DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Eksplorasi Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Mendukung Pengembangan Pendidikan: Studi Kasus AUG sebagai Konsultan Pendidikan Harun Labibul Hilmi, 2Hanifah Az Zahra Hasoloan, 3Gagas Gayuh Aji ,4Amaliyah Ria Triwastuti, 5Erindah Dimisqiyani, 6Rizky Amalia Sinulingga Manajemen Perkantoran Ditigal. Universitas Airlangga. Surabaya E-mail: 1harun. hilmi-2023@vokasi. aji@vokasi. id, 3erindah. dimisyqiyani@vokasi. amaliyah@vokasi. id, 5rizkyamalia@vokasi. ABSTRAK Kepemimpinan transformasional mendorong perubahan dalam organisasi pendidikan global melalui inspirasi, pemberdayaan, dan inovasi. Namun, sebagian besar penelitian hanya menyoroti penerapannya di sekolah atau universitas, sedangkan sektor konsultan pendidikan internasional masih jarang diteliti. Penelitian ini mengeksplorasi praktik kepemimpinan transformasional di AUG, konsultan pendidikan internasional yang menyediakan layanan bimbingan studi luar negeri. Pendekatan kualitatif naratif digunakan melalui observasi dan dokumentasi untuk menggali praktik kepemimpinan secara mendalam. Hasil menunjukkan penerapan empat dimensi kepemimpinan transformasional idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration tercermin dalam visi global, komunikasi terbuka, pemberdayaan staf, dan pendampingan personal mahasiswa. Praktik ini memperkuat kepercayaan, meningkatkan kemampuan analitis mahasiswa, serta menciptakan iklim inovatif yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Dampaknya terlihat pada peningkatan kesiapan mahasiswa menghadapi kompetisi global dan keberhasilan AUG mempertahankan layanan berkualitas di pasar kompetitif. Studi ini memperluas literatur kepemimpinan dengan menerapkan teori transformasional pada sektor konsultan pendidikan nonformal serta merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menilai dampak jangka panjang pada karier alumni dan adaptasi model dalam konteks pendidikan digital serta Kata kunci: Kepemimpinan transformasional, pengembangan pendidikan, konsultasi pendidikan ABSTRACT Transformational leadership drives change in global education by inspiring, empowering, and fostering Most research highlights schools or universities, leaving international education consultancy This study examines transformational leadership at AUG, an international consultancy offering overseas study guidance. A qualitative narrative approach with observation and documentation captured leadership practices. Findings show four dimensions idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration reflected in a global vision, open communication, staff empowerment, and personalized mentoring. These practices strengthen trust, enhance studentsAo analytical skills, and create an innovative climate suited to 21st century challenges. Impacts include greater student readiness for global competition and AUGAos success in sustaining high quality services within a competitive market. This research expands leadership literature by applying transformational theory to nonformal education consultancy and recommends future studies on long-term effects for alumni careers and adaptation of the model in digital and multicultural contexts. Keywords: Transformational leadership, educational development, international educational Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap organisasi, operasional organisasi dan pendorong utama perubahan (Deng et al. , 2. Dalam konteks ini, dibutuhkan Pemimpin yang mampu mengelola transformasi secara terstruktur, visioner, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan kerja, baik melalui optimalisasi informasi internal, pemanfaatan sumber daya manusia, strategi, dan penyesuaian terhadap variabel eksternal yang beragam. Pendidikan sebagai pilar utama pembangunan peradaban suatu bangsa juga tidak terlepas dari pemimpin yang bisa mengimplementasikan