JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 ANALISIS PENERAPAN METODE LINE OF BALANCE PADA PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 5 MALUKU TENGAH Gheisberth Tontji Lessy . Octovianus Jamlaay . La Mohamat Saleh . 1,2,. Teknik Sipil dan Politeknik Negeri Ambon gheisberth@gmail. jamlayoctovianus@gmail. mohamatsaleh@gmail. ABSTRACT Construction projects that have repetitive or repetitive work packages such as housing, school buildings, apartments, hotels, highways or manufacturing industry projects require a project scheduling method that is able to accommodate continuous and well scheduled resource requirements without the occurrence of a hitch. In the New Classroom Development Project for Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Central Maluku, the author reviewed using the S Ae Curve scheduling method and experienced delays in implementation due to rainy weather, delays in material mobilization and lack of manpower, so the author will analyze scheduling with a special method for repetitive work, namely by using the methodLine of Balance (LoB). Method Line of Balance (LoB) is a project scheduling method that can provide productivity levels and duration information in graphical format and can show activity progress, and can detect potential disturbances or conflicts in work items to be worked on. From the results of research on the New Classroom Construction Project for Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Central Maluku, there are conflicts in several work items, including: Structural work on the second floor intersecting with wall and plastering work on the first floor. Wall and plastering work on the second floor intersecting with ceiling work on the second floor. Sanitary works on the first floor intersect with Aluminum Composite Panel (ACP) works on the first floor. The calculation results also show that the final duration of project scheduling is 84 days or 12 weeks, therefore the LoB method is effective in its use because it is able to detect conflicts in the S-Curve from the LoB graphic depiction. ABSTRAK Proyek konstruksi yang memiliki paket pekerjaan repetitif atau berulang seperti perumahan, bangunan sekolah, jalan raya atau proyek industri manufaktur membutuhkan sebuah metode penjadwalan proyek yang mampu mengakomodasi kebutuhan sumber daya yang menerus dan terjadwalkan dengan baik tanpa terjadinya suatu Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah yang penulis tinjau menggunakan metode penjadwalan Kurva Ae S dan dalam pelaksanaan mengalami keterlambatan akibat cuaca hujan, keterlambatan mobilisasi material dan kurangnya tenaga kerja, sehingga penulis akan menganalisis penjadwalan untuk pekerjaan repetitif dengan menggunakan metode Line of Balance (LoB). Metode Line of Balance (LoB) adalah metode penjadwalan proyek yang dapat menyediakan tingkat produktifitas dan informasi durasi dalam bentuk format grafik dan dapat menunjukan kemajuan kegiatan, serta dapat mendeteksi potensial gangguan atau konflik pada item pekerjaan yang akan dikerjakan. Tahap penelitian ini diperoleh dari data time schedule rencana yang bertujuan untuk melakukan penggambaran kembali untuk mendeteksi adanya konflik pada item pekerjaan. Dari hasil penelitian pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah terdapat konflik pada beberapa item pekerjaan antara lain : Pekerjaan Struktur lantai dua berpotongan dengan Pekerjaan Dinding dan Plesteran lantai satu. Pekerjaan Dinding dan Plesteran lantai dua berpotongan dengan Pekerjaan Plafond lantai dua. Pekerjaan Sanitair lantai satu berpotongan dengan Pekerjaan Alumunium Composite Panel (ACP) lantai satu. Hasil perhitungan juga menunjukan durasi akhir penjadwalan proyek adalah sebesar 84 hari atau 12 minggu, oleh karena itu metode LoB efektif dalam penggunaannya karena mampu mendeteksi konflik pada Kurva Ae S dari penggambaran grafik LoB. Kata kunci: Penjadwalan proyek. Pekerjaan Repetitif. Metode Line of Balance (LOB) e-ISSN:2964-5158 Halaman 74 JOURNAL AGREGATE PENDAHULUAN Proyek konstruksi yang memiliki aktivitas pekerjaan repetitif atau berulang seperti