ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PAJAK KANTOR PAJAK KPP PRATAMA TANJUNG Aulia Rahmah* . Susiani rahmaha438@gmail. hjsusiani1961@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olahraga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Kinerja pegawai sangat berpengaruh terhadap berkembang atau tidaknya suatu instansi. Begitupun dengan pegawai pajak dalam hal pelayanan publik. Pelayanan publik adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal yang menciptakan rasa kepuasan dan keberhasilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pajak kantor Pajak KPP Pratama Tanjung. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi pada penelitian adalah seluruh pegawai kantor pajak KPP Pratama Tanjung sejumlah 80 pegawai. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dan jumlah sampel 65 pegawai. Teknik pengumpulan data menggunakan koesioner dan observasi. Teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif, uji validitas dan uji realibilitas, analisis regresi sederhana, dan uji t atau Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat adanya pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pajak kantor pajak KPP Pratama Tanjung dan besarnya pengaruh motivasi terhadap kinerja sebesar 80,8%. Kata kunci : Pengaruh. Motivasi. Perpajakan THE EFFECT OF MOTIVATION ON THE PERFORMANCE OF TAX OFFICERS AT KPP PRATAMA TANJUNG TAX OFFICE ABSTRACT Employee performance plays a crucial role in the development of an organization, including tax officers, whose work is closely related to public services. Public service is a process of providing assistance to the public, requiring sensitivity and interpersonal relationships that foster satisfaction and success. This study aims to analyze the effect of motivation on the performance of tax officers at KPP Pratama Tanjung Tax Office. The research adopts a quantitative approach with a survey method. The population consists of all employees of KPP Pratama Tanjung Tax Office, totaling 80 employees, with a sample of 65 employees selected using the convenience sampling technique. Data collection methods include questionnaires and observation, and the data were analyzed using descriptive statistical analysis, validity and reliability tests, simple regression analysis, and t-tests or hypothesis tests. The results of the study indicate a significant effect of motivation on the performance of tax officers, with a contribution of 80. Keywords: Effect. Motivation. Taxation JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENDAHULUAN Semenjak viralnya kasus penganiayaan oleh anak Direktorat Jendral Pajak, dunia perpajakan kini menjadi sorotan publik. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Minta Tunjangan kinerja pegawai pajak dievaluasi. Tunjangan kinerja bagi pegawai DJP itu menyebabkan kesenjangan antar kementrian dan Apalagi karena itu juga besaran tunjangan kinerja tersebut tidak berkorelasi dengan tabiat sebagai pejabat Ditjen Pajak (A, 2. Pada berita lain memberitakan terkait penyesuaian tunjangan kinerja . Direktorat Jendral Pajak dinilai perlu dilakukan untuk meminimalkan persepsi negatif publik. Menurut Ekonom Center of Economic and Law Studies . Bhima Yudhistira dalam penelitian Saputra dan Winarto tahun 2013 menyapaikan, besarnya tunjangan kinerja saat ini juga bisa memicu naiknya gaya hidup hedonisme yang berdampak negatif bagi persepsi pembayar pajak atau Masyarakat secara Dia juga berpendapat tukin DJP saat ini terlalu timpang dengan kementrian atau Lembaga lain sehingga bisa menimbulkan demoralisasi atau menurunnya etos kerja para pegawai dikementrian lain (Saputra & Winarto, 2. Pada media berita dari BBC news Indonesia pada tanggal 22 Maret 2023 memberitakan tentang sebuah kasus yang diberi judul Viral pelayanan buruk bea cukai minta maaf saja 'tidak cukup' kata pengamat. Di mana dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa banyak terdapat aduan dari warga net yang mengungkapkan keresahan mereka terkait kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak bea cukai terbilang cukup buruk yang mereka terima dari para pegawai instansi terkait (Indonesia, 2. Dari Merdeka. Com memberitakan tentang sebuah kasus yang diberi judul Pelayanan buruk pegawai pajak dan bea cukai berujung permintaan maaf Kemenkeu. Dimana dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa kasus ini sudah menjadi sorotan beberapa waktu belakangan ini, bahkan pada pemberitaan ini juga menyebutkan anak gusdur yaitu Alisa Wahid juga