Tasharruf : Journal of Islamic Economics and Business | Page : 29-38 Vol. 07 - No. 01 - Mei 2026 | e-ISSN/p-ISSN : 2962-8407/2962-1836 https://ejournal. id/index. php/tasharruf DOI : https://doi. org/10. 55757/tasharruf. Pengaruh Kapabilitas Manajemen Keuangan dan Keterampilan Teknis Operasional terhadap Kualitas Informasi Akuntansi pada Startup UMKM Kreatif di Jawa Timur Sulistyowati1. Achmad Yasin2. Puspita3 UIN Syekh Wasil Kediri. Indonesia Email: sulistyowati@uinkediri. UIN Sunan Ampel Surabaya. Indonesia Email: surahyasin@uinsa. Indonesia Banking School. Indonesia Email: puspita@ibs. *Korespondensi: sulistyowati@uinkediri. Submit : 17/05/2026 | Review : 17/05/2026 | Accept : 23/05/2026 | Publish : 24/05/2026 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapabilitas manajemen keuangan (X. dan keterampilan teknis operasional (X. terhadap kualitas informasi akuntansi (Y) pada startup UMKM kreatif di Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan melalui Google Form kepada 52 responden. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisita. , serta analisis regresi linear berganda. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item valid dengan r-hitung > r-tabel . , dan uji reliabilitas menunjukkan ketiga variabel reliabel dengan CronbachAos Alpha > 0,6. Uji asumsi klasik terpenuhi: residual berdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas (VIF < . , dan tidak terdapat heteroskedastisitas. Hasil analisis regresi menunjukkan persamaan Y = -2,584 0,425X1 0,569X2. Secara parsial. X1 berpengaruh positif dan signifikan . = 4,514. = 0,. dan X2 berpengaruh positif dan signifikan . = 5,034. = 0,. terhadap kualitas informasi akuntansi. Secara simultan. X1 dan X2 berpengaruh signifikan terhadap Y dengan nilai F = 20,345 dan sig. = 0,000. Koefisien determinasi (RA) sebesar 0,4537 menunjukkan bahwa 45,37% variasi kualitas informasi akuntansi dijelaskan oleh kedua variabel independen. Kata kunci : Kapabilitas Manajemen Keuangan. Keterampilan Teknis Operasional. Kualitas Informasi Akuntansi. UMKM Abstract This study aims to analyze the influence of financial management capabilities (X. and operational technical skills (X. on the quality of accounting information (Y) in creative MSME startups in East Java. The research method uses a quantitative approach with a questionnaire instrument distributed via Google Form to 52 Data analysis techniques include validity tests, reliability tests, classical assumption tests . ormality, multicollinearity, and heteroscedasticit. , and multiple linear regression analysis. The results of the validity test show that all items are valid with r-calculated > r-table . , and the reliability test shows that all three variables are reliable with Cronbach's Alpha > 0. The classical assumption test is met: the residuals are normally distributed, there is no multicollinearity (VIF < . , and there is no heteroscedasticity. The results of the regression analysis show the equation Y = -2. 425X1 0. 569X2. Partially. X1 has a positive and significant effect . = 4. = 0. and X2 has a positive and significant effect . = 5. = 0. on the quality of accounting information. Simultaneously. X1 and X2 have a significant effect on Y with a value of F = 20. 345 and sig. = 0. The coefficient of determination (RA) of 0. 4537 indicates that 37% of the variation in the quality of accounting information is explained by the two independent variables Copyright A 2026 The Author. | Published by: Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan Sulistyowati. Achmad Yasin. Puspit Keywords : Accounting Information Quality. Financial Management Capability. Operational Technical Skills. Micro. Small, and Medium Enterprises. How to Cite this article (APA 7 th Editio. Sulistyowati. Yasin. , & Puspita. Pengaruh Kapabilitas Manajemen Keuangan dan Keterampilan Teknis Operasional terhadap Kualitas Informasi Akuntansi pada Startup UMKM Kreatif di Jawa Timur. Tasharruf : Journal of Islamic Economics and Business, 7. , 29Ae38. https://doi. org/10. 