Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Analisis Kinerja Rantai Pasok Biji Kopi Robusta dengan Metode SCOR and AHP (Studi Kasus : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Danu Indra Wardhana1. Andika Putra Setiawan1*. Ara Nugrahayu Nalawati1. Zidan Eka Widianto1 1Program Studi Teknologi Industri Pertanian. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember. Jawa Timur OPEN ACCESS ISSN 2541-5816 *Correspondence: Andika Putra Setiawan andikaputra@unmuhjember. Received: 09-09-2025 Accepted: 20-01-2026 Published: 21-01-2026 Citation: Wardhana DI. Setiawan AP. Nalawati AN, and Widianto ZE. Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technology 07:01 doi: 10. 21070/jtfat. Indonesia Abstract. Jember Regency and Silo District are among the regions with great potential in the agricultural sector, particularly in coffee cultivation. Coffee production in Jember Regency ranks second in East Java after Malang Regency. Sidomulyo Village in Silo Subdistrict was designated as the first foreign exchangeAegenerating village in Jember Regency due to its success in exporting This achievement was made possible through collaboration between KSU (Multi-Purpose Cooperativ. Buah Ketakasi and several large companies. In 2022, the total harvest of KSU Buah Ketakasi reached 1,560 tons of green coffee beans. With the continuous growth of the global market, the demand for coffee has also increased significantly. Therefore, it is important to implement improvements that can enhance the quality and performance of the company. The objectives of this research are: . to analyze the structure of the robusta coffee bean supply chain at KSU Buah Ketakasi Sidomulyo, and . to analyze the performance of the robusta coffee bean supply chain at KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. This research was conducted at KSU Buah Ketakasi, located in Sidomulyo Village. Silo District. Jember Regency, from May to July 2024. The study employed the SCOR and AHP methods. The results indicate that there are two flow structures in the robusta coffee bean supply chain: the first flow involves farmers. KSU Buah Ketakasi, and consumers, while the second flow involves farmers, collectors. KSU Buah Ketakasi, and consumers. Based on the calculations, the total supply chain performance score reached This score indicates that the supply chain performance of KSU Buah Ketakasi Sidomulyo is at a moderate . level on a scale from 0 to 100. Keywords: performance analysis, supply chain, robusta coffee beans. SCOR-AHP Abstrak. Kabupaten Jember dan Kecamatan Silo adalah salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya tanaman kopi. Produksi kopi di Kabupaten Jember merupakan yang terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang. Desa Sidomulyo di Kecamatan Silo menjadi desa penghasil devisa pertama di Kabupaten Jember setelah berhasil menembus pasar ekspor kopi. Capaian ini terwujud melalui kolaborasi antara KSU (Koperasi Serba Usah. Buah Ketakasi dan sejumlah perusahaan besar. Pada tahun 2022, total panen KSU Buah Ketakasi mencapai 1. 560 ton biji kopi hijau. Dengan semakin berkembangnya pasar global, permintaan terhadap kopi juga meningkat pesat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah . menganalisis struktur rantai pasok biji kopi robusta di KSU Buah Ketakasi Sidomulyo dan . menganalisis kinerja rantai pasok biji kopi robusta di KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. Penelitian ini dilaksanakan di KSU Buah Ketakasi yang terletak di Desa Sidomulyo. Kecamatan Silo. Kabupaten Jember. Penelitian ini berlangsung pada bulan Mei hingga Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode SCOR dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua aliran dalam struktur rantai pasok biji kopi robusta, yaitu aliran pertama dimulai dari petani. KSU Buah Ketakasi, dan konsumen, sedangkan aliran kedua dimulai dari petani, pengepul. KSU Buah Ketakasi, dan Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, nilai total kinerja rantai pasok mencapai 80,854. Angka tersebut menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok KSU Buah Ketakasi Sidomulyo berada pada level sedang . ata-rat. dari skala 0 hingga 100. Kata kunci: analisis kinerja, rantai pasok, biji kopi robusta. SCOR-AHP Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto PENDAHULUAN Tanaman kopi adalah komoditas hasil perkebunan yang menjadi produk ekspor utama, sehingga berkontribusi meningkatkan devisa negara. Menurut Badan Pusat Statistik . Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil. Vietnam, dan Kolombia. Produksi kopi Indonesia mencapai 789. 000 ton. Kabupaten Jember adalah salah satu daerah yang memiliki peluang besar di bidang perkebunan, terutama tanaman kopi, karena produksi kopi di sana adalah yang terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang (Badan Pusat Statistik Jawa Timur, 2. Kecamatan Silo menjadi penyumbang produksi kopi terbesar di Kabupaten Jember, dengan jumlah produksi mencapai 1. 636,80 ton pada tahun 2022 dan luas areal perkebunan mencapai 998 hektar (Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, 2. Desa Sidomulyo. Kecamatan Silo, ditetapkan sebagai desa penghasil devisa pertama di Kabupaten Jember karena mampu mengekspor kopi. Hal ini terjadi karena kerja sama antara Koperasi Serba Usaha (KSU) Buah Ketakasi dengan beberapa perusahaan besar, seperti PT. Bright Java Indonesia. Pada tahun 2007, para anggota kelompok tani di Desa Sidomulyo menginisiasi pembentukan KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. Kecamatan Silo, dengan tujuan memproduksi biji kopi robusta melalui proses pasca panen yang menghasilkan kualitas biji kopi yang baik. Pada tahun 2022, total panen KSU Buah Ketakasi mencapai 560 ton biji kopi hijau. Dengan semakin pesatnya perkembangan pasar global, permintaan terhadap komoditas kopi juga meningkat signifikan. Namun hingga saat ini KSU buah Ketakasi terkendala dalam hal pengelolaan rantai pasok biji kopi pada tingkat koperasi dan pelaku agroindustri masih menghadapi berbagai permasalahan struktural dan operasional. Salah satu kekurangan utama adalah belum terintegrasinya aktivitas rantai pasok secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku di tingkat petani, proses pascapanen, penyimpanan, hingga distribusi ke konsumen atau industri pengolahan. Setiap pelaku cenderung bekerja secara parsial, sehingga koordinasi antar mata rantai menjadi lemah dan menimbulkan inefisiensi. Oleh karena itu, perbaikan terus-menerus diperlukan agar kualitas perusahaan bisa meningkat. (Cahyo, 2. Penelitian ini menggabungkan metode SCOR dan AHP untuk membuat model perhitungan kinerja rantai pasok kopi robusta. Tujuan utama dari Supply Chain Operation Reference Model (SCOR) adalah mengukur bagaimana baiknya proses rantai pasok perusahaan. Dari pemasok bahan baku sampai konsumen akhir. SCOR berperan sebagai alat manajemen yang meliputi seluruh tahapan proses. Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) menjadi penting untuk diterapkan karena mampu memberikan kerangka kerja terstruktur dan terstandar dalam mengevaluasi kinerja rantai pasok. Salah satu keunggulan metode SCOR adalah pendekatan berstruktur vertikal yang memungkinkan kita untuk melihat rantai pasok secara menyeluruh dari ujung ke ujung (Maharani, 2. AHP yaitu kerangka pengambilan keputusan yang menggunakan model hierarkis dari suatu situasi untuk membantu memilih tindakan terbaik. AHP memungkinkan penentuan prioritas indikator kinerja rantai pasok secara objektif melalui perbandingan berpasangan . airwise compariso. , sehingga mempertimbangkan aspek kuantitatif dan kualitatif secara simultan. Keunggulan AHP terletak pada strukturnya yang bersifat hierarkis, memungkinkan kita untuk mengurai kriteria yang dipilih hingga mencapai subkriteria yang paling mendalam. Validitas dan batas toleransi untuk ketidaksesuaian berbagai kriteria dan pilihan yang ditetapkan oleh pengambil keputusan juga dapat diperhitungkan oleh AHP (Maharani, 2. Kombinasi kedua metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kondisi