menjadi korban pelayanan buruk pegawai isntansi perpajakan, yang mana membuat salah seorang dari kemenkue sebagai JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 perwakilan meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan (Santia, 2. Adapun Fenomena yang terjadi masih banyaknya ditemukan kinerja pegawai pajak yang kurang baik karena masih banyaknya pegawai yang melakukan pelanggaran dan memberikan pelayanan kurang memuaskan kepada wajib pajak (Jayanthi Octavia. Reza Alpadezami, 2. Pelayanan publik menurut UU No 25 Tahun 2009 adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan Selaras dengan hal ini pihak Ditjen pajak melakukan kerja sama dengan Ombudsman RI dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik. Pada laman resmi DJP memberitakan terkait kerjasama tersebut. Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo bersama dengan Anggota Ombudsman Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika sepakat Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Pelayanan Publik berkualitas di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Penandatanganan perjanjian dilakukan di Jakarta, pada Senin, 11 Desember 2023. (DJP, Dalam sebuah organisasi, perusahaan atau perkantoran, sumber daya manusia (SDM) adalah sebagai ujung tombak keberhasilan dari cita-cita ataupun tujuan. Sebaik apapun rencana yang dibuat kalau sumber daya manusianya tidak optimal dalam menjalankan rencana yang ada maka hasil dari rencana tersebut tidak akan maksimal bahkan beresiko gagal atau tidak tercapai. Begitupun Kualitas manusia sebagai seorang pekerja, karyawan ataupun pegawai sangat berpengaruh terhadap maju, mundur maupun berkembang atau tidaknya suatu instansi atau perusahaan. Tidak bisa dipungkiri lagi, di dalam sebuah Perusahaan atau organisasi, manusia adalah sumber daya yang sangat penting (Mardiana. Anismadiyah, & Soepandi, 2. Begitupun dengan sumber daya manusia dalam hal pelayan publik, pelayanan publik adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB kepekaan dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan. Setiap pelayanan menghasilkan produk, baik berupa barang dan jasa Sedangkan yang menjadi rujukan utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik (UndangUndang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publi. , dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Buruknya pelayanan publik di Indonesia sudah bukan rahasia Di kalangan aparatur negara masih terkesan mempersulit pelayanan, sehingga muncul istilah kalau bisa dipersulit mengapa harus dipermudah. jika bisa diperlambat mengapa harus dipercepat. urusan negara tidak bisa selesai oleh kita sendirian, dan sebagainya (Bazarah. Jubaidi, & Hubaib. Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Silvera Wanasaputra dan Liliana Dewi pada hasil penelitiannya yang berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Anggota Yayampek faktor-faktor mempengaruhi kinerja anggota Yayamprek adalah kemampuan, disiplin, waktu kerja, input, upaya, inisiatif, dan motivasi (Wanasaputra & Dewi. Dalam penelitian (Kurniati & Fidowaty, 2. yang berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Penelitian Dosen Universitas Komputer Indonesia. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi pencapaian kinerja, faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan . dan factor motivasi . Kinerja faktor-faktor Faktor-faktor mempengaruhi kinerja, antara lain: . Faktor kemampuan dan . Faktor Motivasi. Selain itu kinerja individu juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain. kinerja individu dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu: . Dukungan manajemen. Kompetensi individu. Dukungan organisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 penelitian dosen dipengaruhi oleh kompetensi individu, dukungan Manajemen dan dukungan Organisasi. Secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja dosen yaitu sebesar 332,5% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti (Kurniati & Fidowaty, 2. Identifikasi Masalah Motivasi yang rendah membuat kinerja karyawan menjadi tidak optimal. Kemampuan mempengaruhi baik tidaknya kinerja. Disiplin kerja yang rendah berdampak pada kinerja dan kepuasan masyarakat. Emphaty/responsiveness (Kualitas pelayana. , tidak bersemangat dalam melayani publik dan terkesan cuek atau judes mengurangi kenyamanan dan kepuasan Masyarakat. Lingkungan kerja yang kurang mendukung berdampak tidak baik bagi individu Tidak adanya kompetisi memicu rendahnya semangat kinerja seseorang. Batasan Masalah Agar penelitian dapat lebih terarah,maka permasalahan dibatasi pada faktor motivasi, dan tempat penelitian di kantor pajak KPP Pratama Tanjung. Motivasi merupakan suatu hal yang mendorong seseorang mau menggunakan seluruh kemampuannya untuk bekerja agar bisa mencapai Dengan motivasi yang baik dan tepat, seorang pegawai akan semakin menyadari pentingnya kerja yang optimal, disiplin dan (Mardiana. Anismadiyah. Soepandi, 2. