Perancangan Produksi Video Dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan Sebagai Media Promosi Kerajinan Rangkaian Bunga Nusantara Eka Putri Kamilah 1. Shifa Amalia Almanzhani 2. Ardiansyah Rizal Hanafi 3. Kurnia 4 1,2,3,. Ilmu Komunikasi. STIKOM Inter Studi Email: . @gmail. com 2, shifatugasakhir@gmail. com ,3 ardi19rizal@gmail. 4 kurnia. add@gmail. ARTICLE HISTORY Received . April 2. Revised . Mei 2. Accepted . Juni 2. KEYWORDS Production. Video. Documentary. Promotion. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Merangkai Keindahan Menganyam Harapan merupakan gagasan karya video pendek dokumenter yang dirancang sebagai objek karya dianalisis secara mendalam untuk dapat mengkomunikasikan makna dibalik terciptanya rangkaian bunga tersebut. Berdasarkan fenomena dan permasalahan tersebut tujuan perancangan karya video pendek dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan adalah untuk memahami bagaimana merancang produksi video pendek dokumenter untuk mempromosikan nilai produk sehingga dapat mempersuasi keputusan konsumen. Proyek pembuatan karya ini merupakan video dokumenter berjudul AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy. Karya ini menceritakan tentang kisah dibalik terciptanya Rangkaian Seri Bakul Bunga Nusantara dari Bouquet Bucket yang merupakan wujud dari apresiasi dan harmoni terhadap kerajinan rangkaian anyaman bambu lokal Indonesia. Pada pembuatan video dokumenter promosi ini, pencipta karya untuk menginformasi dan mengedukasikan masyarakat mengenai pembuatan produk yang berkaitan denganpengerajin nusantara. Berdasarkan hasil karya video dokumenter promosi sosial media YouTube yang berjudul AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy sudah memenuhi harapan penulis. Harapan penulis karya video dokumenter promosi sosial media YouTube ini berharap dapat memenuhi persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana Ilmu Komunikasi, memberikan informasi mengenai pembuatan produk serta memberikan edukasi yang berkaitan dengan kerajinan budaya Adanya tujuan pada karya ini untuk membangun pemahaman konsumen Bouquet Bucket agar sadar akan pentingnya memilih hasil karya pengrajin lokal untuk mengapresiasi kelestarian budaya nusantara. ABSTRACT Weaving Beauty. Weaving Hope is the idea of a short documentary video work which is designed as a work object analyzed in depth to be able to communicate the meaning behind the creation of the flower arrangement. Based on these phenomena and problems, the aim of designing the documentary short video work Arranging the Beauty of Weaving Hope is to understand how to design a short documentary video production to promote the value of the product so that it can persuade consumer decisions. The project for making this work is a documentary video entitled "Creating the Beauty of Weaving Hope". This work tells the story behind the creation of the Indonesian Flower Basket Series from Bouquet Bucket, which is a form of appreciation and harmony towards local Indonesian woven bamboo crafts. In making this promotional documentary video, the creator of the work is to inform and educate the public about making products related to Indonesian craftsmen. Based on the results of the YouTube social media promotional documentary video entitled "Creating the Beauty of Weaving Hope" it has fulfilled the author's hopes. The hope of the author of this YouTube social media promotional documentary video is that it can fulfill the requirements for obtaining a Bachelor's degree in Communication Science, provide information about product making and provide education related to Indonesian cultural crafts. The aim of this work is to build understanding of Bouquet Bucket consumers so that they are aware of the importance of choosing the work of local craftsmen to appreciate the preservation of Indonesian culture. PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan media baru berdampak signifikan terhadap media tradisional. Industri media menjadi semakin berkembang, sehingga saat ini video juga dikomunikasikan melalui beragam pilihan jalur transmisi untuk meningkatkan dampak penyiarannya (Zhang, 2. Sebagai bagian dari Sektor Informasi dan Komunikasi. Penyiaran. Pemrograman, dan video saling terkait dan berkontribusi terhadap Rp16,56 triliun Pendapatan Domestik Bruto Indonesia di Tahun 20182019 (Vidyantina. Hepi. Yuniarti. Diah. Dwiardi, 2. Penyiaran video tidak