Pengembangan Modul Flipbook Digital Informasi Perencanaan Karier Siswa SMPN 39 Surabaya PENGEMBANGAN MODUL FLIPBOOK DIGITAL INFORMASI PERENCANAAN KARIER SISWA SMPN 39 SURABAYA Nahlah Aminah Ummi RobiAoah Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya 22132@mhs. Muhammad Farid Ilhamuddin Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya muhammadilhamuddin@unesa. Abstrak Hasil observasi dan wawancara kepada guru bimbingan dan konseling di SMPN 39 Surabaya menunjukkan adanya keterbatasan waktu dan media dalam pelaksanaan bimbingan karier khususnya pada perencanaan karier. Guru bimbingan dan konseling tidak memiliki jam masuk kelas sehingga adanya keterbatasan waktu dalam bimbingan karier. Adapun bimbingan karier hanya diberikan kepada kelas IX saat mendekati kenaikan kelas dengan media hanya berupa PPT. Oleh karena itu diperlukan adanya inovasi dalam media bimbingan karier berbasis digital yang lebih efektif dan mudah diakses kapan saja dan dimana saja oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya yang memenuhi kriteria akseptabilitas berdasarkan aspek kelayakan, kegunaan, ketepatan dan kepatutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model Borg & Gall. Instrumen pengumpulan data terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil angket pada saat uji validasi. Sedangkan untuk mendeskripsikan hasil data dan analisis yang berupa catatan, komentar, masukan, dan kritik dari validator dilakukan secara kualitatif. Hasil validasi ahli materi memperoleh 86% (Sangat Bai. , ahli media 94% (Sangat Bai. dan uji coba produk oleh guru bimbingan dan konseling memperoleh 100% (Sangat Bai. Maka total seluruh penilaian uji validasi memperoleh hasil 95% yang dapat disimpulkan bahwa modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya telah memenuhi kriteria akseptabilitas dengan kategori sangat baik dan dapat digunakan guru BK dalam memberikan layanan bimbingan karier. Kata Kunci: Pengembangan. Perencanaan Karier. Modul Digital Abstract The results of observations and interviews with guidance and counseling teachers at SMPN 39 Surabaya indicate that there are limitations in time and media in implementing career guidance, especially in career Guidance and counseling teachers do not have class hours so there are limitations in time for career guidance. Career guidance is only provided to grade IX when approaching class promotion with only PPT media. Therefore, innovation is needed in digital-based career guidance media that is more effective and easily accessible anytime and anywhere by students. This study aims to develop a digital flipbook module for career planning information for students at SMPN 39 Surabaya that meets the acceptability criteria based on aspects of feasibility, usability, accuracy and appropriateness. The research method used is the Borg & Gall model development research. The data collection instrument consists of quantitative and qualitative data. Quantitative data were obtained from the results of the questionnaire during the validation test. Meanwhile, to describe the results of the data and analysis in the form of notes, comments, input, and criticism from the validator, a qualitative method was used. The validation results from material experts obtained 86% (Very Goo. , media experts 94% (Very Goo. and product trials by guidance and counseling teachers obtained 100% (Very Goo. Therefore, the total assessment of all validation tests obtained a result of 95% which can be concluded that the digital flipbook module for career planning information for students at SMPN 39 Surabaya has met the acceptability criteria with a very good category and can be used by guidance and counseling teachers in providing career guidance services. Keywords: Development. Career Planning. Digital Modules. Pengembangan Modul Flipbook Digital Informasi Perencanaan Karier Siswa SMPN 39 Surabaya oleh Kurniawan et al . , di antaranya: . Mencari tahu informasi terkait karier . Mendiskusikan karier dengan orang dewasa . Mengambil pendidikan tambahan . Aktif dalam kegiatan . Memahami syarat pendidikan untuk karier yang diinginkan. Mampu merencanakan langkah setelah menyelesaikan sekolah. Mengetahui cara dan peluang untuk memasuki karier yang PENDAHULUAN Perencanaan karier adalah aspek yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu, terutama bagi siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada tahap ini, mereka berada dalam fase awal perkembangan remaja yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial, serta munculnya minat terhadap bidang tertentu. Di tengah tuntutan dunia pendidikan saat ini, para peserta didik dituntut untuk mulai merencanakan masa depan mereka, termasuk dalam memilih jalur pendidikan selanjutnya dan bidang pekerjaan yang Berdasarkan teori perkembangan karier, masa remaja berada dalam tahap eksplorasi. Pada fase ini, remaja berusaha untuk menentukan pilihan karier yang akan diambil serta merencanakan langkah-langkah akademis yang diperlukan untuk mencapainya. (Tressler dalam Ghassani et al. , 2. Menurut Permadi . , perencanaan karier merupakan salah satu aspek penting dari tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak remaja, saat memasuki fase kritis perkembangan mereka, masih kesulitan dalam merencanakan karier dan menghadapi berbagai masalah terkait karier. (Afriana et , 2. Adapun perencanaan karier adalah suatu kegiatan yang mendorong individu untuk bertanggung jawab dalam mengembangkan karirnya (Kasan & Ibrahim,2. Menurut Supriatna dan Budiman . , perencanaan karier merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa untuk membantu mereka mengambil keputusan terkait karier di masa depan. Aktivitas perencanaan karier ini sangat krusial bagi siswa, terutama dalam membentuk sikap mereka dalam menghadapi perjalanan karier yang akan datang (Kasan & Ibrahim,2. Berbagai aspek yang memengaruhi perencanaan karier meliputi keyakinan terhadap kemampuan diri, prestasi akademis, kesehatan fisik dan mental, pengaruh dari lingkungan sosial, serta informasi tentang karier yang diperoleh dari para guru (Komara & Hidayati, dalam Nove et al. ,2. Dalam aspek perencanaan karier terdapat berbagai indikator yang diungkapkan oleh suherman terdapat berbagai indikator diantaranya. Dalam aspek perencanaan karier, terdapat berbagai indikator yang diungkapkan oleh Suherman dalam jurnal yang ditulis . Mengelola waktu luang dengan efisien . Berdasarkan pandangan Bandura, seorang ahli dalam aliran behavioral, perilaku individu dipahami sebagai hasil dari interaksi timbal balik antara faktor pribadi . ermasuk aspek kognitif dan faktor individ. , perilaku itu sendiri, dan lingkungan, yang disebut sebagai triadic reciprocality. Dalam konteks ini, dapat dikatakan bahwa perencanaan dan pengambilan keputusan karier dipengaruhi oleh unsur internal, yaitu karakter individu, serta eksternal, yaitu lingkungan sekitar. Unsur internal tersebut meliputi bakat, minat, potensi, dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan diri individu yang memberikan kontribusi penting dalam menentukan arah perencanaan atau keputusan karier (Sari et al. , 2. Masalah karier yang dihadapi oleh remaja umumnya berhubungan dengan keputusan mengenai jenis pendidikan yang akan diambil, yang kemudian berdampak pada pilihan pekerjaan di masa depan, perencanaan jalur karier ke depan, serta pemecahan masalah dalam menyusun karier di masa yang akan Selain itu, juga mencakup pencarian informasi mengenai kelompok kerja yang ada beserta kriteria yang Isu ini sangat krusial untuk diperhatikan mengingat banyaknya kebingungan yang dialami remaja ketika harus menentukan arah karier mereka di masa mendatang (Wibowo & Tadjri, 2. Terkait hal tersebut, menurut penelitian (Islamadina dan Winingsih, 2. , terdapat fenomena yang sering terjadi di Indonesia pada siswa SMP, di mana mereka belum mampu