dengan syarat dan ketentuan Selain itu, untuk mewujudkan produk unggulan desa dan membentuk OVOP (One village One Produc. , pemerintah desa dan stakeholder terkait perlu memaksimalkan potensi yang ada di desa dengan baik. Sehingga Desa Jatimukti memiliki produk unggulan yang berbeda dengan desa lainnya, memiliki daya saing nasional bahkan Selain itu, penulis juga menyarankan adanya pelatihan secara terjadwal bagi pelaku UMK untuk meningkatkan kapasitas dan Sumber Daya Pelaku UMK. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan pendampingan pemasaran produk ini, terutama kepada Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN. Pemerintah Desa Jatimukti. Mitra penulis yang sudah bersedia berkolabolasi dalam kegiatan ini serta seluruh pelaku UMK yang cukup antusias mengikuti kegiatan ini. REFERENSI