Team Roles secara konsisten dan merata (Alessa, 2. Di era globalisasi, penerapan dan proses kepemimpinan transformasional yang berdampak pada prinsip dan yang menerapkan pengaruh ideal, motivasi pengambilan keputusan itu mendorong kepemimpinan dan mengambil inisiatif pribadi untuk berkembang pada dua perilaku yang mendorong keterlibatan kerja dan kinerja (Bakker et al. , 2. Transformational Leadership memerlukan keseimbangan nilai intelektual, emosional, dan spiritual untuk menggerakkan perubahan pendidikan melalui konsep Emotional Spiritual Quotient (ESQ) (Ari Ginanjar dalam Afif & Pahlawati, 2. Pemimpin transformasional berperan sebagai agen perubahan sekaligus barometer dalam menciptakan visi, mengidentifikasi kebutuhan mengimplementasikannya secara nyata dalam menghadapi masalah diranah pendidikan. Pendekatan ini terbukti dalam mendorong inovasi pengajaran, meningkatkan kepuasan kerja pendidik, serta memberikan dampak positif terhadap kualitas hasil belajar (Jobir. Kepemimpinan transformasional memiliki empat nilai, yaitu idealized influence, stimulation, dan individualized consideration. Implementasi ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan ini mampu meningkatkan lingkungan yang inklusif, mendorong serta memenuhi kebutuhan yang beragam, meskipun masih dihadapkan dengan tantangan seperti keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, rekomendasi yang relevan mencakup pengembangan kepemimpinan yang lebih terarah, terstruktur, serta dukungan berupa alokasi sumber daya dan kolaborasi agar implementasinya dapat berjalan efektif, efisien, dan memberikan dampak yang berkelanjutan (Setiyawan, 2. Terdapat kesenjangan yang mencolok dalam literatur akademik mengenai model kepemimpinan spesifik yang mereka terapkan. Sebagian besar studi tentang kepemimpinan transformasional berfokus pada institusi formal seperti sekolah dan universitas, dan sedikit yang meneliti penerapan kerangka kerja ini dalam entitas komersial yang berfungsi sebagai fasilitator penting dalam ekosistem pendidikan global. Salah satu contohnya adalah AUG, sebuah konsultan pendidikan internasional yang berfokus pada layanan bimbingan studi ke luar negeri, strategi beasiswa, hingga penyiapan karir AUG tidak semata- mata berfungsi sebagai perantara administrative, akan tetapi lebih dari itu, lembaga ini turut memainkan peran motivasional dengan membantu mahasiswa menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian berkompetisi, serta kesiapan menghadapi tantangan global. Analisis AUG menunjukkan bahwa kepemimpinan yang mereka terapkan melalui penekanan pada visi, hubungan, inovasi yang kompetitif dan tidak menentunya tantangan pasar. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada eksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional di AUG mendukung pengembangan pendidikan melalui pelayanan, strategi, serta dampak nyata yang ditimbulkan bagi mahasiswa. Studi ini secara khusus akan menganalisis manifestasi dari dimensi kepemimpinan Pendidikan global saat ini berada pada pergeseran paradigma, di mana kualitas pembelajaran bukan hanya diukur berdasarkan kurikulum, tetapi juga kemampuan sistem pendidikan dalam merespons perubahan global digitalisasi, kesenjangan akses, dan kebutuhan literasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional menjadi pemberdayaan, visi bersama, dan inovasi yang terbukti mendorong perubahan sistemik dalam Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pendidikan (Adeoye et al. , 2. Relevansi Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya SDGs poin 4 yaitu pendidikan berkualitas, yang menekankan akses inklusif tanpa diskriminasi, peningkatan mutu pembelajaran melalui pendidik kompeten dan amannya lingkungan serta penguasaan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital dan pemikiran kritis yang mendukung mobilitas sosial dan Pencapaian target SDGs poin 4 menuntut kolaborasi lintas sektor, termasuk internasional sebagai penghubung antara peserta didik dan institusi global. Namun, literatur akademik masih jarang membahas model kepemimpinan yang mereka terapkan, karena sebagian besar studi kepemimpinan transformasional berfokus pada sekolah atau universitas dan belum banyak menyoroti entitas komersial seperti AUG yang berperan sebagai fasilitator penting terhadap ekosistem pendidikan global dalam konteks kerja AUG. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berdampak positif terhadap budaya. Hasil kajian kepemimpinan ini memperkuat kepercayaan, kolaborasi, dan iklim pendidikan positif semua elemen yang meningkatkan efektivitas lembaga pendidikan (Societies, 2. Jika ditelaah lebih jauh, karakteristik tersebut nilai-nilai kebutuhan individual, sekaligus mendorong inovasi dalam layanan. Dengan kata lain, konsultan pendidikan seperti AUG dapat dilihat bukan hanya sebagai penyedia jasa, melainkan juga figur transformasional yang memengaruhi cara mahasiswa memandang masa depan akademik dan profesional mereka. Dari fenomena tersebut, pertanyaan kunci pun diterapkan secara konkret oleh institusi nonformal internasional? Pertanyaan ini penting karena sebagian besar kajian kepemimpinan masih terfokus pada lingkup organisasi formal, sementara sektor konsultansi pendidikan relatif jarang dieksplorasi. Penelitian ini kemudian menawarkan perspektif baru dengan menjadikan AUG sebagai studi kasus utama, untuk memahami bagaimana nilai-nilai Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 kepemimpinan transformasional berkontribusi pada pengembangan pendidikan melalui pendekatan yang lebih adaptif, inovatif, dan LANDASAN TEORI Landasan teori merupakan dasar yang kuat dalam penelitian karena berfungsi mendukung keseluruhan proses serta memberikan arah yang jelas bagi peneliti dalam menjalankan Manajemen modern banyak bertumpu pada kerangka POAC (Planning. Organizing. Actuating. Controllin. yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas Planning berfungsi untuk menetapkan visi strategis jangka panjang serta arah organisasi. Dalam konteks pendidikan modern, perencanaan memberikan dasar dalam menentukan visi dan strategi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara Organizing mengelola sumber daya manusia maupun material agar dapat digunakan secara optimal. pengorganisasian yang baik memungkinkan terciptanya koordinasi yang efektif antar bagian organisasi. Actuating menekankan pada peran kepemimpinan dan motivasi untuk menggerakkan anggota organisasi sehingga berpartisipasi aktif dalam mencapai tujuan Sementara itu. Controlling menjadi fungsi evaluatif dan reflektif untuk memastikan pelaksanaan sesuai rencana, dilakukan melalui monitoring serta evaluasi berkala untuk mengarahkan perbaikan kinerja (Faiz et al. , 2. Dengan demikian. POAC bukan hanya instrumen administratif, tetapi juga kerangka strategis dalam meningkatkan kualitas, efisiensi, serta peningkatan kualitas meningkatkan keberhasilan proyek dan mitigasi risiko (Sulistiyowati et al. , 2. Selanjutnya, manajemen dengan memberikan dimensi transformatif dalam pemberdayaan anggota Kepemimpinan transformasional menekankan empat dimensi, yaitu idealized intellectual stimulation, dan individualized consideration (Kly & Uluda, 2. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan berbasis pada penyusunan visi bersama yang mampu menginspirasi anggota untuk bergerak melampaui kepentingan pribadi (Jun & Lee. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Pengorganisasian diwujudkan dengan membangun struktur kolaboratif dan sistem . nowledge managemen. yang terbukti berperan sebagai mediasi dalam meningkatkan kinerja organisasi (Kly & Uluda, 2. Pada tahap pelaksanaan, kepemimpinan transformasional memotivasi serta mendorong komitmen pada menumbuhkan perilaku inovatif dari para anggota (Jun & Lee, 2. Sementara fungsi pengendalian dipraktekkan melalui pemberian performance feedback yang bersifat reflektif meningkatkan kinerja karyawan terutama dalam konteks budaya organisasi yang hierarkis (Lee & Ding, 2. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional tidak sekadar administratif, tetapi juga bersifat inspiratif dan partisipatif dalam mendukung efektivitas organisasi secara berkelanjutan. terhadap misi prioritas mahasiswa. 3 Motivasi Inspirasional (Inspirational Motivatio. , pemimpin mengartikulasikan visi yang menarik, menantang, dan dapat mendorong anggota organisasi. Hal ini sejalan dengan misi AUG untuk menciptakan dampak di luar 4 Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulatio. , mendorong anggota tim untuk berpikir kreatif, inovatif, serta berani menemukan solusi baru sesuai tantangan yang dihadapi mahasiswa. 5 Pertimbangan Individual (Individualized Consideratio. , pemimpin memberikan perhatian personal, dukungan, dan bimbingan terhadap kebutuhan unik setiap Pada konteks AUG, hal ini terwujud dalam cara mereka menemukan opsi studi luar negeri. 1 Gaya Kepemimpinan Transformasional Gaya kepemimpinan dipahami sebagai pola perilaku dan strategi yang mengarahkan anggota organisasi agar mencapai tujuan bersama. Dengan menekankan bahwa gaya kepemimpinan merupakan proses sosial di mana pemimpin mencari partisipasi sukarela dari bawahan, serta melalui pengaruh dan komunikasi yang efektif. Dengan demikian gaya ini bukan sekadar teknik implementasi perpaduan visi, nilai, dan membangun perubahan positif dalam organisasi (Mansaray, 2. Pemimpin yang efektif umumnya mampu mengkombinasikan beberapa pendekatan sesuai konteks perubahan dan Berikut penjelasan lebih lanjut: 2 Ideal (Idealized Influenc. , pemimpin menjadi panutan yang dihormati dan Dalam konteks AUG, hal ini tercermin pada pemimpin yang Pemimpin transformasional berperan sebagai menciptakan visi, mengidentifikasi kebutuhan mengimplementasikannya secara nyata dalam menghadapi masalah pendidikan. Pendekatan ini terbukti mampu mendorong inovasi pembelajaran, meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja pendidik, serta menghasilkan kualitas belajar yang lebih baik (Utami et al. Jenis Kepemimpinan Selain teori kepemimpinan yang telah banyak dikenal, literatur manajemen juga menguraikan sejumlah gaya kepemimpinan yang menjadi dasar praktik organisasi. Setiap gaya memiliki karakteristik serta implikasi yang berbeda terhadap efektivitas tim, bergantung pada konteks serta situasi yang dihadapi (Utami et al. , 2. Kepemimpinan transformasional, misalnya, menekankan kolaborasi, pemberdayaan, dan penciptaan iklim inovatif yang mampu menstimulasi interaksi belajar yang efektif di kelas (Abuhassira et al. , 2. seperti jenis kepemempinan berikut. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 1 Kepemimpinan Otoriter (Authoritarian Leadershi. kepemimpinan yang ditandai dengan kontrol ketat, penekanan pada hierarki, dan tuntutan kepatuhan mutlak dari bawahan. Pemimpin otoriter cenderung memusatkan kekuasaan, membatasi otonomi bawahan, dan menekankan jarak kekuasaan . ower distanc. yang Para penulis menekankan kepemimpinan yang hibrid dan adaptif, di mana pemimpin dapat (Pizzolitto et al. , 2. 2 Kepemimpinan Demokratis (Democratic Leadershi. didefinisikan sebagai pendekatan kepemimpinan yang menekankan keterlibatan inklusif, pembagian kekuasaan . ower sharin. , dan Kepemimpinan demokratis terbukti relasional . elational well-bein. , efektivitas jangka panjang organisasi melalui penguatan rasa memiliki dan komitmen kolektif. Memahami makna konseptual dan implikasinya pendidikan lainnya menimbulkan isu-isu Artinya, fenomena kepemimpinan terbentuk melalui hubungan antara ekspresi niat dari aktor organisasi dan interaksi yang Kepemimpinan sebagai fenomena yang muncul secara bersamaan dari pengaruh timbal balik dengan institusional, dan sosial dalam lingkungan organisasi yang mereka huni (Woods, 2. 