UPAYA BERKELANJUTAN: PENINGKATAN PUPUK KOMPOS PLUS BERBASIS LIMBAH NILAM DAN ABU SEKAM PADI DI GAMPONG TEUNGOH GEUNTEUT. ACEH BESAR SUSTAINABLE EFFORTS: ENHANCING COMPOST PLUS FERTILIZER BASED ON PATCHOULI WASTE AND RICE HUSK ASH IN TEUNGOH GEUNTEUT VILLAGE. ACEH BESAR Fathul Bashair1. Muhamad Rasyid Rida1. Nabila Fardina Idrus1. Anisa Malau1. Sri Aprilia1*. Muhammad Khalil Humam2 1Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 2Jurusan Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia *Penulis korespondensi: sriaprilia@usk. Abstrak Gampong Teungoh Geunteut merupakan salah satu sentra budidaya nilam terbesar di Aceh. Tingginya kualitas minyak nilam yang dihasilkan menjadikan potensi besar bagi masyarakat untuk melakukan usaha tani. Namun, banyaknya usaha tani nilam di Gampong Teungoh Geunteut mengakibatkan banyaknya akumulasi limbah terna nilam yang terbuang dari hasil penyulingan dengan ketel uap. Buangan limbah nilam tersebut masih belum dimanfaatkan dengan baik sehingga menghasilkan masalah bagi lingkungan. Untuk mengatasi penumpukan limbah nilam yang tak terkendali, tim PKM-PM berinisiatif untuk memanfaatkan limbah nilam tersebut menjadi pupuk kompos plus. Pupuk kompos plus dapat mengatasi permasalahan lingkungan serta menjadi solusi alternatif sebagai pengganti kurangnya pupuk subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Proses pembuatan pupuk kompos plus bisa ditingkatkan dengan penambahan bio silika dari sekam padi. Bio silika yang terkandung dalam sekam padi memiliki peran yang penting dalam penyerapan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga terciptanya pupuk kompos plus yang berkualitas. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan AgustusSeptember 2023 di Gampong Teungoh Genteut pada salah satu lahan warga. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim melakukan 3 rangkaian tahapan, yaitu: . sosialisasi pembuatan pupuk kompos plus, . praktik langsung pembuatan pupuk kompos plus padat dan cair, dan . pengemasan pupuk kompos plus. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini ialah produk pupuk kompos padat dan cair yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan komersial guna meningkatkan perekonomian masyarakat Teungoh Geunteut. Selain itu, kegiatan pengabdian ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga mengenai pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk kompos serta bagaimana sistem pemasaran yang baik. Kata kunci: Gampong Teungoh Geunteut. pupuk kompos plus. limbah terna nilam. abu sekam padi Abstract Teungoh Geunteut Village is one of the enormous patchouli cultivation centers in Aceh. The high quality of the patchouli oil produced creates great potential for the community to carry out agriculture. However, the large number of patchouli farmers in Teungoh Geunteut Village has resulted in a massive accumulation of patchouli waste thrown out from distillation using steam boilers. The patchouli waste has not yet been utilized properly, resulting in environmental problems. To overcome the uncontrolled accumulation of patchouli waste. PKM-PM teams took the initiative to utilize the patchouli waste into compost plus fertilizer. Compost plus fertilizer can overcome environmental problems and be an alternative solution to replace the undersupply of subsidized fertilizer the government provides. Producing compost plus fertilizer can be enhanced by adding bio silica from rice husk ash. Bio silica contained in rice husk ash has an important role in absorbing the nutrients plants need to initiate quality compost plus fertilizer. The service activities were carried out in August-September 2023 in Teungoh Genteut Village on one of the residents' lands. In carrying out this activity, the team carried out 3 series of stages, namely: . socialization on making compost plus fertilizer, . direct practice on making solid and liquid compost plus fertilizer, and . packaging compost plus fertilizer. The results achieved in this activity are solid and liquid compost fertilizer products that can be used as commercial materials to improve the economy of the Teungoh Geunteut community. Apart from