1045 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 PELATIHAN PENGEMBANGAN RPP UNTUK PJBL-STEM-ASESMEN FORMATIF BERORIENTASI LITERASI SAINS BAGI GURU IPA SMPN SE-KOTA MALANG Oleh Parno1. Edi Supriana2. Arif Hidayat3. Bakhrul Rizky Kurniawan4. Try Nada Fis5. Farah Rafidah6 1,2,4,5,6Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas Negeri Malang 3Program Studi Fisika. Universitas Negeri Malang E-mail: 1parno. fmipa@um. Article History: Received: 11-09-2023 Revised: 07-10-2023 Accepted: 23-10-2023 Keywords: PjBL. STEM. AF. Literasi Sains Abstract: Beberapa guru IPA SMPN se-Kota Malang masih sesekali saja melakukan pembelajaran dengan model yang berpusat pada siswa, misalnya pembelajaran kooperatif. Karena fakta bahwa IPA merupakan peristiwa/permasalahan sehari-hari, maka sangat sesuai bila dibelajarkan melalui model PjBL-STEM Dilengkapi Asesmen Formatif. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran PjBL-STEM dengan asesmen formatif untuk memfasilitasi meningkatnya literasi sains siswa. Pengabdian ini dilakukan sebanyak 5 kali, yakni 6, 13, 20, dan 27 September, dan 4 Oktober berturut-turut memperkenalkan landasan teori terhadap pembelajaran PjBLSTEM-AF berorientasi literasi sains dan memberi contoh praktik pembelajarannya, mengembangkan desain RPP berbasis pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, mempraktikkan RPP berbasis pembelajaran PBL-STEMAF berorientasi literasi sains ke dalam kelas pembelajaran riil sebanyak 2 kali pertemuan, dan mengevaluasi dan merumuskan tindak lanjut dari praktik kelas pembelajaran PBL-STEM-AF berorientasi literasi sains. Pada akhir kegiatan pengabdian peserta mengisi angket respon melalui Google Form. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa kilas balik materi pelatihan peserta merasa paham terhadap PjBL-STEMAF berorientasi literasi sains, peserta merasa mampu menyusun RPP PjBL-STEM-AF berorientasi Literasi Sains, dan mampu mempraktikkannya pembelajaran riil di kelas, serta pembelajaran PBL-STEM-AF mampu menghasilkan literasi sains siswa yang baik. PENDAHULUAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan di SMPN 11 Malang dengan sasaran Guru-guru IPA SMPN se-Kota Malang. Project Based Learning (PjBL) adalah pembelajaran yang menekankan siswa untuk merencanakan, merancang, dan membuat proyek sebagai solusi dari permasalahan riil di kehidupan sehari-hari. PjBL merupakan salah satu model pembelajaran di antara model pembelajaran lain seperti Discovery http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Learning. Problem Based Learning. Model Learning Cycle 5E, dan Model Cooperative Learning yang dibahas P4TK IPA Ae Dirjen GTK Ae Kemdikbud membahas (Suharto, 2. Pemecahan kejadian/permasalahan sehari-hari memungkinkan siswa membangun pengetahuan, tetapi memerlukan kerja tim dan pemecahan masalah dengan metode ilmiah untuk menyajikan berbagai hasil melalui pembelajaran PjBL yang merupakan pembelajaran kontruktivisme (Tseng et al. , 2. Lingkungan belajar PjBL yang kaya teknologi menjadi kondusif untuk meningkatkan kemampuan siswa mengatasi masalah yang semakin kompleks dan otentik dalam lingkungan formal maupun nonformal (Song, 2. Model ini menuntut siswa untuk selalu aktif dalam kegiatan merancang dan menyelesaikan proyek dengan beberapa percobaan dan kesalahan yang membutuhkan lebih banyak waktu Wurdinger dan Qureshi. Tampak bahwa salah satu di antara model di atas yang lebih sesuai dengan karakteristik IPA adalah model pembelajaran PjBL. Sementara itu, pembelajaran STEM mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika untuk memecahkan kejadian/permasalahan nyata di kehidupan sehari-hari (Kertil dan Gurel, 2. Oleh karena itu pembelajaran PjBL akan memperoleh hasil maksimal bila digabungkan dengan pendekatan STEM. Integrasi aspek STEM dalam pembelajaran terlihat pada penyelesaian suatu produk sebagai solusi permasalahan kontekstual (Tati dkk, 2. Pembelajaran PjBL-STEM menjadi lebih bermakna karena siswa perlu dapat memahami konsep dan bereksplorasi melalui kegiatan proyek (Jauhariyyah dkk, 2. Tugas yang diberikan pada PjBL-STEM mengharuskan siswa menyelesaikan beberapa masalah yang mencakup banyak konsep untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Khaira menunjukkan bahwa pembelajaran STEM menggunakan model project based learning dapat meningkatkan hasil belajar dalam aspek kognitif dan psikomotor (Kahaira, 2. Proyek yang dihasilkan harus