Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 Analisis Produktivitas Kerja Guru SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya pada Mata Pelajaran Matematika Dedy Yusuf Aditya1. Gita Kencanawaty2. Asep Saefullah Kamali 3 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Universitas Indraprasta PGRI. Jalan Nangka Raya. C Jl. TB Simatupang No. RT. 7/RW. Tj. Bar. Kec. Jagakarsa. DKI Jakarta 12530. Indonesia Program Studi Pendidikan Matematika. STKIP Syekh Mashur. Jl. Term. Abdul Halim No. Km. RW. Kadulisung. Kec. Kaduhejo. Kabupaten Pandeglang. Banten 42253,Indonesia Correspondence author: Dedy Yusuf Aditya , yusufadit42@yahoo. DOI : https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Produktivitas kerja guru SD di Kabupaten Tasikmalaya memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu aspek penting dalam meningkatkan produktivitas kerja guru adalah melalui pemahaman yang mendalam tentang kondisi aktual yang dihadapi dalam proses Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendapatkan gambaran aktual tentang keadaan produktivitas kerja guru SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya pada mata pelajaran Gambaran kondisi aktual ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan penelitian lebih lanjut dan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan instrument berupa skala likert yang disebarkan kepada responden yang juga merupakan sampel sebanyak 30 guru kelas SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukan : . Masih ditemukan permasalahan pada pembelajaran yang dialami oleh guru sebesar 31%, . Masih ditemukan permasalahan pada manajemen kelas yang dialami oleh guru sebesar 47%, . Masih ditemukan permasalahan pada kerjasama dengan orang tua dan teman sejawat yang dialami oleh guru sebesar 39%, . Masih ditemukan permasalahan pada pengembangan diri yang dialami oleh guru sebesar 46%, dan . Masih ditemukan permasalahan pada kontribusi terhadap pengembangan sekolah yang dialami oleh guru sebesar 35%. Kata kunci: Produktivitas Kerja Guru. Kabupaten Tasikmalaya. Abstract The productivity of elementary school teachers in Kabupaten Tasikmalaya plays a crucial role in enhancing the quality of education in Indonesia. One vital aspect in improving teachers' productivity is through a profound understanding of the current conditions faced in the teaching process. This study aims to analyze and obtain an actual overview of the productivity of public elementary school teachers in Kabupaten Tasikmalaya, specifically in the subject of mathematics. This current overview can serve as a reference for further research and various efforts to enhance teachers' productivity. The research method employed is a survey method using a Likert scale instrument distributed to respondents, comprising a sample of 30 elementary school teachers in Kabupaten Tasikmalaya. The research findings indicate: . Issues in teaching experienced by teachers account for 31%, . Classroom management problems experienced by teachers account for 47%, . Issues in collaboration with parents and peers experienced by teachers account for 39%, . Self-development issues experienced by teachers account for 46%, and . Contribution issues towards school development experienced by teachers account for 35%. Keywords: Teacher Work Productivity. Tasikmalaya Regency http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 PENDAHULUAN Peningkatan produktivitas kerja guru akan membawa dampak positif pada peningkatan mutu Guru yang lebih produktif akan mampu menghadirkan materi pembelajaran matematika dengan cara yang lebih efisien dan inovatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran matematika, tetapi juga memungkinkan adopsi metode pembelajaran terkini yang sesuai dengan tuntutan pendidikan internasional. Pendidikan di era globalisasi dituntut untuk melampaui batasan nasional. Tuntutan pendidikan internasional mendorong penerapan standar yang kompetitif dalam kurikulum, penilaian, dan pengajaran. Guru yang produktif akan mampu mengintegrasikan standar internasional ke dalam