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Menguji Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di kantor pajak KPP Pratama Tanjung. Mengukur besar pengaruh motivasi yang mempengaruhi kinerja karyawan kantor pajak KPP Pratama Tanjung Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak yaitu: ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Secara Teoritis Untuk menambah pengetahuan dan wawasan terkait pengaruh motivasi terhadap kinerja. Sebagai Manfaat Praktis Sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai kantor pajak KPP Pratama Tanjung. Sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan motivasi pegawai kantor pajak KPP Pratama Tanjung. TINJAUAN PUSTAKA Motivasi Dalam buku pengantar Manajemen disebutkan Abraham Maslow mengemukakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang bersifat konstan . , tidak pernah berakhir, berfluktuasi dan bersifat kompleks, dan hal itu sebagian besar merupakan karakteristik universal pada setiap kegiatan Sedangkan Fredrick J. Mc Donal mendefenisikan motivasi sebagai perubahan energi pada diri seseorang yang ditandai dengan perasaan dan reaksi untuk mencapai suatu tujuan. Hani Handoko mengemukakan bahwa motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan (Muhfizar, et al. Berdasarkan pendapat beberapa para ahli di atas tentang pengertian motivasi maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah sebuah dorongan yang muncul dan berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu berupa tindakan demi tercapainya tujuan. Sedangkan motivasi pada lingkungan kerja merupakan dorongan dalam diri individu/kelompok untuk melakukan tindakan atau aksi dalam hal menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya atas tujuan yang ingin dicapai. Indikator Motivasi JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Motivasi kerja merupakan hal yang paling mendasar seseorang bekerja keras untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Munculnya motivasi kerja biasanya melibatkan faktor komunikasi persuasif Menurut Yusuf dalam penelitian Rimelvi Hendriko yang berjudul Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Penelitian Dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Hendriko, 2. disebutkan menurut Yusuf ada enam indikator motivasi kerja yaitu: Perhatian (Attentio. Perhatian dari motivasi memiliki keterkaitan yang sangat erat. Untuk menumbuhkan perhatian membutuhkan motivasi. Seorang karyawan akan bekerja dengan serius bila dia merasa membutuhkan dan ia akan berusaha Semakin kuat motivasi yang ingin dicapainya semakin kuat pula usaha yang akan dilakukannya. Minat (Interes. Minat . adalah keadaan yang menghasilkan respon terarah terhadap suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan suatu kepuasaan kepadanya . Demikian juga minat dapat menumbulkan sikap yang merupakan suatu kesiapan berbuat bila ada stimulasi sesuai dan keadaan tersebut. Hasrat (Desir. Hasrat adalah suatu keinginan kita untuk melakukan berbagai hal dan tujuan sesaat yang di proses atau dibuat oleh pikiran alam bawah sadar kita. Hasrat sangat penting dalam memotivasi kerja yang ingin dicapainya Keputusan (Decisio. Pengambilan keputusan dalam motivasi yaitu memilih salah satu lebih di antara sekian banyak alternatif keputusan yang mungkin. Alternatif keputusan meliputi keputusan ada kepastian, keputusan beresiko, keputusan Keputusan bisa di buat berulang kali secara rutin dan dalam bentuk persoalan yang sama sehingga mudah di lakukan keputusan. Keputusan yang di hadapi mungkin serupa ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dengan situasi yang pernah di alami, tetapi ada ciri khusus dari permasalahan yang baru timbul. Aksi/Tindakan (Actio. Motivasi aksi/tindakan merupakan suatu tindakan dalam mengarahkan seseorang dan kelompok agar dapat melakukan suatu tindakan agar berhasil, sehingga individu atau kelompok tersebut dapat melakukan suatu hal dengan tujuan yang ingin dicapai oleh karyawan Kepuasan (Satisfactio. Kepuasan kerja, yaitu motivasi dalam diri seseorang