Action Research Literate Vol. No. Mei 2024 ISSN: 2808-6988 Analysis Financial Sustainability Ratio: Case Study Digital Banking in Indonesia Chelsie Monica Ignesias Sihite. Dewantoro Marsono Magister Manajemen Perbanas Institute Jakarta. Indonesia Email untuk Korespondensi: chelsiemonica76@gmail. com, admarsono@perbanas. ABSTRAK Kata kunci: CAR, Firm Size. Financial Sustainability Ratio. ROA. NPL Keywords: CAR, Firm Financial Sustainability ROA. NPL Size. Ratio. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA). Non Performing Loan (NPL). Firm Size dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Rasio Keberlanjutan Keuangan (Financial Sustainability Rati. pada perusahaan-perusahaan perbankan digital di Indonesia. Periode waktu studi adalah 5 tahun, yaitu periode 2019-2023. Populasi studi ini mencakup semua perusahaan perbankan digital di Indonesia untuk periode Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, diperoleh 7 perusahaan sebagai sampel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari website perbankan masing-masing. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Financial Sustainability Ratio sedangkan NPL. Firm Size dan CAR tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Financial Sustainability Ratio. The aim of this study is to analyze the influence of Return on Assets (ROA). Non-Performing Loans (NPL). Firm Size, and Capital Adequacy Ratio (CAR) on Financial Sustainability Ratio in digital banking companies in Indonesia. The study period covers 5 years, namely the period from 2019 to 2023. The population of this study includes all digital banking companies in Indonesia for the period of 2019 to 2023. The sampling technique used is purposive sampling technique. Based on predetermined criteria, 7 companies were obtained as samples. The type of data used is secondary data obtained from the respective banking websites. The analytical method used is panel data regression analysis. The results of the study indicate that ROA has a positive and significant influence on Financial Sustainability Ratio, while NPL. Firm Size, and CAR do not have a significant influence on Financial Sustainability Ratio. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA . This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Perubahan teknologi yang dinamis dan sustain telah dirasakan oleh seluruh umat manusia dibelahan bumi manapun (Afrizal et al. , 2. Distrupsi teknologi telah menjalar keseluruh aktivitas manusia sehingga pola prilaku manusia kian bergeser. Mulai dari hobi, pendidikan, kesehatan, komunikasi bahkan perilaku dalam Hal ini tentunya tak jauh dari peran aktiv antara penetrasi internet dengan strategi bisnis yang terus Para pelaku bisnis terus melakukan inovasi guna bertahan dalam era teknologi sekarang ini. Menjamurnya startup dan financial technologyi menjadi sebuah bukti bahwa pengaruh teknologi begitu masih terhadap perubahan perilaku manusia (Sembiring, 2. Startup merupakan perusahaan rintisan dimana pengelolaanya cenderung menggunakan sistem daring atau online (Buallay, 2. (Panta, 2. Di Indonesia perkembangan Star up dan financial Technology tumbuh subur sepanjang lima tahun terakhir (Setiyono & Prapanca, 2. Berdasarakan data dari kementrian komunikasi dan informatika pada tahun 2019 terdapat 2193 startup yang menjadikan Indonesia peringkat 5 dengan jumlah startup terbanyak. Peningkatan jumlah startup pada empat tahun berikutnya terlihat sangat signifikan yaitu sebanyak 2482, yang artinya terdapat 289 startup baru dan hingga pada awal tahun 2024 jumlah startup sebanyak 2562, menjadikan Indonesia sebagai Negara yang merajai di kawasan ASEAN sebagai Negara dengan jumlah startup terbanyak. Homepage: https://arl. id/index. php/arl ISSN: 2808-6988 Fenomena pertumbuhan startup yang konsisten ini membuktikan bahwa disrupsi digital mengubah model bisnis secara signifikan. Selain startup, perubahan lain yang dapat dilihat adalah perilaku transaksi dimana aktivitas pembayaran telah beralih dengan media digital atau yang biasa kita sebut Fintech . inancial Definisi Fintech menurut Bank Indonesia adalah penggunaan teknologi dalam sistem keuangan yang menghasilkan produk layanan, teknologi dan/atau model bisnis baru dan berdampak pada stabilitas moneter, stabilitas keuangan yang efisien, kelancaran, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran (Marginingsih. Secara garis besar Fintech adalah sebuah layanan jasa keuangan yang