konteks lokal, menghasilkan lulusan yang siap bersaing di panggung global. Peningkatan produktivitas kerja guru juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa. Guru bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika. Guru yang produktif mampu menjadi contoh teladan bagi siswa dalam mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Perubahan dinamis dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk beradaptasi dengan cepat. Guru yang produktif cenderung lebih terbuka terhadap inovasi dan perkembangan baru dalam metode pengajaran. Mereka siap mengimplementasikan teknologi pendidikan, memanfaatkan sumber daya daring, dan mengoptimalkan media pembelajaran interaktif. Kaitan antara produktivitas kerja guru dengan tuntutan pendidikan internasional erat terkait dengan persaingan global dalam berbagai aspek. Lulusan yang berkualitas menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi global baik di bidang ekonomi, teknologi, maupun ilmu Standar mutu pendidikan internasional menekankan pengembangan literasi dan keterampilan abad ke-21 pada siswa. Guru yang produktif memiliki peran krusial dalam membentuk keterampilan ini, seperti pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan Produktivitas kerja guru di SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya terkhusus pada mata pelajaran matematika juga berdampak pada citra dan reputasi sekolah. Sekolah yang memiliki guru-guru produktif dan berhasil mencetak lulusan berkualitas akan lebih diminati oleh masyarakat, sehingga dapat mendukung peningkatan enrollmen dan kredibilitas institusi. Pentingnya produktivitas kerja guru semakin terlihat dalam konteks peningkatan akses informasi. Dalam era digital, siswa memiliki akses ke beragam sumber informasi di luar lingkungan sekolah. Guru yang produktif mampu memberikan panduan yang relevan, menganalisis informasi, dan http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 mengarahkan siswa dalam memilah informasi yang kredibel. Menurut (Sappa et al. , 2. Teacher work productivity is a planned management activity to improve the individual performance of a teacher. Yang berarti Produktivitas kerja guru adalah kegiatan manajemen yang direncanakan untuk meningkatkan kinerja individu seorang guru. Dengan indikator : . Knowledge (Pengetahua. , . Skill (Kemampua. , . Abilities (Kemampua. , . Education (Pendidika. , dan . Development (Pengembanga. Menurut (Wulandari et al. , 2. Produktivitas kerja adalah ukuran efisiensi produktif suatu perbandingan antara hasil keluaran (Output, seperti : barang dan jasa dilingkungan sekolah bisa berupa nilai raport atau hasil belajar sisw. dengan masukan (Input, seperti : waktu, tenaga kerja, perawatan mesin atau alat praktek, biaya tenaga kerja /gaj. Indikator produktivitas kerja guru adalah : . Kemampuan, . Meningkatkan hasil yang dicapai, . Semangat kerja, . Pengembangan diri, . Mutu. Menurut (Purwani Puji Utami, et al. , 2. Produktivitas kerja adalah hasil kerja pegawaiyang memberi kontribusi positif terhadap tujuan organisasi. Dengan indikator sebagai berikut : . Nilai tambah untuk melaksanakan tugas, . Efektivitas kerja, . Efisiensi kerja. Kualitas kerja, . Pencapaian tujuan organisasi. Menurut (Kuswibowo, 2. Produktivitas Kerja yaitu berkaitan dengan pencapaian tujuan yang dalam hal ini ukuran kinerja termasuk efektifitas dan efisiensi. Indikator produktivitas kerja adalah : . Guru menyusun perencanaan pembelajaran, . Guru hadir dalam pelaksanaan proses pembelajaran, . Guru membuat dan mengembangkan alat peraga untuk memudahkan pembelajaran, . Guru memberikan Menurut (Wibowo, 2. Produktivitas Kerja adalah dimana produk barang maupun jasa yang dihasilkan oleh setiap individu atau kelompok yang menunjukan pertimbangan antara input dan output dengan tindakan kinerja lebih efisien. Dengen indikator : . Tingkat pendidikan, . Keterampilan, . Disiplin kerja, . Motivasi, . Gizi dan Kesehatan, . Tingkat penghasilan, . Jaminan sosial, . Lingkungan dan iklim kerja, . Hubungan industrial, . Teknologi, . Sarana produksi, . Manajemen, . Kesempatan Berprestasi. Menurut (Edy Sutrisno, 2. , produktivitas kerja adalah rasio dari keseluruhan hasil kerja yang telah ditentukan untuk menghasilkan suatu produk dari tenaga kerja. Indikator produktivitas kerja guru adalah : . Kemampuan, . Meningkatkan hasil yang dicapai, . Semangat kerja, . Pengembangan diri, . Mutu, . Efisiensi. Menurut (Muhammad Busro, 2. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seseorang atau http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 sekelompok orang untuk menghasilkan barang dan jasa dalam waktu tertentu yang telah ditentukan atau sesuai dengan rencana. Kemampuan disini menurut peneliti bisa diartikan sebagai kemampuan fisik atau bisa juga disebut kemampuan keterampilan. Dengan indikator : Motivasi kerja, . Pendidikan, . Disiplin kerja, . Keterampilan . Sikap etika kerja, . Kemampuan kerja sama, . Gizi dan kesehatan . Tingkat penghasilan, . Lingkungan kerja dan iklim kerja, . Kecanggihan teknologi yang digunakan, . Faktor Ae faktor produksi yang memadai, . Jaminan sosial, . Manajemen dan kepemimpinan, . Kesempatan berprestasi. Berdasarkan beberapa teori yang telah dipaparkan di atas dan dengan memperhatikan tugas pokok dan fungsi guru maka peneliti mensintesis pengertian produktivitas kerja guru adalah Produktivitas kerja guru adalah ukuran seorang guru dalam menghasilkan output yang diinginkan, baik dalam bentuk pembelajaran yang efektif maupun kontribusi positif terhadap tujuan organisasi sekolah berdasarkan satuan waktu. Dengan indikator : . Persiapan Pengajaran, . Pelaksanaan Pembelajaran, . Evaluasi dan Pemantauan Kelas, . Manajemen Kelas, . Kerjasama dengan Orang Tua dan Rekan Kerja, . Pengembangan Diri, . Kontribusi terhadap Pengembangan Sekolah. Dari beberapa teori di atas maka dapat dikatakan bahwa Produktivitas kerja guru adalah ukuran seorang guru dalam menghasilkan output yang diinginkan, baik dalam bentuk pembelajaran yang efektif maupun kontribusi positif terhadap tujuan organisasi sekolah berdasarkan satuan Dengan indikator : . Pembelajaran, . Manajemen Kelas, . Kerjasama dengan orang tua dan rekan kerja, . Pengembangan diri dan . Kontribusi terhadap pengembangan sekolah. Dari hasil beberapa penelitian sebelumnya menunjukan bahwa produktivitas kerja guru dapat ditingkatkan dengan meningkatkan variabel-variabel lain yang berpengaruh baik berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Dalam penelitian ini hanya membahas sampai pada tahap analisis keadaan produktivitas kerja guru SD negeri di Kabupaten Tasikmalaya pada mata pelajaran matematika dengan mengukur indikator-indikator produktivitas kerja guru. Dengan mengukur indikator tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kondisi produktivitas kerja guru dan juga dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian lanjutan. Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu negara, dan guru berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan berkualitas. Di tengah kompetisi global dan perkembangan teknologi, kualitas pendidikan menjadi semakin penting. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas kerja guru di SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya memiliki implikasi signifikan terhadap kualitas pendidikan di tingkat lokal dan nasional. Guru merupakan faktor sentral dalam efektivitas sistem pendidikan. Produktivitas kerja guru tidak http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 hanya berdampak pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mempengaruhi kemajuan akademik dan sosial siswa. Guru yang produktif mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, mendorong kreativitas siswa, dan memfasilitasi perkembangan beragam Peningkatan produktivitas kerja guru akan membawa dampak positif pada peningkatan mutu Guru yang lebih produktif akan mampu menghadirkan materi pembelajaran dengan cara yang lebih efisien dan inovatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga memungkinkan adopsi metode pembelajaran terkini yang sesuai dengan tuntutan pendidikan internasional. Pendidikan di era globalisasi dituntut