3 Kepemimpinan Visioner visionary leadership, merupakan menitikberatkan pada kemampuan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 pemimpin dalam menciptakan serta mengkomunikasikan visi jangka panjang yang jelas. Pemimpin visioner tidak hanya mengarahkan bawahan, tetapi juga menginspirasi mereka untuk bergerak ke arah yang selaras dengan visi organisasi. Gaya ini efektif dalam konteks perubahan memberikan arah strategis sekaligus membangun komitmen kolektif. Namun, tantangan kepemimpinan visioner terletak pada kemampuan mewujudkan visi tersebut menjadi strategi nyata yang berkelanjutan (AL QATAWNEH, 2. 4 Kepemimpinan Karismatik atau kepemimpinan karismatik berfokus pada daya tarik personal dan membangun hubungan emosional Pemimpin memiliki kepribadian yang memikat, komunikasi yang persuasif, serta visi yang menginspirasi, sehingga dengan menginspirasi dapat menetapkan harapan kinerja yang tinggi, dan menciptakan koneksi emosional berinisiatif pada para pengikut (Moura et al. , 2. 5 Kepemimpinan Otentik authentic leadership, adalah gaya kepemimpinan otentik menekankan konsistensi antara nilai pribadi pemimpin dengan tindakan yang Pemimpin otentik mendorong keterbukaan komunikasi, keputusan yang berlandaskan etika. Model ini relevan di era modern kepercayaan, keterlibatan, serta psikologis bawahan. Kekuatan kepemimpinan otentik ada pada kemampuannya menciptakan iklim kerja yang penuh kepercayaan (Hu et al. , 2. 6 Kepemimpinan Pelayan atau P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. kepemimpinan pelayan menekankan pada prinsip bahwa pemimpin harus terlebih dahulu melayani timnya. Pemimpin dengan gaya ini biasanya berkembang secara pribadi maupun Model ini efektif dalam menciptakan tim yang solid, penuh kolaborasi, serta memiliki loyalitas jangka panjang (Eva et al. , 2. Sumber data terdiri atas dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan informasi utama yang diperoleh langsung dari objek penelitian, berupa katakata, narasi, atau tindakan yang diamati dan kemudian ditranskripsikan serta dikategorikan sesuai fokus penelitian (Pyo et al. , 2. Sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak ketiga seperti jurnal, buku, dan dokumen ilmiah lain yang relevan untuk memperkuat analisis serta memperluas pemahaman fenomena (Aspers & Corte, 2. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan tujuan memahami secara mendalam praktik kepemimpinan transformasional melalui teknik observasi dan Data penelitian diperoleh dari sumber-sumber relevan, seperti jurnal ilmiah, artikel, serta informasi resmi dari situs AUG, yang kemudian dipaparkan secara deskriptif sesuai fokus kajian atas sifat suatu fenomena, yang menekankan pada kualitas, konteks kemunculan, dan perspektif yang melekat, bukan pada frekuensi atau kuantifikasi data (Busetto et al. , 2. Pendekatan memungkinkan peneliti untuk menyusun kembali pengalaman atau informasi secara kronologis ke dalam bentuk cerita yang Dengan demikian bahwa penelitian kualitatif efektif digunakan ketika fenomena yang diteliti membutuhkan penjelasan mendalam, deskriptif, dan kaya makna (Pyo et , 2. Sejalan dengan prinsip validitas prosesual, penelitian kualitatif menuntut pencatatan alasan dan cara pengambilan keputusan secara berkesinambungan, karena Aumemos detail why and how decisions made related to sampling, coding, anda collapsing of codesAy (Tie et al. , 2. Dengan ini Kebutuhan akan validitas prosesual berasal dari simbiosis itu sendiri atau partisipasi bersama peneliti dalam penelitian kualitatif. Setiap langkah penelitian tidak terisolasi tetapi mendukung langkah sebelumnya dan berbalik menjadi tindakan pada fase berikutnya. Untuk menjaga kualitas dan keabsahan hasil penelitian, peneliti mengadopsi konsep validitas prosesual (Hayashi et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Bagian hasil dan