JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Decision Support System Fuzzy Analytic Hierarchy Process Method Studi Kasus Pemilihan Vendor Kemasan Terbaik Najmuddin1. Arief Herdiansah2 1Program Studi Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Primagraha. Jl. Raya Trip Jamak Sari. Kota Serang. Banten 2Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Tangerang. Jl. Perintis Kemerdekaan 1/33 Cikokol Kota Tangerang. Banten Co Responden Email: arief_herdiansah@umt. Abstract Article history Received March 08, 2021 Revised June 08, 2021 Accepted June 15, 2021 Available online June 20, 2021 Keywords SPK. Fuzzy AHP. Packaging. Vendor Packaging is a component that must be considered because it can affect . the customer in determining the decision to buy the product being The quality of the raw materials used, the shape and aesthetics of the packaging must be in accordance with the wishes of customers who want the safety and beauty of product packaging without affecting the quality of the food stored in it. To be able to help companies have quality packaging, a decision support system (SPK) is needed that can quickly and precisely choose the best packaging vendor. The results of this study have proven that the Fuzzy Analytic Hierarchy Process Method has been able to assist users in the process of selecting the best packaging vendor. Abstract Riwayat Diterima 08 Maret 2021 Revisi 08 Juni 2021 Disetujui 16 Juni 2021 Terbit 20 Juni 2021 Kata Kunci SPK, Fuzzy AHP. Kemasan. Pemasok. Kemasan merupakan sebuah komponen yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi . ecara visua. pelanggan dalam menentukan keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan. Kualitas bahan baku yang digunakan, bentuk dan estetika dari kemasan harus lah sesuai dengan keinginan pelanggan yang menginginkan keamanan dan keindahan dari kemasan produk tanpa mempengaruhi kualitas makanan yang tersimpan didalamnya. Untuk dapat membantu perusahaan memiliki kemasan yang berkualitas dibutuhkan sebuah sistem penunjang keputusan (SPK) yang dapat dengan cepat dan tepat memilih vendor packaging terbaik. Hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa metode Fuzzy AHP telah dapat membantu pengguna dalam proses pemilihan vendor kemasan terbaik. PENDAHULUAN Standarisasi dan kualitas kemasan . yang digunakan dalam sebuah perusahaan khususnya yang bergerak di industry makanan sangat lah penting, karena kemasan dapat menjadi awal penilaian konsumen terhadap suatu barang yang Dengan standarisasi dan kualitas kemasan yang terjaga dan menarik dapat menambah daya tarik pelanggan untuk membeli produk yang diperdagangkan. Banyak pihak mengatakan kemasan suatu produk pada akhirnya merupakan sampah dan meningkatkan beban biaya produksi sebuah produk, tetapi banyak orang juga menyakini pentingnya kemasan dalam menunjang suksesnya pemasaran sebuah produk. Kemasan yang digunakan dalam sebuah produk hendaknya dapat memenuhi keinginan konsumen dan dapat memberikan perlindungan produk dengan baik dari cuaca, perubahan suhu, serangga, bakteri dan lain-lain. Struktur kemasan juga hendaknya mudah dibuka, mudah ditutup dan mudah dibawa serta memiliki bentuk dan ukuran menarik sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menciptakan daya tarik visual bagi pelanggan. Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperi. Alex S. Retraubun di Indonesia sebanyak 40% kemasan terbuat dari kertas dan karton, 34% terbuat dari kemasan plastic, 14% terbuat dari kemasan logam dan 11% terbuat dari kemasan gelas. JIKA | 124 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 Penelitian ini merupakan penelitian terapan pada sebuah perusahaan yang bergerak di industri makanan, dimana penelitian ini akan menganalisa bagaimana perusahaan dapat menentukan vendor kemasan . yang sesuai dengan produk yang dihasilkan menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS) dengan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process berdasarkan kriteria yang telah ditentukan berdasarkan keinginan pemilik perusahaan dan keinginan pelanggan pada umumnya, antara lain: diinginkan