Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Analisis Pemanfaatan Media Sosial Oleh Siswa-Siswi MAN 1 Tulungagung Untuk Menunjang Kebutuhan Informasi Akademik Yeni Oktavia. Prisca Budi Juvitasari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam yenioktavia406@gmail. com, priscajuvita@gmail. ABSTRAK Perkembangan teknologi dalam ilmu pengetahuan telah membantu dan dapat mendukung dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan media sosial yang sering dipakai diantaranya Google. Youtube, dan WhatsApp digunakan sebagai sarana untuk menunjang kebutuhan informasi akademik oleh siswa-siswi. Kemudahan dalam akses informasi menggunakan media sosial ini sangat memudahkan siswa untuk dapat mengakses dan jelajah yang lebih luas. Sifat dasar alamiah siswa yaitu mencari, mengakses, memperoleh, dan menggunakan informasi yang sudah diperoleh dari berbagai sumber yang telah dicari. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media sosial oleh siswa-siswi MAN 1 Tulungagung untuk menunjang kebutuhan informasi akademik serta kendala-kendala yang dihadapi dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik snowball sampling adalah teknik pengambilan informan sumber data, sehingga wawancara akan dilakukan kepada 15 Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang dipakai itu bervariasi antara Google. Youtube, dan WhatsApp. Media sosial dapat dijadikan sumber tercepat dalam menunjang kebutuhan informasi dan dapat membangun semangat siswa dalam pembelajaran. Juga terdapat kendala dalam mengakses media sosial yaitu terumata terdapat pada jaringan internet, di sekolah tersedia wifi tetapi tidak setiap hari koneksi internetnya itu stabil. Kata Kunci: Pemanfaatan. Media Sosial, dan Kebutuhan Informasi Akademik ABSTRACT Technological developments in science have helped and can support the world of education. The use of social media that is often used, including Google. Youtube, and WhatsApp, is used as a means to support the academic information needs of students. The ease of accessing information using social media makes it very easy for students to be able to access and explore more The natural nature of students is to seek, access, obtain, and use information that has been obtained from various sources that have been The purpose of this writing is to find out the use of social media by students of MAN 1 Tulungagung to support their academic information needs and the obstacles they face in using it. This study uses a qualitative method. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Methods of data collection in this study using observation, interviews, and The snowball sampling technique is a technique for taking informants as data sources, so interviews will be conducted with 15 informants. Data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the social media used varies between Google. Youtube, and WhatsApp. Social media can be used as the fastest source in supporting information needs and can build student enthusiasm in learning. There are also obstacles in accessing social media, namely mainly on the internet network, wifi is available at school but not every day the internet connection is stable. Keywords: Utilization. Social Media, and Academic Information Needs Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan mudah dalam mengakses internet, dengan berjalannya perkembangan teknologi tersebut, maka masyarakat pun juga semakin ramah menggunakan berbagai situs media sosial yang berbasis Menurut Lantip dan Rianto . teknologi informasi adalah suatu ilmu pengetahuan yang berkembang dalam bidang informasi yang berbasis era digital dan juga sangat cepat dalam perkembangannya. Salah satu contoh media baru yang saat ini banyak digunakan sebagai sarana komunikasi, media pendidikan, dan pencarian informasi. (Kaplan and Haenlein 2010, . yang mendefinisikan bahwa media sosial dapat digunakan sebagai perkumpulan berbagai aplikasi yang berbasis internet dan dapat menciptakan hingga pertukaran sebuah konten. Perubahan teknologi ini telah mengarah pada perspektif pendidikan yang diterima secara Media sosial dapat digunakan untuk mendukung suatu proses pembelajaran pada siswa dalam menunjang kebutuhan informasi akademik lebih efisien waktu, memungkinkan siswa untuk mengobrol atau berdiskusi jarak jauh tanpa harus berada di lokasi geografis tertentu. Dengan adanya fitur yang disediakan dapat