ISSN: 2720-9792 Framing Pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta (Analisis framing pada media Detik. com dan Okezone. com edisi 16 Maret 2. Oleh: Novianto Prasetyo prasetyonovianto90@gmail. Titis Nurwulan Suciati. Sos. titis@gmail. Dr. Bagus Sudarmanto. satu@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Detik. com dan Okezone. com dalam membingkai berita sidang gugatan kasus proyek reklamasi pantai utara Jakarta, selain itu untuk mengetahui bagaimana media Detik. com dan Okezone. com dalam melihat Objektivitas pemberitaan dalam kasus ini. Dua media online ini dipilih sebagai sasaran penelitian dikarenakan media Detik. adalah media yang memiliki pengguna situs berita online terbanyak di Indonesia, selain itu media ini terlihat lebih pro terhadap reklamasi. Sedangkan Okezone. com adalah media yang di miliki oleh Hary Tanoesoedibjo dimana media ini bertolak belakang dengan pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Aho. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Penelitian dilakukan dengan mengamati teks media menggunakan empat struktur analisis framing, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil analisis framing terhadap teks berita memperlihatkan kedua media online ini berbeda. Detik. com lebih menekankan kepada sisi humanis tetapi tidak meninggalkan sisi keberimbangan berita. Sedangkan Okezone. com lebih ke sisi humanis namun latar belakang media itu sendiri lebih mempengaruhi isi pemberitaan yang memperlihatkan lebih ke pro nelayan dalam membingkai pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Hal ini dapat terlihat dengan cara pemilihan narasumber, latar infomasi dan penyeleksian isu serta penggunaan kata atau kalimat untuk menegaskan sebuah ide dan pandangan tertentu. Hasil analisis di pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta ini terlihat Detik. com lebih berimbang di bandingkan Okezone. Kata Kunci : Framming. Gugatan, reklamasi. Pantai. Kasus ABSTRACT The purpose of this study is to find out how Detik. com and Okezone. com in framing the trial report of the case lawsuit of the northern coastal reclamation project in Jakarta, in addition to knowing how the media Detik. com and Okezone. com in view Objectivity of news in this case. Two online media is chosen as the target of research because the media Detik. com is a medium that has the most online users of news sites in Indonesia, in addition to this media looks more pro to reclamation. While Okezone. com is a medium that is owned by Hary Tanoesoedibjo where the media is contrary to the government of Basuki Tjahaja Purnama (Aho. This research uses qualitative method with . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Diterima: 12 September 2019. Direvisi: 20 Desember 2019. Diterbitkan: 30 Juli 2019 constructivist paradigm. Analytical techniques used are framing analysis model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. The study was conducted by observing media texts using four framing analysis structures, ie syntax, script, thematic, and rhetorical. The results of framing analysis of the news text shows the two online media is different. Detik. com put more emphasis on the humanist side but did not leave the balance side of the news. While Okezone. com more to the humanist side, but the background of the media itself more influence the content of the news that shows more to the fisherman pro in framing the report of Claim Lawsuit Case North Jakarta Beach Reclamation Project. This can be seen by the selection of resources, background information and selection of issues and the use of words or phrases to assert a certain idea and view. The results of the analysis in the report of Claim Lawsuit Case North Jakarta Beach Reclamation Project is seen Detik. com more balanced in comparison Okezone. Keyword: Framming. Lawsuit. Reclamation. Beach. Case Latar Belakang Masalah Reklamasi pantai utara menimbulkan berbagai polemik di masyarakat terutama pada saat adanya kasus persidangan pulau F. I dan K . Awal mula kasus ini dimulai sejak adanya pemberian izin reklamasi yang di lakukan pada 22 Oktober 