Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 9. Nomor 2. Desembe This is an open access article under the CCBYSA Naskah masuk 23-Juli-2025 Direvisi Diterima Diterbitkan 31-Agustus-2025 19-November-2025 31-Desember-2025 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Pendekatan Tarhb dalam Dakwah Buya Yahya: Analisis Teori Behaviorisme Mila Rahmawati Institut Agama Islam Negeri Bone 12@gmail. Saskiah Rismayani Institut Agama Islam Negeri Bone saskiarismayanifh@gmail. Qudratullah Institut Agama Islam Negeri Bone qudratullah@iain-bone. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur ancaman . dalam ceramah Buya Yahya dengan judul AuNgeri! Ancaman & Hukuman Meninggalkan Sholat Menurut Jumhur UlamaAy sebagai punishment stimulus pada kerangka behaviorisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Data diperoleh melalui konten dakwah Buya Yahya yang diakses melalui kanal Youtube resmi serta literatur pendukung lain yang berkaitan dengan konsep tahrib, teori behaviorisme, dan psikologi Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceramah Buya Yahya membentuk pola stimulus respons yang selaras dengan prinsip behaviorisme, di mana tarhb dan punishment berfungsi sebagai sarana edukatif dengan harapan untuk membentuk perilaku religius sesuai nilai-nilai Islam. Kata Kunci: : Buya Yahya. Tahrib. Behaviorisme. Stimulus Punishment. ABSTRACT: This study aims to analyze the structure of threats . in Buya Yahya's lecture entitled AuNgeri! Ancaman & Hukuman Meninggalkan Sholat Menurut Jumhur UlamaAy (Terrifying! Threats & Punishments for Abandoning Prayer According to the Majority of Scholar. as a punishment stimulus in the behaviorist framework. The method used in this study is qualitative with a literature review approach. Data was obtained through Buya Yahya's sermons accessed via his official YouTube channel and other supporting literature related to the concept of tahrib, behaviorism theory, and the psychology Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 of preaching. The results of the study show that Buya Yahya's sermons form a stimulusresponse pattern in line with the principles of behaviorism, where tarhb and punishment function as educational tools with the hope of shaping religious behavior in accordance with Islamic values Keywords: Buya Yahya. Tahrib. Behaviorism. Stimulus Punishment. PENDAHULUAN Fenomena yang tampak di tengah masyarakat Muslim dewasa ini adalah semakin maraknya apa yang kerap disebut sebagai Islam KTP. Istilah ini merujuk pada kelompok individu yang secara administratif beragama Islam, tetapi tidak menjalankan kewajiban pokok sebagai seorang Muslim, salah satunya adalah salat. Kondisi tersebut menggambarkan adanya kelalaian terhadap kewajiban agama dan lemahnya kontrol diri dalam kehidupan umat modern. Situasi ini menegaskan bahwa identitas keagamaan formal belum tentu sejalan dengan komitmen ibadah yang substansial. Dakwah diyakini sebagai sebuah upaya yang ditujukan untuk mengubah kondisi umat dari keadaan buruk menuju keadaan yang lebih baik, dari kekufuran menuju keimanan, dan dari kemelaratan menuju kesejahteraan (Abdullah 2. Peran dakwah tidak hanya sebatas menguatkan aspek spiritual, tetapi juga bertujuan memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi umat secara menyeluruh. Dalam perspektif yang lebih luas, dakwah dipahami sebagai usaha mewujudkan situasi yang mampu mendorong terjadinya perubahan pola pikir, perilaku, keyakinan, serta sikap masyarakat agar lebih selaras dengan nilai-nilai Islam (Alhidayatillah 2. Dengan demikian, dakwah menempati posisi yang strategis dalam perjalanan penyebaran dan pembangunan peradaban Islam, serta menentukan kemajuan atau kemunduran umat (Murodi 2. Dalam konsep pembimbingan umat, dakwah tidak berhenti pada penyampaian ilmu semata. Dakwah yang efektif tidak sekadar menghantarkan pesan lalu berakhir begitu saja, tetapi berupaya menanamkan perubahan dalam cara berpikir masyarakat. Perubahan pola pikir tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari(Jafar 2. