5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN GAYA HIDUP REMAJA DI DESA CARANGREJO Muchammad Rizal Al -Annur1. Firman2 1,2, STKIP PGRI Jombang rizalalannur7@gmail. com , 2namrif63@gmail. Abstract Social media is a technology product that is widely used by society. Social media can give rise to new lifestyle changes for its users, such as consumerism and hedonism, which have both good and bad impacts. The aim of this research is . to describe the role of social media in changing adolescent lifestyles through hedonistic living behavior in Carangrejo Village. to describe the role of social media in changing consumer lifestyles among teenagers in Carangrejo Village and to describe the impact of changes in teenagers' lifestyles in Carangrejo Village, caused by social media. The method used in this research is qualitative using interview, observation and documentation techniques. The results of this research are . the role of social media in changing hedonistic lifestyles, especially among teenagers who are still at high school level, who use social media only for fun and entertainment without considering the negative impacts. the role of social media in changing consumer lifestyles among teenagers, who tend to be economically wasteful because they buy something without thinking about the price and benefits, just to fulfill their desires. the impact of the role of social media in changing lifestyles in terms of hedonism and consumption has its own characteristics, hedonism has the characteristics of teenagers who like to be alone, use social media only for entertainment, this behavior cannot be separated from consumption because they both use social media only as a place of pleasure, this consumptive characteristic is more economically wasteful, likes buying things that are not clear, related to this impact there are already solutions from the village such as outreach to the community regarding the good use of social media. Keywords: Social Media. Lifestyle and Teenagers. Abstrak Media sosial merupakan produk teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh Media sosial dapat memunculkan perubahan gaya hidup baru bagi penggunanya, seperti gaya hidup konsumtif dan hedonisme yang memiliki dampak baik dan buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah . untuk mendeskripsikan peran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja melalui perilaku hidup hedonisme yang ada di Desa Carangrejo. untuk mendeskripsikan peran media sosial dalam perubahan gaya hidup konsumtif pada remaja yang ada di Desa Carangrejo dan untuk mendeskripsikan adanya dampak terjadinya perubahan gaya hidup remaja di Desa Carangrejo, yang diakibatkan media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah . peran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja di Desa Carangrejo, terutama pada remaja yang masi berpendidikan tingkat SMA, memanfaatkan media sosial hanya sebagai kesenangan dan hiburan saja tanpa melihat dampak . peran media sosial dalam perubahan gaya hidup hedonisme dan konsumtif pada remaja, cenderung boros dalam hal ekonomi karena, membeli sesuatu tanpa memikirkan harga dan manfaat, hanya untuk memnuhi hasrat saja. perilaku tersebut tidak bisa dipisahkan karena sama sama menggunakan media sosial hanya sebagai tempat kesenangan akan tetapi, ciri konsumtif ini lebih boros ekonomi, suka membeli barang yang tidak jelas, terkait dampak tersebut sudah ada solusi dari desa seperti sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan media sosial yang baik. Kata kunci : Media Sosial. Gaya Hidup dan. Remaja. PENDAHULUAN Media sosial merupakan produk teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebagai produk teknologi, maka internet dapat memunculkan jenis interaksi sosial baru yang berbeda dengan interaksi sosial sebelumnya. Jika pada masa lalu masyarakat berinteraksi secara face to face Communication, maka dewasa ini masyarakat berinteraksi di dunia maya atau