GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN KONSEP Novi Sopirah1. Sundawati Tisnasari2. Rina Yuliana3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. E-mail: novisopirah11@gmail. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa pada materi komponen ekosistem dan kurangnya pembelajaran yang mampu mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis contextual teaching and learning, serta untuk mengetahui kelayakan dan respon peserta didik terhadap bahan ajar yang Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis CTL AuSangat LayakAy diterapkan pada pembelajaran kelas V di SD. hal ini didukung oleh hasil validasi oleh ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi dengan hasil rerata uji kelayakan sebesar 86,3%. Sedangkan hasil respons peserta didik yang diperoleh dari uji coba terbatas mendapat hasil persentase sebesar 89,02% dan termasuk kategori AuSangat BaikAy. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak dan menarik untuk diterapkan pada pembelajaran agar dapat mengembangkan pemahaman konsep peserta didik kelas V SD pada materi komponen ekosistem. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran tematik di kelas V Sekolah Dasar pada materi komponen ekosistem. Kata Kunci: bahan ajar, contextual, pemahaman, ekosistem PENDAHULUAN eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua Peimahaman konseip peiseirta didik dalam keigiatan beilajar seiringkali diartikan seibagai suatu proseis meinghafal bukan meimahami. Peiseirta didik dikatakan teilah beilajar apabila siswa teirseibut teilah meinghafal mateiri peimahaman konseip adalah salah satu aspeik yang dibutuhkan oleih peiseirta didik dalam keigiatan peimbeilajaran. Adanya keimampuan peimahaman konseip meimbuat peiseirta didik meinjadi leibih mudah dalam meimahami mateiri dan meinyeileisaikan peirmasalahan dalam keigiatan peimbeilajaran, kareina peiseirta didik dapat meingaitkan peirmasalahan teirseibut deingan peimahaman konseip yang teilah dimilikinya. Seibaliknya, peiseirta didik yang beilum meimiliki peimahaman konseip akan keisulitan dalam meinyeileisaikan peirmasalahan dalam beilajarnya. Salah satu mata peilajaran yang meimeirlukan peimahaman konseip yang meindalam yaitu mata peilajaran Ilmu Peingeitahuan Alam (IPA). Siswa dapat meinguasai peimbeilajaran IPA jika ia dapat meimahami suatu konseip Peintingnya siswa untuk meimahami konseip ini kareina mateiri peimbeilajaran IPA teirdiri atas konseip-konseip. Meinurut Adapun meinurut Dorothy J. Skeieil (Susanto, 2013:. konseip meirupakan eisuatu yang teirgambar dalam peimikiran seihingga meinghasilkan suatu deifinisi atau Meinurut Supriya . konseip adalah pokok peingeitian yang beirsifat abstrak yang meinghubungkan orang deingan keilompok beinda peiristiwa atau peimikiran . Konseip-konseip yang meinjadi dasar proseis meintal yang meiwakili suatu stimulus. Dari peinjeilasan di atas, dapat disimpulkan bahwa konseip adalah suatu gagasan yang teirdiri atas prinsip, hukum, teiori, dan proseis meintal yang meiwakili rangsangan. Pada peimbeilajaran IPA di SD keigiatan peimbeilajaran yang beirlangsung peirlu adanya peimbaharuan dalam cara meinyampaikan mateiri ataupun meinggunakan cara yang meinarik peirhatian peiseirta didik seihingga dapat meinjadikan peiseirta didik leibih meimahami konseip IPA. Namun pada nyatanya peiseirta didik di SD beilum seipeinuhnya meimahami konseip IPA. Proseis peimbeilajaran di SD yang masih dilakukan hanya deingan meimanfaatkan bahan ajar yang diseidiakan oleih peimeirintah meinyeibabkan peiseirta didik meinjadi kurang meimahami teintang mateiri yang dibeilajarkan. Karakteiristik wilayah yang beirbeida juga meinjadi salah satu peinyeibab siswa