55757/tasharruf. Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah atau UMKM merupakan tulang punggung utama bagi stabilitas ekonomi Indonesia yang memberikan kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan produk domestik bruto secara nasional. Peran strategis ini terlihat dari kemampuannya dalam menciptakan lapangan kerja yang luas bagi jutaan penduduk di berbagai wilayah, sehingga mampu menekan angka pengangguran secara signifikan (Hakam et al. , 2. Di Jawa Timur, sektor ini terus berkembang menjadi penggerak utama ekonomi daerah yang didukung penuh oleh kebijakan pemerintah setempat melalui berbagai program pemberdayaan dan Namun, pertumbuhan jumlah unit usaha yang sangat pesat ini tidak selalu dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya pengelolaan administrasi yang rapi dan profesional. Padahal, keberlangsungan sebuah bisnis dalam jangka panjang sangat bergantung pada ketersediaan informasi keuangan yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan strategis yang tepat (Afrianti et al. , 2. Seiring dengan kemajuan zaman, muncul fenomena startup kreatif di Jawa Timur yang didominasi oleh pelaku usaha dengan ide-ide inovatif yang menyegarkan pasar tradisional. Sektor kreatif ini mencakup berbagai bidang menarik seperti industri fashion lokal, kuliner khas daerah yang dikemas secara modern, hingga produk digital yang tetap mengusung identitas budaya local (C. Dewi et al. , 2. Para pelaku startup ini umumnya memiliki semangat berwirausaha yang sangat tinggi serta kemampuan adaptasi produk yang sangat cepat terhadap tren pasar yang dinamis. Namun, di balik kreativitas yang luar biasa tersebut, banyak startup kreatif yang masih menghadapi tantangan serius dalam menjaga kesehatan organisasi dan stabilitas operasional mereka. Masalah internal yang paling mendasar adalah lemahnya sistem pengelolaan keuangan yang menyebabkan arus kas bisnis menjadi sangat sulit dipantau secara berkala (Salim & Veri, 2. Lemahnya pengelolaan keuangan pada startup kreatif di Jawa Timur sering kali tercermin dari minimnya pencatatan transaksi yang dilakukan oleh para pemilik usaha dalam operasional harian mereka. Banyak dari mereka yang belum mampu menyusun laporan keuangan sederhana, seperti laporan laba rugi atau catatan aset dan kewajiban secara tertib dan sistematis (Mahsyar et al. , 2. Hal ini mengakibatkan informasi akuntansi yang dihasilkan menjadi tidak berkualitas, tidak akurat, serta sulit dijadikan sebagai pedoman untuk pengembangan bisnis di masa depan. Tanpa adanya data keuangan yang valid, pengusaha cenderung mengambil keputusan hanya berdasarkan intuisi atau perkiraan semata, yang sangat berisiko memicu kegagalan bisnis dalam waktu singkat. Oleh karena itu, perbaikan terhadap kualitas informasi keuangan menjadi sebuah kebutuhan mendesak yang harus segera diatasi secara menyeluruh oleh para pelaku usaha (C. Dewi et al. 30 | Vol. 07 No. 01 Mei 2026 Pengaruh Kapabilitas ManajemenA Kualitas informasi akuntansi merupakan faktor kritis yang sangat menentukan apakah sebuah startup mampu naik kelas menjadi perusahaan besar atau justru berhenti di tengah jalan. Informasi keuangan yang berkualitas tinggi harus memiliki karakteristik utama, yaitu relevansi dengan kondisi bisnis saat ini, keandalan data yang disajikan, serta ketepatan waktu dalam penyampaiannya (Bakhri et al. , 2. Selain itu, laporan tersebut harus disusun dengan format yang lengkap namun tetap menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap usaha tersebut. Bagi para pelaku startup kreatif, informasi akuntansi bukan hanya berfungsi sebagai catatan pengeluaran, melainkan sebagai instrumen perencanaan, pengendalian operasional, serta alat komunikasi kepada pihak eksternal (Hariyanto et al. , 2. Dengan informasi yang transparan, kepercayaan dari para pemangku kepentingan terhadap kredibilitas bisnis tersebut akan meningkat secara signifikan. Salah satu faktor internal yang diduga memiliki pengaruh paling kuat terhadap kualitas pelaporan keuangan adalah kapabilitas manajemen keuangan dari pemilik atau pengelola usaha tersebut (Puspa1 & Prasetyo, 2. Kapabilitas ini mencakup kemahiran pelaku usaha dalam memahami siklus arus kas, mencatat setiap transaksi yang terjadi setiap hari, serta melakukan analisis terhadap posisi laba rugi perusahaan. Pelaku startup yang memiliki dasar pengetahuan manajemen keuangan yang baik akan cenderung menghasilkan catatan keuangan yang lebih terorganisir, rapi, dan tepat waktu. Mereka mampu memetakan biaya-biaya yang tidak efisien dan merencanakan alokasi modal kerja secara lebih efektif untuk menunjang pertumbuhan usaha. Sebaliknya, rendahnya kapabilitas manajemen sering menjadi akar permasalahan utama di balik lemahnya tata kelola perusahaan rintisan yang sering kita temui di lapangan (Sari1 & Suhartini, 2. Kemampuan dalam mengelola manajemen keuangan juga sangat membantu pengusaha untuk tetap disiplin dalam memisahkan antara kepentingan keuangan pribadi dan kepentingan perusahaan secara profesional. Banyak kegagalan usaha kecil terjadi karena bercampurnya aliran dana rumah tangga dengan modal usaha, yang akhirnya merusak struktur keuangan dan menghambat arus kas bisnis itu Dengan memiliki kapabilitas manajemen yang mumpuni, pengusaha dapat menjaga integritas data keuangan yang mereka hasilkan pada setiap periode Hal ini memberikan fondasi yang sangat kuat bagi startup untuk membangun kepercayaan di mata publik maupun di hadapan lembaga keuangan Oleh karena itu, penguatan kapasitas manajemen harus menjadi prioritas utama bagi setiap pemilik usaha kreatif yang ingin bisnisnya berkembang secara berkelanjutan di masa depan (Anggriani & Inapty, 2. Selain aspek manajemen, di era transformasi digital yang berkembang sangat pesat saat ini, keterampilan teknis operasional juga memainkan peranan yang tidak kalah penting bagi setiap pengusaha. Keterampilan teknis operasional dalam konteks ini mencakup kemampuan dalam mengoperasikan perangkat lunak akuntansi, kemahiran melakukan input data digital, serta keterampilan dalam menyusun dokumen administrasi secara elektronik. Penggunaan sistem pencatatan digital memungkinkan proses pelaporan keuangan dilakukan dengan jauh lebih efisien, akurat, dan memiliki tingkat kesalahan yang sangat rendah dibandingkan metode manual. Pelaku startup yang mampu menguasai keterampilan teknis ini akan memiliki keunggulan kompetitif karena dapat menyajikan data keuangan Vol. 07 No. 01 Mei 2026 | 31 Sulistyowati. Achmad Yasin. Puspit secara instan. Kecepatan dalam menyajikan data ini sangat krusial dalam merespons berbagai peluang bisnis yang muncul tiba-tiba (Sulistianto, 2. Kemampuan teknis juga mencakup pemahaman mengenai pengamanan data dan penggunaan sistem cadangan untuk mencegah hilangnya informasi keuangan yang sangat berharga bagi kelangsungan perusahaan. Di tengah risiko keamanan siber yang semakin beragam, pengusaha kreatif harus mampu melindungi data transaksi mereka dari potensi kerusakan sistem atau pencurian identitas digital (A. Dewi et al. , 2. Dengan memiliki sistem dokumentasi digital yang baik, startup dapat menelusuri kembali setiap riwayat transaksi dengan sangat mudah dan transparan jika diperlukan sewaktu-waktu oleh pihak luar. Keterampilan teknis operasional ini bukan sekadar alat bantu tambahan, melainkan sudah menjadi kompetensi inti yang wajib dimiliki dalam ekosistem bisnis modern. Hal ini membantu startup untuk bekerja lebih profesional dan sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan. Jawa Timur merupakan lokasi yang sangat relevan untuk mengkaji dinamika ini karena posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan UMKM dan startup terbesar di Indonesia (Pradani, 2. Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di provinsi ini menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan, didukung oleh beragamnya budaya dan kearifan lokal yang bisa dikembangkan menjadi nilai ekonomi tinggi (Arofah et al. , 2. Namun, besarnya jumlah unit usaha ini harus dibarengi dengan kualitas pengelolaan yang baik agar mereka tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu melakukan ekspansi pasar. Kebutuhan akan informasi akuntansi yang berkualitas di Jawa Timur menjadi semakin nyata seiring dengan tuntutan pasar yang semakin kompetitif dan transparan. Kondisi ini menciptakan tantangan sekaligus peluang besar bagi para pelaku startup untuk mulai serius dalam membenahi sistem pelaporan keuangan mereka (Laksmana1 et al. , 2. Motivasi utama di balik perlunya peningkatan kualitas informasi keuangan adalah untuk menjembatani kesenjangan antara praktik bisnis yang ideal dengan realitas yang terjadi di lapangan. Saat ini, masih banyak pengusaha kreatif yang sangat berbakat dalam menciptakan produk inovatif, namun masih mengabaikan aspek ketertiban dan kedisiplinan dalam pencatatan keuangan harian. Kesenjangan ini sering kali menghambat mereka dalam mengakses bantuan modal dari perbankan atau menarik minat investor untuk menyuntikkan dana segar ke dalam bisnis (Khansa et al. , 2. Tanpa laporan keuangan yang memadai, potensi besar dari produk kreatif tersebut akan sangat sulit untuk divalidasi secara ekonomi oleh pihak penyedia modal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami bagaimana faktor kapabilitas manajemen dan keterampilan teknis dapat mendorong terciptanya kualitas informasi keuangan (Mutiara, 2. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian bertujuan untuk mengukur dan menguji hubungan kausalitas antara variabel independen . apabilitas manajemen keuangan dan keterampilan teknis operasiona. dengan variabel dependen . ualitas informasi akuntans. secara terukur dan objektif melalui analisis Populasi penelitian adalah pelaku startup UMKM kreatif yang beroperasi di wilayah Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online 32 | Vol. 07 No. 01 Mei 2026 Pengaruh Kapabilitas ManajemenA menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 52 responden yang merupakan pemilik atau pengelola startup UMKM kreatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria: . merupakan pelaku UMKM sektor kreatif, . berdomisili atau beroperasi di Jawa Timur, dan . bersedia mengisi kuesioner secara lengkap. Kuesioner menggunakan skala Likert 1-5 yang mencakup 15 item pernyataan untuk tiga variabel penelitian. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan: . Uji Validitas menggunakan Pearson Correlation dengan df = 50 dan = 0,05, sehingga r-tabel = 0,279. item dinyatakan valid jika r-hitung > r-tabel. Uji Reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha. variabel dinyatakan reliabel jika CronbachAos Alpha Ou 0,6. Uji Asumsi Klasik meliputi Uji Normalitas (Normal P-P Plot residua. Uji Multikolinearitas (VIF < 10 dan Tolerance > 0,. , dan Uji Heteroskedastisitas (Scatterplot ZRESID vs ZPRED). Analisis Regresi Linear Berganda untuk menguji pengaruh X1 dan X2 terhadap Y, mencakup uji F . , uji t . , dan koefisien determinasi (RA). Seluruh pengolahan data menggunakan IBM SPSS Statistics. Results/Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r-hitung dengan r-tabel . f = 50. = 0,. = 0,279. Hasil pengujian selengkapnya disajikan pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Uji Validitas (Pearson Correlation, r-tabel df=50, =0. 