melalui interaksi sosial. (Oktaviani, 2. Rata rata para kalangan remaja di jejaring sosial nampak lebih dekat dan nyata dibanding keberadaan tetangga. Orang-orang kemudian menjadi begitu terobsesi dengan dunia maya dan menarik diri dari lingkungan Hal yang kemudian menimbulkan berbagai gangguan kepribadian seperti sikap yang suka menyendiri, cenderung tidak peka dengan kebutuhan orang sekitar, individualistis dan lain-lain di karenakan media Penggunaan sarana media sosial saat ini memang berkembang begitu pesat seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi, dimana diperhadapkan kepada banyak pilihan untuk dapat mengakses informasi baik melalui media konvensional seperti media cetak maupun media elektronik dan yang paling berkembang adalah media sosial. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media komunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan, dan pergaulan sosial. (Ola, 2. khususnya pada media sosial yang pertumbuhannya sangat meningkat. Media sosial yang ramai belakangan ini seperti Facebook. TikTok. Twitter. Instagram. Youtube, dan Whatsapp adalah produk teknologi media baru yang kini sedang digemari banyak kalangan. (Oktaviani, 2. Perkembangan yang pesat pada media sosial, seiring waktu sangat digemari oleh kalangan remaja, bahkan dapat sebagai keharusan untuk memiliki media sosial pribadinya sendiri. Namun dalam prakteknya sering kali terjadi tindakan-tindakan yang melanggar aturan bahkan norma yang berlaku sehingga dapat mempengaruhi gaya hidup kalangan remaja. Hal ini karena adanya proses masuknya budaya luar ke dalam budaya asli Indonesia yang bisa dilihat dari budaya berpakaian dan budaya lainnya yang didukung dengan berbagai aplikasi seperti TikTok, sehingga bagi remaja budaya tersebut ialah budaya yang baik untuk diikuti dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Tambunan, 2. TikTok adalah sebuah aplikasi turunan dari internet yang berbasis media sosial dengan memberikan fitur untuk membuat dan membagikan konten berupa video singkat. Tiktok merupakan sebuah aplikasi yang memberikan efek spesial yang unik, menarik, dan bisa digunakan oleh para pengguna aplikasi ini dengan mudah untuk membuat video pendek yang keren dan bisa menarik perhatian banyak orang yang melihatnya. Hasil dari video pendek tersebut bisa diperlihatkan ke teman-teman di sosial media dan pengguna Tiktok lainnya. (A Malimbe, 2. Aplikasi TikTok dapat di gunakan untuk melihat berbagai video pendek dengan macam macam ekspresi pembuatnya. Dalam aplikasi TikTok juga dapat meniru gerakan pada yang lainnya sesuai dengan apa tren yang terbaru. Pembuatan video TikTok banyak dilakukan oleh para remaja di masa kini. TikTok juga digunakan para remaja sebagai penghasil uang, belanja online dan hiburan, akan tetapi para remaja hanya mengetahui dampak positinya saja. TikTok digunakan para remaja sebagai sarana hiburan dan sebagai sarana untuk mencari uang juga. Disisi lain terdapat dampak negatifnya seperti contoh hilangnya rasa malu dan menyia-nyiakan waktu (Nuraisyah, 2. TikTok akhir akhir ini dijadikan jalan pintas untuk mencari ketenaran, dengan berbagai fitur yang menarik mereka memanfaatkan untuk terlihat kreatif agar menarik perhatian orang namun mereka tidak mampu menilai mana yang pantas dan mana yang tidak pantas, mereka membuat konten TikTok dengan gerakan lihat dan berjoget bahkan memperlihatkan keseksian tubuhnya pada aplikasi TikTok tanpa peduli apakah yang mereka tampilkan itu baik atau buruk bagi dirinya maupun penontonnya, dari sisi ini aplikasi tiktok muncul dampak negatifnya seperti menyia nyiakan waktu, tidak dibatasi umur, pelecehan seksual, hilangnya rasa malau, maka dari itu disetiap pengguna TikTok terutama remaja harus berhati hati dan perlu bimbingan guna menghindari dampak negative dari tiktok tersebut. (Phyisipol, 2. Masa remaja merupakan masa yang memiliki kepekaan yang kuat di lingkungan sekitarnya dan hal-hal yang baru, sehingga para remaja sangat