Journal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 https://pusdikra-publishing. com/index. php/jies E-ISSN : 2808-831X Pengembangan Media Audio Visual Thea Fitri Astarani1. Ayu Pitaloka2. Ade Irmayani3. Muhammad Luthfie Ramadhani4 1,2,3,4 Universitas Dharmawangsa. Indonesia Corresponding Author: Theafitri25@gmail. ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audiovisual yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Pengembangan media ini dilakukan karena pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah, yang kurang menarik dan memengaruhi motivasi serta pemahaman Metode penelitian yang digunakan meliputi instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi ahli, kuesioner tanggapan guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran audiovisual yang dikembangkan dinilai sangat layak oleh ahli materi pelajaran dan ahli media, mendapat tanggapan positif dari guru dan siswa, serta mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, media pembelajaran audiovisual ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran alternatif untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan bermakna. Kata Kunci Media Pembelajaran. Pengembangan Media. Hasil Belajar PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di era digital telah membawa transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Integrasi teknologi dalam proses pembelajaran tidak lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Media audio-visual sebagai salah satu bentuk inovasi teknologi pembelajaran memiliki potensi besar dalam menyajikan materi PAI yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik secara holistik (Fauziah et al. , 2. Dalam konteks ini, pengembangan media audio-visual menjadi urgen mengingat karakteristik materi PAI yang sarat dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang memerlukan visualisasi konkret agar dapat dipahami dan diinternalisasi dengan baik oleh peserta didik. Pengembangan media audio-visual untuk pembelajaran PAI berbasis ICT harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teori pembelajaran hingga aplikasi praktis di kelas. Niamah dan Hafidzulloh . menegaskan Journal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Halaman 18-23 bahwa teori pembelajaran kognitivistik memberikan landasan kuat dalam pengembangan media pembelajaran, dimana proses mental seperti persepsi, pemahaman, dan ingatan menjadi kunci dalam membangun pengetahuan baru. Media audio-visual yang dirancang dengan memperhatikan prinsip-prinsip kognitif seperti manajemen beban kognitif, scaffolding, dan elaborasi dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif (Rohmah & Kartono, 2. Selain itu, pengembangan media juga perlu mengintegrasikan berbagai aplikasi presentasi seperti Microsoft PowerPoint. Google Slides, dan Prezi, serta aplikasi interaktif seperti simulasi, kuis animasi, dan polling langsung yang dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran (Hariyanto. Beberapa penelitian terkini menunjukkan efektivitas pengembangan media audio-visual dalam meningkatkan hasil belajar PAI. Dewi et al. membuktikan bahwa integrasi video pembelajaran dengan games edukatif Wordwall mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa pada materi PAI di sekolah dasar. Sementara itu. Handayani dan Ramdhan . menunjukkan bahwa platform e-learning berbasis website yang dilengkapi konten multimedia berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP secara signifikan. Waluyo . juga melaporkan bahwa implementasi media audio-visual interaktif dalam pembelajaran Akidah Akhlak tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Berdasarkan berbagai temuan tersebut, pengembangan media audiovisual untuk pembelajaran PAI berbasis ICT menjadi sangat penting dan relevan untuk dilakukan guna menjawab tantangan pembelajaran di era digital, serta mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran PAI yang komprehensif baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalan penelitian kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kepustakaan . ibrary reseac. Data dikumpulkan dari buku-buku pustaka, kemudian peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta namun tidak melakukan suatu hipotesis. Mengingat tema yang penulis kerjakan yaitu tentang pengembangan media audio-visual maka penulis menggunakan kajian teori-teori yang berkaitan dengan judul penelitian. Adapun bahan yang digunakan berusumber dari bahan sekunder sebagai pustaka pendukung. Materi tersebut antara lain buku-buku, artikel, ensiklopedia, jurnal dan dari situs internet . yang terkait dengan tema penelitian. Dengan demikian. Journal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Halaman 18-23 penelitian ini bersifat studi pustaka yang dikembangkan dan direfleksi dan kemudian dipadukan dengan pemahaman dan pengalaman pribadi. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Implementasi di Kelas Implementasi media audio-visual dalam pembelajaran PAI memerlukan strategi yang terencana dan sistematis. Baroroh . mengidentifikasi beberapa strategi yang dapat diterapkan: Strategi pra-pembelajaran. Guru mempersiapkan infrastruktur teknis, mengecek kelayakan media, dan memberikan pengarahan kepada siswa tentang tujuan dan cara penggunaan media. Strategi selama pembelajaran. Guru memfasilitasi interaksi siswa dengan media, memberikan scaffolding ketika diperlukan, dan mendorong diskusi atau refleksi. Strategi pasca-pembelajaran. Guru melakukan evaluasi, memberikan penguatan, dan mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan Waluyo . menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pemanfaatan media audio-visual. Ini termasuk memastikan ketersediaan perangkat teknologi yang memadai, koneksi internet yang stabil, dan ruang kelas yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Guru juga perlu mengembangkan kompetensi digital dan pedagogis untuk dapat mengintegrasikan media audio-visual secara efektif dalam skenario Strategi blended learning yang mengombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online menggunakan media audio-visual terbukti efektif meningkatkan fleksibilitas dan personalisasi pembelajaran. Praktik Pengembangan Model Mini Media Pembelajaran PAI Minah . mengemukakan praktik pengembangan model mini media pembelajaran PAI merupakan upaya kreatif guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih konkret, menarik, dan bermakna tanpa harus bergantung pada teknologi mahal. Model mini media adalah media pembelajaran berukuran sederhana yang dibuat dari bahan yang mudah diperoleh, tetapi tetap mampu membantu peserta didik memahami nilai-nilai keislaman secara lebih nyata. Media ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran PAI karena banyak materi yang bersifat praktik, keteladanan, dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan konsep. Pengembangan model mini atau prototipe media pembelajaran PAI merupakan langkah praktis yang dapat dilakukan oleh guru untuk menguji konsep sebelum pengembangan skala penuh. Handayani dan Ramdhan . Journal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Halaman 18-23 mencontohkan pengembangan platform e-learning sederhana berbasis website yang dilengkapi dengan video pembelajaran, kuis interaktif, dan forum diskusi untuk materi PAI kelas VII SMP. Model mini ini memungkinkan guru untuk mengidentifikasi masalah teknis, menguji respons siswa, dan melakukan perbaikan dengan biaya dan waktu yang lebih efisien. Dewi et al. mendemonstrasikan praktik pengembangan video pembelajaran pendek yang diintegrasikan dengan games edukatif Wordwall untuk materi PAI sekolah dasar. Model mini ini fokus pada satu kompetensi dasar tertentu, misalnya pengenalan rukun Islam atau tata cara berwudhu, dengan durasi video 5-10 menit yang dilengkapi dengan kuis interaktif di Pendekatan model mini ini sangat cocok untuk guru yang baru memulai mengembangkan media digital, karena tidak memerlukan investasi besar namun dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembelajaran. Tantangan dan Solusi Implementasi Implementasi media audio-visual dalam pembelajaran PAI tidak lepas dari berbagai tantangan Baroroh . mengidentifikasi beberapa kendala Keterbatasan infrastruktur teknologi di sekolah, terutama di daerah Kompetensi digital guru yang masih perlu ditingkatkan Resistensi perubahan dari metode konvensional ke pembelajaran berbasis teknologi Kesenjangan akses teknologi di kalangan siswa Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan komitmen dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua. Solusi yang dapat ditempuh antara lain: Pengadaan perangkat teknologi secara bertahap sesuai kemampuan Pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi digital guru Pengembangan bank media pembelajaran PAI yang dapat diakses dan digunakan bersama oleh guru-guru PAI Kebijakan yang mendukung transformasi digital dalam pendidikan Marhayati et al. juga menyarankan pendekatan kolaboratif dimana guru-guru PAI berbagi praktik baik, saling memberikan feedback, dan bersama-sama mengembangkan media pembelajaran yang berkualitas. Journal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Halaman 18-23 KESIMPULAN Pengembangan media audio-visual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis ICT merupakan kebutuhan mendesak di era digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan efektif. Media audio-visual yang menggabungkan unsur suara dan gambar terbukti mampu menyajikan materi PAI yang abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh peserta didik. Landasan teoretis pengembangan media ini berpijak pada teori pembelajaran kognitivistik yang menekankan proses mental seperti persepsi, pemahaman, memori, dan penalaran, serta teori kognitif sosial yang memungkinkan siswa belajar melalui pengamatan model Integrasi aspek kognitif dan afektif dalam media audio-visual tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga membentuk sikap dan karakter religius siswa secara holistik. Implementasi media audio-visual dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui berbagai jenis aplikasi dan platform, mulai dari aplikasi presentasi seperti Microsoft PowerPoint. Google Slides, dan Prezi, hingga aplikasi interaktif seperti simulasi, kuis animasi, polling langsung, serta video pembelajaran dan animasi edukatif. Proses pengembangan media harus mengikuti tahapan sistematis yang meliputi analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, dengan memperhatikan prinsipprinsip desain pembelajaran seperti manajemen beban kognitif, scaffolding, dan elaborasi. Desain instrumen evaluasi yang komprehensif diperlukan untuk mengukur efektivitas media tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik siswa. Implementasi media audio-visual di sekolah atau madrasah memerlukan strategi yang terencana dan dukungan dari berbagai pihak. Meskipun terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital guru, dan kesenjangan akses teknologi, namun dengan komitmen bersama dan solusi yang tepat, media audio-visual dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran PAI. Praktik pengembangan model mini atau prototipe media pembelajaran terbukti menjadi langkah awal yang efisien bagi guru untuk menguji konsep dan mengembangkan kompetensi digital mereka secara Transformasi digital dalam pembelajaran PAI bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi lebih pada perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered yang lebih aktif, kolaboratif, dan Journal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Halaman 18-23 DAFTAR PUSTAKA