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Karena itu, perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan tindakan merupakan fungsi utama dari dakwah yang berorientasi pada pembinaan umat. Pendekatan tarhib secara psikologis memiliki fungsi penting dalam mengontrol perilaku. Muslem . , menjelaskan bahwa rasa takut . berfungsi sebagai mekanisme untuk mengontrol perilaku. Seseorang menjadi lebih berhati-hati, lebih mempertimbangkan, dan lebih terdorong untuk meninggalkan kebiasaan buruk ketika diyakinkan akan konsekuensi buruk dari perilaku dosa. Mekanisme ini bekerja pada ranah afektif . elalui rasa takut atau kehati-hatia. dan kognitif . elalui pemahaman tentang konsekuensi dari tindakan tertent. , yang kemudian membantu menciptakan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai Pandangan di ats juga berkaitan dengan psikologi dakwah yang mempelajari kondisi kejiwaan daAoi dan madAou, sehingga pesan dakwah dapat disesuaikan dengan kebutuhan psikologis penerimanya. Dakwah dianggap efektif bila mampu menyentuh dimensi kognitif, afektif, dan konatif madAou, karena ketiganya saling berkaitan dalam proses internalisasi nilai (Muhadi 2. Pesan dakwah yang berpola tarhb menyampaikan pengetahuan tentang konsekuensi dan menimbulkan respons emosional berupa rasa takut kemudian, secara alami bekerja pada dua ranah awal tersebut, sehingga berpotensi memicu perubahan perilaku. Dalam konsep psikologi modern, mekanisme kerja tarhib memiliki kemiripan dengan teori behaviorisme. Behaviorisme berangkat dari pandangan bahwa perilaku manusia sepenuhnya dipengaruhi oleh stimulus lingkungan serta respons yang terlihat secara nyata (Isnaini et al. John B. Watson menegaskan bahwa perilaku manusia dapat dijelaskan melalui hubungan stimulusAerespons, sedangkan Skinner melalui konsep operant conditioning menekankan bahwa perilaku dibentuk oleh konsekuensi dari tindakan tersebut. Konsekuensi inilah yang dikenal sebagai reinforcement . dan punishment . (Hambali and Jaenuddin 2. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Dalam konteks dakwah, prinsip ini dapat diaplikasikan karena pesan dakwah sering kali mengandung stimulus moral yang bertujuan memunculkan respons perilaku religius. Tarhb secara teoritis dapat disejajarkan dengan punishment dalam behaviorisme, sebab keduanya berfungsi menekan perilaku negatif melalui penyampaian konsekuensi yang tidak menyenangkan (Kurniawan Dakwah dapat dianalisis sebagai proses pembentukan perilaku melalui stimulus verbal seperti nasihat, peringatan, penguatan sosial, dan pengulangan (Qudratullah 2. Beberapa penelitian mendukung Reinforcement dan punishment merupakan cara efektif untuk memodifikasi perilaku, meskipun punishment cenderung menimbulkan efek jangka pendek (Leeder 2. Prinsip operant conditioning dapat diterapkan dalam pendidikan melalui latihan berulang dan stimulus yang jelas (Kiki Melita Andriani. Maemonah, and Rz. Ricky Satria Wirananta 2. Dalam ranah dakwah, tarhb bekerja sebagai teknik persuasi yang menanamkan ketakutan akan akibat buruk dari perbuatan dosa (Sham. Mustapha, and Mokhtar 2. Tarhb digunakan untuk mendorong mad'u untuk menahan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah dengan menggunakan ancaman siksa atau peringatan keras (Anggraini 2. Ayat-ayat tarhb di AlQurAoan berfungsi sebagai pengingat moral yang mengontrol perilaku manusia melalui kesadaran akan balasan buruk (Igisani and Ade 2. Buya Yahya dikenal sebagai dai yang aktif melakukan kegiatan dakwah melalui media digital (Dia and Wahyuni 2. Dakwah digital merupakan metode penyampaian pesan keagamaan dengan memanfaatkan platform digital, seperti media sosial, blog, podcast, hingga layanan video streaming (Ibnu Kasir dan and Syahrol Awali 2. Buya Yahya menggunakan gaya komunikasi yang tegas tetapi empatik serta menerapkan pendekatan hikmah yakni menyampaikan pesan dengan proporsional tanpa kehilangan ketegasan moral(Maulia 2. Buya Yahya menekankan keseimbangan antara ketegasan hukum dan kelembutan komunikasi, menjadikannya figur yang efektif dalam menginternalisasi nilai Islam melalui media digital(Maresta and Farisi 2. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Penelitian ini berfokus pada analisis struktur ancaman . dalam ceramah Buya Yahya berjudul AuNgeri! Ancaman dan Hukuman Meninggalkan Salat Menurut Jumhur UlamaAy sebagai bentuk punishment stimulus dalam kerangka teori behaviorisme. Fokus utama penelitian bukanlah untuk mengamati perubahan perilaku madAou secara empiris, melainkan untuk memahami bagaimana pesan dakwah yang bersifat ancaman dibentuk, disusun, dan berfungsi sebagai stimulus verbal yang berpotensi menimbulkan respons psikologis, emosional, dan Pendekatan ini memungkinkan peneliti menelaah ceramah sebagai media komunikasi religius yang menyampaikan stimulus dalam bentuk punishment dengan tujuan edukatif dan pembinaan moral umat. Pesan-pesan yang disampaikan Buya Yahya, seperti ancaman hukuman dunia, status fasik atau murtad, serta konsekuensi akhirat bagi orang yang meninggalkan salat, dianalisis dalam konteks teori operant conditioning Skinner yang menjelaskan bagaimana konsekuensi dapat menekan perilaku tertentu. Dengan demikian, penelitian ini mengintegrasikan kajian dakwah dan teori behaviorisme untuk menyoroti cara kerja stimulus negatif dalam membentuk kesadaran moral dan perilaku religius Kajian ini diharapkan dapat memperkaya literatur dakwah kontemporer, khususnya dalam konteks dakwah digital, dengan menawarkan perspektif psikologis dan komunikatif mengenai efektivitas pesan tarhb dalam membangun kesadaran keagamaan yang berakar pada mekanisme stimulus-respons. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang fokus analisis pada isi serta pemaknaan teks, bukan pada pengukuran empiris terhadap perilaku jamaah atau responden. penelitian kualitatif merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif melalui proses analisis reflektif terhadap berbagai dokumen untuk menghasilkan laporan yang bersifat mendalam dan komprehensif (Nasution 2. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Dalam konteks ini, seluruh data yang digunakan dalam penelitian bersumber dari ceramah Buya Yahya yang diakses melalui kanal YouTube resminya, terutama yang berjudul AuNgeri! Ancaman & Hukuman Meninggalkan Sholat Menurut Jumhur Ulama. Ay Ceramah tersebut menjadi objek utama penelitian karena memuat pesan-pesan dakwah dengan pola tarhib atau ancaman yang kaya akan aspek psikologis dan retoris. Selain itu, peneliti juga mengumpulkan berbagai literatur pendukung yang terdiri atas buku, artikel jurnal, prosiding, dan skripsi yang relevan dengan topik tarhib, teori behaviorisme, dan psikologi dakwah. Data sekunder ini berfungsi memperkuat kerangka teoritis serta membantu peneliti dalam menafsirkan makna pesan dakwah secara lebih sistematis. Pendekatan kepustakaan dalam penelitian ini menekankan pada analisis teks secara kritis dan interpretatif. Ceramah Buya Yahya diperlakukan sebagai dokumen lisan yang ditranskripsikan dan dianalisis untuk menemukan struktur logika, bentuk ancaman, serta hubungan pesan dakwah dengan teori psikologi Dengan demikian, penelitian ini tidak berfokus pada efek nyata terhadap perilaku audiens, tetapi pada struktur pesan dakwah itu sendiri sebagai bentuk stimulus verbal yang berpotensi memengaruhi perilaku religius. Proses analisis dilakukan melalui penelaahan literatur, identifikasi pola tarhib, serta interpretasi konsep-konsep behavioristik seperti stimulus, punishment, dan operant conditioning yang muncul dalam isi ceramah. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman teoretis tentang bagaimana pesan ancaman . dalam dakwah berfungsi sebagai mekanisme pengendalian perilaku dalam perspektif psikologi behaviorisme, tanpa harus melakukan observasi langsung terhadap respon madAou. Pendekatan kepustakaan menjadi relevan karena mampu menggabungkan analisis teks, pemaknaan psikologis, dan refleksi teoretis dalam satu kerangka kajian yang utuh dan ilmiah. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Ceramah Buya Yahya dengan judul AuNgeri! Ancaman dan Hukuman Bagi Orang yang Meninggalkan Salat Menurut Jumhur UlamaAy menjelaskan bagaimana Ancaman dan hukuman bagi orang yang meninggalkan salat menurut jumhur ulama dan Mazhab Imam Hambali. Pertama, menurut jumhur ulama (Mazhab Syafi'i. Hanifah. Malik. berpendapat bahwa orang yang meninggalkan salat karena kemalasan meskipun masih meyakini bahwa salat adalah kewajiban bagi setiap muslim maka ia dianggap melakukan dosa besar tetapi tetap muslim. Sehingga ketika yang bersangkutan meninggal wajib disalati karena masih dianggap muslim. Menurut jumhur ulama orang yang meninggalkan salat karena bermalasmalasan maka akan diberi istitab yakni hukuman di dunia sebelum mendapat hukuman di Hukuman tersebut berupa dipenggal lehernya. Tetapi hal yang perlu digarisbawahi bahwa orang yang diberi hukuman tidak langsung dipenggal. Melainkan mereka diberi jangka waktu tiga hari untuk bertobat. Hakim atau polisi syariat hendaklah selalu mengingatkan untuk salat selama tempo waktu tiga hari itu dengan cara memotivasi. Jika sampai tiga hari tetap tidak melakukan salat maka lehernya dipenggal. Orang yang meninggalkan salat dianggap fasik. Sedangkan orang fasik memiliki banyak konsekuensi seperti tidak dapat menjadi wali, hingga seorang perempuan dapat meminta bercerai jika suaminya meninggalkan salat. Pendapat jumhur ulama ini didasarkan pada hadis nabi dari Jabir Bin Abdilla RA Rasullullah Saw bersabda "Antara seorang laki-laki dan kesyirikan adalah salat, selagi ada salat tidak akan masuk syirik, di saat meninggalkan salat masuk wilayah syirik. " (TV 2. Sedangkan menurut pendapat kedua yakni pendapat imam Ahmad bin Hambal dengan landasan hadis nabi yang berbunyi "Ikatan perjanjian setia antara aku dengan mereka adalah salat, barang siapa yang meninggalkan salat maka ia kufur. " Menurut Imam Hambali orang yang meninggalkan salat karena bermalas-malasan dianggap murtad, keluar dari iman. Jika dalam tempo waktu tiga hari setelah diberi peringatan dia tidak salat maka ia akan dipenggal dan tidak boleh dikuburkan di pemakaman umat muslim. Jenasahnya tidak dimandikan, tidak disalati hanya dikubur begitu saja karena ia tidak termasuk mayat Ceramah disampaikan dengan pola argumentasi yang terstruktur dan bertumpu pada hadis Nabi Saw. serta penjelasan para ulama. Secara umum, ceramah tersusun dari empat elemen utama yakni penyampaian hadis-hadis ancaman, penjelasan ulama mengenai status Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 hukum meninggalkan salat, uraian tentang azab dunia dan akhirat, serta penegasan konsep iman dalam konteks akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ceramah diawali dengan penyampaian beberapa hadis Nabi Saw. yang menegaskan posisi salat sebagai pemisah antara keimanan dan kekufuran. Buya Yahya mengutip sabda Rasulullah Saw. bahwa Auantara seorang laki-laki dengan kesyirikan adalah salatAy, yang menunjukkan bahwa meninggalkan salat merupakan tindakan yang sangat berat. Beliau juga menjelaskan bahwa istilah Aulaki-lakiAy dalam hadis tidak bersifat eksklusif, melainkan mencakup perempuan, dikarenakan status perempuan yang terhormat sehingga tidak disebutkan dalam pembicaraan. Buya Yahya melanjutkan dengan hadis lain yang menyebutkan bahwa perjanjian antara Rasulullah dan umatnya adalah salat, dan siapa yang meninggalkannya maka ia telah Hadis-hadis ini digunakan sebagai landasan utama untuk menunjukkan bahwa meninggalkan salat bukan hanya kelalaian ibadah, tetapi juga merupakan ancaman terhadap keutuhan iman seseorang. Ceramah kemudian menguraikan perbedaan pendapat ulama mengenai status hukum orang yang meninggalkan salat. Buya Yahya memaparkan dua pandangan besar yakni jumhur ulama (SyafiAoi. Hanafi. Malik. berpendapat bahwa meninggalkan salat karena malas merupakan dosa besar, namun pelakunya tetap dikategorikan sebagai muslim selama ia masih meyakini kewajibannya. Mazhab Hanbali, terutama pandangan Imam Ahmad bin Hanbal, menilai bahwa meninggalkan salat karena malas dapat menyebabkan seseorang dihukumi kafir. Penjelasan ini disertai uraian mengenai implikasi fikihnya, seperti status fasik pelaku dosa besar, hilangnya kelayakan tertentu . isalnya menjadi wal. , dan konsekuensi sosial lain yang menyertai perbuatan tersebut. Ceramah selanjutnya menampilkan narasi mengenai hukuman di dunia dan di Untuk hukuman dunia. Buya Yahya menjelaskan mekanisme istitab . ermintaan toba. selama tiga hari sebelum dijatuhkannya hukuman hadd berupa pemenggalan, sesuai pendapat sebagian fuqaha. Ia juga menggambarkan bagaimana pelaksanaan hukuman tersebut dikaitkan dengan tingkat keengganan pelaku untuk kembali menjalankan salat. Untuk