pembahasan menjelaskan temuan yang diperoleh dari pelaksanaan Pada bagian ini, data disajikan secara sistematis, terstruktur, dan kemudian dianalisis secara mendalam. Pembahasan tersebut dikaitkan dengan teori dan referensi permasalahan yang diangkat dalam latar Kepemimpinan transformasional pengembangan pendidikan global. Pemimpin AUG yang berintegritas dan berdedikasi dalam membimbing siswa menunjukkan pengaruh yang ideal. Rasa percaya yang mendalam dibangun oleh sikap transparan mereka dan standar etis yang mereka pegang Studi yang dilakukan oleh (Khan et ,2. menemukan bahwa pengaruh ideal dapat meningkatkan kesetiaan dalam layanan pendidikan internasional. Cara pemimpin AUG menyampaikan visi global memotivasi mahasiswa untuk tindakan berani, seperti melanjutkan pendidikan di luar negeri. Ini adalah contoh motivasi inspirasional. Hal ini mendukung temuan (Etomes et al. , 2. bahwa visi yang optimis sangat penting untuk membangun karakter dan keterlibatan Bimbingan pribadi mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis tentang pilihan pendidikan, beasiswa, dan rencana karier yang merupakan bagian dari stimulasi intelektual. Stimulasi intelektual meningkatkan daya inovasi dan kesiapan menghadapi dinamika perubahan global, menurut (Kelder et ,2. metode ini efektif dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk membuat keputusan strategis yang visioner. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Sehingga. AUG kebutuhan, minat, dan keuangan setiap mahasiswa yang menunjukkan pertimbangan Pada dasarnya, penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional telah digunakan di AUG. Metode ini mengubah tugas konsultan pendidikan dari memberikan layanan administrasi menjadi membantu transformasi pendidikan dan dimensi kepemimpinan ini saling melengkapi, serta transformasional digunakan untuk sektor nonformal yang membantu mempersiapkan mahasiswa untuk tantangan pendidikan global di abad ke-21 (Aspers & Corte, 2. Pembahasan Penelitian penerapan kepemimpinan transformasional pada AUG Student Service, sebuah konsultan pendidikan internasional yang berperan dalam pengembangan karier mahasiswa. Hasil observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa pimpinan AUG menonjol dalam empat dimensi inti kepemimpinan transformasional idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration yang terwujud melalui visi pemberdayaan staf. Temuan ini sejalan dengan studi Ximenes et al. Dalam hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan kinerja melalui inspirasi dan dukungan individu, yang menghasilkan kualitas layanan menjadi lebih baik di sektor publik. Adapun praktik kepemimpinan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. poin 4 tentang pendidikan berkualitas, karena AUG peningkatan akses, kesetaraan, dan mutu pembelajaran global. Dengan mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang pendampingan personal, serta menumbuhkan kepercayaan diri dan keterampilan abad ke-21, kepemimpinan transformasional di AUG pendidikan yang inklusif dan setara, sehingga mendukung pencapaian SDGs 4 untuk Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 menjamin pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi semua. PENGARUH IDEAL (IDEALIZED INFLUENCE) SEBAGAI FONDASI KREDIBILITAS LAYANAN AUG menempatkan integritas dan komitmen sebagai penopang utama dalam membimbing Pemimpin di AUG menjadi panutan dengan menekankan standar etika tinggi, transparansi dalam informasi studi, serta komitmen pada keberhasilan klien. Hasil menggunakan layanan AUG menunjukkan adanya kepercayaan kuat terhadap kredibilitas Kondisi ini sesuai dengan penelitian Khan et al. yang menemukan bahwa pengaruh ideal dalam kepemimpinan transformasional membantu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pada organisasi, terutama dalam konteks layanan pendidikan internasional (Khan et al. , 2. 