Konsep ijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. Farid Muhlasol Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta Email: faridmukhlason@gmail. Abstract The discussion about the term uijAb has recently become interesting because the debate about its meaning is ambiguous in the linguistic aspect. The search for the true meaning is necessary so that the meaning of the word uijAb does not deviate from its original For this reason, it is necessary to have a way to explore the meaning of the word uijAb through a semantic approach. This study used the library research method, which was the data collected from the library. The approach used in this research was Toshihiko Izutsu's Semantics, which is known as a technique to reveal the philosophy of life or world view of the Qur'an . by analyzing key vocabulary in the Qur'an. This study draws the conclusion that the word uijAb and its derivations are mentioned in the Qur'an eight times as contained in QS al-A'rAf . : 46. QS Maryam . : 17. QS al-IsrAAo . : 45. QS al-AuzAb . : 53. QS Ad . : 32. QS Fusilat . : 5. QS asy-SyrA . ]: 51, and QS Al-Muaffifn . : 15. This study found two weltanschauung or views of life regarding uijAb, namely: . The view of uijAb uissi . an be seen by the five sense. is to do things that are forbidden by Allah Swt. for women who are not mahrams and uub addunya or love the world, and . The view of uijAb ma'naw . annot be seen by the five sense. is a disbeliever whose heart is closed from the guidance of faith and a servant's conversation with his Lord. Keywords: ijAb. Semantics. Toshihiko Izutsu. Abstrak Pembahasan tentang istilah uijAb belakangan ini menjadi menarik, karena perdebatan tersebut dimulai ketika makna kata uijAb mengalami kerancuan dalam segi kebahasaan. Pencarian makna yang sebenarnya diperlukan agar makna kata uijAb tidak tertukar dengan makna aslinya. Untuk itu perlu adanya suatu cara untuk menggali makna kata uijAb melalui pendekatan semantik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan . ibrary reseac. , yaitu riset yang datanya berasal dari perpustakaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah semantik Toshihiko Izutsu yang dikenal sebagai upaya mengungkap falsafah hidup atau pandangan dunia Al-Qur'an . dengan menganalisis kata kunci atau kosakata dalam Al-Qur'an. Riset http://ejournal. id/index. php/revelatia DOI 10. 19105/revelatia. Farid Muhlasol dalam karya ilmiah ini memiliki kesimpulan analisis dari langkah-langkah teori yang diaplikasikan, bahwa kata uijAb dan derivasinya disebut dalam Al-QurAoan sebanyak 8 . kali yang termaktub dalam QS al-A'rAf . : 46. QS Maryam . : 17. QS al-IsrAAo . : 45. QS al-AuzAb . : 53. QS Ad . : 32. QS Fusilat . : 5. QS asy-SyrA . ]: 51, and QS Al-Muaffifn . : 15. Penulis menemukan 2 . weltanschauung atau pandangan hidup mengenai uijAb, yaitu: . pandangan hidup uijAb uissi . apat dilihat oleh panca indr. adalah melakukan perkara yang diharamkan oleh Allah Swt. perempuan yang bukan mahram dan uub ad-dunya atau cinta terhadap dunia. pandangan hidup uijAb maAonaw . idak dapat dilihat oleh panca inder. yaitu tertutupnya hati orang kafir dari hidayah keimanan dan perbincangan seorang hamba dengan Tuhannya. Kata kunci: ijAb. Semantik. Toshihiko Izutsu. PENDAHULUAN Wacana mengenai kata uijAb belakangan ini menjadi menarik, karena perdebatan tersebut bermula dari ambiguitas linguistik kata uijAb. Diperlukan penelusuran yang nyata agar makna kata uijAb tidak melenceng dari makna aslinya. Untuk itu, makna kata uijAb perlu digali dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan semantik. Kosakata uijAb dalam LisAn al-AoArab dimaknai sebagai al-sitru atau penutup. Penutup di sini mengacu pada sesuatu di balik tirai. 2 Menurut istilah uijAb bagi al-Biqa'i sebagaimana dinukil M. Quraish Shihab adalah pakaian longgar atau kerudung wanita, pakaian yang menutupi baju dan kerudung yang dipakainya, atau semua pakaian yang menutupi tubuh wanita. 3 Pertanyaan untuk penelitian ini, mengapa kebanyakan orang masih rancu dalam memahami makna uijAb? mereka menjadi bingung, tidak bisa membedakan satu sama lain, dan akhirnya pemahaman mereka tentang makna uijAb mengalami penyelewengan atau penyimpangan. Dalam bahasa Indonesia, makna uijAb sering disamakan dengan jilbab. Sebagian besar pemahaman mereka tentang uijAb mengacu pada kerudung yang diikatkan di kepala wanita. 5 Mayoritas dari mereka berpendapat bahwa uijAb yang mereka kenal dan temui selama ini adalah penutup yang digunakan untuk menutupi aurat. 6 Bahkan tidak hanya di Indonesia, sebagian besar negara Islam dan negara-negara Barat, uijAb juga dipahami sebagai kain penutup kepala atau kerudung yang dipakai oleh wanita Ibnu Munzhir. LisAn al-AoArab, (Kairo: Dar al-MaAoarif, 1. , 777. Murtadha Muthahhari. Hijab Citra Wanita Terhormat, (Jakarta: Pustaka Zahra, 2. , 17. 3 M. Quraish Shihab. Jilbab Pakaian Wanita Muslimah Pandangan UlamaAo Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer, (Tangerang: Lentera Hati, 2. , cet. 6, 88. 4 Raodatul Jannah. Sudah Benarkah Kita Berhijab: Menguak Konsep dan Ragam Kesalaha Berhijab Wanita Muslimah Masa Kini, (Bogor: Guepedia, 2. , 19. 5 Surya Maya. Simbolisme Islam di Ranah Publik Tinjauan Antropologi Hukum Islam di Rumah Sakit, (Serang. Puri Kartika Banjarsari, 2. , 30. 6 Nilna Faza Mardiyatin. AuRekonstruksi Makna Hijab yang terjadi pada Masyarakat Muslim Perkotaan,Ay e-Proceeding of Art & Design, vol. 6, no. 3, (Desember 2. , 1. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. 7 Peralihan makna uijAb yang tadinya bermakna tabir berganti menjadi pakaian penutup aurat wanita sudah terjadi sejak abad ke-4 H. 8 Eipstein menjelaskan sebagaimana yang dinukil oleh Nasaruddin Umar, bahwa konsep uijAb yang artinya penutup sudah diketahui sejak pra agama samawi, yakni agama Yahudi dan Nasrani. Secara histori pakaian seperti uijAb sudah masyhur pada masa Bilalama . 0 SM), selanjutnya pada masa Hammarubi . 0 SM), dan masa Aisyiria . 0 SM). Ketetapan pemakaian uijAb juga masyhur di pelbagai kota tua seperti Mesopotamia. Babilonia, dan Asyiria. 