JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Desama Jaya Gulo1. Eka Septianti Laoli2. Bezisokhi Laoli3. Arianto Lahagu4 Universitas Nias1,2,3,4 Jalan Yos Sudarso No. 118 E/S Kec. Gunungsitoli. Kota Gunungsitoli 1,2,3,4 Sur-el Koresponden : desamajayagulo@gmail. com1, septianti. laoli@gmail. bezisokhilaoli@gmail. com3, ariantolahagu8084@gmail. Article info ABSTRACT Article history: Received: 31-10-2024 Revised : 17-11-2024 Accepted: 08-12-2024 Students at SMA Negeri 1 Ma'u still experience monotonous learning. Lack of student participation makes students feel bored and tends to affect their learning This research is classroom action research (PTK) which aims to determine the process of implementing the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model in improving student learning outcomes. The data collection techniques used were teacher and student observation sheets, learning results tests and documentation. From the research conducted, it is known that in the first cycle student learning outcomes did not meet the target set at a minimum of 75%, while in the second cycle student learning outcomes reached an average of 84. This achieved the set target of 75%. Based on the research findings, it is concluded that the implementation of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model can improve students' learning outcomes at SMA Negeri 1 Ma'u, particularly in Economics subjects. Keywords: Auditory Intellectually Repetition (AIR) Learning Model. Student Learning Outcomes ABSTRAK Pembelajaran monoton masih dirasakan oleh para siswa di SMA Negeri 1 MaAou. Kurangnya partisipasi siswa membuat para siswa merasa bosan dan cenderung berpengaruh pada hasil belajar mereka. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, tes hasil belajar dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pada siklus I hasil belajar siswa belum memenuhi target yang ditetapkan minimal 75%, sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai rata-rata 84,15%. Hal ini mencapai target yang ditetapkan dari 75%. Dari hari penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 MaAou khususnya pada mata pelajaran Ekonomi. Kata Kunci: Model Pembelajaran Auditori Intellectually Repetition (AIR). Hasil Belajar Siswa Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma. PENDAHULUAN Proses pendidikan merupakan proses yang melibatkan berbagai bagian yang saling berkaitan. Guru sebagai pendidik merupakan bagian terpenting dalam proses pengajaran karena ketercapaian pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pengajaran yang efektif yang mendorong pembelajaran siswa. Dari segi pembelajaran, masih banyak siswa yang nilai akademiknya di Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 bawah rata-rata karena proses belajar yang kurang lancar. Perolehan kompetensi serta hasil belajar siswa yang baik disebabkan oleh penerapan model pembelajaran yang tepat, karena hal ini mempengaruhi aktivitas belajar siswa di kelas. Menurut Dakhi . , pola sikap, nilai, pemahaman, penghayatan dan keterampilan merupakan bagian dari hasil belajar. Sementara menurut Ekasari & Trisnawati . , hasil belajar merupakan hasil dari proses menempuh pendidikan. Guru sering kali menemui kesulitan dalam memilih model pembelajaran, yang mengarah pada metode pembelajaran, tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan pembelajaran, lingkungan belajar dan pengelolaan kelas. Menurut Darman . , istilah model bisa dipahami sebagai kerangka acuan yang berguna sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan. Bidang pendidikan saat ini mengalami perkembangan model pembelajaran yang sangat pesat. Meskipun beberapa model dianggap tidak layak untuk diterapkan, tapi ada juga model yang terbukti sangat efektif. Menurut Laoli & Lahagu . model pembelajaran yang baik mempunyai beberapa ciri, antara lain: partisipasi intelektual dan emosional siswa mampu menerapkan kegiatan seperti analisis, tindakan dan pembentukan sikap. partisipasi aktif dan kreatif siswa dalam seluruh proses pelaksanaan. kedudukan guru sebagai fasilitator, mediator dan motivator. menggunakan berbagai metode, alat, dan bahan Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu proses untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran atau serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang akan diajarkan. Berdasarkan observasi peneliti di SMA Negeri 1 MaAou menemukan bahwa proses pembelajaran berkelanjutan di kelas selalu berpusat pada guru, dan siswa jarang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, sehingga mengakibatkan kegiatan belajar menjadi monoton dan bahkan siswa merasa bosan saat belajar. Selain