JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Hubungan Tata Kelola Pembelajaran dengan Perkembangan Anak Usia Dini di TK Kecamatan Sekarbela Niftarawati1*. Nurhasanah1. Ika Rachmayani1 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Niftarawati. Nurhasanah, & Rachmayani. Hubungan Tata Kelola Pembelajaran dengan Perkembangan Anak Usia Dini di TK Kecamatan Sekarbela. JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidika. , 10. , 5Ae11. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Niftarawati. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. niftarawatitara@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional survei noneksperimental. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 86 guru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 57 . ,28%) guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan melalui uji Prasyarat dan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi antara tata kelola pembelajaran (X) dengan perkembangan anak (Y) yaitu sebesar 0,000 nilai tersebut <0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak. Selain itu, nilai koefisien korelasi product moment sebesar 0,659 yang menunjukkan bahwa angka tersebut bernilai positif maka korelasi product moment yang berarti hubungan tersebut berjalan Diketahui nilai rhitung yang didapat yaitu 0. 659 berada di antara koefisien dari 0,60 Ae 0,799 oleh karena itu, hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak berkategori kuat. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak, yang artinya tidak terdapat hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak. Hipotesis alternative (H. diterima, artinya terdapat hubungan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Kata Kunci: Tata Kelola Pembelajaran. Perkembangan Anak. Pendidikan Anak Usia Dini. Pendahuluan Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya yang dilakukan untuk pembinaan kepada anak sejak ia lahir sampai dengan anak usia enam tahun, hal ini dilakukan dengan memberikan rangsangan memaksimalkan pertumbuhan dan pekembangan anak, baik jasmani dan rohani sehingga anak memilki kesiapan untuk memasuki pendidikan ke jenjang berikutnya (Akbar et al. , 2. Pendidikan sebagai katalis dalam upaya transformasi dan akselerasi peningkatan berkualitas pendidikan anak usia Dini (Sitompul et al. , 2. Guru Pendidikan anak usia dini merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan perlindungan (Novitasari et al. , 2. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan belajar bagi anak (Jaelani et al. Guru merupakan seorang yang merancang kegiatan main, permainan yang disiapkan dan dilaksanakan anak akan menstimulasi tumbuh kembangnya (Rachmayani et al. , 2. Tata kelola pembelajaran merupakan proses pengelolaan dan pengaturan yang mencakup aspek mendukung pelaksanaan pembelajaran secara efektif dan efisien, termasuk pengawasan, pengendalian, dan pengembangan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan (Zamiri et al. , 2. Selain itu, tata kelola pembelajaran yang dilakukan secara baik dan terstruktur juga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi pengelola dan pendidik, tetapi juga bagi peserta didik dan orang tua mereka (Listia et al. , 2. A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Dengan demikian, dalam konteks pendidikan anak usia dini, pengelolaan pembelajaran menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan. Sebab, tata kelola pembelajaran merupakan upaya pengaturan proses belajar mengajar agar tercipta suasana yang efektif dan efisien (Agustin et , 2. Maka dari itu, tata kelola pembelajaran anak usia dini sangat diperlukan khususnya untuk meningkatkan mutu layanan, sehingga potensi anak dapat berkembang secara optimal. Masalah utama yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah lemahnya proses pembelajaran. Proses yang tidak terstruktur dan kurang tepat sasaran sering kali menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan (Satria et al. , 2. Salah satu penyebab mendasarnya adalah tidak optimalnya tata kelola pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan tata kelola pembelajaran menjadi krusial sebagai fondasi utama dalam menjamin efektivitas dan efisiensi pembelajaran (Muharam et al. Tata kelola ini sangat penting terutama dalam konteks pendidikan anak usia dini, karena