perumahan, bangunan sekolah, apartemen, hotel, jalan raya atau proyek industri manufaktur membutuhkan metode penjadwalan proyek yang mampu mengakomodasi kebutuhan sumber daya yang menerus dan terjadwalkan dengan baik tanpa terjadinya suatu hambatan. Pengelola proyek selalu ingin mencari metode yang dapat meningkatkan kualitas perencanaan waktu dan jadwal yang sering mengalami keterlambatan proyek, antara lain metode Bagan Balok (Bar Char. Kurva S. PDM (Precedence Diagram Metho. dan lain-lain. Aktivitas pekerjaan yang berulang dari lantai ke lantai atau unit ke unit yang lain menimbulkan kebutuhan yang sangat mendesak untuk penjadwalan proyek yang memungkinkan penggunaan sumber daya yang tidak terputus. Penjadwalan seperti ini biasanya diolah menggunakan metode Line of Balance atau Metode Keseimbangan Garis. Keuntungan utama untuk menyediakan tingkat produktivitas dan informasi durasi dalam bentuk format grafik yang lebih mudah, plot LoB dapat menunjukkan dengan sekilas apa yang salah pada kemajuan kegiatan, dan dapat mendeteksi potensial gangguan yang akan Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru MIN 5 Maluku Tengah dalam perencanaan menggunakan metode KurvaAeS belum maksimal, karena realisasi dilapangan ada beberapa kendala atau hambatan diakibatkan karena cuaca hujan, keterlambatan mobilisasi material dan kurangnya tenaga kerja. Penggunaan kurva-S juga tidak dapat mendeteksi adanya konflik . pada setiap aktivitas pekerjaan terdahulu dan pekerjaan mengikuti. Untuk itu penelitian ini akan menganalisis terlebih dahulu pekerjaan apa saja yang mempunyai konflik pada time schedule rencana sehingga pekerjaan tersebut dapat diberi perlakuan khusus sehingga tidak mengganggu pekerjaan lain. Kemudian penulis akan menghitung durasi proyek yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut menggunakan metode Line of Balance (LoB) sehingga tidak terjadi keterlambatan proyek sesuai rencana kerja dan menganalisis keefektifan metode Line of Balance (LoB) dalam mengendalikan penjadwalan proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru MIN 5 Maluku Tengah pada beberapa aktivitas pekerjaan sehingga diharapkan dapat mempermudah pengerjaan proyek yang mempunyai kegiatan berulang dengan jangka waktu yang relatif panjang menjadi lebih efektif dan optimal. e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 TINJAUAN PUSTAKA Penjadwalan proyek Penjadwalan perencanaan, yang dapat memberikan mengenai jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu penyelesaian proyek, (Ir. Abrar Husen. MT 2. Penjadwalan adalah komponen sebuah perencanaan proyek berupa langkah-langkah yang disusun sebagai fungsi pengendalian suatu proyek agar dapat dikerjakan dan selesai pada waktu yang telah diharapkan atau Langkah-langkah yang dimaksudkan diatas antara lain merupakan definisi setiap pekerjaan pada proyek, susunan urutan pekerjaan berdasarkan waktu mulai, dan perkiraan kebutuhan waktu pekerjaan pada masing-masing pekerjaan. Hasil dari langkahlangkah tersebut kemudian akan diolah menggunakan metode-metode tertentu dalam menyusun sebuah penjadwalan proyek. Metode Penjadwalan Proyek Dalam metode penjadwalan terdapat banyak analisis dan teknik grafis yang berbeda Ae beda dalam pengendalian operasi dan sumber daya proyek. Beberarapa metode yang digunakan untuk mengelola penjadwalan proyek, yaitu Bagan Balok (Bar Chart. Kurva S (Hanumm Curv. , dan Presedence Diagram Method (PDM) Bagan Balok (Bar cart. Bagan balok adalah perkembangan dari bagan Ae bagan Gantt yang dikembangkan oleh Henry L. Gantt. Bagan balok disusun dengan tujuan untuk mengidentifikasi unsur waktu dan urutan dalam merencanakan suatu proyek yang terdiri dari waktu mulai, waktu selesai dan pada saat pelaporan. Bagan balok bisa dikerjakan manual dan bisa juga dengan menggunakan computer, tersusun pada koordinat X dan Y. di sumbu tegak lurus X, dicatat pekerjaan atau elemen atau paket kerja dari hasil penguraian lingkup suatu proyek, dan dilukis sebagai balok. Sedangkan di sumbu horizontal Y, tertulis satuan waktu misalnya hari, minggu, atau bulan. Kurva Ae S Kurva Ae S adalah penggambaran kemajuan kerja . kumulatif