ancaman akhirat, ceramah menegaskan bahwa meninggalkan salat termasuk dosa yang berat dan dapat menyeret seseorang ke dalam siksa, kecuali bila masih ada iman dalam Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Penutup ceramah berisi penegasan tentang prinsip akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah bahwa pelaku dosa besar tidak otomatis keluar dari Islam selama ia tidak melakukan syirik. Buya Yahya mengutip hadis Nabi Saw. bahwa siapapun yang memiliki iman walau sebesar biji kurma dalam hatinya akan dikeluarkan dari neraka. Ceramah kemudian ditutup dengan harapan agar Allah SWT memudahkan umat Islam untuk menjaga salat dan menjauhkan mereka dari sifat malas dalam melaksanakannya. Identifikasi Tarhb dalam Ceramah Terdapat beberapa bentuk tarhb yang digunakan Buya Yahya ketika menjelaskan ancaman bagi orang yang meninggalkan salat. Bentuk tarhb pertama muncul melalui penyampaian dua pendapat ulama mengenai hukuman meninggalkan salat, yaitu pendapat jumhur ulama (SyafiAoi. Hanafi, dan Malik. serta Mazhab Hanbali. Kedua pendapat sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan salat karena malas dikenai hukuman berat berupa pemenggalan kepala setelah melalui proses istitab selama tiga hari. Meskipun terdapat perbedaan status keimanan dari pandangan jumhur ulama menilai pelaku tetap muslim, sedangkan Mazhab Hanbali menganggapnya murtad. Keduanya sama-sama menghadirkan unsur ancaman yang kuat. Penyampaian Buya Yahya mengenai hukuman dunia tersebut merupakan bentuk tarhb, karena mengandung unsur ancaman konkret yang dapat menimbulkan rasa takut dan mencegah perilaku meninggalkan salat. Hal ini sejalan dengan konsep tarhb sebagai persuasi berbasis ancaman untuk menimbulkan kewaspadaan moral (Al Qadarawi dalam Sham et al. , 2. Selain penegasan terkait hukuman dan ancaman bagi orang yang meninggalkan salat. Buya Yahya juga menekankan status orang yang meninggalkan solat dianggap fasik. Orang fasik yakni orang yang tidak menunaikan perintah Allah Swt. kemudian diberi hukuman, serta memutus hubungan kerabat dimana Allah Swt sudah memerintahkan untuk memelihara dan mengajak pada kerusakan (Kalisha et al. Dalam ceramah. Buya Yahya menunjukkan sejumlah konsekuensi sosial bagi orang fasik, seperti gugurnya kelayakan seorang ayah untuk menjadi wali nikah dan diperbolehkannya seorang istri meminta perceraian jika suaminya meninggalkan salat. Penekanan pada konsekuensi duniawi ini merupakan bentuk tarhb sosial yang mengarahkan madAou untuk berhati-hati, tidak hanya karena ancaman azab, tetapi juga karena kerugian sosial yang dapat mengancam stabilitas keluarga dan kehormatan diri. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Selanjutnya dalam dakwah Buya Yahya menekankan orang-orang yang meninggalkan salat dianggap melakukan dosa besar. Pesan dakwah berbentuk tarhb ini tentu memiliki potensi besar menumbuhkan perasaan takut dalam diri audiens atau madAou. Sebab pelaku dosa besar khususnya pelaku meninggalkan solat menyebabkan mereka masuk neraka di akhirat kelak (Hartono 2. Neraka dideksripsikan sebagai tempat yang penuh hukuman pedih. Tentulah seorang muslim akan sangat berhati-hati dan meninggalkan dosa besar yang diancam neraka. Keseluruhan bentuk tarhb tersebut dari hukuman dunia, status fasik, berfungsi sebagai stimulus ancaman yang bersifat edukatif. Meskipun bersifat menakutkan, pesanpesan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan teror, melainkan untuk mengendalikan dan mengarahkan perilaku ke arah yang lebih baik. Sejalan dengan penjelasan Muslem . , tarhb bekerja sebagai mekanisme kontrol perilaku yang membuat seseorang lebih berhatihati dalam mengambil tindakan karena ia memahami dan meyakini konsekuensi moral serta spiritual dari perbuatannya. Dengan demikian, ceramah Buya Yahya tidak hanya berfungsi sebagai penyampai hukum, tetapi juga sebagai stimulus perilaku yang sesuai dengan prinsip tarhb dalam dakwah Islam. Analisis Behaviorisme Tabel 1 Konsep Behaviorisme Konsep Behaviorisme Stimulus Punishment Negative Reinforcement Operant Condition Wujud dalam Ceramah Buya Yahya Pesan Dakwah dengan Judul AuAncaman dan Hukuman bagi Orang yang Meninggalkan Salat. Ay A Hukuman dunia