9 Ini menunjukkan bahwa sejarah mengenai rancunya pemahaman uijAb dan jilbab merupakan makna yang turun temurun diwariskan kepada generasi penerusnya. Akibatnya pemahaman tersebut telah kabur, sehingga generasi penerusnya mengikuti pemahaman rancunya uijAb dan jilbab. Menurut hemat penulis, percampuran makna uijAb dan jilbab yang semula diartikan sebagai tabir antara laki-laki dan perempuan di rumah Nabi Muhammad Saw, menjadi busana penutup kepala bagi perempuan, merupakan pengembangan dari makna di antara kedua kata tersebut. Pada awalnya penulis kecewa dengan ketidakjelasan uijAb dan jilbab, namun setelah melihat asal muasal perkembangan makna uijAb dan jilbab, penulis memilih untuk mengungkapkan kekecewaan tersebut dengan melakukan penelitian melalui pendalaman dan analisis kata uijAb. Adapun pendekatan yang diaplikasikan penulis dalam riset ini adalah semantik. Semantik yang menjadi pendekatan dalam riset ini merupakan sebuah kajian yang digagas oleh orientalis10 Jepang Toshihiko Izutsu. Izutsu adalah seorang orientalis yang mempelajari Al-Qur'an secara objektif. Dia tidak menggunakan ideologi Barat untuk menyerang Islam, bahkan dia banyak berkontribusi dalam khazanah pengetahuan Islam. Selain itu, dia berhasil mengumpulkan 103 istilah teologis dari Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwa Izutsu merupakan salah satu bukti orientalis berusaha mendekati Al-Qur'an tetapi tidak bermaksud memerkosa atau melemahkan Al-Qur'an. Pendekatan semantik dipilih dalam riset ini disebabkan kajian semantik Toshihiko Izutsu sangat luas cakupannya, meliputi penelusuran makna dasar dan makna relasional, telaah sintagmatik dan paradigmatik, serta kajian histori yang diteliti dari abad praQuranik. Quranik, dan pasca Quranik. Penggunaan referensi pra-Quranik atau pra-Islam Mahyuddin. Sosiologi Agama Menjelajai Isu-isu Sosial Keagamaan Kontemporer di Indonesia, (Sulawesi: IAIN Parepare Nusantara Press, 2. , 124. 8 Ahmad Zacky. Menjadi Wanita yang dicintai Allah, (Jakarta: Pustaka Media, 2. , 125 9 Arif Nuh Safri. AuPergeseran Mitologi Jilbab (Dari Simbol Status ke Simbol Kesalehan/Keimana. ,Ay Jurnal Musawa, vol. 13 no. 122, (Januari 2. , 21. 10 Kaum orientalis yang mendalami Islam dibagi menjadi dua macam. Pertama, kelompok rasionalanalitis yang mendalami Islam dengan Aulensa BaratAy berdasarkan sudut pandang tradisi YahudiKristen maupun humanis sekuler. Seperti Ignaz Goldziher. John Wansbrough. John Burton dan lain-lain. Kedua, kelompok orientalis mistis-romantis, kelompok orientalis ini lebih disukai oleh orang Islam. Sebagaimana Toshihiko Izutsu yang berkontribusi khazanah keilmuan terhadap keislaman dengan tidak menodai Islam itu sendiri. Abd Moqsith Ghazali. Luthfi Assyaukanie, dan Ulil Abshar Abdalla. Metodologi Studi Al-QurAoan, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2. , 35. 11 Fahmi Salim. Kritik Terhadap Studi Al-QurAoan Kaum Liberal, (Jakarta: Perspektif, 2. , 114. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol adalah ciri model metodologis Izutsu, puisi atau syair-syair Arab sering ditemukan dalam budaya tafsir umat Islam, tetapi hanya sedikit muslim yang peduli terhadap kajian ini. Meskipun minat kajian semantik menurun di era modern ini, namun pada dasawarsa 1990-an pendekatan ini sangat digemari oleh pengkaji Al-QurAoan. Selain itu, semantik diapresiasi sebagai pendekatan penting dalam karya-karya tafsir nusantara. Apresiasi ini diberikan lantaran pada saat itu pendekatan semantik yang studi intinya berfokus untuk mendapatkan pandangan dunia . senada dengan tujuan model studi tematik, yaitu menjelaskan pengetahuan Al-QurAoan tentang suatu peristiwa yang METODE PENELITIAN Metode adalah salah satu cara yang sangat penting dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, menulis, menerangkan dan menganalisis sampai sistematisasi laporan. 14 Penelitian penulis dalam kajian ini menggunakan riset kepustakaan . ibrary researc. library research adalah penelitian yang semua datanya berasal dari buku, kitab, manuskrip, foto, dan lain-lain. 15 Teknik yang dilakukan penulis dalam mengumpulkan data adalah dengan menelusuri dan mencari makna kata uijAb dalam kamus, syair Arab, maupun beberapa kitab tafsir, kemudian menganalisis kata uijAb tersebut dengan pendekatan semantiknya Toshihiko Izutsu. Penelitian yang digunakan penulis dalam studi ini menggunakan pendekatan semantik yang diprakarsai oleh Toshihiko Izutsu. Adapun langkah-langkah dalam mengimplementasikan studi semantik Toshihiko Izutsu dimulai dari mengidentifikasi kata uijAb sebagai kata fokus, menelusuri makna dasar dan makna relasional kata uijAb, menemukan aspek sinkronis dan diakronisnya, dan bagian inti dari penelitian ini adalah Weltanschauung, yakni pandangan dunia . HASIL DAN PEMBAHASAN Hakikat ijAb Kata uijAb dalam KBBI memiliki beberapa arti. Pertama, kata uijAb diartikan sebagai dinding yang membatasi satu hal dengan hal lainnya. Kedua, dinding yang memisahkan hati dari Allah Swt. Ketiga, dinding yang menghalangi seseorang untuk memperoleh Keempat, kain yang dipakai untuk menutupi wajah dan tubuh wanita muslimat, sehingga bagian tertentu dari tubuh mereka tidak tampak . 16 Fadwal El Junaidi memiliki ungkapan yang menarik tentang uijAb, menurutnya uijAb merupakan aktivitas Salma Monica. AuAnalisis Makna KawaAoib dalam Al-QurAoan (Kajian Semantik Toshihiko Izuts. ,Ay Mashdar Jurnal Studi Al-QurAoan dan Hadis, vol. 3 no. 1, . , 56. 13 Islah Gusmian. Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika hingga Ideologi, (Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 2. , 241. 14 Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Akasara, 2. , 1. 15 Nashruddin Baidan dan Erwati Aziz. Metodologi Khusus Penelitian Tafsir, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 14 dan 28. 16 Dalam https://kbbi. id/entri/hijab. September 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. sosial yang syarat akan makna dan mengandung berbagai makna baik secara agama maupun budaya. Husein Sahab mengungkapkan bahwa makna leksikal atau literal dari kata uijAb adalah pemisah pergaulan antara laki-laki dan perempuan, dan keberadaan pemisah ini adalah semacam pengendalian bagi manusia untuk menghindari luapan erotis. 18 Secara umum, istilah uijAb merupakan bagian dari menutup aurat. Awal mula masalah uijAb sebenarnya sudah ada sejak manusia pertama Nabi Adam a. berada di surga. Pada zaman manusia pertama, meskipun hukum syariah belum ditetapkan, kesadaran menunjukkan ketelanjangan adalah hal yang buruk dan tidak boleh ditunjukkan, mereka sudah memahami dan mengetahuinya. Al-Qur'an menjelaskan kisah ini dalam QS alAAorEf . : 22 sebagai berikut: a e AA cA aI EaO aNI aII acOaCA a ea acEONI aaOos AaEa acI aCa Eaca a aaEI O caaI Oa aC aOA AcON aI aNaca aIe aEe aeIa aE aIA a AeEIac aO aaIA ea a a a e a ea a a e a aa e a a a )22( AOA Aacaa aOaCa eE Eac aE aIe acI EeacO c aI Ea aE aI a a UcO NIa eIA a Aa eI eE aE aI EA Dia . membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi . pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka. AuBukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua. (QS al-AAorAf . : . Para ulama memiliki beberapa pandangan tentang istilah uijAb. Rajab Abdul Jawwad Ibrahim mendefinisikan kata uijAb dengan memiliki dua arti, yakni penutup dan sesuatu yang berada di antara dua hal. 19 Al-Munawi juga mengartikan istilah uijAb sebagai segala sesuatu yang menutupi sesuatu yang diminta untuk menutupi atau mencegah untuk meraihnya. 