2015. Pengesahan pulau ini tidak didasari dengan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang dimana diharuskan adanya rencana zonasi untuk menggambarkan secara baik mengenai pola dan struktur ruang wilayah pesisir sehinga dapat memanfaatkannya secara optimal sesuai karakteristik dan kebutuhan ruang yang ada. Namun alotnya pengesahan (RZWP3K) menimbulkan banyak pelanggaran hukum yang di lakukan oleh pihak pengembang, pada tahun 2016 pihak nelayan melakukan gugatan kepada pihak pemrov DKI Jakarta dengan tuntutan di batalkanya reklamasi pulau yang tidak memiliki perizinan analisis dampak lingkungan . Dari hasil persidangan pertama ini pihak pemrov DKI Jakarta dituntut untuk memberhentikan sementara proses reklamasi sampai pihak pengembang harus melengkapi persyaratan perizinan lingkungan. Pada Tanggal 16 Maret 2017 Ketua Bidang Ketua Bidang Hukum dan Pengembangan Nelayan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Martin Hadiwinata melakukan gugatan kembali yang didasarkan pada beberapa poin. Polemik tentang reklamasi pantai utara ini menjadi sorotan di berbagai media massa, terutama media online, seperti Detik. com dan Okezone. Kedua media online ini memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam meyikapi polemik sidangan gugatan kasus proyek reklamasi. Hal ini dapat dilihat dari latar belakang media itu sendiri, menurut Eriyanto, . media disini tidaklah sederhana digambarkan dikuasai oleh kelompok tertentu yang dominan, yang berperan dan punya kekuatan untuk mempengaruhi kalayak. Di sini media dipandang sebagai agen konspiratif yang menyembunyikan fakta, menampilkan fakta tertentu yang dikehendaki, dan secara sadar mengelabui khalayak untuk kelompok dominan. Seakan media adalah alat yang jahat dan wartawan tengah berkonspirasi untuk tujuan politik Menurut McQuail, . objektivitas membutuhkan sikap yang adil, tidak diskriminatif kepada sumber dan objek pelaporan berita dan semuanya harus diperlakukan dengan setara. Maraknya pemberitaan media yang memberikan porsi berbeda-beda dalam menyikapi kasus gugatan reklamasi pantai utara ini, seperti pemberitaan pada tanggal 16 Maret 2017 dimulainya putusan persidangan dengan tuntutan dibatalkanya reklamasi pantai Utara di Pulau F. I dan K. Bagaimana media Detik. com dan Okezone. com dalam menyikapi kasus sidang gugatan reklamasi pantai utara yang sangat menyita perhatian publik itu. Berdasarkan latar belakang yang sudah penulis paparkan, maka penelitian ini memfokuskan untuk mengetahui bagaimanakah media massa online Detik. com dan . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Okezone. com dalam membingkai pemberitaan sidang gugatan kasus reklamasi pantai utara? Maka penulis menggunakan judul Framing Pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta (Analisis Framing Pada media Detik. com dan Okezone. com edisi 16 Maret 2. Adapun pertanyaan dalam peneltiian ini yakni: . Bagaimana framing pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta di media Detik. com dan Okezone. com edisi 16 Maret 2017? . Bagaimana objektivitas pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta di media Detik. com dan Okezone. com edisi 16 Maret 2017? . Mengetahui framing pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta di Media Detik. com dan Okezone. com edisi 16 Maret 2017. Mengetahui sejauh mana objektivitas pemberitaan Sidang Gugatan Kasus ProyekReklamasi Pantai Utara Jakarta di media Detik. com dan Okezone. com edisi 16 Maret 2017. TINJAUAN PUSTAKA Objektivitas Konsep paling inti dari teori media yang berkaitan dengan kualitas informasi barangkali adalah objektivitas, terutama jika berhubungan dengan informasi berita. Objektivitas adalah bentuk tertentu dari praktik media . ebagaimana yang digambarkan di bawah in. dan juga merupakan sikap tertentu dari tugas pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran informasi. Ciri utamanya yang pertama adalah penerapan posisi keterlepasan dan netralitas terhadap objek peliputan. Kedua, terhadap upaya untuk menghindari keterlibatan: tidak berpihak dalam perselisihan atau menunjukkan bias. Ketiga, objektivitas membutuhkan keterikatan yang kuat terhadap akurasi dan jenis kebenaran media yang lain . eperti relevansi dan keutuha. Konsep ini juga mengasumsikan tidak adanya agenda tersembunyi atau layanan terhadap pihak ketiga. Proses pengamatan dan peliputan seharusnya tidak dikotori oleh subjektivitas atau di campuri dengan realitas yang dilaporkan. Dalam beberapa hal konsep ini memiliki keterkaitan, setidaknya dalam hal teori dengan gagasan rasional dan komunikasi yang tidak terdistorsi milik menurut Habermas . 