dapat memberikan informasi yang berkaitan secara langsung dengan pembelajaran dan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proyek (Capraro dan Corlu, 2. Langkahlangkah model Project based learning terintegrasi STEM yaitu: . mengidentifikasi masalah dan batasan . dentify problem and constraint. membentuk pengertian . menganalisis ide . nalyze idea. menguji dan memperbaiki . est and refin. mengomunikasikan dan merefleksi . ommunicate and reflec. (Morgan dan Slough, 2. Pemecahan masalah sehari-hari berkait dengan kemampuan literasi siswa. Literasi informasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang bisa dikembangkan dalam pendidikan sains yang baik selain berpikir kritis dan pemecahan masalah (Beers, 2. Oleh karena itu model PjBL-STEM sesuai untuk memecahkan permasalahan literasi sains. Sementara itu, tiga hal yang akan dicapai dalam kurikulum adalah karakter, kompetensi, dan literasi (Harosid, 2. Karakter diperlukan untuk menghadapi jaman yang terus berubah, dan kompetensi diperlukan untuk mengatasi tantangan yang terus makin Khusus literasi merupakan penerapan keterampilan inti untuk kegiatan seharihari. Sedangkan literasi sains merupakan salah satu dari jenis literasi yang harus dikuasai oleh siswa dalam mempelajari IPA. Literasi sains perlu dilatih karena merupakan prasyarat bertahan hidup ((Narut dan Supradi, 2. dan membantu siswa menjadi kompeten dalam sains (Feinstein, 2. Data PISA 2018 menunjukkan peserta didik Indonesia memperoleh skor literasi sains sebesar 396 sedangkan skor rata-rata OECD sebesar 489 sehingga dapat disimpulkan literasi sains peserta didik Indonesia tergolong masih dibawah rata-rata ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 (OECD, 2. PISA menetapkan komponen kompetensi/proses sains menjadi tiga aspek. Kompetensi tersebut yaitu, mengidentifikasi isu-isu . ilmiah yaitu mengenali masalah yang mungkin untuk penyelidikan ilmiah, mengidentifikasi dan mengenali kata kunci untuk mencari informasi dan penyelidikan ilmiah (Bybee et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi STEM ke dalam PjBL mampu meningkatkan literasi sains siswa pada fluida statis (Parno dkk, 2. dan energi (Tati dkk, 2. Hasil wawancara dengan beberapa guru IPA SMPN se-Kota Malang terungkap bahwa meskipun telah dianjurkan P4TK IPA Ae Dirjen GTK untuk melakukan pembelajaran dengan model-model di atas, tetapi masih ada guru IPA yang masih jarang menyelenggarakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru melaksanakan pembelajaran IPA masih secara konvensional dimana guru memberikan penjelasan kemudian diikuti dengan latihan soal dan di akhir gabungan beberapa pembelajaran diadakan tes formatif sehingga seolaholeh konsep yang dikuasai oleh peserta didik adalah pemberian dari guru. Sesekali saja guru IPA melakukan pembelajaran dengan model yang berpusat pada siswa, misalnya pembelajaran kooperatif. Hal ini diperparah lagi bahwa pembelajaran kooperatif ini hanya dilakukan hanya pada satu KD saja, sedangkan KD-KD yang lain tetap menggunakan pembelajaran konvensional. Di samping itu, masih belum banyak guru yang melalukan asesmen formatif di sepanjang proses pembelajaran sedang berlangsung. Hal tersebut tidak sesuai dengan Kuriulum Merdeka yang mengharuskan pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan menerapkan pendekatan saintifik dimana peserta didik harus belajar secara aktif dan mandiri untuk menemukan dan menguasai konsep yang sedang dipelajari. Berdasarkan fakta bahwa IPA adalah kejadian/permasalahan sehari-hari, maka sangat sesuai bila dibelajarkan melalui model PjBL-STEM dilengkapi Asesmen Formatif. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa hampir tidak pernah siswa dilatih untuk menerapkan literasi sains dalam pembelajaran IPA. Menurut Kurikulum Merdeka Literasi sains merupakan kemampuan yang menjadi prioritas untuk dicapai oleh siswa. Dengan demikian tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan RPP yang berbasis PjBL-STEM dilengkapi Asesmen Formatif yang berorientasi literasi sains, dan mepraktikannya dalam kelas pembelajaran riil. METODE Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Kegiatan PkM dilaksanakan di SMPN 11 Malang, yang dikuti sekitar 38 peserta guru-guru IPA SMPN seKota Malang. Bentuk kegiatan adalah Pelatihan Pengembangan RPP Untuk PjBL-STEM-AF Berorientasi Literasi Sains Bagi Guru IPA SMPN Se-Kota Malang. Pelaksanaan Tahap 1 dilaksanakan selama 