Ganesha Civic Education Journal Volume 5. Number 2. Oktober 2023, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA MATA PELAJARAN PPKN SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 2 CAMPURDARAT Novi Sekarsari 1 * Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung ARTICLEINFO ABSTRAK Article history: Received1 Juli 2023 Accepted 1 Oktober 2023 Available online 10 Oktober Perilaku menyontek merupakan tindakan yang dilakukan seorang pelajar berdasarkan ketidak jujuran untuk memperoleh keuntungan. Agar tidak melakukan tindakan yang buruk seperti perilaku menyontek di butuhkan tingkat disiplin belajar dan self-efficacy yang Apabila merasa yakin dengan kemampuan yang ada di dalam Kata Kunci: dirinya maka seseorang tersebut akan melakukan tindakan yang baik Displin belajar. dan tindakan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk perilaku menyontek mengetahui adanya hubungan antara disiplin belajar dan tingkat selfKeywords: efficacy dengan perilaku menyontek pada siswa kelas IX di SMP Negeri learning discipline. 2 Campurdarat. Berdasarkan pendekatannya termasuk dalam cheating behavior penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat semester genap 2019/2020. Metode pengumpulan data variabel (X1. X2, dan Y) menggunakan kuisioner yang disusun dengan menyediakan 5 alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuj. S (Setuj. RG (RaguRag. TS (Tidak Setuj. STS (Sangat Tidak Setuj. Untuk menguji validitas skala menggunakan validitas isi (Content Validit. Reliabilitas diuji dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan perhitungannya menggunakan program SPSS 22. 0 for Windows. Data kedua variabel diolah dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5 %. Adapun kesimpulannya menunjukan bahwa penelitian yang telah dilakukan, yakni terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin belajar dan self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn dengan nilai signifikan adalah 0,001 < 0,05. ABSTRACT Cheating behavior is an action taken by a student based on dishonesty for profit. In order not to commit bad actions such as cheating behavior requires a high level of learning discipline and self-efficacy. If you feel confident in the abilities that are in him, then that person will take good action and appropriate The purpose of this study was to determine the relationship between learning discipline and the level of self-efficacy and cheating behavior in grade IX students at SMP Negeri 2 Campurdarat. Based on the approach, it is included in quantitative research. The population used in this study were students of class IX at SMP Negeri 2 Campurdarat, even semester 2019/2020. The method of collecting variable data (X1. X2, and Y) uses a questionnaire prepared by providing 5 alternative answers, namely SS (Strongly Agre. S (Agre. RG (Doub. TS (Disagre. STS (Strongl. Disagre. To test the validity of the scale using content validity (Content Validit. Reliability was tested using the Alpha Cronbach technique and its calculations using SPSS 22. 0 for Windows. The data for the two variables were processed using the Product Moment correlation technique with a significance level of 5%. The conclusion shows that the research that has been done, that is, there is a significant influence between learning discipline and self-efficacy with cheating behavior in PPKn subjects with a significant value of 001 <0. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2022 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: novi. sekar123@gmail. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Pendahuluan Menurut (Carruth dan Hawkins 2007:. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan menyontek . adalah melakukan ketidakjujuran atau tidak fair dalam rangka memenangkan atau meraih keuntungan. Sementara Carruth dan Hawkins mendefinisikan lebih terperinci yang digolongkan ke dalam tiga kategori : . memberikan, mengambil, atau menerima informasi, . menggunakan materi yang dilarang atau membuat catatan atau ngepek, dan . memanfaatkan kelemahan seseorang, prosedur, atau proses untuk mendapatkan keuntungan dalan tugas akademik (Maulidia. Dahliana, 2. Menurut Sparzo, 1989 . alam Cholila, 2011:. kategori siswa siswa yang melakukan perilaku menyontek antara lain : Meniru pekerjaan teman. Menyontek menggunakan catatan kecil saat ujian. Menyontek dengan mendapat jawaban dari pihak lain atau teman luar kelas atau sekolah. Sengaja menyuruh orang lain mengerjakan tugas ujian atau tes. Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa perilaku menyontek merupakan tindakan yang dilakukan seseorang secara sengaja melalui cara-cara yang tidak baik dan tidak jujur dengan tujuan untuk mencapai keberhasilan akademik dan menghindari dari kegagalan akademik, dengan cara-cara yang tidak fair, curang dan pemanfaatan informasi dari luar secara tidak sah atau illegal. Disiplin terdapat dua jenis yaitu disiplin waktu dan disiplin perbuatan. Hal ini seperti yang di ungkapkan oleh Moenir . sebagai berikut : mengenai disiplin ada dua jenis yang sangat dominan dalam usaha menghasilkan barang dan jasa yang sesuai dengan apa yang telah dikehendaki oleh suatu organisasi. Kedua disiplin itu adalah disiplin dalam hal waktu dan disiplin dalam hal belajar atau perbuatan. Kedua jenis disiplin tersebut merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan serta saling mempengaruhi. Maksudnya dapat saja seseroang hadir tepat waktunya, tetapi tidak segera melakukan perbuatan yang sesuai dengan ketentuan organisasi yang pada hakekaknya merugikan diri sendiri. Adapun indikasi pengaruh kedisiplinan belajar menurut Gouzali . 6: . adalah sebagai Tingginya angka kemangkiran absensi Sering terlambatnya masuk sekolah dan pulang lebih cepat dari jam yang sudah ditentukan Menurunya semangat dan gairah belajar Tidak tercapainya progam yang sudah ditargetkan Merosotnya produktivitas dan hasil pembelajaran. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar adalah suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan siswa untuk melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan keputusan, peraturan- peraturan dan norma-norma yang telah ditetapkan bersama, baik persetujuan tertulis maupun tidak tertulis antara siswa dengan guru di sekolah maupun dengan orang tua di rumah untuk mendapatkan penguasaan pengetahuan, kecakapan, dan kebijaksanaan. Vrugt. Langereis dan Hoogstraten . alam Alias & Hafir, 2009 ) memperkenalkan konsep kepercayaan diri akademik ( ACS ) yang mengacu pada kepercayaan diri seseorang dalam konteks prestasi akademik yang berbeda dari kepercayaan diri secara umum. Secara sederhana, percaya diri . elf-confidenc. biasa dikatakan dimensi evaluatif yang menyeluruh dari diri (Santrock,2. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka seseorang harus memulainya dari diri sendiri, hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang dialami ketika mengerjakan soal ujian atau tugas disekolah. Kepercayaan diri, diartikan sebagai suatu perasaan atau sikap tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. karena telah merasa cukup aman dan atau apa yang dibutuhkan di dalam hidup. Siswa yang mempunyai kepercayaan diri tidak memerlukan orang lain sebagai standar dalam mengerjakan tuntutan akademik di sekolah, dan mereka selalu mampu mengembangkan motivasinya, bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil, mampu menatap fakta dan realita secara obyektif yang didasari oleh kemampuannya. Percaya diri GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan perilaku individu, bagaimana individu memandang dirinya, menilai atas kemampuan yang dimiliki tampak dari seluruh dari perilakunya (Marjanti, 2. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri atau self efficacy merupakan suatu keyakinan dan percaya terhadap kemampuan yang dimiliki dalam mengerjakan soal ujian atau tugas di sekolah sehingga ketika mengerjakan soal tersebut seseorang akan tenang tanpa harus menyontek dalam menyelesaikan tugasnya, puas terhadap dirinya begitu juga dengan hasil yang didapatkannya dan seseorang dapat mengevaluasi kemampuanya sendiri berdasarkan hasil yang didapatkannya. Dari pemaparan latar belakang di atas peneliti melaksanakan penelitian dengan menggunakan judul AuPengaruh Disiplin Belajar dan Self-Efficacy dengan Perilaku Menyontek pada Mata Pelajaran PPKN Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat Tahun Ajaran 2019/2020Ay. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain : Mengetahui pengaruh disiplin belajar terhadap perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat tahun ajaran 2019/2020. Mengetahui pengaruh self efficacy . ercaya dir. terhadap perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat tahun ajaran 2019/2020. Mengetahui pengaruh self efficacy . ercaya dir. dan disiplin belajar terhadap perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat tahun ajaran 2019/2020. Berdasarkan uraian diatas dapat dijelaskan bahwa rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengaruh disiplin belajar terhadap perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP NEGERI 2 CAMPURDARAT tahun ajaran 2019/2020?. Bagaimana pengaruh self efficacy . ercaya dir. terhadap perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP NEGERI 2 CAMPURDARAT tahun ajaran 2019/2020?. Adakah pengaruh self efficacy . ercaya dir. dan disiplin belajar terhadap perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP NEGERI 2 CAMPURDARAT tahun ajaran 2019/2020? Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . 5, hal. penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, dan analisis data yang bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode survei, yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui seberapa besar Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Perilaku Menyontek (X. dan Pengaruh Percaya Diri terhadap Perilaku Menyontek (X. Pengaruh Kedisiplinan Belajar dan Percaya Diri terhadap Perilaku Menyontek (Y). Rancangan penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian non eksperiman yang artinya penelitian dilakukan tanpa mengubah sistem pelaksanaannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode untuk mendapatkan data dengan membagikan quesionere atau angket, sehingga peneliti dapat mengumpulkan fakta/data yang diperoleh menggunakan angket, tanpa melakukan perubahan, tambahan, perlakuan maupun manipulasi data, data yang diperoleh secara langsung digambarkan apa adanya. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah: . Metode Kuisioner/Angket. Instrumen Penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa angket atau kuisioner yang dibuat sendiri oleh peneliti. Sugiyono . 8: . menyatakan bahwa Auinstrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang Novi Sekarsari / Pengaruh Disiplin Belajar dan Self-Efficacy dengan Perilaku Menyontek pada Mata Pelajaran Ppkn Siswa Kelas IX di Smp Negeri 2 Campurdarat Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. diamatiAy. Dengan demikian, penggunaan instrumen penelitian yaitu untuk mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah, fenomena alam maupun sosial. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan data yang akurat yaitu dengan menggunakan skala likert. Sugiyono . 8: . menyatakan bahwa skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Instrumen penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kusioner/angket. Responden hanya memberikan tanda cheklist (O. pada jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan dirinya. Table 1 Skor Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Ragu-Ragu (RG) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) (Sumber : Sugiyono, 2. Hasil dan pembahasan Draft Media Pembelajaran Wayang kulit Bali Punakawan Tualen Dan Merdah Uji Validitas Uji Validitas Angket Pengaruh Disiplin Belajar Table 2 Validitas Disiplin Belajar No Peryataan R table R hitung Kriteria 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 ,122 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 22 di dapat hasil uji validitas seperti table di atas dapat diambil kesimpulan bahwa butir pernyataan 1 sampai 21 dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar dari pada r tabel. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Uji Validitas Angket Kepercayaan Diri Siswa Table 3 Validitas Angket Kepercayaan Diri Siswa No Peryataan R table R hitung Kriteria No Peryataan R table R hitung Kriteria 0,22 ,198 Valid 0,22 Valid 0,22 ,144 Valid 0,22 Valid 0,22 577** Valid 0,22 Valid 0,22 538** Valid 0,22 Valid 0,22 629** Valid 0,22 Valid 0,22 ,122 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 Valid 0,22 670** Valid 0,22 Valid 0,22 563** Valid 0,22 Valid 0,22 683** Valid 0,22 Valid Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 22 di dapat hasil uji validitas seperti table di atas dapat diambil kesimpulan bahwa butir pernyataan 1 sampai 20 dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar dari pada r tabel. Uji Validitas Angket Perilaku Menyontek Table 4 Validitas Angket Perilaku Menyontek No Peryataan R table 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 R hitung ,179 ,191 ,011 ,149 ,035 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sama seperti pengujian diatas berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 22. 0 di dapat hasil uji validitas seperti table di atas dapat diambil kesimpulan bahwa butir pernyataan 11 dari r table, maka butir soal dinyatakan tidak valid. Untuk butir soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12 13 14 15 16 17 nilai r hitung lebih besar dari pada r table dan butir soal dinyatakan valid. Sehingga dari validasi tersebut diperoleh sebanyak 1 butir pernyataan tidak valid dan 13 butir soal dinyatakan valid. Sehingga total keseluruhan pernyataan yang valid dan dapat digunakan adalah sebanyak 57 butir pernyataan angket. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui butir soal tersebut reliabel atau tidak, uji reliabilitas menggunakan bantuan SPSS 22. 0 menu yang digunakan Analyze kemudian Scale kemudian pilih menu Reliability Analisis. Novi Sekarsari / Pengaruh Disiplin Belajar dan Self-Efficacy dengan Perilaku Menyontek pada Mata Pelajaran Ppkn Siswa Kelas IX di Smp Negeri 2 Campurdarat Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Table 5 Hasil Uji Reabilitas Cronbach's Alpha N of Items ,707 Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 25 di dapat hasil reliabilitas seperti table di atas dapat diambil kesimpulan bahwa 57 butir pernyataan dinyatakan reliabilitas karena nilai R hitung lebih besar dari pada r table ,707>0,6 derajat reliabilitas tinggi. Uji Hipotesis Hasil analisis uji-t berdasarkan analisis dengan menggunakan program statistic SPSS (Statistical Produk and Service Solution. didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 6. Hasil analisis uji-t Berdasarkan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya bahwa: Ha : Terdapat pengaruh positif dari disiplin belajar dan self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat. Ho : Tidak ada pengaruh positif dari disiplin belajar dan self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat. Tabel uji-t di atas di ketahui nilai signifikasi . - taile. Hasil uji yang diperoleh 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin belajar dan self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat. Jadi kesimpulanya terdapat pengaruh terhadap disiplin belajar dan self- efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat. Simpulan dan saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan di SMP Negeri 2 Campurdarat Tahun 2020, tentang pengaruh disiplin belajar dan self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn siswa kelas IX maka akan penulis sajikan kesimpulannya. Adapun kesimpulannya menunjukan bahwa penelitian yang telah dilakukan, yakni terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin belajar dan self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn dengan nilai signifikan adalah 0,001 < 0,05. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Daftar Rujukan Alwisol. Psikologi Kepribadian. Malang: Umum Press. Feist. J & G. Feist. Teori Kepribadian: Theories of personality. Jakarta: Salemba Humanika. Ghufron. Nur& Rini Risnawita S. Teori- teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Hamdani. Rusydan Ubaidi. MencontekA? Yuk!! HmmA. Nggak Ah!!. Jakarta: Transmedia. Hartanto. Dody. Bimbingan dan Konseling Mencontek: Mengungkap Akar Masalah dan Solusinya. Jakarta: Indeks. Jannah. EMA Uzlifatul. (Sept 2. Hubungan antara Self-Efficacy dan Kecerdasan Emosional dengan Kemandirian pada Remaja. Persona. Jurnal Psikologi Indonesia Vol. No. Hlm. Komalasari. Gantina, dkk. Asesmen Teknik Nontes dalam Perspektif Bk Komprehensif. Jakarta: Indeks. Kushartanti. Anugrahening (Nov 2. Perilaku Mencontek Ditinjau Dari Kepercayaan Diri. Indigenous. Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi Vol. No. Hlm. Nelson-Jones. Richard. Teori dan Praktik Konseling dan Terapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kredit. Prayitno & Erman Amti. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta:Rineka Cipta. Santoso. Budi. Perilaku Mencontek Siswa Sekolah Menengah Umum Dalam Ujian Dan Peran Guru Pembimbing. Tesis tidak diterbitkan. Padang: Universitas Negeri Padang. Sari. Intan . Locus of Controldan Perilaku Mencontekserta Implikasinya terhadap Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ilmiah Konseling hlm. Suherman. Uman. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Madani. Sutirna. Bimbingan dan Konseling: Pendidikan Formal. Non-formal dan Informal. Yogyakarta: Andi Offset. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3. Widaryati. Sri. Efektivitas Pengaruh Konseling Kelompok terhadap Efikasi Diri Siswa SMA. PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2. : 25-31. Yusuf. Syamsu & Juntika Nurihsan. Teori Kepribadian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Yusuf. Syamsu. Program Bimbingan & Konseling di Sekolah. Bandung: Rizqi Press. Novi Sekarsari / Pengaruh Disiplin Belajar dan Self-Efficacy dengan Perilaku Menyontek pada Mata Pelajaran Ppkn Siswa Kelas IX di Smp Negeri 2 Campurdarat