mengenali bakat dan minat mereka, serta belum mempunyai rencana jelas tentang masa depan mereka. Akhirnya, siswa cenderung menentukan pilihan studi lanjutan berdasarkan arahan orang tua atau pengaruh dari lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMPN 39 Surabaya, menunjukkan bahwa SMPN 39 Surabaya memanfaatkan teknologi digital dalam hal pelaksanaan ujian sekolah, baik sumatif tengah semester (STS) maupun sumatif akhir semester (SAS) berupa Pengembangan Modul Flipbook Digital Informasi Perencanaan Karier Siswa SMPN 39 Surabaya Goggle formulir melalui perangkat smartphone. Adapun berdasarkan wawancara pendahuluan dengan guru bimbingan dan konseling, diketahui bahwa informasi karier di SMPN 39 Surabaya hanya diberikan pada siswa kelas IX, melalui bimbingan karier baik secara kelompok maupun klasikal dengan media dalam bentuk PPT. Sedangkan untuk kelas VII dan Vi tidak ada informasi karier yang diberikan melalui bimbingan Guru bimbingan dan konseling di SMPN 39 Surabaya tidak memiliki jam masuk kelas sehingga adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan bimbingan Sehingga diperlukan adanya inovasi dalam media bimbingan karier berbasis digital yang lebih efektif dan mudah diakses kapan saja dan dimana saja oleh siswa. Salah satu media yang dinilai cocok dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada di SMPN 39 Surabaya saat ini adalah modul digital. Modul digital merupakan bahan ajar digital yang berisi informasi serta materi yang dapat diakses melalui smartphone atau Keunggulan utama dari media ini adalah bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Selain itu, modul digital juga memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri di luar waktu bimbingan tanpa harus menunggu pertemuan tatap muka dengan guru Bimbingan dan Konseling. Menurut Prastowo . , salah satu jenis media belajar yang memanfaatkan teknologi adalah modul Modul ini bisa dilihat sebagai salah satu hasil dari bahan ajar yang dapat diakses oleh siswa kapan saja dan di mana saja. Proses pembuatan modul digital memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan bahan ajar yang efisien. Seperti yang kita ketahui, modul dikembangkan dengan bahasa yang simpel dan terstruktur dengan baik, disesuaikan dengan usia serta pengetahuan siswa. Ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar secara mandiri, sedangkan guru berfungsi sebagai pendukung dalam proses pendidikan (Sholikha et al. , 2. Modul merupakan jenis media pembelajaran mandiri yang disusun secara digital dengan tujuan untuk membantu mencapai kompetensi belajar yang diinginkan. Selain itu, modul digital ini juga bertujuan agar siswa lebih berinteraksi melalui penggunaan aplikasi tersebut (Lastri, 2. Modul digital merupakan sumber ajar yang dirancang dalam format elektronik atau digital. Penggunaan aplikasi ini dapat memperbesar interaksi siswa dengan media saat belajar (Marwanti et al. , 2. Karakteristik modul mencakup . Pembelajaran mandiri . isa dipelajari secara individ. , . Terpadu . eluruh informasi yang dibutuhkan ada dalam modu. , . Independen, . Fleksibel, dan . Ramah pengguna . ser-friendl. (Depdiknas, 2. Berdiri sendiri diartikan bahwa secara fundamental modul tidak membutuhkan bahan ajar tambahan karena sudah dilengkapi dengan komponen isi atau materi, pelengkap, dan evaluasi yang berisi soal-soal. Adaptif memberikan arti bahwa modul perlu menyesuaikan dengan perubahanperubahan yang muncul akibat perkembangan ilmu pengetahuan maupun kurikulum. Bersahabat atau ramah pengguna menjelaskan bahwa modul dirancang untuk sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga mereka merasa nyaman dan cenderung menyukainya (Shohibi et , 2. Keuntungan dari modul digital terletak pada kemampuannya untuk mendukung komunikasi dua arah yang berguna untuk pendidikan atau pelatihan jarak jauh, serta memiliki interaktivitas yang lebih baik dan struktur yang lebih teratur. Dengan modul