untuk melampaui batasan Tuntutan pendidikan internasional mendorong penerapan standar yang kompetitif dalam kurikulum, penilaian, dan pengajaran. Guru yang produktif akan mampu mengintegrasikan standar internasional ke dalam konteks lokal, menghasilkan lulusan yang siap bersaing di panggung global. Peningkatan produktivitas kerja guru juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa. Guru bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika. Guru yang produktif mampu menjadi contoh teladan bagi siswa dalam mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Perubahan dinamis dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk beradaptasi dengan cepat. Guru yang produktif cenderung lebih terbuka terhadap inovasi dan perkembangan baru dalam metode pengajaran. Mereka siap mengimplementasikan teknologi pendidikan, memanfaatkan sumber daya daring, dan mengoptimalkan media pembelajaran interaktif. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian survey. Penelitian dilaksanakan pada guru SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya pada bulan juli 2023. Dalam penelitian ini sampel sebanyak 30 guru kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dengan melakukan survey secara langsung kepada responden dengan menyebarkan angket produktivitas kerja guru. Teknik analisis data menggunakan analisis sederhana tentang kondisi produktivitas kerja guru yang di ukur dalam 5 Penyajian data dalam tabel tabulasi data untuk mengukur tingkat produktivitas kerja guru SD negeri di Kabupaten Tasikmalaya. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam menyusun sebuah instrument untuk penelitian khususnya instrument yang berupa skala sikap seperti variabel produktivitas kerja guru pada mata pelajaran matematika yang merupakan instrument berupa angket, maka terlebih dahulu perlu disusun sebuah kisi-kisi instrument berdasarkan indikator dari produktivitas kerja guru. Berikut Kisi-Kisi Instrumen Produktivitas kerja guru. Table. 1 Kisi-Kisi Instrumen Produktivitas Kerja Guru No. Indikator Aspek Pembelajaran Efektivitas penyusunan rencana pembelajaran Penggunaan sumber daya yang tepat dan relevan dalam menyusun materi pembelajaran matematika. Pengembangan pembelajaran matematika yang jelas dan terukur. Integrasi teknologi dan metode pembelajaran matematika. Kemampuan materi pelajaran dengan jelas dan Interaksi yang baik dengan siswa dan kemampuan menciptakan lingkungan pembelajaran yang Pemanfaatan beragam strategi pengajaran untuk menjangkau berbagai gaya belajar siswa. Penggunaan teknologi dan media pembelajaran matematika yang Penggunaan alat evaluasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Kemampuan menganalisis hasil evaluasi dan menggunakan data untuk meningkatkan pembelajaran Pemantauan individu siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif Kemampuan menciptakan disiplin yang positif dalam kelas. Efektivitas tantangan perilaku siswa. Manajemen Kelas http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Nomor Pertanyaan Positif Negatif Jumlah Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 No. Indikator p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 Aspek Kemampuan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran matematika. Kerja sama dengan Orang Tua dan Rekan Kerja Pengembangan Diri Kontribusi Pengembangan Sekolah Nomor Pertanyaan Positif Negatif Efektivitas dalam berkomunikasi dengan orang tua siswa mengenai kemajuan dan kebutuhan siswa. Kolaborasi yang baik dengan rekan kerja dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Keterlibatan sekolah dan partisipasi dalam pengembangan program sekolah. Partisipasi pengembangan profesional dan Pembelajaran mandiri dan upaya untuk terus meningkatkan kualitas Penggunaan umpan balik dari mengidentifikasi area peningkatan. Peran dalam mengembangkan program dan inisiatif sekolah. Keterlibatan ekstrakurikuler dan kegiatankegiatan sekolah lainnya. Partisipasi kolaboratif di tingkat sekolah atau Jumlah Jumlah Hasil Analisis Produktivitas Kerja Guru Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual produktivitas kerja guru pada SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya pada mata pelajaran matematika. Dari hasil penyebaran angket terhadap 30 guru yang merupakan responden diperoleh data sebagai berikut : http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 Table. 2 Analisis Data Jawaban Angket Penelitian Pendahuluan Produktivitas Kerja Guru Skor Jawaban Pembelajaran Guru pembelajaran matematika yang mencakup kompetensi inti dan indikator pencapaian yang relevan? Guru pembelajaran matematika dengan sumber daya yang tepat dan relevan. Guru pembelajaran matematika yang jelas dan terukur Guru belum memanfaatkan dan mengintegrasikan teknologi dan metode inovatif dalam perencanaan pembelajaran matematika Guru pelajaran matematika dengan jelas dan terstruktur Guru berinteraksi dengan siswa dan pembelajaran matematika yang Guru pengajaran yang monoton dalam proses pembelajaran matematika di Guru menggunakan teknologi dan media pembelajaran matematika yang tepat Guru menggunakan alat evaluasi pembelajaran matematika Guru menganalisis hasil evaluasi dan Guru memantau perkembangan individu siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif Jumlah Presentase (%) Pertanyaan Keterangan Ada pada indikator sebesar 18% 8% 5% = 31% Manajemen kelas Guru menciptakan disiplin yang positif dalam kelas Guru efektif mengatasi tantangan perilaku siswa Guru berhasil memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Ada pada indikator Manajemen Kelas sebesar 19% 6% 3% = 47% Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 Skor Jawaban Jumlah Presentase (%) Kerjasama dengan Orang Tua dan Rekan Kerja Guru berkomunikasi dengan orang tua siswa mengenai kemajuan dan kebutuhan siswa Guru berkolaborasi dengan rekan kerja dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Guru pasif kegiatan sekolah dan berpartisipasi dalam pengembangan program sekolah Jumlah Presentase (%) Pengembangan diri Guru berperan aktif mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan Guru mandiri dan upaya untuk terus meningkatkan kualitas mengajar Guru menggunakan umpan balik dari mengidentifikasi area peningkatan Jumlah Presentase (%) Pertanyaan Keterangan Ada pada indikator dengan orang tua dan rekan kerja sebesar 27% 12% 0% = Ada pada indikator diri sebesar 29% 14% 3% = Kontribusi terhadap Pengembangan Sekolah Guru inisiatif sekolah Guru terlibat dalam kegiatan kegiatankegiatan sekolah lainnya Guru berpartisipasi dalam proyek kolaboratif di tingkat sekolah atau Jumlah Presentase (%) Ada pada indikator sekolah sebesar 23% 11% 2% = 35% Berdasarkan data yang peneliti kumpulan melalui study pendahuluan untuk mengukur keadaan guru terkait produktivitas kerja diperoleh data bahwa . masih terdapat 31 % permasalahan yang dialami oleh guru dalam bidang pembelajaran yang meliputi beberapa aspek diantaranya persiapan pengajaran, pelaksanaan pembelajaran serta evalusi dan pemantauan kelas. Permasalahan yang ditemukan tentunya menjadi perhatian bagi penulis untuk menganalisa lebih dalam tentang apa sebenarnya yang menjadi kendala utama bagi guru dalam pembelajaran yang terkait dengan produktivitas kerja guru. Akar permasalahan yang ditemukan adalah http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 banyaknya guru yang belum menyusun dan mempersiapkan pembelajaran secara baik. Masih ada guru yang tidak membuat RPP dalam persiapan pembelajaranb, tidak mempersiapkan materi dengan baik dari sumber yang relevan, serta guru yang masih monoton dalam menerapkan metode pembelajaran yaitu metode pembelajaran ceramah, kurangnya guru dalam menyusun metode pembelajaran yang efektif serta pemanfaatan media pembelajaran kreatif. Masalah lain yang perlu menjadi perhatian adalah kurangnya guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran, apakah pembelajaran sudah mencapat target yang ditentukan atau belum, dan upaya-upaya yang guru lakukan untuk meningkatkan kompetensi siswa yang belum mencapai target pembelajaran. Permasalahan kedua yang ditemukan adalah masih terdapat 47% guru yang mengalami