pada sumbu vertikal terhadap waktu pada sumbu horizontal. Bobot kegiatan adalah nilai persentase proyek dimana penggunaannya dipakai untuk mengetahui kemajuan proyek tersebut. Kurva Ae S merupakan gambaran diagram persen kumulatif biaya yang diplot pada suatu sumbu koordinat dimana sumbu Halaman 75 JOURNAL AGREGATE absis (X) menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu (Y) menyatakan nilai persen kumulatif biaya selama masa proyek tersebut. Konstruksi Repetitif Konstruksi repetitif atau konstruksi berulang adalah konstruksi dengan kegiatan-kegiatan di dalamnya yang diulang dalam unit yang sama (Jaskowski, 2. Contoh tipikal dari konstruksi repetitif antara lain: konstruksi gedung bertingkat . partemen, hotel, gedung bertingkat fasilitas umu. dengan pengulangan pekerjaan yang sama pada setiap lantai tipikalnya, konstruksi jalan raya dengan pengulangan pekerjaan yang sama pada setiap stasiun, dan konstruksi perumahan dengan pengulangan pekerjaan yang sama pada setiap unit rumah, maka penting untuk mengembangkan metode penjadwalan khusus yang efisien untuk tipe proyek berkarakter pekerjaan Gambar 1. Ilustrasi Proyek Repetitif Sumber: M. Abrar Aulia, 2017 Metode Penjadwalan Linier Metode penjadwalan linear dapat menjadi alternatif pada penjadwalan jenis proyek berulang atau proyek repetitive yang umumnya menggunakan metode Metode penjadwalan linear merupakan metode efektif untuk proyek yang memiliki karakteristik kegiatan berulang, baik yang bersifat horizontal maupun Menurut Mawdsley dalam (Halimi, 2. terdapat dua jenis umum dalam metode penjadwalan linear, yaituLoB (Line of Balanc. dan Time Chainage Diagram. Metode Line of Balance (LoB) Line of Balance diperkenalkan oleh perusahaan Goodyear pada awal tahun 1940 dan kemudian pada tahun 1942 dikembangkan oleh Departemen Angkatan Laut AS untuk pemrograman dan pengendalian proyekproyek yang bersifat repetitif. Kemudian dikembangkan e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 lebih lanjut oleh Nation Building Agency di Inggris untuk proyek-proyek perumahan yang bersifat repetitif, di mana alat penjadwalan yang berorientasi pada sumber daya ini ternyata lebih sesuai dan realistik daripada alat penjadwalan yang berorientasi dominasi LoB adalah metode keseimbangan operasi, yaitu tiaptiap kegiatan adalah kinerja yang terus menerus. Keuntungan utama dari metodologi LoBadalah menyediakan tingkat produktifitas dan informasi durasi dalam bentuk format grafik yang lebih mudah. Selain itu, plot LoB juga dapat menunjukkan dengan sekilas apa yang salah pada kemajuan kegiatan, dan dapat mendeteksi potensial gangguan yang akan datang. Dengan demikian. LoB mempunyai pemahaman yang lebih baik untuk proyek-proyek yang tersusun dari kegiatan berulang daripada teknik penjadwalan yang lain, karena LoB memberikan kemungkinan untuk mengatur tingkat produktifitas kegiatan, mempunyai kehalusan dan efisiensi dalam aliran sumber daya, dan membutuhkan sedikit waktu dan upaya untuk memproduksinya daripada penjadwalan network menurut Arditi dan Albulak dalam (Fajarius Laila. Teknik Perhitungan Metode Line of Balance (LoB) Menurut Mawdsley . LoB mempunyai format dasar grafik X - Y dengan sumbu axis (X) merupakan variabel waktu dan sumbu ordinat (Y) merupakan variabel jumlah unit berulang. LoB pada penelitian ini akan digambarkan sebagai jajar genjang untuk setiap Setiap aktivitas digambarkan sebagai garis horisontal sepanjang durasi . umbu X) dan setinggi jumlah unitnya . umbu Y). Jika telah diketahui kemiringan garis (Gambar 2. , maka penentuan nilai pada setiap titik di sepanjang garis yang sama dapat ditentukan menggunakan persamaan linear . Gambar 2. Line Of Balance Sebagai Fungsi Linier Sumber: M. Abrar Aulia, 2017 Halaman 76 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 eAyeUOeyeAyeO) yea = . cyeUOeycyeO)a. Keterangan : M = Kecepatan Produksi pekerjaan yang ditinjau Yj = Unit keseluruhan pekerjaan yang ditinjau Yi = Unit ke Ae 1 = 1 Xj = Durasi keseluruhan pekerjaan yang ditinjau Xi = Durasi pekerjaan setiap siklus Menurut Prabowo . , langkahAelangkah dalam metodeLine of Balance(LoB) adalah sebagai berikut: Membuat susunan diagram logika ketergantungan pekerjaan proyek. Menentukan lamanya waktu . uration lead tim. untuk pelaksanaan tiap komponen kegiatan. Menentukan waktu penyangga . uffer tim. pabila dikehendak. Menggambarkan diagram Line of Balance(LoB). Menyesuaikan grafik Line of Balance(LoB) dengan kondisi proyek di lapangan. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah. Desa Tulehu. Kecamatan Salahutu. Kabupaten Maluku Tengah. Jenis Data Adapun jenis data yang dipakai dalam penulisan ini Data Primer Menggunakan metode wawancara dengan cara interview pihak Kontraktor Pelaksana tentang masalah keterlambatan akibat cuaca hujan dari bulan agustus sampai dengan bulan oktober, keterlambatan mobilisasi material dan kurangnya tenaga kerja serta metode Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah. Gambar 3. Diagram Alir Sumber : Penulis, 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Penjadwalan Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah akan dianalisis ulang dengan menggunakan metode Line of Balance (LoB) yang hanya diterapkan pada aktivitas Ae aktivitas repetitif saja meliputi pekerjaan struktur dan pekerjaan arsitektur proyek, mulai dari lantai satu sampai dengan lantai dua. Tabel 1. Uraian dan Durasi Pekerjaan Berdasarkan Pekerjaan Repetitif Data Sekunder Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari pihak Kontraktor Pelaksana. Adapun data sekunder yang diperlukan adalah Gambar Umum Proyek, time schedule dan Shop Drawing. Diagram Alir Penelitian Tahapan penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3. Sumber : Penulis, 2023 e-ISSN:2964-5158 Halaman 77 JOURNAL AGREGATE Berdasarkan tabel 2 akan digambarkan diagram garis LoB untuk mendeteksi konflik setiap pekerjaan yang dapat dilihat pada gambar 4. VOL. NO. MARET 2024 Proses penjadwalan menggunakan LoB, antara lain : Membuat diagram logika berdasarkan logika urutan pekerjaan satu siklus . ogic diagra. Gambar 5. Network Logika Ketergantungan Sumber . Penulis, 2023 Gambar 4. Diagram Line of Balance Berdasarkan Tabel 1 Sumber . Penulis, 2023 Pada gambar diatas terdapat konflik pekerjaan atau garis aktivitas pekerjaan yang saling berpotongan, antara lain : Pekerjaan Sturktur lantai dua dengan Pekerjaan Dinding dan Plesteran lantai satu Pekerjaan Dinding dan Plesteran lantai dua dengan pekerjaan Plafond lantai dua Pekerjaan Sanitair lantai satu dengan Pekerjaan Alumunium Composite Panel (ACP) lantai satu Teknik Perhitungan Metode Line of Balance (LoB) Keterangan : 1 = Pekerjaan Struktur 2 = Pekerjaan Dinding dan Plesteran 3 = Pekerjaan Plafond 4 = Pekerjaan Penutup Lantai 5 = Pekerjaan Alumunium Composite Panel (ACP) 6 = Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela 7 = Pekerjaan Besi dan Railling 8 = Pekerjaan Sanitair Menentukan lamanya waktu (Duration Lead Time. Tabel 3. Perhitungan Durasi Dengan Metode Line Of Balance (Lo. Dua Lantai Tipikal Dilakukan penyederhanaan pada jumlah item pekerjaan . , untuk satu siklus yang mewakili dua lantai. Dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini. Tabel 2. Uraian dan Durasi Pekerjaan Setiap Lantai Sumber . Penulis, 2023 Menggambar grafik Line of Balance (LoB) Dilakukan pengambaran setiap aktivitas pekerjaan untuk ditinjau kembali, adanya konflik maupun aktivitasAeaktivitas yang dapat mengalami percepatan ataupun penundaan berdasarkan kondisi dilapangan. Dapat dilihat pada gambar 6. Sumber : Penulis, 2023 e-ISSN:2964-5158 Halaman 78 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 hari dan selesai pada minggu ke Ae 11,4 hari. Pekerjaan AuKusen Pintu & jendelaAy dimulai dari minggu ke Ae 9,5 hari dan selesai pada minggu ke Ae 11,5 hari. Pekerjaan AuBesi & RailingAy dimulai dari minggu ke Ae 10 dan selesai pada minggu ke Ae 12. Pekerjaan AuSanitairAy dimulai dari minggu ke Ae 11 dan selesai pada minggu ke Ae 12. Gambar 6. Diagram LoB Berdasarkan Tabel 4. Sumber . Penulis, 2023 Jika proyek dilaksanakan sesuai jadwal, delivery rate proyek yaitu satu unit lantai setiap 3,5 hari setelah AuPekerjaan SanitairAy lantai pertama selesai pada hari ke Ae 80,5 hari . Delvery rate ditabelkan pada Tabel 