that, this service activity can be used as a forum to increase residents' knowledge and understanding regarding the processing of agricultural waste into compost and techniques for marketing strategies. Keywords: Teungoh Geunteut Village. compost plus fertilizer. patchouli waste. bio silica. rice husk ash Article ID 34704 | Submitted 12-10-2023 | Revision 12-11-2023 | Accepted 30-11-2023 Bashair et al. Pendahuluan Indonesia merupakan penyuplai komoditas minyak nilam terbesar di pasar internasional dengan menyumbang devisa lebih dari 50% dari total ekspor minyak asiri Indonesia (Hariyani et Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi yang sangat tinggi untuk mengembangkan komoditas nilam dengan kualitas yang terbaik didukung oleh sektor pertanian yang sangat besar dengan luas lahan pertanian sebesar 18. 273 Ha (Ditjen PPI Kemenperin 2. Salah satu sentra budidaya nilam masyarakat di Aceh ialah di Kecamatan Lhoong. Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di Gampong Teungoh Geunteut. Gampong Teungoh Geunteut. Kecamatan Lhoong merupakan salah satu gampong yang memiliki potensi nilam dengan kualitas terbaik didukung dari segi geografis maupun iklimnya (Jannah et al. Tingginya potensi tersebut menjadikan kualitas minyak nilam meningkat sehingga menjadikan mata pencaharian masyarakat di sana untuk melakukan usaha tani. budidaya nilam yang sangat menguntungkan juga membuat masyarakat menjadi antusias untuk menanam tanaman nilam. Namun, banyaknya usaha tani nilam di Gampong Teungoh Geunteut mengakibatkan banyaknya limbah terna nilam yang terbuang dari hasil penyulingan dengan ketel uap (Salsabila et al. Berdasarkan hasil survei ke lokasi perkebunan di Gampong Teungoh Geunteut mengindikasikan banyaknya tumpukan limbah terna nilam yang terbuang. Limbah terna nilam yang diperoleh dari hasil penyulingan mencapai hingga 97-98,8% (Bella et al. Akumulasi limbah tersebut kemudian dibiarkan terus lingkungan seperti gas rumah kaca. Gas rumah kaca terjadi akibat limbah organik yang bisa menghasilkan gas metana. Jika gas metana terus menerus meningkat maka lapisan ozon akan menipis sehingga terjadilah pemanasan global (Murnita dan Taher 2. Salah satu alternatif untuk mengatasi memanfaatkan limbah terna nilam yang terbuang menjadi pupuk organik atau kompos. Limbah terna nilam memiliki kandungan unsur hara yang tinggi. Kandungan hara yang dimiliki nilam berupa nitrogen dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga menjadikan limbah terna nilam berpotensi untuk menjadi bahan baku pembuatan pupuk kompos yang berkualitas (Nurkhasanah et al. Selain itu, pemanfaatan limbah terna nilam dapat ditingkatkan dengan penambahan bio silika dari sekam padi dalam komposisinya. Sekam padi memiliki sumber bio silika yang cukup baik bagi tanaman yaitu berkisar antara 1,7 sampai 8,4% (Bimasri et al. Bio silika yang terkandung pada sekam padi juga dapat berperan penting dalam penyerapan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium pada tanah. Sehingga, tanaman dapat bersifat resistansi terhadap hama maupun penyakit yang menyerang (Frianto 2. Pembuatan pupuk kompos plus dengan bahan baku berupa limbah terna nilam dan bio silika dari sekam padi dapat menjadi solusi alternatif untuk pembangunan berkelanjutan sesuai dengan kesepakatan sidang umum PBB pada September 2015, mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDG. pada Pemanfaatan limbah terna nilam dan bio silika menjadi pupuk kompos plus akan meningkatkan berjalannya sektor pertanian maupun perkebunan sehingga tercapainya keberlangsungan ekosistem (Sarifudin 2. Selain itu, pemanfaatan limbah organik dapat mengatasi permasalahan pasokan pupuk subsidi yang terbatas dari pemerintah (Suwahyono Menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, jumlah dana yang diperuntukkan untuk menyubsidi pupuk di Indonesia sebanyak Rp. triliun untuk memenuhi kebutuhan sekitar 16 juta petani, yang terdaftar dalam Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok . RDKK). Akan tetapi data dari Badan pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2022, terdapat 40,64 juta pekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. berarti