1 kali pertemuan @ 8 jam yang meliputi kegiatan: a. Memperkenalkan landasan teori terhadap pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains. dan b. Memberi contoh praktik pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains. Pelaksanaan Tahap 2 dilaksanakan selama 1 kali pertemuan @ 8 jam yang meliputi kegiatan: Mengembangkan desain RPP berbasis pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains. Pelaksanaan Tahap 3 dilaksanakan selama 2 kali pertemuan @ 8 jam yang meliputi kegiatan: Praktik putaran pertama dan kedua RPP berbasis pembelajaran PBLSTEM berorientasi literasi sains ke dalam kelas pembelajaran riil. Pelaksanaan Tahap 4 merupakan evaluasi kegiatan yang berupa presentasi hasil observasi pembelajaran riil di kelas beserta skor literasi sains siswa dan pengisian respon peserta terhadap keseluruhan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 proses pengabdian kepada masyarakat, dan perumusan rencana tindak lanjut. HASIL Dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru-guru IPA SMPN se-Kota Malang dalam pembelajaran diadakanlah pelatihan pengembangan RPP berbasis PjBL-STEM-AF berorienatsi Literasi sains. Untuk itu dilakukan serangkaian kegiatan pengabdian yang meliputi: . memperkenalkan landasan teori terhadap pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, dan mendemontrasikan contoh praktik pembelajarannya, . Mengembangkan desain RPP berbasis pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, . Mempraktikkan sebanyak 2 putaran RPP berbasis pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains ke dalam kelas pembelajaran riil, dan . Mengevaluasi praktik kelas pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, dan merumuskan tindak Adapun kegiatan ini dilakukan selama empat hari setiap hari Rabu, yaitu pada tanggal 6, 13, 20, dan 27 September, dan 4 Oktober 2023 dengan rincian kegiatan sebagai Pada Rabu, 6 September 2023, dilakukan tahapan pertama, yang dimulai dengan diselenggarakannya pemaparan materi tentang teori tentang pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, dan memberi contoh praktik pembelajarannya. Pemaparan materi ini, secara berturut-turut, meliputi memberikan orientasi tentang pembelajaran PjBL, pendekatan STEM, asesmen formatif, literasi sains, dan contoh RPP berbasis PjBLSTEM-AF berorientasi literasi sains, serta bagaimana praktik membuat RPP tersebut. Pada Rabu, 13 September 2023, tahapan kedua adalah mengembangkan desain RPP berbasis pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains. Secara rinci perangkat RPP yang dikembangkan berupa RPP. LKPD, dan instrumen tes literasi sains. RPP dirancang dalam 2 kali tatap muka, yang tatap muka pertama digunakan untuk memenuhi aspek sains STEM, yaitu praktikum di laboratorium dan aspek engineering STEM sampai desain, dan tatap muka kedua meneruskan aspek engineering STEM sampai tahap diskusi di kelas. Secara keseluruhan kedua tatap muka pembelajaran ini membuat proyek/produk miniatur teknologi sebagai solusi dari permasalahan yang diajukan di tatap muka pertama. Kegiatan ini didahului dengan pembagian kelompok kelas dan materi. Pembagian ini menghasilkan 4 kelompok kelas, yakni grup 1 . elas 8-I materi Pesawat Sederhan. , grup 2 . elas 8-D materi Energ. , grup 3 . elas 8-A materi Makanan Gisi Seimban. , dan grup 4 . elas 8-G materi Usaha dan Katro. Setiap kelompok terdiri dari sekitar 7 sd 9 guru IPA. Kelompok harus menyepakati setidaknya 2 hal, yakni tentang siapa yang menjadi guru model, dan materi apa yang akan dikembangkan/praktikkan. Sekolah praktik disepakati bersama, yakni SMPN 11 Malang. Pembuatan RPP dilakukan oleh tiap kelompok dimulai dari setelah hari pertama pengabdian, dibahas sampai hampir final di pertemuan kedua pengabdian, dan dilanjutkan sampai dengan sebelum hari priktik pembelajaran di kelas riil. Pada Rabu, 20 dan 27 September dilakukanlah tahapan ketiga. Pada Rabu, 20 September 2023, dilakukan praktik putaran pertama RPP berbasis pembelajaran PjBLSTEM-AF berorientasi literasi sains ke dalam kelas pembelajaran riil. Pada praktik ini guru model menyelenggarakan pembelajaran berbasis PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, dan sejumlah guru menjadi observer. Para observer menyoroti terutama 4 hal yang terjadi dalam pembelajaran, yakni apakah apersepsi telah membuat siswa belajar, apa saja usaha guru yang baik dan adakah alternatif usaha yang lebih baik lagi, apakah