mempermudah guru dalam berlangsungnya proses Menurut (Gloria 2015, . kebutuhan informasi adalah keinginan siswa untuk menerima informasi memuaskan kebutuhannya, baik itu disengaja maupun tidak. Kemudahan dalam akses informasi menggunakan media sosial ini sangat memudahkan siswa untuk dapat mengakses dan juga daya jelajah yang lebih luas. Jadi, kebutuhan informasi itu bermacam-macam salah satunya sebagai sumber informasi akademik, pemanfaatan media sosial sebagai menunjang informasi akademik biasanya menggunakan aplikasi yang sering dipakai. Kebutuhan informasi akan muncul ketika seseorang telah mengetahui bahwa pengetahuan yang ada itu tidak akan cukup untuk mengatasi Faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan informasi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 yaitu aspek psikologi dari pencari informasi yang meliputi ketepatan, ketekunan mencari informasi. dan sumber daya dari teknologi informasi yang digunakan untuk mencari informasi. Kebutuhan informasi dapat dikaji berdasarkan 4 indikator teori Usability yang dikemukakan oleh Rubin dan Chisnell . yaitu Efisiensi (Efficienc. Efektivitas (Effectivenes. Mudah dipelajari (Learnabilit. , dan Kepuasan (Satisfatio. Salah satu sarana yang digunakan adalah melalui media sosial. Dalam artikel (Hasya 2. media sosial yang paling banyak digunakan saat ini yaitu WhatsApp. Instagram. Facebook. TikTok. Telegram. Twitter. Facebook Messanger. Line. Pinterest. Peneliti memilih 3 media sosial dalam pembelajaran yaitu Google. Youtube, dan WhatsApp. Alasan peneliti yaitu karena Google digunakan sebagai pencari informasi dengan cara memasukkan kata kunci ke dalam pencarian akan memperoleh hasil referensi yang banyak. Menggunakan Youtube sebagai sumber informasi lengkap yang bisa dilihat juga didengar dan up to date sebagai media belajar secara gratis. WhatsApp digunakan sebagai wadah yang dapat menyebarkan informasi ke komunitas dengan mudah karena fiturnya banyak dan juga paling ramah sama user interfacenya. Pemanfaatan pembelajaran karena media sosial tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari di kalangan remaja seperti Google. Youtube, dan Whatsapp. Yang dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang dapat memberikan dampak positif bagi siswa dengan meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, dan juga menambah keakraban antarteman sehingga media sosial dapat efektif sebagai sarana pembelajaran (Yusi Kamhar and Lestari 2019, . Dalam pendidikan sekolah yaitu media sosial juga dapat digunakan sarana pembelajaran bagi siswa yang membacanya. Media sosial dapat memberikan solusi terhadap permasalahan siswa. Studi kasus yang menjadi siswa kebergantungan terhadap media komunikasi yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga terdapat penyalahgunaan media sosial ini yaitu siswa lebih banyak menggunakan media sosial sebagai dunia hiburan, siswa menjadi malas. Penggunaan media sosial yang berlebihan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 akan membuat anak menjadi malas untuk berinteraksi atau berkomunikasi di dunia nyata. Tidak hanya itu saja, siswa juga akan malas belajar dan memilih menghabiskan waktunya untuk membuka media sosial. Tetapi dengan adanya media sosial tersebut dapat menjadikan siswa tetap terhubung satu sama lain baik itu untuk mendapatkan informasi dan untuk tujuan lain tanpa harus mendatangi tempat tujuan tersebut. Hasil kegiatan observasi awal yang peneliti lakukan di MAN 1 Tulungagung memperoleh hasil bahwa pemanfaatan media sosial dalam kebutuhan informasi akademik sangat membantu guru maupun siswa. Guru membutuhkan perangkat media yaitu media sosial. Meskipun saat ini pembelajaran sudah tatap muka atau offline tetapi kenyataannya pada kelas 10, 11, dan 12 masih menggunakan sistem pembelajaran pendukung berupa media sosial seperti Google. Youtube, dan WhatsApp. Google yang digunakan untuk mencari informasi. Youtube digunakan untuk sumber referensi informasi yang memperlukan praktek, dan WhatsApp digunakan untuk membagikan informasi. Hampir semua mata pelajaran yang menggunakan media sosial untuk mendukung kebutuhan informasi akademik. Karena lebih cenderung menggunakan e-book daripada buku. Media sosial sangat dibutuhkan dikalangan siswa yang digunakan untuk menunjang kebutuhan informasi akademik. Mengingat juga di sekolah semua siswa mulai dari bangku kelas 10, 11, dan 12 memiliki handphone dan sudah bermedia sosial. Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan generasi pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan valid. Maka, peneliti mengambil AuAnalisis Pemanfaatan Media Sosial Siswa-Siswi MAN Tulungagung untuk Menunjang Kebutuhan Informasi AkademikAy. Untuk itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait bagaimana pemanfaatan media sosial oleh siswa-siswi MAN 1 Tulungagung untuk menunjang kebutuhan informasi akademik serta kendala-kendala yang dihadapi. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 METODE Penelitian ini menggunakan kualitatif, yang merupakan penelitian dengan hasil wawancara tanya jawab serta melakukan pengamatan yang mempengaruhi fakta dan kenyataan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena peneliti ingin mengetahui secara mendalam informasi melalui wawancara tentang apa yang dialami oleh siswa mengenai pemanfaatan media sosial yang digunakan oleh siswa untuk menunjang kebutuhan informasi Sumber data dari penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yang diperoleh secara langsung dari sumber asli . idak melalui media perantar. untuk menjawab pertanyaan Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu ada 12 siswa yang diambil dari kelas 10, 11, 12 jurusan IPA. IPS. Agama. Bahasa dan 3 guru mata pelajaran yang menggunakan media sosial. Teknik snowball sampling adalah teknik pengambilan informan sumber data yang pada awalnya jumlahnya sedikit dan lama-lama menjadi besar, hal ini dilakukan karena dari jumlah sumber data yang sedikit itu tersebut belum mampu memberikan data yang memuaskan, maka mencari informan lagi yang dapat digunakan sebagai sumber data, sehingga wawancara akan dilakukan kepada 15 informan. Sedangkan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, observasi, dan dokumentasi. Teknik wawancara, dokumentasi. Observasi yang peneliti lakukan untuk mengetahui objek penelitian dan kondisi sebenarnya di MAN 1 Tulungagung. Peneliti terstruktur dan indikator yang digunakan yaitu efisiensi, efektivitas, mudah dipelajari, dan kepuasan kepada 15 informan. Kegiatan wawancara yang dilakukan dengan cara memanfaatkan alat perekam suara, tulis menulis, dan Dan dokumentasi yang peneliti gunakan yaitu foto lokasi penelitian, foto siswa dan guru yang menjadi informan saat meneliti di MAN 1 Tulungagung. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Teknik analisis data yang digunakan yaitu Model Miles dan Huberman . yang melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data : data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi di lapangan. Datanya adalah segala sesuatu yang dilihat, didengar, dan diamati. Proses ini dilakukan setelah peneliti mendapatkan data di lapangan baik dari hasil wawancara kepada 15 informan yang menggunakan media sosial seperti Google. Youtube, dan WhatsApp di MAN 1 Tulungagung, transkip wawancara serta data-data pendukung penelitian untuk selanjutnya akan dipilih berdasarkan 4 indikator Reduksi data : data yang sudah didapatkan kemudian diklasifikasi berdasarkan indikator untuk kutipan wawancara memakai inisial nama. Penyajian data : dalam penyusunan data ini dilakukan dengan memasukkan hasil penelitian dalam bentuk paragraf berdasarkan indikator. Penarikan kesimpulan : hasil transkrip wawancara yang sudah diuraikan ke dalam bentuk paragraf untuk menjawab rumusan masalah. Menggunakan aplikasi NVIVO untuk menganalisis data dari hasil transkrip wawancara. Penelitian ini melakukan analisis data menggunakan penyajian dalam artian penggolongan serta penyederhanaan data yang hasilnya untuk mendapatkan informasi yang bermakna dan bisa ditarik kesimpulan. Jadi, pada penelitian ini melakukan analisis data menggunakan penyajian Aplikasi NVIVO yang dengan disandingkan teori. Kesimpulannya penelitian ini. Selanjutnya untuk penyajian yang disusun secara sistematis dan mudah dipahami dengan hasil teks naratif yang memberikan hasil kesimpulan. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Pemanfaatan Media Sosial untuk Menunjang Kebutuhan Informasi Akademik Pemanfaatan media sosial oleh siswa-siswi MAN 1 Tulungagung untuk menunjang kebutuhan informasi akademik ini difokuskan dengan 3 media sosial yaitu Google. Youtube, dan WhatsApp. Kemudian untuk pemanfaatannya media sosial untuk menunjang kebutuhan informasi ada 4 indikator yaitu efisiensi, efektivitas, mudah dipelajari, dan kepuasan dengan penjelasan sebagai berikut : Berdasarkan peta konsep di atas peneliti menguraikan pembahasan yang pertama pada penelitian ini aspek utamanya adalah informan dari siswa dan guru, dengan hasil wawancara pada 15 informan tersebut, mendapatkan jawaban mengenai rumusan masalah pada penelitian ini. Pada peta konsep tersebut sebelum informan muncul rasa ingin tahu atau membutuhkan akan informasi yang dicari, informan tersebut memilih media sosial untuk menunjang kebutuhan informasi akademik. Dari hasil penelitian berdasarkan wawancara peneliti dengan informan bahwa fitur dari media sosial dapat mempermudah informan dalam mencari kebutuhan informasi akademik. Informan menggunakan 3 media sosial yaitu Google. Youtube, dan WhatsApp untuk menunjang kebutuhan informasi akademik. Ketiga media sosial tersebut dapat dijadikan sumber informasi tercepat karena semua informasi yang dibutuhkan akan tersedia di media sosial. Media sosial dapat menumbuhkan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 semangat belajar siswa karena dengan adanya media sosial guru dapat menciptakan suasana pembelajaran menjadi lebih menarik. Adapun kendalakendala dari ketiga media sosial tersebut yang berbeda-beda. Waktu yang dibutuhkan dalam mencari kebutuhan informasi akademik itu berbeda-beda atau tidak tentu, tergantung pada tingkat kesulitan tugas yang diberikan. Efisiensi Berdasarkan dari hasil penelitian peneliti dalam pemanfaatan media sosial ini untuk menunjang kebutuhan informasi akademik yaitu lama waktu dalam pembelajaran atau mencari informasi tidak dapat dipastikan, karena tergantung pada tingkat kesulitan tugas atau informasi tersebut. Ketika menyelesaikan tugas atau mencari kebutuhan informasi akademik lama waktu yang dibutuhkan yaitu untuk signifikan waktunya tidak bisa mengkira-kira mempersingkat waktu dibandingkan dengan mencari kebutuhan informasi melalui buku. Waktu yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas atau mencari kebutuhan informasi akademik tergantung pada tingkat kesulitan tugas atau kebutuhan informasinya. Estimasi penyelesaian tugas atau mencari informasi akademik tergantung pada penguasaan materi yang dikuasai oleh Media sosial yang sering digunakan yaitu bervariasi atau menggunakan beberapa aplikasi yang saling melengkapi untuk menunjang kebutuhan informasi akademik. Media sosial yang digunakan siswa untuk menunjang kebutuhan informasi akademik itu bervariasi karena dari berbagai aplikasi itu saling melengkapi. Ada yang menggunakan Google, karena dari Google bisa mendapatkan banyak informasi yang efektif dengan cepat, hal ini membuat Google menjadi alternatif mencari informasi untuk pelajar atau siswa. Juga sumber informasi atau materinya luas yang lebih mudah diakses. Sehingga dapat mencari apapun itu kebutuhan informasi yang diperlukan, hasil yang sangat relevan, dan pencarian informasi mudah ditemukan dengan cepat. Juga Youtube, karena di aplikasi tersebut dapat mencari, melihat dan menganalisa Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pembelajaran akademik dalam bentuk video yang ditayangkan sesuai pembelajaran yang ingin dicari. Jadi dapat mempermudah siswa dalam memahami materi. Berdasarkan menggunakan media sosial selama 1 semester itu yang paling sering digunakan yaitu bervariasi dari aplikasi yang saling melengkapi. Ketika 1 semester sering dilakukan pembelajaran menggunakan media sosial seperti Google, karena digunakan untuk media pembelajaran dan untuk evaluasi atau ulangan Youtube alasannya karena siswa sekarang untuk membaca dan membawa buku itu kemungkinan kecil, motivasinya sangat rendah. Karena zamannya sudah digital maka segala ilmu itu tersedia di media sosial. WhatsApp, karena digunakan sebagai alat komunikasi. Dan dilihat dari SDM siswa banyak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah sehingga ketersediaan paket data untuk aplikasi-aplikasi yang berat itu tidak Kalau dari SDM guru untuk memakai aplikasi yang rumit itu juga kurang dalam pemahaman media sosial, sehingga mencoba dan mencari aplikasi dengan metode yang nyaman untuk guru dan siswa. Terkadang guru maunya memakai aplikasi yang canggih tetapi tidak semua siswa mempunyai fasilitas yang sesuai dengan harapan guru di aplikasi, misal ada aplikasi yang harus memakai laptop sementara siswa hanya mempunyai HP. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ketika siswa mengerjakan tugas atau mencari kebutuhan informasi itu tidak dapat di lihat dengan waktu, karena itu tergantung pada banyak tugas yang diberikan guru hingga informasi yang dibutuhkan atau tingkat kesulitan pada tugas tersebut. Ketika siswa dan guru lebih memilih media sosial untuk menunjang kebutuhan informasi, karena pada dasarnya teknologi sekarang ini semakin canggih dan semua informasi yang dibutuhkan sudah tersedia di media sosial. Sehingga dengan adanya media sosial itu dapat mempersingkat waktu ketika mencari informasi dan juga mudah saat diakses. Teknologi yang muncul pada media sosial itu sangat membantu pengguna mendapatkan informasi yang bermanfaat melalui berbagai cara. Mengenai Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 keragaman teknologi digunakan sebagai alat yang efektif digunakan untuk mendukung pembelajaran siswa dalam mengajar. Hal ini selaras dengan penelitian (Kalasi 2014, . yang mengungkapkan bahwa pada awalnya peran guru sebagai pemberi informasi kini menjadi pihak yang dapat memfasilitasi proses pengetahuan, karena pengetahuan dan informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru melainkan dari media sosial yang informasinya sangat Efektivitas Berdasarkan dari pengamatan peneliti dalam pemanfaatan media sosial ini untuk menunjang kebutuhan informasi akademik yaitu mengenai hasil informasi yang tidak tentu maksudnya kadang sesuai kadang tidak. Adapun dari beberapa informasi yang kurang sesuai atau lengkap dengan kebutuhan informasi yang disebabkan oleh platform yang membahas materi tersebut. Sehingga siswa dapat mencari kebutuhan informasi akademik di media sosial lainnya atau di buku perpustakaan. Daya tarik pada internet dan media sosial bagi siswa dapat berperan sebagai membangun kemampuan berkomunikasi terhadap teman. Siswa saat ini sangat rentan terhadap perubahan teknologi saat ini, dan mereka juga mengikuti perkembangan dan mendapatkannya melalui pembelajaran media Sehingga dengan adanya media sosial dapat membangun semangat belajar atau mencari kebutuhan informasi pada siswa. Adanya media sosial dapat membangun semangat belajar pada siswa. Media sosial merupakan siswa-siswi mendengarkan atau mempelajari materi di dalam kelas dengan melalui buku. Karena sudah pada zamannya menggunakan media sosial untuk dijadikan tambahan pembelajaran yang bersifat positif. Adanya media sosial dapat mencari informasi apa saja secara lengkap, yang bahkan dalam buku tidak ada, hal ini dapat meningkatkan rasa keingintahuan untuk mencari informasi yang belum ada dan informasi lain sehingga membuat siswa semangat dalam Ketika belajar menemukan kesulitan dapat memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi. Dengan seperti itu mendapatkan informasi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 baru untuk dipelajari lagi. Adanya keinginan siswa untuk mencari informasi tanpa ada perintah dari Karena rasa itu muncul ketika siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas atau ada materi yang belum dipahami. Adanya rasa ingin tahu pada siswa, maka akan secara langsung mencari informasi tanpa ada perintah dari guru. Seperti siswa kesulitan dalam menyelesaikan tugas bisa melihat tutorial di dalam aplikasi media sosial. Ketika ada suatu materi yang kurang lengkap pada buku paket, siswa dapat mencari informasi materi tersebut pada beberapa platform tanpa adanya perintah dari guru. Karena ilmu pengetahuan itu harus terus dicari dan dipelajari. Guru memiliki cara untuk menciptakan pembelajaran menggunakan media sosial yang efektif. Cara menciptakan pembelajaran menggunakan media sosial yang efektif yaitu dengan cara menyesuaikan dengan materi yang akan disampaikan berdasarkan kurikulum dan sarana prasarana yang ada. Juga dengan kemampuan siswa karena tidak semua materi itu harus disampaikan dengan media sosial. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ketika siswa mencari kebutuhan informasi itu hasilnya ada yang sesuai dengan yang dibutuhkan juga ada yang tidak. Maka dari itu siswa harus menyaring informasi yang sesuai karena terlalu banyak sumber. Dengan adanya media sosial dapat membangun semangat pada siswa dalam belajar. Karena di media sosial terdapat informasi-informasi yang cukup banyak dan tidak membutuhkan ruang dan waktu untuk mengaksesnya. Rasa ingin tahu pada siswa itu muncul ketika merasa kesulitan dalam memahami materi atau informasi yang dibutuhkan tanpa ada perintah dari guru. Dan begitu juga cara menciptakan pembelajaran yang efektif yaitu dengan mengadakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian pada siswa, agar tidak merasa bosan ketika pembelajaran. Kebutuhan informasi adalah suatu kebutuhan yang terdapat pada diri sendiri untuk meningkatkan pengetahuannya (Triwansyah, 2. Kebutuhan pengetahuan muncul ketika siswa menyadari bahwa mereka tidak mengetahui informasi yang cukup untuk mencapai tujuan, menjawab pertanyaan, dll Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 (Batley, 2. Jadi dalam kegiatan sehari-hari, sebenarnya yang dimulai oleh siswa adalah cara untuk memenuhi kebutuhan informasi sehari-hari ketika pembelajaran dimulai. Mudah dipelajari Media sosial dapat dijadikan sumber informasi karena sekarang di zaman digital dan pembelajaran digital, jadi sangat dibutuhkan keahlian dalam bidang media sosial. Media sosial merupakan pencarian sumber informasi yang paling cepat untuk mendapatkan informasi tersebut, dikarenakan banyak sekali sumber informasi dari seluruh orang di dunia yang menggunakan media sosial. Media sosial dapat dijadikan pencarian informasi tercepat dan dapat digunakan dimana saja. Adanya berbagai fitur dari media sosial dapat mempermudah dalam membagikan informasi atau materi pembelajaran juga bisa disimpan sehingga dapat dipelajari lagi di lain waktu. Karena dengan adanya fitur dari media sosial siswa dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah. Sehingga di zaman digital seperti sekarang ini, hampir semua orang terhubung di media Di era digital ini segala sesuatu bisa dipenuhi lewat media sosial. Karena sekarang perkembangan arus informasi digital dan sumber tercepat juga Guru lebih memilih media sosial untuk menunjang kebutuhan informasi akademik karena rendahnya motivasi siswa untuk baca buku, siswa sekarang bisa belajar dimana saja cukup di android tidak harus memegang buku kemana-mana. Terlepas dari baik tidaknya menggunakan media sosial sebagai sarana dalam pembelajaran, media atau perangkat sosial lainnya bisa memberikan tantangan baru dalam persiapan pendidikan yang baik. Tantangan guru menggunakan media sosial untuk menunjang kebutuhan informasi akademik yaitu karena semua informasi digital, maka harus menyesuaikan materi dengan perkembangan ini. Adapun dalam menyaring informasi, terkadang tidak semua informasi itu sesuai dengan apa yang diharapkan. Maka dari itu, harus mengecek kebenarannya semua informasi itu benar. Jadi terkadang siswa diminta untuk mencari informasi lebih dari 1 situs yaitu untuk Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 membuktikan kebenarannya informasi tersebut. Adapun solusi dari tantangan tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara peneliti dengan guru yang menggunakan media sosial adalah solusi dari tantangan tersebut yaitu di diskusikan bersama-sama, informasi yang sudah didapat kemudian disesuaikan dengan materi yang ada di buku. Guru harus meningkatkan kompetensi dan mengimbanginya, misal kemampuan siswa untuk mengakses yang berkaitannya dengan informasi itu lebih paham dibandingkan guru. Cara siswa menyaring informasi terkadang tanpa ada bimbingan siswa bisa menelan mentah-mentah informasi yang didapat di Google. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat fitur yang sangat mempermudah siswa dalam mengakses media sosial. Sehingga akan mempercepat dalam penelusuran informasi. Semua informasi yang dibutuhkan akan tersedia di media sosial. Dan yang menjadi tantangan guru yaitu siswa mencari informasi tanpa pengawasan mengakibatkan siswa itu menelan informasi secara mentah-mentah sehingga dapat percaya kepada semua situs yang belum tahu kebenarannya. Maka dari itu, perlu adanya pengawasan atau berdiskusi bersama teman. Menurut (Alexander 2. yang berpendapat bahwa guru dapat berperan penting dalam menginspirasi proses pembelajaran, yang dapat meningkatkan pembelajaran, sedangkan menurut (Dron 2007, . yang berpendapat bahwa suatu pembelajaran yang berlebihan itu juga akan menyebabkan kebosanan terhadap siswa dan tidak merasa termotivasi. Kepuasan Berdasarkan dari pengamatan peneliti dalam pemanfaatan media sosial ini untuk menunjang kebutuhan informasi akademik yaitu media sosial dapat mempermudah siswa dalam mencari kebutuhan informasi akademik. Media sosial yang dirasa paling mudah dalam memberikan pemahaman kepada siswa yaitu