4. Delivery Rate Gambar 6 menunjukkan durasi akhir pekerjaan selama 126 hari lebih lambat dari perencanaan awal pada selama 84 hari, maka dilakukan percepatan pada beberapa item pekerjaan. Dapat dilihat pada Gambar 7 dibawah ini. Sumber . Penulis, 2023 Gambar 7. Diagram LoB Hasil Percepatan Sumber . Penulis, 2023 Pada jadwal masing Ae masing pekerjaan untuk setiap lantainya kemudian dapat dihitung menggunakan persamaan . Dan dari hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 5 di bawah ini: Tabel 5. Jadwal Pekerjaan Setiap Lantai Analisis Grafik LoB Hasil Pehitungan Dari keseluruhan Pekerjaan Struktur dan Pekerjaan Arsitektur lantai satu sampai lantai dua yang dihasilkan dari penjadwalan menggunakan metode Line of Balance (LoB) adalah 84 hari . Pada pekerjaan AuStrukturAy dimulai dari minggu ke 0 dan selesai sampai minggu ke Ae 6 dan pekerjaan AuArsitekturAy dimulai dari minggu ke Ae 2,1 hari dan sampai selesai pada minggu ke Ae 12. Pada pekerjaan AuArsitekturAy terbagi atas beberapa sub Ae item pekerjaan antara lain, pada pekerjaan AuDinding & PlesteranAy dimulai dari minggu ke Ae 2,1 hari dan selesai pada minggu ke Ae 9,1 hari. Pekerjaan AuPlafondAy dimulai dari minggu ke Ae 6,4 hari dan selesai pada minggu ke Ae 10,4 hari. Pekerjaan AuPenutup LantaiAy dimulai dari minggu ke Ae 7,2 hari dan selesai pada minggu ke Ae 11,2 hari. Pekerjaan AuAlumunium Composite Panel (ACP)Ay dimulai dari minggu ke Ae 8,4 e-ISSN:2964-5158 Sumber . Penulis, 2023 Tabel 6. Jadwal Pekerjaan Setiap Lantai (Lanjuta. Sumber . Penulis, 2023 PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab IV maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai Halaman 79 JOURNAL AGREGATE Pada proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku tengah terdapat beberapa konflik pekerjaan atau garis aktivitas pekerjaan yang saling berpotongan pada Time Schedule rencana antara lain : Pekerjaan Struktur lantai dua berpotongan dengan Pekerjaan Dinding dan Plesteran lantai satu. Pekerjaan Dinding dan Plesteran lantai dua berpotongan dengan Pekerjaan Plafond lantai dua. Pekerjaan Sanitair lantai satu berpotongan dengan Pekerjaan Alumunium Composite Panel (ACP) lantai satu. Durasi penjadwalan dengan menggunakan metode Line of Balance (LoB) pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah dua lantai tipikal untuk Pekerjaan Struktur dan Pekerjaan Asritektur adalah 84 hari atau 12 minggu dengan progress pekerjaan 100%. Metode ini efektif karena pada Proyek tersebut penggunaan metode Line of Balance (LoB) dapat mendeteksi konflik pada item pekerjaan atau garis aktivitas pekerjaan yang saling berpotongan pada Jadwal rencana dan dapat memberikan solusi dengan penambahan atau pengurangan durasi sesuai dengan kondisi lapangan serta penggambaran format grafik yang mudah dimengerti Saran Berdasarkan hasil penelitianyang telah dilakukan dan kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut : Agar tidak terjadi penundaan dalam pelaksanaan proyek, maka pekerjaan Aepekerjaan yang mengalami konflik atau garis aktivitas pekerjaan yang saling berpotongan perlu diawasi dan dikontrol dengan baik sehingga tidak terjadi keterlambatan dan juga mengakibatkan pekerjaan yang tidak konflik terganggu atau terjadi penundaan pekerjaan Dalam pembangunan suatu proyek konstruksi, sebaiknya metode pelaksanaan dan manajemen pelaksanaan proyek dapat diperhatikan dengan baik karena peranan metode pelaksanaan dan manajemen pelaksanaan sangat penting mulai dari awal sampai akhir pelaksanaan proyek Penggunaan metode Line of Balance (LoB) dapat memberikan informasi konflik atau gangguan item pekerjaan yang tidak ditampilkan oleh metode Kurva Ae S, sedangkan penggunaan metode Kurva Ae S dapat menunjukan informasi kemajuan proyek sehingga penggunaan metode Line of Balance (LoB) dan metode Kurva Ae S saling berhubungan dan dari penulisan Skripsi ini, bisa dapat diterapkan oleh pihak Kontraktor. Konsultan MK maupun Owner e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Untuk penerapan metode Line of Balance (LoB), sebaiknya pada setiap item pekerjaan dikontrol oleh masing Ae masing subkontraktor DAFTAR PUSTAKA