masa ini merupakan fase pembentukan fondasi kepribadian dan keterampilan dasar anak. National Association for the Education of Young Children (NAEYC) menetapkan rentang usia dini antara 0 hingga 8 tahun, sedangkan di Indonesia mencakup usia 0Ae6 tahun (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2. (Talango, 2. Menurut Hurlock, perkembangan dapat diartikan sebagai rangkaian perubahan yang bersifat progresif, yang terjadi sebagai hasil dari proses kematangan biologis dan pengalaman individu (Makbul & Nurqadriani, 2. Perkembangan anak merupakan kemampuan anak dalam mengenal diri dan lingkungan sekitar serta peningkatan kesadaran seiring dengan pertumbuhan fisik yang telah dialami oleh anak (Nurhasanah et al. , 2. Sementara itu. Piaget berpendapat bahwa perkembangan merupakan hasil dari interaksi antara proses pematangan dengan Piaget menyimpulkan bahwa anak merupakan individu yang aktif, yang secara mandiri mencari stimulasi dan membentuk pengalaman mereka sendiri tanpa harus bergantung pada instruksi langsung dari lingkungan (Nurasyiah & Atikah, 2. Anak-anak dalam tahap ini menunjukkan berbagai karakteristik perkembangan kognitif, bahasa, fisik, motorik, moral, dan sosial emosional yang berkembang secara bertahap. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap karakteristik tersebut menjadi dasar penting dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai, sehingga tata kelola pembelajaran tidak hanya terstruktur, tetapi juga relevan dengan kebutuhan anak. Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas hubungan antara tata kelola pembelajaran dan perkembangan anak usia dini. Namun, hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan, terutama Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 5-11 pembelajaran yang berdampak langsung terhadap Menunjukkan pengelolaan pembelajaran di PAUD dilakukan secara umum, dimulai dari perencanaan tahunan, mingguan, hingga harian oleh para tutor. Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan kelompok usia dan dilaksanakan melalui tahapan kegiatan pembuka, inti, dan penutup (Agustin et al. , 2. Evaluasi dilakukan dalam dua bentuk: penilaian pembelajaran melalui observasi dan unjuk kerja, serta pelaporan perkembangan melalui buku induk dan buku raport sebagai sarana komunikasi antara guru dan orang tua. Dalam hal ini, media dan alat belajar memiliki peran signifikan terhadap pengembangan sosial-emosional Media yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan perkembangan Hal ini karena media yang tepat dapat menstimulasi keterampilan sosial anak, seperti mengungkapkan dan mengelola emosi secara positif (Rosmayanti et al. , 2. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada bulan April 2025 di beberapa TK yang berada di Kecamatan Sekarbela. Mataram. NTB. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tata kelola pembelajaran dengan belajar-mengajar, perbedaannya yaitu sebagai berikut: beberapa lembaga TK yang telah menerapkan kurikulum inovatif dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif . erkembangan anak akan terlihat lebih cepat, dan mampu berinteraksi sosial dengan teman sebaya lebih bai. , sementara lembaga lainnya masih menggunakan pendekatan konvensional yang kurang variatif sehingga pembelajaran lebih monoton. Tanpa tata kelola pembelajaran yang baik, proses belajar menjadi tidak sistematis, bersifat rutin tanpa makna, serta tidak mampu menyesuaikan dengan kebutuhan individual anak, yang pada akhirnya menyebabkan keterlambatan perkembangan anak, baik dalam perkembangan nilai moral, nilai keagama, kognitif, sikap sosial, dan emosional. Anak usia dini sangat membutuhkan stimulasi yang tepat, konsisten, dan terarah untuk mencapai perkembangan yang optimal. Tata kelola pembelajaran merupakan fondasi utama yang menentukan keberlangsungan stimulasi tersebut karena mencakup perencanaan kegiatan, pelaksanaan metode yang sesuai dengan karakteristik usia anak, penggunaan media pembelajaran yang tepat, serta perkembangan anak. Selain itu, tata kelola pembelajaran juga mencerminkan kesiapan guru dan lembaga dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan antara Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan praktik tata kelola pembelajaran dengan perkembangan Berdasarkan temuan tersebut, terlihat jelas bahwa kualitas tata kelola pembelajaran memainkan peran penting dalam menentukan hasil perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang mendalam tentang hubungan antara tata kelola pembelajaran dan pengembangan anak. Karena itu penulis akan membahas penelitian berjudul: AuHubungan tata kelola pembelajaran dengan pengembangan anak usia dini di TK Kecamatan SekarbelaAy. Metode Penelitian kuantitatif dengan metode korelasional survei noneksperimental. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh Taman Kanak-Kanak yang berada di Kecamatan Sekarbela. Kota Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Populasi dalam penelitian ini yaitu 86 guru TK yang berada di Kecamatan Sekarbela. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 57 . ,28%) guru. teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel random sampling (Sugiyono, 2. Sugiyono mendefinisikan bahwa sampel random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2. Pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket yang sudah dilakukan uji validitas dan realibilitas terlebih dahulu sebelum penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji prasyarat terlebih dahulu yaitu uji normalitas dan uji linierilitas. Apabila uji prasyarat terpenuhi maka dilanjutkan dengan uji korelasi product moment yaitu salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui derajat hubungan atau kekuatan hubungan antara dua variabel yang berbentuk data interval atau rasio (Sugiyono, 2. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi survei noneksperimental. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner berupa angket dalam bentuk fisik dan online. Sebelum dilaksanakan penelitian. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 5-11 instrument terlebih dahulu dilakukan validitas oleh 2 ahli validator. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas isi dengan formula Gregory, hasil dari uji validitas isi dengan nilai skor 1 dengan validitas kategori sangat tinggi. disimpulkan bahwa instrumen ini bisa digunakan dalam penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linieritas dan uji hipotesis korelasi product Analisis statistik deskriptif Adapun analisis deskriptif dari variabel tata kelola pembelajaran dan perkembangan anak dapat di lihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 1. Analisis Data Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Std. N Minimum Maximum Mean Deviation Tata Kelola Pembelajaran Perkembangan 5 Anak Valid N . Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa hasil dari jawaban responden tentang variabel tata kelola pembelajaran diketahui nilai rata-rata skor sebesar 2105 dengan standar deviasi 3. 54933, hal ini menunjukkan adanya variasi yang cukup besar di antara nilai-nilai responden. Sedangkan diketahui bahwa hasil dari jawaban responden tentang variabel perkembangan anak diketahui nilai rata-rata skor 9825 dengan standar deviasi 4. Data tersebut menunjukkan adanya variasi yang cukup besar di antara nilai-nilai responden. Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 5-11 Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan secara keseluruhan dengan menggabungkan 2 variabel X dan Y. Analisis data pada uji normalitas menggunakan Kolmogrov-Smirnov dengan bantuan SPSS 30. Berikut hasil normalitas KolmogrovSmirnov. Berdasarkan Tabel 2 hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk variabel tata kelola pembelajaran dan perkembangan anak menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,200, yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk memuhi data parametik maka dilakukan uji linearitas. Uji linearitas dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kedua variable, yaitu variable tata kelola pembelajaran dan perkembangan anak memiliki hubungan yang signifikan linier atau tidak secara selanjutnya uji linieritas di bantu dengan menggunakan aplikasi SPSS 30 berikut: Tabel 3. hasil Uji Linieritas Perkembangan Anak * Tata Kelola Pembelajaran ANOVA Table Sum of Squares Between Groups (Combine. Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Berdasarkan tabel 3 . asil uji linearita. , diperoleh nilai signifikansi Deviation from Linearity sebesar 0,266. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak. df Mean Square Sig. Uji Korelasi Uji korelasi product moment digunakan untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara kedua variable yang diteliti. Selanjutnya uji korelasi product moment sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Correlations Spearman's rho Tata Kelola Pembelajaran Correlation Coefficient Sig. -taile. Perkembangan Anak Correlation Coefficient Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan tabel 4 . ji korelasi product momen. di atas, diperoleh nilai signifikansi antara tata kelola pembelajaran (X) dengan perkembangan anak (Y) yaitu sebesar 0,000 nilai tersebut < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tata kelola pembelajaran dan perkembangan anak. Selain itu, nilai koefisien korelasi product moment sebesar 0,659 yang menunjukkan bahwa angka tersebut bernilai positif maka korelasi product moment yang berarti hubungan tersebut berjalan searah, semakin tinggi tata kelola pembelajaran maka semakin tinggi pula perkembangan anak di TK begitupun sebaliknya. Diketahui nilai rhitung yang didapat yaitu 0. 659 berada di antara Tata Kelola Pembelajaran Perkembangan Anak koefisien dari 0,60 Ae 0,799, dengan demikian hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak berkategori kuat. Dengan demikian, hipotesis nol (H. yang menyatakan tidak terdapat hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak ditolak dan hipotesis alternative (H. Artinya terdapat hubungan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Hubungan ini menunjukkan bahwa semakin baik tata kelola pembelajaran yang dilakukan oleh guru, maka semakin positif perkembangan anak. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Berdasarkan data hasil penelitian, mendukung hipotesis adanya hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas guru dalam penelitian ini sudah melaksanakan tata kelola pembelajaran dengan baik. Temuan ini memperkuat asumsi teoritis bahwa pengelolaan pembelajaran yang efektif, mulai dari tahap perencanaan hingga tindak lanjut, berkontribusi secara nyata terhadap stimulasi perkembangan anak usia dini. Guru dengan mampu mengelola pembelajaran secara terstruktur, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan anak secara holistik. Hal ini mengidentifikasi bahwa semakin tinggi keterlibatan guru dalam proses tata kelola pembelajaran, maka semakin baik pula perkembangan anak. Temuan ini juga sejalan dengan pendapa Lestari & Fauziah . yang menyatakan bahwa kualitias manajemen pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar dan perkembangan anak usia dini. Dalam konteks ini, tata kelola pembelajaran bukan hanya bersifat administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam menciptakan proses belajar yang bermakna bagi anak. Dengan demikian bahwa tata kelola pembelajaran relevansi dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru dalam meningkatkan perkembangan Mengingat bahwa guru merupakan faktor terpenting dalam dunia pendidikan tanpa adanya seorang guru proses pembelajaran tidak dapat berlangsung, karena guru bertugas membimbing dan mendidik anak sesuai dengan tahap perkembangannya, sehingga anak mampu melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Guru menciptakan suasana belajar yang kondusif, agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dalam memberikan pengalaman secara langsung pada anak dalam proses pembelajaran. Temuan ini mendukung penelitian yang di lakukan oleh Lilianti et al. , . yang menyatakan bahwa dalam meningkatnya perkembangan anak, pendidik harus bisa menciptakan suasana kondusif dengan cara melakukan perencanaan pembelajaran dikembangkan sesuai dengan sarana dan prasarana yang ada disekolah, serta dalam pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan saling berinteraksi secara langsung antara pendidik dan anak didik dalam Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 5-11 proses pembelajaran, evaluasi dilakukan dengan cara mengamati semua aspek perkembangan anak baik dalam kelas maupun di luar kelas. Temuan ini juga di perkuat oleh Halawa et al. , . dalam penelitian manajemen pembelajaran dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran sangat penting diperhatikan terhadap daya imajinasi, kreativitas, inovatif dan proaktif pada anak usia dini dikembangkan secara efektif. Seperti yang telah di bahas dalam penelitian ini bahwa tata kelola pembelajaran merupakan salah satu unsur penting yang dilaksanakan oleh suatu lembaga untuk mencapai keberhasilan dalam dunia pendidikan dilakukan oleh guru. Hasil temuan dalam penelitian ini bahwa guru TK yang berada di Kecamatan Sekarbela sudah menerapkan tata kelola pembelajaran dengan baik. Berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan rata-rata guru TK melakukan perencanaan pembelajaran yang disusun berdasarkan kebutuhan dan tujuan belajar bagi anak, dan menjalankan pendidikan karakter dengan pembelajaran yang tersturuktur. Sedangkan dalam implementasi pembelajaran guru lebih menekankan pada metode pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa, dengan cara pengelolaan kelas secara efektif dalam proses pembelajaran. Evalusai pembelajaran dilakukan guru dengan cara penilaian secara berkala untuk memantau perkembangan anak. Sedangkan untuk rencana tindak lanjutan sebagian besar guru melakukan refleksi untuk meningkatkan strategi dalam mengajar dengan rancangan sesuai tingkat perkembangan masing-masing anak. Berdasarkan pemaparan di atas bahwa tata kelola pembelajaran memiliki peran penting perkembangan anak. Anak-anak pada rentang usia 4-6 perkembangan anak, masa ini sering disebut sebagai golden age karena perkembangan otak dan berbagai aspek lainnya berlangsung sangat cepat dan pesat. Anak usia dini mengalami perkembangan yang signifikan dalam berbagai aspek antara lain. nilai moral, nilai keagamaan, kognitif, sikap sosial dan emosional. Hal ini sejalan dengan pendapat Nainggolan & Daeli . bahwa perkembangan merupakan hasil dari interaksi antara proses pematangan dengan pengalaman. Dalam perkembangan anak guru merupakan peran penting terhadap keberhasilan semua aspek-aspek dari perkembangan anak. Keberhasilan perkembangan anak tidak lepas dari tata kelola pembelajaran yang baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Heikkila & Gerlak . dengan adanya tata kelola pembelajaran merupakan suatu proses pengaturan dan pengelolaan mekanisme, aturan, dan struktur yang mendukung terciptanya Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan pembelajaran kolektif. Tata kelola pembelajaran yang efektif memastikan bahwa pembelajaran berjalan optimal, terarah, dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya hubungan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak, kualitas tata kelola pembelajaran yang baik berdampak langsung terhadap perkembangan anak dalam berbagai aspek, baik aspek nilai moral, nilai keagamaan, kognitif, sikap sosial, dan emosional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru dalam merancang dan mengelola pembelajaran menjadi faktor strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi antara tata kelola pembelajaran (X) dengan perkembangan anak (Y) yaitu sebesar 0,000 nilai tersebut < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak. Selain itu, nilai koefisien korelasi product moment sebesar 0,659 yang menunjukkan bahwa angka tersebut bernilai positif maka korelasi product moment yang berarti hubungan tersebut berjalan searah, semakin tinggi tata kelola pembelajaran maka semakin tinggi pula perkembangan anak di TK begitupun Diketahui nilai rhitung yang didapat yaitu 659 berada di antara koefisien dari 0,60 Ae 0,799 oleh karena itu, hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak berkategori kuat. Dengan demikian, hipotesis nol (H. dinyatakan ditolak yang berarti tidak terdapat hubungan tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak ditolak. Hipotesis alternatif (H. diterima, artinya terdapat hubungan antara tata kelola pembelajaran dengan perkembangan anak usia dini di TK Kecamatan Sekarbela. Hubungan ini menunjukkan bahwa semakin baik tata kelola pembelajaran yang dilakukan oleh guru, maka semakin positif perkembangan anak. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orangtua yang sudah mendukung dan berdoa di setiap langkah yang penulis ambil. Tidak lupa juga ucapan terimakasih kepada dosen pembimbing Ibu Nurhasannah. Pd. Pd dan Ibu Ika Rachmayani. Pd. Pd atas bimbingan, arahan dan motivasi yang selalu diberikan kepada penulis serta seluruh guru yang berada di TK Kecamatan Sekarbela yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini, terima kasih juga kepada teman-teman dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 5-11 Daftar Pustaka