digital. Guru didorong untuk lebih berinovasi dan kreatif dalam menciptakan media pembelajaran. Penerapan modul digital dalam proses belajar mengajar adalah pilihan yang diusulkan untuk mendukung kelestarian alam dan lingkungan, karena modul digital memiliki efek baik dalam mengurangi pemakaian kertas. (Lastri, 2. Menurut Anwar . , terdapat sejumlah ciri penting dalam modul pembelajaran, yaitu: Pembelajaran mandiri: Siswa diharapkan dapat belajar sendiri tanpa tergantung pada orang lain. Lengkap: Semua bahan yang diperlukan untuk memahami satu unit kompetensi harus ada dalam sebuah modul yang utuh. Mandiri: Modul yang dikembangkan sebaiknya tidak bergantung pada media lain dan dapat digunakan secara terpisah. Fleksibel: Modul harus memiliki kemampuan untuk pengetahuan dan teknologi. Mudah digunakan: Modul perlu dirancang supaya mudah dimengerti dan nyaman untuk penggunanya. Konsistensi: Menjaga penggunaan huruf, jarak, dan tata letak sangatlah Dengan karakteristik-karakteristik ini, modul pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa (Menrisal et al. , 2. Melihat permasalahan dan kebutuhan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul flipbook digital yang berfungsi sebagai sumber informasi perencanaan karier bagi siswa di SMPN 39 Surabaya. Modul ini dikembangkan dalam bentuk flipbook digital karena adanya keterbatasan jam layanan bimbingan karier di SMPN 39 Surabaya, sehingga modul dengan bentuk flipbook digital ini menjadi inovasi yang dapat mendukung layanan bimbingan karier yang lebih optimal di tengah keterbatasan yang ada di SMPN 39 Surabaya. Modul flipbook digital ini diharapkan dapat menjadi media yang mendukung layanan bimbingan karier yang Pengembangan Modul Flipbook Digital Informasi Perencanaan Karier Siswa SMPN 39 Surabaya efektif, fleksibel, dan mudah diakses oleh seluruh siswa. Dengan adanya pengembangan media ini, diharapkan siswa akan lebih memahami berbagai pilihan karier yang ada, mengenali minat yang mereka miliki, serta mampu menyusun rencana masa depan yang lebih terarah sejak masih di bangku SMP. Selain itu, pengembangan modul digital ini diharapkan juga dapat membantu para guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan layanan karier yang lebih optimal, terutama di tengah keterbatasan waktu tatap muka di sekolah. Hasil analisis data kualitatif menjadi bentuk landasan perbaikan pengembangan produk. Tabel 1. Kriteria Kelayakan Produk Presentase Pernyataan 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65% 0 % - 55 % HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 39 Surabaya. Hasil dari penelitian dilakukan sesuai dengan metode dan model penelitian pengembangan untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: Apakah pengembangan modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya memenuhi kriteria akseptabilitas kelayakan, kegunaan, ketepatan dan kepatutan. Berikut merupakan hasil dari penelitian dan pembahasan. Studi pendahuluan. Pada tahap ini, dimulai dengan mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara terhadap guru bimbingan konseling di SMPN 39 Surabaya, khususnya pada bidang layananan bimbingan karier. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada saat Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), ditemukan bahwa di SMPN 39 Surabaya sudah memanfaatkan teknologi digital dalam hal pelaksanaan ujian sekolah, namun pada layanan bimbingan konseling, informasi karier yang diberikan hanya pada kelas IX saat mendekati kenaikan kelas dengan media hanya berupa PPT. Dimana guru bimbingan dan konseling juga tidak memiliki jam masuk kelas sehingga adanya keterbatasan waktu dan media dalam informasi perencanaan karier. Hasil studi pendahuluan tersebut menunjukkan bahwa di SMPN 39 Surabaya membutuhkan adanya inovasi dalam media bimbingan karier yang mudah diakses siswa dimana saja dan kapan saja. Tidak hanya bisa digunakan untuk kelas IX saja, namun juga