mudah beradaptasi terhadap sesuatu yang baru, penggunaan dalam media sosial dikalangan remaja, saat ini merupakan cara untuk menentukan sebuah pilihan dalam penentuan sebuah gaya hidupnya, dengan cara melihat jenis konten-konten dimedia sosial yang diinginkan. Teknologi dalam era modern saat ini sangatlah berkembang pesat dalam kehidupan masyarakat, dari kalangan anak kecil, remaja, bahkan orang-orang tua yang membuat sebuah konten-konten dan diakses dalam media sosial seperti TikTok, instagram,facebook dan lain-lain (Zahro, 2. Gaya hidup adalah gambaran tingkah laku, pola dan dan cara hidup yang di tunjukkan bagaimana aktivitas seseorang. Sedangkan dalam sosiologi gaya hidup adalah cara seseorang hidup, dan sebuah karakteristik perilaku yang masuk akal untuk orang lain maupun diri sendiri dalam suatu waktu dan tempat, termasuk hubungan sosial, konsumsi, hiburan, dan Dalam susunan gaya hidup ada beberapa macam dan bentuk gaya hidup seperti gaya hidup konsumtif, dan gaya hidup hedonisme. Dari setiap gaya hidup tersebut memiliki pengertian tersendiri, dan dapat memacu perubahan gaya hidup seseorang. (Petra, 2. Gaya hidup hedonisme dan konsumtif mememiliki kesamaan tentang sifat gaya hidup pada remaja, hedonisme merupakan sebuah gaya hidup yang semakin ramai memberikan pengaruh bagi kehidupan para remaja. Budaya hedonisme dapat tercermin dari perilaku keseharian. Rasa haus akan suatu hal yang baru, menjadikan remaja memiliki gaya hidup konsumtif yang cukup tinggi. Gaya hidup konsumtif menjadikan para remaja berusaha untuk selalu menggali dan memanfaatkan waktu keseharian remaja untuk melakukan suatu hal yang baru, tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Akhirnya, budaya hedonisme dan gaya hidup yang konsumtif menjadikan remaja selalu ingin hidup mewah dan serba kecukupan (Affifah, 2. Gaya hidup yang berdampingan dengan media sosial saat ini memang menimbulkan dampak pengaruh dalam kehidupan. Sekarang banyak sekali berbagai macam modus kejahatan dimedia sosial yang ditemukan terutama pada remaja seperti adanya kekerasan, pelecehan, bahkan tindakan kriminal seperti penipuan, pemerasan dan pemerkosaan. maka perlu dilakukan arahan, tuntunan, bimbingan, panduan dan pengawalan dari pihak orang tua, guru dan pemangku kepentingan dalam pendidikan anak dan remaja agar nantinya media sosial dapat digunakan secara positif dan berdampak baik pada gaya hidup remaja (Zahro, 2. Sebagian besar remaja, banyak mengalami perubahan gaya hidup melalui media sosial dan akses internet seperti TikTok, dari aplikasi TikTok tersebut terdapat dampak negative yang mempengaruhi pola gaya hidup remaja terutama pada gaya hidup yang konsumtif sampai hedonisme artinya mereka hanya menuju pada kesenangan mereka saja dan menyia nyiakan uang tanpa memikirkan dulu kondisinya sehingga muncul sikap malas, tidak punya rasa malu dalam mengexplor dirinya di TikTok, boros, menyia nyiakan waktu, oleh karena itu para remaja masih membutuhkan tuntutan pengawasan dan arahan mengenai media sosial terutama TikTok agar terhindar dari dampak negative dan mendekatkannya dengan dampak positif media sosial terhadap perubahan gaya hidup remaja. (Chyintia, 2. Penelitian ini dilakukan di Desa Carangrejo dengan pertimbangan setelah dilakukan studi observasi pendahuluan pada tanggal 16 Desember 2022, sejak munculnya perkembangan teknologi seperti aplikasi canggih TikTok, tingkat maju media sosial di Desa Carangrejo bertambah pesat khususnya, berdampak pada perubahan gaya hidup remaja yang masih berada di tingkat pendidikan sekolah SMA, selalu berpacu pada hp dan laptop serta akeaes lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil berbagai kemunculan gaya hidup remaja yang konsumtif dan hedonisme mengakibatkan munculnya sikap lebih kurang bersosialisasi ke masyarakat atau hanya bertujuan untuk kebahagiannya saja, boros, dan tidak punya rasa malu yang akan mengacu pada pedoman media sosial saja. Oleh karena itu di Desa Carangrejo pernah mengadakan acara tentang struktural penggunaan media sosial sebagai tuntutan dan menjadi pembelajaran media sosial terhadap gaya hidup remaja agar tidak terjerumus pada dampak Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul AuPeran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja di Desa Carangrejo Ay. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada berdasarkan data-data yang terkumpul dalam kalimatkalimat yang memiliki arti mendalam, karena menggambarkan hubungan suatu gejala yang satu dengan gejala yang lain. Penelitian kualitatif deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan Peran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja di Desa Carangrejo. Penelitian tersebut bertujuan untuk memperoleh data terkait peran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja, dengan mencari sumber data, peneliti dapat mengetahui keterkaitan fenomena tersebut. Subyek penelitian ini adalah remaja, orangtua remaja, kepala desa Carangrejo. Sumber data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi yang akan diteliti, sedangkan observasi bertujuan untuk melakukan pengamatan pada obyek yang diteliti, dokumentasi, untuk mendapatkan bukti data berupa gambar dari pengamatan yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Peran Media Sosial Dalam Perubahan Gaya Hidup Remaja di Desa Carangrejo Media sosial di Desa Carangrejo saat ini sudah menyebar luas di masyarakat khususnya pada kalangan remaja yang menggunakan media sosial sebagai hiburan dan sebagai alat perbelanjaan maupun teren tren terkini ada beberapa aplikasi yang diakses remaja seperti TikTok. Menurut bapak Supriaji selaku kepala Desa Carangrejo: penggunaan media sosial di Carangrejo sudah menyebar luas terutama pada remaja yang masih berumur 17 tahunan dan masih bersekolah atau tingkat SMA, mereka terpengaruh media sosial pada kebutuhan gaya hidup yang menjadi hedonisme dan konsumtif, dalam arti menggunakan media sosial sebagai tempat hiburan saja dan tempat perbelanjaan yang tidak jelas. Remaja disini terpengaruh media sosial pada negatifnya saja ada juga yang mengetahui kegunaan media sosial seperti dapat digunakan sebagai penghasil uang akan tetapi tetap saja selalu di dampingi dengan kehidupan hedonisme dan konsumtif tadi yang membuat gaya hidup menjadi pemalas dan juga boros, contohnya pemalas karena menggunakan media sosial sebagai tempat hiburan saja dan tanpa batas waktu dan boros seperti membeli barang di media sosial tanpa tahu Dulu sudah pernah dari desa mengasi solusi dengan cara melakukan sosialisasi tentang penggunaan media sosial yang baik dan benar, akan tetapi namanya remaja meskipun tahu manfaatnya tetap saja terebak di dampak negatifnya. Peran Media Sosial Dalam Perubahan Gaya Hidup Remaja Secara Konsumtif dan Hedonisme di Desa Carangrejo. Dalam perubahan gaya hidup pada remaja terkait peran media sosial, menurut salah satu remaja bernama Hakim yang ada di desa mengatakan bahwa, media sosial sudah menjadi teman keseharian dan media sosial dijadikan sebagai pelampiasan kesenangan karena mereka beranggapan kesenangan adalah salah satu tujuan hidup seperti menggunakan media sosial sebagai tempat hiburan saja, contohnya menonton vidio, bermain game tanpa batas waktu hanya untuk menuruti nafsu kesenangan saja dan tidak sadar perihal tersebut akan menjadikan gaya hidup yang pemalas dan kurang bersosilaisasi hal ini tercermin seperti gaya hidup hedonisme. Contoh gambar remaja yang menggunakan media sosial sebagai tempat hiburan dan pemborosan dalam hal ekonomi dengan cara membeli game. Remaja disini juga sudah terjebak pada kehidupan boros seperti yang dikatakan salah satu orangtua yang ada di desa bernama Hanafi, bahwa anak saya sendiri Hakim, menggunakan media sosial tempat bermain dan pembelian contoh membeli game atau top up. Sehingga munculla kehidupan boros dalam arti konsumtif. Dapat dikatan peran media sosial di desa berdampak dalam kehidupan remaja yang menjadi pemalas