Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGKATALISASI KREATIVITAS SISWA DI ERA DIGITAL Jhoni Hardori1. April Penu2. Akdes Johanis Siregar3. Ebenezer Hutasoit4. Olivia Durikasi5 STT Bethel Indonesia Jakarta Jhoni. hardori@sttbi. Diterima 02 Februari 2021. direvisi 07 Maret 2021. diterbitkan 30 April 2021 Abstract Student creativity in schools is something that must continue to be explored. Christian Religious Education teacher must encourage every student to compete in the global world. However, students sometimes find it difficult to discover their potential. Therefore, a teacher acts as a guide to develop a student's creativity. The method here is used using the literature study research method to find the data obtained. Then a descriptive qualitative approach, the data is presented in narrative form. The results of this research found that a Christian religious education teacher can develop students' creativity through vlogs and podcasts where they can be maximally creative in learning Christian religious education, not only focusing on writing but digitalization. Keywords: Teacher. Abstrak Kreativitas siswa di sekolah menjadi hal yang harus terus digeluti. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen harus mendorong setiap siswa dapat bersaing dalam dunia Akan tetapi, siswa terkadang sulit menemukan potensinya. Maka dari itu, seorang guru berperan sebagai pembimbing untuk mengembangkan kreativitas seorang Metode di sini digunakan menggunakan metode penelitian studi pustaka untuk menemukan data-data yang diperoleh. Lalu pendekatan kualitatif deskriptif, data-data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil dari penelitian ini maka ditemukan seorang guru pendidikan agama kristen dapat mengembangkan kreativitas siswa melalui vlog dan podcast di mana mereka bisa berkreasi secara maksimal dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen, tidak hanya fokus pada tulisan namun digitalisasi. Kata Kunci: Guru. PENDAHULUAN Guru adalah peran utama Peran guru dalam memberikan materi belajar sangatlah krusial dalam proses pendidikan (Novalis et al. , 2. Guru tidak hanya bertindak sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai fasilitator, mentor, dan inspirator bagi Dalam mengajar, guru harus memiliki pemahaman mendalam mengenai materi yang disampaikan, serta kemampuan untuk menyampaikan materi tersebut dengan cara yang dapat dipahami dan diingat oleh siswa (Nurjanah et al. , 2. Guru berperan penting dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, 103 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi memecahkan masalah, dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peran utama guru adalah menyusun dan menyampaikan materi belajar. Guru harus mampu merancang kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan standar pendidikan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa (Setiyowati & Arifianto, 2. Penyusunan materi belajar ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari merencanakan tujuan pembelajaran, memilih dan mengorganisir konten, hingga menentukan metode pengajaran yang paling efektif. Guru perlu memastikan bahwa materi yang disampaikan mencakup semua aspek yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (Somayana, 2. Dalam menyampaikan materi belajar, guru harus memperhatikan berbagai teknik dan strategi mengajar. Penggunaan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, studi kasus, permainan peran, dan penggunaan teknologi pendidikan dapat membuat (Atsani. Guru mengidentifikasi metode yang paling sesuai untuk setiap topik dan setiap kelompok Penggunaan teknologi, seperti proyektor, komputer, dan internet, dapat membantu guru menyampaikan materi dengan lebih interaktif dan menarik. Selain itu, guru juga perlu memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif, seperti teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar (Restian, 2. Guru juga memiliki peran penting dalam mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Melalui berbagai bentuk evaluasi, seperti tes, kuis, tugas, dan proyek, guru dapat mengukur sejauh mana siswa telah memahami materi. Evaluasi ini juga membantu guru untuk menilai efektivitas metode pengajaran yang digunakan dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Selain evaluasi formal, guru juga perlu melakukan evaluasi informal melalui observasi dan interaksi sehari-hari dengan siswa untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan belajar siswa. Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Lingkungan yang kondusif adalah lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar, di mana siswa merasa aman, dihargai, dan termotivasi untuk belajar. Guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang positif, 104 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi mendukung, dan inklusif. Ini melibatkan penerapan disiplin yang adil, memberikan dukungan emosional kepada siswa, dan mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Guru juga harus peka terhadap kebutuhan dan perbedaan individu setiap siswa, serta mampu memberikan perhatian dan bimbingan yang sesuai. Guru juga berperan sebagai model bagi siswa. Cara guru berperilaku, berbicara, dan menangani berbagai situasi di kelas memberikan contoh langsung kepada siswa mengenai sikap dan nilai-nilai yang diharapkan. Guru harus menunjukkan sikap profesional, empati, dan integritas dalam setiap aspek pekerjaan mereka. Selain itu, guru juga perlu mendorong siswa untuk mengembangkan sikap positif terhadap belajar, seperti rasa ingin tahu, ketekunan, dan kemandirian. Komunikasi yang efektif antara guru dan siswa adalah kunci dalam proses penyampaian materi belajar. Guru harus mampu menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Kemampuan untuk mendengarkan dan merespons pertanyaan serta kekhawatiran siswa juga sangat penting. Komunikasi yang terbuka dan dua arah memungkinkan guru untuk memahami kesulitan yang dihadapi siswa dan memberikan bantuan yang diperlukan. Tidak hanya berkomunikasi dengan siswa, guru juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan rekan kerja. Kolaborasi dengan orang tua dapat membantu guru memahami latar belakang dan kebutuhan siswa secara lebih mendalam. Dengan bekerja sama, guru dan orang tua dapat menciptakan strategi yang lebih efektif untuk mendukung perkembangan belajar siswa. Sementara itu, kerja sama dengan rekan kerja memungkinkan guru untuk berbagi pengalaman, sumber daya, dan strategi pengajaran yang berhasil. Peran guru dalam memberikan materi belajar juga melibatkan pengembangan profesional secara terus-menerus. Guru harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka melalui berbagai bentuk pelatihan dan pengembangan profesional. Ini bisa mencakup mengikuti seminar, lokakarya, kursus, atau melanjutkan pendidikan formal (Qomariah et al. , 2. Dengan terus belajar dan berkembang, guru dapat memastikan bahwa mereka selalu up-to-date dengan perkembangan terbaru dalam bidang pendidikan dan dapat menerapkan praktik-praktik terbaik dalam pengajaran mereka (Benyamin, 2. Selain itu, guru juga perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang muncul dalam pendidikan. Misalnya, 105 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi situasi pandemi COVID-19 memaksa banyak guru untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh secara mendadak. Guru harus cepat beradaptasi dengan teknologi baru dan menemukan cara-cara kreatif untuk tetap menyampaikan materi belajar secara efektif meskipun tidak bertatap muka langsung dengan siswa (Wongkar & Sumarno, 2. Kemampuan untuk beradaptasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan lancar dan siswa tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas meskipun dalam kondisi yang tidak ideal. Dalam perannya, guru juga diharapkan mampu menginspirasi dan memotivasi Inspirasi bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan contoh nyata tentang bagaimana pengetahuan yang dipelajari di kelas bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hingga menceritakan kisah-kisah sukses yang relevan (Fatmawati et al. , 2. Motivasi bisa diberikan melalui pujian, dorongan, dan penghargaan atas usaha dan prestasi siswa. Guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi siswa dapat membantu mereka untuk mencapai potensi penuh mereka dan meraih kesuksesan dalam pendidikan dan kehidupan mereka (Emeralda & Kristiana, 2. Guru juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa. Melalui interaksi seharihari, guru dapat mengajarkan pentingnya nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa hormat. Ini adalah aspek penting dari pendidikan yang membantu membentuk karakter siswa dan mempersiapkan mereka untuk menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi positif dalam masyarakat (Siregar, 2. Akhirnya, peran guru dalam memberikan materi belajar tidak bisa dipandang sebelah mata. Guru adalah pembimbing utama dalam sistem pendidikan yang memastikan bahwa siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang mereka butuhkan untuk sukses dalam hidup siswa (Emeralda & Kristiana, 2. Tantangan yang dihadapi dalam proses mengajar sangatlah banyak, tetapi dengan dedikasi, kreativitas, dan semangat yang tinggi, guru dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan akademik dan pribadi siswa. peran guru dalam memberikan materi belajar mencakup banyak aspek yang kompleks dan saling Guru harus mampu merancang dan menyampaikan materi dengan efektif, menciptakan lingkungan belajar yang positif, berkomunikasi dengan baik dengan siswa dan orang tua, serta terus mengembangkan profesionalisme mereka (Qory Jumrotul Aqobah. Masnur Ali & Raharja, 2. Dengan menjalankan semua peran ini dengan 106 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi baik, guru dapat membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang cerah. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan pendekatan kualitatif dekskriptif (Sugiyono, 2. Oleh sebab itu, data-data yang disajikan berdasarkan buku-buku, jurna ilmiah, tabloid atau majalah yang menyangkut dalam penelitian di atas. Penelitian ini juga mengangkat fenomena yang terjadi dilapangan agar dapat menemukan sebuah kebaharuan terhadap hal yang terjadi di lapangan (Moleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Guru Profesional Mengajar Karakter Guru profesional adalah hal utama dalam sistem pendidikan yang berfungsi tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, dan role model bagi para siswa (Sudianto & Samsu, 2. Guru profesional memiliki kompetensi yang mendalam dalam bidangnya serta kemampuan pedagogik yang baik. Kompetensi tersebut mencakup pengetahuan mendalam tentang mata pelajaran yang diajarkan, metode pengajaran yang efektif, serta kemampuan untuk memahami dan memotivasi siswa (Pertiwi, 2. Mereka terus berusaha mengembangkan diri melalui berbagai pelatihan dan pendidikan lanjutan untuk memastikan bahwa mereka selalu upto-date dengan perkembangan terbaru dalam pendidikan. Salah satu ciri utama dari guru profesional adalah kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi siswa. Mereka tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Guru profesional memahami bahwa setiap siswa memiliki potensi unik dan mereka berusaha untuk mengenali serta mengembangkan potensi tersebut. Dengan pendekatan yang inklusif, mereka memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang latar belakang atau kemampuan, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Guru profesional juga mahir dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran (Murtopo, 2. Di era digital seperti sekarang ini, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengajaran sangat penting. Mereka menggunakan berbagai alat dan platform digital untuk membuat pembelajaran 107 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi lebih menarik dan interaktif. Misalnya, mereka mungkin menggunakan presentasi multimedia, video pembelajaran, atau aplikasi pendidikan untuk memperjelas konsep yang diajarkan dan membuat pembelajaran lebih menarik bagi siswa (Harmadi & Jatmiko, 2. Selain itu, guru profesional memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif. Mereka menyadari bahwa suasana kelas yang nyaman dan aman sangat penting bagi proses belajar mengajar. Dengan menciptakan hubungan yang baik dengan siswa, guru dapat membuat siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar (Ambarita et al. , 2. Mereka juga mampu mengelola kelas dengan baik, memastikan bahwa semua siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mencegah terjadinya gangguan yang dapat menghambat pembelajaran (Restian, 2. Seorang guru tentunya harus sering mengevaluasi metode dan strategi pengajaran yang digunakan, mencari umpan balik dari siswa, serta melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran (Ratna Yuli. Dengan demikian, mereka selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi siswa dan memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik. Di samping itu, guru profesional juga berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan Mereka aktif terlibat dalam berbagai kegiatan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Misalnya, mereka mungkin terlibat dalam program literasi, kegiatan sosial, atau proyek-proyek pengembangan komunitas yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Guru profesional juga memahami pentingnya kolaborasi dengan orang tua dan rekan sejawat. Mereka menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa untuk memastikan bahwa ada dukungan yang kuat bagi siswa di rumah (Benyamin, 2. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan guru-guru lain dalam tim untuk merancang kurikulum yang efektif dan menciptakan strategi pengajaran yang inovatif. Dengan bekerja sama, mereka dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memberikan dukungan satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan dalam Selain dari segi kemampuan dan keterampilan, guru profesional juga memiliki sikap dan etika kerja yang baik (Sudianto & Samsu, 2. Mereka menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap profesi mereka. Mereka 108 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas, serta selalu berusaha untuk menjadi teladan yang baik bagi siswa. Etika profesional yang tinggi ini mencakup kejujuran, keadilan, dan rasa hormat terhadap semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan (Murtopo, 2. Pentingnya guru profesional dalam pendidikan tidak dapat dipandang sebelah Mereka adalah fondasi dari keberhasilan sistem pendidikan yang berkualitas. Guru profesional memiliki peran kunci dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru harus menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan (Hastini et al. , 2. Ini bisa dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan profesional, peningkatan kesejahteraan guru, serta penghargaan terhadap prestasi dan dedikasi mereka. Meskipun tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menjalankan tugas mereka sangat besar, guru profesional tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi siswa. Mereka mengatasi berbagai hambatan dengan semangat dan ketekunan, serta selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas pengajaran (Putri et al. , 2. Dalam situasi yang sulit sekalipun, mereka tetap berusaha untuk menjaga semangat belajar siswa dan memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berlangsung dengan baik. Untuk menjadi guru profesional, diperlukan proses yang berkelanjutan dan komitmen yang kuat. Tidak hanya cukup dengan menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga diperlukan kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Guru profesional harus selalu terbuka terhadap perubahan dan inovasi, serta berani mencoba hal-hal baru dalam pengajaran (Nurdiani, 2. Mereka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa yang terus berubah. Pada akhirnya, guru profesional adalah mereka yang memiliki dedikasi tinggi terhadap profesi dan siswa Mereka adalah individu yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan membimbing. Mereka adalah sosok yang dihormati dan diakui oleh siswa, orang tua, dan masyarakat (Setyo Widodo & Sita Rofiqoh, 2. Keberadaan guru profesional sangat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan Oleh karena itu, upaya untuk mendukung dan memberdayakan guru profesional harus terus dilakukan agar mereka dapat terus berkontribusi secara maksimal dalam dunia pendidikan. 109 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi Pengertian Era Digitalisasi Metode Era digitalisasi merupakan periode di mana teknologi digital menjadi bagian integral dari hampir setiap aspek kehidupan manusia, mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, belajar, dan bahkan berpikir (Hastini et al. , 2. Digitalisasi merujuk pada konversi data atau informasi dari format fisik atau analog ke format digital, memungkinkan akses, penyimpanan, dan manipulasi yang lebih mudah dan Proses ini tidak hanya melibatkan perangkat keras dan lunak, tetapi juga mempengaruhi budaya dan perilaku sosial secara keseluruhan. Digitalisasi dimulai dengan penemuan komputer dan internet, tetapi telah berkembang jauh melampaui itu. Saat ini, kita melihat bagaimana teknologi digital, seperti kecerdasan buatan (AI), big data, internet of things (IoT), dan blockchain, mengubah berbagai sektor industri, termasuk kesehatan, dan pendidikan. Era digitalisasi telah membawa perubahan yang mendasar dalam cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Di mana pendidikan bisa dijalankan walaupun tidak adanya tatap muka, hanya tatap maya saja, pembelajaran dapat dilaksanakan (Surahman et al. , 2. Salah satu aspek penting dari era digitalisasi adalah membangun dunia digital dalam dunia pendidikan. Platform pembelajaran online dan aplikasi pendidikan telah membuat akses pendidikan menjadi lebih fleksibel pada waktunya (Rahadian et al. Siswa kini dapat belajar dari mana saja dan kapan saja, sesuai dengan kecepatan dan jadwal mereka sendiri. Penggunaan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam pendidikan juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan mendalam (Rahmat et al. , 2. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga memperkaya pemahaman mereka tentang materi Namun, era digitalisasi juga membawa tantangan dan risiko tersendiri. Salah satu tantangan utama adalah masalah keamanan siber. Dengan semakin banyaknya data yang disimpan dan diproses secara digital, ancaman terhadap privasi dan keamanan data juga meningkat. Kasus pencurian data, peretasan, dan serangan siber menjadi isu yang semakin mendesak untuk diatasi. Oleh karena itu, penting bagi orang untuk menerapkan langkah-langkah keamanan yang memadai untuk melindungi data mereka. Selain itu, digitalisasi juga menimbulkan isu ketimpangan digital atau digital Tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap teknologi digital, terutama di negara-negara berkembang atau daerah terpencil (PALANGAN, 2. 