itu, guru SMA Negeri 1 Ma'u biasanya memberikan bahan pembelajaran kepada siswa hanya berupa informasi Setelah itu, siswa berdiskusi dan menganalisis pelajaran yang dibelajarkan guru di kelas. Oleh sebab itu, keadaan ini akan menurunkan kemampuan belajar mandiri siswa dan tentunya mempengaruhi hasil belajar. Hasil belajar adalah Auperubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang terjadi pada diri siswa sebagai hasil belajarAy (Zebua & Laoli, 2. Selain itu, siswa merasa jenuh dan menganggap pembelajaran Ekonomi adalah pembelajaran yang membosankan karena materi yang terlalu luas dan membutuhkan kemampuan yang ekstra untuk belajar dan menghafal teori-teori. Bahkan guru kesulitan dalam memilih model pembelajaran karena sarana prasarana yang tersedia sangat terbatas. Model pembelajaran mempunyai beberapa karakteristik yang tidak dapat dikaitkan pada strategi dan metode tertentu. Dari masalah tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa bersikap pasif dalam proses pembelajaran. Karena pembelajaran yang mengutamakan metode ceramah, sulit bagi siswa untuk menguasai isi mata pelajaran. Bahkan karena suasana kelas yang terus-terusan monoton, siswa kurang memperhatikan materi pelajaran. Penerapan model pembelajaran memang membantu guru menciptakan suasana belajar yang lebih baik. Guru dapat memilih dan menerapkan berbagai model pembelajaran dalam pembelajarannya, salah satu Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 diantaranya adalah model pembelajaran Auditory. Intellectually. Repetition (AIR) yang diyakini akan memberdayakan siswa agar lebih proaktif mengkritik setiap materi yang dipelajari dan menyelesaikan tugas dengan baik. Menurut Saputri dkk. Auditory Intellectually Repetition merupakan model pembelajaran yang memberikan rangsangan pendengaran secara keseluruhan. Seorang siswa harus mampu mendengarkan, memahami, berkomunikasi, menunjukan dukungan, dan memberikan bimbingan. Secara Intellectually, siswa harus mampu mengolah pikirannya secara efektif untuk memahami dan mengatasi masalah tertentu yang berkaitan dengan kekhawatirannya. Repetition yaitu siswa perlu melakukan pengulangan, atau membuat peta pemahaman umum menggunakan mata dan telinganya. Menurut Nurjannah dkk. agar siswa dapat belajar secara efektif, ia harus berpartisipasi aktif dalam prosesnya melalui penggunaan model pembelajaran untuk menggali kemampuannya terhadap topik tertentu yang perlu dibicarakan dengan tenang agar ia menjadi lebih berpengetahuan tentang materi yang Penerapan model Auditory. Intellectually. Repetition (AIR) dapat membantu siswa dalam memahami materi pada mata pelajaran Ekonomi karena menekankan dan memperjelas materi sebagai salah satu jalan utama untuk melanjutkan ke tahap pembelajaran berikutnya. Taktik ini dikenal sebagai "taktik bicara", yang selalu melibatkan pertukaran ide dalam kelompok untuk lebih memahami subjek, meningkatkan kapasitas berpikir kelompok, dan menyelesaikan masalah tertentu. Model Auditory. Intellectually. Repetition adalah model pembelajaran yang menitikberatkan pada perlunya memanfaatkan seluruh alat indera siswa. Menurut Oktavia et al. , . AuModel pembelajaran AIR adalah model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme yang menekankan bahwa dalam belajar harus memberdayakan semua alat indera yang dipunyai oleh siswaAy. Model pembelajaran AIR merupakan teknik pengajaran efektif yang menekankan tiga bidang: pendengaran, intelektual, dan pengulangan. Hal ini mendorong siswa untuk lebih aktif sekaligus berperan sebagai fasilitator dalam pembelajarannya (Parwati & Suharta, 2. Model pembelajaran AIR juga memberikan peluang kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung bersama teman sebayanya (Simanjuntak, 2. Menurut Badawi dkk. model pembelajaran AIR mengutamakan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran dengan cara mendengarkan, berdiskusi, dan mengungkapkan gagasan serta pengetahuan secara jelas dan ringkas (Auditor. Hal ini juga membantu siswa belajar melalui pengulangan (Repetitio. tentang materi pembelajaran, yang terdiri dari tugas, tes, dan penugasan yang mengharuskan siswa untuk menerapkan pengetahuannya dalam konteks praktis dan teoritis. Model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition memiliki makna bahwa siswa lebih aktif untuk mengemukakan pendapat, mampu menyimak, berbicara, dan presentasi, sehingga guru hanya sebagai evaluator. Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition sebagaimana dijelaskan Tuo & Ahmad . mencakup tiga elemen kunci. Pertama, aspek auditory meliputi aktivitas seperti mendengarkan, menghadiri, berbicara, menyajikan, berdebat, mengemukakan pendapat, dan menanggapi. Kedua, aspek Intellectually menekankan pada penggunaan keterampilan berpikir, konsentrasi, dan penerapan praktis penalaran. Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 penyelidikan, identifikasi, pemecahan masalah, serta pemikiran kreatif dan konstruktif. Terakhir, aspek Repetition berfokus pada penguatan dan pendalaman pembelajaran melalui latihan, tugas, dan kuis yang Menurut Bonatua dkk. model pembelajaran AIR menegaskan bahwa program pendidikan apa pun akan lebih efektif jika mempertimbangkan tiga bidang utama: intelektual . , auditori . , dan repetition . Menurut Ramadhani & Dewi . tahapan pelaksanaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) yaitu sebagai berikut: Siswa dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4Ae5 orang. Setiap kelompok berdiskusi tentang materi yang dipelajarinya dan menuliskan hasilnya serta menyajikannya di depan kelas . Saat diskusi, siswa akan diberikan pertanyaan terkait materi. Setiap kelompok memikirkan bagaimana memanfaatkan hasil diskusinya untuk meningkatkan kemampuannya . dalam memecahkan permasalahan dari guru. Setelah kegiatan diskusi selesai, siswa mengulangi materi . melalui pemberian tugas atau kuis kepada semua siswa. Sementara menurut Sugiarni & Ifanda . langkah-langkah model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) yaitu : Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang berbeda. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru. Guru menyebarkan lembar kerja siswa (LKS) dan guru membimbing untuk melengkapi konsepkonsep yang ada dalam LKS . Siswa menyelesaikan LKS secara individu dengan mengajukan pertanyaan . ecara intelektua. Guru membagikan LKK, kemudian siswa berdiskusi . dalam kelompok, berdiskusi, mengumpulkan informasi, dan mengajukan gagasan untuk memecahkan masalah . ecara intelektua. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya, kemudian kelompok yang lain menanggapi dan melengkapi hasil presentasi kelompok . ecara intelektua. Siswa dan guru merangkum materi yang dipelajari . ecara intelektua. Pada kegiatan akhir, siswa akan dinilai . erulang kal. Menurut Utami dkk. kelebihan dari model pembelajaran Auditory. Intellectually. Repetition (AIR) adalah sebagai berikut. Membiasakan siswa agar berani mendengarkan dan mengemukakan pendapat . Membiasakan siswa memecahkan masalah dengan kreatif . Membiasakan siswa mengingat kembali materi yang dipelajari . Membiasakan siswa menjadi lebih aktif dan kreatif Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 Lebih lanjut kelebihan dan kelemahan pembelajaran AIR dikemukakan oleh Muthmainnah . Melatih siswa untuk mendengarkan dan mengungkapkan pendapatnya. Menumbuhkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah secara kreatif. Melatih siswa mengingat kembali materi yang dipelajarinya. Membuat siswa menjadi lebih aktif dan kreatif Maka dapat disimpulkan bahwa kelebihan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) diantaranya siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran, terus-menerus menantang identitas mereka, dan memiliki kesabaran yang lebih besar untuk mengasah keterampilan mereka, yang mana hal ini sangat bermanfaat. Siswa dengan keterampilan yang lebih maju mampu berinteraksi dengan materi yang disampaikan, lebih percaya diri dengan kemampuannya dalam menjelaskan atau mendemonstrasikan, serta memiliki lebih banyak pengalaman pemecahan masalah, kreativitas, dan inisiatif dalam belajar. Sedangkan kelemahan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) yaitu siswa dengan kemampuan rendah tidak mudah menerima atau menanggapi pertanyaan-pertanyaan, sedangkan siswa yang berkemampuan tinggi mungkin merasa tidak yakin dengan penjelasannya. Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition merupakan model pembelajaran yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir siswa pada saat berbicara, mengemukakan argumen, dan menemukan sebuah solusi, sehingga siswa dapat mengungkapkan dengan jelas, memberikan motivasi belajar, memecahkan masalah, dan memelihara rasa ingin tahu yang berkesinambungan terhadap suatu materi. Singkatnya model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) adalah model pembelajaran yang melatih siswa berpikir dan bertindak berdasarkan apa yang telah dipelajarinya. Artinya lebih ditekankan pada keterampilan siswa dalam menerapkan materi atau isi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Elinawati dkk. dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Analisis penguasaan materi oleh siswa setelah PTK siklus I sebesar 77% dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 83% dengan kriteria baik. Ketuntasan belajar siswa sebelum PTK berjumlah 16 siswa tuntas . %). Siklus 1 tuntas 21 siswa . %), dan Siklus 2 tuntas 30 siswa . %). Oleh karena itu, hasil observasi aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berada pada kategori baik sebesar 73% pada siklus I, dan pada siklus II berada pada kategori sangat baik sebesar 90%. Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Luthfiana & Wahyuni . dengan judul penelitian Penerapan Model pembelajaran Auditory. Intellectually. Repetition (Ai. terhadap hasil Belajar Matematika Siswa. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran AIR terhadap hasil belajar siswa efektif. Pembelajaran dengan model pembelajaran AIR dilaksanakan pada kelas eksperimen sebelum diberikan Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 perlakuan menggunakan model pembelajaran AIR hasil belajar siswa mencapai hasil belajar rata-rata. Nilainya 44,83, sedangkan dengan menggunakan model pembelajaran AIR setelah diberikan perlakuan mencapai 79,83. Sedangkan rata-rata skor belajar kelompok kontrol sebesar 44,33 poin, dan rata-rata skor setelah pembelajaran tanpa menggunakan model AIR mencapai 69,17 poin. Fakta membuktikan bahwa rata-rata prestasi akademik siswa lebih baik dibandingkan dengan rata-rata prestasi akademik kelas kontrol, dan tingkat ketuntasan belajar klasikal pada kelas eksperimen mencapai 80%Ou75%. Tingkat ketuntasan pembelajaran klasikal pada kelas kontrol mencapai 30%<75%. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Martini dkk. dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (Ai. terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS di SMA Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami kemajuan dalam meningkatkan aktivitas kelas pada siswa IPS Kelas X dengan format pembelajaran AIR. Hasil aktivitas pengalaman siswa secara konsisten menunjukkan peningkatan ketika aktivitas belajar siswa ditambah dan setiap proses pembelajaran dilacak semaksimal mungkin. Nilai t hitung sebesar 2,888 dengan tingkat signifikansi 0,006 <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas belajar siswa yang menggunakan model AIR dengan yang menggunakan model pembelajaran tradisional. Selain itu, rata-rata skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masingmasing sebesar 82,22 dan 69,07. Rasio di atas jelas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara aktivitas belajar siswa yang menggunakan model AIR dengan aktivitas belajar siswa yang menggunakan model AIR. Dari penelitian terdahulu, memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, yaitu penggunaan model pembelajaran Auditory. Intellectually, and Repetition (AIR). Tujuan penulis mengadakan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada mata pelajaran Ekonomi, serta untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menerapkan Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada mata pelajaran Ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 MaAou Tahun Pelajaran 2023/2024. METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah pemeriksaan terhadap kegiatan pembelajaran berupa tindakan yang sengaja dibuat dan berlangsung di dalam Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dilakukan oleh siswa di bawah bimbingan guru. Prosedur pelaksanaan tindakan terdiri dari siklus I dan siklus II. Tujuan dari inisiatif penelitian ini adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) khususnya pada mata pelajaran Ekonomi. Semakin meningkat proses pembelajaran maka semakin besar pula dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 Lokasi penelitian ini adalah SMA Negeri 1 MaAou Desa Atualuo. Kecamatan MaAou. Kabupaten Nias. Sesuai pada tujuan yang sudah disepakati, maka penelitian ini akan dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Subjek dan Variabel Penelitian Subjek penelitian ini merupakan siswa Kelas X SMA Negeri 1 Ma'u tahun pelajaran 2023/2024. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) yang diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa seperti berbicara, mengemukakan argumen, dan memecahkan masalah memecahkan masalah, dan memungkinkan siswa tetap ingin memahami materi yang disampaikan. Singkatnya bahwa model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) adalah model pembelajaran yang melatih siswa berpikir dan bertindak berdasarkan apa yang telah dipelajarinya. Sementara variabel terikat pada penelitian ini yaitu hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa pada akhir proses belajarnya. Hasil pembelajaran dirancang untuk memandu guru dalam mengamati pemahaman siswa selama kegiatan Jika hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan, maka tujuan pendidikannya telah tercapai. Hasil belajar siswa dalam penelitian ini merupakan hasil belajar siswa kelas X ekonomi setelah diterapkannya model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi guru dan siswa, tes hasil belajar, dan dokumentasi . Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rating scale penilaian pada pengolahan lembar observasi dengan rumus sebagai berikut (Jailani & Saksitha, 2. yaycaycycnyco ycEyceycuyciycaycoycaycycaycu = ycIycoycuyc ycEyceycycuycoyceEaycaycu y 100% ycIycoycuyc ycNycuycycayco Sementara, untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar siswa dari tes hasil belajar berupa tes uraian yang diolah dengan rumus: ya ycA = yaAyya Keterangan : N = Nilai setiap butir soal A = Jumlah skor perolehan setiap butir soal B = Skor total setiap butir soal yang bersangkutan C = Bobot soal-soal butir soal Indikator yang digunakan adalah KKM KD (Standar Ketuntasan Minimum-Kompetensi Dasa. yang telah ditetapkan di SMA Negeri 1 MA'U, yaitu 75. Siswa yang mendapat nilai Ou KKM dinyatakan tuntas, dan siswa yang mendapat nilai < KKM dinyatakan tidak tuntas. Selanjutnya tentukan persentase siswa yang tuntas dengan menggunakan rumus sebagai berikut. ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycycycuycycaycycaycu = yaycycoycoycaEa ycycnycycyca ycycaycuyci ycycycuycycayc ycayceycoycaycycayc y 100% yaycycoycoycaEa ycyceycoycycycEa ycycnycycyca Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa secara keseluruhan, terlebih dahulu ditentukan perhitungan rata-rata hasil belajar siswa yang dicapai pada setiap siklus. Rata-rata hasil belajar siswa ditentukan dengan menggunakan rumus. ycU= ycA Keterangan : ycU = Nilai rata-rata yuycU =Jumlah seluruh nilai = Jumlah seluruh siswa Adapun kriteria rata-rata hasil belajar diklasifikasikan sebagai berikut. Tabel 1 Kriteria Penilaian Hasil Belajar Rentang Skor Kriteria 86Ae100 Baik sekali 71Ae85 Baik 56Ae70 Cukup 41Ae55 Kurang Sumber : Buku panduan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 MaAou HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR), diketahui bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus kedua. Melalui metode penelitian tindakan kelas, pelaksanaan siklus terbagi dua, yaitu siklus pertama dan siklus kedua, dimana instrumennya adalah lembar observasi guru dan siswa, dokumentasi dan tes hasil belajar. Hasil rekapitulasi kedua siklus tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2 Rekapitulasi Instrumen Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Instrumen Lembar Observasi Observasi Guru Observasi Siswa 62,37% 81,87% Dokumentasi Foto Tes Hasil Belajar Siswa Rata-Rata Hasil Refleksi Siklus Keterangan 68,45% 89,95% Sumber: Olahan Peneliti ( 2. Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 Berdasarkan tabel di atas, hasil belajar siswa serta hasil observasi guru dan observasi siswa mengalami peningkatan pada siklus II. Hal ini dikarenakan peneliti . memperbaiki kelemahan-kelemahan yang muncul pada siklus I. mengikuti langkah-langkah Auditory Intellectually Repetition (AIR). membiasakan siswa pada kondisi pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Peneliti menerapkan langkah-langkah model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR), mengamati siswa ketika proses pembelajaran berlangsung untuk memahami bagaimana proses pembelajaran itu terjadi. Setiap akhir pembelajaran, akan diberikan tes kepada siswa untuk mengukur hasil Oleh karena itu, hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penerapan model pengajaran yang lebih baik. Tes hasil belajar siswa diolah dan diklasifikasi sesuai kriteria yang telah ditentukan melalui Auditory Intellectually Repetition (AIR). Dilihat dari hasil belajar siswa, persentase hasil belajar siswa pada siklus I masih kurang dari harapan, hal ini dikarenakan pembelajaran yang diterapkan peneliti masih mempunyai beberapa kelemahan, antara lain langkah-langkah model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) masih belum sempurna, pengelolaan kelas oleh guru masih kurang, dan partisipasi aktif siswa masih belum terlaksana secara Namun setelah peneliti melakukan koreksi yang diperlukan pada siklus II, diperoleh hasil bahwa dengan menerapkan pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) hasil belajar siswa meningkat. Dalam penerapan model tersebut, penyampaian materi dilakukan secara efisien dan optimal, dan tercapainya tujuan pembelajaran yang ditentukan serta siswa menjadi terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dari hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 MaAou. Hal ini terlihat dari evaluasi tes hasil belajar siswa pada siklus satu dan