hanya berdampak secara materiil tetapi juga secara nonmateriil. Banyak penelitian pada bidang penyiaran yang mengidentifikasi potensi sebagai media komunikasi yang memberikan dampak edukatif (Asri, 2020. Gu, 2019. Hidayati. Hu, 2020. Kurnia et al. , 2. maupun menjadi media untuk mengubah perilaku masyarakat terkait Jurnal Professional. Vol. 12 No. 2 Juni 2025 page: 159 Ae 168 | 159 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X fenomena sosial yang dianggap penting untuk kebaikan sosial (Ernawati, 2020. Mustika Ayu & Dewi Anggraini, 2023. Rahmawati Prodi Ilmu Komunikasi et al. , 2. Video dokumenter saat ini juga banyak digunakan sebagai media promosi karena dianggap dapat menyampaikan pesan dan pengetahuan yang kompleks dalam format yang lebih ringkas dan lebih mudah untuk dipahami (Wibowo & Manelsi, 2. Salah satu jenis video yang banyak digunakan sebagai media promosi adalah video dokumenter. Video dokumenter memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan promosi secara emosional (Deli & Hendro, 2. Video dokumenter telah banyak dieksplorasi dalam studi terkait promosi pariwisata dan nilai budaya di Indonesia Desrianti et al. , 2020. Dwiyani et al. , 2022. Manalu & Warsana, 2021. Sama et al. Indonesia tidak hanya kaya dengan destinasi wisata tetapi juga kaya akan kerajinan tangan khas Pada sektor kerajinan, berbagai desa kreatif di Indonesia mempunyai ciri khas dalam mengembangkan produk unggulan di setiap subsektor ekonomi kreatif . emenparekraf, 2. Setiap daerah juga mempunyai kekhasan ekonomi kreatif yang menunjang perekonomian dan pariwisata nasional. Uniknya. Ekonomi kreatif Indonesia didominasi oleh tingkatan usaha mikro atau UMKM yang mengalami pertumbuhan meningkat setiap tahunnya. Namun, persaingan industri kreatif lokal masih lemah dalam perdagangan nasional maupun global salah satunya disebabkan oleh kurangnya informasi value produk yang ditawarkan (Lantu et al. , 2. Merangkai Keindahan Menganyam Harapan merupakan gagasan karya video pendek dokumenter yang dirancang sebagai media promosi untuk mengkomunikasikan value produk rangkaian bunga nusantara dari Bouquet Bucket. Bouquet Bucket adalah salah satu UMKM kerajinan merangkai bunga yang bermitra dengan pengrajin anyaman bambu lokal. Pendekatan konsep dokumenter dalam karya video pendek ini digunakan untuk membangun pemahaman konsumen Bouquet Bucket agar sadar akan pentingnya memilih hasil karya pengrajin lokal untuk mengapresiasi kelestarian budaya nusantara. Video dokumenter dianggap memiliki peranan strategis dalam menarasikan potensi budaya daerah dalam mengembangkan industri kreatif (Rachmat et al. , 2. Namun masih sedikit yang mengeksplorasi video dokumenter sebagai media yang mempromosikan terkait pelaku budaya sebagai inspirasi pengembangan industri kreatif lokal di Indonesia (Noorwatha et al. , 2. Tantangan lainnya adalah bagaimana menyampaikan pesan dengan berfokus pada representasi realitas namun tetap dapat mendekatkan pengalaman tersebut seolah dilihat secara personal melalui lensa pribadi penonton (Jayarathne, 2. Berdasarkan fenomena dan permasalahan tersebut tujuan perancangan karya video pendek dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan adalah untuk memahami bagaimana merancang produksi video pendek dokumenter untuk mempromosikan nilai produk sehingga dapat mempersuasi keputusan konsumen. Perancangan produksi karya video pendek dokumenter AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy diharapkan dapat memberikan manfaat akademis sebagai salah satu referensi kajian literatur terkait video dokumenter dalam studi komunikasi penyiaran, dan juga dapat memberikan manfaat praktis khususnya bagi praktisi penyiaran dan perfilman dalam memproduksi video dokumenter. LANDASAN TEORI Video Dokumenter Video merupakan sebuah program atau produk media visual lainnya, dimana didalamnya terdapat gambar bergerak suara yang direkam dan disimpan secara digital atau dalam kaset video (Agency. Video juga efektif untuk menyampaikan pesan terhadap khalayak luas dengan menggunakan media internet dan dapat dengan mudah dimengerti (Sirait & Kurnia, 2. Dokumenter adalah sebuah video yang merekam, menggambarkan, atau menceritakan tentang kehidupan nyata (Deli & Hendro. Video dokumenter menggambarkan atau merekam kejadian, objek atau topik yang benar-benar terjadi atau ada dalam kehidupan nyata (Harry, 2. Video dokumenter juga memberikan sudut pandang atau gambaran yang lebih mendalam tentang kehidupan nyata. Sehingga, video dokumenter dapat menjadi jendela atau media untuk melihat dan memahami kehidupan nyata dengan lebih baik. (Saputra et al. , 2. Video dokumenter mempunyai kekuatan untuk menampilkan hal-hal yang berkaitan dengan isu-isu tertentu, seperti biografi, isu kemanusiaan, sosial, politik, serta seni dan budaya (Dwiyani et al. , 2. Video dokumenter dapat dipahami sebagai serangkaian pernyataan visual dan audio yang dihubungkan melalui narasi dan dikomunikasikan dari pengarang/pengarang kepada penonton untuk diterima sebagai fakta (Smith & Rock, 2. Koneksi audio visual melalui narasi dari pengarang kepada penonton tersebut berkaitan dengan nilai utama komunikasi yaitu, pesan yang disampaikan harus dapat dimengerti oleh khalayak sasaran (Tanti & Kurnia, 2. Video dokumenter memiliki beberapa sub genre khusus antara lain: fenomena publik . ublic Affair. , propaganda pemerintah, advokasi, sejarah . , 160 | Eka Putri Kamilah. Shifa Amalia Almanzhani. Ardiansyah Rizal Hanafi. Kurnia . Perancangan Produksi Video Dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan . etnografi, dan alam (Noorwatha et al. , 2. Dalam perkembangannya, tidak ada kriteria empiris untuk menentukan dimensi artistik sebuah video dokumenter. Komposisi, gaya, pengalaman, dan konfrontasi imajinatif merupakan estetika yang lebih difungsikan sebagai pendekatan bentuk dan gaya yang merepresentasikan pengalaman dan ide-ide yang melekat pada reseptor penonton. Sehingga, penonton mendapatkan transfer informasi dan transformasi emosional tanpa mereka sadari (Brody, 2. Ada banyak tipe, kategori, dan bentuk penuturan dalam video dokumenter. Beberapa contoh yang berdasarkan gaya dan bentuk bertutur itu, antara lain: laporan perjalanan, sejarah, potret, atau biografi, perbandingan, kontradiksi, ilmu pengetahuan, nostalgia, rekonstruksi, investigasi, association picture story, buku harian, dan dokudrama. Bentuk penuturan macam ini bertujuan komersial dengan menampilkan profil suatu produk atau profil sebuah perusahaan atau lembaga untuk kepentingan promosi, propaganda atau kampanye (Ayawaila, 2. Dokudrama yang merupakan singkatan dokumenter-drama memiliki makna yang lebih konkret. Dokudrama dapat diartikan sebagai: rekonstruksi peristiwa nyata yang dipresentasikan secara kreatif biasanya untuk tujuan komersial (Ayawaila, 2. Tahapan Produksi Video Dokumenter Produksi video dokumenter pada dasarnya sejalan dengan konsep Multimedia Audio Visual and Broadcasting (MAVIB) yang melibatkan tahapan proses yang terdiri atas pra produksi, produksi, dan pasca produksi (Ranangsari & Fuquan, 2. Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan secara kronologis (Flaherty, 1. Pada tahap pra produksi kelayakan produksi dievaluasi dengan mempertimbangkan hal teknis dan non teknis sebelum melanjutkan ke tahap produksi. Tahap pra produksi melibatkan proses Gambar 1. Tahap Pra Produksi Tahap setelah pra produksi adalah produksi. Dalam produksi video dokumenter tahap produksi merupakan fase untuk mewujudkan naskah menjadi kenyataan visual. Dalam fase ini terdapat beberapa tahapan proses meliputi: Gambar 2. Tahap Produksi Tahap setelah produksi adalah pasca produksi. Dalam produksi video dokumenter pada tahap inilah gambar- gambar ditempatkan bersama-sama untuk menciptakan representasi yang ekspresif. Dalam fase ini terdapat beberapa tahapan proses meliputi Gambar 3. Tahap Pasca Produksi Video Dokumenter sebagai Strategi Promosi Media promosi harus memiliki kemampuan untuk menarik perhatian audiens. Informasi atau pesan yang disampaikan harus dapat dipahami, dapat menggugah perasaan dan mampu mempengaruhi perilaku masyarakat (Gunadi, 2. AC Neilsen mengembangkan 4 dimensi dalam mengukur efektivitas promosi, diantaranya . Empati: dimensi ini memberikan kemampuan media dalam mengenali, mempersepsi, dan merasakan respons sasaran terhadap kebutuhan, keinginan, pemahaman dan pengetahuan, serta kondisi efektif. Persuasi: dimensi ini memberikan kemampuan promosi untuk Jurnal Professional. Vol. 12 No. 2 Juni 2025 page: 159 Ae 168 | 161 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X mendorong konsumen sasaran mengubah keyakinan, sikap, dan keinginan berperilaku. Dampak: dimensi ini memberikan perubahan-perubahan yang terjadi pada konsumen sasaran baik perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Komunikasi: dimensi ini memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, dan kekuatan pesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Keempat aspek tersebut menjadi pertimbangan dalam menetapkan tujuan perancangan video dokumenter yang ditujukan sebagai media promosi (International Journal of Latest Research in Humanities and Social Science, 2. Dalam mengoptimalkan upaya pencapaian sasaran promosi penting untuk mempertimbangkan aspek distribusi melalui pemilihan saluran penyiaran. Penyiaran video dokumenter semakin terbuka dengan adanya akses pada platform digital maupun media baru lainnya. Sehingga aspek distribusi produksi dokumenter dapat menjangkau skala yang lebih luas (Du, 2. Integrasi new media dalam strategi promosi video dokumenter memungkinkan kita untuk dapat menerima umpan balik siaran melalui komentar penonton, pesan, bullet screen, dan interaksi lainnya. Sehingga, memungkinkan kita untuk dapat menganalisis potret dan kebutuhan audiens serta membuat penyesuaian yang tepat waktu dan tepat sasaran terhadap konten maupun metode publisitas video (Hondros, 2. Saat ini, karya video sebagian besar disebarluaskan melalui platform new media termasuk melibatkan sosial media untuk memperluas jaringan audiens dan mengoptimalkan transmisi free broadcasting channel (Zhang, 2. METODE PENELITIAN Deskripsi Karya Karya ini merupakan sebuah video dokumenter berjudul AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy. Karya ini menceritakan tentang kisah dibalik terciptanya Rangkaian Seri Bakul Bunga Nusantara dari Bouquet Bucket yang merupakan wujud dari apresiasi dan harmoni terhadap kerajinan rangkaian anyaman bambu lokal Indonesia. Kerajinan anyaman bambu yang turun temurun menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat desa Bangkonol. Bogor. Indonesia. Video dokumenter ini sekaligus menjadi media promosi kerajinan Rangkaian Seri Bakul Bunga Nusantara dari Bouquet Bucket. Objek Karya dan Analisis Objek Dalam karya video dokumenter AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy, yang menjadi objek utama ialah kerajinan tangan seri rangkaian bakul bunga nusantara dari Bouquet Bucket, yaitu seri rangkaian yang menggunakan media rangkai anyaman bambu yang khas dengan kearifan lokal. Dalam video dokumenter ini kerajinan tangan seri rangkaian bakul bunga nusantara sebagai objek karya dianalisis secara mendalam untuk dapat mengkomunikasikan makna dibalik terciptanya rangkaian bunga Analisis dilakukan tidak hanya terkait makna dari kerajinan tangan seri rangkaian bakul bunga nusantara, tetapi juga terkait pengrajin yang terlibat dalam kerajinan tangan tersebut. Analisis tersebut juga dilanjutkan dengan analisis terkait pemahaman mengapa kerajinan tangan seri rangkaian bakul bunga nusantara ini dibuat. Analisis obyek tidak hanya berfokus pada elemen visual saja, tetapi juga pada konteks budaya, kearifan lokal, dan warisan tradisional yang tercermin ke dalam karya video dokumenter tersebut. Sehingga penyajian visual menjadi berkesinambungan untuk memperkenalkan, menghormati, dan melestarikan keragaman warisan budaya lokal. Konsep Kreatif Pendekatan konsep kreatif dalam karya ini mengacu pada tujuan karya, target profil dan objek karya yang telah dideskripsikan dan dianalisis sebelumnya. Sehingga dalam video dokumenter ini tujuan promosi disampaikan secara implisit melalui keseluruhan alur cerita. Jenis karya dokumenter dipilih sebagai pendekatan penceritaan yang diharapkan dapat menghadirkan pengalaman riil, kejadian, dan objek, sehingga penonton dapat benar-benar melihat dan merasakan fenomena budaya lokal yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa Bangkonol sebagai pengerajin anyaman bambu. Genre dokudrama dipilih sebagai pendekatan kreatif dalam karya ini dengan merekonstruksi keseharian pengerajin dan melakukan penafsiran ulang terhadap keseluruhan suasana maupun cerita baik melalui keberadaan tokoh - tokoh, penyesuaian setting lokasi, dan elemen visual untuk menguatkan emosi dan isi pesan cerita. Video dokumenter ini juga secara kreatif dikemas untuk dapat menjadi media promosi bagi Bouquet Bucket. Sehingga durasi karya dirancang pendek dengan mempertimbangkan tujuan promosi dan kesesuaian target khalayak dari Bouquet Bucket yang berfokus pada Generasi Z yang mayoritas adalah pengguna media sosial. Maka, karya ini ditargetkan dapat menjadi video dokumenter yang 162 | Eka Putri Kamilah. Shifa Amalia Almanzhani. Ardiansyah