2/1. Faktualitas Relevansi Kebenaran Ketidakberpihakan Seimbang Netralitas Informatif Bagan 2. 1 Komponen kriteria objektivitas (Westerstahl,1. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Keterbatasan Objetivitas Aturan-aturan objektivitas mengarah pada bentuk bias dan baru dan kurang nyata. Hal ini dapat memberikan keuntungan terhadap keteraturan dan keuangan yang baik atau partai dominan yang berkaitan dalam perselisihan, apapun posisi nilai instrinsik yang Beberapa akan mendukung keberimbangan atas niat buruk, tetapi konsep ini tidak membantu untuk menemukan jalur mana yang diambil. Terdapaat juga kemungkinan ketidakselarasan dengan klaim atas kebebasan media tidak membedakan antara ungkapan AobenarAo dan AosalahAo dan keragaman yang menekankan pada keanekaragaman dan ketidak selarasan realitas (Mc Quail, 2011: . Realitas Media Media dilihat bukanlah sekedar saluran yang bebas, media berperan aktif dalam mengkonstruksi relaitas, agen konstuksi yang mendefinisikan realitas lengkap dengan pandangan, bias dan keberpihakannya (Eriyanto, 2002: . Media memiliki realitas yang disebut realitas media. Media menyusun realitas dari berbagai peristiwa yang terjadi hingga menjadi cerita atau wacana yang bermakna (Hammad, 2004: . Konstruksi Realitas Sosial Dalam konstruksi realitas, bahasa merupakan unsur utama. Ia merupakan instrument pokok untuk menceritakan realitas. Bahasa adalah alat konseptualis dan alat Begitu pentingnya bahasa, maka tak ada berita, cerita ataupun ilmu pengetahuan tanpa ada bahasa (Hammad, 2004: . Analisi Framing Analisis framing secara sederhana dapat diartikan sebagai analisis untuk mengetahui isi media, bagaimana media mengemas dan membingkai berita dengan menekankan aspek tertentu dari peristiwa melalui kata yang digunakan, aksentuasi kalimat, gambar dan perangkat lain (Eriyanto, 2002: xx. Lebih lanjut Eriyanto mengatakan, analisis framing dapat digunakan untuk melihat realitas dikosntruksi dengan makna tertentu oleh media. Pemberitaan media pada sisi tertentu atau wawancara dengan orangorang tertentu menandakan bagaimana peristiwa dimaknai dan ditampilkan (Eriyanto. 2002: . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Kerangka Pemikiran A Objektivitas A Realitas Media A Kontruksi Relaitas Media Utara Jakarta Edisi 16 Maret Latar belakang media mempengaruhi berkonspirasi untuk tujuan politik Pemberitaan harus objektif dan adil Analisis Framming Menganalisis Framing Teks Berita Pada Berita Online Detik. com dan Okezone. com Berdasarkan Kerangka Framing Pan dan Kosicki Sintaksis (Cara Wartawan menyusun fakt. Skrip (Cara Wartawan mengisahkan fakt. Tematik (Cara Wartawan menulis fakt. Retoris (Cara Wartawan menekankan fakt. Bagan 2. 2 Bagan Pemikiran Penelitian Framing Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, alur berpikir teoritis dalam penelitian ini bermula dari proses framinng pemberitaan kasus reklamasi pantai utara Jakarta di media Detik. com dan Okezone. com yang akan di analisis dengan parangkat framing Zhondang pan dan kosicki yang dimana hasil analisis akan di lihat ke objektif pemberitanya dengan mengunakan teori Mc Quail dilihat dari dua unsur faktualitas dan ketidak berpihakan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Paradigma ini memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, melainkan hasil dari Konsentrasi analisis pada paradigma konstruksionis adalah menemukan bagaimana realitas dikonstruksi, dengan cara apa konstruksi itu dibentuk (Eriyanto, 2002: Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, karena pada . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. penelitian model analisis framing, teks berita akan diuraikan dan dipaparkan sebagai hasil penafsiran atas pengamatan yang penulis lakukan pada teks berita yang menjadi objek Bogdan dan Taylor dalam buku yang ditulis Iskandar mengemukakan bahwa metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Penelitian yang dilakukan ini bersifat deskriptif. Deskriptif yang dimaksud adalah memaparkan gejala atau variabel penelitian dari fenomena komunikasi yang terjadi. Data yang terkumpul dalam penelitian ini bersifat deskriptif, berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Dengan demikian laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut dapat berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi catatan atau memo, serta bisa berupa dokumen resmi lainnya (Moleong, 2013: . Analisis Framing secara sederhana dapat digambarkan sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai media. Pembingkaian tersebut tentunya melalui proses konstruksi realias sosial yang dimaknai dengan makna tertentu. Analisis framing digunakan untuk mengetahui bagaimana realitas diskonstruksi oleh media. Dengan cara dan teknik apa peristiwa ditekankan dan ditojolkan (Eriyanto, 2002: . Subjek pada penelitian ini adalah dua media online yakni Detik. com dan Okezone. com dimana kedua media tersebut memiliki perbedaan yang mendasar. Hal itu terlihat dari pemilihan narasumber, judul berita dan isi berita yang memberikan perbedaan mendasar dalam menyikapi realitas. Pembangunan reklamasi pantai utara Jakarta oleh Pemerintah DKI jakarta Objek dalam penelitian ini adalah teks berita yang dimuat oleh media online Detik. com dan Okezone. com edisi 16 Maret 2017. Terdapat dua teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu interaktif dan non-interaktif. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data non-interaktif, hal itu disebabkan karena data yang diperoleh berupa dokumen naskah berita tentang pembangunan reklamasi pantai utara Jakarta asumsi teoritis yang penulis kutip dari Gunawan . 3: . menyatakan sumber data penelitian kualitatif selain manusia, juga dapat meliputi peristiwa, arsip, dan dokumen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisi Framing Berita Sidang Gugatan Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta di Detik. Struktur Sintaksis Berdasarkan hasil analisis struktur sintaksis keempat berita Detik. berimbang karena tidak memberitakan tidak dari satu sisi nelayan saja. Di pemberitaan pertama Detik. com memberitakan tentang bagaimana sikap nelayan untuk memberikan dukungan untuk persidangan. Sedangkan di pemberitaan kedua memberitakan bagaimana sikap pihak Gubernur setelah mendapatkan putusan dari persidangan yang mengambil titik point sikap pihak Gubernur yang sangat menerima hasil putusan itu dan akan segera mengkaji kembali hasilnya. Dan di pemberitaan ke tiga Detik. memberikan pemberitaan sikap PT. Jaya Ancol yang merasakan kekecewaan setelah putusan dibacakan sedangkan di paragraf terakhir memberikan pedapat wartawan tentang terharunya para nelayan mendengar hasil persidangan. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Struktur Skrip Berdasarkan struktur skrip, hanya berita ketiga yang tidak memenuhi unsur kelengkapan berita 5W 1H. Struktur Tematik Secara tematik keempat berita memiliki kesamaan dalam penyajian berita yang dalam berupaya wartawan menyajika fakta, hal ini terdapat bagaimana sikap kedua belah pihak di gambarkan dalam pemberitaan ini. Struktur Retoris Berdasarkan struktur retoris, ada beberapa kata yang digunakan wartawan dalam upaya menekankan fakta, pada berita kesatu Aubukan air mata buayaAy menegaskan kesedihan para nelayan untuk mempertahankan pulau pesisir. Kemudia pada berita keempat memberikan kata Aulegal standingAy yang di kutip dari hasil wawancara terhadap Ahmad Surya sebagai kuasa hukum PT. Jaya Ancol yang merasakan kecewa terhadap hasil putusan Hakim yang memihak nelayan. Analisi Framing Berita Sidang Gugatan Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta di Okezone. com Menggunakan Model Pan dan Kosicki Analisis Keseluruhan Berita Okezone. Struktur Sintaksis