dalam operasionalnya menggunakan dan memanfaatkan teknologi dengan tujuan pelayanan yang efektif dan efisien (Lova, 2. Hampir seluruh dunia telah mengalami perubahan Fintech ini. Berbagai jenis kemudahan pembayaran serta transaksi merupakan bagian dari keuntungan dari Fintech itu sendiri. Beberapa contoh produk pembayaran yang lahir dari adanya Fintech adalah OVO. GoPay. Dana. Link Aja dan masih banyak lagi. Perkembangan Fintech di Indonesia dijelaskan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia dimana pada awal mulanya Fintech lahir sekitar tahun 2000an dimana titik awal masuknya internet lalu pada tahun 2014 pengguna layana e-banking . lectronic bankin. mulai meningkat dengan transaksi sebesar Rp 6. 447 triliun. Dan di tahun 2015 mulai bermunculan layanan bank berbasis digital. Transformasi digital juga merubah model dalam dunia perbankan. Bank di Indonesia yang dahulu melayani secara tradisional kini telah beralih pada digitalisasi layanan guna memberikan pelayanan terbaik, efektif dan efisien. Bank digital memiliki keuntungan yaitu tidak membutuhkan banyak ruang dalam pelayanan sehingga dapat menekan biaya operasional. Dilihat dari sisi konsumen, bank digital memiliki kemudahan dalam efisiensi waktu dan transaksi serta praktis dalam penggunaannya. Definis digital bank menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam peraturan nomor 12/POJK. 03/2021 ialah suatu lembaga perbankan yang dalam praktiknya menggunakan teknologi informasi untik memberikan layanan melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat atau menggunakan kantor fisik terbatas. Bank digital dapat berupa bank baru ataupun bank lama yang sudah berdiri dan bertransformasi menjadi bank digital. Menurut bank Indonesia kapitalisasi bank digital di Indonesia mencapai Rp 52,2 triliun sepanjang tahun 2022. Hingga tahun 2023 terdapat 15 bank digital yang sudah berdiri di Indonesia. Digital bank dapat dikatakan fenomena yang sedang ramai diperbincangan baik dalam aspek keamanan maupun keberlangsungan. Maraknya kejahatan cyber security menjadikan ancaman baik bagi pengguna maupun perusahaan sehingga kontruksi IT harus semakin kuat. Selain faktor keamanan, bank digital juga dihadapkan dengan keberlangsungan atau sustain karena banyaknya ancaman serta tumbuhnya persaingan baik dari bank baru maupun transformasi yang sudah ada (Ozili, 2. Dalam dunia keuangan terdapat sebuah rasio yang menggambarkan keberlangsungan atau keberlanjutan suatu perusahaan. Menurut Sarwono & Sunarko . FSR (Financial Sustainability Rati. adalah rasio yang menghitung kenerja suatu bank untuk mengetahui tingkat keberlanjutan bank. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat FRS baik dari segi keuangan maupun non keuangan. Namun faktor yang paling berpengaruh adalah bagaimana konstruksi keuangan bank tersebut sehingga mampu menopang keberlangsungan bank adalah aspek keuangan itu sendiri. Aspek profitabilitas, solvabilitas, leverage, aktivitas dan nilai pasar serta dalam dunia perbankan terdapat rasio aktivitas kredit. Aspek profitabilitas memiliki peran penting bagi keberlanjutan suatu perusahaan karena profitabilias menggambarkan bahwa sejauh mana perusahaan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang tinggi tentunya dapat menopang aktivitas perusahaan pada masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan oleh Sarwono & Sunarko . menunjukkan bahwa profitabilitas yang digambarkan oleh return on assets (ROA) memiliki pengaruh terhadap FRS. Hal ini didukung oleh penelitian Alim & Sina . yang menemukan bahwa rasio profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap FSR. Faktor lain yaitu aspek solvabilitas dimana rasio ini menggambarkan sejauh mana suatu perusahaan atau entitas mampu memenuhi kewajibannya. Penelitian yang dilakukan oleh (Irianto, 2. , (Munandar & Aravik, 2. menemukan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mana rasio ini masuk dalam rasio solvabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap FRS. Hal lain ditemukan dalam penelitian Alifiana et al. , . yang menyatakan bahwa CAR memiliki pengaruh yang positif tapi tidak signifikan Rasio kualitas kredit tentunya perlu diperhitungan dalam keberlangsungan perbankan karena dengan tingginya nilai kredit maka perusahaan dapat memproyeksikan beban dan pendapatan kedepan serta keberlangsungan usaha (Rianasari & Pangestuti, 2. (Prasetya & Ratnasari, 2. menemukan bahwa Non Performing Loan (NPL) memiliki