lebih dari 50% penduduk yang bekerja di sektor pertanian tidak mendapatkan subsidi pupuk dari pemerintah. Pupuk kimia memiliki harga yang cukup tinggi di mana harga yang ditanggung subsidi pemerintah sebesar Rp. 250 per Kg dan non subsidi sekitar Rp 4. per Kg (BPS 2. Dengan terbatasnya pasokan pupuk kimia yang diperuntukkan dan lonjaknya harga pupuk yang meningkat membuat perekonomian masyarakat terganggu. Melalui kegiatan pengabdian ini. Tim PKM-PM memberikan penyuluhan dengan membuat pupuk kompos plus dari limbah terna nilam dan sekam padi. Penyuluhan dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah terna nilam dan abu sekam padi menjadi pupuk kompos plus yang dikemas dalam dua bentuk yaitu pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair. Penyuluhan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga lingkungan dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa limbah terna nilam dan abu Page 83 Bashair et al. sekam padi yang menumpuk. Selain itu, warga diharapkan dapat membuat pupuk kompos plus secara mandiri dengan dilakukannya pelatihan pembuatan pupuk kompos plus secara langsung. Di samping itu, kontribusi yang dilaksanakan oleh tim pengabdian juga dapat mengatasi permasalahan lingkungan serta pasokan pupuk subsidi yang terbatas. Dalam hal ini, tim PKM juga mengedukasi masyarakat mengenai tip marketing untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Teungoh Geunteut. Metode Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2023 di Gampong Teungoh Geunteut (Gambar . dan (Gambar . Gambar 1. Suasana Gampong Teungoh Geunteut saat sosialisasi bersama warga Gambar 2. Limbah abu sekam padi dan terna Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pembuatan pupuk kompos plus di Gampong Teungoh Geunteut ialah dengan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat terkhusus para petani di Gampong Teungoh Geunteut. Agar tujuan pemanfaatan limbah nilam dan abu sekam padi menjadi pupuk kompos plus dapat tercapai, maka program ini dilakukan dalam 4 tahapan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi: Sosialisasi pupuk kompos plus Tahapan awal dalam kegiatan ini ialah sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah terna nilam dan sekam padi menjadi pupuk kompos plus. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta bagaimana cara memanfaatkan limbah pertanian yang terbuang seperti terna nilam dan sekam padi menjadi pupuk kompos plus. Masyarakat juga dibekali pengetahuan mengenai pupuk kompos padat maupun cair. Metode yang digunakan pada sosialisasi ini menggunakan alat bantu berupa power Agar masyarakat lebih dapat memahami, pada akhir sesi dilakukan sesi tanya jawab (Gambar . Gambar 3. Sosialisasi pembuatan pemanfaatan pupuk kompos plus Pembuatan pupuk kompos plus padat Proses pembuatan pupuk kompos dilakukan bersama dengan masyarakat setempat terkhusus kelompok tani Gampong Teungoh Geunteut. Proses pembuatan pupuk kompos dimulai dengan menyediakan alat dan bahan mencampurkan bahan-bahan yang telah disiapkan seperti limbah terna nilam, sekam padi, dan EM4. Dalam kegiatan ini, masyarakat dibekali pengetahuan mengenai teknik pembuatan pupuk kompos padat yang baik dan benar. Pembuatan pupuk kompos plus cair Pada tahap ini, tim PKM-PM bersama para masyarakat membuat pupuk kompos plus cair menggunakan bahan baku berupa limbah terna nilam dan sekam padi yang dicampurkan air dengan perbandingan limbah organik dan air 2:1. Campuran bahan-bahan tersebut kemudian diaduk hingga merata dan ditunggu dalam rentang waktu 7-10 hari. Pengenalan dan pengemasan produk pupuk kompos plus Setelah pembuatan pupuk kompos plus selesai dilakukan. Tim PKM-PM memberikan penyuluhan kepada para masyarakat Selanjutnya tim memandu para petani dan masyarakat setempat untuk melakukan . Pengemasan yang dilakukan merupakan salah satu tip untuk membuat para konsumen tertarik guna menambah nilai jual di pasaran. Dalam hal ini. Tim menyediakan stiker botol dan karung untuk menunjang produk pupuk kompos plus yang menarik. Hasil dan Pembahasan Sosialisasi pupuk kompos plus Sosialisasi pupuk kompos plus dilaksanakan di Meunasah Gampong Teungoh Geunteut dengan