dua yaitu terdapat kemajuan yang baik. Dari hasil observasi guru pada siklus I juga terlihat bahwa tingkat keterlaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition mencapai rata-rata 79%. Seterusnya pada siklus II terjadi pembelajaran dengan memperbaiki kelemahan-kelemahan pada siklus Berdasarkan lembar observasi guru, pada siklus ini keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) telah mencapai tingkat rata-rata 96%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Akbar et al. , . dengan judul penelitian Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dasar-Dasar Dpib Kelas X Smk N 14 Medan, diperoleh beberapa temuan penelitian antara lain siswa lebih aktif dalam pembelajaran, siswa dapat berinteraksi dengan teman satu kelompok, adanya rasa percaya diri siswa dalam bertanya dan berani mengemukakan gagasan sesuai pengalaman belajarnya, kejenuhan siswa dalam pembelajaran dapat diatasi karena siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran sehingga memperoleh pengalaman belajar yang mendalam. Model pembelajaran ini lebih ditekankan pengulangan baik sebelum memulai pembelajaran . dan juga sesudah pembelajaran dengan pemberian tugas Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 maupun kuis. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Hidayati & Darmuki, . , dengan judul Penerapan Model Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Mahasiswa, diketahui bahwa penerapan model pembelajaran AIR mampu memberikan stimulus positif terhadap perkembangan kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara dan mengungkapkan gagasannya. Hal ini juga berdampak pada hasil belajar serta presentasi kelas yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan nilai setiap mahasiswa. Dari kedua penelitian di atas, persamaan yang lebih jelas dapat terlihat adalah adanya perubahan perkembangan hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran AIR. Model pembelajaran AIR mampu meningkatkan motivasi belajar, stimulus positif dalam mengungkapkan pendapat, serta memiliki rasa percaya diri yang tinggi terutama dalam proses belajar mengajar. Perkembangan tersebut berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa dari yang sebelumnya tidak memenuhi nilai ketuntasan, setelah diterapkannya model pembelajaran AIR, rata-rata siswa mencapat lebih dari nilai ketuntasan minimal. Teori dasar yang menjadi landasan dalam penelitian ini adalah teori menurut Saputri dkk. , . yang mengatakan bahwa auditory-intellectually adalah suatu model pembelajaran yang umum digunakan dalam pendidikan dan disebut dengan Auditory Intellectual Repetition (AIR). Seorang siswa harus mampu mendengarkan, memahami, berkomunikasi, memberi nasihat, dan memberikan tanggapan. Secara intelektual, siswa harus dapat menggunakan pena sketsa secara efektif untuk memahami dan memecahkan suatu masalah yang berkaitan dengan kesulitannya. Repetition atau keharusan siswa membuat peta pemahaman dan pemahaman umum melalui catatan dan ujian akhir. Menurut Tuo & Ahmad . model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) merupakan model yang menerapkan tiga aspek, yaitu: Auditory: mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi. Intellectually: menggunakan kemampuan berpikir . inds-o. , konsentrasi dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan. Repetition: mengulang, mendalami, memantapkan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau kuis. Model AIR merupakan suatu pendekatan pengajaran dimana siswa dapat langsung memilih informasi yang telah dipelajarinya atau meminta guru mendiskusikan materi yang sedang dipelajari. Dengan cara ini, siswa terlibat dalam kegiatan belajar seperti memecahkan masalah dan mengatasi hambatan dan siswa akan lebih menggunakan indera pendengarannya dalam belajar dan pengulangan sebagai penguatan mendalam dari materi yang diperolehnya. Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada mata pelajaran Ekonomi kelas X SMA Negeri 1 MaAou dinilai berhasil, siswa dapat berinteraksi dengan teman satu kelompok, adanya rasa percaya diri siswa dalam bertanya dan berani mengemukakan gagasan sesuai pengalaman belajarnya, kejenuhan siswa dalam pembelajaran dapat diatasi karena siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran sehingga memperoleh pengalaman belajar yang mendalam. Sehingga disimpulkan. Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Disarankan bagi pihak sekolah agar model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas belajar siswa. Desama Jaya Gulo. Eka Septianti Laoli. Bezisokhi Laoli, dan Arianto Lahagu (Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2024, 143 Ae 155 DAFTAR PUSTAKA