pengaruh yang signfikan terhadap FRS namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Pungus et al. , . yang menyatakan bahwa NPL tidak memiliki pengaruh terhadap FRS. Ukuran perusahaan atau bank juga menjadi faktor penting bagi keberlangsungan bank. Semakin besar ukuran perusahaan semakin mapan suatu perusahaan dalam berdiri. Penelitian yang mendukung pernyataan ini adalah Rustam & Adil . , yang menemukan bahwa ukuran Action Research Literate. Vol. No. Mei 2024 Action Research Literate ISSN: 2808-6988 perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap FSR, pernyataan ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nurwulandari, 2. menunjukkan bahwa ukuran perusahaan atau Firm Size tidak memiliki pengaruh terhadap FRS. Pentingnya mengukur keberlangsungan bank terutama bank digital yang secara resiko lebih memiliki resiko lebih besar dibanding dengan bank trandisional. FSR juga dapat digunakan sebagai pemantauan kesehatan keuangan suatu perusahaan, transparansi dan akuntabilitas yang dalam penelitian ini membahas mengenai digital bank. FRS juga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bagi nasabah dalam menggunakan digital bank. Berdasarkan fenomena diatas maka penelitian ini akan menganalisis financial sustainability rasio bank digital yang ada di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan motode kuantitatif dengan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan pada setiap objek penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang berbasis digital di Indonesia. Jumlah populasi bank digital di Indonesia berjumlah 15 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bank digital yang laporan keuangannya lengkap serta sudah memiliki laporan keuangan sendiri tidak mengikuti pada induk bank pada bank yang merupakan transformasi bank tradisional. Teknik pengambilan sampel mengunakan purpusive sampling Sehingga jumlah sampel yang digunakan berjumlah 7 bank digital. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari tahun 2019-2023. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaituvariabel independen berupa return on assets (ROA). Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR), ukuran perusahaan atau Firm Size. Variabel dependen yaitu Financial Sustainability Ratio (FSR). Alat analisis yang digunakan adalah Eviews 12. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan menggunakan random effek setelah dilakukan pengujian model terbaik. Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 e FRS = 1ROA 2NPL 4FIRM_SIZE 3CAR e Keterangan : FRS = Financial Sustainability Ratio ROA = return on assets NPL = Non Performing Loan FIRM_SIZE = Ukuran Perusahaan CAR = Capital Adequacy Ratio HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari statistik deskriptif Uji statistik deskriptif digunakan untuk memberi gambaran dari suatu data. Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev Tabel 1. Statistik Deskriptif FRS ROA NPL FIRM_SIZE CAR Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat rata-rata nilai FSR sebesar -0. 0014, nilai tengah atau median 004 serta nilai maximum dan minimun sebesar 1. 06 dan -1. Rata-rata nilai ROA sebesar 1. nilai tengah atau median sebesar 0. 25 serta nilai maximum dan minimun sebesar 11. 15 dan -15. Rata-rata nilai NPL sebesar 3. 06, nilai tengah atau median sebesar 2. 90 serta nilai maximum dan minimun sebesar 16 dan 0. Rata-rata nilai Firm Size atau ukuran perusahaan sebesar 29. 52, nilai tengah atau median 59 serta nilai maximum dan minimun sebesar 30. 96 dan 27. Pemilihan model terbaik Uji chow Uji ini digunakan dalam menentukan model mana yang akan digunakan antara Common effect model atau fixed effect model. Batas pengujian ini yaitu dengan menggunakan nilai probabilitas dari crosection F dan cross-section chi-square. Apabila nilai keduanya lebih dari . maka model yang Analysis Financial Sustainability Ratio: Case Study Digital Banking in Indonesia ISSN: 2808-6988 dipilih adalah common effect model dan apabila nilai cross-section F dan cross-section chi-square kurang dari 0,05 maka model yang terpilih adalah fixed effect model. Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square . Berdasarkan tabel uji chow diatas dapat dilihat bahwa nilai cross-section F dan cross-section chiCross-section fixed effects test equation: square lebih dari 0,05 sehingga model yang terbaik menurut uji chow adalah Common effect model. Dependent Variable: FRS Uji Hausman Method: Panel Least Squares Uji ini digunakan untuk menentukan model mana yang akan digunakan dalam penelitian yaitu antara Date: 05/10/24 Time: 11:14 fixed effect model atau random effect model. Untuk mengetahui model yang digunakan maka Sample: 2019 2023 nilai probability dari cross-section random. Apabila nilai cross-section random lebih dari Periods included: 5 0,05 makaCross-sections model yang terpilih included: 7 Total panel . observations: 35 Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Variable Coefficient Std. Error Test cross-section random effects t-Statistic Prob. Test Summary ROA Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. NPL Cross-section FIRM_SIZE CAR__RATIO_ ** WARNING: random effects is zero. sebesar 0,5918 > 0,05 Berdasarkan tabel diatas tabel cross-section diatas nilai probability cross-section yang artinya model yang terpilih dalam0. penelitian ini effect model R-squared Mean Cross-section Uji Lagrange Multiplier Adjusted R-squared 194317 S. dependent var Uji iniS. ketika uji chow dan uji hausman Uji ini untuk of regression Akaike info criterionhasil yang Variable Fixed Random Var(Diff. Prob. Ketentuan Sum squared resid 464029 Schwarz criterion pemilihan Log berdasarkan nilai cross section Breusch-pangan. Apabila nilai tersebut > 0,05 maka Hannan-Quinn criter. 022690 jika 0. model yang terpilih ROA adalah common effect Durbin-Watson Sedangkan cross section Breusch-pagan < 0,05 F-statistic NPL maka model Berikut hasil dari uji Prob(F-statisti. FIRM_SIZE lagrange multiplier CAR__RATIO_ Lagrange Multiplier Tests for Random Effects Null hypotheses: No effects Cross-section random effects test equation: Alternative hypotheses: Two-sided (Breusch-Paga. and one-sided Dependent Variable: FRS ll other. Method: Panel Least Squares Date: 05/10/24 Time: 11:15 Test Hypothesis Sample: 2019 2023 Cross-section Time Both Periods included: 5 Cross-sections included: 7 Breusch-Pagan Total panel . Berdasarkan hasil uji lagrange nilai probalility cross-section Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Breusch-pagan Honda 1525> 0. 05 yang artinya model yang . common effect model. Berdasarkan pengujian uji chow, uji hausman dan2. uji lagrange multiplier model terbaik dalam 974096 maka penelitian iniKing-Wu adalah ROA common effect model. NPL FIRM_SIZE CAR__RATIO_ Standardized Honda . Effects Specification Standardized King-Wu Action ResearchCross-section Literate. Vol. No. Mei 2024 . R-squared Gourieroux, et al. Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood . Mean dependent -S. dependent var . Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Action ResearchDependent Literate Variable: FRS ISSN: 2808-6988 Method: Panel Least Squares Uji hipotesis Date: 05/12/24 Time: 05:06 Uji parsialSample: 2019 2023 Periods semua Uji parsial menjelaskan hasil5 dari variabel yang digunakan untuk diolah menjadi model regresi sehingga Cross-sections included:variabel. diketahui pola pengaruh masing-masing Berikut adalah model common effect dari penelitian ini. Total panel . observations: 35 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ROA NPL FIRM_SIZE CAR__RATIO_ R-squared 289103 Mean dependent var Berdasakan tabel diatas dapat diketahui bahwa Adjusted R-squared Nilai koefisien Return on assets (ROA) sebesar 0. 02269 yang artinya apabila0. nilai ROA 1 maka akan of regression Akaike info criterion FSR sebesar 0. Nilai dari variabel ROA 0092<0. Sum squared resid bahwa 2. Schwarz sehingga dapat ROA memiliki yang signifikan terhadap Financial LogRatio 225719 Hannan-Quinn criter. Sustainability (FSR) F-statistic Durbin-Watson statartinya apabila Nilai koefisien Non Performing Loan (NPL) 015690 yang nilai NPL 1 maka Prob(F-statisti. akan mempengaruhi perubahan FSR sebesar -0. Nilai probability dari variabel NPL 0. 4609 > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa NPL tidak Dependent Variable: FRSpengaruh terhadap Financial Sustainability Ratio (FSR). Method: Panel Least Squares Nilai koefisien Firm Size atau Date: ukuran05/12/24 Time: 05:06-0. 101118 yang artinya apabila nilai Firm Size 1 maka akan mempengaruhi perubahan FSR sebesar Sample: 2019 Nilai probability dari variabel Firm Size 1231> 0. 05 sehingga dapat Periods 5 Firm Size atau ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap Financial Sustainability Ratio (FSR). Cross-sections included: Nilai koefisien Capital Adequacy yang artinya apabila nilai Capital Total Ratio panel (CAR) . Adequacy Ratio (CAR) 1 maka akan mempengaruhi perubahan FSR sebesar -0. Nilai probability dari variabel Firm Size 0. 