Secara keseluruhan cara wartawan mengisahkan fakta, ada upaya untuk membuat keberimbangan berita, namun ada sisi penekanan pada aspek tertentu yang ditonjolkan lebih kepada polemik ke nelayan. Pada berita pertama, tergambar keyakinan pihak KNTI untuk memenangkan hasil pengadilan hal ini ditekan wartawan pada wawancara ketua KNTI Martin Hadiwinata AuOptimis menang dong. Karena sudah melanggar hukum dan bukan kepentingan rakyatAy Berita keempat memberikan penekanan berita terhadap pemerintahan Ahok yang tidak baik dimata masyarakat, hal ini dikarenakan proyek reklamasi hanyalah proyek lebih banyak merugikan masyrakat di bandingkan Penekanan ini di dukung dari hasil wawancara Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTa. Lieus Sungkharisma. Struktur Skrip Dari keempat berita Okezone. com, tiga diantaranya memiliki kelengkapan unsur berita 5W 1H, cara wartawan mengisahkan fakta tertuang dari unsure what yang dapat dijawab dengan unsur why dan how. Namun pada berita ketiga unsur how tidak ada karena berita hanya berupa kutipan pendapat narasumber. Struktur Tematik Cara wartawan menuliskan fakta mengenai proyek reklamasi pantai Utara Jakarta ini lebih menonjolkan sikap kontra terhadap proyek ini, dapat dilihat dari pemberitaan pertama sampai keempat nara sumber yang di wawancarai oleh wartawan lebih kepada pihak nelayan dan pihak yang mengkritisi pekerjaan pemprov DKI Jakarta. Struktur Retoris Cara wartawan menekankan fakta pada keempat pemberitaan tersebut lebih menonjolkan aspek kerugian akan reklamasi pantai utara, hal ini dapat dilihat dari gambar yang disajikan oleh wartawan yang memberikan angel untuk menekankan bawasanya reklamasi banyak menuai permasalahan terutama pada proses perizinan AMDAL yang tidak dipegang oleh pihak pengembang. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Pembahasan Hasil Analisis Framing Detik. com dan Okezone. Dari hasil analisis keseluruhan berita di masing-masing media. Detik. com dan Okezone. com penulis sajikan dalam bentuk tabel dibawah ini. Karakteristik media online adalah keringkasan dan kecepatannya, namun karakteristik yang menjadi tren media online tersebut kadang mengabaikan kelengkpan dan ketepatan berita di media online, demi mengutamakan keunggulan dari media online lain. Penulisan berita di media online banyak dijumpai tidak memenuhi unsur syarat kelengkapan berita yakni, 5W 1H. Demi menutupi kekurangan tersebut, media online membuat lebih dari satu berita dengan topik yang sama hal ini membentuk pemberitaan menjadi lebih berfariasi dan memiliki makna dan tujuan tertentu. Hal ini berkaitan dengan konsep objektivitas yang dimana media harus mempunyai sikap adil dan tidak berpihak terhadap pemberitaanya. Menurut Eriyanto, . 2: . komentar pemberitaan yang dimuat dalam pemberitaan setidaknya dipisahkan dari sikap komersial apapun hal ini tergambar dari faktualitas dengan melibatkan kriteria kebenaran yaitu keutuhan laporan, akurasi dan niat wartawan untuk tidak menyesatkan. Media dilihat bukanlah sekedar saluran yang bebas, media berperan aktif dalam mengkonstruksi relaitas, agen konstuksi yang mendefinisikan realitas lengkap dengan pandangan, bias dan keberpihakannya. Media memiliki realitas yang disebut realitas media. Media menyusun realitas dari berbagai peristiwa yang terjadi hingga menjadi cerita atau wacana yang bermakna (Hammad, 2004: . Realitas yang ditampilkan media tidak dipahami sebagai seperangkat fakta, tetapi hasil dari pandangan tertentu dari pembentukan realitas (Eriyanto, 2001: . Sedangkan dalam pemberitaan Detik. com penulis memaparkan dari hasil wawancara kepada Bapak Bisma Alif sebagai wartawan di Detik. com, media ini lebih melihat pemberitan ini dari sisi humanis. Karena pembaca lebih tertarik melihat bagai mana sikap nelayan dalam kasus persidangan ini, namun berita yang dihasilkan tidak melupan unsur keberimbangan dalam pemberitannya. Sedangkan dari sisi bahasanya pemberitaan media ini cukup berimbang hal ini dikarenakan dari keseluruhan empat pemberitaan ini Detik. com berusaha memberitakan kedua belah pihak secara objektif dan tidak berpihak pada siapapun. Sedangkan berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, bentuk framing Okezone. dapat dilihat sebagai berikut. Dari hasil analisa pemberitan reklamasi pantai utara. Okezone. com terdapat indikasi menepatkan pandangan yang berbeda dalam satu berita ke berita yang lain. Seperti pemberitaan pertama memberikan pandangan wartawan terhadap dukungan para nelayan untuk memenangkan hasil persidangan, sedangkan di pemberitaan kedua di kuatkan kembali bawasanya reklamasi sangat merugikan para nelayan setempat dari segi ekonomi dan lingkungan. Sedangkan pemberitaan keempat wartawan memberikan pemberitaan tentang pendapat ketua Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTa. yang tidak setuju adanya reklamasi mereka berpendapat bawasanya DKI hanyalah menjadi perusahaan pribadi bagi ahok hal ini dicontohkan dengan salah satu alasan hakim PTUN menolak reklamasi karena Ahok tidak melakukan proses konsultasi publik dengan benar dalam penyusunan kajian analisis dampak lingkungan . Dari keempat pemberitaan okezone. com lebih mengkritisi proyek reklamasi pantai utara hal ini dapat terlihat dari judul serta isi pemberitaan yang memberikan pandangan bawasanya reklamasi hanyalah proyek yang membesarkan kantong pemeritahan saja tidak memikirkan aspek rakyat terutama para nelayan. Menurut Eriyanto, . 2: . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. yang ditampilkan media tidak dipahami sebagai seperangkat fakta, tetapi hasil dari pandangan tertentu dari pembentukan realitas. Konstruksi realitas terbentuk bukan hanya dari cara wartawan memandang realitas tetapi, kehidupan politik tempat dimana media itu Sistem politik yang diterapkan sebuah negara ikut menentukan mekanisme kerja media massa Negara itu mempengaruhi cara media massa tersebut mengkonstruksikan Karena, sifat dan faktanya bahwa tugas redaksional media massa adalah menceritakan peristiwa-peristiwa, maka tidak berlebihan bahwa seluruh isi media adalah realitas yang telah di konstruksikan (Hamad, 1999: . Menurut skema Westerstahl, keadilan merupakan Aosikap netralAo dan harus diraih malalui kombinasi keseimbangan . enekanan waktu/ tempat yang sama/ proposiona. diantara penafsiran, sudut pandang, atau versi peristiwa yang saling berlawanan dan netralitas dalam penyajian (McQuail, 2011: . Dari hasil wawancara Ibu Dara sebagai wartawan di Okezone. com memberikan pendapatnya bahwa, reklamasi itu lebih menguntungkan orang-orang atas jadi secara pemberitaan di okezone lebih ke sisi humanis, jadi kita lebih memandang bagai mana kehidupan berlangsungnya masyarakat pinggir Jakarta termasuk nelayan- nelayan. Menurut Eriyanto, . 2: . dalam model Pan dan Kosicki ada dua konsepsi dari framing yang saling berkaitan, pertama konsepsi psikologis, dalam konsepsi ini lebih menekankan pada struktur dan proses kognitif. Bagaimana seseorang mengolah sejumlah informasi dan ditunjukkan dalam skema tertentu. Kedua konsepsi sosiologis, dimana pandangan sosiologis lebih melihat pada konstruksi sosial atas realitas. Bagaimana seseorang mengklasifikasikan, mengorganisasikan, dan menafsirkan pengalaman sosialnya untuk dimengerti dirinya dan realitas diluar dirinya. Okezone. com memberikan pandangan pemberitaan lebih mengutamakan sisi humanis, namun sistem politik di media sendiri mempengaruhi cara media mengkontruksi realitas, sehingga keberpihakan dalam pemberitaan jelas terlihat dari judul berita, lead dan penutup. Sedangkan dari pengamatan framing keseluruhan pemberitaan. Okezone. com lebih mengutamakan dari satu sudut pandang saja yaitu pihak nelayan dan tidak melihat dari aspek pemberitaan pemerintah yang membuat persepsi masyarakat akan reklamasi semakin memburuk. Analisis Objektivitas Untuk melihat objektivitas media penulis mencoba menganalisa media Detik. dan Okezone. com dengan menggunakan Teori McQuail. Menurut McQuail . 