bervariasi antara Google. Youtube, dan WhatsApp. Karena di Google dapat mencari kebutuhan informasi akademik yang diinginkan dan juga bisa mencari Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 buku online. Juga bisa membagikan materi melalui Google Classroom. Kalau Youtube bisa melihat dan mendengarkan tutorial sehingga bisa mempermudah pemahaman siswa. Cara mengetahui siswa itu benar-benar mengakses media sosial dengan baik yaitu ada tugas atau evaluasi setelah menonton tutorial. Kehadiran media sosial ini menjadi pelengkap dalam suatu proses penyampaian informasi yang secara digital, namun kehadirannya secara tidak langsung dapat menggantikan posisi media belajar lain yang sifatnya analog seperti media cetak. Untuk pemahaman lebih mudah didapatkan dari penyampaian langsung oleh guru karena siswa tidak hanya mendapatkan informasi tapi juga membuat siswa memahami akan informasi atau materi yang disampaikan, juga tergantung diri sendiri yang dapat menerima langsung materi dengan baik. Dalam penyampaian materi guru dapat menjelaskan pada siswanya dengan bahasa yang mudah dipahami, selain itu dengan belajar secara langsung jika mengalami kesulitan bisa langsung ditanyakan. Proses belajar adalah suatu proses dalam penyampaian informasi atau ilmu pengetahuan, dalam informasi ini pelaksanaannya terdapat kegiatan interaksi dan komunikasi timbal balik yang secara berlangsung untuk mencapai tujuan Dengan melalui sebuah media sosial, pengetahuan dan proses belajar tidak lagi hanya berfokus pada akumulasi pengetahuan individu sebelumnya. Hasil dari pembelajaran media sosial guru sudah merasa puas dalam menyampaikan materi yang tersampaikan dengan baik dan terbukti dengan praktek dari pembelajaran. Dan banyak yang bisa memahami materi sehingga tersampaikan ke siswa dengan baik. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media sosial dapat memberikan pemahaman terhadap siswa. Tetapi lebih mudah dipahami penyampaian informasi langsung oleh guru. Karena ketika ada kesulitan bisa langsung ditanyakan ke guru. Dalam penyampaian materi guru merasa puas karena materinya tersampaikan dengan baik dan siswa dapat menerima Hal selaras dengan (Kalasi yang mengatakan perkembangan dalam pendidikan ini dengan media sosial itu dapat dibuktikan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 bahwa setiap individu yang pada dasarnya akan membutuhkan komunikasi dan juga terlibat di dalam sebuah komunitas atau kelompok. Setiap siswa yang akan terdorong untuk menggunakan media sosial adalah yang digunakan sebagai salah satu media dalam belajar maka perlu memiliki pemikiran yang secara kritis sebelum menggunakannya dan dapat menyaring informasi yang diperoleh dari media sosial atau internet. Kendala-Kendala dalam Pemanfaatan Media Sosial untuk Menunjang Kebutuhan Informasi Akademik Beberapa melaksanakan pembelajaran menggunakan media sosial ini sangatlah beragam, sebagian dari mereka merasa bahwa kendala yang paling dirasakan yaitu kelemahan dari media sosial. Berikut hasil wawancara peneliti dengan siswa kelas 10, 11, dan 12 dari jurusan IPA. IPS. Agama. Bahasa : Internal Kendala-kendala dalam mengakses Google yaitu Memori yang penuh, terlalu banyak cache, serta menggunakan versi lawas dari Goole Chrome atau belum memperbarui Google Chrome. Sehingga suka lemot dan artikel-artikel yang sangat banyak, sehingga membuat siswa bingung untuk memilih artikel mana yang cocok dengan informasi yang dicari. Dalam mengakses Google untuk informasi yang di dapat dari Google perlu selektif dilihat dari sumber informasi, tidak selalu mendapatkan informasi dengan yang diharapkan, membutuhkan koneksi internet walaupun tidak terlalu besar, jika tidak ada koneksi internet tidak bisa diakses. Adapun kendala-kendala dalam mengakses Youtube yaitu terkadang server down, layanan eror, data aplikasi yang sudah penuh, aplikasi tidak dapat di update secara berkala. Youtube sangat banyak menguras kuota internet dan butuh sinyal yang bagus untuk mengaksesnya. Juga dalam mengakses Youtube untuk informasi yang tersedia terbatas, jika tidak berlangganan maka ada banyak iklan. Terdapat kendala-kendala dalam mengakses WhatsApp yaitu jaringan atau koneksi internet yang kurang stabil dapat menghambat dalam mengirim pesan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 dan cache WhatsApp yang menumpuk sehingga menyebabkan WhatsApp lag. Terkadang format file tidak