dan boros sampai kurangnya sosialisasi pada masyarakat, padahal dulu sudah pernah mendapat solusi dari desa tentang penggunaan media sosial yang baik, tetapi nihil dan tetap saja. PEMBAHASAN Peran Media Sosial Dalam Perubahan Gaya Hidup Remaja di Desa Carangrejo. Peran media soisal, media sosial berperan sebagai media yang berisikan platform yang menyajikan banyak itur-fitur didalamnya, media sosial mempunyai berbagai macam bentuk dan fungsi yang didapat oleh pemakainya, ada juga aplikasi-aplikasi pendukung dalam penggunaan media sosial seperti TikTok yang didalamnya berisikan fitur-fitur menarik (Asmawati, 2. perubahan gaya hidup pada remaja berkaitan erat dengan meningkatnya teknologi seperti media sosial yang semakin canggih sehingga pada remaja memiliki perubahan pada kehidupan berpakaian, keseharian sampai kehidupan yang konsumtif dan hedonisme Peran Media Sosial Dalam Perubahan Gaya Hidup Remaja Secara Konsumtif dan Hedonisme di Desa Carangrejo. Peran media soial dapat membawa perubahan tertentu bagi penggunanya, terutama pada remaja, merdia sosial dapat juga merubah gaya hidup pada remaja karena peran media sosial ada beberapa macam perubahan gaya hidup dalam sosiologi yang dapat menjadi pengaruh yakni hedonisme, merupakan pandangan hidup yang menganggap bahwa oramg akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagian untuk menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan, dan juga dapat diartikan sebagai pandangan yang menganggap kenikmatan dan kesenangan materi sebagai tujuan utama dalam hidup, sebagai contoh sekarang banyak masyarakat yang mementingkan kesenangan mereka sendiri di media sosial ( Meilani, 2. Selain kehidupan hedonisme dalam perubahan gaya hidup remaja terkait peran media sosial tidak dapat dipisahkan dari gaya hidup sosiologi yang konsumtif pada remaja yakni, tindakan atau gaya hidup mempertimbangkannya terlebih dahulu. Mulai dari membeli barang hingga kebutuhan atau keinginan secara berlebihan (Komunai. Sifat konsumtif adalah perilaku yang dimiliki oleh seseorang, dimana mereka lebih mendahulukan keinginan dibandingkan keperluan, sifat konsumtif ini dikenal juga dengan perilaku boros. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Peran media sosial dalam perubahan gaya hidup remaja di desa CarangRejo membawa perubahan pada kehidupan salah satunya hedonisme, dalam hal ini perilaku hedonisme sudah terjadi pada remaja di desa terutama pada remaja yang masih berumur 17 atau masih bersekolah tingkat SMA. Perubahan tersebut memacu remaja hanya untuk kesenangan dan pemuas diri saja, sebagaimana dalam penggunaan media sosial remaja hanya menggunakan media sosial sebagai tempat hiburan saja seperti hanya untuk bermain game, melihat video di sebuah aplikasi seperti TikTok dan informasi yang kurang jelas hal ini sama dengan perilaku hedonisme. Dalam penggunaan media sosial juga membawa perubahan gaya hidup lain seperti konsumtif, gaya hidup ini tidak bisa dipisahkan dengan gaya hidup hedosnime, kehidupan konsumtif, jadi konsumtif ini membuat remaja menggunakan media sosial sebagai tempat untuk menuruti nafsu dengan cara membeli sesuatu sehingga muncullah hidup boros,. SARAN Bagi Kepala Desa atau Pemerintah Desa. Untuk Kepala Desa dan Pemerintah Desa, diharapkan dapat mempertahankan acara sosialisasi tentang peran media sosial seperti, enam bulan sekali atau setiap tahun diadakannya acara sosialisasi terkait peran media sosial yang baik,. Bagi Remaja Diharapkan para remaja dalam mengoprasikan media sosial lebih berhati-hati lagi, karena media sosial juga memilik peran penting dalam perubahan gaya hidup, dan diharapkan remaja tidak malu untuk mencari masukan pada lingkungan sekitar, seperti orangtua, masyarakat sekitar. Bagi Orangtua Untuk orangtua diharapkan juga berperan sebagai pendorong remaja terkait perubahan gaya hidup remaja dan tidak bosan bosan untuk mengigatkan remaja pada penggunaan media sosial yang berhimpittan dengan waktu. DAFTAR PUSTAKA