terdapat siswa yang ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 tidak belajar dan mengapa tidak belajar serta bagaimana solusinya, dan pengalaman berharga apa yang diperoleh. Setelah pembelajaran selesai dilakukan refleksi untuk membahas hasil observasi tadi. Pada Rabu, 27 September 2023, dilakukan praktik putaran kedua RPP berbasis pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains ke dalam kelas pembelajaran riil. Hal yang sama dengan putaran pertama dilakukan pada putaran kedua Pada Rabu, 4 Oktober 2023, dilakukan tahapan keempat adalah mengevaluasi praktik kelas pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, dan merumuskan tindak lanjutnya. Pada kegiatan ini setiap kelompok menyajikan presentasi pembelajarannya berdasarkan hasil observasi pembelajaran dan hasil evaluasi tes formatif literasi sains. Pada sesi presentasi ini terungkap bahwa pembelajaran PjBL-STEM-AF terbukti mampu menghasilkan literasi sains siswa yang baik, seperti kelas grup 1, kelas grup 2, kelas grup 3, dan kelas grup 4, masing-masing menghasilkan literasi sain dengan skor rata-rata dan simpangan Pretes 52 . ke Postes 55 . sehingga diperoleh peningkatan N-gain = 0,58 kategori sedang. Pretes 40 . ke Postes 75 . sehingga diperoleh peningkatan N-gain = 0,58 kategori sedang. Postes Literasi Sains 55,60 . dan Poster 99 . sehingga diperoleh peningkatan N-gain = 0,58 kategori sedang. Pretes 25 . ke Postes 50 . sehingga diperoleh peningkatan N-gain = 0,33 kategori sedang. Di samping itu, pada kegaiatan ini juga dilakukan refleksi atau respon guru-guru terhadap pelaksanaan pelatihan ini dengan menggunakan Google Form. Respon guru-guru terinci pada bagaimana pendapat guru-guru saat sebelum mengikuti pelatihan, saat menerima materi pembelajaran PjBL-STEM-AF beroientasi literasi sains di hari pertama pelatihan, saat membuat perangkat RPP, saat mempraktikkan perangkat RPP, dan merumuskan tindak lanjut setelah pelatihan. Berikut disajikan hasil angket tersebut. Sebelum mengikuti pelatihan sebagian besar guru-guru belum menerapkan pembelajaran PjBL, pendekatan STEM, maupun asesmen formatif. Di samping itu, makin sedikit guru-guru yang melakukan pembelajaran dengan model tertentu yang digabung dengan pendekatan STEM, apalgi ditambah dengan asesmen formatif. Tetapi, pada kilas balik materi pelatihan, 80% lebih peserta merasakan bahwa telah memahami pembelajaran PjBL, pendekatan STEM, dan asesmen formatif. PjBL merupakan model pembelajaran yang menghadirkan permasalahan kontekstual sehari-hari yang dilanjutkan dengan pembuatan proyek STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang mengharuskan adanya praktikum, contoh teknologi, dan pembuatan produk miniatur teknologi. Asesmen Formatif merupakan bentuk umpan balik selama pembelajaran terhadap kegiatan guru dan siswa. Literasi Sains merupakan keterampilan siswa yang bisa membantu siswa mengatasi permasalahan sehari-hari. Pada saat menyusun perangkat pembelajaran, 80% lebih peserta mengaku bahwa baru pertama kali menyusun RPP dengan menggunakan pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains. Tetapi, selama menyusun RPP ini, sebanyak 85% lebih peserta merasa mampu untuk menyusun RPP lengkap pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains dengan baik. Saat mempraktikkan pembelajaran PBL-STEM 80% lebih peserta merasa bahwa pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains berlangsung secara baik dan merasa mampu akan melaksanankannya di sekolah sendiri masing-masing. Tentang rekomendasi pelatihan mendatang, 90% lebih guru menginginkan penerapan model 5E STEM. Inkuiri STEM AF, dan hampir 100% peserta menghendaki http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 penyelidikan tentang beberapa keluaran seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran, dan argumentasi ilmiah. Setelah pengisian angket respon dihari terakhir juga dilakukan perumusan tindak lanjut setelah pelatihan. Hasilnya adalah terdapat sejumlah rencana antara lain guru-guru dari beberapa sekolah akan membuat RPP secara bersama-sama dan akan menerapkannya di sekolah masing-masing secara lesson study bersama teman guru sejawat, guru model akan diundang di beberapa sekolah lain untuk melakukan pengimbasan pembelajaran PjBL-STEM-AF berorientasi literasi sains, dan guru akan merevisi RPP sesuai saran para observer dan akan dilakukan dis ekolah sendiri secara lesson study bersama teman guru DISKUSI