Volume 1 Nomor 2 . Pages 125 Ae 132 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Email Journal : pen. jhn@gmail. Web Journal : http://onlinejournal. com/index. php/jhn Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Masyarakat Multikultural: Upaya Memepertahankan Identitas Bangsa di Era Globalisasi yang Semakin Kompleks Dimas Rafly1. Siti Aminah2. Irwi Tri Apriani3. Taufik Abar Nugraha4 Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negri Syekh Nurjati Cirebon Email : dimasrafly18@gmail. com1 , aminahpw03@gmail. Com2 , irwitria@gmail. ta3438447@gmail. Received : 2024-12-11. Accepted : 2025-01-11. Published : 2025-05-01 Kata Kunci: Pancasila. Globalisasi. Peran Masyarakat Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta tantangan yang dihadapi dalam era globalisasi. Pola pikir dan perilaku orang Indonesia, terutama generasi muda, yang semakin terpengaruh oleh budaya asing, telah dipengaruhi oleh globalisasi. Dalam penelitian ini, metodologi yang digunakan adalah pendekatan Banyak literatur yang dikaji mengenai penerapan Pancasila dalam konteks globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, yang terdiri dari nilai-nilai seperti Ketuhanan. Kemanusiaan. Persatuan. Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, semakin terabaikan di masyarakat, terutama dalam hal moralitas, toleransi, dan nasionalisme. Dengan mengurangi praktik nilai-nilai Pancasila, globalisasi memperburuk keadaan ini. Namun, hal ini dapat diatasi dengan memperkuat pendidikan karakter, kebijakan pemerintah yang mendukung penerapan Pancasila, dan peran aktif masyarakat dalam menjaga persatuan dan keberagaman. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa Pancasila tetap relevan dalam kehidupan seharihari, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat penting. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 126 | Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Masyarakat Multikultural: Upaya Memepertahankan Identitas Bangsa di Era Globalisasi yang Semakin Kompleks Keywords: Pancasila. Globalization, the Role of Society Abstract This study aims to analyze the implementation of Pancasila values in the life of the Indonesian nation and the challenges faced in the era of The mindset and behavior of Indonesians, especially the younger generation, who are increasingly affected by foreign cultures, have been influenced by globalization. In this research, the methodology used is a qualitative approach. A lot of literature was reviewed regarding the application of Pancasila in the context of The results show that the values of Pancasila, which consist of values such as Divinity. Humanity. Unity. Democracy, and Social Justice, are increasingly neglected in society, especially in terms of morality, tolerance, and nationalism. By reducing the practice of Pancasila values, globalization is worsening this situation. However, this can be overcome by strengthening character education, government policies that support the implementation of Pancasila, and the active role of the community in. Copyright A 2025 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 127 | Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Masyarakat Multikultural: Upaya Memepertahankan Identitas Bangsa di Era Globalisasi yang Semakin Kompleks PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, menjadikan Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bermasyarakat. Tujuan Pancasila adalah untuk membangun bangsa yang adil, beradab, dan berbudi pekerti luhur. Namun, di tengah pesatnya globalisasi, beberapa masalah besar mulai muncul saat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Globalisasi, bersama dengan perubahan budaya dan arus informasi yang tak terbendung, memengaruhi cara masyarakat berpikir dan berperilaku, yang kadang-kadang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Ini menimbulkan masalah utama tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari di tengah kemajuan dunia. Pengaruh budaya global yang lebih materialistik dan individualistik mulai mengganggu nilai-nilai tradisional Pancasila seiring dengan kemajuan teknologi dan Jika orang mengutamakan kepentingan pribadi dan materi, rasa solidaritas dan gotong royong, dua nilai penting Pancasila, akan hilang. Ketidakadilan, konflik, dan ketegangan antar kelompok sering muncul, yang menunjukkan bahwa banyak orang belum memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan benar. Oleh karena itu, pemikiran kritis tentang cara menjaga dan menerapkan Pancasila di era globalisasi harus Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya terkait dengan dampak globalisasi. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan hambatanhambatan utama yang menghambat penerapan nilai-nilai Pancasila dan menemukan solusi untuk hambatan tersebut. Dalam hal ini, peneliti akan memberikan rekomendasi strategis tentang apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Rencana pemecahan masalah yang ditawarkan mencakup merevitalisasi pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah, meningkatkan peran media dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila, dan meningkatkan upaya masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memerangi kerukunan. Kajian teoritik dalam penelitian ini berfokus pada pemahaman Pancasila sebagai ideologi negara yang terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Setiap sila mencerminkan nilai-nilai dasar yang fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Selain itu, penelitian ini akan mempertimbangkan beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji penerapan Pancasila dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Studi ini mencoba menjelaskan peran Pancasila dalam pembentukan karakter bangsa dan tantangan globalisasi. Seringkali, pengaruh ini membawa budaya luar, yang dapat menyebabkan konflik identitas dan masalah moral di masyarakat. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran pendidikan dalam memberikan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda dan bagaimana masyarakat dapat menjaga dan melestarikan nilai-nilai ini. Pendidikan Pancasila di sekolah dianggap sangat penting untuk membentuk kepribadian individu dan Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 128 | Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Masyarakat Multikultural: Upaya Memepertahankan Identitas Bangsa di Era Globalisasi yang Semakin Kompleks menanamkan kesadaran akan pentingnya kehidupan yang rukun dan beradab. Kajian ini juga memperhatikan peran pemerintah dalam mengembangkan kebijakan untuk mendukung penerapan Pancasila. Pendidikan Pancasila membantu generasi muda memahami dan menghargai perbedaan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerjasama, keadilan, dan demokrasi sebagai bagian penting dari jati diri bangsa. Karena tantangan baru yang muncul dalam menjaga nilai-nilai ini di tengah-tengah globalisasi, memahami peran pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter dan kesadaran kewarganegaraan yang kuat sangat penting. Pendidikan Pancasila tidak hanya termasuk dalam kurikulum sekolah formal, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menekankan bahwa pendidikan Pancasila harus diberikan secara sistematis dan terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai inti Pancasila sehingga generasi muda lebih siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Penelitian ini akan menyelidiki bagaimana masyarakat dapat lebih aktif mengamalkan nilai-nilai Pancasila, baik dalam aktivitas sosial budaya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang lebih mendalam tentang Pancasila akan membantu masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya gotong royong, menghargai perbedaan, dan berkomitmen untuk menciptakan keadilan sosial. Tanpa pemahaman yang kokoh dan pelaksanaan yang konsisten, nilai-nilai Pancasila akan semakin terkikis dan sulit untuk diterapkan. Penelitian ini diharapkan menemukan hasil dengan metode yang efektif untuk meningkatkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya Pancasila sebagai landasan ideologi dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini juga diharapkan akan menghasilkan saran yang dapat digunakan oleh berbagai pihak untuk memperkuat dan melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam konteks Manfaat dari penelitian ini adalah bahwa itu menawarkan perspektif baru untuk mengatasi masalah globalisasi yang mengancam integritas nilai-nilai Pancasila di Indonesia. Selain itu, penelitian ini memberikan arahan kepada pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk berperan dalam menjaga dan melaksanakan Pancasila sebagai landasan negara dan pedoman kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, temuan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran nasional dan mewujudkan masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sejahtera yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat di era Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal akademis, artikel internet, buku, dan situs web Tujuan dari metode ini adalah untuk menemukan, memahami, dan menjelaskan berbagai perspektif yang terkait dengan subjek yang dibahas. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 129 Dalam pengumpulan data, peneliti membaca dan menganalisis sejumlah besar teori, gagasan, dan temuan penelitian yang berkaitan dengan penerapan nilai-nilai Pancasila. Buku-buku yang digunakan berbicara tentang peran Pancasila sebagai ideologi nasional, bagaimana nilai-nilai lokal dipengaruhi oleh globalisasi, dan cara memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. Selanjutnya, sumber-sumber tersebut dipilih dan disintesis untuk mendapatkan informasi yang relevan dan mendalam. Proses analisis data melibatkan membangun hubungan antara teori dan peristiwa Peneliti menginterpretasikan temuan penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian dan memberikan gambaran yang jelas tentang cara nilai-nilai Pancasila diterapkan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, data yang dikumpulkan juga dibandingkan dengan situasi saat ini di dunia globalisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila merupakan cita-cita normatif penyelenggaraan Dengan kata lain, visi atau arah penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah mewujudkan kehidupan yang berketuhanan, berkemanusiaan, solidaritas, demokratis, dan berkeadilan. Bagi bangsa Indonesia. Pancasila menjadi pedoman hidup serta dasar bernegara (Yanti, n. Bangsa Indonesia dapat memahami jati dirinya sebagai bangsa yang memiliki jati diri yang harus diungkapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjukkan harkat dan martabatnya dengan mempelajari Pancasila secara mendalam. Pemahaman ideologi, yang terdiri dari konsep dan prinsip tertentu. Pancasila, sebagai ideologi negara, memiliki nilai dan karakteristik unik (Russell, 2. Ideologi secara fungsional adalah kumpulan konsep tentang kebaikan bersama yang berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat dan negara. Dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor 7 Tahun 2001, yang menentukan masa depan Indonesia, disebutkan bahwa Pancasila akan menjadi ideologi negara. Menurut Anita Trisiana dan Siti Supeni . Pancasila bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, ketuhanan, kemanusiaan, kesetiakawanan, dan kerakyatan sebagai visi dan orientasi bagi bangsa dan negara. Pancasila menunjukkan kemampuan masyarakat Indonesia yang beragam untuk bersatu dalam rangka negara kebangsaan (Irawan. Adibah, & Toniek, 2. Secara politik. Pancasila adalah kesepakatan masyarakat Indonesia. Sebagai ideologi. Pancasila memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari Ideologi lain (Latif, 2. Pancasila tidak hanya menjadi landasan konstitusional, tetapi juga menjadi pedoman moral yang mampu menyatukan perbedaan budaya, agama, dan suku bangsa di Indonesia. Setiap sila dalam Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia sangat penting untuk menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin Setiap sila dalam Pancasila memiliki relevansi yang mendalam dalam konteks sosial, budaya, dan politik. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 130 | Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Masyarakat Multikultural: Upaya Memepertahankan Identitas Bangsa di Era Globalisasi yang Semakin Kompleks Ketuhanan Yang Maha Esa: Sila pertama menekankan pentingnya kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Dalam masyarakat multikultural Indonesia, nilai ini menjadi landasan untuk menghormati perbedaan agama dan kepercayaan. Namun, tantangan muncul ketika intoleransi dan ekstremisme mulai mengancam kerukunan antarumat beragama. Oleh karena itu, pendidikan agama yang inklusif dan dialog antaragama perlu diperkuat untuk menumbuhkan sikap saling menghormati. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Sila kedua menggarisbawahi pentingnya perlakuan yang adil dan beradab terhadap sesama manusia. Dalam konteks globalisasi, di mana kesenjangan sosial dan ekonomi semakin terlihat, penerapan nilai ini menjadi tantangan. Masyarakat perlu berperan aktif dalam mengadvokasi hak asasi manusia dan keadilan sosial, serta mengurangi diskriminasi berdasarkan ras, suku, atau status sosial. Persatuan Indonesia: Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan di tengah Dalam era globalisasi, di mana identitas lokal sering kali terancam oleh budaya asing, upaya untuk memperkuat rasa persatuan sangatlah penting. Kegiatan yang mempromosikan kebudayaan lokal, seperti festival budaya dan seni, dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas nasional dan rasa kebersamaan. Kerakyatan Dipimpin Hikmat Kebijaksanaan Permusyawaratan/Perwakilan: Sila keempat menekankan pentingnya demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks globalisasi, di mana informasi dan teknologi berkembang pesat, masyarakat perlu dilibatkan dalam proses politik dan pengambilan keputusan. Pendidikan politik dan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara harus ditingkatkan agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dan bijaksana. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Sila kelima menekankan pentingnya keadilan sosial. Dalam era globalisasi, ketidakadilan sosial sering kali meningkat, dengan sebagian kecil masyarakat menikmati kekayaan yang melimpah sementara banyak yang hidup dalam kemiskinan. Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan kebijakan yang mendukung pemerataan kesejahteraan dan akses terhadap sumber daya. Tantangan dalam Implementasi Pancasila Meskipun nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang kuat, implementasinya di lapangan sering kali menghadapi berbagai tantangan. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi: Pengaruh Budaya Asing: Globalisasi membawa masuk berbagai budaya asing yang sering kali bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Masyarakat, terutama generasi muda, terpengaruh oleh gaya hidup materialistik dan individualistik yang dapat mengikis nilai-nilai gotong royong dan solidaritas. Kurangnya Pendidikan Pancasila yang Efektif: Pendidikan Pancasila di sekolahsekolah sering kali tidak diimplementasikan secara efektif. Kurikulum yang tidak terintegrasi dan kurangnya pelatihan bagi guru dapat mengakibatkan pemahaman yang dangkal tentang nilai-nilai Pancasila di kalangan siswa. Krisis Moralitas: Meningkatnya perilaku korupsi, intoleransi, dan kekerasan di masyarakat menunjukkan adanya krisis moralitas yang bertentangan dengan nilaiAvailable at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 131 nilai Pancasila. Hal ini memerlukan upaya bersama untuk membangun kembali moralitas dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Politik Identitas: Dalam beberapa tahun terakhir, politik identitas semakin menguat di Indonesia, yang dapat memecah belah masyarakat. Hal ini bertentangan dengan semangat persatuan yang terkandung dalam Pancasila. Oleh karena itu, penting untuk mempromosikan dialog dan kerjasama antar kelompok untuk menjaga Solusi untuk Memperkuat Penerapan Pancasila Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, tentunya ada beberapa solusi yang dapat diusulkan yaitu, meliputi: Revitalisasi Pendidikan Pancasila: Pendidikan Pancasila harus diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal. Pelatihan bagi guru dan pengembangan materi ajar yang relevan dengan konteks globalisasi perlu dilakukan agar siswa dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dengan baik. Penguatan Peran Media: Media massa dan media sosial memiliki peran penting dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila. Konten yang mendidik dan positif tentang Pancasila harus dipromosikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Sosial dan Budaya: Masyarakat perlu didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan seperti bakti sosial, festival budaya, dan dialog antarbudaya dapat memperkuat rasa persatuan dan saling menghormati di antara masyarakat yang beragam. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung: Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial. Kebijakan yang adil dan merata akan membantu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dialog Antaragama dan Budaya: Mendorong dialog antaragama dan antarbudaya dapat membantu mengurangi ketegangan dan konflik yang muncul akibat perbedaan. Kegiatan ini dapat memperkuat toleransi dan saling pengertian di antara masyarakat yang beragam. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat multikultural Indonesia, terutama di tengah tantangan yang dihadapi akibat globalisasi yang semakin kompleks. Pancasila, sebagai ideologi negara, memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas bangsa dan memandu kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, penerapan nilai-nilai Pancasila, yang mencakup Ketuhanan. Kemanusiaan. Persatuan. Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, semakin terabaikan dalam masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang terpengaruh oleh budaya asing yang materialistik dan individualistik. Tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi Pancasila meliputi pengaruh budaya asing, kurangnya pendidikan Pancasila yang efektif, krisis moralitas, dan politik Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 132 | Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Masyarakat Multikultural: Upaya Memepertahankan Identitas Bangsa di Era Globalisasi yang Semakin Kompleks identitas yang dapat memecah belah masyarakat. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini merekomendasikan beberapa solusi strategis, termasuk revitalisasi pendidikan Pancasila, penguatan peran media dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan budaya, serta kebijakan pemerintah yang mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan, diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat diinternalisasi dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya akan memperkuat identitas bangsa, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sejahtera, yang mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan semangat persatuan dan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran nasional dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai landasan ideologi dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. DAFTAR PUSTAKA