110 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi Ketimpangan ini dapat memperbesar kesenjangan sosial dan ekonomi antara mereka yang memiliki akses dan kemampuan menggunakan teknologi digital dan mereka yang Upaya untuk meningkatkan akses dan literasi digital menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat digitalisasi dapat dirasakan oleh semua lapisan Dari perspektif sosial dan budaya, era digitalisasi juga mengubah cara kita berinteraksi dan berkomunikasi. Media sosial, misalnya, telah mengubah cara kita berkomunikasi dengan teman dan keluarga, berbagi informasi, dan bahkan bagaimana kita membentuk opini dan sikap. Sementara media sosial menawarkan platform untuk berinteraksi dan berbagi, mereka juga menimbulkan tantangan seperti penyebaran informasi palsu, cyberbullying, dan ketergantungan pada teknologi. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan literasi digital yang kuat dan kesadaran akan etika penggunaan teknologi digital. Secara keseluruhan, era digitalisasi membawa peluang besar untuk inovasi dan kemajuan, namun juga menuntut kita untuk mengatasi tantangan dan risiko yang Untuk memaksimalkan manfaat dari digitalisasi, diperlukan pendekatan yang holistik dan inklusif, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua. era digitalisasi adalah zaman di mana teknologi digital menjadi tulang punggung dari berbagai aspek kehidupan kita. Transformasi digital yang kita alami saat ini membawa perubahan signifikan dalam cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi. Meskipun membawa tantangan, era ini juga membuka peluang yang tak terbatas untuk inovasi dan kemajuan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan bekerja sama dalam menghadapi dan memanfaatkan perubahan yang dibawa oleh era digitalisasi ini. Membangun Kreativitas Siswa Era Digital Penggunaan teknologi pendidikan dapat membuka banyak peluang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka. Alat seperti aplikasi pembelajaran interaktif, platform pembelajaran online, dan perangkat lunak kreatif seperti aplikasi desain grafis atau pengeditan video dapat digunakan untuk mendorong eksplorasi dan inovasi. Misalnya, siswa dapat membuat presentasi multimedia, film pendek, atau proyek desain 111 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi menggunakan perangkat lunak ini, yang tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis mereka tetapi juga kemampuan berpikir kreatif. Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk bekerja pada proyek jangka panjang yang memerlukan pemecahan masalah, penelitian, dan kolaborasi (Hastini et al. , 2. Proyek-proyek ini sering kali bersifat multidisiplin dan memerlukan siswa untuk berpikir kreatif dalam mengintegrasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih proyek mengembangkan kreativitas serta keterampilan manajemen waktu dan kerja tim. Lingkungan belajar yang mendukung sangat penting untuk mengembangkan kreativitas. Guru dapat menciptakan ruang kelas yang memfasilitasi perlengkapan pembelajaran yang lengkap. Selain itu, suasana kelas yang aman dan terbuka, di mana siswa merasa bebas untuk mengemukakan ide-ide mereka tanpa takut dihakimi, dapat mendorong siswa untuk lebih berani dan kreatif. Vlogger atau Vlog, atau video blog, telah menjadi salah satu medium yang sangat populer di kalangan berbagai kelompok usia, termasuk siswa (Ananda & Mardiah, 2. Bagi seorang siswa, membuat vlog bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga merupakan kegiatan yang memiliki berbagai manfaat edukatif dan pengembangan pribadi. Pentingnya vlog bagi seorang siswa dapat dilihat dari beberapa aspek berikut. Pertama, vlog dapat menjadi sarana ekspresi diri yang efektif. Melalui vlog, siswa dapat mengekspresikan ide, pemikiran, dan perasaan mereka mengenai berbagai topik. Ini penting karena ekspresi diri membantu siswa untuk mengenal diri mereka lebih baik dan mengembangkan kepercayaan (Hapsari et al. , 2. diri Ketika seorang siswa berbicara di depan kamera dan membagikan pengalaman atau pengetahuannya, mereka belajar bagaimana mengartikulasikan pikiran mereka dengan jelas dan percaya diri. Dalam hal ini, vlog merupakan alat yang sangat baik untuk meningkatkan keterampilan komunikasi. Saat membuat vlog, siswa harus merencanakan konten, menyusun naskah, dan berbicara di depan kamera. Proses ini melibatkan kemampuan berpikir kritis, penyusunan argumen yang logis, dan penyampaian yang efektif. Selain itu, siswa juga belajar tentang audiens dan bagaimana menyampaikan pesan yang menarik dan mudah dipahami. Keterampilan komunikasi yang baik sangat penting 112 