20 Abu Baqa' juga mengungkapkan definisi serupa dari kata uijAb, yaitu segala sesuatu yang menutupi sesuatu atau hal-hal yang diminta untuk ditutupi, mencegah sesuatu yang tidak boleh diraih atau diwujudkan. Istilah uijAb memiliki beberapa definisi, tergantung dari sudut ilmu yang dipelajari. Penulis menemukan berbagai definisi uijAb yang diartikan dari berbagai perspektif, seperti kalam, metafisika, tasawuf, dan fikih. Berikut ini adalah penjelasan dari berbagai pandangan atau sudut pandang tentang definisi uijAb: Muslih. AuMitologi HijEb: Meneropong Pergeseran Makna HijEb sebagai Simbol Keimanan dan Simbol Fashion Era Milenial di Indonesia,Ay JOIES: Journal of Islamic Education Studies, vol. 2, no. (Juni 2. , 66. 18 Husein Sahab. Hijab menurut Al-QurAoan dan Hadis: Pandangan Muthahhari dan al-Maududi, (Bandung: Mizan Media Utama, 2. , 15. 19 Rajab Abdul Jawwad Ibrahim. Al-MuAojam al-AoAraby l AsmaAo MalAbis, (Kairo: DAr al-ufuq alAoAraby, 2. , 126. 20 Abdul al-Rauf bin Al-Munawi, at-Taufq Aoala MuhimmAt at-TaAoArif, jilid. 1, (Kairo: MathbaAoah Qathb, 1. , 136. 21 Abu Al-BaqaAo Al-Kufi, al-KulliyyAt MuAojam fU al-MualauAt wa al-Furq al-Lugawiyyah, (Beirut: Muassasat al-Risalah, 1. , 360. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol Pertama, dari sudut ilmu kalam, uijAb diartikan sebagai orang yang tidak dapat melihat atau menyaksikan sesuatu yang gaib, selama jiwanya tidak taat kepada Allah Swt. Kedua, secara metafisik, uijAb berarti penutup yang memisahkan manusia atau alam dari Tuhan. Ketiga, dalam tasawuf, uijAb adalah segala sesuatu yang menutupi syahwat, yaitu ada gambaran duniawi yang melekat di hati sehingga menutupi hati untuk bertajalli kepada Allah Swt. 24 Jadi, uijAb dalam prespektif ini merupakan baUrah atau pandangan batin seorang hamba yang hendak mendekatkan diri kepada Allah Swt. terhalangi atau ada semacam tabir yang menutupinya. Keempat, dalam sudut pandang fikih pengertian uijAb dibagi menjadi dua. Pertama, segala sesuatu yang menutupi aurat wanita dari penglihatan mata. Kedua, orang yang membatalkan hak ahli waris untuk mendapatkan harta warisan, baik secara keseluruhan maupun sebagian, lantaran adanya orang yang lebih berhak menerimanya. 26 Istilah yang kedua ini masyhur disebut dalam fiqh al-WAri atau ilmu faraid. Menurut ulamaAo faraid27 pembagian uijAb dibagi menjadi dua macam sebagai berikut: Pertama, uijAb bi al-wafi, yaitu ahli waris yang tertahan atau terhalang untuk memperoleh hak waris secara totalitas atau keseluruhan, hak waris mereka batal. Kedua, uijAb bi asy-syakhi, yakni batalnya hak waris anak Adam yang disebabkan adanya orang lain yang lebih berhak untuk mendapatkan atau menerima harta warisan. Kategori uijAb bi asy-Syakhi ini terbagi menjadi dua sebagai berikut: Pertama, uijAb uirman, yakni ahli waris yang terhalang menerima harta karena ada ahli waris yang lain yang tidak menerima harta waris sama sekali. Kedua, uijAb nuqAn, ahli waris tidak menerima atau terhalang mendapatkan harta terbanyak lantaran ahli waris lain yang tertentu atau adanya halangan yang menyebabkan penerima harta waris berkurang. Setelah mengetahui tentang aneka ragam terminologi uijAb di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa sketsa pengertian uijAb adalah penutup, pemisah, dan pembatas antara sesuatu dengan sesuatu yang lainnya. Kata uijAb dan derivasinya dalam Al-QurAoan disebut 8 kali yang tersebar dalam QS al-AAorEf . : 46. QS Maryam . : 17. QS al-IsrAAo. : 45. QS al-AuzAb . : 53. QS Ad . Nasiruddin Zuhdi. Ensiklopedi Religi Kata-kata Serapan Asing Arab-Indonesia, (Jakarta: Republika, 2. , 257. 23 Cyril Glasse. Ensiklopedi Islam, terj. Ghufron A. MasAoadi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1. , 132. 24 Sayyid Syarif al-Jirjani. MuAojam at-TaAorfAt, (Kairo: Dar al-Fadhilah, 1. , 73. 25 Agus Mustofa. MaAorifat di Padang Arafah, (Surabaya: PAMDA Press, 2. , 104. 26 Abdul Azis Dahlan. Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1. , cet. 1, 545. 27 Dalam KBBI faraid artinya pembagian harta pustaka atau aturan pembagian harta pusaka, dalam https://kbbi. id/entri/faraid. September 2. 28 Muhammad Ikbal. AuHijab dalam Kewarisan Prespektif Al-QurAoan dan Hadis (Analisis terhadap Perbedaan Fiqh as-Sunnah dan KHI),Ay dalam Jurnal At-Takfir, vol. xi, no. 1, (Juni 2. , 143 dan 146. 29 Hasan Muarif Ambari, et al. Ensiklopedi Islam, jilid. 5, (Jakarta: Ichtiar Baru, 1. , cet. 4, 194. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. QS Fusilat . : 5. QS asy-SyyrE . : 51, dan QS Al-MuaffifUn . : 15. 30 Klasifikasi ayat-ayat uijAb di dalam Al-QurAoan dan redaksinya terdiri dari 3 . bentuk, yaitu bentuk mufrad . disebut 5 kali, madar . disebut 2 kali, dan ada satu bentuk mafAol . Agar mudah dipahami dan dimengerti, klasifikasi ayat-ayat uijAb akan penulis tampilkan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 1. Klasifikasi Bentuk Kata ijAb Redaksi Kata AA AaOaeO Ia aN aI a IA a a aAOaII OIaIa O OIA AE a IA ea a ea e a AaI eI aOa a aA AaI eI aOa a a aA a A aa eaA e Aa aO aA AaI eI aOeIaa eI a a UaA Aa a Ua aI ea UOA AOa eOaIa Ea aI e aOaO aIA Nama Surat Bentuk QS al-AAorAf . : 46 QS Fusilat . : 5 QS al-AuzAb . : 53 Mufrad (AA A) a IA QS asy-SyrA . : 51 QS Ad . : 32 QS Maryam . : 17 Madar . U A) aA QS al-IsrAAo. : 45 QS Al-Muaffifn . : 15 MafAol (AA ea A)aI a eO IA Studi Teoretis Semantik Al-QurAoan Toshihiko Izutsu Istilah semantik bersumber dari kata Yunani sema . , yang memiliki arti tanda, dan verba semaino, yang bermakna menandakan dan berarti. 31 Dikatakan juga bahwa kata semantik bersumber dari bahasa Yunani yang artinya to signify yang berarti memberi makna. 32 Idiom semantik dalam KBBI memiliki dua arti. Perama, pengetahuan tentang arti kata, seluk beluk arti kata, dan pengetahuan tentang perubahan. Kedua, bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ekspresif atau struktur makna Nama semantik dalam bahasa Arab disebut Aoilm ad-dilAlah. Aoilm artinya pengetahuan dan ad-dilAlah artinya penunjukan makna. Jadi, secara etimologis. Aoilm ad-dilAlah adalah ilmu tentang makna. Sedangkan secara istilah. Aoilm ad-dilAlah adalah bagian linguistik tersendiri . lm al-luga. , ilmu yang mengkaji makna bahasa yang ditinjau dari segi Muhammad Fuad Abdul Byqi. MuAojam Mufahras li alfAe Al-QurAoAn al-Karm, (Beirut: Dar al-Fikr, tt. , 193. 