Jurnal AGRIFOR Volume 25 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PERSEPSI KELOMPOK TANI HUTAN GEMPA 01 TERHADAP IMPLEMENTASI IUP-HKM HUTAN MANGROVE SUNGAI MUNJANG DESA KURAU BARAT KABUPATEN BANGKA TENGAH Annawawi1 dan Evahelda*2 Magister Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian. Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung. Indonesia. Alamat: Kampus Terpadu UBB Balunijuk Kabupaten Bangka. Penyuluh Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Kep. Bangka Belitung. E-Mail: evaheldaubb@gmail. com (*Corresponding autho. Submit: 17-01-2025 Revisi: 14-05-2025 Diterima: 07-02-2026 ABSTRAK Persepsi Kelompok Tani Hutan Gempa 01 Terhadap Implementasi Iup-Hkm Hutan Mangrove Sungai Munjang Desa Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah. Aspek terpenting dalam pembangunan sektor kehutanan adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan serta dalam proses perhutanan sosial, khususnya di wilayah hutan dalam program HKm, yang memungkinkan masyarakat untuk secara langsung terlibat dalam pengelolaan hutan. Namun, keberhasilan program IUP-HKM sangat bergantung pada persepsi dan partisipasi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan faktor yang mempengaruhi anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Gempa 01 terhadap implementasi Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HKM) di Hutan Mangrove Sungai Munjang Desa Kurau Barat. Bangka Tengah. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan kuesioner yang diolah dengan skala Likert dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota KTH terhadap IUP-HKM secara umum setuju, bahwa terdapat adanya pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaan hutan, terdapat manfaat ekonomi yang dirasakan, menjaga kelestarian hutan mangrove, dukungan dan partisipasi masyarakat serta tantangan dalam pengelolan hitan mangrove . Faktor yang mempengaruhi persepsi secara simultan meliputi tingkat pendidikan, lama bermukim, dan tingkat pengetahuan tentang ekosistem mangrove, dan secara parsial variabel pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap persepsi anggota KTH. Kata kunci : Hutan Mangrove. Implementasi IUP HKm. Kelompok Tani Hutan. Persepsi. ABSTRACT Perception of Gempa 01 Forest Farmer Group on the Implementation of IUP-HKM of Sungai Munjang Mangrove Forest. West Kurau Village. Central Bangka Regency. The most important aspect of forestry sector development is to provide opportunities for communities to participate in the social forestry process, especially in forest areas under the HKm program, which allows communities to be directly involved in forest However, the success of the IUP-HKM program is highly dependent on the perception and participation of the local community. This study aims to analyze the perceptions and factors that affect the members of the Earthquake 01 Forest Farmers Group (KTH) on the implementation of Community Forest Utilization Business Permits (IUP-HKM) in the Sungai Munjang Mangrove Forest. West Kurau Village. Central Bangka. The method used is a survey with a quantitative approach, using a questionnaire processed with a Likert scale and multiple linear regression analysis. The results of the study show that the perception of KTH members towards IUP-HKM generally agrees, that there is an understanding and awareness of forest management, there are economic benefits felt, maintaining the sustainability of mangrove forests, community support and participation, and challenges in mangrove management. Factors that affect perception simultaneously include the level of education, length of settlement, and level of knowledge about the mangrove ecosystem, and partially the knowledge variable has a significant effect on the perception of KTH members. Key words : Forest Farmer Group. Implementation of IUP HKm. Mangrove Forest. Perception. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Persepsi Kelompok Tani Hutan A PENDAHULUAN Hutan ekosistem pesisir yang memiliki peran ekologis, sosial, dan ekonomi yang Secara ekologis, hutan mangrove mampu melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna, serta menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim (Karimah, 2017. Putri et al. , 2. Secara berbagai hasil hutan bukan kayu, seperti madu, ikan, kepiting, dan hasil lainnya, yang berkontribusi pada penghidupan masyarakat pesisir. Di sisi lain, secara sosial, keberadaan mangrove dapat mendukung aktivitas pemberdayaan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam (Febrian et al. , 2. Namun, hutan mangrove di Indonesia menghadapi berbagai ancaman serius, seperti konversi lahan menjadi tambak atau perkebunan, penebangan liar, pengelolaan yang berkelanjutan. Faktor alam dan manusia yang menjadi penyebab kerusakan hutan mangrove sehingga terjadinya perubahan perubahan fisik biotik maupun abiotik yang tidak utuh lagi didalam ekosistem hutan mangrove (Tamrin et al. , 2. Kegiatan eksploitasi mangrove oleh masyarakat selama ini telah menimbulkan tantangan baik secara ekologis maupun sosial (Ghazali et al. Kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan mangrove dan eksploitasi yang berlebihan telah menyebabkan kerusakan pada ekosistem ini (Pakar & Kartodihardjo, 2. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui program Perhutanan Sosial, khususnya Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HKM). Menurut Peraturan Menteri (Perme. LHK Nomor 83 Tahun 2016. IUP-HKM memberikan akses legal kepada masyarakat untuk Annawawi dan Evahelda mengelola kawasan hutan, termasuk Program ini diharapkan sekaligus melindungi ekosistem hutan dari degradasi dan memberikan kepastian hukum dan kepada masyarakat dengan prinsip Masyarakat Sejahtera dan Hutan Lestari (Martapani et al. , 2. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat hutan mangrove dengan area seluas 273. 692,81 hektar. Badan Pusat Statistik Daerah Bangka Tengah menyebutkan salah satu daerah dengan potensi mangrove yang besar di Bangka Tengah adalah Desa Kurau Barat di Kecamatan Koba, yang memiliki lahan mangrove seluas 6,52 kmA. Desa Kurau Barat. Kabupaten Bangka Tengah. Hutan Mangrove Sungai Munjang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk dikelola melalui pendekatan perhutanan sosial. Program IUP-HKM di kawasan ini diimplementasikan melalui pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Gempa 01 sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 798 Tahun 2012 tentang Penetapan Tata batas Kawasan Hutan, maka diketahui bahwa lokasi Munjang yang akan dikelola merupakan bagian dari Kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) Sungai Kurau yang mengharuskan komunitas ini untuk mengajukan Izin Pengelolaan kepada Menteri Kehutanan RI (Amiruddin1. Namun, keberhasilan program IUPHKM sangat bergantung pada persepsi dan partisipasi masyarakat setempat. Persepsi masyarakat terhadap IUP-HKM mencakup pemahaman mereka tentang tujuan program, manfaat yang dirasakan, serta potensi dampaknya terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Persepsi mereka terhadap manfaat sosial dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ekonomi program, serta dampaknya terhadap kelestarian lingkungan, menjadi faktor penting dalam menentukan Hutan Mangrove Sungai Munjang secara Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana anggota KTH memandang program IUP-HKM, baik dari aspek kebermanfaatan maupun tantangan yang dihadapi. Penelitian Martapani et al. , . menyatakan bahwa Program Hutan Kemasyarakatan (HKM) memberikan dampak positif terhadap masyarakat baik pada aspek sosial maupun aspek ekonomi. Selaras dengan hasil penelitian Syafitri et , . menyatakan bahwa perspsi masyarakat dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan pada Blok 3 Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur tergolong