Rizal Hanafi. Kurnia . Perancangan Produksi Video Dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan . dapat dengan cepat dan mudah untuk dibagikan kembali antar pengguna media sosial (Youtube dan Instagra. Konsep Teknis Konsep teknis dalam pembuatan karya video dokumenter AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy menuntut perhatian terhadap detail dan penerapan keterampilan teknis untuk menyampaikan pesan secara efektif. Aspek pendukung yang menunjang pembuatan karya video dokumenter, yaitu membuat script sebagai alur cerita dan juga membuat shotlist agar cameraman tahu apa saja teknik kamera yang akan digunakan. Kemudian, pembuatan storyboard pada karya video dokumenter ini harus mempunyai gambaran scene yang akan digunakan. Storyboard tersebut sebagai acuan tim produksi dalam pembuatan karya video dokumenter AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy. Lalu, aspek visual juga menjadi kunci dalam menghasilkan gambar yang tajam dan menarik. Pemilihan lensa, pencahayaan, dan pengaturan frame yang cermat dapat mempengaruhi atmosfer visual dan membantu menyampaikan mood yang sesuai dengan tema. Aspek suara juga memiliki peran sentral dalam konsep teknis karya video dokumenter. Pemilihan dan perekaman suara yang jelas, serta penggunaan musik atau efek suara yang mendukung, dapat memberikan dimensi emosional yang kuat pada cerita. Penggunaan mikrofon berkualitas dan teknik perekaman yang tepat akan meningkatkan kualitas audio dan mendukung narasi yang baik. Pasca Produksi seperti pengeditan karya video dokumenter menjadi elemen kritis dalam menciptakan struktur naratif. Penggunaan perangkat lunak pengeditan memungkinkan penyusunan footage dengan lebih dinamis, pemilihan adegan yang efektif, dan penciptaan transisi yang halus. Teknik ini memberikan karya video dokumenter keaslian visual yang diperlukan untuk menyampaikan informasi dengan jelas. Selain penyusunan yang terstruktur, karya video dokumenter AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy dalam menyebarluaskan karyanya menggunakan platform media sosial YouTube, dikarenakan YouTube merupakan salah satu konten video paling popular dan platform YouTube termasuk sosial media yang mudah diakses. Sehingga pesan dapat tersampaikan kepada audiens secara luas. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan hasil karya ini, telah menciptakan suatu video dokumenter promosi yang berjudul AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy. Pada pembuatan video dokumenter promosi ini, pencipta karya untuk menginformasi dan mengedukasikan masyarakat mengenai pembuatan produk yang berkaitan dengan pengerajin nusantara. Pencipta juga bertanggung jawab penuh untuk pemilihan talent/narasumber serta pembuatan naskah, shot list dan storyboard. Seluruh kegiatan atau adegan dalam video dokumenter promosi ini dibuat berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Berikutnya adalah, laporan proses pembuatan tugas akhir dari awal Pra Produksi. Produksi, hingga Pasca Produksi. Analisis Karya Scene/ Snap Analisis Shot/ BagianKarya Long Shot Teknik pengambilan video yang digunakan pada saat opening yaitu long shot, karena scene ini pengambilan video Bundaran HI yang memperlihat-kan kepadatan kota Ibu Kota Jakarta. Medium Shot Pada memperlihat-kan memberikan penjelasan mengenai objek yang akan di angkat menjadi video dokumenter sehingga teknik medium shot tepat untuk digunakan. Jurnal Professional. Vol. 12 No. 2 Juni 2025 page: 159 Ae 168 | 163 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X Long Shot Teknik long shot menggunakan drone untuk pengambilan gambar dari atas yang menampilkan pemandangan sekitar desa dan persawahan. Full Shot Scene ini menggunakan teknik full shot untuk pengambilan video dari jarak jauh dengan memperlihatkan pengerajin yang sedang memperlihatkan produk anyaman Close Up Saat adegan menganyam bambu dapat menggunakan teknik close up untuk memperlihat-kan gerakan tangan supaya dapat terlihat dengan jelas proses Pra Produksi Director Tahap awal Pra Produksi dimulai pada 21 Desember 2023. Saat ini Eka Putri Kamilah dan seluruh tim telah mengemukakan ide dan naskah untuk menghasilkan sebuah karya video dokumenter promosi sosial media YouTube. Eka Putri Kamilah sebagai director membuat naskah, dan membuat moodboard. Director juga membuat storyboard bersama cameraman agar sesuai dengan naskah yang telah disepakati