kinerja rantai pasok biji kopi robusta serta menjadi dasar rekomendasi perbaikan yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, pada saat diluar masa panen KSU Buah Ketakasi mengalami berbagai kendala yaitu keterbatasan bahan baku, hal ini menyebabkan terjadinya keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen dan tidak bisa memenehui permintaan konsumen ketika persediaan bahan baku habis . disaat permintaan konsumen tinggi. Lalu KSU Buah Ketasi juga terkendala dalam memprediksi permintaan konsumen yang tepat. Berdasarkan latar belakang diatas, maka perlu dilakukan studi penelitian dengan judul AuAnalisis Kinerja Rantai Pasok Biji Kopi Robusta Dengan Metode SCOR dan AHP (Studi Kasus: KSU Buah Ketakasi Sidomulyo menerapkan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Adanya penelitian ini akan membantu menilai kinerja dari rantai pasok KSU Buah Ketakasi Sidomulyo untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja rantai pasok. METODE BAHAN Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kopi Robusta KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. ALAT Peralatan yang digunakan dalam penelitian antara lain: laptop, buku, pulpen, kuisioner, serta MS Excel. DESAIN PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di KSU Buah Ketakasi, yang berada di Desa Sidomulyo. Kecamatan Silo. Kabupaten Jember. Provinsi Jawa Timur. Lokasi penelitian dipilih karena dari data yang ada. Kabupaten Jember merupakan Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto penghasil kopi robusta dengan produksi kedua terbesar di Jawa Timur. Penelitian ini direncanakan berlangsung dari bulan Mei hingga Juli 2024. Sumber data utama yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap responden diantaranya adalah owner atau pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan otoritas setempat yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember. Selain itu, data sekunder juga digunakan, yang berasal dari Badan Pusat Statistik dan publikasi ilmiah. Data sekunder ini didapatkan dari Badan Pusat Statistik. Untuk memahami permasalahan secara lebih dalam, kerangka berpikir dalam penelitian ini dibuat berdasarkan kajian teori dan latar belakang masalah yang ada. TAHAPAN PENELITIAN Tahapan Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan penelitian, terdiri dari: Observasi Awal Observasi awal bertujuan untuk mengindentifikasi masalah hingga menentukan tujuan penelitian. Studi lapangan . Studi literatur Pengumpulan dan Pengolahan Data . Mengidentifikasi rantai pasok kopi robusta . Perancangan matrik pengukuran kinerja dengan SCOR . Memetakan rantai pasok . Penentuan indikator kinerja rantai pasok . Pembobotan kinerja rantai pasok dengan AHP Metode Analisis Analisis dan Interprestasi Hasil Pengukuran kinerja rantai pasok berdasarkan model SCOR versi 11. 0 (Council, 2. menggunakan matriks Pada penelitian ini matrik level-1 akan menyajikan perhitungan indikator kinerja rantai pasok kopi di KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. Berikut rumus-rumus perhitungan matrik SCOR dapat dilihat pada Tabel 1. Proses PLAN (Proses Perencanaan Tabel 1. Indikator Pengukuran Kinerja Indikator Perumusan Kinerja Forecast accuracy 100 -( Permintaan aktualOePeramalan permintaan ycu 100 %) Permintaan aktual Raw material planning 100 - (Kebutuhan aktualOePeramalan kebutuhan ycu 100%) Accuracy Kebutuhan aktual Planning cycle Time SOURCE (Proses Pengadaa. Percentage suppliers with EMS Timely Delivery Performance by Supplier Waktu perencanaan Jumlah pemasok yang memiliki EMS x 100% Total pemasok Jumlah pengiriman tepat waktu x 100% Total frekuensi pengiriman Delivery Item Accuracy by Supplier Delivery Quantity Accuracy by Supplier MAKE (Proses Produks. Jumlah pengiriman tepat item x 100% Total frekuensi pengiriman 100 - ( Jumlah unit di pesan - Jumlah unit di terima ycu 100 %) Jumlah unit di pesan Inventory Accuracy of Raw Material Adherence to Production Schedule 100 - ( Jumlah unit di gudangOeJumlah unit tercatat ycu 