dalam kategori baik. Berdasarkan penelitian Ulfa et al. , . hasil menunjukan bahwa 79 responden memiliki persepsi positif terhadap pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Desa Jati Mulyo Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sementara penelitian Depari et al. bahwa tingkat persepsi terhadap Hutan Kemasyarakatan (HK) tergolong tinggi, menunjukan bahwa masyarakat memiliki kesadaran yang kuat akan pentingnya ekosistem mangrove. Penelitian ini menjadi sangat relevan dalam konteks keberlanjutan pengelolaan Hutan Mangrove Sungai Munjang. Sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan potensi ekonomi yang besar, mangrove di wilayah ini memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan yang melibatkan Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran menyeluruh tentang persepsi anggota KTH Gempa 01 terhadap implementasi IUP-HKM dan faktor yang mempengaruhi rekomendasi untuk perbaikan kebijakan ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 dan strategi pengelolaan hutan mangrove. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan Kelompok Tani Hutan Gempa 01 Desa Kurau Barat Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Pada bulan Agustus-November 2024. Metode Penelitian Penelitian ini menerapkan metode survei dengan tujuan menghimpun data guna mengungkap fakta dari terjadi serta memperoleh informasi langsung dan nyata. Menurut Romdona et al. , . metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dalam kondisi alami, dengan tetap melibatkan intervensi peneliti melalui intrumen seperti kuisioner atau Analisis Data Data dan informasi yang telah didapat akan dianalisis dan diuraikan secara deskriptif serta memaparkan hasil penelitian secara Pengolahan menggunakan Microsoft Excel 2010, dan dianalisis dengan bantuan program SPSS . tatistical product and service solutio. 21 for Data yang telah diolah kemudian dianalisis sesuai dengan tujuan Persepsi menggunakan Skala Likert, yang terdiri dari pernyataan Implementasi Izin Usaha Pemnfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HK. Persepsi anggota kelompok tani hutan terdiri dari: Pemahaman Kesadaran Terhadap Pengelolaan Hutan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Persepsi Kelompok Tani Hutan A Annawawi dan Evahelda Tingkat pemahaman anggota terhadap konsep, tujuan, dan manfaat IUP-HKM. Dampak terhadap kesejahteraan ekonomi anggota KTH, seperti peningkatan pendapatan atau peluang usaha. Persepsi kontribusi IUP-HKM terhadap konservasi hutan mangrove dan lingkungan sekitar. Bantuan teknis, finansial, atau pelatihan yang diberikan oleh pemerintah dan pihak terkait. Selanjutnya nilai skala liket dalam indeks dapat dilihat pada (Tabel . Tabel 1. Kategori Indeks. Nilai Indeks Kategori 4 Ae 7,2 Sangat Tidak Setuju 7,3 Ae 10. Tidak Setuju 10,5 Ae 13,6 Ragu-ragu . ukup berkelanjuta. 13,7 Ae 16,8 16,9 Ae 20 Setuju Sangat setuju Menjawab tujuan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi anggota Kelompok Tani Hutan terhadap Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HK. dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah persepsi anggota KTH Gempa 01 dan sebagai variabel bebas adalah umur (X. , tingkat pendidikan (X. , lama bermukim (X. , lama menjadi anggota (X. dan Pengetahuan (X. Model regresinya dapat sebagai berikut : Y = b0 b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Dengan : Y= Persepsi anggota Gempa 01 X = Variabel Independen . X1 = Umur (Tahu. X2 = Tingkat Pendidikan (Tahu. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN X3 = Lama bermukim (Tahu. X4 = Lama menjadi anggota (Tahu. X5 = Pengetahuan . e = Standar Eror DAN 1 Persepsi KTH Gempa 01 terhadap Implementasi IUP Hkm Persepsi masyarakat terhadap IUPHKM mencakup pemahaman mereka tentang tujuan program, manfaat yang dirasakan, serta potensi dampaknya terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhu. Nomor 37/Menhut-II/2007 tentang Hutan Kemasyarakatan, didefinisikan sebagai hutan negara yang pemanfaatannya difokuskan untuk pemberdayaan warga Dengan demikian, program HKm tidak hanya bertujuan untuk melestarikan hutan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya hutan secara optimal, adil, dan berkelanjutan (Susanti et al. , 2. Persepsi anggota KTH setelah adanya implementasi IUP HKm yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. terdiri dari persepsi pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaan hutan. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 lingkungan, dukungan pemerintah dan harapan masyarakat. Selanjutnya dapat dilihat pada (Tabel . Tabel 2. Persepsi Kelompok Tani Hutan terhadap IUP HKm. Persepsi Indeks Kategori Pemahaman dan Kesadaran Terhadap Pengelolaan Hutan Manfaat Ekonomi Dampak Lingkungan Dukungan dan Partisipasi Tantangan dan Harapan Setuju 16,01 17,01 Setuju Setuju Setuju Sangat Setuju Berdasarkan Tabel 2, persepsi KTH Gempa 01 kategori setuju dengan adanya Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan menunjukkan bahwa anggota Gempa 01 memahami arti penting dan tujuan IUP HKm, dengan adanya IUP HKm memberikan kepastian hukum atau legalitas bagi masyarakat dalam hal ini anggota KTH Gempa 01 dalam pengelolaan Hutan Mangrove sungai munjang sehingga memberikan dampak ekonomi, perbaikan lingkungan serta mendapatkan dukungan pemerintah dalam pembinaan dan pendampingan anggota KTH Gempa sehingga hutan Penelitian Taluke et al. menunjukkan bahwa Masyarakat Loloda yang berdampingan dengan mengelolanya, namun tingkat kemauan mereka masih sangat rendah, terbukti dari minat konservasi mangrove yang hanya mencapai 31% dan minat pengembangan ekowisata sebesar 25%. Depari et al. , . menunjukkan tingkat persepsi terhadap Hutan Kemasyarakatan mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove dalam mendukung kelestarian makhluk hidup lainnya, penelitian Karimah, . ekosistem hutan mangrove merupakan habitat penting bagi organisme laut. Penelitian Saputra et al. , . tentang Strategi Pengelolaan Ekowisata Mangrove Munjang di Desa Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah memperhatikan faktor ancaman dari faktor eksternal adalah partisipasi masyarakat dan kendaraan umum. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi KTH Gempa 01 Persepsi masyarakat dipengaruhi oleh karakteristik sosialnya seperti pendidikan, umur, jumlah tanggungan dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan hutan. Hasil pengujian model regresi linier berganda dengan menggunakan alat analisis SPSS versi 21 dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Pendugaan Model Regresi Linier Berganda. Model Koefisien Regresi Sig Constant Umur (X. Tingkat Pendidikan (X. Lama bermukim (X. Lama menjadi anggota (X. Pengetahuan (X. Adjusted R-Square F-tabel 0,306 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Persepsi Kelompok Tani Hutan A Berdasarkan Tabel 3, inteprestasi dari model regresi faktor yang kelompok tani hutan Gempa 01 sebagai Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi berfungsi untuk menilai sejauh mana ketepatan model regresi linier berganda. Indikator ini menggambarkan seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, atau dengan kata lain, proporsi kontribusi variabel bebas terhadap Nilai determinasi diwakili oleh R-Square atau Adjusted R-Square, di mana R-Square digunakan dalam regresi linier sederhana dengan satu variabel bebas, sedangkan Adjusted R-Square digunakan ketika terdapat lebih dari satu variabel bebas. Berdasarkan Tabel 23. Koefisien Determinasi (R. dilihat dari nilai Adjusted R-Square yaitu sebesar 0,306 6 persen. Hal ini menunjukkan 6 persen persepsi anggota KTH Gempa 01 terhadap impelemntasi IUP HKm dipengaruhi oleh umur, tingkat pendidikan, lama bermukim, lama menjadi anggota dan pengetahuan. Sedangkan sisanya 69. 