JURNAL ILMU PENDIDIKAN Available online at https://journal. com/index. php/JURIP Vol. 1 No. January-June 2022, pages: 1-6 ISSN: x-x http://dx. org/10. /JURIP. Identifikasi Penerapan Holistik Intergratif pada Aspek Seni di TK PKK Tamansatriyan Malang Silfia Novita Rizki a Joko Pamungkas b Article history: Submitted: 12 April 2022 Revised: 13 May 2022 Accepted: 12 June Keywords: holistict intergratif, art, early Abstract This article aims to determine the application of holistic integrative terms from the artistic aspect which consists of the implementation of educational services arranged with art programs that develop other aspects such as moral and religious values, language, cognitive, social, and physical motor skills in TK PKK Tamansatriyan Malang. Data collection techniques through interviews, documentation, and observation. The sources of data in this study were principals who were interviewed, students who were observed, teachers who were interviewed and observed, parents, foundations, and employees who the authors determined based on the considerations of the principal, documents, and archives at the school that supports the main data source. The application of holistic integrative in early childhood education at TK PKK Tamansatriyan Malang in terms of the artistic aspect has been carried out Through various programs in the arts aspect, which can be seen from fashion shows, creative dances, fine arts and crafts, and even traditional dances, besides cultural introductions through traditional foods. In the programs, parents and the village also take part in the preparation of the program to be implemented. Jurnal Ilmu Pendidikan A 2022. This is an open access article under the CC BY-NC-ND license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-nd/4. 0/). Corresponding author: Silfia Novita Rizki Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia Email address: silfianovita. 2021@student. 1 Pendahuluan Anak merupakan manusia yang sejak di dalam kandungan sampai dengan usia 19 tahun dan belum mencapai tahap dewasa secara fisik dan mental. Anak tidak terlepas dari pendidikan orang tua dalam hal mendidik. Menurut Permendikbud 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Indonesia, anak yang berusia 0-6 tahun Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia ISSN: x-x masuk dalam lingkup pendidikan anak usia dini (Kemendikbud, 2. Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang ditujukan untuk anak usia pra sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam diri anak sejak dini agar berkembang secara optimal (Yus, 2. Oleh karena itu, pendidikan pada anak usia dini penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang yang berpengaruh pada tahap selanjutnya. Kurikulum pendidikan anak usia dini mencangkup tiga domain penting yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Suyanto, 2. Strategi pelaksanaan pembelajaran pendidikan anak usia dini dapat melalui kegiatan harian yang mencakup kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup (Notoatmodjo et al. , 2. Kurikulum anak usia dini dirancang khusus untuk mengembangkan potensi yang terdapat pada diri anak. Sehingga, potensi yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal. Pendidikan anak usia dini memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, perawatan, pengasuhan, kesehatan, dan kebutuhan gizinya (Norman & Wall, 2. Aspek pengembangan pada anak usia dini seperti aspek nilai agama dan moral, aspek kognitif, aspek bahasa, aspek fisik motorik, aspek sosial emosional, dan aspek seni. Meskipun aspek seni pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 yang berisi bahwa aspek seni terintegrasi ke aspek-aspek lainnya sehingga dapat disimpulkan bahwa ketika melaksanakan pembelajaran aspek seni juga dipelajari tanpa sengaja maupun sengaja . erlihat dalam rencana pembelajara. (Presiden Republik Indonesia, 2. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kurikulum holistik intergratif pada penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Kurikulum holistik integratif adalah seperangkat kegiatan belajar melalui bermain yang dapat memberikan pengalaman langsung bagi anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi perkembangan yang dimiliki oleh setiap anak yang dapat memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait (Elyana, 2. Kurikulum holistik integratif meliputi berbagai aspek pengembangan fisik dan non fisik (Handayani et al. , 2. Pengembangan holistik intergratif mengacu pada teori ekologi perkembangan manusia dan teori perkembangan manusia yang mengartikan bahwa perkembangan otak merupakan proses yang terus berlanjut (Salsabila, 2. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pramudyani dkk, menyatakan bahwa salah satu model penerapan kurikulum holistik integratif adalah pembelajaran dengan permainan tradisional karena diyakini dalam permainan tradisional mengandung enam aspek perkembangan. Keberadaan kurikulum holistik integratif 32% responden telah mengaitkan enam aspek perkembangan dalam pembelajaran, sebagian lain sebanyak 68% belum sepenuhnya mengaitkan enam aspek perkembangan dalam perkembangan. Sehingga, mengembangkan kurikulum holistik integratif berbasis permainan tradisional, secara tidak langsung pendidik memberikan kesempatan kepada anak baik secara kelompok maupun individu mengeksplorasi seluruh informasi dibutuhkan dan memberdayakan masyarakat sebagai sumber belajar dan melestarikan dan menanamkan warisan budaya bangsa dengan mengenalkan permainan tradisional kepada anak sejak dini (Pramudyani, 2. Berdasarkan hasil observasi pada bulan maret 2022 di Taman Kanak-Kanak Tamansatriyan Kabupaten Malang menemukan bahwa pelayanan lembaga menggunakan pendekatan holistik integratif. Ini menunjukkan bahwa lembaga tersebut memilki program layanan secera holistik integratif. Layanan stimulasi holistik intergratif terdiri layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan (Kemdikbud. Kurikulum integratif dibagi dari tiga pembelajaran berbasis keluarga, berbasis sekolah, dan berbasis masyarakat (Kemendikbud, 2. Melihat fenomena yang ditemukan, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan layanan holistik integratif pada aspek seni di TK PKK Tamansatriyan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggambarkan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan layanan holistik integratif pada aspek seni di TK PKK Tamansatriyan Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan holistik dan integratif pada aspek seni dalam sekolah dan hasil penerapannya. Adapun manfaat secara teoritis dan praktis dari penelitian ini yakni dapat dijadikan bahan masukan untuk memotivasi lembaga dalam menerapakan layanan holistik integratif. 2 Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan tentang perilaku dan dokumen yang dapat diamati (Creswell & Poth, 2. Dari sumber kepala sekolah, guru, yayasan, dan orag tua di TK PKK Tamansatriyan Kabupaten Malang. Penelitian ini memberikan gambaran atau uraian atas sesuatu keadaan (Given, 2. dari lembaga karena merencanakan, melaksanakan, dan hasil pendekatan holistik integratif ditinjau dari aspek seni yang terdapat dalam lembaga. Tahapan penelitian yang dilakukan yakni menentukan pemasalahan, melakukan studi literatur dari referensi tentang holistik integratif pada lembaga, menetapkan lokasi penelitian, studi terdahulu, penetapan teknik pengumpulan data . awancara, dokumentasi, observas. , analisis data dan validasi data. Penelitian ini diharapkan JURIP Vol. 1 No. January-June 2022, pages: 1-6 JURIP ISSN: x A dapat memecahkan rumusan masalah yaitu tentang pelaksanaan dan hasil pendekatakan holistik integratif yang ditinjau dari aspek seni. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah yang diwawancarai, siswa yang di observasi , guru-guru yang diwawancarai dan diobservasi, orang tua, yayasan, dan karyawan yang penulis tentukan berdasarkan pertimbangan kepala sekolah, dokumen-dokumen, dan asrsip-arsip di sekolah yang mendukung sumber data utama. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui hasil wawancara maupun observasi dipadukan dengan data yang diperoleh dari teknik Teknik ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan Penulis melakukan pemeriksaan keabsaan data yang didasarkan pada kriteria derajat kepercayaan . Berdasarkan kriteria ini, maka teknik yang digunakan adalah triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut (Silverman, 2. Pada penelitian ini, trangulasi yang digunakan penulis yaitu: triangulasi sumber dengan membandingkan informasi yang dikatakan subyek dalam penelitian ini, dan . triangulasi metode dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data untuk menggali data yang sejenis. 3 Hasil dan Pembahasan Gambaran Umum TK PKK Tamansatriyan Kabupaten Malang TK PKK Tamansatriyan didirikan tahun 1987 yang diusung oleh ibu-ibu PKK pada tahun tersebut karena menyadari akan pentingnya sekolah anak usia dini dengan mempertimbangkan jarak lembaga yang masih belum ada lembaga Taman Kanak-Kanak pada waktu tersebut. Berdiri di kompleks gedung pendidikan sampai saat ini, yang berada di sekitar Sekolah Dasar dan Kelompok Belajar. Luas bangunan sekolah ini 210 m2 dengan beralamat pada Jl. Divisi VII Suropati RT. 07 RW. Tamansatriyan. Kecamatan Tirtoyudo. Kabupaten Malang. Provinsi Jawa Timur. TK PKK Tamansatriyan terakreditasi A sejak tahun 2021. TK PKK Tamansatriyan memiliki visi membentuk generasi yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, ceria, dan berakhlak mulia. Adapun misi nya memiliki tujuan untuk. membangun pembiasaan perilaku hidup bersih, sehat, dan berakhlak mulia secara mandiri, memfasilitasi kegiatan belajar yang aktif dan menyenangkan sesuai tahapan perkembangan, minat, dan potensi anak, menyelenggarakan layanan pengembangan holistik intergratif, dan membangun kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkup terkait dalam rangka pengelolaan PAUD yang professional, akuntabel, dan berdaya saing nasional. TK PKK Tamansatriyan secara keseluruhan memiliki 6 orang pendidik dan tenaga kependidikan. Jumlah murid yang mencapai 60 anak pada tahun pelajaran 2021/2022. Sarana dan prasana yang dimiliki TK PKK Tamansatriyan yaitu. ruang kelas, kamar mandi, ruang kepala sekolah, ruang bermain indoor, dan gudang. Kurikulum yang digunakan pada TK PKK Tamansatriyan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 146 tahun 2014 yaitu kurikulum 2013. Taman kanak-kanak ini melaksanakan satu jenis program yaitu program reguler yang dirancang khusus oleh pendamping dan guru. Kegiatan pembelajaran menggunakan alokasi waktu yang telah ditentukan yaitu dimulai dari jam 07. 