kemasan yang digunakan terbuat dari bahan food grade packaging yang tidak mencemari makanan dalam kemasan tersebut sehingga tidak membahayakan pelanggan yang mengkonsumsi makanan dalam kemasan Penelitian perancangan sistem menggunakan UML (Unified Modeling Languag. yang merupakan P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 bahasa pemodelan standar yang terdiri dari dikembangkan dalam rangka membantu pengembang sistem dan perangkat lunak untuk menentukan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak yang dikembangkan. Untuk dapat menghasilkan sebuah aplikasi Decision Support System (DSS) dengan hasil akurat pembobotan penilaian (Herdiansah et al. KAJIAN LITERATUR DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Berikut ini beberapa literatur studi terdahulu berkaitan dengan peneltian tentang pengembangan Decision Support System (DSS) metode Fuzzy Analytic Hierarchy: Tabel 1. Tabel Literatur Studi Peneliti Norhikmah. Rumini. Henderi Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia STMIK AMIKOM Yogyakarta, 19/01/2013 ISSN: 2302-3805 Saifulloh. Kusrini Cogito Smart Journal. FIK Univ Klabat. VOL 2. NO 2. DESEMBER 2016. ISSN: 2541-2221 e-ISSN: 2477-8079 Wahyudi Setiawan. Reny Pujiastutik Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2015. FT Univ Muhammadiyah Jakarta. 17/11/2015. ISSN : 2407 Ae 1846. e-ISSN : 2460 Ae 8416. Judul Metode Fuzzy AHP dalam penerapan sistem Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penentuan Beasiswa Menggunakan Metode F-AHP Penerapan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process Untuk Pemilihan Spplier Batik Madura. Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) Kriteria Kriteria: Team Work Inisiatif Attitude Sub Kriteria: Baik Cukup Kurang Kriteria: Prestasi Ekonomi Inklusi Kriteria: Cara Pembayaran Harga Diskon Kecepatan Tanggap Komunikasi Informasi Produk Layanan Komplain Jumlah Pengiriman Waktu Pengiriman Kualitas Produk Tingkat Kecacatan Jenis Transportasi Waktu Transportasi JIKA | 125 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 Skolastika S. Wisnubhadra. Dwiandiyanta Igon. Irya Yudi Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SENTIKA) 2014. Yogyakarta, 15/03/2014. ISSN: 2089-9813 Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Dengan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process dalam Penyeleksian Pemberian Kredit Berdasarkan literatur studi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini. Hipotesis yang peneliti perkirakan adalah: hasil perhitungan Decission Support System (DSS) dengan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process sangat memperhatikan kekonsistenan dari hasil proses perhitungan yang dapat dilihat berdasarkan nilai /hasil akhir perhitungan . obot globa. dari semua kriteria yang Penentuan bobot setiap kriteria dilakukan berdasarkan nilai skala yang ditentukan oleh pengambil keputusan dengan melihat relatif kepentingan dari setiap kriteria. Pemberian nilai skala akan dipengaruhi preferensi dari setiap proses pengambil TINJAUAN PUSTAKA Kemasan . merupkan suatu bentuk kegiatan yang melibatkan desain serta produk, yang menjadikan kemasan tersebut berfungsi untuk melindungi produk yang disimpan di dalamnya (Kotler & Amstrong. Pemilihan kemasan . sebuah produk sangat penting karena secara visual akan dapat mempengaruhi keinginan pelanggan membeli produk yang dipasarkan. Sistem unsur/elemen yang saling berkaitan, saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama dalam rangka mencapai sebuah tujuan. Sedangkan sistem informasi adalah suatu hal yang saling berhubungan satu dengan lainnya informasi/data yang berguna bagi orang yang (Herdiansah, 2. Menejemen Sistem informasi yang baik berhubungan erat dengan pengolahan data yang baik. pengolahan data yang masih belum terkomputerisasi dengan baik akan mengakibatkan kualitas informasi yang dihasilkan kurang akurat (Fitriawati et al. Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Kriteria: Kemampuan Kondisi Ekonomi Jaminan Modal Karakter AHP (Analytic Hierarchy Process ) tradisional merupakan sebuah sistem informasi multikriteria dengan pendekatan hierarkis untuk mengevaluasi nilai kepercayaan (Saraswat & Chaurasia, 2. Metode AHP mengasumsikan bahwa pembuat keputusan dapat memberikan estimasi poin yang tepat dari preferensi mereka untuk alternatif. Oleh karenanya metode ini tidak cocok untuk skenario ketika ada ketidakpastian yang tinggi dalam penilaian pengambil keputusan (Yaraghi et al. , 2. Decision Support System (DSS) metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process merupakan sebuah metode pengembangan dari metode AHP (Analytic Hierarchy Process ) tradisional yang dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah informasi yang dapat dalam proses Pemilihan pemasok adalah sebuah aktivitas yang cukup rumit, oleh karena itu diperlukan sebuah metode yang tepat untuk mendapatkan pilihan yang terbaik. Proses menentukan pemasok yang sesuaii dan tepat agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dan dapat mengurangi resiko kurangnya bahan Pemilihan pemasok yang tepat tidak hanya pemasok yang dapat memberikan material yang berkualitas, tepat waktu, dan harga terjangkau namun juga harus memberikan service yang optimal baik dari segi responsive, kelancaran komunikasi dan informasi (Yoserizal, 2. Salah satu kriteria yang sering digunakan untuk menilai vendor adalah DicksonAos Vendor Selection Criteria akan tetapi keputusan akhir tetap ada pada orang yang menjadi penanggung jawab memilih vendor . pada perusahaan tersebut. Rata-rata perusahaan menggunakan kriteria yang bersifat umum, seperti kualitas produk, pengiriman, harga JIKA | 126 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 produk dan kapabilitas produksi. Tabel 2 berikut adalah kriteria yang diklasifikasikan sebagai logistik, teknologi, kerjasama bisnis P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 dan menjalankan bisnis dengan tujuan untuk membuat model yang membedakan antara kriteria kualitatif dan kuantitatif (Stevic, 2. Tabel 2. Tabel Review Kriteria Vendor (Stevic, 2. Criteria References Price of Financial Method of Price of Volume Delivery time Reliability Flexibility Logistics The precentage of realization of Quality of Waranty Certification of Reputation Speed of response to Awards and Communicatio n system Reactions to Information Technology Clean of A-Birgin 2003. B-Cebi & Bayraktar, 2003. C-Chan & Kumar, 2007. D-Dickson, 1996. E-Ellram, 1990. F-Gencer & Gupinar, 2007. G-Hruska et. el, 2014. H-Hudymaciva et. al, 2013. J-Kahraman et. al, 2003. K-Kannan & Choon, 2006. L-Kilic, 2013. M-Lee, 2009. N-Lim & Chang, 2008. O-Muralidharan et. P-Ozbek, 2015. Q-Simpson et. el, 2002. R-Stevic et. al, 2015. S-Tam & Tummala, 2001. T-Ting & Chao, 2008. U-Uygun, 20013. V-Wang et. al, 2004. W-Weber er. al, 1991. X-Zeydan et. el, 2001. JIKA | 127 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang peneliti lakukan penelitian yang bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan tertentu secara praktis. Penelitian ini tidak berfokus sebuah ide, teori, atau gagasan, tetapi lebih berfokus kepada penerapan penelitian tersebut yaitu pada proses yang dapat membantu perusahaan menentukan vendor packaging yang terbaik. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Data primer penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner, wawancara dan observasi. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari catatan-catatan penting tentang vendor yang sudah pernah dan sedang bekerjasama dengan Metode Pengembangan Sistem Dalam proses pengembangan sistem, peneliti menggunakan metode, metode waterfall merupakan metode yang sangat familiar dan sering digunakan oleh P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 dikarenakan memiliki sifat ynga terstruktur dan mudah dipahami sebagai rangkain siklus hidup klasik . lassic life cycl. pengembangan sebuah sistem informasi. Metode waterfall merupakan sebuah lunak/software berurutan, terstruktur dan terus mengalir ke bawah . eperti air terju. melewati semua fase pengembangan sistem, yaitu: fase perencanaan, fase pemodelan, fase implementasi, dan fase pengujian (Soleh et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan perhitungan Decission Support System (DSS) dengan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process untuk proses penentuan vendor . Penyusunan Hirarki Masalah Metode penyusunan struktur hirarki permasalahan dari penelitian dimulai dari tujuan utama sebagai level teratas, kemudian ditentukan kriteria-kriteria yang sesuai sebagai bahan pertimbangan dan menilai semua alternatif pilihan yang ingin dibuat Peneliti membuat beberapa kriteria dan alternative sesuai dengan kebutuhan penelitian ini sebagaimana gambar Gambar 1. Hirarki Kriteria dan Alternatif Penelitian Penyusunan matriks Langkah menentukan prioritas kriteria, pertama adalah menyusun perbandingan berpasangan dengan cara membandingkan seluruh kriteria untuk setiap sub sistem hirarki dengan berpasangan. Selanjutnya perbadingan itu ditransformasikan bentuk matriks perbandingan berpasangan untuk analisis numeric dimana nilai numerik yang dikenakan untuk seluruh perbandingan diperoleh dari skala perbandingan 1Ae9 yang telah ditetapkan oleh Saaty, seperti tabel 3. JIKA | 128 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Tabel 3. Tabel Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan Tingkat Kepentingan Definisi Keterangan Sama Pentingnya Kedua elemen mempunyai pengaruh yang sama sedikit lebih penting satu atas lainnya Cukup Penting Sangat Penting Mutlak lebih Penting Pengalaman dan penilaian memihak satu sedikit penting dibandingkan dengan pasangannya. Pengalaman dan keputusan menunjukkan kesukaan atas satu aktifitas lebih dari yang lain Pengalaman dan keputusan menunjukkan kesukaan yang kuat atas satu aktifitas lebih dari yang lain Satu elemen mutlak lebih disukai dibandingkan dengan pasangannya, tingkat keyakinan tertinggi. 2,4,6,8 Nilai tengah diantara dua nilai keputusan yang berdekatan Bila kompromi dibutuhkan Kebalikan Jika elemen i memiliki salah satu angka dari skala perbandingan 1 sampai 9 yang telah ditetapkan oleh Saaty ketika dibandingkan elemen j, maka j memiliki kebalikannya ketika dibandingkan dengan elemen i Respirokal Hasil pembobotan kriteria diatas merupakan matriks yang besarnya nxn, dimana n merupakan jumlah banyaknya kriteria. yco11 yco12 yco13 ya = . co21 yco22 yco. yco31 yco32 yco33 Keterangan: K11 = Nilai dari kriteria 1 dibandingkan dengan kriteria 1 K12 = Nilai dari kriteria 1 dibandingkan dengan kriteria 2 Kij = Nilai dari kriteria ke i dibandingkan kriteria ke j Untuk setiap kriteria ke i dan j, berlaku: kii = Menghitung konsistensi matriks Consistency ratio(CI) parameter yang dipakai dalam rangka memeriksa perbandingan berpasangan yang telah dilakukan, apakah konsekuen atau tidak. Pengukuran konsistensi dari suatu matriks didasarkan atas eigen value maksimum, dimana nilai index konsistensi dihitung dengan rumus: yuUycoycaycuOeycu yaya = ycuOe1 Keterangan : = rasio penyimpangan . konsistensi (Consistency Inde. = Orde Matriks . anyaknya alternati. yuU max = Nilai eigen terbesar dari matriks Lengkah selanjutnya melakukan proses perhitungan eigen vector dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Nilai eigen vector merupakan bobot setiap elemen, langkah ini untuk mensintetis pilihan dalam penentuan prioritas elemen di tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan yang diinginkan. Apabila Cl bernilai nol, maka matriks perbandingan berpasangan tersebut konsisten. Batas ketidakkonsistenan yang telah ditetapkan ditentukan dengan menggunakan Rasio Konsisten (CR) yaitu perbandingan indeks konsisten dengan nilaiRandom Indeks (RI) yang didapat dari suatu eksperimen oleh Oak Ridge National Laboratory yang dikembangkan oleh Wharton School. 