100 %) Jumlah unit di gudang Product Defect From Jumlah produk cacat x 100% Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat yaycycoycoyceycnycoycoyceycuyc ycoycnycuyce ycycaEayceyccycycoyce x 100% Total ycoycnycuyce Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto Production Total produksi Number of Trouble Machines Jumlah kasus kerusakan mesin Material Efficiency (Yiel. 100 - . cIycaycycaycy ycu 100 %) Total produksi DELIVER Delivery Item Accuracy by (Proses The Pengirima. Company Jumlah pengiriman tepat item x 100% Total frekuensi pengiriman Delivery Quantity Accuracy by The Company 100 - ( Jumlah unit dikirimOeJumlah unit diterima ycu 100 %) Jumlah unit dikirim Order Delivered Faultless by The Company 100 - ( Jumlah unit cacat ycu 100 %) Jumlah unit dikirim RETURN Return rate from (Pengembali Customer an dari Pelangga. Percentage of Solid Waste Recycling Jumlah produk yang dikembalikan x 100% Total produk dikirim Jumlah limbah padat yang didaur ulang x 100% Total limbah padat Selanjutnya, nilai dari masing-masing kinerja akan diintegrasikan dengan bobot setiap atribut, dan hasil akhirnya dijumlahkan untuk mendapatkan nilai kinerja secara keseluruhan dari rantai pasok yang didasarkan pada atribut yang telah ditentukan. Nilai tersebut akan diklasifikasikan ke nilai standar kinerja pada Tabel 2. Sistem Monitoring <60 Tabel 1. Nilai Standar Kinerja Indikator Kinerja Unacceptable . Poor . angat kuran. Below Average . Average . Above Average . Excellent . angat bagu. Sumber: (Lathifah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Perusahaan KSU Buah Ketakasi Sidomulyo merupakan produsen kopi robusta di Desa Sidomulyo Kabupaten Jember. Ketakasi memproduksi biji kopi Robusta diolah setelah panen agar menghasilkan kualitas biji kopi yang baik. KSU Buah Ketakasi di dirikan oleh para kelompok tani Sidomulyo pada tahun 2007 hal itu didasari karena melihat perkembangan kopi robusta Sidomulyo yang semakin pesat. KSU Buah Ketakasi beralamat di Jalan Gunung Gending. Dusun Krajan. Desa Sidomulyo. Kabupaten Jember. Adapun batas-batas dari wilayah desa Sidomulyo adalah: Daerah Utara : Desa Sumberjati Daerah Selatan : Desa Pace Daerah Timur : Desa Curahleduk Daerah Barat : Desa Garahan KSU Buah Ketakasi memiliki pabrik pengolahan kopi sendiri dengan kualitas mesin pengolahan yang cukup baik. Pada KSU Buah Ketakasi memiliki 4 karyawan serta terdapat beberapa kegiatan yang meliputi penjemuran, roasting . apasitas 25 kg dan 500 gra. , pengemasan sampai penjualan. Kondisi Rantai Pasok KSU Buah Ketakasi Struktur rantai pasok kopi KSU Buah Ketakasi dimulai dari petani yang berperan sebagai produsen yang menghasilkan biji kopi robusta untuk konsumsi pada sektor hilir. Biji kopi robusta yang dihasilkan oleh petani Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto didistribusikan ke distributor atau pengepul. KSU Buah Ketaksi mendapatkan bahan baku dari petani langsung ataupun pengepul. Produk yang telah dihasilkan KSU Buah Ketakasi akan dijual langsung kepada Retailer atau konsumen serta di distribusikan kepada Pedagang Besar atau PT untuk di ekspor. Struktur jaringan rantai pasok kopi pada KSU Buah Ketakasi dapat dilihat pada Gambar 1. Distributor (KSU Buah Perseroan Terbatas (PT) atau Eksportir Konsumen akhir Konsumen akhir Ketakas. Retailer Petani Pengepul Distributor (KSU Buah Ketakas. Perseroan Terbatas (PT) atau Eksportir Retailer Konsumen Konsumen Keterangan: : Saluran 1 : Saluran 2 Gambar 1. Struktur rantai pasok biji kopi robusta Pada umumnya struktur rantai pasok biji kopi robusta KSU Buah Ketakasi melalui proses Saluran 1. Proses saluran 1 dilakukan ketika bahan baku biji kopi dalam jumlah yang melimpah. Sedangkan proses saluran 2 dipilih jika KSU Buah Ketakasi tidak memiliki stok bahan baku yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Sehingga KSU Buah ketaksi membutuhkan bahan baku biji kopi yang berasal dari pengepul diluar Desa Sidomulyo. Rantai pasok menyangkut hubungan yang terus-menerus mengenai produk, uang dan informasi. Produk umumnya