bisa menjadi sumber informasi perencanaan karier oleh siswa kelas VII atau Vi. Modul ini juga bisa membantu guru bimbingan konseling dalam bimbingan karier karena adanya keterbatasan tidak ada jam masuk kelas. Perencanaan, pada tahap ini mulai dilakukan penyusunan materi maupun mempersiapkan komponen yang diperlukan seperti ilustrasi yang nantinya akan digunakan di dalam modul flipbook digital yang akan Pengembangan produk awal, pada tahap ini mulai direalisasikan perencanaan atau rancangan yang telah dibuat menggunakan canva yang kemudian dirubah METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Menurut sugiyono . , penelitian pengembangan adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk menciptakan produk tertentu dan mengukur seberapa efektif produk tersebut (Fajarwati & Irianto, 2. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall yang disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov . studi pendahuluan, . perencanaan, . pengembangan produk awal, . uji coba pendahuluan, . revisi produk utama (Adelia & Purwoko. Adapun pada desain uji validasi, penilaian didasarkan pada empat aspek akseptabilitas yang dikemukakan oleh Committee . dikutip dalam (Arirahmanto, 2. yaitu, aspek kelayakan, kegunaan, ketepatan dan kepatutan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket tertutup. Lembar angket digunakan sebagai panduan validator dalam menilai kelayakan produk modul digital yang dikembangkan. Instrumen dibuat dari melihat aspek-aspek penilaian yaitu, kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu: Teknik analisis data kuantitatif dan Teknik analisis data kualitatif. Teknik analisis data kuantitatif yang dilakukan menggunakan perhitungan persentase dengan rumus berikut: Sangat baik, tidak perlu revisi Baik, tidak perlu revisi Kurang baik, perlu direvisi Tidak baik, perlu direvisi x 100 % Hasil penilaian kemudian dibandingkan dengan kriteria kelayakan produk dari ketentuan mustaji . yang dikutip (Arirahmanto, 2. untuk mengetahui apakah modul digital yang dikembangkan sudah layak atau masih membutuhkan revisi. Sedangkan untuk Teknik analisis data kualitatif ini diperoleh dari saran atau masukan, baik dari ahli materi, ahli media dan guru bimbingan dan konseling. Pengembangan Modul Flipbook Digital Informasi Perencanaan Karier Siswa SMPN 39 Surabaya formatnya dalam bentuk flipbook melalui aplikasi heyzine flipbooks serta menggunakan ilustrasi yang sesuai dengan tema. Pada tahap ini produk yang dikembangkan belum diketahui tingkat akseptabilitas Uji coba pendahulaun. Pada tahap ini produk yang dikembangakan diajukan kepada uji ahli materi, ahli dan ahli guru bimbingan dan konseling. Tahap ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akseptabilitas modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMP berdasarkan penilaian dan saran oleh para ahli. Instrumen penilaian berbentuk kuesioner berupa pernyataan dan skala penilaian 1-4. Kriteria validator dari ahli materi dan ahli media, antara lain: Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S2 Berpengalaman di bidang bimbingan dan konseling khususnya pada bidang perencanaan dan pengembangan suatu media pembelajaran atau teknologi pendidikan dan pengajaran. Adapun kriteria validator dari ahli guru bimbingan dan konseling, antara lain: Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1 Berpengalaman di bidang bimbingan dan konseling khususnya khususnya di SMPN 39 Surabaya Hasil yang diperoleh terhadap materi modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya dari aspek kelayakan yakni 80% AuBaikAy, kegunaan yakni 90% AuSangat BaikAy, ketepatan yakni 90%. AuSangat BaikAy, kepatutan yakni 100% AuSangat BaikAy dengan total keseluruhan nilai yaitu 86% AuSangat BaikAy. Adapun hasil yang diperoleh terhadap media modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya dari aspek kelayakan yakni 100% AuSangat BaikAy, kegunaan yakni 87% AuSangat BaikAy, ketepatan yakni 94%. AuSangat BaikAy, kepatutan yakni 93% AuSangat BaikAy dengan total keseluruhan nilai yaitu 94% AuSangat BaikAy. Berdasarkan hasil uji ahli guru bimbingan dan konseling diperoleh penilaian dari aspek kelayakan yakni 100% AuSangat BaikAy, kegunaan yakni 100% AuSangat BaikAy, ketepatan yakni 100%. AuSangat BaikAy, kepatutan yakni 100% AuSangat BaikAy dengan total keseluruhan nilai sebesar 100% dengan kategori AuSangat BaikAy. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya memenuhi kriteria akseptabilitas dan dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai media bimbingan karier di SMPN 39 Surabaya. Revisi produk utama, setelah melakukan uji coba pendahuluan modul flipbook digital direvisi berdasarkan hasil saran atau komentar dari para ahli. Adapaun saran atau komentar dari para ahli antara lain: Menambahkan flowchart dalam modul flipbook digital, menambahkan nama pembimbing skripsi pada profil penulis. Memperbaiki bagian tabel pada halaman pendidikan lanjutan, latar berwarna putih diganti menjadi berwarna serta memperbaiki sub materi eksplorasi karier menjadi dua bagian. Adapun alur modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa dimulai dari halaman awal . dilanjutkan dengan kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan modul, serta rencana pelaksanaan Pada bagian materi dibagi menjadi 3 bab yakni, perencanaan karier, mengenali potensi diri dan rencana karier, disertai dengan kesimpulan dan tugas mandiri pada setiap bab. Modul flipbook digital ini dapat di diterapkan dengan bimbingan klasikal sesuai dengan rencana pelaksanaan layanan yang tertera dalam modul flipbook digital. Adapun modul flipbook digital ini, juga dapat digunakan secara mandiri oleh peserta didik dan bebas untuk mengakses guna mempelajari dan lebih memahami tentang perencanaan karier. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan atau research and development (R&D) dengan menggunakan model Borg & Gall . tudi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba pendahuluan, revisi produk utam. dalam mengembangkan produk berupa AuModul Flipbook Digital Informasi Perencanaan Karier Siswa SMPN 39 SurabayaAy telah memenuhi kriteria akseptabilitas produk yang terdiri dari aspek kelayakan, kegunaan, ketepatan dan kepatutan dengan perolehan nilai ahli materi sebesar 86%, ahli media sebesar 94%, serta ahli guru bimbingan dan konseling sebesar 100% sehingga dapat disimpulkan modul flipbook digital ini dapat membantu siswa dalam perencanaan kariernya. Saran Berdasarkan hasil penelitian pengembangan modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya, peneliti merumuskan beberapa saran sebagai berikut: Bagi Konselor/Guru BK Diharapkan bagi guru Bimbingan dan Konseling dapat menggunakan modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya untuk layanan bimbingan konseling, baik secara klasikal, kelompok, maupun individu. Bagi Pihak Sekolah Diharapkan sekolah dapat menggunakan modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya untuk kegiatan layanan bimbingan dan konseling selama di sekolah maupun di luar sekolah. Bagi Peneliti Selanjutnya Pengembangan Modul Flipbook Digital Informasi Perencanaan Karier Siswa SMPN 39 Surabaya Dasar, 7. , 83-89. Perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut terkait pengembangan modul flipbook digital informasi perencanaan karier siswa SMPN 39 Surabaya, dari segi materi ataupun desain yang telah dikembangkan dalam modul flipbook digital akan terus berkembang dan dibutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan materi dan tampilan media. Kurniawan. Dewinda. , & Irdam. Pembekalan Perencanaan Karir Bagi Calon Wisudawan Di Bidang Psikologi Industri Dan Organisasi. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , 12261232. Lastri. Pengembangan dan pemanfaatan bahan ajar e-modul dalam proses pembelajaran. Jurnal Citra Pendidikan, 3. , 1139-1146. DAFTAR PUSTAKA