karena dapat melakukan suatu pekerjaan tertentu. Dimana kondisi psikis yang menyenangkan yang dirasakan oleh pegawai di dalam suatu lingkungan pekerjaan atas peranannya dalam organisasi dan kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Kinerja Menurut Mangkunegara dalam penelitian Rido Sanjaya (Sanjaya, 2. mendefinisikan kinerja atau prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja orang secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya yang diberikan kepadanya dalam suatu kurun waktu yang Definisi lain, menjelaskan bahwa kinerja merupakan catatan yang dihasilkan dari fungsi pegawai atau kegiatan yang dilakukan Kinerja adalah hasil yang diperoleh suatu organisasi tersebut bersifat profit-oriented dan no profit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu (Ginting. Bangun. Munthe, & Sihombing. Sedangkan dalam penelitian Budiyanto dan Mochlas (Budiyanto & Mochklas, 2. mengartikan kinerja sebagai gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang tertuang dalam strategi perencanaan . trategic plannin. suatu organisasi. Berdasarkan beberapa penendapat tersebut dapat dirtarik suatu kesimpulan bahwa,yang dimaksud kinerja adalah suatu gambaran mengenai tingkat pencapaian sebuah pelaksanaan suatu kegiatan atau program atau kebijakan dalam JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 mewujudkan tujuan organisasi sesuai dengan strategi perencanaan. Indikator Kinerja Stephen P Robbins . dalam penelitian Lusiana (Lusiana, 2. menyatakan bahwa indikator untuk mengukur kinerja pegawai adalah: Kualitas kerja. Kualitas kerja diukur dari persepsi pegawai terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan Kuantitas kerja Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang Waktu kerja Mengenai jumlah absen yang dilakukan, keterlambatan serta lama masa kerja yang dijalani individu dalam tahun yang telah Kerja sama Menerangkan bagaimana individu membantu pegawai lainnya dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Ketepatan waktu Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sundut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Kerangka Konseptual Gambar 1: Kerangka Konseptual Motivasi X Kinerja Y Yusuf. 6, hal. Stephen P Robbins . Indikator: Perhatian Minat Hasrat Keputusan Aksi/Tindakan Kepuasan Indikator: Kualitas kerja Kuantitas Kerja Waktu Kerja Kerja Sama Ketepatan Waktu Sumber: Peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan Penlitian Penelitian ini menggunakan data kuantitatif, yang mana disebut penelitian kuantitatif, yang menggunakan data yang dapat dihitung, untuk menghasilkan penafsiran kuantitatif yang kuat. Jadi data kuantitatif adalah nilai dari perubahan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka . (Pasolong. Berdasarkan eksplanasinya penelitian ini termasuk dalam penelitian Asosiatif yaitu penelitian yang terdapat dua variabel yang dihubungkan dalam penelitian ini hubungan variable X dengan Varibel Y. Berdasarkan pendekatannya penelitian ini menggunakan penelitian survey, yaitu penelitian yang dilakukan dengan atau terhadap populasi besar maupun kecil, dalam penelitian ini menggunakan popupasi 80 pegawai yang ada di kantor pajak KPP Pratama Tanung, dan penentuan sampel dilihat berdasarkan tabel penentuan sampel oleh Isaac & Mchael dengan taraf kesalahan 5% didapat jumlah sampel yaitu 65 orang. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini yaitu kuesioner. Populasi dan Sampel Populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek dan subjek yang mempunyai jumlah dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti Jadi Populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda yang lain, populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek dan subjek, tetapi meliputi seluruh karakterisktik dan sifat yang dimiliki oleh subjek tertentu. Populasi juga sering disebut Universe (Pasolong, 2. Sampel adalah Sebagian dari populasi yang dapat mewakili seluruh populasi. Sejalan dengan Hadi menyatakan bahwa Sebagian Individu yang diteliti disebut sampel . Sedangkan Sujana menyatakan bahwa sampel adalah Sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan caracara tertentu. Berdasarkan definisi tersebut diatas, maka dapat didefinisikan sampel secara sederhana yaitu: sampel adalah sebgian dari kuantitas populasi yang mencerminkan populasi tersebut (Pasolong, 2. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Convenience Sampling, yaitu Penarikan sampel menggunakan teknik kesesuaian dilakukan dengan cara memilih unitunit analisis yang dianggap sesuai oleh peneliti. Dalam pemilihan poin-poin sampel dari kerangka sampling dilakukan secara tidak terstruktur dan arbiter (Dr. Sahya Anggara, 2. Jumlah sampel JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 menggunakan rumus Isaac & Michel, untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya 80 pegawai pajak kantor pajak KPP Pratama Tanjung untuk tingkat kesalahan 5% berdasarkan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu diketahui bahwa jumlah sampel adalah 65 orang. Rumus : ycI= yuI . ycE ycc . cA Oe 1 yuI . ycE Keterangan: 2 dengan dk = 1, taraf kesalahan 1%, 5%, 10% P = Q = 0,5 S = jumlah sampel Variabel Penelitian Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel Bebas (Variable Independen. Variabel yang variabilitasnya diamsusikan ditentukan oleh sebab-sebab yang berada diluar Variabel eksogen dalam penelitian ini adalah Motivasi (X). Variabel Terikat (Variable Dependen. Variabel yang variasinya dapat diperankan oleh variable eksogen dan endogen yang berada didalam sistem. Variabel endogen dalam penelitian ini adalah Kinerja Pegawai (Y). Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner dan observasi. Teknik pengumpulan data sebagai berikut: Kuesioner adalah suatu pengumpulandata melalui daftar pertanyaan yang diisi oleh responden itu sendiri. Dalam Teknik kuesioner, responden memiliki peranan penting dalam memperoleh data yang dibutuhkan (Pasolong. Dalam menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian (Pasolong, 2. Skala likert digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur variabel X yaitu Motivasi dan variabel Y yaitu kinerja Pegawai. Ada 5 pilihan pada setiap item pertanyaannya yaitu: Jawaban sangat setuju (SS) : diberikan skor Jawaban setuju (ST) : diberikan skor 4 Jawaban kurang setuju (KS) : diberikan Jawaban tidak setuju (TS) : diberikan skor 2 Jawaban sangat tidak setuju (STTS) : diberikan skor 1 Observasi adalah merupakan suatu pengamatan secara langsung dengan sistematis terhadap gejala-gejala yang hendak di teliti. Oleh karena observasi menjadi salah satu Teknik pengumpulan data jika: sesuai dengan tujuan penelitian, direncanakan dan dicatat secara sistematis, dan dikontrol realiabilitasnya dan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar pengamatan, panduan pengamatan, panduan observasi . bsevartion sheet atau observation schedul. , dan daftar cocok . (Pasolong, 2. Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan penulis yaitu kuantitatif, yaitu analisis yang digunakan untuk menguji adalah teknik data hubungan antara pengaruh variable bebas (X) dan variable terikat (Y), yang menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS ver . SPSS adalah paket aplikasi yang digunakan untuk melakukan sebuah analisis data statistik baik secara tepat maupun tepat. Dimana hasil analisis tersebut menghasilkan berbagai macam jenis output yang dikehendaki atau sesuai tujuan dari penelitian. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara menganalisiskan data yang telah terkumpul apa adanya dan tidak untuk menarik kesimpulan secara umum . idak berlaku secara universa. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Presentasi data digunakan untuk melihat perbandingan besar kecilnya frekuensi jawaban dalam angket yang dihitung dalam jumlah presentase, karena jumlah jawaban pada setiap angket berbeda. Rumus Presentase: P= ycu100% P = Presentasi F = Frekuensi Data N = Jumlah Responden Uji Validitas dan Realibilitas Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk melakukan pembuktian data dari instrument penelitian apakah data yang dipakai valid atau tidak valid. Agar mengetahui apakah alat ukur atau instrument penelitian valid atau tidak valid maka dasar dalam penentuan tersebut adalah jika r hitung > r tabel maka dinyatakan valid. Jika r hitung < r tabel maka dinyatakan tidak valid. Uji reabiitas adalah tingkat keterandalan atau konsistensi suatu alat ukur menghasilkan yang sama bila dilakukan secara berulang-ulang. Uji reabilitas dilakukan pada instrument penelitian untuk menguji apakah data yang digunakan dapat dipercaya atau tidak. Sedangkan yang dimaksud reliable adalah mempunyai hasil yang sama pada setiap pengukuran dilakukan. Dasar dalam penentuan apakah data yang digunakan dalam penelitian ini reliabel maka dasar penentuan tersebut adalah jika nilai cronnbachAos Alpha > nilai 0,60 maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan relibel. Jika nilai cronnbachAos Alpha < nilai 0,60 maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan tidak relibel. Analisis Regresi Sederhana Tujuan dari analisis ini merupakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh terhadap variabel bebas dengan variabel terikat, cara mengetahui ada tidaknya pengaruh dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Variabel bebas dan variabel terikat dinyatakan berpengaruh jika t hitung lebih besar dari pada t tabel, tetapi sebliknya jika t hitung lebih rendah dari pada t tabel maka dinyatakan variabel bebas dan variabel terikat mempunyai Dasar untuk membandingkan nilai signifikansi jika nilai sig. kurang dari 0,05 maka dapat dinyatakan variabel bebas berpengaruh dengan variabel terikat, tetapi jika niai sig. dari 0,05 maka variabel bebas dinyatakan tidak berpengaruh dengan variabel terikat. Uji regresi sederhana dilakukan dengan Y = a Bx Keterangan: Y = Variabel terikat a = Konstanta regresi bX = Nilai turunan atau peningkatan variabel Uji T atau Hipotesis Pengujian t dilakukan dalam menentukan apakah hipotesis tentang korelasi antara variabel kualitas pelayanan terhadap variabel kepuasan pelanggan yang telah dirumuskan Dasar dalam menentukan apakah hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya diterima atau tidak diterima maka digunakan titik presentase distribusi t, dengan ketentuan Apabila t hitung > t tabel sehingga H0 tidak diterima dan Ha diterima. Apabila t hitung < t tabel sehingga H0 diterima dan Ha tidak diterima. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian ini bersifat kuantitatif dimana data yang dihasilkan akan berbentuk angka. Data yang didapat dilakukan analisis dengan menggunakan software SPSS. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap Dengan tujuan yang didasarkan , data dikumpulkan dengan kuesioner sebanyak 65 responden pegawai pajak kantor pajak KPP pratama Tanjung. Kuesioner yang digunakan menggunakan skala likert 1- 5. Penelitian ini JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 menggunakan 1 variabel independen yaitu Motivasi dan 1 variabel dependen yaitu kinerja. Responden dalam penelitian ini adalah Pegawai kantor pajak KPP Pratama Tanjung dalam segala bidang atau jabatan di kantor. Berdasarkan jawaban atau tanggapan dari 65 responden melalui instrument penelitian berupa kuesioner dapat di ketahui informasi sederhana terkait karakteristik responden yaitu: Responden berjenis kelamin laki-laki memiliki persentase 65,2%, dan responden berjenis kelamin Perempuan memiliki persentasi 34,8%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki lebih mendominasi lingkungan pekerjaan di kantor pajak KPP Pratama Tanjung. Responden dengan usia 21-25 tahun memiliki persentase 30,4%, responden dengan usia 26-30 tahun memiliki persentase 39,1%, responden dengan usia lebih dari sama dengan 36 tahun memiliki persentase 17,4%, dan responden dengan usia lebih dari 36 tahun memiliki persentase 13%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa responden dengan usia 2630 tahun lebih mendominasi keaktifan di lingkungan pekerjaan di kantor pajak KPP Pratama Tanjung. Responden dengan status pekerjaan sebagai PNS memiliki persentase 80,4%, dan responden dengan status pekerjaan ASN memiliki persentase 19,6%, dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa di lingkungan kantor pajak KPP Pratama Tanjung jumlah pegawai didominasi berstatus PNS. Hasil Penelitian Uji Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara menganalisiskan data yang telah terkumpul apa adanya dan tidak untuk menarik kesimpulan secara umum . idak berlaku secara universa. Tabel 1: Statistik Deskriptif Variabel X Descriptive Statistics Min Max Mean Std. Deviation ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 X31 X32 X33 X34 X35 Valid N Tabel 2: Statistik Deskriptif Variabel Y Descriptive Statistics Minim Maxi Mean Std. Deviation Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Y19 Y20 Y21 Y22 Y23 Y24 Y25 Y26 Y27 Y28 Valid N . Sumber: data diolah, 2024 . Sumber: data diolah, 2024 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan nilai rata-rata terendah terdapat pada item pernyataan X10 dan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada item pernyataan X2. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan nilai rata-rata terendah terdapat pada item pernyataan Y13 dan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada item pernyataan Y6. Tabel 3: Uji Statistik Deskriptif ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Descriptive Statistics Std. Min Max Mean MOTIVASI KINERJA Valid N Deviation . Sumber: data diolah, 2024 Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif melalui SPSS dengan variable Motiviasi (X) jumlah responden 65. Nilai minimum 131,00, nilai maksimum, 175,00, mean 151,2923 dan std deviation 12,04383. Variabel Kinerja (Y) jumlah responden 65, nilai minimum 89,00, nilai maksimum 139,00, mean 116,8923 dan std deviation 10,11515. Uji Validitas dan Realibilitas Tabel 4: Uji Validitas Variabel X Pernyataan X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 Variabel Motivasi (X) r tabel Keterangan 0,518 0,2058 Valid 0,671 0,2058 Valid 0,668 0,2058 Valid 0,719 0,2058 Valid 0,641 0,2058 Valid 0,736 0,2058 Valid 0,753 0,2058 Valid 0,714 0,2058 Valid 0,666 0,2058 Valid 0,774 0,2058 Valid 0,257 0,2058 Valid 0,500 0,2058 Valid 0,708 0,2058 Valid 0,698 0,2058 Valid 0,599 0,2058 Valid 0,482 0,2058 Valid 0,451 0,2058 Valid 0,2058 Valid 0,369 0,2058 Valid 0,776 0,2058 Valid 0,434 0,2058 Valid 0,605 0,2058 Valid 0,646 0,2058 Valid 0,733 0,2058 Valid 0,783 0,2058 Valid 0,627 0,2058 Valid 0,663 0,2058 Valid 0,714 0,2058 Valid 0,572 0,2058 Valid JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 X30 X31 X32 X33 X34 X35 0,602 0,708 0,458 0,469 0,449 0,460 0,2058 0,2058 0,2058 0,2058 0,2058 0,2058 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: data diolah, 2024 Tabel 5: Uji Validitas Variabel Y Pernyataan Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Y19 Y20 Y21 Y22 Y23 Y24 Y25 Y26 Y27 Variabel Kinerja . r tabel Keterangan 0,753 0,2058 Valid 0,214 0,2058 Valid 0,823 0,2058 Valid 0,777 0,2058 Valid 0,484 0,2058 Valid 0,800 0,2058 Valid 0,877 0,2058 Valid 0,833 0,2058 Valid 0,557 0,2058 Valid 0,837 0,2058 Valid 0,471 0,2058 Valid 0,502 0,2058 Valid 0,769 0,2058 Valid 0,655 0,2058 Valid 0,325 0,2058 Valid 0,633 0,2058 Valid 0,774 0,2058 Valid 0,541 0,2058 Valid 0,639 0,2058 Valid 0,681 0,2058 Valid 0,303 0,2058 Valid 0,792 0,2058 Valid 0,664 0,2058 Valid 0,768 0,2058 Valid 0,736 0,2058 Valid 0,858 0,2058 Valid 0,509 0,2058 Valid Sumber: data diolah, 2024 Dari hasil uji validitas pada tabel menunjukkan nilai r hitung lebih besar dari r table, hal tersebut membuktikan bahwa setiap item pernyataan dalam intrstumen penelitian dinyatakan valid. Tabel 6: Uji Reliabilitas Variabel X Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: data diolah, 2024 Tabel 7: Uji Reliabilitas Variabel Y ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sum of Mean Model Squares df Square F Sig. 1 Regression 2565. 211 1 2565. 283 <. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: data diolah, 2024 Hasil dari uji reliabilitas pada variabel Kinerja (Y) dapat dilihat bahwa cronbachAos alpha pada variabel ini lebih tinggi dari pada nilai dasar yaitu 0,936 > 0,60 hasil tersebut membuktikan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner variabel (Y) dinyatakan reliabel. Uji Regresi Linear Sederhana Tabel 8: Variabel Entered/Removed Residual 593. 254 41 14. Total Dependent Variable: KINERJA Predictors: (Constan. MOTIVASI Sumber: data dolah, 2024 Dari data output diatas diketahui bahwa nilai F hitung = 177,238 dengan Tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel Kinerja atau dengan kata lain ada pengaruh Variabel Motivasi (X) terhadap variabel Kinerja (Y). Tabel 11: Coefficient Variables Entered/Removeda Model Variables Entered Variables Removed Method MOTIVASIb Enter Model Dependent Variable: KINERJA All requested variables entered. Sumber: data diolah, 2024 Tabel diatas menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan. Dalam hal ini variabel yang dimasukkan adalah variabel motivasi sebagai variabel Independent dan Kinerja sebagai variabel Dependen dan metode yang digunakan adalah metode Enter. Tabel 9: Koefisien Korelasi Model Summary Adjusted Model Square R Square Predictors: (Constan. MOTIVASI Std. Error of the Estimate Sumber: data diolah, 2024 Tabel diatas menjelaskan besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,901. Berdasarkan output diatas diketahui nilai adjusted (R squar. 