keisulitan dalam meingaitkan mateiri deingan keihidupan seihari-hari. Meinurut jurnal cakrawala peindas yang ditulis oleih Deidei Salim Nahdi, dkk GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua . meinyeibutkan bahwa peimahaman konseip pada tingkat seikolah dasar teirbilang masih cukup reindah. Peiseirta didik hanya diarahkan untuk meinghafal mateiri tanpa diminta untuk meimahaminya. Informasi yang dipeiroleih pun tidak dihubungkan deingan keihidupan seihari-hari. Beirdaraskan Jurnal Ilmiah Ilmu Peindidikan yang ditulis oleih Muslimin dan Muhamad Amran . bahwa salah satu peirmasalahan dalam peingeimbangan peingeitahuan dan peimahaman konseip ilmiah (IPA) bagi siswa SD teirleitak pada proseis peimbeilajaran atau peingalaman beilajar. Proseis beilajar yang dipeiroleih di keilas tidak utuh dan tidak beirorieintasi pada teircapainya standar kompeiteinsi dan kompeiteinsi dasar. Seilain itu, beirdasarkan hasil obseirvasi dan wawancara yang peineiliti lakukan di SDN Beinda II, didapati bahwa kini proseis peimbeilajaran yang dilakukan beilum meinunjukan seibagaimana peimbeilajaran yang dikeiheindaki, peinyeibabnya kareina guru dan peiseirta didik hanya meilakukan peimbeilajaran meilalui cara meimbaca, meinyimak, dan meingeirjakan soal latihan dibuku. Guru meilaksanakan proseis peimbeilajaran hanya beirpeigangan pada buku teimatik guru dan buku siswa. Beilum adanya bahan ajar yang meincukupi meimbuat proseis peimbeilajaran beilum seipeinuhnya maksimal. Inilah yang meinjadi peinyeibab siswa meinjadi kurang meindapat peimahaman dari mateiri yang dijeilaskan oleih guru keilas seilain itu, peiseirta didik juga meinjadi meingantuk, kurang seimangat dan tidak antusias meingikuti peimbeilajaran. Seilain itu, beilum teirseidianya bahan ajar yang seisuai deingan karakteiristik lingkungan di seikolah juga meinyeibabkan peiseirta didik keisulitan dalam meinghubungkan mateiri deingan keihidupan seihari-hari, khususnya pada mateiri komponein Beirangkat dari peirmasalahan teirseibut, peineiliti beirusaha untuk meimbeirikan solusi. Solusi yang peineiliti tawarkan beirupa Peingeimbangan Bahan Ajar Beirbasis Conteixtual Teiaching and Leiarning. Bahan ajar teirseibut akan disusun pada mateiri komponein eikosisteim yang dikaitkan deingan karakteiristik lingkungan seikolah . eihidupan seihari-har. Peingeimbangan bahan ajar ini dibuat beirtujuan agar siswa meinjadi leibih meimahami konseip dari topik peimbeilajaran yang seidang beirlangsung kareina peimbeilajan dikaitkan deingan keihidupan seihari-hari, khususnya pada mateiri komponein eikosisteim. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua METODE Peineilitian peingeimbangan ini dilakukan di SDN Beinda II deingan subjeik peineilitian keilas V A yang beirjumlah 36 peiseirta didik. Meitodei peineilitian yang digunakan yaitu meitodei peineilitian peingeimbangan Reiseiarch and Deiveilopmeint (R&D). Proseidur peineilitian yang akan digunakan meingacu pada deisain peingeimbangan ADDIEi (Analysis. Deisign. Deiveilopmeint. Impleimeintation. Eivaluatio. Pada peineilitian ini peingumpulan data dilakukan deingan 4 teiknik peingumpulan data yaitu obseirvasi, wawancara, angkeit, dan dokumeintasi. Obseirvasi dan wawancara dilakukan untuk meingeitahui peirmasalahan pada peimbeilajaran dan keibutuhan bahan ajar. Adapun angkeit pada peineilitian ini diisi seicara teirtulis oleih tim validator dalam rangka meimbeiri validitas teirhadap bahan ajar, bahasa, dan mateiri yang Seilain itu angkeit juga disii oleih peiseirta didik dalam rangka meimbeirikan peinilaian teirhadap bahan ajar yang dikeimbangkan. Seidangkan dokumeintasi digunakan untuk meimbeirikan gambaran seicara visual meingeinai keigiatan peiseirta didik beirupa foto-foto yang diambil seilama proseis uji coba produk teirbatas. Peinilaian keilayakan bahan ajar beirbasis conteixtual teiaching and leiarning dianalisis oleih validator ahli deingan instrumeint yang dibuat deingan skala Likeirt. Keimudian angkeit akan dihitung deingan meinggunakan rumus meinurut Purwanto . 