31 T. Fatimah Djajasudarma. Semantik 1 Makna Leksikan dan Gramatikal, (Bandung: PT Refika Aditama, 2. , cet. 6, 1. 32 Aminuddin. Semantik Pengantar Studi tentang Makna, (Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo, 2. , cet. 6, 15. 33 Dalam https://kbbi. id/entri/semantik. Agustus 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol mufradEt . dan tarAkib . 34 Izutsu sendiri mendefinisikan terminologi semantik sebagai: Auan analytic study of the key-terms of a language with a view to arriving eventually at a conceptual grasp of the weltanschauung or world-view of the people who use that language as a tool not only of speaking and thinking, but, more important still, of conceptualizing and interpreting the world that surrounds themAy. Yang dimaksud kalimat di atas adalah kajian analitik tentang istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pendapat yang akhirnya sampai pada pemahaman konseptual weltanschauung atau pandangan dunia masyarakat yang memakai bahasa tersebut, tidak hanya sebatas alat bicara dan berpikir, namun lebih pada mengonsep dan menginterpretasikan dunia yang meliputinya. Adapun tahapan atau langkah-langkah dalam menganalisis kosakata uijAb melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu terdiri dari pelbagai jenis klasifikasi makna sebagai berikut: Memilih Kata Fokus Penentuan kosakata dalam semantik merupakan hal sangat penting. Bagi Izutsu, jika semantic reviewer atau peneliti ingin melakukan analisis semantik Al-Qur'an, maka Izutsu menganjurkan untuk membiarkan Al-Qur'an menjelaskan konsepnya sendiri dan berbicara sendiri, artinya adalah penelitian semantik bukanlah model penelitian materi, melainkan penelaahan untuk mendeskripsikan secara sistematis dari berbagai kosakata berharga dalam Al-Qur'an,36 atau melakukan analisis struktural terhadap kata-kata yang sangat dominan atau berpengaruh. Pemilihan kata-kata yang bernilai ini diharapkan dapat menangkap dan menciptakan cara berpikir yang sistematis dan menghasilkan pandangan dunia Al-QurAoan. 37 Pemilihan kosakata yang akan menjadi objek kajian dan konsep yang terkandung di dalamnya merupakan tahap awal penerapan semantik Toshihiko Izutsu. Selepas itu, kosakata tersebut dijadikan sebagai kata fokus yang dikelilingi kata kunci yang berdampak pada pemaknaan kata hingga terbentuk konsep dalam studi semantik. Dalam penelitian ini penulis memilih kosakata uijAb sebagai kata fokus yang berharga atau berpengaruh dalam Al-QurAoan dan menjadikannya sebagai bahan bacaan yang objektif atau netral, hal ini diharapkan agar mendapatkan makna uijAb yang autentik dan terhidar dari kerancuan pemaknaan. Langkah selanjutnya setelah Muhammad Matsna. Kajian Semantik Arab Klasik dan Kontemporer, (Jakarta: Kencana, 2. , 3. Toshihiko Izutsu. Relasi Tuhan dan Manusia Pendekatan Semantik terhadap Al-QurAoan, terj. Agus Fahri Husain dkk, (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogyakarta, 1. , 1-2. 36 Toshihiko Izutsu. Konsep-konsep Etika Religius dalam Al-QurAoan, terj. Agus Fahri Husein. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1993, 3. 37 Lutfi Hamidi. Semantik Al-QurAoan dalam Prespektif Toshihiko Izutsu, (Yogyakarta: STAIN Prees Purwokerto, 2. , cet. 01, 96. 38 Siti Fahimah. AuAl-QurAoan dan Semantik Toshihiko Izutsu Pandangan dan Aplikasi dalam Pemahaman Konsep Maqam,Ay Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir, vol. 3, no. 2, . , 121. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. menentukan kata fokus adalah menganalisis makna kata tersebut berdasarkan klasifikasi Makna Dasar Makna dasar dalam sudut pandang Izutsu merupakan makna yang melekat pada kata itu sendiri yang selalu terkait dimanapun kata itu diterapkan. 39 Dalam kamus bahasa Indonesia kata uijAb diartikan sebagai tutup, tirai, kain selubung dan cadar. 40 Ahmad Warson Munawir juga menguraikan dalam kamus Al-Munawir Kamus Arab Indonesia, bahwa bentuk jamaAo kata uijAb adalah kata uujub AA a A aAyang artinya penutup, tabir, tirai. AIA layar, dan sekat. Dalam pelbagai kamus klasik berbahasa Arab kata uijAb mempunyai pelbagai makna sebagai berikut: a a Syauqi Dhaif. Ibnu Manzur, al-Juhari, dan Louis memaknai kata uijAb sebagai aAE eA 42 Sedangkan Fairuzabadi menguraikan, bahwa kata uijAb . dan AEaA a ca aA( Apenutu. berakar dari kata a a A a eU aO aA a A a aAyang berarti aA( a aaNAmenutup. , bentuk faAoil dari kata uijAb adalah al-Ejib )AA a A( aEea acOApenjaga pint. , dan al-Ajib merupakan bentuk jamaAo a A )a eartinya AA dari kata AA A a aaI aO a ac IA. Jadi, uijAb menurut Fairuzabadi dalam QEmys al-Mu adalah AaIA au a a aNAsesuatu yang dijadikan penutup atau tabirAy. a ae Al-Halbi menerangkan dalam AoUmdat al-HuffEe fU TafsUr al-AlfEe MuAojam Lugawi li AlfEe al-QurAoEn al-KarUm dan Ibnu Faris dalam MuAojam Maqys al-Lughah, bahwa term uijAb mengandung arti A( aE aeIeI aApencegahan atau penghalanga. ,44 Al-Halbi mendefinisikan uijAb sebagai A aaNA a AacOa acE eO eaO aA e AaEA, yakni sesuatu yang dihalangi. Pemaknaan yang serupa juga diungkapkan oleh Raghib al-Ashfihani dalam MufradEt fU GarUb al-QurAoEn yang memberikan arti kata uijAb sebagai AA eOaEA a A( aE aeIeI a I aI E aeOAmenghalangi untuk sampa. Louis selain a aA( Atabi. Louis juga memaknai kata uijAb sebagai AIeI N aIIA memaknai kata uijAb sebagai aAE eA a aa a AN eOaEA AEA enghalangi Berdasarkan penelusuran penulis dalam berbagai kitab kamus klasik dan kontemporer di atas, penulis menjumpai beberapa makna dasar kata uijAb antara lain: Toshihiko Izutsu. Relasi Tuhan dan Manusia Pendekatan Semantik terhadap Al-QurAoan, 12. Dendy Sugono, et al. Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2. , 522. 41Ahmad Warson Munawwir. Al-Munawir Kamus Arab Indonesia, (Surabaya: Penerbit Pustaka Progresif, 1. , cet. 14, 237. 42 Syauqi Dhaif. MuAojam al-Was, (Mesir: Maktabah Syurouq ad-Dauliyah, 2. , 156. Lihat juga dalam Ibnu Manzur. LisAn al-Arab, 777. Abi Nasr al-Juhari. Al-ShihAh TAj al-Lughah wa SihAh alAoArabiyah, (Kairo: Dar al-Hadis, 2. , 225. 43 Majid al-DUn al-Fairuzabadi. QAms al-Muu, (Beirut: Muassasat al-Risalat, 2. , 72. 44 Ibnu Faris bin Zakariya. MuAojam MaqAys al-Lugah, jilid. 2, (Beirut: Dar al-Fikr, 1. , 143. 45 Ahmad bin Yusuf al-Halbi. Umdah al-uffAe fU Tafsr al-AlfAe MuAojam Lugawi li AlfAe al-QurAoAn alKarm, jilid. 1, (Beirut: DAr al-Kutub al-Alamiyah, 1. , 373. 46 Raghib al Ashfihani. MufradAt fU Garb al-QurAoAn, (Kairo: Dar Ibn al-Jauzi, 2. , 119. 47 Louis MaAoluf. Al-Munjid fy al-Lugah wa al-Adab wa al-Ulm, )Beirut: MathbaAoah Katsulikiyah, t. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol a aA( Atabi. AEaA AE e aA atau penghalanga. AA eOaEA a AaEe aIeI a I aI Ee aOA a ca aA( Apenutu. A( aEe aIeI aApencegahan . enghalangi untuk sampa. , dan AN eOaEA a A( aIeI aNa I aI EAmenghalangi untuk masu. Agar lebih jelas dan mudah dipahami perihal paparan makna dasar kata uijAb, penulis memetakan makna dasar kata uijAb dengan gambar sebagai berikut: Gambar 1. Makna Dasar Kata ijAb a aA( Atabi. AE e aA AEa ca aA( Apenutu. AaEe aIeI aA . AA eOaEA a AaEe aIeI a I aI Ee aOA . enghalangi untuk AN eOaEA a AaIeI aNa I aI EA . enghalangi untuk Makna Relasional Kata ijAb Relasi makna atau taAoaddudu al-maAony merupakan hubungan makna dari pelbagai kata atau hubungan makna dari sejumlah kata. 48 Izutsu membagi makna relasional menjadi dua macam sebagai berikut: Analisa Sintagmatis Analisa sintagmatis49 yaitu suatu penguraian yang berikhtiar memilih makna suatu kata dengan cara mengamati kata yang berada di depan dan di belakang kata yang akan diteliti dalam sebuah penelitian. Berikut perincian relasi makna ayat-ayat uijAb melalui analisis sintagmatik: Pembatas . antara ahli surga dan neraka a A )eEa eAyang berarti dinding. Kata uijAb yang direlasikan dengan kata al-AAorAf . maknanya akan berubah menjadi pembatas . antara ahli surga dan neraka. Allah Swt. menerangkan keterangan ini dalam QS al-AAorAf . : 46 sebagai berikut: so a so a a A OEaO eEaA A eI aac a eI a cE II aEaeO aE eI aEe Oa e aEa eOaN aOaN eIA AA a a IA a a AaOaeO Ia aN aI a IA e aAE Oac e a eO aI aE UcE aeO cI aON eI aO aaI a eO A a AA cA ae AOae aI a eO aIA Dan di antara keduanya . enghuni surga dan nerak. ada batas. dan di atas A'rEf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: AuSalEmun 'alaikumAy. Moh. Ainin. Imam Asrori. Semantik Bahasa Arab, )Malang: CV. Bintang Sejahtera Press, 2011(, 57. Dalam kbbi arti dari sintagmatis adalah tentang hubungan linier antara unsur bahasa dalam tataran tertentu, dalam https://kbbi. id/entri/sintagmatis. )30 Agustus 2021(. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera . (QS Al-AAorAf . : . Penutup hati Ketika kata uijAb dikaitkan dengan kata Al-QurAoAn (A)Ee aC ec aIA, maka maknanya berganti menjadi penutup hati, maksudnya adalah keangkuhan orang kafir dalam menerima bacaan Al-QurAoan Nabi Muhammad saw. Hati mereka tertutupi, sehingga enggan menerima kebenaran dari Nabi Muhammad saw. 50 Allah Swt. AO Eac aOe aI aeE Oa eaIIa eO aI aa ceE a a a Ua acI ea eOUA a aAe Ee aC ec aI a a eEIa aeO IA a eaAE aOA a AaOa Ca aA Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang (QS al-IsrAAo . : . Tabir penjelmaan Jibril dengan Maryam Adapun relasi kata uijAb yang dihubungkan dengan kata rh (A)eOA a akan menghasilkan perubahan makna kata uijAb menjadi penutup atau tabir antara Maryam dan manusia atas perjumpaannya dengan malaikat Jibril. Allah Swt. a aa a a acac aA AacE aaEa a aU a aOUcOA e a a A I eI a eOeI eI a Ua ae a eEIae EaeO aN aeO aIa a aIA Maka ia mengadakan tabir . ang melindunginy. dari mereka. lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya . alam bentu. manusia yang sempurna. (QS Maryam . : . Tabir yang menghalangi pandangan istri-istri Nabi Kata uijAb dalam ayat ini dimaknai sebagai tabir yang menghalangi pandangan istri-istri Nabi Muhammad saw. , dengan para sahabat. Lahirnya makna ini berasal dari relasi uijAb dengan kata matAAo (AA A)Ia IA. a Allah Swt. a Aac aace a eI ONa aI Ea aEI a cE aI aeO IA Ac aOe aI aIcONa aOcE aE eI a a aaeO a eI Aa e aEa eO a aA a aA EIA a AceUcOaON aN EacOe aI c aIIa eO aeE a e aEa eO aOa eOA a a a a a a aII AaIe aO OaeE IeIa aA AeEa aC aOa aA e Aac AaOa ea eO aIeI aE eI n aO cEEa aeE Oa ea eO aI aIA ca aAO eEaOe acI cE aE eI aE aI Oa eO EIA a e a e a a ea a e a e A Aa eaEa eOaN acI aI eI acOa a a cEa aE eI ae aNa EaaCEa eOa aE eI aOCaEa eOacaa acI aOaI aE aI Ea aE eI a eI a ea eO a a eO aE cEEa aOae a eIA U aEea aI eOaN acI aIA AN aI eI a e aeN aa U a acI cEa aE eI aE aI aeI a cEEa a aeO UIA a AaeIE aeeO aeaOA Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak . , tetapi jika kamu diundang, maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu nabi, lalu nabi malu kepadamu . ntuk menyuruh kamu kelua. , dan Allah Swt. tidak malu . yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu . kepada M Dhuha Abdul Jabbar, dan N. Burhanuddin. Ensiklopedia Makna Al-QurAoan Syarah AlfAz AlQurAoAn, (Bandung: CV. Media Fitrah Rabbani, 2. , 302. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol mereka . stri-istri nab. , maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti . Rasulullah dan tidak . mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar . di sisi Allah. (QS al-AuzAb . : . Kelalaian Nabi Sulaiman a. Kata uijAb dalam ayat ini apabila dihubungkan dengan kata dzikr (A) a eEIA, maka maknanya berubah menjadi kelalaian Nabi Sulaiman a. , tidak menjalankan salat asar akibat keasyikan dalam berkuda. Allah Swt. so a A aa eaA aa a a aCA e AA ca A aA e AeEaeaeO a eI eE a aa e a cc a aO aA a AIe a ea eA e AE A Maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik . sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari (QS Ad . : . Perbedaan dalam masalah agama Kata uijAb jika direlasikan dengan kata Aoamal (A) aI IEA, a maka maknanya beralih menjadi perbedaan dalam masalah agama. Sebagaimana isi kandungan ayat ini yang mengisahkan tentang orang kafir yang hati dan telinganya tertutup untuk menerima pemahaman ajaran Nabi Muhammad saw. Allah Swt. a a a caIaIa OCe acOaI I OIaIa O OIA A aI eE aIacIa c aIEa eO aIA ee a aEaIac aaIac a e a eO aaIe aEaeO aN aOA ee a AaOCaEaeO CaEa eOaIaA e aA AA AE a IA ea a ea e Aa IA Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan . ang menutup. apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu. sesungguhnya kami bekerja . (QS Fusshilat . : . Tabir pembicaraan antara manusia dengan Allah Swt. Relasi kata uijAb selanjutnya dihubungkan dengan kata yukallimu (AEEaIA a a A)ONA. Penghubungan dua kata tersebut menghasilkan peralihan makna kata uijAb menjadi tabir pembicaraan antara manusia dengan Allah Swt. , dalam artian bahwa Allah Swt. melaksanakan pembicaraan kepada hambanya melalui beberapa metode yang dijelaskan dalam Surat Asy-SyrA