berupa pemenggalan leher bagi orang yang meninggalkan solat setelah istitab. A Status keimanan orang-orang yang meninggalkan solat : menurut jumhur ulama fasik. Sedangkan menurut Mazhab Hambali murtad. A Konsekuensi sosial bagi orang-orang fasik . ermasuk orang yang meninggalkan sola. yakni tidak layak menjadi wali dan kebolehan istri meminta perceraian. Pengulangan dan penekanan mengenai berbagai konsekuensi meninggalkan solat seperti pemenggalan leher, dianggap murtad atau fasik. Sumber : hasil olah data sendiri Ceramah Buya Yahya berfungsi seperti proses operant conditioning, karena seluruh pesan yang disampaikan membentuk asosiasi kuat antara perilaku buruk yaitu meninggalkan salat dengan konsekuensi yang berat. Melalui pengulangan penjelasan tentang pemenggalan Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 leher setelah istitab, status keagamaan sebagai fasik atau bahkan murtad, serta ancaman neraka bagi pelaku dosa besar, ceramah ini menampilkan pola stimulus respon yang khas dalam behaviorisme. Penguatan berupa penekanan berulang pada dampak yang akan diterima pelaku meninggalkan salat membuat pesan tersebut bekerja layaknya mekanisme conditioning, yaitu menanamkan pemahaman bahwa tindakan negatif selalu diikuti akibat yang tidak menyenangkan. Pola tarhb yang digunakan dalam ceramah ini dapat dikategorikan sebagai punishment stimulus. Ancaman berupa hukuman dunia, dan kerugian sosial membentuk rangkaian stimulus negatif yang secara teoritis berfungsi menekan kemungkinan seseorang mengulangi perilaku meninggalkan salat. Semua bentuk tarhb tersebut bekerja untuk menimbulkan rasa takut, waspada, dan kehati-hatian pada diri pendengar. Dengan demikian, walaupun tidak terdapat unsur negative reinforcement, stimulus hukuman . sudah sangat dominan dalam struktur ceramah. Temuan ini sejalan dengan pendapat Muslem . yang menegaskan bahwa tarhb secara psikologis membangkitkan khauf sebagai rasa takut yang bersifat mendidik. Dalam konteks ceramah Buya Yahya, khauf ini muncul melalui penjelasan tegas mengenai hukuman dunia dan akhirat, sehingga audiens didorong untuk mempertimbangkan ulang perilaku meninggalkan salat. Hal ini menunjukkan bahwa pesan tarhb tidak sekadar bersifat informatif, tetapi juga bekerja sebagai kontrol perilaku sesuai prinsip behaviorisme. Korelasi Tarhb. Psikologi Dakwah, dan Behaviorisme dalam Ceramah Buya Yahya Analisis ceramah Buya Yahya dari perspektif struktur pesan dan mekanisme psikologis menunjukkan korelasi tarhb, psikologi dakwah, dan teori behaviorisme. Pertama dan terpenting, bidang kognitif dan afektif psikologi dakwah sangat terkait dengan tarhb. Pada tingkat kognitif, tarhb memberikan informasi normatif tentang bahaya meninggalkan salat, termasuk hukuman dunia menurut ulama dan ancaman neraka. Informasi ini menjadi landasan pengetahuan . ognitive inpu. yang memberi kerangka bagi madAou untuk memahami posisi agama terhadap perilaku meninggalkan salat. Pada ranah afektif, tarhb membangkitkan khauf . asa takut yang sifatnya mendidi. melalui penjelasan tentang konsekuensi sosial bagi mereka yang melakukan dosa besar (Muslem 2. Kombinasi kedua bidang ini menunjukkan bahwa tarhb bukan hanya Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 memberikan hukum. itu juga merupakan strategi psikologis yang mempengaruhi kesadaran emosi dan moral seseorang. Kombinasi dua ranah ini menunjukkan bahwa tarhb bekerja bukan hanya sebagai penyampaian hukum, tetapi juga sebagai strategi psikologis yang menyentuh kesadaran emosi dan moral seseorang. Behaviorisme menjelaskan bagaimana ceramah dapat memengaruhi perilaku Menurut teori operant conditioning Skinner, ketika perilaku dihubungkan dengan punishment atau konsekuensi yang tidak menyenangkan, perilaku dapat ditekan. Tarhb yang berisi ancaman pemenggalan leher setelah istitab, status murtad atau fasik, serta hilangnya hak sosial, merupakan rangkaian stimulus yang berfungsi sebagai punishment dalam perspektif behavioristik. Korelasi ini menunjukkan bahwa tarhb memberikan stimulus negatif, yang secara teoritis akan mengurangi keinginan seseorang untuk meninggalkan Sehingga, behaviorisme membantu menjelaskan bagaimana pesan dakwah bekerja secara