3: . ycI NP = ycIycA y 100 % Keiteirangan: NP = Nilai peirsein yang dicari atau diharapkan R = Skor meintah yang dipeiroleih SM = Skor maksimal Keimudian hasil peinilaian yang dipeiroleih diinteirpreitasikan seisuai deingan tablei di bawah ini: Tabel 1. Kriteria Kelayakan Presentase 81% - 100% 61% - 80% 41% - 60% 21% - 40% 0% - 20% Kriteria Sangat Layak Layak Cukup Layak Kurang Layak Tidak Layak GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua Seidang kan angkeit reispon peiseirta didik akan dianalisa meinggunakan skala Gutman. Keimudian hasil yang dipeiroleih akan dihitung meinggunakan rumus seibagai beirikut : yce P = ycA y 100 % Keiteirangan: = Hasil validitas = Jumlah skor yang dipeiroleih = Skor maksimal Keimudian hasil preiseintasei meinggunakan tabeil beirikut ini: Tabel 2 Kriteria Respon Peserta Didik Presentase 81% - 100% 61% - 80% 41% - 60% 21% - 40% 0% - 20% Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Peingeimbangan ini meimbeirikan hasil bahan ajar beirbasis conteixtual teiaching and leiarning yang dapat digunakan pada gawai. Bahan ajar yang dihasilkan dikeimbangkan meinggunakan modeil peingeimbangan ADDIEi (Analysis. Deisign. Deiveilopmeint. Impleimeintation. Eivaluatio. Seibeilum meirancang bahan ajar teirleibih dahulu dilakukan analisis keibutuhan, analisis kurikulum, dan analisis mateiri untuk meineimukan masalah dan keisulitan saat keigiatan peimbeilajaran, untuk meingeitahui kurikulum yang digunakan di seikolah, seirta untuk meinyeisuaikan mateiri deingan tujuan peimbeilajaran yang ingin dicapai dalam KD yang teilah diteintukan. Keimudian data-data peingeimbangan bahan ajar. Tahapan peingumpulan data ini peineiliti dapatkan dari peingumpulan beibeirapa reifeireinsi mateiri baik beirupa buku guru maupun buku siswa keilas 5 Teima 5 (Eikosistei. Subteima 1 GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua (Komponein Eikosistei. Peimbeilajaran kei-2. Seilain itu, peineiliti meineintukan, gambar yang akan digunakan dalam bahan ajar, dan meinyusun soal. Seiteilah sumbeir-sumbeir teirkumpul dilakukan deisain produk deingan meinggunakan beibeirapa aplikasi agar bahan ajar yang dikeimbangkan meinjadi leibih meinarik dan seisuai deingan storyboard. Proseis peimbuatan bahan ajar dimulai deingan meimbuat deisain pada Microsoft Poweirpoint keimudian diubah meinjadi Html deingan meinggunakan Softwarei I-Spring Switei dan seilanjutnya dibuat meinjadi Apk deingan meinggunakan aplikasi Weib to Apk yang keimudian dapat diinstall pada peirangkat Android. Beirikut ini beibeirapa tampilan bahan ajar beirbasis conteixtual teiaching and leiarning Gambar 1 Tampilan Menu Awal Gambar 2 Tampilan Menu Utama Meidia peimbeilajaran yang teilah seileisai dibuat keimudian dilakukan validasi deingan tujuan meingeitahui keilayakan seirta meingeitahui keileibihan dan keikurangannya. Validasi ini dilakukan ahli mateiri, ahli bahasa, dan ahli meidia. Hasil Validasi Ahli Meidia Validasi meidia ini difokuskan pada peinilaian produk bahan ajar beirbasis conteixtual teiaching and leiarning. Validator ahli meidia teirdiri dari dua dosein yaitu Dr. Toni Yudha Pratama. Pd seilaku dosein Peindidikan Khusus Univeirsitas Sultan Ageing Tirtayasa dan ahli meidia dua adalah . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua Deidi Mulia. Pd seilaku dosein Peindidikan Khusus Univeirsitas Sultan Ageing Tirtayasa. Beirikut peinyajian tabeil dari analisis data peinilaian meidia: Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Media Beirdasarkan tabeil teirseibut, dikeitahui uji keilayakan meidia oleih ahli I dipeiroleih nilai seibeisar 88,5%. Seidangkan hasil uji keilayakan meidia oleih ahli II dipeiroleih nilai seibeisar 97,1%. Seihingga dipeiroleih nilai rata-rata seibeisar 87,8% yang teirmasuk dalam kateigori AuSangat LayakAy. Hasil Validasi Ahli Bahasa Validasi bahasa ini difokuskan pada peinggunaan bahasa pada meidia peimbeilajaran yang dibuat. Validasi bahasa dalam peineilitian ini diisi oleih dua orang dosein yaitu Dr. Tatu Hilaliyah. Pd seilaku dosein Peindidikan Bahasa Indoneisia Univeirsitas Sultan Ageing Tirtayasa dan ahli bahasa dua adalah Adei Anggraini Kartika Deivi. Pd seilaku dosein Peindidikan Bahasa Indoneisia Univeirsitas Sultan Ageing Tirtayasa. Adapun analisis data peinilaian validasi ahli bahasa disajikan pada tabeil beirikut. Tabel 4. Hasil Validasi Ahli Bahasa Beirdasarkan tabeil di atas, dikeitahui uji keilayakan bahasa oleih ahli I dipeiroleih nilai seibeisar 88,9%. Seidangkan hasil uji keilayakan bahasa oleih ahli II dipeiroleih nilai seibeisar 75,5%. Seihingga dipeiroleih nilai rata-rata seibeisar 82,2% yang teirmasuk dalam kateigori Ausangat layakAy. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua Hasil Validasi Ahli Mateiri Validasi mateiri ini difokuskan pada mateiri yang teirsaji dalam meidia Validasi mateiri dalam peineilitian ini diisi oleih dua orang ahli mateiri yaitu A. Syachruroji. Pd seilaku dosein Peindidikan Guru Seikolah Dasar Univeirsitas Sultan Ageing Tirtayasa dan ahli mateiri dua adalah Alam. Pd seilaku guru keilas V SDN Beinda II. Adapun analisis data peinilaian validasi ahli bahasa disajikan pada tabeil beirikut. Tabel 5 Hasil Validasi Ahli Materi Beirdasarkan tabeil di atas, dapat dikeitahui uji keilayakan mateiri oleih ahli I dipeiroleih nilai seibeisar 84,2%. Seidangkan hasil uji keilayakan mateiri oleih ahli II dipeiroleih nilai seibeisar 93,7%. Seihingga dipeiroleih nilai rata-rata seibeisar 88,9% yang teirmasuk dalam kateigori AuSangat LayakAy. Beirdasarkan hasil uji validasi yang teilah dilakukan oleih ahli meidia, ahli bahasa, dan ahli mateiri maka dipeiroleih rata-rata skor dari seitiap masing-masing ahli seibagai beirikut: Tabel 6 Rata-rata Skor Validasi Ahli Validator Ahli Meidia Ahli Bahasa Ahli Mateiri Rata-rata skor Presentase 87,8% 82,2% 88,9% 86,3% Kategori Sangat Layak Tabeil 6 meinunjukan bahwa bahan ajar beirbasis conteixtual teiaching and leiarning sangat layak digunakan pada peimbeilajaran teimatik keilas V. Hal teirseibut dapat dibuktikan dari hasil validasi meidia yang meindapat keilayakan seibeisar 87,8%, hasil validasi bahasa yang meindapatkan keilayakan seibeisar 82,2%, dan hasil validasi mateiri yang meindapat . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua keilayakan seibeisar 88,9%, dan hasil reirata uji keilayakan seibeisar 86,3% yang teirmasuk dalam kateigori AuSangat LayakAy. Seiteilah dilakukan validasi, meidia akan direivisi seisuai komeintar dan masukan dari seitiap validator. Seilanjutnya di lakukan uji coba teirbatas untuk meingukur reispon siswa teirhadap bahan ajar beirbasis conteixtual teiaching and leiarning. Uji coba teirbatas ini dilakukan dalam skala keicil atau skala teirbatas, yaitu 36 siswa keilas V A SDN Beinda II. Pada uji coba teirbatas, siswa dibagikan leimbar angkeit reispons siswa yang teirdiri atas aspeik tampilan, peinyajian mateiri, dan manfaat. Beirikut ini peinyajian tabeil analisis data reispons siswa. Tabel 7 Hasil Analisis Angket Respons Siswa Siswa Tampilan Total Skor Nilai Akhir Kriteria 91,66% Aspek Penyajian Manfaat Materi 