dan membuat budgeting bersama editor serta melakukan survei lokasi bersama tim yang Director juga menentukan narasumber serta talent yang sesuai dengan naskah. Atas kesepakatan seluruh tim pada akhirnya memilih Kurnia sebagai narasumber pada pembuatan video dokumenter promosi sosial media YouTube ini. Kemudian director membagi tugas kepada seluruh tim agar pada saat produksi berjalan sesuai dengan rencana. Yang menjadi acuan saya sebagai director dalam pembuatan video dokumenter ini adalah Gina S. Noer karena Gina S. Noer sutradara perempuan yang berbakat dan inspiratif. Gina S. Noer juga telah membuat banyak kontribusi positif bagi industri film Indonesia, dan menjadi role model bagi saya. Selain itu pada tahun 2019. Gina S. Noer juga menjadi salah satu kategori sutradara terbaik dan penulis skenario terbaik. Cameraman Tahap awal Pra Produksi yang dimulai pada tanggal 21 Desember 2023. Pada saat itu cameraman dan seluruh tim melakukan penyusunan dan pembuatan naskah untuk menghasilkan sebuah karya video Tim produksi melakukan survei lokasi shooting. Kemudian tim mengadakan briefing untuk para talent. Saya Ardiansyah Rizal Hanafi sebagai cameraman ditugaskan membuat shot list dan Dalam pembuatan shot list dan storyboard. Cameraman menentukan shoot yang akan digunakan untuk berbagai scene yang bertujuan untuk mempermudah proses shooting ketika Kemudian cameraman akan menentukan alat yang digunakan pada saat produksi berlangsung seperti kamera, lighting. Tripod, stabilizer, audio dan lensa kamera. Selain itu saya menjadikan Agung Hapsa dan Jaisal Tanjung sebagai acuan saya dalam teknik pengambilan gambar, karena mereka memiliki keahlian dan keterampilan teknis yang luar biasa dalam mengoperasikan kamera dan menghasilkan karya visual yang menginspirasi. Tidak hanya memahami teknik pengambilan gambar, tetapi juga memiliki ketajaman dalam memahami komposisi, pencahayaan, dan sudut pandang yang optimal untuk menyampaikan cerita. Kemampuan untuk menciptakan atmosfer dan emosi melalui gambar menjadikan integral dalam menciptakan pengalaman visual yang mendalam bagi penonton. 164 | Eka Putri Kamilah. Shifa Amalia Almanzhani. Ardiansyah Rizal Hanafi. Kurnia . Perancangan Produksi Video Dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan . Editor Pada tahap pertama ini. Shifa Amalia Almanzhani selaku editor meneliti dan memperhatikan unsur serta ide yang dibuat oleh director dan cameraman. Tahapan awal pra produksi dimulai pada tanggal 21 Desember 2023. Editor melakukan diskusi bersama dengan director dan cameraman hingga mengumpulkan ide konsep untuk membuat karya video dokumenter. Pada tahapan ini, editor berperan untuk membantu proses shooting yang akan berlangsung, seperti membuat naskah dan shot list yang akan menjadi bahan list editing. Selanjutnya, editor menyiapkan persyaratan teknis selama produksi mengenai penyuntingan video dengan director yang kemudian akan diimplementasikan menjadi satu kesatuan audio visual dan apa yang sudah dibahas pada tahap penyuntingan. Serta editor juga membantu penyusunan budgeting bersama dengan director yang merupakan salah satu pengaruh besar dalam proses produksi karya video dokumenter, baik di lokasi maupun berapa lamanya hari shooting. Dalam pembuatan video dokumenter "Merangkai Keindahan Menganyam Harapan" yang menjadi acuan saya sebagai editor dari sisi teknik transisi video adalah Aulion, karena Aulion merupakan editor video profesional dengan pengalaman bertahun tahun di dunia industri kreatif. Aulion juga dikenal sebagai art konten kreator yang suka bikin video kreatif dengan sentuhan yang berwarna. Aulion mulai jatuh cinta dengan animasi stop motion, dengan teknik transisi yang berbeda dari pada umumnya. Selain itu yang menjadi acuan saya sebagai editor dari sisi penyunting video adalah Aline Justria, seorang wanita yang mengawali kariernya sebagai editor film dokumenter, menurutnya menjadi editor film bukan hanya bertugas memotong dan menyambung video saja, melainkan juga seorang pencerita. Aline Jusria juga meraih penghargaan nominasi citra penyunting gambar terbaik Produksi Director Lalu tahap berikutnya director dan seluruh tim membutuhkan waktu selama 4 hari dari tanggal 07 Ae 11 Februari 2024. Pada hari pertama melakukan perjalanan selama 2 jam untuk menuju Kampung Anyaman Bangkonol. Pukul 07. 