mengalir dari hulu ke hilir, uang mengalir dari hilir ke hulu, sedangkan informasi mengalir dari hulu ke hilir maupun hilir ke hulu (Ginanjar, 2. Proses Bisnis Proses bisnis menggambarkan aliran produk, informasi, dan keuangan yang berlangsung dari hulu ke hilir. Secara umum, produk mengalir dari hulu ke hilir, sementara informasi bergerak dalam dua arah. Di sisi lain, aliran keuangan umumnya terjadi dari hilir ke hulu. Keterkaitan yang baik dalam aliran informasi antar anggota rantai pasok memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran aliran produk dan keuangan. Sebaliknya, adanya kesalahan informasi di antara anggota dapat menyebabkan kesalahan dalam pengiriman produk serta masalah dalam proses pembayaran (Syahputra, 2. Berikut proses bisnis dapat dilihat pada Gambar 2. Petani Pengepul Distributor (KSU Buah Ketakas. PT atau Eksportir Konsumen Retailer Konsumen Keterangan: : Aliran produk : Aliran keuangan : : Aliran informasi Gambar 2. Proses bisnis rantai pasok biji kopi robusta Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto Manajemen Rantai Pasok Manajemen rantai pasok adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas keseluruhan perusahaan dalam sistem rantai pasok. Di KSU Buah Ketakasi, proses manajemen rantai pasok terdapat empat kegiatan utama, yaitu Perencanaan (Pla. Pengadaan (Sourc. Produksi (Mak. , dan Pengiriman (Delive. Berikut proses manajemen rantai pasok KSU Buah Ketakasi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Proses Manajemen Rantai Pasok KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Perencanaan . Pengadaan . Mulai Peramalan Permintaan Produk Penyesuaian dengan stok Produksi . Sortasi dan Grading Pembuatan Sales Order Proses Produksi Pengiriman . Pengadaan Bahan Baku Penyimpanan Produk Pemuatan Produk Pengiriman Produk Penerimaan dan Verifikasi Produk oleh Pelanggan Selesai Berdasaran hasil observasi yang telah dilakukan diketahui bahwa manajemen rantai pasok pada KSU Buah Ketakasi Sidomulyo terdiri dari 10 tahapan dan terbagi ke dalam 5 proses utama yaitu Plan. Source. Make. Delivery. Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Kopi Robusta Pengukuran kinerja rantai pasok kopi robusta di KSU Buah Ketakasi Sidomulyo dilakukan dengan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR). Pengukuran tersebut dilakukan berdasarkan seluruh proses rantai pasok yang melewati KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. Pengukuran kinerja rantai pasok kopi robusta dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas operasi rantai pasok. menggunakan beberapa atribut kinerja diantaranya yaitu Realibilitas. Responsivitas. Fleksibilitas dan Manajemen Aset. Berdasarkan tahapan penelitian, matrik kinerja dihitung terlebih dahulu menggunakan metode SCOR. Terdapat 13 matrik kinerja yang dihitung, antara lain Accuracy Forecasting. Planning Cycle Time. Perfect Condition. Correct Quantity Deliveried. Receive Product. Source Leadtime. Source Flexibility. Yield. Make Item Responsiveness. Production Item Fkexibility. Production Cost. Order Delivery Full, dan Delivery Leadtime. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki bobot yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, diperlukan proses penyamaan nilai melalui normalisasi. Setelah skor hasil normalisasi diperoleh, tahap berikutnya adalah penentuan bobot tingkat kepentingan pada setiap level menggunakan metode AHP. Selanjutnya, pengukuran kinerja dilakukan dengan mengalikan skor normalisasi dengan bobot yang telah ditetapkan pada masing-masing Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto Berikut hasil pembobotan matrik kinerja KSU Buah Ketakasi Sidomulyo dengan mengorganisir empat orang pakar. Berikut hasil pembobotan matrik kinerja dengan AHP, dapat dilihat pada Gambar 3. Kinerja Rantai Pasok Biji Kopi Robusta pada KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Responsivness . Delivery Lead Time . Reliability . Order delivery Full . Cost . Agility . Production Item Responsiveness . Biaya Produksi . Responsivness . Yield . Make Item Responsiveness . Reliability. Agility . Source Flexibility . Responsivness . Source Lead Time . Reliability . Received Product Correct Quality Deliveried . Perfect Condition . Responsivness . Planning Cycle Time . Reliabilitiy Accuracy Forecasting . Delivery . Make . Source . Plan Gambar 3. Hasil bobot matrik kinerja dengan AHP Dari hasil pembobotan, akan dikalikan dengan hasil matrik kinerja. Matrik dengan nilai kinerja tertinggi berada antara 80 sampai 100. Sedangkan matrik kinerja dengan nilai kinerja dibawah dari 80 yang berada pada level kurang dan perlu dilakukan beberapa perbaikan. Berikut beberapa matrik yang memiliki skor antara 80 sampai 100 dapat diihat pada Tabel 4. Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto Tabel 4. Matrik Kinerja dengan Nilai Kinerja Tinggi Aspek Plan Source Make Delivery Matrik Kinerja Accuracy Forecasting Planning Cycle Time Source LeadTime Production Item Flexibility Production Cost Order Delivery Full Delivery Leadtime Nilai Kinerja Berdasarkan Tabel 4. terdapat 7 matrik dengan nilai kinerja tinggi. Nilai matrik ini juga dipengaruhi oleh bobot yang didapatkan dari AHP. Hasil perhitungan nilai matrik kinerja tinggi terdiri dari Accuracy Forecasting yaitu peramalan permintaan konsumen dengan nilai kerja 95. Planning Cycle Time yaitu durasi yang diperlukan untuk menyusun jadwal produksi dengan nilai kerja 83. Source Leadtime yaitu waktu yang dibutuhkan order bahan baku sampai penerimaan bahan baku dengan nilai kerja 83. Production Item Flexibility yaitu kemampuan untuk menyesuaikan jumlah produksi agar dapat memenuhi perubahan dalam permintaan dengan nilai kerja 100. Production Cost yaitu biaya yang digunakan dalam proses produksi dengan nilai kerja 80. Order Delivery Full yaitu waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengirim atau mengambil barang dengan nilai kerja 100. Delivery Leadtime yaitu jumlah pengiriman permintaan ke konsumen dengan nilai 83. Sedangkan matrik dengan nilai kinerja rendah terdapat 6 dapat dilihat pada Tabel 5. Aspek Source Make Tabel 5. Matrik dengan Nilai Kinerja Rendah Matrik Kinerja Perfect Condition Correct Quantity Deliveried Receive Product Source Flexibility Purchased Material Cost Yield Make Item Responsiveness Nilai Kinerja Berdasarkan Tabel 5. terdapat 6 matrik kinerja dengan nilai kinerja rendah, berikut rekomendasi perbaikan pada matrik kinerja dengan nilai kinerja rendah: Perfect Condition: dapat ditingkatkan dengan menyeleksi bahan baku yang diterima dari pemasok. Correct Quantity Deliveried: dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan jumlah dari bahan baku yang diterima sesuai dengan jumlah bahan baku yang dipesan. Receive Product: dapat ditingkatkan dengan memanajemen waktu bahan baku yang telah dipesan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Source Flexibility: dapat ditingkatkan dengan menambah pemasok pengganti jika pemasok utama tidak bisa dalam memenuhi pesanan bahan baku. Yield: dapat ditingkatkan dengan melakukan perbandingan antara bahan baku yang diolah dengan output yang Make Item Responsiveness: dapat ditingkatkan dengan mendahulukan permintaan sesuai urutan permintaan yang ada sehingga tetap sesuai dengan permintaan pertama. Pada perhitungan selanjutnya terdapat perhitungan nilai akhir pengukuran kinerja pada KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. Berikut perhitungan nilai akhir pengukuran kinerja, dapat dilihat pada Tabel 6. Pada Tabel 6. Kinerja rantai pasok KSU Buah Ketakasi Sidomulyo tidak bisa dipisahkan dari bobot yang dihitung menggunakan metode AHP. Nilai kinerja diperoleh dengan mengalikan nilai setiap aspek dengan bobot yang sudah ditentukan. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok KSU Buah Ketakasi Sidomulyo mencapai 80,854. Menurut Lathifah . , angka tersebut berada pada kategori kinerja AuSedangAy (Averag. dari skala 0 sampai 100. Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto Tabel 6. Perhitungan Nilai Akhir Pengukuran Kinerja KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Bobot Proses Nilai Nilai akhir AHP Jumlah x Matrik Bobot Jumlah Inti Akhir x Bobot Level Bobot 11,214 Plan Reliability 0,500 89,000 0,126 Responsiveness 0,500 41,500 13,368 Source Reliability 99,900 0,253 25,275 70,728 0,189 Responsiveness 0,127 10,541 Agility 0,307 15,35 Cost 0,313 19,563 48,551 Make Reliability 0,338 25,35 80,250 0,605 Responsiveness 0,136 8,16 Agility 0,233 Cost 0,293 23,44 7,721 Deliver Reliability 0,795 96,515 0,080 Responsiveness 0,205 17,015 Total Nilai Kinerja 80,854 Untuk meningkatkan kinerja rantai pasok di masa depan, diperlukan analisis terhadap setiap proses dalam rantai pasok agar nilai kinerjanya bisa ditingkatkan. Source merupakan proses pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi permintaan yang ada. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari penjadwalan pengiriman oleh pemasok, penerimaan barang, pemeriksaan kualitas, hingga pembayaran untuk barang yang diterima. Selain itu, ada juga proses memilih dan mengevaluasi kinerja pemasok. Saat ini, nilai kinerja Sumber adalah 70. 728 yang termasuk dalam kategori "Kurang". Karena itu. KSU Buah Ketakasi bisa melakukan perbaikan dengan menambah pemasok baru yang mampu memberikan bahan baku sesuai dengan standar kualitas, jumlah, waktu, dan harga yang sesuai. Proses membuat, yaitu tahapan di mana bahan baku atau komponen-komponen tersebut diubah menjadi produk akhir yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Dalam proses ini, terdapat beberapa langkah penting yang harus Langkah-langkah tersebut mencakup penjadwalan produksi, pelaksanaan kegiatan produksi, pengujian kualitas, serta pengelolaan barang setengah jadi. Dengan nilai kinerja Make sebesar 80,250, dengan kategori adalah "Sedang". Peningkatan kinerja rantai pasok KSU Buah Ketakasi dapat dilakukan dengan menambah karyawan untuk mengoperasikan mesin produksi yang nantinya dapat mempersingkat waktu produksi dan total produksi. Plan merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk menyeimbangkan permintaan dan pasokan. Proses ini dilakukan untuk menentukan langkah-langkah yang paling tepat dalam memenuhi kebutuhan pengadaan, produksi, dan pengiriman. Dengan nilai kinerja sebesar 89. 000, kategori kinerja rencana di KSU Buah Ketakasi dapat dianggap "Sedang". Untuk meningkatkan kinerja tersebut. KSU Buah Ketakasi dapat memperbaiki teknik peramalan dan menerapkan manajemen persediaan yang lebih efisien, sehingga total biaya persediaan dapat dioptimalkan. KESIMPULAN Hasil penelitian mengenai pengukuran kinerja rantai pasok yang menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) disimpulkan bahwa struktur kinerja rantai pasok biji kopi robusta dimulai dari petani. KSU Buah Ketakasi dan konsumen akhir. Aktivitas yang terjadi pada KSU Buah Ketakasi Sidomulyo diantaranya Perencanaan (Pla. Pengadaan (Sourc. Pengolahan (Mak. , dan Pengiriman (Deliver. Total kinerja rantai pasok sebesar 80,854 dari skala 0-100. Berdasarkan tabel nilai standar kinerja, nilai ini menunjukkan bahwa pencapaian kinerja KSU Buah Ketaksi Sidomulyo berada pada level AusedangAy (Averag. Berdasarkan pengukuran kinerja yang telah dilakukan bahwa dari 13 matrik kinerja. Terdapat 7 matrik dengan nilai kinerja tinggi yang terdiri dari Accuracy Forecasting. Planning Cycle Time. Source Leadtime. Production Item Flexibility. Productio Cost. Order Delivery Full. Delivery Leadtime. Sedangkan matrik dengan nilai kinerja rendah terdapat 6 yang terdiri dari Perfect Condition. Correct Quantity Deliveried. Receive Product. Source Flexibility. Yield. Make Item Responsiveness. Melakukan perbaikan terhadap beberapa matrik kinerja yang memiliki nilai kinerja rendah agar kinerja KSU Buah Ketakasi Sidomulyo dapat lebih meningkat. Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technolog. https://jtfat. id/index. php/jtfat Month. 20xx/Volume January 2026/Volume xx/Issue 07/Issuex Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU Buah Ketakasi Sidomuly. Wardhana. Setiawan. Nalawati, and Widianto DAFTAR PUSTAKA