0597> 0. 05 sehingga bahwa Std. Capital Ratio (CAR) Variable dapat disimpulkan Coefficient ErrorAdequacy t-Statistic Prob. tidak memiliki pengaruh terhadap Financial Sustainability Ratio (FSR). Uji Koefisien determinasi Uji ini digunakan untuk mengukur kemampuan dalam menerangkan variasi variabel ROA Nilai R-square menjelaskan seberapa besarNPL variabel secara-0. simultan atau0. bersama-sama FIRM_SIZE variabel terikat. CAR__RATIO_ R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Pembahasan Pengaruh Return on assets terhadap Financial Sustainability Ratio Berdasarkan hasil penelitian ini didapat bahwa ROA memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap FSR. Sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sarwono dan Muhammad . dan Alim & Sina . yang menemukan bahwa ROA memiliki pengarih yang signifikan terhadap FRS. Tingkat ROA yang baik tentunya mempengaruhi keberlangsungan suatu usaha karena ROA merupakan salah satu ratio profitabilitas penting dalam menggambarkan sejuah mana perusahaan mampu menghasilkan keuntungan. Apabila nilai ROA positif maka tingkat pendapatan perusahaan tergolong Selain itu ROA juga cerminan dari tingkat efisiensi perusahaan dalam penggunaan aset. Bank digital merupakan bank yang lebih sedikit memiliki kantor fisik sehingga hal ini menekan biaya aset. Minimalisisnya aset ini menjadi tolak ukur FSR atas keberlanjutan keuangan. Pengaruh Non Performing Loan terhadap Financial Sustainability Ratio Penelitian ini menyatakan bahwa NPL tidak memiliki pengaruh terhadap Financial Sustainability Ratio hal ini menunjukkan kredit macet yang terjadi pada bank digital di Indonesia tidak mempengaruhi Analysis Financial Sustainability Ratio: Case Study Digital Banking in Indonesia ISSN: 2808-6988 keberlansungan bank tersebut. Hal ini bisa terjadi karena bank memiliki penanganan risiko yang baik dalam menghadapi kredit macet atau tidak berfokus pada peminjaman keuangan sehingga pendapatan bank berasal dari pendapatan lain. Pernyataan ini juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Maramis & Karuntu . yang menemukan bahwa NPL tidak memiliki pengaruh syang signifikan terhadap FSR. Pengaruh Firm Size ukuran perusahaan terhadap Financial Sustainability Ratio Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap Financial Sustainability Ratio. Ukuran perusahaan dinilai dari banyak sedikitnya aset perusahaan dimana pada kasus bank digital mereka sangat minil penggunaan aset fisik sehingga ukuran perusahaan tidak terlalu mempengaruhi keberlangsungan perusahaan. Penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian terdahulu yan dilakukan oleh Nurwulandari . yang menyatakan bahwa Firm Size tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rasio keberlanjutan keuangan suatu entitas atau perusahaan. Pengaruh Capital Adequecy Ratio (CAR) terhadap Financial Sustainability Ratio Hasil penelitian ini menunjukkan Capital Adequecy Ratio (CAR) tidak memiliki pengaruh terhadap FSR. CAR adalah sebuah rasio yang menggambarkan kecukupan modal dalam mengcover resiko. Dengan kecukupan ini diharapkan perusahaan mampu mencover resiko pembayaran sehingga menjamin keberlangsungan keuangan perusahaan. Namun hasil dari penelitian ini mengidentifikasikan bahwa CAR tidak berpengaruh terhadap financial sustainability. Hal ini dapat disebabkan oleh pola data yang fluktuatif sehingga tidak dapat terbaca pola pengaruhnya atau secara keseluruhan digital bank di Indonesia memiliki struktur modal yang mumpuni sejak didirikan sehingga perusahaan mampu mengcover dan CAR bukan menjadi faktor penentu dari keberlangsungan keuangan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Alifiana. Puteri, & Kuncoro, . yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh tapi tidak signifikan terhadap Financial Sustainability Ratio. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Return on Assets (ROA) memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Financial Sustainability Ratio (FSR). Namun. Non-Performing Loan (NPL), ukuran perusahaan (Firm Siz. , dan Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Financial Sustainability Ratio (FSR). Saran untuk penelitian di masa mendatang adalah menambahkan periode penelitian serta faktor non-keuangan lain yang mungkin berpengaruh terhadap keberlangsungan REFERENSI