00 WIB director dan seluruh tim memberikan arahan kepada narasumber dan talent serta menjelaskan naskah dan storyboard untuk mempermudah pengambilan gambar dan stock shot. Lalu pukul 08. 00 WIB seluruh tim mulai melakukan shooting. Pada saat cameraman selesai melakukan pengambilan video, director juga memeriksa hasil video untuk memastikan tidak ada pengulangan atau audio . saat produksi berlangsung. Pada hari pertama ini produksi berakhir pada 00 WIB. Pada hari kedua seluruh tim melakukan produksi mulai pukul 05. 30 WIB yang diawali pengambilan footage dengan menggunakan drone. Lalu dilanjut pada pukul 09. 00 WIB untuk pengambilan footage yang kurang pada hari pertama. Setelah 4 jam shooting berlangsung seketika cuaca buruk sehingga shooting pada hari kedua ini tidak berjalan dengan lancar. Kemudian pada shooting di hari ketiga berlokasi di Simetri Coffee untuk pengambilan video wawancara dengan narasi yang sesuai dengan naskah. Director juga mengarahkan cameraman untuk melebihkan stock shot guna melengkapi footage. Terdapat kendala yang terjadi yaitu mengundurnya waktu dikarenakan cuaca yang sangat buruk sehingga shooting di hari ketiga baru dilakukan pada pukul 00 WIB. Walaupun shooting baru dilakukan pukul 10. 00 WIB akan tetapi tidak menghambat proses shooting berlangsung karena pada hari ketiga ini dilakukan didalam ruangan . Selanjutnya pada hari keempat ini berlokasi di Bunderan HI untuk pengambilan video timelapse. Pada hari keempat tidak ada kendala terkait cuaca sehingga proses shooting berjalan dengan lancar. Cameraman Pada Tahapan Produksi cameraman bersama tim membutuhkan waktu selama 4 hari. melakukan teknik pengambilan video dengan metode 4:1 supaya video memiliki stok footage saat pasca produksi, mengatur white balance, exposure dan format video. Tidak hanya itu saja cameraman juga melakukan pengambilan video dengan arahan Director. Kamera yang digunakan pada saat produksi Sony A7Aos Mark II . Sony A6400 . dan Sony A600 . dengan menggunakan 3 jenis lensa yaitu lensa 35mm F/2. , lensa 35mm F/1. 8 oss dan prime lensa 50mm f/1. , tripod dan stabilizer yang di gunakan yaitu feiyu ak2000c . , yunteng VCT- 288. , takara eco-196. , lighting yang digunakan terdapat 3 jenis yaitu Led Suirge 85 watt . , led rgb 160 led . , juga terdapat 4 jenis audio yaitu Zoom H1N . Seremonik blink 500 b2 . serta penambahan alat seperti ND fader knf . monitor godox gm55 . , dan dilengkapi, pengambilan video melalui udara menggunakan drone DJI mini 3. Setingan kamera mengguakan S- log 2 untuk membuat warna video yang dihasilkan sangat flat dengan pertimbangan cahaya yang cukup. Setingan S-log memiliki tujuan yakni video yang direkam memiliki dynamic range luas agar lebih fleksibel saat melakukan grading di proses pasca production. Untuk white balance menggunakan kelvin dengan exposure menyesuaikan pada saat pengambilan video Jurnal Professional. Vol. 12 No. 2 Juni 2025 page: 159 Ae 168 | 165 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X sedang terjadi. tak hanya itu cameramen juga menggunakan fitur zebra line untuk menentukan indikator garis yang menandai masuknya cahaya kedalam kamera. Editor Pada tahapan ini editor bersama dengan director dan cameraman saat produksi membutuhkan waktu selama 4 hari. Tahap produksi dimulai pada tanggal 7-11 Februari 2024. Ditahap ini editor tidak berperan banyak dilapangan, editor hanya membantu cameraman dan membantu director untuk mengarahkan pilot drone yang nantinya akan digunakan sebagai stock shot guna melengkapi footage agar kebutuhan video terpenuhi dengan maksimal sehingga tidak kurang informasi pada video saat Editor juga mencatat scene atau time code saat proses shooting berlangsung agar mempermudah editor untuk proses editing. Pasca Produksi Director Pada tahap akhir Pasca Produksi, director mendampingi editor dalam memilih dan mengedit video sesuai naskah, dan storyboard serta menyesuaikan moodboard. Setelah proses editing selesai director bersama dengan cameraman dan editor melakukan tahap evaluasi agar karya video dokumenter sesuai dengan naskah. Cameraman Pada tahapan Pasca Produksi, cameraman memberi dan menjelaskan file number kepada editor agar tidak terdapat kesulitan pada saat proses editing berlangsung dan cameramen juga akan memberikan masukan kepada editor terhadap video yang telah diberikan supaya pada saat editing berlangsung tidak ada kesalahan dalam penginputan video maupun audio. Editor Pada tahap akhir pasca produksi ini, editor mempunyai tanggung jawab yang besar