1, dan kij = kji-1l Sintesis JIKA | 129 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 Persamaan berikut dapat digunakan untuk menjumlahkan sub-skor dari kriteria yang yc yaE ycnyc = Ocyco=1 yaE ycnycyco , i = 1, 2, . n j = 1, 2, m k = 1, 2, . Setelah seluruh sub-skor dijumlahkan, akan diperoleh matriks seperti berikut: Penyusunan matriks penilaian fuzzy Empat tahap yang dilakukan dalam menentukan matriks penilaian fuzzy: Membuat Struktur Hirarki Masalah Pada struktur hirarki, tujuan yang ingin dicapai diletakan di level pertama, kriteria diletakan di level kedua, sub-kriteria diletakan di level ketiga dan alternatif diletakan di level terakhir. Mengevaluasi Kriteria Tangible Langkah-langkahnya adalah dengan membuat tabel yang berisi data kuantitatif yang dibagi menjadi lima interval, yang mana setiap interval sama dengan sebuah fuzzy number. Tabel 4. Tabel Skala Rasio Fuzzy Number untuk Kriteria/Sub-Kriteria Skala Kriteria/Sub kriteria Fuzzy Data kualitatif yang setara dengan skala 1 Data kualitatif yang setara dengan skala 3 Data kualitatif yang setara dengan skala 5 Data kualitatif yang setara dengan skala 7 Data kualitatif yang setara dengan skala 9 Mengevaluasi Kriteria Intangible Dalam mengevaluasi kriteria/sub-kriteria yang bersifat intangible, kesulitan yang kriteria/sub-kriteria tersebut biasanya tidak berupa data kuantitatif atau standar, sehingga pengambil keputusan sering memberikan nilai yang subjektif. Matriks penilaian fuzzy Proses berikutnya menghitung judgement Sub-skor yaE ycnycyco dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Sub-Skor dari Alternatif Relatif Terhadap Kriteria . Alter natif C11 C12 C13 C21 C22 A. Cmq C111 C112 C113 C121 C122 A. C1mq C211 C212 C213 C221 C222 A. C2mq Cn11 Cn12 Cn13 Cn21 Cn22 A. Cnmq P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 E 11 E 12 Eyco ya1 ya ya ya ( ya2 ) = ( ya 21 ya 22 ya 1yco ) . E . yaE . yaE ycuyco ya. ya Selanjutnya dilakukan proses normalisasi menggunakan persamaan yang dibuat oleh Chen dan Hwang . Setiap skor yang ada pada matriks diatas dinormalisasi dengan persamaan berikut: ycaE ycnyc = yaE ycnyc ocycu ycn=1. a ycnyc ) , j = 1, 2, . , m . Setelah semua skor dinormalisasi, maka dapat diperoleh matriks penilaian fuzzy. Analisis sistem yang dikembangkan Sistem menggunakan sebuah tampilan dashboard agar pemilik perusahaan dapat dengan mudah membaca hasil atau laporan yang dikeluarkan oleh sistem. Dashboard tersebut akan menampilkan bobot kriteria, serta supplier terbaik berdasarkan perhitungan metode Fuzzy AHP. Gambar 2. Gambar DAD sistem yang JIKA | 130 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 Use case sistem yang dikembangkan Gambar 3. Gambar use case sistem yang P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Tampilan sistem yang dikembangkan Tampilan Menu Login Gambar 5. Gambar Menu Login Keterangan : Responden :Melakukan terhadap kuisioner bobot dan kriteria Admin :Melakukan penginputan data master kedalam sistem, mengolah data perhitungan AHP dan FAHP didalam sistem serta melaporkan hasil perhitungannya kepada Manager. Manager : Melihat terhadap pemilihan yang dilakukan oleh sistem. Tampilan menu utama sistem Activity Diagram Tampilan menu master sistem Gambar 4. Gambar activity diagram Gambar 6. Gambar menu utama Gambar 7. Gambar menu master JIKA | 131 JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Tangerang. Juni 2021, pp 124 - 133 Tampilan menu master alternatif Gambar 8. Gambar menu master Tampilan Menu Analisa AHP Gambar 9. Gambar tampilan menu analisa AHP Tampilan laporan hasil analisa P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 yang ditentukan menggunakan sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 4 data vendor yaitu: PT. Unipack Indosystem. PT. Cakrawala Mega Indah. PT. Uniflex Kemasindo. PT Starindo, dan didapat hasil perhitungan: Gambar 11. Gambar laporan hasil analisa kriteria KESIMPULAN Berdasarkan menggunakan sistem penunjang keputusan yang dikembangkan dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process didapat hasil yang menunjukan keputusan pemilihan supplier kemasan . ox packagin. terbaik yang sesuai dengan data kriteria yang ada. Dari kriteria harga . , kualitas . , layanan perbaikan . epair servic. dan pengantaran . yang digunakan, didapat informasi bahwa kriteria kualitas . adalah kriteria tertinggi bobot 0. 509, urutan kedua adalah kriteria pengiriman . bobot 0,224, kemudian harga . bobot 0,181 serta terakhir kriteria layanan perbaikan . epair servic. bobot 0,086. Sistem penunjang keputusan yang dikembangkan telah dapat membantu melakukan pengambilan keputusan. REFERENSI