didukung. Ketika file atau gambar dari WhatsApp yang sudah dihapus dari galeri itu tidak bisa di download lagi. Eksternal Adapun kendala yang dihadapi dalam mencari sumber informasi yang kurang lengkap atau bahkan tidak ada. Sehingga mengakibatkan siswa malas mencari informasi. Dan kendala lainnya yaitu masalah jaringan yang di sekolah tersedia wifi tetapi jaringan sering tidak stabil atau tidak ada koneksi Berikut hasil wawancara peneliti sebagai berikut: Kemudian kendala-kendala Keterbatasan waktu yang menghambat siswa untuk mencari informasi karena kesibukannya, sehingga tidak ada waktu yang luang untuk mencari informasi. Terdapat berbagai kendala seperti tidak sesuai dengan apa yang dicari, sumber informasi yang hoax atau tidak dapat dipercaya. Terkadang ada beberapa sumber yang tidak lengkap dan juga sering menemukan sumber yang tertera tetapi tidak dapat diakses atau tidak muncul. Kendala-kendala dalam jaringan ketika mencari kebutuhan informasi akademik yaitu banyak ditemui akibat putusnya kabel jaringan yang bisa mempengaruhi proses pencarian informasi dan sinyal internet yang tidak Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kendala yang dihadapi siswa dan guru pada umumnya pada jaringan atau sinyal internet yang tidak stabil dan keterbatasan kuota internet. Kendala lain adanya gangguan dari masing-masing aplikasi atau media sosial itu sendiri. Cara mengatasi solusi dari kendala-kendala tersebut yaitu bisa mencari sumber informasi secara offline seperti buku, dll atau bertanya langsung ke Mencari tempat yang dapat mengakses sinyal internet dengan baik, menggunakan Youtube dengan resolusi rendah agar tidak menguras internet terlalu banyak, sering menghapus cache atau sampah WhatsApp agar tidak terjadi lag, harus menyaring dan mencari kebenaran informasi agar tidak cepat percaya dengan informasi hoax. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa setiap siswa itu membutuhkan waktu yang berbeda-beda dalam mencari kebutuhan informasi. Adapun media sosial yang sering digunakan yaitu bervariasi antara aplikasi Google. Youtube, dan WhatsApp saling melengkapi. Cara guru menciptakan pembelajaran menggunakan media sosial yang efektif yaitu dengan cara menyesuaikan materi sesuai dengan kurikulum dan menciptakan suasana pembelajaran yang siswa tidak merasa bosan. Sehingga hasil informasi dari media sosial yang didapatkan terkadang sesuai terkadang juga tidak dengan informasi yang Ketika informasi yang dibutuhkan itu tidak sesuai, maka siswa dapat mencari di buku perpustakaan atau diskusi bersama. Dan menjadikan siswa semangat belajar dalam menggunkan media sosial. Adapun keinginan siswa dalam mencari kebutuhan informasi tanpa ada perintah dari guru. Media sosial adalah suatu media yang dapat dijadikan sumber pencarian tercepat yang didukung oleh fitur-fiturnya. Dalam penyampaian informasi atau materi itu lebih mudah dipahami secara langsung oleh guru. Adapun kendala-kendala yang dihadapi ketika mengakses media sosial untuk menunjang kebutuhan informasi akademik yaitu Google terdapat informasi yang kurang sesuai atau terlalu banyak sumber yang mengakibatkan siswa menjadi bingung. Kendala dalam Youtube yaitu ketika menonton video mengakibatkan video itu terjeda atau video menjadi buram kurang jelas. Dan WhatsApp yaitu ketika file, gambar, video yang telah dihapus dari galeri itu tidak bisa di download lagi dan saat penyimpanan sudah penuh tidak bisa mendownload file dll. Kendala yang sering dialami yaitu masalah jaringan atau koneksi internet yang tidak stabil. Sehingga siswa menggunakan kuota sendiri agar bisa mengakses media sosial tersebut. Upaya dalam mengatasi berbagai kendala yaitu dengan cara mencari sumber informasi di buku atau bertanya langsung ke teman. Ketika koneksi internet tidak stabil siswa terpaksa Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 memakai paket data sendiri. SARAN Saran peneliti terkait dengan pemanfaatan media sosial oleh siswa untuk menunjang kebutuhan informasi yaitu agar informan lebih cerdas dalam memilih sumber-sumber yang tersedia dan dapat menyaring terlebih dahulu informasi dari internet, sehingga informasi yang diakses lebih menonjol terhadap informasi yang dapat meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan yang digunakan sebagai bekal untuk mengekspresikan peran mereka dengan lebih positif. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA