(Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. PERUMUSAN MANAJEMEN STRATEGI PEMBERDAYAAN ZAKAT Siti Aminah Chaniago Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Pekalongan Jl. Kusumabangsa No. 9 pekalongan Abstract: Strategymanagement is art and science of strategy formulation, implementation, and evaluation of decisions that enable organizations to reach their goals, focus on the process of goal-setting organization, develope policies and plans to achieve the objectives, and allocate resources to implement the policies and plan for the achievement of organization Often there are obstacles in the management. This is due to many factors which are not integrated the management of each party contained in the management of tithe. If the principles and objectives of management held by amil zakatare implemented using modern management while applying the standard functions of management, the target seems to charity will be achieved. Kata Kunci: Manajemen. Strategi Pemberdayaan. Zakat Pendahuluan Strategi merupakan istilah yang umum dalam membentuk sistematika yang perlu diciptakan dalam suatu pengelolaan organisasi. Organisasi zakat yang disebut amil zakat perlu menciptakan strategi agar ada rumusan sebagai acuan dalam pengelolaannya. Strategi terbentuk dari visi dan misi yang didasari atas landasan ajaran Islam sesuai dengan perintah Allah yang tertera dalam al-qurAoan dan Sunnah. Tulisan ini akan menggunakan teori strategi manajemen sebagai tool analisis guna mencapai tujuan (Ginting. Paham dan Syafrizal H. Situmorang, 2. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut (Siagian, 1. Sebelumnya kita sudah menetapkan suatu tujuan yaitu bagaimana memberdayakan zakat. Maka dari itu Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. kita harus mencari cara bagaimana supaya kita dapat menciptakan suatu cara yang dapat diimplementasikan dalam pemberdayaan zakat. Tentunya dalam penciptaan strategi ini harus sesuai dengan kemampuan yang kita miliki berdasarkan sumberdaya yang ada. Strategi Ada bermacam-macam pemahaman dan pengertian strategi oleh para ahli manajemen seperti berikut ini: Henry Mintzberg. James Brian Quinn, dan John Voyer . mendefinisikan strategi sebagai 5P, yaitu: strategi sebagai Perspectif, strategi sebagai Posisi, strategi sebagai Perencanaan, strategi sebagai Pola kegiatan, dan strategi sebagai Penipuan. Mari kita lihat pengertian dari masing-masing P tersebut: Perspek. Setiap aktifitas yang dirumuskan atau dilakukan harus mengacu kepada misi yang di emban dan jangan keluar dari misi tersebut. Kalau keluar dari misi tersebut akan berdampak kepada tidak terarah dan terfokusnya kegiatan, sehingga akan mengambang dan terpencar yang mengakibatkan perencanaan tidak dapat terlaksana dengan baik. Posisi. Pengertian posisi ini adalah kemampuan dari lembaga atau organisasi untuk menempatkan beberapa item pilihan mereka agar keberadaan mereka dapat di dalam pikiran pihak-pihak atau orang orang yang terkait dan dalam pemberdayaan zakat dapat dikatakan seperti para muzaki, mustahik, pemerintah. LSM, dll. Perencanaan. Perencanaan merupakan susunan . sistematik mengenai langkah . indakan-tindaka. yang akan dilakukan di masa depan, dengan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang seksama atas potensi, faktorfaktor eksternal dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam pengertian ini, termuat hal-hal yang merupakan prinsip perencanaan, yakni : . apa yang akan dilakukan, yang merupakan jabaran dari visi dan misi. bagaimana mencapai hal tersebut. siapa yang akan melakukan. lokasi aktivitas. kapan akan dilakukan, berapa lama. Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. sumber daya yang dibutuhkan. Ini merupakan langkah-langkah untuk pencapaian misi. Perencanaan membutuhkan skedul yang matang agar tidak jalan Ada time schedule yang merupakan durasi waktu dan responsible persons. Disini ditentukan siapa yang bertanggung jawab atas aktifitas tersebut. Pola kegiatan, di mana dalam strategi dibentuk suatu pola, yaitu umpan balik dan Agar terdapat sinkronisasi antara visi, misi dan perencanaan yang efektif perlu kita menyusun pola yang saling menguatkan dan bersesuaian. Ini dapat dievaluasi secara berkala dan penyusunan pola ini merupakan umpan balik dan dapat dijadikan sebagai acuan keberhasilan kita. Ploy atau rekayasa yaitu muslihat rahasia. Di dalam menyusun strategi, kita juga membutuhkan seni untuk menata agar terlaksananya strategi dengan baik Rekayasa manajemen dalam perencanaan dan evaluasi perlu dilakukan agar tujuan dapat tercapai. Igor Ansoff . , mendefinisikan strategi sebagai proses manajemen, hubungan antara lembaga dengan lingkungan, terdiri dari perencanaan strategik, perencanaan kapabilitas, dan manajemen perubahan. Arnoldo C. Hax dan Nicholas S. Manjluk . , mendefinisikan strategi sebagai cara menuntun lembaga pada sasaran utama pengembangan nilai korporasi, kapabilitas manajerial, tanggungjawab organisasi, dan sistem administrasi yang menghubungkan pengambilan keputusan strategik dan operasional pada seluruh tingkat hirarki, dan melewati seluruh lini lapisan. WF Glueck dan LR Jauch dalam buku AuManajemen strategis dan kebijakan perusahaanAy. mendefinisikan strategi sebagai rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi. Perusahaan disini bisa diidentikan dengan lembaga amil zakat. Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Disamping menggunakan teori strategi tulisan ini menggunakan analisa SWOT sebagai tool analisisnya, dimana teori SWOT ini digunakan sebagai evaluasi. Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai factor secara sistematis untuk merumuskan strategi (Rangkuti, 1. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan . mampu mengambil keuntungan . dari peluang . yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan . yang mencegah keuntungan . dari peluang . yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan . mampu menghadapi ancaman . yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan . yang mampu membuat ancaman . menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Untuk memudahkan analisa swot ini kita dapat membuat kerangka SWOT dengan membentuk sebuah matrix. Tabel 4 Kerangka Matriks SWOT Eksternal Opportunity Treaths . Strength . SO ? ST ? Weakness . WO ? WT? Internal Melalui matriks diatas kita akan memperoleh pemetaan . fakta dan data yang objektif tentang peta kekuatan dan kelemahan kita serta apa pula peluang dan ancaman terhadap kita. Contoh matriks diatas memperlihatkan bahwa S dan O merupakan kondisi yang sangat menguntungkan, ini dikarenakan organisasi atau lembaga disamping mempunyai kekuatan juga punya peluang yang besar dalam mencapai tujuan. Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Sebaliknya apabila dari hasil pemetaan dan analisis kita cenderung W dan T lebih besar maka itu berarti kita berada pada situasi kurang menguntungkan yaitu masih banyak kelemahan internal sekaligus akan menghadapi bermacam ancaman dari eksternal. Kuncinya, semakin tajam analisis SWOT yang kita lakukan maka rencana program yang dihasilkan juga makin realistis dan itu artinya tingkat kegagalannya pun dapat Rancangan Perumusan Strategi Rancangan perumusan strategi merupakan segala sesuatu yang mencakup tentang pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini. Penggunakan rancangan pendekatan ini diharapkan dapat mengetahui variabel-variabel terhadap fenomena yang diteliti secara Fenomena tersebut adalah berkenaan dengan strategi pemberdayaan zakat. Analisis deskriptif kualitatif, strategi manajemen dan SWOT analisis akan dipergunakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis, merumuskan strategi, dan selanjutnya dibuatkan program pengembangan untuk direkomendasikan kepada pihak yang berkompeten agar dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan strategi pemberdayaan zakat. Langkah-langkah Memperoleh Informasi Jenis data yang digunakan hanya data kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan keterangan/informasi yang berhubungan dengan permasalahan yang Misalnya, data tentang tata cara pengumpulan dan pendistribusian zakat. Berdasarkan sumbernya data dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu: Sumber data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama atau secara langsung diperoleh pada tempat penelitian secara lisan maupun secara tertulis dari para responden dan informan. Data tersebut meliputi data hasil observasi, wawancara dengan informan . nstansi pemerintah, tokoh masyarakat, panitia LAZ). Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari pihak pertama melainkan dari pihak - pihak tertentu yang terkait dengan penelitian ini, data berupa dokumentasi yang diperoleh dari instansi atau lembaga terkait, penelitian terdahulu, studi kepustakaan atau referensi lain. Instrumen yang dipergunakan dalam pengumpulan data adalah berupa wawancara untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap dari pihak terkait. Data-data dari pengumpulan dan pendistribusian zakat dari para pihak terkait yang akan digunakan untuk mengidentifikasi potensi pemberdayaan zakat dan untuk pengembangan pendistribusian zakat produktif di kemudian hari. Metode dan Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data menggunakan beberapa metode yaitu : Wawancara, yaitu mewawancarai para stakeholder yang mengetahui potensi pemberdayaan zakat dan para pakar/expert atau narasumber dengan menggunakan instrument pedoman wawancara . uide intervie. yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dari hasil wawancara akan diperoleh data yang dibutuhkan sebagai bahan dasar analisis eksternal dan internal organisasi sebagai teknis pelaksana pemberdayaan zakat untuk merumuskan langkah-langkah penyusunan strategi pemberdayaan zakat. Observasi, yaitu melakukan pengamatan atau peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat peluang, tantangan, hambatan dan kelemahan dalam pemberdayaan zakat. Dokumen/kepustakaan, yaitu teknik memperoleh data dengan mempelajari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Teknik yang diterapkan untuk menunjang metode tersebut, antara lain, teknik perekam dan Metode dan Teknik Analisis Data Metode dan analisis data bertujuan untuk menyerderhanakan seluruh data yang terkumpul, menyajikan secara sistematik, kemudian mengolah, menafsirkan, dan memaknai data tersebut. Analisis data merupakan upaya pemecahan permasalahan Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. penelitian untuk memperoleh jawaban atas permasalahan yang diteliti. Permasalahan dalam penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan SWOT. Analisis deskriptif kualitatif Analisis deskriptif kualitatif adalah proses mengatagorikan, mengartikan, dan menginterpretasikan/menafsirkan data dan informasi kualitatif. Proses ini berusaha mendeskripsikan, menggambarkan fenomena atau hubungan antar fenomena yang diteliti dengan sistematis, faktual dan akurat. Analisis deskriptif ini untuk menganalisis kondisi berdasarkan prinsip pemberdayaan zakat dan berkelanjutan dan partisipasi stakeholders dalam pengembangan pemberdayaan zakat. Analisis Strengths. Weaknesses. Oportunities. Threats (SWOT) Berdasarkan analisis matrik SWOT dapat dirumuskan berbagai kemungkinan alternatif strategi dalam pengembangan pemberdayaan zakat. Kombinasi komponenkomponen SWOT merupakan strategi-strategi yang mendukung pengembangan potensi pemberdayaan zakat produktif seperti : strategi Strengths Opportunities (SO),Strengths Threats (ST). Weaknesses Opportunities (WO) dan WeaknessesThreats (WT) disajikan dalam table 1. dibawah ini. Tabel 1. Matriks Analisis SWOT Eksternal Opportunity Treaths . Strength . SO ? ST ? Weakness . WO ? WT? Internal Sumber : Diadaptasi dari Rangkuti, 2005 Dari matriks diatas kita mencari faktor yang didapat dari data penelitian yang akan dijadikan sebagai bahan analisa perumusan strategi. Banyaknya faktor dan kecermatan dalam memilihnya akan menentukan semakin ampuhnya penyusunan strategi yang kita pakai. Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Dari matriks SWOT tersebut kita pilih item-item yang dapat kita jadikan sebagai Penciptaan strategi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut ini: Strategi SO: Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Strategi WO: Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan Strategi ST: Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman Strategi WT: Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Setelah strategi dirumuskan dilanjutkan dengan perumusan program yang merupakan suatu rencana aksi . ction pla. STRATEGI MANAJEMEN Secara umum pengertian strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai tujuan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sama halnya dengan strategi pemberdayaan zakat. Sebelumnya kita sudah menetapkan suatu tujuan yaitu bagaimana memberdayakan zakat. Maka dari itu kita harus mencari cara bagaimana supaya kita dapat menciptakan suatu cara yang dapat diimplementasikan dalam pemberdayaan zakat. Tentunya dalam penciptaan strategi ini harus sesuai dengan kemampuan yang kita miliki berdasarkan sumberdaya yang ada. Manajemen Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya sumber daya lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Handoko, 1. Jadi memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan merupakan merupakan tugas utama manajemen. Perumusan Strategi Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Perumusan strategi seringkali ditujukan sebagai perencanaan strategis jangka Analisis situasi adalah awal proses perumusan strategi. Situasi dan kondisi harus di analisis agar terdapat sinkronisasi antara kemampuan yang digunakan sebagai modal agar tercapai tujuan yang maksimal. Selain itu, analisis situasi juga mengharuskan para pimpinan atau instansi yang terkait dengan perencanaan strategis untuk dapat menemukan dan mengukur kesesuaian strategis antara peluang-peluang eksternal dan kekuatan-kekuatan internal, disamping memperhatikan ancaman-ancaman eksternal dan kelemahan-kelemahan internal. Hal ini dapat terkonsep dengan cara memilah-milah itemitem yang dimiliki agar dapat diformulasikan ke dalam langkah-langkah perencanaan strategis, sehingga akan mengeluarkan out sebagai rumusan yang dapat dilaksanakan sebagai acuan langkah dalam menjalankan suatu tujuan. Untuk mencapai kesuksesan organisasi haruslah memiliki strategic framework. Framework adalah kerangka yang akan membantu mengorganisir dan mengembangkan spesifikasi tujuan menjadi lebih mudah dan terarah. Framework tidak menunjukkan bagaimana melakukan perencanaan strategis tapi memandu hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan perencanaan strategis. Strategic Framework biasa terdiri dari: Visi. Misi. Value. Strategi dan Tujuan dan Rencana Kerja. Penyusunan Program Untuk menghasilkan program realistis maka tahapan berikut setelah analisis SWOT adalah memakai metode SMART yaitu metode yang diperkenalkan oleh ahli manajemen Peter Drucker . Menurut Drucker dalam penyusunan program dalam merancang suatu strategi harus memenuhi unsur-unsur sbb: S : Specific . Buatlah tujuan program secara detail dan fokus. M: Measurable . Pastikan bahwa tujuan program bisa diukur atau diprediksi, berapa lama dapat dicapai. Misalnya, kita merencanakan akan mengentaskan kemiskinan pada sebuah desa melalui pemberdayaan zakat. Pertanyaannya, pendekatan seperti apa yang akan kita lakukan, lalu berapa besar sumberdaya . ana & Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. yang diperlukan agar dalam tempo waktu tertentu pengentaskan kemiskinan dapat tercapai. A: Achievable . isa dicapa. Rencanakan program kegiatan yang kita yakin bisa dilaksanakan dan dicapai. R: Realistik. Bikin kegiatan yang mengacu pada potensi dan kondisi objektif maupun subjektif yang kita miliki. Artinya jangan memaksakan diri untuk sesuatu diluar kemampuan kita dan harus mengedepankan tanggung jawab dan tugas. T: Timebound . atasan wakt. Buatlah deadline waktu untuk setiap tujuan dan program kegiatan. Jangan biarkan kita bekerja tanpa batasan waktu, bisa-bisa lupa waktu dan akhirnya sudah buang-buang waktu tapi hasil yang dicapai kurang Dengan ada batasan waktu maka kita bisa melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tujuan dan program yang sudah atau sedang kita laksanakan sebelum menyusun program baru pada tahun berikutnya. Jadi ada keberlanjutan. Penyusunan Rumusan Setelah kita menganalisa kemampuan kita dan telah membuat program, maka langkah selanjutnya adalah bagai mana kita merumuskan dari program-program tersebut. Langkah-langkah untuk pedoman penyusunan rumusan ini dapat memakai system 5W 1 H. Untuk lebih memahami pengertian dari 5W 1H dapat dijelaskan sebagai What: Apa isu/masalah yang terjadi? Who: Siapa pihak-pihak yang terlibat atau bertanggung jawab dalam isu/masalah When: Kapan isu/masalah tersebut terjadi? Where: Di mana isu/masalah tersebut terjadi? Why: Mengapa isu/masalah tersebut terjadi? How: Bagaimana isu/masalah tersebut terjadi? Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Begitu juga selanjutnya kalau ada rencana perbaikan, disusun berdasarkan penyebab yang dominan yang telah ditentukan sebelumnya. Rencana perbaikan juga disusun dengan menggunakan tabel 5W 1H tersebut: WHY : Mengapa faktor penyebab ini harus diperbaiki WHAT : Apa program perbaikannya agar penyebab tertanggulangi WHERE : Dimana penangulangan akan dilaksanakan WHO : Siapa yang akan melakukan dan siapa penanggungjawabnya WHEN : Kapan penanggulangan tersebut dilaksanakan HOW : Bagaimana caranya Untuk lebih cepat tercapai langkah strategi ini maka perlu dibuat skala prioritas, mana dari sekian banyak isu dan usul diatas yang bisa segera direspons, mana yang bisa ditunda untuk periode program berikut dan isu apa yang bisa kita laksanakan. Skala prioritas trebuat dapat dilihat pedomannya sebagai berikut ini: PRIORITAS 1: Dapat dilakukan karena tinggal mengembangkan bukan tahap permulaan . arena sebelumnya sudah ada/berjala. serta didukung oleh . ana & manusi. dan isu/usul tersebut menjadi kebutuhan PRIORITAS 2 : isu atau kegiatan yang dibutuhkan kebanyakan pihak tapi sumberdaya yang ada terbatas sehingga perlu mencari dukungan sumberdaya dari luar supaya kegiatan yang dibutuhkan itu bisa dilaksanakan. PRIORITAS 3 : isu/kegiatannya benar-benar dibutuhkan para pihak tapi dapat dilakukan oleh masing-masing pihak sehingga bisa ditunda untuk dilaksanakan secara masal dan belum sampai mengancam terlaksana tujuan organisasi maupun kenyamanan organisasi. Isu-isu pemberdayaan zakat meliputi: Arah pemberdayaan zakat, khususnya di bidang ekonomi, pangan. Perubahan regulasi penyelenggaraan pemberdayaan zakat. Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Belum terbangunnya sinergi kerjasama antar BAZ dan dengan jejaring mitra strategisnya baik instansi pemerintah maupun swasta, sehingga penyelesaian masalah pengelolaan zakat tidak efisien, tumpang tindih, parsial, dan berjalan lamban. Optimalisasi peran kemenag. BAZ. LSM, ormas pengurus masjid & musalla dalam penyelenggaraan pendistribusian zakat harus bermutu dan kompeten serta bermanfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat miskin. Efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendistribusian zakat mengacu pada syariah dengan pemanfaatan dana zakat dan sistem pengelolaannya yang transparan dan akuntabel. Pengerahan atau mobilisasi . sumberdaya yang masih belum optimal yang memerlukan upaya untuk mendayagunakan seluas-luasnya dalam atau untuk berbagai kegiatan. Kesejahteraan yang masih kurang memadai, sementara external driven yang mengarah kapada opportunity cost sangat terbuka lebar, sehingga berakibat pada berkurangnya sumberdaya yang berkualitas. Strategi Pemberdayaan Zakat Kehadiran Badan Amil Zakat. Infaq, dan Shadaqah adalah untuk menjawab berbagai tantangan aktual yang dihadapi umat Islam dengan memanfaatkan kekuatan yang ada pada umat Islam itu sendiri. Terutama lembaga pengelola zakat harus berubah dari pengelolahan zakat secara tradisional ke cara lebih professional dengan perumusan strategi-strategi. Salah satu strategi yang perlu diciptakan adalah menciptakan persepsi orang . erutama muzaqi dan mustahi. tentang zakat dan pengelolahannya. Mustahik yang diberikan zakat harus mempunyai tanggung jawab dan bukan hanya merupakan pemberian semata sebagai balas kasihan atau simpati, tetapi lebih dari itu adalah agar mereka dapat menggunakan zakat tersebut untuk mengembangkan dirinya lebih mandiri yang akhirnya terlepas dari rantai kemiskinan. Secara umum kita dapat membangun strategi yang digunakan dalam pemberdayaan zakat diantaranya: Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Peningkatan perekonomian secara langsung dengan memberikan modal usaha. Strategi ini digunakan untuk para mustahiq yang produktif secara kemampuan berusaha seperti dagang, jasa . ukang sepatu, penerima upah bajak sawah, dl. yang membutuhkan modal. Peningkatan perekonomian secara pemberian skill dan ketrampilan melalui workshop atau training kepada mustahik yang masih produktif. Peningkatan perekonomian melaluai pemberian modal usaha untuk mustahiq yang ingin meningkatkan kemandirian dalam perekonomian. Peningkatan perekonomian melalui membuka lapangan kerja bagi mustahik yang tidak mempunyai kemampuan mengurus wirausaha sendiri. Berdasarkan penciptaan strategi diatas diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ummat, dan senantiasa meningkatkan usaha para mustahiq dalam menggunakan dana zakat itu agar tepat guna dan berdaya guna. Penutup Salah satu persoalan keummatan yang menjadi tantangan bagi tugas lembaga dakwah Islam adalah masalah kemiskinan terutama sekali di Indonesia. Dengan jalan memberdayakan lembaga zakat yang dikelola secara profesional akan dapat mengatasi semua hal yang menyebabkan kemiskinan. Yang menjadi perhatian bagi lembaga pengelola zakat tersebut adalah bagaimana zakat tersebut dapat diberdaya-gunakan untuk menanggulangi dan mengatasi kemiskinan umat Islam pada khususnya dan warga Indonesia pada umumnya. Pengelolaan ini penting agar zakat tidak hanya sekedar menjadi seremoni penghimpunan dana tanpa sasaran penyaluran yang jelas. Strategi yang diambil saat ini bagi organisasi atau lembaga merupakan titik tumpu bagi pergerakan organisasi selanjutnya. Lewat analisis SWOT akan memahami apa dan bagaimana organisasi, serta bagaimana cara menggerakannya. SWOT sangatlah efesien dan dapat digunakan untuk bentuk organisasi apa saja. Yang dibutuhkan hanyalah keterbukaan terhadap berbagai informasi untuk didiagnosis. Dengan memahami analisis Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. SWOT, organisasi akan menjadi terbuka serta merta menciptakan budaya kerja yang efektif bagi keseluruan aktivitas organisasi. Organisasi yang sukses adalah organisasi yang mengenal dirinya dan mengetahui kemana ia akan melangkah. Daftar Pusataka Abdullah Bin Muhammad Bin AoAbdurrahman Bin Ishaq Alu Syaikh. Tafsir Ibnu Katsir. Bogor: Pustaka Imam SyafiAoi. Anthony. Robert N dan Vijay Govindarajan. Management Control System. Chicago: Irwin Mc Graw-Hill. Arnoldo C. Hax, dan Nicholas S. Manjluk. The Strategy Process and Concept: a pragmatic approach. New Jersey: Prentice Hall. Azizy. Qodri. Membangun Fondasi Ekonomi Umat (Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Isla. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Daud Ali. Mohammad. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf. Jakarta: UI Press. Ginting. Paham dan Syafrizal H. Situmorang. Filsafat dan Metode Riset. Medan: USU Press. Hafidhhuddin. Didin, 2002. Zakat Dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani. Hani Handoko. Manajemen. Yogyakarta. BPFE. Henry Mintzberg. James Brian Quinn, dan John Voyer. The Strategy Process. New York: Prentice-Hall. Inc. Hidayat. Lc. & Hikmat Kurnia. Panduan Pintar Zakat. Jakarta: Qultum Media. Igor Ansoff. Implanting Strategic Management. New Jersey: Prentice Hall. Mintzberg. Henry. James Brian Quinn, and John Voyer. The Strategy Formulation. Implementation, and Control. Chicago: Irwin. Muhammad dan Ridwan MasAoud. Zakat dan Kemiskinan Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat. Yogyakarta: UII Press. Pearce. John A and Richard B Robinson. Jr. Strategic Management Process. New Jersey: Prentice Hall. Qadir. Abduracchman. Zakat Dalam Dimensi Mahdah dan Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Ridwan. Muhammad. Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil(BMT). Yogyakarta: UII Press. Saefuddin. Ahmad M. Ekonomi dan Masyarakat dalam Perspektif Islam. Jakarta: CV Rajawali. Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382 (Perumusan Manajemen Strategi. Siti Aminah Chaniag. Sondang. Siagian P. Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. Wheelen. Thomas L. dan J David Hunger. Strategic Management and Business Policy. New Jersey: Prentice Hall. Yayasan Penyelenggara Penerjemah Al-QurAoan. Terjemah Tafsir Perkata. Bandung: CV Insan Kamil. Jurnal Hukum Islam (JHI) Volume 12. Nomor 1. Juni 2014 http://e-journal. stain-pekalongan. id/index. php/jhi (ISSN . : 1829-7382