05 = 0,. Item r-hitung r-tabel Keterangan Variabel Indikator X1. Valid Kemampuan menyusun X1. Valid Pemahaman arus kas X1. Valid Pencatatan transaksi X1. Valid Kemampuan analisis laba rugi X1. Valid Pengelolaan modal kerja X2. Valid Penggunaan software/aplikasi X2. Valid Keterampilan input data X2. Valid Membuat dokumen X2. Valid Sistem pencatatan X2. Valid Backup & keamanan Valid Relevansi informasi Valid Keandalan laporan Valid Ketepatan waktu Vol. 07 No. 01 Mei 2026 | 33 Sulistyowati. Achmad Yasin. Puspit Item r-hitung r-tabel Keterangan Variabel Indikator Valid Kelengkapan informasi Valid Kemudahan dipahami Berdasarkan Tabel 1, seluruh 15 item pernyataan dari ketiga variabel penelitian memiliki nilai r-hitung yang lebih besar dari r-tabel . , sehingga seluruh item dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas (Cronbach's Alph. Variabel Cronbach's Alpha Standar N Item Keterangan X1 Ae Kapabilitas Manajemen Keuangan Reliabel X2 Ae Keterampilan Teknis Operasional Reliabel Y Ae Kualitas Informasi Akuntansi Reliabel Hasil uji reliabilitas pada Tabel 2 menunjukkan nilai CronbachAos Alpha untuk X1 = 0,8757. X2 = 0,8149, dan Y = 0,8516. Ketiga nilai tersebut berada di atas ambang batas reliabilitas yang ditetapkan, yaitu 0,6. Dengan demikian, seluruh instrumen penelitian dinyatakan reliabel dan konsisten dalam mengukur variabel yang dimaksud. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan menggunakan Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual. Hasil pengujian menunjukkan bahwa titik-titik data menyebar mengikuti garis diagonal pada grafik P-P Plot. Hal ini mengindikasikan bahwa residual regresi berdistribusi normal, sehingga asumsi normalitas terpenuhi dan model regresi layak digunakan untuk analisis lebih lanjut. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel Coefficients SPSS, diperoleh nilai VIF untuk X1 = 1,016 dan X2 = 1,016, serta nilai Tolerance untuk keduanya = 0,985. Nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,1 menunjukkan tidak terdapat masalah multikolinearitas di antara variabel independen dalam model regresi. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance VIF Keterangan X1 Ae Kapabilitas Manajemen Keuangan Tidak ada X2 Ae Keterampilan Teknis Operasional Tidak ada 34 | Vol. 07 No. 01 Mei 2026 Pengaruh Kapabilitas ManajemenA Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan menggunakan Scatterplot antara Regression Standardized Predicted Value . umbu X) dan Regression Studentized Residual . umbu Y). Hasil pengujian menunjukkan titik-titik data menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu, serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian, disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas pada model regresi dalam penelitian ini. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk menguji pengaruh X1 dan X2 terhadap Y. Hasil analisis disajikan secara lengkap pada tabel-tabel berikut. Tabel 4. Model Summary Model R Square Adjusted RA Std. Error of Estimate Tabel 5. Hasil Uji ANOVA (Uji F) Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Tabel 6. Koefisien Regresi (Coefficient. Model B (Unstd. Std. Error Beta (Std. t-hitung Sig. Keterangan Konstanta . Tidak Signifikan X1 Ae Kap. Man. Keuangan Signifikan X2 Ae Keter. Teknis Op. Signifikan Berdasarkan Tabel 4, nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,4537 