2 Motivasi Inspirasional (Inspirational Motivatio. dalam Membangun Visi Global Mahasiswa Salah satu kekuatan utama AUG adalah kemampuannya dalam memotivasi mahasiswa melalui visi yang jelas: membuka akses pendidikan global yang lebih inklusif. Pemimpin memberikan narasi optimistis pendidikan, serta tantangan global yang dapat dihadapi mahasiswa. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa motivasi inspirasional berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan individu dan membentuk karakter kuat jangka panjang pada visi organisasi. Sehingga mahasiswa merasa termotivasi untuk berani mengambil keputusan besar, seperti mendaftar universitas di negara-negara maju (Etomes et al. ,2. 3 Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulatio. Mengembangkan Kapasitas Analitis Mahasiswa AUG mendorong mahasiswa untuk berpikir pragmatis dan visioner dalam memilih program studi, strategi beasiswa, dan jalur karier. Melalui pendekatan konsultasi mengevaluasi pilihan mereka secara mandiri, dengan mempertimbangkan relevansi global dan keberlanjutan karier. Penekanan stimulasi P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. kapasitas inovatif pengikut serta memperkuat kesiapan menghadapi perubahan (Kelder et , 2. Dengan demikian. AUG tidak sekadar memberikan opsi, melainkan juga menumbuhkan keterampilan pengambilan keputusan strategis. secondary schools. Education and Information Technologies (, 29. SpringerLink. DOI: https://doi. org/10. 1007/s10639-02412701-3 Pertimbangan Individual (Individualized Consideratio. sebagai Kunci Personalisasi Layanan Layanan AUG memperlihatkan pendekatan individual dalam memahami kebutuhan mahasiswa secara spesifik. Setiap konsultan menyediakan bimbingan sesuai latar belakang, minat, serta kemampuan finansial mahasiswa. Hal ini terbukti dapat meningkatkan kepuasan layanan serta kepercayaan jangka panjang. Maka dari itu pertimbangan individual dalam kepemimpinan transformasional berkontribusi signifikan terhadap kepuasan konsumen dan pengembangan potensi individu (Buil et al. ,2. KESIMPULAN Secara keseluruhan, pendekatan kualitatif naratif dalam penelitian ini berhasil mengungkap bahwa kepemimpinan transformasional di AUG bukan sekadar teori, tetapi praktik hidup yang diwujudkan melalui interaksi sehari-hari. Keempat dimensinya bekerja secara integral untuk mengubah peran AUG dari konsultan administratif menjadi mitra transformatif bagi mahasiswa. Temuan ini transformasional ke sektor non-formal dan menegaskan bahwa nilai-nilai seperti integritas, inspirasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual adalah kunci untuk menghadapi kompleksitas pendidikan global. Untuk penelitian selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang model kepemimpinan ini pada kesuksesan karir mahasiswa pasca-studinya. Aspers. , & Corte. Februari . What is Qualitative in Qualitative Research. Qualitative Sociology, 42. Qualitative Sociology terindeks di Social Sciences Citation Index (SSCI), juga di database-sosial dan https://doi. org/10. 1007/s11133-0199413-7 Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun materi dalam penyelesaian penelitian ini, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Abuhassira. September . The impact of transformational leadership on classroom interaction in UAE Alessa. November . The Dimensions of Transformational Leadership and Its Organizational Effects in Public Universities in Saudi Arabia: A Systematic Review. Accessed by *Recommended field Contributors First name* Ghuzayyil Middle Saad Last name* Alessa, 12. https://doi. org/10. 3389/fpsyg. ALQATAWENH. Mare. TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP STYLE AND ITS RELATIONSHIP WITH CHANGE MANAGEMENT. VERSLAS: TEORIJA PRAKTIKA BUSINESS: THEORY AND PRACTICE, 19. lisensi CC BY 4. https://doi. org/10. 3846/btp. UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR PUSTAKA