psikologis dalam membentuk kepatuhan dan pola perilaku religius. Ceramah Buya Yahya menunjukkan hubungan fungsional antara tiga pendekatan: retorika dakwah, pendekatan tarhb, dan mekanisme pengondisian perilaku behaviorisme. Struktur ceramah yang memuat penjelasan ulama, dalil, ancaman serta narasi konsekuensi sosial membentuk pola komunikasi yang konsisten dengan mekanisme stimulus dalam Pengulangan konsekuensi meninggalkan salat, penegasan status fasik atau murtad, serta gambaran hukuman keras menjadi stimulus verbal yang bekerja untuk mengendalikan perilaku. Dari perspektif psikologi dakwah, pesan tarhb ini memanfaatkan aspek emosional dan kognitif untuk membangkitkan kesadaran moral. Dalam waktu yang sama, dari perspektif behaviorisme, pesan tersebut bertindak sebagai punishment stimulus yang secara konseptual dapat mendorong perubahan atau penyesuaian perilaku (Leeder Terdapat korelasi jelas antara tarhb, psikologi dakwah dan behaviorisme dalam pesan dakwah Buya Yahya dengan judul AuNgeri! Ancaman & Hukuman Meninggalkan Sholat Menurut Jumhur Ulama . Ay Tarhb memberikan isi dan muatan emosional, psikologi dakwah menjelaskan respons mental mad'u, dan behaviorisme menjelaskan mekanisme hubungan antara stimulus dan perubahan perilaku. Ceramah Buya Yahya menunjukkan bahwa ketiga kerangka ini dapat saling menjelaskan satu sama lain dalam melihat fungsi pesan dakwah sebagai proses edukatif sekaligus kontrol perilaku. Korelasi ini menunjukkan bahwa pesan ancaman dalam dakwah sekaligus menjadi stimulus punishment dalam Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 behaviorisme terhubung dengan prinsip-prinsip psikologi yang mengatur bagaimana manusia memahami, merasakan, dan menanggapi konsekuensi moral. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa ceramah Buya Yahya tentang ancaman bagi orang yang meninggalkan salat berfungsi sebagai proses pembelajaran perilaku yang dibangun melalui pendekatan tarhb dan mekanisme punishment. Dalam perspektif behavioristik, punishment menjadi stimulus negatif yang menekan perilaku tidak diinginkan, dan hal ini tampak kuat ketika Buya Yahya menekankan ancaman pemenggalan setelah istitab, penetapan status fasik atau murtad, hilangnya hak sosial, dan siksa akhirat. Seluruh bentuk ancaman tersebut merupakan bagian dari tarhb pendekatan dakwah yang menanamkan ketakutan mendidik agar madAou menjauhi dosa. Kombinasi tarhb dan punishment ini menciptakan asosiasi yang jelas antara perilaku meninggalkan salat dengan konsekuensi keras, sehingga mampu membangkitkan kesadaran moral, kehati-hatian, dan rasa takut yang Ketika dipahami melalui psikologi dakwah, tarhb bekerja pada ranah kognitif dengan memberikan pengetahuan tentang bahaya meninggalkan salat, sekaligus pada ranah afektif dengan menimbulkan khauf yang mendorong perubahan sikap. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ceramah Buya Yahya membentuk pola stimulus respons yang selaras dengan prinsip behaviorisme, di mana tarhb dan punishment berfungsi sebagai sarana edukatif dengan harapan untuk membentuk perilaku religius sesuai nilai-nilai Islam. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan pendekatan kepustakaan dan belum meneliti bagaimana madAou merespons secara empiris terhadap stimulus dakwah tersebut. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan studi lapangan yang mengamati efek nyata pesan tarhb terhadap perilaku keagamaan Selain itu, penelitian mendatang juga dapat memperluas kajian dengan membandingkan pola tarhb dan targhb dari berbagai dai guna melihat keseimbangan antara ancaman dan motivasi dalam membentuk perilaku religius masyarakat Muslim modern. BIBLIOGRAFI Abdullah. Muhammad Qodaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. 1st ed. Pasuruan: Qiara Abdurahman. Syed. AuPendekatan Taghrib Dan Tarhib Dalam Penyampaian Dakwah. Ay Jurnal Usuluddin 21(Februar. :117Ae38. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Alhidayatillah. Nur. AuDakwah Dinamis Di Era Modern (Pendekatan Manajemen Dakwa. Ay Jurnal Pemikiran Islam 41. :276. Anggraini. Fina Surya. AuTarghib Wa Tarhib Perspektif Al-Quran. Ay Jurnal Inovatif 4. :141Ae65. Dia. Kelaut, and Sri Wahyuni. AuTeknik Komunikasi Persuasif Buya Yahya Pada Ceramah. Ay Realita 19. :66Ae83. Eriza. Novaadila, and Abdul Ghafar Doni. AuPenerapan Pendekatan Psikologi Targhib Dan Tarhib Dalam Dakwah Terhadap Non-Muslim. Ay Jurnal Islam Dan Masyarakat Kontemporer 26. :31Ae41. doi: 10. 