masalah dalam manajemen kelas. Manajemen kelas merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang guru. Manajemen kelas yang baik akan membuat kondisi atau proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif. Namun kondisi siswa Sekolah Dasar yang masih dalam masa bermain tentu menuntut guru untuk memiliki manajemen kelas yang baik. Banyaknya siswa yang masih sulit untuk belajar secara kondusif menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh Permasalahan ketiga yang ditemukan adalah masih rendahnya kerjasama antara guru dengan orang tua siswa dan juga teman sejawat sebesar 39%. Permasalahan ini adalah bahwa kurangnya terjalin komunikasi yang terjalin dengan baik antara guru kelas dengan orang tua siswa mengenai perkembangan siswa dalam proses belajar. Permasalahan yang terjadi karena beberapa orang tua kurang perduli dengan aktivitas keseharian anaknya, begitu juga guru yang memiliki banyak tugas sehingga laporan perkembangan siswa ke orangtua tidak terjalin secara Rendahnya kolaborasi guru kelas dengan sesame guru dalam proses pembelajaran juga kurang terjalin karena memang tidak ada tuntutan secara profesi dan juga kesibukan guru masing-masing dengan tanggung jawabnya. Padahal kolaborasi guru dengan teman sejawat dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran karena peran teman sejawat sebagai kolaborator dan juga evaluator guru dalam proses pembelajaran. Permasalahan keempat yang dialami guru dalam peran dan tugasnya sebagai seorang pendidik dalam meningkatkan produktivitas kerja guru adalah pengembangan diri masih terdapat 46% Seorang guru yang merupakan profesi juga memiliki jenjang karir, khususnya guru yang berstatus Aparatur Sipil Negera (ASN) atau biasa dikenal dengan PNS. Kenaikan golongan seorang guru PNS tentu menjadi tuntutan bagi yang harus dilakukan jika ingin karirnya lebih baik. Kenyataanya banyak guru ASN yang kesulitan dalam pengembangan diri, http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 hal ini banyak dialami oleh guru dengan alasan kurangnya kegiatan pelatihan, sosialisasi dan rendahnya kemampuan guru dalam menguasai tyeknologi seperti internet dan computer dalam melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK), menulis artikel ilmiah, mengikuti seminar dan juga pelatihan. Permasalahan terakhir yang ditemukan adalah kurangnya peran guru dalam mengembangkan organisasi atau sekolah, peran serta guru dapat dikatakan belum maksimal yaitu masih ada 35 Hal ini karena memang kurang maksimal peran kepala sekolah dalam membuat kegiatan yang melibatkan banyak guru seperti ekstrakurikuler dan kegiatan lainya. Hal ini didasari karena memang guru yang berstatus ASN banyak yang sudah di usia lanjut dan hamper pension sehingga lebih banyak menyerahkan kegiatan kepada guru yang masih muda. Dari beberapa temuan tentang permasalahan yang dialami oleh guru SD Negeri di Kabupaten Tasikmalaya maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas kerja guru. Penelitian ini juga memiliki implikasi luas yang berkaitan dengan pemenuhan tuntutan pendidikan internasional. Upaya meningkatkan produktivitas guru tidak hanya akan menghasilkan hasil pembelajaran yang lebih baik, tetapi juga akan membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan karakter yang kuat. SIMPULAN Dari Hasil Analisis data diperoleh Masih ditemukan permasalahan pada pembelajaran yang dialami oleh guru sebesar 31%. Masih ditemukan permasalahan pada manajemen kelas yang dialami oleh guru sebesar 47%. Masih ditemukan permasalahan pada kerjasama dengan orang tua dan teman sejawat yang dialami oleh guru sebesar 39%. Masih ditemukan permasalahan pada pengembangan diri yang dialami oleh guru sebesar 46%, dan Masih ditemukan permasalahan pada kontribusi terhadap pengembangan sekolah yang dialami oleh guru sebesar Berdasarkan penelitian pendahuluan dapat diketahui bahwa produktivitas kerja guru SD Negeri di wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada mata pelajaran matematika masih perlu http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 1-13 REFERENSI