0,808 hal ini berarti bahwa pengaruh variable x terhadap variabel y sebesar 80,8% dengan sisanya 19,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Tabel 10: Model Anova ANOVA JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 (Constan. Coefficientsa Standar Unstandardized -dized Coefficients Coefficients Std. Error Beta MOTIVASI Dependent Variable: KINERJA Sig. 315 <. Sumber: data diolah, 2024 Berdasarkan persamaan regresi linear sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = 21,475 0, 632 Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Konstanta sebesar 21,475 artinya jika Motivasi (X) nilainya adalah 0, maka kinerja nilainya 21,474 Variabel motivasi memiliki koefisien regresi sebesar 0,632 dengan ini nilai positif menyatakan bahwa setiap kenaikan 1% motivasi akan menaikan kinerja sebesar 0,632 Uji t (Hipotesi. Berdasarkan tabel koefisien diatas dapat diinterpretasikan variabel Motivasi memiliki tingkat signifikasni sebesar 0,001 dan nilai t hitung sebesar 13,315. Dengan demikian ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB diketahui nilai sig ,001 < 0,05 dan nilai t hitung 13,315 > 1,998 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berartati terdapat pengaruh motivasi . terhadap kinerja . dan H0 ditolak. Pembahasan Secara umum penelitian ini menunjukan hasil yang baik, dilihat dari jawaban responden Sebagian besar setuju terhadap kondisi dari masing-masing item pernyataan dari variabel penelitian. Dan dari hasil penelitian tersebut dapat diperoleh bahwa motivasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai pajak KPP Pratama Tanjung. Dari perhitungan SPSS versi 29 dari hasil perhitungan uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung 315, sedangkan p value sebesar 0,005, sehingga p value <5% . ,005<0,. , artinya ada pengaruh signifikan variabel Motivasi (X) terhadap Kinerja pegawai pajak (Y). Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh Motivasi (X) terhadap Kinerja Pegawai Pajak (Y) kantor pajak KPP Pratama Tanjung. Nilai koefisien determinasi R Square (R. menunjukkan bahwa besarnya pengaruh motivasi terhadap kinerja sebesar 0,808 atau 80,8%. Sedangkan sisanya 19,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian Dilihat dari uji Regresi Linear yaitu Y= 21. 0,632 X, variabel motivasi (X) mempunyai pengaruh terhadap kinerja (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0,632 menunjukan bahwa apabila motivasi (X) meningkat sebesar 1% maka kinerja pegawai meningkat sebesar 0,632 dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Sri Mardiana. Vega Anismadiyah. Amun Soepandi . tentang pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada kecamatan Ciputat Timur kota Tanggerang Selatan yang menyatakan Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Begitu pula pada dengan penelitian M. Rizal M Basalamah. Irwan Yantu. Robiyanti Podungge . yang menyatakan motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Penawaran Modal ESDM Transmigrasi Provinsi Gorontalo. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Namun Penelitian ini tidak di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Raden yohanes Luhur yang menyatakan pada hasil uji t motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan diatas. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Pajak kantor Pajak KPP Tanjung, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Terdapat adanya pengaruh Motivasi terhadap Kinerja pegawai pajak kantor pajak KPP Pratama Tanjung. Besarnya pengaruh Motivasi terhadap Kinerja pegawai Pajak KPP Pratama Tanjung sebesar 80,8%. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah Motivasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja, maka peneliti ingin memberikan saran Kepada Kepala Peyanan kantor pajak KPP Pratama Tanjung sebagai berikut: Lingkungan kerja Kantor Pajak KPP Pratama Tanjung yang sudah baik agar dapat selalu dipertahankan guna memberikan dorongan kepada kinerja para pegawai untuk bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam melayani publik dalam kondisi yang baik pula. Motivasi bisa diberikan secara konsisten kepada para pegawai agar memberikan dorongan yang positif untuk hasil kinerja pegawai yang baik khususnya dalam hal pelayanan kepada Masyarakat. Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif dari varibal motivasi terkait indikator minat menunjukkan nilai dari jawaban responden tergolong rendah, hal ini bisa lebih ditingkatkan untuk menjalin kerjasama antar sesama dilingkungan kantor, agar minat untuk membantu rekan kerja yang lain bisa semakin Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif dari varibal kinerja terkait indikator kuantitas kerja menunjukkan nilai dari jawaban responden tergolong rendah, hal ini bisa diperbaiki dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dikondisikan menyesuaikan dengan jawaban responden pada indikator kepuasan pada variabel Motivasi. DAFTAR PUSTAKA