37231/jimk. Hambali. Adang, and Ujam Jaenuddin. Psikologi Kepribadian. Bandung: Pustaka Setia Bandung. Hartono. Yudi. AuSurah Al-Mudatsir Ayat 4-43 Arab Latin Dan Artinya. Tentang Penyebab Manusia Masuk Dalam Neraka Saqar. Ay Muslim Terkini. Retrieved . ttps://share. google/imZNPpzAoXsZzPYa0. Ibnu Kasir dan, and Syahrol Awali. AuPeran Dakwah Digital Dalam Menyebarkan Pesan Islam Di Era Modern. Ay Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta 11. :59Ae68. Igisani. Riton, and Faisal Ade. AuMetode Pendidikan Tarhib Di Dalam Al-QurAoan Dan Hadis. Ay Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies 2. :70Ae89. 30984/mustafid. Isnaini. Nurul Azizatul. Nadya Ilma Rosyida. Reksahati Wulandari. Tarsono, and Hasbiyallah. AuDari Stimulus-Respon Hingga Modifikasi Perilaku. Tinjauan Teori Behaviorisme John B. Watson Dan Realisasinya Dalam Pembelajaran Nurul. Ay 6. :10062Ae70. Jafar. Iftitah. AuTujuan Dakwah Dalam Perspektif Al-QurAoan Mempertajam Fokus Dan Orientasi Dakwah Ilahi. Ay MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 34. :285Ae302. Kalisha. Rini Majlina. Hasballah Thaib. Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib, and Idha Aprilyana Sembiring. AuAkad Nikah Dengan Wali Nasab Fasik Pada Masyarakat Pidie Jaya Menurut Perspektif Hukum Islam. Ay Jurnal Intelek Insan Cendekia 1. Kiki Melita Andriani. Maemonah, and Rz. Ricky Satria Wirananta. AuPenerapan Teori Belajar Behavioristik B F Skinner Dalam Pembelajaran Studi Analisis Terhadap Artikel Jurnal Terindeks Sinta. Ay Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 1 5. :78Ae91. Kurniawan. Benny. AuKonsep Targhib Dan Tarhib Dalam Perspektif Teori Belajar Behavioristik. Ay An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam 3. :101Ae doi: 10. 33507/an-nidzam. Leeder. Thomas M. AuBehaviorism. Skinner, and Operant Conditioning: Considerations for Sport Coaching Practice. Ay Strategies 35. :27Ae32. 1080/08924562. Maresta. Dian, and Achmad Ai Farisi. AuGaya Komunikasi Dakwah Ustaz Yahya Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Zainul Maarif Di Kanal Youtube Al-Bahjah TV. Ay Bi Hikmah 2. :61Ae80. Maulia. Fatimatu. AuStrategi Dakwah Buya Yahya Dalam Podcast Di Channel Youtube Al-Bahjah TV Tentang Orang Murtad Yang Kemudian Bertaubat (Perspektif Komunikasi David Kenneth Berl. Ay UIN K. H Abdurrahman Wahid Pekalongan. Muhadi. Ujang. AuMembangun Efektifitas Dakwah Dengan Memahami Psikologi MadAou. Ay Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 4. :169. doi: 10. 29240/jdk. Murodi. Dakwah Dan Filantropi. 1st ed. Jakarta: Prenada. Muslem. AuHakikat Metodologi Targhib Dan Tarhib (Kajian Ontologis Dalam Pendidikan Islam. Ay Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 1. :149Ae60. Nasution. Abdul Fattah. Metode Penelitian Kualitatif. Vol. Qudratullah. Qudratulah. AuApplication of Behaviorism Theory in Dakwah. Ay Palakka : Media and Islamic Communication 4. :189Ae99. doi: 10. 30863/palakka. Rahman. Imas Kania. Neng Ikrimah, and Aziz Zamakhsyari. AuTeori Belajar Behavioristik Dalam Islam. Ay AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies 8. :1589Ae99. doi: 10. 31943/afkarjournal. Behavioristic. Sham. Farida MD. Nor Azizah Mustapha, and Ahamd Irdha Mokhtar. AuTo Strengthen Aqidah Adolescents: Targhib and Tarhib DaAoWah Approach. Ay Jurnal Hadhari 15. :133Ae49. Siregar. Hidayati, and Muhammad Syaifullah. AuReward Dan Punishment Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Ay Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 9. Sunata. Ivan. Bahan Ajar Dakwah & Komunikasi. Jambi: IAIN Kerinci. TV. Al-Bahjah. AuNgeri! Ancaman & Hukuman Meninggalkan Sholat Menurut Jumhur Ulama. Ay Retrieved . ttps://youtu. be/Q95V6E_30ak?si=nQQVhQq5ZoOZGBHR). Zamzami. Muh. Rodhi. AuPenerapan Reward and Punishment Dalam Teori Belajar Behaviorisme. Ay Journal TAAoLIMUNA 4. :1Ae20. doi: 10. 32478/ta. Mila Rahmawati. Saskiah Rismayani Pendekatan Tarhib dalam Dakwah