Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay PERAN GURU DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN 106452 Rosvilani Saragih Prodi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Sumatera Utara. Indonesia Email: rosvilanisaragih@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru dalam memperkuat karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru dalam lingkungan sekolah. Temuan menunjukkan bahwa guru memiliki tiga peran utama dalam memberikan penguatan diantaranya yaitu: . sebagai tenaga pendidik guru dapat menghubungkan materi pelajaran dengan nilai-nilai karakter serta memberikan bimbingan dan motivasi terkait pandangan dan sikap hidup. sebagai pengajar, pelatih dan evaluator yang menilai pencapaian kognitif serta karakter siswa dan. sebagai pelatih yang memperkuat karakter siswa dengan nilai dan norma , serta membentuk sikap kritis, cerdas, sopan dan tanggung jawab. Kata kunci: Peran Guru. Penguatan Pendidikan Karakter Abstract This research aims to explain the role of teachers in strengthening student character. This research uses a qualitative approach using the literature study method. This research emphasizes the important role of teachers in the school environment. The findings show that teachers have three main roles in providing reinforcement, namely: . as teaching staff, teachers can connect lesson material with character values and provide guidance and motivation regarding views and attitudes in life. as a teacher, trainer and evaluator who assesses students' cognitive achievements and character. as a trainer who strengthens students' character with values and norms, and forms critical, intelligent, polite and responsible attitudes. Kata kunci : The Role of Teachers. Strengthening Character Education PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan potensi seseorang akan terasa dan berkembang. Dalam menciptakan Sumber daya manusia yang unggul diperlukan beberapa tindakan strategis yang harus dilakukan , dimana salah satunya adalah peningkatan pendidikan karakter dan pengalaman Pancasila secara terus menerus. Pendidikan karakter harus terus diajarkan dan dipupuk pada peserta didik seperti nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, moralitas, prilaku dan kebhinekaan. Dalam Undang-Undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan bahwa guru harus dapat melaksanakan pembelajaran yang mengarahkan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan lainnya yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara. Pada hakekatnya pendidikan karekter tersebut didefenisikan sebagai usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Pendidikan karakter harus selalu diajarkan dan dijadikan kebiasaan serta dilatih secara konsisten sehingga menjadi kakarakter bagi peserta didik. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Dalam hal ini, guru sungguh sangat berperan dalam memberikan penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik, dimana guru harus memberikan contoh yang baik yang akan ditiru oleh anak didiknya. Keteladanan yang dapat dicontohkan oleh guru akan mempermudah dalam penerapan nilai-nilai karakter bagi siswa. Dengan arti lain guru harus memiliki peran penting sebagai role model atau teladan yang baik bagi peserta didiknya terutama anak usia sekolah dasar yang akan senantiasa mengikuti segala tingkah laku yang dilakukan oleh gurunya, karena pada usia ini anak masih mudah untuk meniru bahkan menganggap guru sebagi idolanya. Melihat hal ini, maka sudah menjadi suatu kejelasan bahwa seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik. Hal tersebut didasari karena tugas guru tidaklah hanya mengajar saja, melainkan juga menanamkan serta mengembangkan nilai-nilai karekter pada diri siswa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti yang membedakan seorang dari yang lain. Karakter juga dapat diartikan sebagai tabiat atau watak seseorang. Menurut Koesoema . karakter didefenisikan sebagai ciri atau gaya serta sifat khas yang dimiliki seseorang yang bersumber dari lingkungan , misalnya keluarga saat masih kecil dan juga bawaan dari Dalam hal ini pengembangan karakter anak dapat dilakukan sejak dini. Guru memiliki fungsi penting dalam pembentukan karakter serta kepribadian anak. Dimana guru harus mampu memahami serta mendalami berbagai karakteristik yang terdapat dalam diri anak. Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2024 di SDN 106452 bahwasanya di instansi tersebut pendidikan karakter terlaksana dengan baik, salah satu buktinya yaitu kegiatan Ekstrakulikuler yaitu Pendalaman Alkitab (PA) yang dilakukan pada sekolah tersebut. Selain itu juga dapat dilihat dari beberapa kebiasaan , adab dan budaya baik setiap hari pada diri setiap siswa, adapun hal tersebut dapat kita lihat dari beberapa kasus yang ditemukan . sikap siswa yang selalu memberikan salam saat hendak memasuki ruangan dan pada saat pulang sekolah, . sikap siswa yang bertanggung jawab atas tugas dan kewajibannya seperti menjalankan piket kelas dengan baik. Dalam hal ini, dalam menjalankan perannya seperti yang sudah dijelaskan bahwa guru merupakan seorang yang mendidik dan mengajarkan segala sesuatu yang baik untuk membentuk karakter peserta didik guna mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki karakter serta kepribadian unggul. METODE Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan suatu pendekatan yang memiliki tujuan untuk mengetahui suatu permasalahan yang ada secara mendalam berdasarkan fakta, keadaan, serta fenomena yang sebenarnya Dalam penelitian ini peneliti ingin mengungkapkan serta menjelaskan kondisi, pola serta peristiwa yang ditemukan dan terjadi dilapangan atau yang menjadi objek penelitian. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli- Agustus 2024 di SDN 106452 Damak Tolong Buho. Target/Subjek Penelitian Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah. Kepala sekolah, dan Guru Ekstrakulikuler. Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode penelitian kualitatif. Peneliti melakukannya dengan 3 cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data Miles dan Huberman. Adapun langkah analisis ini dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Guru memiliki peranan yang sangat penting di dalam dunia pendidikan khususnya pada saat kegiatan belajar mengajar, karena pada dasarnya peserta didik memerlukan peran seorang guru untuk membantunya dalam proses perkembangan diri dan pengoptimalan bakat dan kemampuan yang Guru adalah seorang pendidik yang profesional, guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa. Menurut (Djamarah. Aswan, 2016: . Guru adalah seseorang yang berpengalaman dalam bidang profesinya. Dengan keilmuan yang dimilikinya, dia dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas. Sebagai sosok profesional yang melaksanakan aktivitas di dalam institusi pendidikan, guru adalah individu yang menjadi bagian dari organisasi sekolah. Banyak peranan yang diperlukan dari guru sebagai pendidik, atau siapa saja yang telah menerjunkan diri menjadi guru. Semua peranan yang diharapkan dari guru seperti . Keteladanan, guru sebagai seorang teladan harus berhati-hati dalam penampilannya dimana guru harus terlepas dari kesalahan-kesalahan sehingga siswa-siswanya tidak akan meniru tingkah laku yang salah. Inspirator, guru harus dapat memberikan petunjuk . bagaimana cara belajar yang baik. Motivator, guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya . dan daya cipta . , sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar . Dinamisator artinya, seorang guru yang tidak hanya membangkitkan semangat, tetapi juga menjadi lokomotif yang benar-benar mendorong kearah tujuan dengan kecepatan, kecerdasan, kearifan yang tinggi. Evaluator,guru harus mampu mengevaluasi sikap perilaku yang ditampilkan, sepak terjang dan perjuangan yang digariskan, dan agenda yang direncanakan (Zulkarnain, 2019: 28-. Pendidikan adalah usaha membina dan mengembangkan kepribadian manusia baik dibagian rohani atau dibagian jasmani. Pendidikan itu merupakan suatu proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan melalui pengajaran dan latihan. Dengan pendidikan kita bisa lebih dewasa karena pendidikan tersebut memberikan dampak yang sangat positif bagi kita, dan juga pendidikan tersebut bisa memberantas buta huruf dan akan memberikan keterampilan, kemampuan mental, dan lain sebagainya. Seperti yang tertera didalam UU No. 20 tahun Pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan, yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Negara (Haryanto, 2. (Muslich Masnur, 2011: . menyatakan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan moral atau budi pekerti yang digunakan untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter yang baik kepada seseorang, sehingga mereka memiliki pengetahuan dantindakan luhur yang dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat. Maka dari itu, penting sekali guru untuk menerapkan pendidikan karakter ini pada siswanya. Sehingga siswa ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay tidak hanya memahami materinya saja tetapi dapat menerapkan pendidikan karakter tersebut dalam kesehariannya karena guru merupakan role model bagi peserta didikUntuk mendukung dalam mewujudkan pendidikan karakter pada