menunjukkan bahwa 45,37% variasi kualitas informasi akuntansi (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kapabilitas manajemen keuangan (X. dan keterampilan teknis operasional (X. , sedangkan sisanya 54,63% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Pada Tabel 5, hasil Uji F menunjukkan nilai F-hitung = 20,3451 dengan signifikansi = 0,000 (< 0,. Hal ini berarti secara simultan, variabel kapabilitas manajemen keuangan (X. dan keterampilan teknis operasional (X. berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi (Y). Dengan demikian, model regresi yang dibangun dalam penelitian ini layak dan dapat digunakan. Kemudian Tabel 6, persamaan regresi linear berganda yang terbentuk adalah: Y = -2,584 0,425X1 0,569X2. Hasil uji parsial . Vol. 07 No. 01 Mei 2026 | 35 Sulistyowati. Achmad Yasin. Puspit . X1 memiliki t-hitung = 4,514 dengan sig. = 0,000 (< 0,. , sehingga H1 diterima: kapabilitas manajemen keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi. X2 memiliki t-hitung = 5,034 dengan = 0,000 (< 0,. , sehingga H2 diterima: keterampilan teknis operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi. Pembahasan Temuan pertama menunjukkan bahwa kapabilitas manajemen keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas informasi Koefisien regresi X1 = 0,425 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan kapabilitas manajemen keuangan akan meningkatkan kualitas informasi akuntansi sebesar 0,425 satuan, dengan asumsi variabel lain Temuan ini sejalan dengan penelitian Rakhmawati dan Zulaikha . yang menemukan bahwa pemahaman pelaku UMKM terhadap akuntansi dasar berkorelasi positif dengan kualitas laporan keuangan yang Pelaku UMKM yang memahami cara menyusun laporan keuangan, menganalisis arus kas, dan mengelola modal kerja akan lebih mampu menghasilkan informasi akuntansi yang relevan, andal, dan tepat waktu. Temuan kedua menunjukkan bahwa keterampilan teknis operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi dengan koefisien regresi sebesar 0,569, yang merupakan nilai lebih besar dibandingkan koefisien X1. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam konteks era digitalisasi saat ini, keterampilan teknis operasional memiliki kontribusi yang relatif lebih besar terhadap kualitas informasi akuntansi. Penggunaan aplikasi akuntansi digital, kemampuan input data secara akurat, dan sistem pencatatan digital yang terorganisir terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi informasi akuntansi yang dihasilkan. Hasil ini mendukung konsep bahwa transformasi digital UMKM dimulai dari peningkatan keterampilan teknis sumber daya manusianya. Kesimpulan dan Saran Penelitian ini berhasil membuktikan secara empiris bahwa kapabilitas manajemen keuangan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi pada startup UMKM kreatif di Jawa Timur. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-hitung = 4,514 dengan signifikansi = 0,000, jauh di bawah batas toleransi kesalahan = 0,05. Selain itu, keterampilan teknis operasional (X. juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi, dengan nilai t-hitung = 5,034 dan signifikansi = 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi berdasarkan uji F dengan nilai 20,345 dan sig. = 0,000. Koefisien determinasi (RA = 0,4. menunjukkan bahwa 45,37% variasi kualitas informasi akuntansi pada 36 | Vol. 07 No. 01 Mei 2026 Pengaruh Kapabilitas ManajemenA startup UMKM kreatif di Jawa Timur dapat dijelaskan oleh kapabilitas manajemen keuangan dan keterampilan teknis operasional. Persamaan regresi yang terbentuk, yaitu Y = -2,584 0,425X1 0,569X2, memberikan gambaran kuantitatif tentang besaran kontribusi masing-masing variabel terhadap kualitas informasi akuntansi. Referensi