pada tahap ini. Editor didampingi director untuk memasuki tahap editing offline. Dalam proses ini, editor yang diarahkan oleh director menyusun video - video menjadi satu kesatuan cerita yang sesuai dengan naskah cerita yang diinginkan tanpa adanya kesalahan penyusunan. Pada tahap editing ini, editor menggunakan Laptop Lenovo Ideapad Gaming 3 dan software editing berupa adobe premiere pro. Kemudian setelah proses editing offline selesai, editor melanjutkan editing ke tahap berikutnya yaitu editing online. Pada tahapan editing online ini, editor menambahkan dan memberikan color grading, color correction, transisi, backsound, sound effect dan font. Color grading yang digunakan editor pada karya video dokumenter AuMerangkai Keindahan Menganyam HarapanAy menggunakan eyedrop, untuk menyesuaikan warnanya editor memakai acuan dari palet warna atau moodboard. Kemudian dilanjutkan dengan color correction, yaitu peningkatan kualitas warna video, yaitu seperti contrast, exposure, dan white balance. Proses editing ini membantu meningkatkan kualitas gambar dari segi warna dan pencahayaan. Kemudian untuk transisi yang digunakan oleh editor berupa masking transition, cara kerjanya yaitu mengambil satu gambar dari footage yang sebelumnya, yang nantinya dijadikan sebagai masking transition tersebut, hal ini didominasikan dengan cut to cut transition setiap perpindahan shot. Lalu, untuk backsound memakai jenis lagu instrumental dan font yang dipakai untuk subtitle memakai type arial. Setelah proses pengeditan selesai, editor akan memberikan credit title dan melakukan rendering untuk finalisasi. Pada rendering, editor menentukan frame size video 1920x1080 (Full HD) dengan frame rate 29. 97 fps. Untuk encoding format yang digunakan H26P membutuhkan waktu untuk rendering A30 menit. Setelah proses rendering, selanjutnya saya melakukan tahap evaluasi bersama dengan director dan cameraman, agar karya video dokumenter tersebut sesuai dengan naskah yang telah ditetapkan. Adapun kendala yang dihadapi dalam proses editing yaitu, menyesuaikan video yang under exposure dengan video yang balance, dikarenakan pada saat shooting outdoor kami belum menyewa field monitor dan menyamakan warna video dari camera master Sony A7 Mark II dengan camera secondary Sony A6400. Evaluasi Produksi Saat mengevaluasi produksi karya ini, terdapat kekurangan riset terkait kendala cuaca di Kampung Anyaman Bangkonol maupun di Simetri Coffee karena terjadinya kondisi curah hujan yang tinggi maka jalur sekitar menjadi licin dan mengakibatkan pengambilan video yang kurang memadai seperti buram di beberapa footage. Pada saat pasca produksi memiliki kendala seperti voice over yang kurang pada saat penyusunan video, sehingga dilakukannya retake . hooting ulan. 166 | Eka Putri Kamilah. Shifa Amalia Almanzhani. Ardiansyah Rizal Hanafi. Kurnia . Perancangan Produksi Video Dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan . KESIMPULAN DAN SARAN Perancangan karya video pendek dokumenter Merangkai Keindahan Menganyam Harapan dapat digunakan sebagai media untuk mempromosikan nilai produk Bouquet Bucket sebagai wujud dari apresiasi dan harmoni terhadap kerajinan rangkaian anyaman bambu lokal Indonesia. Video dokumenter dalam karya ini memiliki peranan strategis dalam menarasikan potensi dan keunikan budaya daerah dalam mengangkat isu industri kreatif. Eksplorasi video dokumenter sebagai media promosi dalam karya ini menekankan bagaimana menyampaikan pesan secara emosional dengan berfokus pada representasi realitas namun tetap dapat menghadirkan pengalaman isi pesan secara personal kepada penonton. Agar video dokumenter dapat dihadirkan secara personal pendekatan genre dalam dokumenter juga harus diperhitungkan, khususnya dalam tujuan promosi yang terkait unsur komersialitas. Genre dokudrama dalam dokumenter dapat menjadi alternatif pendekatan konsep, namun penting bagi pencipta karya untuk memperhatikan kekuatan kehadiran tokoh cerita, riset baik terhadap informan maupun lokasi sehinggan rekonstruksi keadaan dapat dengan natural dan riil bisa disajikan. Perancangan produksi karya video dokumenter ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi kajian akademis terkait produksi video dokumenter dalam studi komunikasi penyiaran. Karya ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi praktisi penyiaran dan perfilman dalam memproduksi video dokumenter untuk tujuan promosi. DAFTAR PUSTAKA