1 : 222 ) objektivitas membutuhkan sikap yang adil dan tidak diskriminatif kepada sumber dan objek pelaporan berita yang semuanya harus diperlakukan dengan setara. Sebagai tambahan, sudut pandang yang berbeda mengenai suatu isu yang diperselisihkan harus diperlakukan sebagai pendirian dan relevansi yang setara, dan lainya menjadi sama. Analisis Objektivitas Berita Detik. Dari pemberitaan Detik. com cukup objektif dalam pemberitaan sidang gugatan kasus proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Hal ini dapat terlihat dari isi berita, pemilihan narasumber yang memberitakan kedua belah pihak secara berimbang. Dari hasil wawancara Bapak Bisma Alif sebagai wartawan Detik. com berpendapat pemberitaan yang dihasilkan sebagian dari cover both side ya jadi kita tidak ngambil dari sisi nelayan saja tapi gimana langkah selanjutnya dari pemrov itu kita mesti tau dan apa yang bakalan di lakuin pihak pemrov selanjutnya. Kita tidak ngambil dari sisi nelayan karena jika satu sisi saja bakalan mempengaruhi pembaca si sebenernya jadi gimana sebenernya ngambil dari dua sisi yang kontrans dari soal reklamasi itu. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Analisis Objektivitas Berita Okezone. Dari pemberitaan Okezone. com jelas terlihat ketidak objektif, hal ini bisa dirasakan dalam isi pemberitaan yang memberitakan sidang gugatan kasus proyek reklamasi pantai utara Jakarta hanya dari satu sudut pandang saja. Pemilihan narasumber yang hanya memperihatkan pihak nelayan saja memberikan pandangan bahwa Okezone. com lebih menitik beratkan nasib nelayan dan mengkritisi sikap pemerintahan Ahok. Dari hasil wawancara dengan Ibu Dara sebagai wartawan Okezone. com menekankan bawahwa reklamasi lebih menguntungkan pihak-pihak atas seperti pembisnis. Jadi 17 pulau baru di reklamasi pasti di bangun bisnis-bisnis yang lebih menguntungkan kepada pihak pembisnis, sedangan pihak nelayan merasa di rugikan karena selain tempat tinggal dipindahain dirusun cipinang besar selatan dan mereka mengaku pendapatan mereka jauh lebih menurun. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil analisis pembingkaian menggunakan model Pan dan Kosicki, terhadap berita mengenai pemberitaan Kasus proyek reklamasi pantai Utara Jakarta edisi 16 Maret 2017 di media online Detik. com dan Okezone. com maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut. Pemberitaan oleh media online Detik. com dari hasil framing disimpulkan cukup berimbang dikarenakan media ini memberikan pemberitaan kasus proyek reklamasi pantai utara ini melihat dari dua narasumber yang berbeda. Sehingga cara pandang wartawan melihat polemik reklamasi cukup objektif tidak memihak dari kedua belah pihak hal ini terlihat dari hasil framing dan hasil wawancara terhadap narasumber. Pemberitaan yang disajikan lebih mengutamakan sisi humanis dimana pemberitaan lebih melihat bagaimana sikap masyarakat, tetapi keberimbangan media lebih diutamakan dalam pemberitaan kasus ini. Sedangkan pada pemberitaan Okezone. dalam pemberitaan kasus proyek reklamasi ini lebih memihak terhadap nelayan dan juga mengedepankan sisi humanis namun back ground media lebih mempengaruhi isi pemberitaan yang disajikan hal ini dapat terlihat dari pemilihan judul, narasumber dan isi pemberitaan yang lebih mengkritisi proyek ini. Hasil pemberitaan media Detik. com lebih terlihat objektif hal ini di karenakan media ini memberitakan dalam dua sudut pandang yaitu pihak nelayan dan pihak pemrov DKI Jakarta. Sedangkan pada pemberitaan Okezone. com lebih tidak objektif hal ini bisa terlihat dari isi pemberitaan, narasumber yang dipilih dan sudut pandang terhadap para nelayan. Saran Saran Akademik Untuk mengembangkan penelitian framing sejenis ini di harapkan dapat meneliti lebih dalam bagai mana pengaruh ideologi media dalam pemberitaan yang dihasilkan. Penulis juga memberikan saran agar pemilihan media tidak hanya satu edisi saja melainkan dua sampai tiga edisi agar hasil yang di dapat lebih terllihat bagai mana pembingkaian media yang dilakukan dalam satu topik pembahasan. Saran Praktis Untuk penelitian selanjutnya, dapat digunakan media online yang baru sperti com atau merdeka. com yang merupakan media online yang baru berkembang. Sehingga pembingkaian media online semakin luas dan bermanfaat untuk penerus . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Framing Pemberitaan Sidang . Novianto et al. Daftar Pustaka