QS . : 51 sebagai berikut: AaOaI aE aI Eaa a a eI ON aEEa aINa cEEa aaceE aO eOU aeO aI eI acOa a a a aeO Oaea aE a a eOUeE AaOa eO a aO a eIaaN aI Oa aa uaIacNa aEa UcO a aEeO IIA )51( Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan . lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia Sungguh. Dia Mahatinggi. Mahabijaksana. (QS Asy-SyrA . : . REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. Orang kafir yang tidak bisa melihat Allah Swt. pada hari kiamat Kata uijAb dalam ayat ini dikaitkan dengan kata rabb (A)A, relasi dua kata ini menghasilkan makna uijAb sebagai kedudukan orang-orang kafir pada hari kiamat tidak mendapatkan rahmat dan tidak bisa melihat Allah Swt. Allah Swt. AaE acUcEe a aceIaeI a eI acacaa eI Oa eOaI aiO Eac aI e a eOa eO aIA Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari . Tuhan mereka. l-Mutaffifn/83: . Setelah mengetahui makna sintagmatik kata uijAb, di bawah ini penulis akan mengilustrasikan dengan gambar tentang makna relasional sintagmatik, yakni kata fokus uijAb yang dikelilingi oleh beberapa kata kunci. Keterkaitan antara kata fokus uijAb dengan beberapa kata kuncinya melahirkan makna baru. Gambar 2. Relasi Sintagmatik Kata ijyb cU a AON aEEa aIA a a AeEa eaA AEe aC ec aIA Aa aI IEA Aa eEIA AaeOA AaIa IA Analisa Paradigmatik Analisa paradigmatis51 merupakan suatu analisis yang menyepakati kata atau konsep tertentu dengan kata atau konsep lain yang serupa . dan berlawanan . 52 Dalam hal sinonimitas lafal, berdasarkan penelusuran penulis dalam Kamus MaAoAn, kata uijAb memiliki pelbagai persamaan kata. Di antaranya adalah as-sitr . enutupi sesuat. , al-uAjiz . emisahkan dua hal atau dua orang . yang saling konfli. , al-Falu . emisahan satu benda dengan benda yang lain sampai mendapatkan celah di antara keduany. , al-manAou . ang terlaran. , as-saddu . embatasi sesuatu Paradigmatis dalam kbbi diartikan sebagai berkaitan dengan hubungan unsur bahasa dalam tingkat tertentu dengan unsur lain di luar tingkat itu yang dapat dipertukarkan, dalam https://kbbi. id/entri/paradigmatis. )30 Agustus 2021(. 52 Eko Zulfikar. AuMakna Ulul Albab dalam Al-QurAoan: Analisis Semantik Toshihiko IzutsuAy Jurnal Theologia, vol. 29, no. 1, (Juni 2. , 114-119. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol sekaligus membenahiny. , dan al-ghiAAo . enutup yang menyelimuti orang-orang yang tidak mengindahkan ajaran Nabi Muhammad saw. Adapun tahapan analisis paradigmatik yang kedua dalam model semantik Toshihiko Izutsu yaitu menelusuri kosakata yang berlawanan dengan kata uijAb. Di antara antonim kata uijAb adalah kata alKasyf . ersingkap dari segala yang menghalang. , al-yusr . , al-bayAn . , as-sahl . , ae-eahru . kan nampak, mendapatkan pertolongan dan kemenanga. , al-Haiah . engetahui suatu keadaan atau kondis. , dan al-jalAl . emahami tentang keagungan Allah Swt. Aspek Sinkronik dan Diakronik Kata ijAb Makna hakikat Al-QurAoan merupakan prosedur menuju interpretasi berikutnya. Prosedur ini melandaskan pada fakta bahwa setiap bahasa, begitu pun bahasa Al-QurAoan mempunyai perspektif sinkronik dan diakronik. 53 Aspek sinkronik dan diakronik dipakai untuk memberikan hasil kajian semantik berdasarkan usaha penelaahan makna dari aspek waktu. Apabila jangka waktu atau periodenya satu zaman, maka disebut sinkronik. Namun apabila jangka waktu atau periodenya tidak terbatas, maka disebut diakronik. Izutsu sendiri mengistilahkan diakronik sebagai setiap sekumpulan kata yang berkembang dan beralih secara independen dengan jalannya sendiri yang khas. 54 Izutsu mempermudah pembahasan ini atau makna diakronik dalam 3 . periode waktu penggunaan kosakata sebagai berikut: Periode Pra Quranik Periode pra quranik merupakan zaman sebelum Al-QurAoan diturunkan. Syairsyair pada saat itu dianggap sebagai referensi utama untuk mengenal dan memahami makna masyarakat penutur bahasa Arab. 55 Adapun kata uijAb dalam periode pra quranik, penulis menjumpai perkataan Abu euaib yang diungkapkan dalam sebuah syair yang berbunyi:56 a ae a a a aA Ca e Oa eCaA a eAeE a aOaOA a a a a ae aI aac aa e aI a eOIaNA Pada bait atau syair ini penulis lebih dahulu memaparkan tentang penjelasan alMufradAt al-Lugawiyah atau kosakata secara bahasa sebagai berikut: Hendrik Pratama. AuKontekstualisasi Penafsiran QS Al-Nr . : 31 (Aplikasi Hermeneutika MaAona Cum Maghz. Ay Revelatia: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir, vol. 03, no. 02, (November 2. , 54 Toshihiko Izutsu. Relasi Tuhan dan Manusia Pendekatan Semantik terhadap Al-QurAoan, 31-32 dan 3940. 55 Salma Monica. AuAnalisis Makna KawaAoib dalam Al-QurAoan (Kajian Semantik Toshihiko Izuts. Ay, 56 Nurah asy-Syamlan. Ab euaib al-Hueali ayAtuhu wa SyiAoruhu, (Riyad: Umadah SyuAoun alMaktabat, 1. , 58. Ibnu Manzur. LisAn al-AoArab, 778. Abu Dzuaib et al. Dywyn al-Huealayyaini, (Kairo: Dar al-Qauimiyah, 1. , 7 REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. Kosakata a a ae aI OOI eEa aIaA Aa ea NA a a IA ae a AeE aA a eAaOA Tabel 2. Al-Mufradyt al-Lugawiyah Syair kata ijyb Makna Perempuan-perempuan itu meminum arak AeEa NOA e AA ca aA( Asuara yang sama. a AEA eOA A( aI ea aA IAtempat yang tingg. A aeEaIacNa Oa eaa a a aeOAUAEAa aA ca AA a A( aApenutup yang digunakan pemburu untuk menutupi sesuat. AEA cU A( aAkeragua. Pemahaman kosakata di atas merupakan tahap awal yang dilakukan penulis dalam mengetahui dan memahami makna syair kata uijAb secara komprehensif. Adapun teks lengkap syarah syair kata uijAb adalah sebagai berikut: a A CaO aOAOA a ca A eEA Ia aA Ca a AaO aNAUAeEI aac a AO UU aAOA a a AE a A aOaA a ea e a e aa a e a aA aOAUAEA aA e a e e A eA e cU AA aaca aA ea a a a a ae a a Perempuan-perempuan itu meminum arak, kemudian mereka mendengar suara samar-samar di belakang tempat yang tinggi yang biasanya digunakan pemburu untuk bersembunyi, lalu perempuan-perempuan itu ragu, apakah itu suara anak panah yang melesat atau suara dari benang busurnya. Berdasarkan penjelasan syair di atas, penulis menyimpulkan bahwa makna kata uijAb dalam tinjauan periode pra quranik memiliki makna tabir, namun konteks tabir dalam periode ini mengarah kepada tempat yang tinggi yang digunakan pemburu untuk berlindung atau bersembunyi. Periode Quranik Makna uijAb pada masa ini mengalami perkembangan makna. Pada ayat yang tergolong makkiyyah, seperti QS Al-IsrAAo . : 45. QS Fusilat . : 5, dan QS AlMuaffifUn/83: 15. Ketiga ayat ini memiliki kemiripan dalam hal konteks sebuah ayat, yakni sama-sama mengisahkan peristiwa dakwah Nabi Muhammad saw. , saat menyerukan