peserta didik, guru sebaiknya mengokohkan karakter dirinya dalam membangun karakter para siswanya. (Burhanuddin, 2. Ada beberapa hal sederhana dapat dilakukan para guru dalam membangun karakter siswa, yaitu : Menjadi contoh bagi siswa Guru dipandang sebagai orang tua yang lebih dewasa oleh para siswanya. Hal itu artinya, siswa menilai guru sebagai contoh dalam bertindak dan berperilaku. Hal ini menuntut guru harus pandai dalam menjaga sikap dan perilaku guna memberikan contoh terbaik. Menjadi apresiator Sebagai guru hendaknya tidak hanya sekedar mementingkan nilai akademis, tetapi juga mengapresiasi usaha siswanya. Sebagai pengajar, menilai siswa dari segi akademis memang penting, namun juga perlu diingat bahwa menghargai kebaikan yang dilakukan siswa juga sangat perlu. Mengajarkan nilai moral pada setiap pelajaran Kalau sekadar materi pelajaran, mungkin semua bisa saja tahu karena tertulis dalam buku Tetapi bagaimana dengan nilai moral? Untuk itu ada baiknya dalam setiap pelajaran, guru juga menanamkan nilai moral yang bisa dijadikan bahan pelajaran hidup. Bersikap jujur dan terbuka pada kesalahan Guru juga manusia, sehingga tidak luput dari suatu kesalahan meski tidak pernah berniat melakukan hal itu atau tanpa sengaja. Misalnya, suatu ketika guru datang terlambat, salah dalam mengoreksi jawaban siswa. Mengajarkan sopan santun Hal yang sering luput diajarkan di sekolah adalah bagaimana cara bersikap sopan santun. Mungkin terdengar sederhana, tetapi ini merupakan hal penting yang layak diajarkan kepada siswa untuk menjaga sikap dan mengetahui mana yang benar dan salah. Memberi kesempatan siswa belajar menjadi pemimpin Saat ini, mempunyai karakter memimpin merupakan hal yang krusial untuk dimiliki. Menyadari hal ini, ada baiknya guru juga bisa membantu siswa untuk melatih jiwa kepemimpinan mereka. Berbagi pengalaman inspiratif Tidak ada salahnya, sesekali menceritakan pengalaman personal yang dimiliki guru untuk dibagikan kepada para siswa. Tidak harus cerita yang hebat untuk menginspirasi, sekecil apapun pengalaman yang diceritakan tetap bisa menjadi pembelajaran yang berguna untuk para siswa. Berdasarkan paparan data penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan penting dalam membentuk karakter siswa. Guru merupakan sosok yang berinteraksi dengan siswa paling lama ketika berada di sekolah. Dalam hal ini, guru harus mampu menempatkan diri sebagai pengarah dan pembina, pengembang bakat dan kemampuan anak didik kearah titik maksimal. Guru memiliki tiga peran utama dalam memberikan penguatan diantaranya yaitu: . sebagai tenaga pendidik guru dapat menghubungkan materi pelajaran dengan nilai-nilai karakter serta memberikan bimbingan dan motivasi terkait pandangan dan sikap hidup. sebagai pengajar, pelatih dan evaluator yang menilai pencapaian kognitif serta karakter siswa dan. sebagai pelatih yang memperkuat karakter siswa dengan nilai dan norma, serta membentuk sikap kritis, cerdas, sopan dan tanggung jawab. Apapun yang dilakukan guru dapat mempengaruhi pembentukan karakter pada siswanya, baik itu berupa hal positif ataupun hal negatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam pembentukan ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay karakter siswa, selain pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, juga melalui budaya sekolah. Dalam pembelajaran, guru berusaha melihat nilai-nilai moral dari sudut pandang yang dapat dikaitkan dengan materi yang dipelajari. Guru menggunakan kegiatan pembelajaran untuk mengajarkan siswa nilai karakter. Dalam hal ini, tugas guru harus bertanggung jawab untuk perencanaan program pengajaran, pelaksanaan program pengajaran dan diakhiri dengan pelaksanaan evaluasi setelah pelaksanaan program (Sukmadinata. S, 2012: . Menurut (Sudjarwo, 2015:. bahwa keberhasilan pendidikan karakter ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pendidik di sekolah saja, akan tetapi tanggung jawab orang tua di rumah sebagai lembaga pendidikan informal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran guru dalam pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Guru melaksanakan pendidikan karakter berdasarkan komitmen yang disepakati bersama. Faktor pendukung yang membentuk karakter siswa adalah guru sudah paham secara benar mengenai konsep dan aplikasi pendidikan karakter, sarana dan prasarana sekolah yang menunjang dalam proses pembelajaran dan proses pendidikan karakter. Teknik yang dilaksanakan guru dalam pendidikan karakter juga harus sudah sesuai. Dan faktor penghambat dalam penanaman pendidikan karakter meliputi anaknya sendiri, sikap pendidik, dan juga lingkungannya. DAFTAR PUSTAKA