4 persen yaitu nilai yang dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi linier berganda ini. Uji F Uji F digunakan untuk menguji pengaruh semua variabel independen secara bersama-sama. Berdasarkan nilai signifikansi pada tabel hasil pendugaan menunjukkan bahwa didapat F hitung 559 dengan tingkat signifikansi 0,015 yang masih dibawah 0,05 atau 0,015 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa regresi linier berganda yang diestimasi layak atau signifikansi digunakan untuk pengaruh umur (X. , tingkat pendidikan (X. , lama bermukim (X. , lama menjadi anggota (X. dan pengetahuan (X. terhadap variabel persepsi anggota KTH Gempa 01 terhadap Impementasi IUP HKm (Y). Annawawi dan Evahelda Uji T Uji T menggambarkan sejauh mana masing-masing variabel bebas secara menjelaskan variasi pada variabel terikat. Untuk menguji hipotesis digunakan Uji pengambilan keputusan H1 diterima bila hasil signifikan O 5 persen yang artinya berpengaruh nyata terhadap variabel Berdasarkan Tabel 23, hasil regresi linier berganda menunjukkan signifikansi sebesar 0. 015 atau lebih kecil dari nilai alpha . 015 < 0,. yang artinya H1 diterima bahwa variabel pengetahuan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap persepsi anggota KTH Gempa Selanjutnya nilai koefisien sebesar 984 yang artinya hubungan variabel pengetahuan dengan persepsi anggota KTH Gempa 01 bersifat positif atau Semakin tinggi persepsi anggota KTH Gempa 01 terhadap implementasi IUP HKm, maka semakin tinggi tingkat pengetahuan anggota terhadap IUP HKm. Sejalan dengan penelitian Hartono & Sutopo, . yang menyatakan bahwa Pengetahuan, lingkungan kerja secara simultan memberikan pengaruh terhadap persepsi penerapan K3 sebesar 15,2%. Sedangkan penelitian Prayitno et al. , . menyatakan bahwa pengetahuan petani menunjukkan hubungan yang nyata dan adanya pengaruh yang besar terhadap persepsi dan perilaku dalam penggunaan Pengetahuan dan persepsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap implementasi IUP HKm karena Pengetahuan mempengaruhi kemampuan teknis dan kesadaran hukum, sehingga anggota lebih mampu mengelola hutan dengan cara yang sesuai dengan pedoman IUP HKm. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. KESIMPULAN Persepsi anggota Kelompok Tani Hutan Gempa 01 kategori setuju dengan adanya Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan Sungai Munjang karena memberikan damapak ekonomi dan lingkungan terhadap kawasan hutan mangrive sungai munjang. Secara simultan atau bersama-sama persen persepsi anggota KTH Gempa 01 terhadap implementasi IUP HKm dipengaruhi oleh bermukim, lama menjadi anggota dan Secara parsial variabel pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap persepsi anggota KTH Gempa Meningkatkan secara berkala dengan melibatkan ahli dari dinas kehutanan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pengelolaan hutan mangrove. Penguatan partisipasi anggota dan masyarakat dengan cara melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan dan evaluasi Peningkatan Manfaat Ekonomi dengan melakukan diversifikasi produk hutan non-kayu, seperti madu mangrove, ekowisata, atau budidaya kepiting, dengan pemasaran produk melalui program digitalisasi atau kolaborasi dengan UMKM. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Kertang Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5. , 201Ae https://doi. org/10. 17969/jimfp. Febrian. Qurniati. , & Yuwono. Manfaat Ekonomi Hutan Mangrove Desa Sriminosari Kabupaten Lampung Timur. Proceeding Seminar Nasional Silvikultur 2021, 3. , 2Ae6. Ghazali. Setyobudiandi. , & Kinseng, . Pengelolaan mangrove berbasis masyarakat di Pantai Timur Surabaya Community base of mangrove management in Surabaya East Coast. Depik, 3. , 195Ae206. Hartono. , & Sutopo. Pengaruh Pengetahuan. Sikap dan Kondisi Lingkungan Kerja Terhadap Persepsi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin, 3. , 76Ae81. https://doi. org/10. 21831/dinamika. DAFTAR PUSTAKA