kebenaran dan membacakan Al-QurAoan kepada orang musyrik Quraisy yang tidak mengimani adanya kehidupan akhirat. Penjelasan ini merujuk kepada asbAb anNuzl Surat Al-IsrAAo/17: 45 atau sebuah riwayat dari Ibnu Muneir yang meriwayatkan dari Ibnu Syihab, bahwa tatkala Rasulullah saw. , membacakan Al-QurAoan kepada orang kafir Quraisy, mereka mengatakan dengan nada menghina sebagaimana disebutkan dalam QS Penjelasan syair ini juga diterangkan dalam channel youtube bi al-MyAo al-eahab. Berikut linknya https://w. com/url?q=https://m. com/watch?v=vk72phKIbMQ&sa=U&ved =2ahUKEwjrzKzc7oj3AhWgR2wGHUKHAFQQtwJ6BAgAEAE&usg=AOvVaw13MiZP9XvxGiYGg DlEzKhD. April 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol Fusilat . : 5 bahwa hati mereka tertutup, telinga mereka terdapat sumbatan yang mengakibatkan sebuah hidayah tidak bisa masuk ke dalam hati mereka. Berdasarkan keterangan asbAb an-Nuzl ini, maka dapat dikatakan bahwa makna uijAb pada periode ini adalah penutup sebuah hidayah keimanan. Periode Pasca Quranik Periode pasca-quranik dimulai sesudah Al-QurAoan diturunkan, yakni lebih tepatnya pada masa khalifah Abbasiyah. 58 Berdasarkan penelusuran peneliti dalam pelbagai literatur, periode pasca-qurAoanik . etelah turunnya Al-QurAoa. terbagi menjadi 3 . Pertama, periode klasik. Husein al-ahabi dalam al-Tafsr wa al-Mufassirn dan MannA' Khall al-QaAn dalam Mabah fi AoUlm Al-Qur'An membagi periode klasik ini menjadi tiga fase. Fase pertama yang tergolong dalam periode klasik adalah tafsir AlQur'an pada zaman Nabi dan para sahabatnya. Selanjutnya disusul tafsir Al-Qur'an pada masa tabiin. Periode ini diakhiri pada tafsir Al-Qur'an pada masa kodifikasi . , yaitu akhir masa Bani Umayyah dan masa Dinasti Abbasiyah (I-II H/7-9 abad M). Kedua, periode pertengahan, generasi mufasir periode ini adalah mufasir yang menulis karya-karya tafsir dari abad ke-9 hingga ke-20 M atau abad ke-2 hingga ke-13 H. Harun Nasution menjelaskan bahwa periode ini diawali pada tahun 1250-1800 H. Pada masa ini dimulai dengan lahirnya produk interpretasi yang sistematis dan terhimpun dengan baik. Selain itu, periode ini masyhur disebut sebagai masa kegemilangan ilmu pengetahuan, dan pemerintahan Abbasiyah dianggap serius dalam menangani perkembangan ilmu pengetahuan. Ketiga, periode kontemporer, periode ini berlangsung setelah tahun 1800 SM. Penafsiran Al-QurAoan pada zaman ini memahami dan menyadari kekurangankekurangan tertentu pada tafsir-tafsir sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman. Inilah yang menyebabkan periode ini dikenal sebagai periode kritis-reformatif, yakni penyusunan ulang metode dan pendekatan penafsiran AlQur'an zaman pertengahan. Terkait makna uijAb dalam periode ini, penulis akan menjabarkannya dalam bentuk tabel, di mana periode ini banyak melahirkan pemaknaan baru dari mufasir abad klasik, pertengahan, dan kontemporer. Berikut penjabarannya: Ahmad Sahidah. God. Man, and Nature, (Yogyakarta: IRCiSoD, 2. , 208. Saiful Amin Ghofur. Mozaik Mufasir Al-QurAoan dari Klasik hingga Kontemporer, (Yogyakarta: Kaukaba Dipantara, 2. , 16. 60 Abdul Mustaqim. Maeahibut Tafsr, (Yogyakarta: Nun Pustaka, 2. , 69-70. 61 Syukron Affani. Tafsir Al-QurAoan dalam Sejarah Perkembangannya, (Jakarta: Kencana, 2. , 9. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. Tabel 3. Makna ijyb Pasca Quranik Makna Hijyb Nama Surat Tafsir Abad Klasik Tafsir Abad Pertengahan al-Sr . 62 al-Sr . 63 Al-IsrAAo . : 45 al-SAtir . Stempel Allah Swt. hati orang kafir 66 Maryam . : 17 al-Sr . 68 al-Sitr . 69 Al-AuzAb . al-Sitr . 71 Al-AAorAf . : 46 al-Sitr . 72 Tafsir Abad Kontemporer al-Sr . 64 Hati orang kafir yang terhalang memahami AlQurAoan dan al-Ajiz . Penutup yang dari pandangan dengan para istri Nabi saw. Abi Thahir Al-Fairuzzabadi. Tanwr al-MiqbAs min Tafsr Ibn AoAbbAs, 156. Syirazi SyafiAoi al-Baidhawi. AnwAr at-Tanzl wa AsrAr at-TaAowl, jilid. 2, (Beirut: Dar al-Kutub alAoIlmiyah, 2. 64 M. Quraish Shihab. Tafsir al-Mishbah Pesan. Kesan, dan Keserasian Al-QurAoan, 5. Jakarta: Lentera Hati, 2002, 106. 65 Abi JaAofar at-Thabari. JAmiAo al-BayAn an-TaAowl Al-QurAoAn, jilid. 8, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1. , 85-86. 66 Abi Bakr Al-Qurthubi. Al-JAmiAo li Aukym Al-QurAoAn, jilid. 13, (Beirut: Muassasah al-Risalah, 2. , 67 Ahmad Mushthafa Al-Maraghi. Tafsr al-MarAgh, jilid. 5, (Beirut: Dar al-Fikr, 1. , 53 68 AbU JaAofar al-Thabar. JAmiAo al-BayAn an-TaAowl Ay al-QurAoAn, jilid. 8, 319. 69 Jalaluddin al-Mahall dan Jalaluddin as-Suyuth. Tafsr al-JalAlan al-Muyassar, (Beirut: Maktabah Libanon, 2. , 306. 70 Wahbah Zuhaili. Tafsr al-Munr fy al-Aqdah wa al-SyarAoah wa al-Manhaj, jilid. 8, (Beirut: Dar alFikr, 2. , 404. 71 Abi Muhammad al-Baghawi. MaAoAlim al-Tanzl, jilid. 6, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiya. , 1993, 72 Al-Alusi. Ru al-MaAoAn fy Tafsr Al-QurAoAn al-AoAeim wa al-SabAo al-MaAn, jilid. 21, (Beirut: Dar IhyaAo al-Turats al-AoArabi, t. , 73. 73 Wahbah Zuhaili. Tafsir al-Munr fy al-Aqidah wa al-SyariAoah wa al-Manhaj, jilid. 11, 410 - 412. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol Ad . : 32 Sesuatu yang Kuda yang menutupi pandangan Nabi Sulaiman Kuda-kuda yang hilang dari pandangan Nabi Sulaiman karena debu dari ujungujung kukunya Fusilat . : 5 Perbedaan dan penghalang dalam masalah agama 77 Orang kafir yang tidak mau melihat dan mengambil manfaat dari kata-kata yang disampaikan Nabi saw. Asy-SyrA . Pembicaraan yang tidak bisa didefinisikan dan dengan pikiran 80 Memperdengarkan kalamnya di belakang tabir dengan tanpa melihatnya 81 Al-Muaffifn : 15 Orang kafir yang tidak bisa melihat dan tidak disucikan untuk melihat Allah Swt. Orang yang mendustakan hari pembalasan pada hari akhir sungguh mereka terhalang untuk melihat Allah Swt. Ketidaksetujuan Nabi Muhammad , dengan orang kafir 79 Penutup yang kita untuk melihatmu, dan kita untuk Orang kafir yang diusir atau terhalang dari rahmat Allah Swt. dan tidak Abi Farah al-Jauzi. ZAd al-Masr fy AoIlm al-Tafsr, jilid. 4, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2. , 23 - 24. 75 Muhammad Nawawi Al-Jawi. MarAu Labd, , jilid. 2, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2. , 317. 76 Ahmad Mushthafa Al-Maraghi. Tafsr al-MarAgh, jilid. 8, (Beirut: Dar al-Fikr, 1. , 118-119. 77 Abi Muhammad al-Baghawi. MaAoAlim at-Tanzl, jilid. 4, 95. 78 Muhammad al-Razi Fakhruddin. Tafsr al-Fakhr ar-RAz, jilid. 4, (Beirut: Dar al-Fikr, 2. , 5827. 79 Wahbah Zuhaili. Tafsr al-Wasth, jilid. 3, (Beirut: Dar al-Fikr, 2. , 2292. 