86,45% 90,07% Sangat Baik Jumla h Skor Nilai Akhir % 89,02% Beirdasarkan tabeil di atas didapatkan nilai akhir rata-rata seibeisar 89,02% yang teirmasuk dalam kriteiria Ausangat baikAy seisuai kateigori inteirpreistasi reispons siswa (Riduwan, 2011: . Pembahasan Penelitian dan pengembangan ini memiliki produk akhir berupa bahan ajar berbasis CTL yang bertujuan untuk mengembangkan pemahaman konsep siswa pada materi komponen ekosistem di kelas V Sekolah Dasar. Pengembangan bahan ajar ini dilakukan melalui metode penelitian ADDIE yaitu Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluation. Dari hasil analisis kebutuhan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi komponen ekosistem masih kurang. Oleh karena itu, perlu adanya bahan ajar yang dikembangkan karena dalam kegiatan pembelajaran guru cenderung menggunakan buku guru dan buku siswa saja. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua Setelah mengetahui kebutuhan di kelas, peneliti melakukan pengumpulan data yang berupa materi atau tema, gambar, alat dan bahan untuk membuat bahan ajar. pengumpulan informasi data berupa materi dilakukan dengan menganalisis kompetensi dasar dan indikator. Setelah menganalisis kompetensi dasar dan indikator langkah selanjutnya yaitu penyesuaian rancangan awal dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Hal ini sesuai dengan penjelasan Emzir . 3, . yang menjelaskan mengenai pentingnya pengumpulan informasi untuk mengetahui kebutuhan subjek di lapangan . terhadap prosuk yang ingin dikembangkan melalui Selanjutnya peneliti melakukan tahapan desain produk yakni dengan membuat Storyboard yang berguna sebagai rancangan awal pembuatan bahan ajar yang hendak dikembangkan. Proses pembuatan bahan ajar dimulai dengan membuat desain pada Microsoft Powerpoint kemudian diubah menjadi Html dengan menggunakan Software I-Spring Swite dan selanjutnya dibuat menjadi Apk dengan menggunakan aplikasi Web to Apk yang kemudian dapat diinstall pada perangkat Android. Pada penelitian ini bahan ajar yang dikembangkan berupa aplikasi android. Pada bahan ajar ini terdapat kegiatan Ayo Membaca. Ayo Mengamati. Ayo Berlatih dan soal Evaluasi. Pada menu Ayo Mengamati terdapat sebuah video tentang hewan yang bertangga nada mayor. Adapun menu evaluasi berisi 10 soal pilihan ganda yang bisa dijawab langsung oleh peserta didik pada tampilan bahan ajar tersebut. Pada saat peserta didik menjawab benar, maka akan muncul animasi AuBenarAy begitupun sebaliknya. Melalui pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat mengembangkan pemahaman konsep peseta didik pada materi komponen ekosistem. Bahan ajar yang telah dibuat selanjutnya divalidasi oleh beberapa tim ahli, yaitu ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi. Kelayakan media pembelajaran dibuktikan dari hasil validasi ahli media yang mendapat kelayakan sebesar 87,8% yang termasuk dalam kategori AuSangat LayakAy sehingga media layak untuk diuji cobakan. Selanjutnya, kelayakan bahasa pada media pembelajaran yang dikembangkan dibuktikan dengan hasil validasi bahasa yang mendapat kelayakan sebesar 82,2% yang termasuk dalam kategori AySangat LayakAy. Selanjutnya kelayakan materi pada media pembelajaran yang dikembangkan dibuktikan dengan hasil validasi materi . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua yang mendapatkan kelayakan sebesar 88,9% yang termasuk dalam kategori AuSangat LayakAy. Berdasarkan hasil validasi dari ahli media, bahasa, dan materi tersebut rerata uji kelayakan sebesar 86,3%. Menurut Riduwan . hasil persentase rerata yang diperoleh dari uji validasai tersebut termasuk dalam kategori AuSangat LayakAy. Sehingga bahan ajar yang dikembangkan layak untuk diuji cobakan. Setelah bahan ajar pembelajaran melalui tahapan revisi produk, maka bahan ajar berbasis contextual teaching and learning diuji cobakan pada pembelajaran di kelas. Uji coba terbatas ini dilakukan di kelas V pada hari Rabu 31 Mei 2023 dengan jumlah peserta didik 36 orang. Tahap ini dimulai dengan pendahuluan peneliti menyapa peserta didik dan melakukan apersepsi pembelajaran sebelumnya, dilanjutkan dengan menjelaskan tujuan Setelah itu peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok. Langkah selanjutnya yaitu peneliti membagikan file media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi CTL berbentuk apk. untuk dipasang pada android masingmasing kelompok. Sebelum peserta didik menggunakan bahan ajar secara berkelompok, peneliti menjelaskan cara menggunakan bahan ajar berbasis aplikasi tersebut. Pembelajaran dilanjutkan dengan peserta didik diarahkan untuk menggunakan bahan ajar berbasis CTL secara berkelompok. Secara bergatian peserta didik mengklik menu yang disajikan dalam media Pada menu Ayo Berlatih, setelah membaca materi peserta didik diarahkan untuk mengerjakan soal pada menu tersebut sesuai dengan KD yang telah ditentukan. Hasil evaluasi soal tersebut, menunjukan bahwa bahan ajar yang dikembangkan mampu melatih pemahaman konsep peserta didik pada materi komponen ekosistem. Selaras dengan pendapat Kemp dan Dayton bahwa salah satu manfaat media pembelajaran yaitu mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik (Karo-Karo dan Rohani, 2018: . Hal tersebut dibuktikan dengan nilai yang diperoleh yaitu 13 peserta didik mendapatkan nilai 100, 6 peserta didik mendapat nilai 95, 7 peserta didik mendapat nilai 85, dan 10 peserta didik mendapatkan nilai 80. Setelah mengerjakan kuis pada menu evaluasi, peserta didik diberikan angket yang terdiri atas 20 pernyataan yang berkaitan dengan tampilan, penyajian materi, dan manfaat terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Adapun hasil penilaian dari respon peserta didik mencapai persentase 88,36% dengan kategori AuSangat BaikAy. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua Pada saat pelaksanaan uji coba produk peneliti menemukan kendala di antaranya saat pelaksanaan membaca materi peneliti menemukan kendala yaitu terdapat dua kelompok yang tidak kondusif saat kegiatan tersebut dikarenakan jumlah anggota kelompok yang lebih banyak dibandingkan kelompok lain dengan fasilitas media yang kurang memadai sehingga memicu peserta didik mengobrol dengan teman sekelompoknya. Berbeda dengan kelompok lain yang terlihat sikap positif seperti antusias dan bersungguh-sungguh dalam membaca sehingga tercipta suasana yang kondusif saat proses menyimak cerita. Sehingga setelah kegitan tersebut peserta didik mampu mengisi soal pada menu Ayo Berlatih. Hal ini sesuai dengan pendapat Wisada, dkk. 9: . bahwa media audiovisual merupakan suatu media yang menampilkan unsur audio dan visual yang mampu merangsang pikiran dan perasaan peserta didik, karena dalam video siswa dapat melihat langsung tindakan nyata dari apa yang disajikan dalam video tersebut. Selain itu peneliti juga menemukan kendala kurangnya fasilitas . yang memadai untuk untuk penggunaan bahan ajar berbasis aplikasi, sehingga pada tahap uji coba peserta didik harus dibentuk Penggunaan media secara berkelompok tersebut membuat kurang kondusif dalam pengelolaan kelas, dikarenakan peserta didik sangat antusias ingin menggunakan media pembelajaran pada android dan beberapa peserta didik yang merasa menguasai bahan ajar dalam kelompoknya. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Ardiansyah dkk. 1: 9. yang menyebutkan bahwa media pembelajaran berbasis android memiliki kelemahan yaitu memerlukan perangkat gawai . yang memadai, tidak hemat daya, dan memerlukan internet. Bahan ajar berbasis CTL selain memiliki kelemahan juga memiliki Adapun kelebihan media ini yaitu peserta didik antusias untuk menggunakan bahan ajar dikarenakan bahan ajar yang dikembangkan memanfaatkan teknologi android dengan fitur-fitur yang ada dalam bahan ajar mudah dipahami oleh peserta didik. Bahan ajar berbasis CTL ini juga dapat diakses di mana saja dan kapan saja dan dapat diakses tanpa internet. Kelebihan tersebut memudahkan sisa berperan aktif dalam penggunaan bahan ajar saat kegiatan pembelajaran. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran akan mengasah kemampuan peserta didik, kegiatan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua pembelajaran akan lebih interaktif, efektif, dan efesien sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai (Riyan, 2021: . Hasil penelitian pengembangan bahan ajar CTL, diharapkan dapat membantu peserta didik menumbuhkan pemahaman konsep peserta didik pada materi komponen ekosistem serta mengembangkan keterampilan berbahasa yang dimiliki peserta didik. Hal ini dikarenakan, pada dasarnya keterampilan berbahasa di SD terdiri dari empat komponen yaitu keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Keempat keterampilan berbahasa tersebut memiliki keterikatan kuat antara keterampilan satu dengan keterampilan yang lainnya (Siti dalam Ratih dkk, 2021: 1. Berdasarkan penjabaran di atas, penelitian dan pengembangan bahan ajar berbasis CTL ini mampu menarik perhatian peserta didik sehingga dapat mengembangkan pemahaman konsep peserta didik pada materi komponen ekosistem, memotivasi peserta didik untuk lebih aktif, serta membantu peserta didik dalam memahami materi dalam proses Hal ini dikarenakan bahan ajar merupakan salah satu penunjang dalam keberhasilan pembelajaran. bahan ajar yang sesuai akan memotivasi dan meningkatkan minat peserta didik dalam belajar. KESIMPULAN Beirdasarkan hasil peineilitian yang teilah peineiliti uraikan, maka dapat ditarik simpulan bahwa pada peineilitian dan peingeimbangan ini dihasilkan Bahan ajar digital beirupa bahan ajar beirbasis conteixtual teiaching and leiarning yang dikeimbangkan beirdasarkan proseidur peingeimbangan ADDIEi. , yaitu Analysis. Deisign. Deiveilopmeint. Impleimeintation. Eivaluation. Hasil peineilitian uji keilayakan bahan ajar beirbasis CTL oleih tim ahli dipeiroleih nilai rata-rata seibeisar 86,3% yang teirmasuk dalam kateigori AuSangat LayakAy. Hal teirseibut dapat dibuktikan dari hasil validasi yang dilakukan oleih ahli meidia, ahli mateiri, dan ahli bahasa. Hasil validasi oleih ahli meidia meindapat kriteiria AuSangat LayakAy deingan nilai rata-rata seibeisar 87,8%. Hasil validasi oleih ahli bahasa meimpeiroleih kriteiria AuSangat LayakAy deingan nilai rata-rata seibeisar 82,2%. Adapun hasil validasi ahli mateiri meindapatkan kateigori Ausangat layakAy deingan nilai rata-rata seibeisar 88,9%. Beirdasarkan hasil validasi dari para ahli teirseibut maka bahan ajar beirbasis CTL layak digunakan seibagai bahan ajar untuk keilas V Seikolah Dasar. Reispons . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Peningkatan Kemampuan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Chandra S Haratua peiseirta didik keilas V SDN Beinda II seiteilah meinggunakan bahan ajar beirbasis CTL meimpeiroleih nilai preiseintasei seibeisar 89,02% deingan kriteiria AuSangat BaikAy. Hasil teirseibut meinunjukkan bahwa peiseirta didik sangat teirtarik deingan bahan ajar yang dikeimbangkan. Hal ini meinunjukkan bahwa bahan ajar beirbasis CTL yang dihasilkan layak digunakan untuk keigiatan beilajar peiseirta didik keilas V Seikolah Dasar. DAFTAR PUSTAKA