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi dalam kehidupan akademis dan profesional di masa depan. Di sisi lain, vlog memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengasah keterampilan teknis. Membuat vlog tidak hanya tentang berbicara di depan kamera, tetapi juga melibatkan berbagai aspek teknis seperti pengeditan video, penggunaan perangkat lunak editing, pengaturan pencahayaan, dan pemilihan musik latar yang sesuai (Fransiska & Supriatna, 2. Keterampilan teknis ini semakin relevan di era digital saat ini, di mana kemampuan menggunakan teknologi dengan baik dapat menjadi nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja. Dalam hal ini seorang siswa dapat melakukan pembelajaran dengan vlogger semisal melakukan penghapalan materi belajar lalu divideokan dengan musik yang tepat dan berbantuan editing yang bagus, tentu hal ini akan memberikan sebuah kreativitas setiap siswa dalam kelas. Melatih mereka juga untuk dapat berpartisipasi memberikan pendidikan gratis yang dapat di uploud melalui media sosial yang mereka miliki. Kemampuan ini akan terbentun dan memberikan mereka kebiasaan untuk dapat berbicara didepan kamera. Gambar 1. Ilustrasi siswa Vlogger Lalu podcast dapat dilakukan dengan hal-hal sederhana. Di mana pendidikan saat ini terhubung pada internet yang dapat di lihat sepanjang masa. Tentunya mengakses pendidikan dapat memberikan sebuah hal yang mudah jikalau seorang guru dapat mendesain pembelajaran yang kontekstual bagi siswanya. Bercakap-cakap secara ilmiah dapat menjadikan setiap siswa untuk berpikir kritis, solusi bisa dapat ditemukan ketika adanya ruang diskusi. Dalam melakukan diskusi pada podscast ini tentunya dalam kelas pakailah yang sederhana, siswa lain berperan sebagai seorang penonton 113 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi yang dapat memberikan pertanyaan kritis untuk menemukan sebuah solusi dibalik isu yang diangkat. Podcast memiliki peran yang penting bagi seorang siswa di era digital ini. Melalui podcast, siswa dapat memperluas wawasan mereka dengan mendengarkan berbagai topik yang dibahas oleh para ahli di bidangnya (Sudarmoyo, 2. Podcast menawarkan fleksibilitas karena dapat didengarkan kapan saja dan di mana saja, memungkinkan siswa untuk belajar sambil melakukan aktivitas lain, seperti berolahraga atau dalam perjalanan. Gambar 2. Ilustrasi siswa sedang Podcast Selain itu, podcast juga dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan dan memahami bahasa, terutama jika podcast tersebut dalam bahasa asing (Hutabarat. Siswa yang tertarik pada bidang tertentu dapat mendalami minat mereka dengan lebih mudah, mendengarkan wawancara, diskusi, dan cerita yang relevan. Membuat podcast sendiri juga merupakan kegiatan yang bermanfaat, karena melibatkan riset, perencanaan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Ini dapat mengasah keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta membangun kepercayaan diri. Dengan demikian, podcast tidak hanya sebagai sumber belajar yang menyenangkan tetapi juga sebagai alat untuk pengembangan diri yang komprehensif bagi siswa (Sultan & Akhmad, 2. SIMPULAN Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru profesional dalam sistem pendidikan, yang tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai 114 | Hardori dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Volume 12 Nomor 1. April 2021 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi pembimbing, motivator, dan role model bagi siswa. Guru profesional harus memiliki kompetensi mendalam dalam bidangnya, kemampuan pedagogik yang baik, serta kemampuan untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Mereka harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif, menginspirasi siswa, dan terus mengembangkan diri melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan. Selain itu, guru profesional juga harus mampu bekerja sama dengan orang tua dan rekan sejawat untuk mendukung perkembangan belajar siswa. Era digitalisasi membawa tantangan dan peluang baru bagi pendidikan. Penggunaan teknologi pendidikan, seperti platform pembelajaran online dan alat kreatif digital, membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka. Metode pembelajaran berbasis proyek dan penggunaan media seperti vlog dan podcast dapat membantu siswa mengasah keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kemampuan teknis. Namun, tantangan seperti keamanan siber dan ketimpangan akses teknologi perlu diatasi untuk memastikan bahwa semua siswa dapat merasakan manfaat dari digitalisasi. Dengan pendekatan yang holistik dan inklusif, serta dukungan yang berkelanjutan bagi guru profesional, pendidikan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi siswa di era digital ini. DAFTAR PUSTAKA