metode ceramah. Sosialisasi ini meliputi edukasi masyarakat mengenai apa itu pupuk Page 84 Bashair et al. kompos, bagaimana cara membuat pupuk kompos padat dan cair, serta penjelasan bagaimana memanfaatkan limbah organik yang menumpuk seperti terna nilam dan sekam padi. Pada sosialisasi ini juga, tim PKM-PM memberikan guide book untuk memudahkan para masyarakat Teungoh Geunteut ketika membuat pupuk kompos plus secara mandiri (Meilina et al. Pembuatan pupuk kompos plus padat Pada kegiatan ini, proses pembuatan pupuk kompos padat dilakukan beberapa tahapan, yaitu pertama dengan menyiapkan bahan-bahan organik untuk bahan baku berupa limbah ampas nilam, sekam padi, pupuk kandang, sampah organik, dan juga EM4. Bahan-bahan tersebut kemudian digunakan dengan perbandingan 2:2:3:1. Selanjutnya, semua bahan dicampur serta diaduk hingga tercampur merata dan dituangkan larutan EM4 yang telah dicampurkan air sedikit demi sedikit ke dalam bahan tersebut. Larutan bioaktivator EM4 digunakan sebagai bakteri pengurai untuk membatu proses pembusukan pupuk kompos plus yang dibuat (Aristoteles et al. Terakhir, bahan yang telah bercampur ditutup dengan terpal dan ditunggu hingga 10-15 hari (Gambar . seperti tape artinya proses pembuatan pupuk kompos cair siap digunakan (Gambar . Gambar 5. Proses pembuatan pupuk kompos plus cair Pengenalan dan pengemasan produk pupuk kompos plus Pada tahap akhir, pupuk kompos plus yang telah jadi dikemas dalam dua bentuk. Pupuk kompos cair menggunakan botol berukuran 1000 mL sedangkan pupuk kompos padat menggunakan karung plastik berukuran 5 kg. Kedua jenis pupuk kompos tersebut kemudian diberi stiker AuPupuk Kompos PlusAy untuk menambah nilai estetika dalam pengemasan. Selain itu, kemasan yang bagus akan menarik konsumen dalam membeli produk pupuk kompos yang telah dibuat . dan (Gambar . Gambar 6. Proses pengemasan pupuk kompos plus cair Gambar 4. Proses pembuatan pupuk kompos plus padat Pembuatan pupuk kompos plus cair Proses pembuatan pupuk kompos plus cair dilakukan dengan beberapa tahapan. Pada tahap awal dilakukan persiapan alat dan bahan. Bahan baku yang digunakan berupa bahan-bahan organik yang terdiri dari limbah ampas nilam, sekam padi, dan pupuk kandang. Bahan-bahan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah berupa tong dengan perbandingan antara bahan organik dan air 2:1. Selanjutnya dilakukan pembuatan larutan bioaktivator dengan menggunakan EM4 dan gula merah. Larutan tersebut kemudian dicampurkan ke dalam tong yang berisi bahan organik dan air. Agar proses fermentasi berjalan dengan baik, tong ditutup dengan rapat kemudian selang diletakkan melalui tutup tong yang telah dilubangi. Kemudian ujung selang lain dimasukkan ke dalam wadah berupa botol. Proses pembuatan pupuk kompos cair ditunggu sekitar 7-10 hari. Jika pupuk kompos cair mulai mengeluarkan bau Gambar 7. Proses pengemasan pupuk kompos plus padat Kesimpulan Kegiatan pembuatan pupuk kompos plus memiliki peluang yang besar bagi para petani Gampong Teungoh Geunteut untuk mengurangi akumulasi limbah yang tertumpuk. penyuluhan yang dilakukan berupa sosialisasi serta praktik langsung kepada warga setempat terkhusus para petani Gampong Teungoh Geunteut dapat meningkatkan pemahaman warga sehingga warga dapat membuat pupuk kompos secara Dalam segi lingkungan, penggunaan limbah terna nilam dan abu sekam padi dapat Page 85 Bashair et al. menjadi nilai tambah dan mengurangi limbah organik yang tidak terpakai. Selain itu, keterampilan mengolah limbah menjadi pupuk kompos plus yang dapat diproduksi dan dijual mampu meningkatkan perekonomian warga Gampong Teungoh Geunteut melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Proses pengemasan dan teknik marketing yang baik juga dapat menjadikan produk pupuk kompos plus menjadi lebih menarik dan berdaya saing. Ucapan Terima Kasih Artikel pengabdian masyarakat ini ditulis berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan di Gampong Teungoh Geunteut. Lhoong. Aceh yang dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Ae Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2023 2383/E2/DT. 00/2023. Isi menjadi tanggung jawab penulis. Daftar Pustaka