80 Ibnu AoAthiyah Al-Andalusi. Al-Muuarrar al-Wajz fy Tafsr al-Kitb al-AoAzz, jilid. 5, (Beirut: Dar alKutub al-Ilmiyah, 2. , 43. 81 Al-Baghdadi. LubAb at-TaAowl fy MaAoAn at-Tanzl, jilid. 4, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2. , 82 Wahbah Zuhaili. Tafsir al-Munir fy al-Aqidah wa al-SyariAoah wa al-Manhaj, jilid. 13, 111 83 Abi Muhammad al-Baghawi. MaAoAlim at-Tanzl, jilid. 4, 429. 84 Muhammad Nawawi Al-Jawi. MarAu Labd, , jilid. 2, 612. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. rida-Nya 85 Weltanschauung Weltanschauung atau pandangan dunia dalam bahasa Indonesia dinamakan dengan pandangan hidup atau prinsip hidup. Istilah weltanschauung dalam filsafat disebut sebagai filsafat hidup, wereld beschouiwing, labenanschauung, life view, way of life, world view. 86 Filsuf Dilthey memiliki ungkapan menarik tentang weltanschauung, yakni pandangan hidup secara keseluruhan yang membimbing manusia untuk memahami, mengevaluasi, dan berurusan dengan dunia. Sebelum mengetahui weltanschauung kata uijAb, penulis memulai dalam riset ini dengan membahas pembagian uijAb. Kata uijAb terbagi menjadi dua macam, yaitu uijAb uissU . erlihat oleh panca indr. dan uijAb ma'naw . idak dapat dijangkau atau dilihat oleh panca indr. Ayat-ayat uijAb yang tergolong dalam kategori uijAb uissU . erlihat oleh panca indr. terdapat dalam QS Maryam . : 17 dan AuzAb . : 53, kedua ayat tersebut memiliki persamaan dalam pembuatan tabir, yaitu sama-sama menceritakan tentang seorang laki-laki ajnab atau bukan mahram yang diperintahkan untuk membuat tabir tatkala bertemu Maryam dan istrinya Nabi Muhammad saw. Selain itu, pada QS Ad . 32, menurut hemat penulis, ayat ini memberikan pelajaran bagi manusia agar hatinya tidak melampaui batas dan selalu disibukkan dalam menyikapi masalah dunia atau hub ad-Dunya. Hal ini menunjukkan bahwa weltanschauung . andangan duni. uijAb uiss mengungkapkan tentang perihal yang diharamkan oleh Allah Swt. terhadap perempuan yang bukan mahram dan cinta dunia. Adapun uijAb maAonaw termuat dalam Al-QurAoan sebanyak lima kali. Pertama, pada QS al-AAorAf . : 46, membicarakan tentang pembatas yang menyekati antara penghuni surga dan neraka, namun secara maknawi bukan penyekat yang menutupi pandangan pancaindra mereka, melainkan kenikmatan penghuni surga yang tidak bisa dinikmati oleh penghuni neraka. Begitu juga penderitaan yang dirasakan oleh penghuni neraka tidak dirasakan oleh penghuni surga. Kedua. QS al-IsrAAo . : 45, kata uijAb menjadi maushuf atau yang disifati oleh kata mastrA, yakni bermakna pembatas atau pemisah yang tidak dapat dilihat oleh panca indra, seperti orang musyrik yang terkunci hatinya untuk memahami Al-QurAoan. Ketiga. QS Fusilat . : 5, kata uijAb dalam ayat ini maknanya hampir senada dengan kata uijAb dalam QS al-IsrAAo . : 45, yaitu pembatas yang menghalangi antara ajaran Rasulullah saw. dengan orang musyrik. Keempat. QS Asy-SyrA/42: 51, kata uijAb dalam ayat ini artinya pemisah yang menjadi penyebab seseorang yang berbicara dengan Allah di balik tabir dan tidak bisa menyaksikan secara Ahmad Mushthafa AL-Maraghi. Tafsr al-MarAgh, jilid. 10, 78. Misnawarti dan Anwarsani. Teori Struktural dan Interpretatif Simbolik untuk Penelitian Sastra Lisan, (Bogor: Guepedia, 2. , 50. 87 Abdul Hadi. Hermeneutika Sastra Barat dan Timur, (Jakarta: Sadra Press, 2. , 96. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Farid Muhlasol langsung, tetapi dia bisa mendengar kalamnya. Kata uijAb maAonawi yang terakhir terdapat dalam QS al-Muaffifn . : 15 yang memiliki arti pembatas pada hari kiamat antara orang kafir dengan Allah Swt. , yakni mereka tidak bisa melihat dan merasakan rahmat atau kasih sayang Allah Swt. Sebagian besar weltanschauung uijAb maAonaw membicarakan tentang orang kafir yang tertutupi hatinya, sehingga hidayah keimanan tidak bisa sampai Selain itu, ada satu uijAb maAonaw pada QS Asy-SyrA . : 51 yang membicarakan terkait pembicaraan seorang hamba dengan Allah Swt. Jadi, weltanschauung uijAb maAonaw adalah tertutupnya hati orang kafir dari hidayah keimanan dan perbincangan seorang hamba dengan Tuhannya. PENUTUP Makna dasar kata uijAb adalah as-Sitr . , as-SAtir . , dan al-ManAou . encegahan atau penghalanga. Secara sintagmatik, makna relasional kata uijAb memiliki makna yang beraneka ragam. Di antaranya adalah pembatas . antara ahli surga dan neraka, keangkuhan orang kafir dalam menerima bacaan Al-QurAoan Nabi Muhammad Saw, tabir penjelmaan Jibril dengan Maryam, tabir yang menghalangi pandangan istri-istri Nabi Muhammad saw. , kelalaian Nabi Sulaiman a. , tidak menjalankan salat asar akibat keasyikan dalam berkuda, perbedaan dalam masalah agama, tabir pembicaraan antara manusia dengan Allah Swt. , dan orang kafir yang tidak bisa melihat Allah Swt. pada hari kiamat. Sedangkan kata uijAb yang dianalisis melalui paradigmatik memiliki enam . persamaan kosakata atau sinonim sebagai berikut: asSitr, al-Ajiz, al-Falu, al-ManAou, as-Saddu, dan al-GiAAo. Selanjutnya kata uijAb juga mempunyai 8 . kosakata yang berlawanan maknanya atau antonim sebagai berikut: al-Kasyf, al-Yusr, al-BayAn, as-Sahl, ae-eahru, al-Haiah, dan al-JalAl. Adapun makna sinkronik dan diakronik kata uijAb, penulis memaparkan dalam sejarah tiga periode sebagai berikut: . Periode pra quranik, kata uijAb dimaknai sebagai tabir yang mengarah kepada tempat yang tinggi yang digunakan pemburu untuk berlindung atau Periode quranik, kata uijAb mengalami perkembangan makna menjadi penutup sebuah hidayah keimanan. Periode pasca quranik, pada masa ini sudah bermunculan pemaknaan baru kata uijAb dari pelbagai mufasir, baik mufasir zaman klasik, pertengahan, maupun kontemporer. Misalnya makna kata uijAb dalam Surat Maryam/19: 17, mufasir klasik memaknainya sebagai al-Sr . , lalu mufasir pertengahan memberikan makna sebagai as-Sitr . , dan dalam tinjauan mufasir kontemporer bermakna SAtir au Ajiz, yakni penutup dan pembatas. Weltanschauung atau filsafat hidup kata uijAb dibagi menjadi dua pembagian. Pertama, filsafat hidup uijAb uiss . apat dilihat oleh panca indr. adalah melakukan ihwal yang diharamkan oleh Allah Swt. terhadap perempuan yang bukan mahram dan uub ad-Dunya atau cinta terhadap Kedua, filsafat hidup uijAb maAonaw . idak dapat dilihat oleh panca indr. yaitu tertutupnya hati orang kafir dari hidayah keimanan dan perbincangan seorang hamba dengan Tuhannya. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Konsep HijAb dalam Al-QurAoan (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata ijAb dalam Al-QurAoa. DAFTAR PUSTAKA