00 Ae 00 WIB. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode kelompok dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang ditetapkan lembaga. Kegiatan seni yang biasanya dilakukan pada TK PKK Tamansatriyan yaitu menggambar dan mewarnai berbagai bentuk dengan crayon, cat air dan kuas, pensil warna, dan spidol, menggunting dengan berebagai bentuk, membuat stempel dengan berbagai media dan bentuk yang bervariasi, meronce dengan berbagai pola, bentuk, dan bahan, melipat berbagai bentuk dengan beragam kertas, dan membuat alat permainan dengan benda-benda yang sudah tak terpakai. Selain itu, dengan kegiatan tari kreasi, fashion show, permainan tradisional, menggambar bebas, melukis, dan kegiatan craft. Dukungan orang tua dan masyarakat dalam pembelajaran pada TK PKK Tamansatriyan baik moril maupun material terlihat dari bangunan lembaga yang kuat, tercukupi akan sarana dan prasarana yang lengkap baik di dalam kelas maupun luar kelas serta dukungan wali murid untuk prestasi sekolah, guru, dan anak dalam berbagai lomba yang dilaksanakan. Perencanaan Pembelajaran Holistik Integratif pada Aspek Seni di TK PKK Tamansatriyan Pendidikan anak usia dini holistik integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh . yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan. Untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu (Netriwinda et al. , 2. Pendekatan yang digunakan dalam pendidikan holistik integratif meliputi. knowing the good, feeling and loving the Identifikasi Penerapan Holistik Intergratif (Silfia Novita Rizk. A ISSN: x-x good, dan acting the good (Jumiatin et al. , 2. Sehingga penerapan pada pendidikan anak usia dini secara holistik adalah menyeluruh dan memenuhi kebutuhan anak. Perencanaan pembelajaran holistik integratif pada aspek seni di TK PKK Tamansatriyan ditinjau dari aspek seni merupakan sekolah dengan menyadari akan pentingnya kegiatan seni bagi anak usia dini dengan direncakan program pembelajaraan yang memuat aspek seni di dalamnya yaitu fashion show, tari kreasi, dolanan, seni rupa, dan kerajinan tangan lainnya. Beberapa perencanaan kegiatan dari pembelajaran holistik integratif berupa adanya fashion show dan tari pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia dan hari jadi desa, kegiatan dolanan tradisional, seni rupa, dan kerajinan di beberapa rencana pembelajaran, dan pengenalan makanan tradisional yang terjadwal di layanan gizi. Menyadari akan pentingnya kegiatan seni kepada anak usia dini dilihat dari lembaga memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi pada lingkungannya melalui material dan bahan yang dapat dirasakan dan dilihat memberikan anak-anak mampu menumbuhkan daya imajinasi dan kreativitas dengan hal yang dilihat dan dirasakan (Wexler, 2. Selain itu, anak-anak bereksplorasi melalui tubuhnya seperti bergerak, bergoyang, bertepuk, bahkan menirukan gerakan hewan yang dilihat. Perencanaan pembelajaran holistik integratif ditinjau dari aspek seni dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak, baik pihak desa sebagai yayasan maupun keluarga atau wlai murid, serta komite sekolah. Perencanaan kegiatan holistik integratif ini disampaikan kepada semua wali murid pada saat pertemuan rutin awal semester yang dapat dijadikan perencanaan yang dapat ditetapkan dengan selaras dan berkesinambungan dengan pendidikan di dalam keluarga. Namun, tidak melupakan pembukaan saran dari wali murid dalam menyusun program agar terciptanya pendidikan yang selaras. Pelaksanaan Pembelajaran Holistik Integratif pada Aspek Seni di TK PKK Tamansatriyan Layanan pendidikan sebagai layanan dasar yang diselenggarakan di satuan pendidikan anak usia dini untuk mengembangkan berbagai potensi anak yang mencangkup nilai-nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosioal, dan seni (Hijriyani & Machali, 2. Dalam mengembangkan berbagai potensi anak, lembaga bekerja sama dengan berbagai pihak dan instansi terkait. Selain itu, tujuan khusus dalam pendidikan anak usia dini holistik integratif yaitu terwujudnya komitmen seluruh unsur seperti orang tua, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam upaya mengoptimalkan perkembangan anak usia dini (Rupnidah1. Yaswinda, 2. Pelaksanaan pembelajaran holistik integratif di lembaga TK PKK Tamansatriyan jika ditinjau dari aspek seni, sudah tertuang dalam rencana pembelajaran. Seperti pada kegiatan fashion show dengan memakai pakaian kebaya dan adat, kegiatan ini biasanya dilakukan saat pawai budaya desa setempat untuk memperingati hari kemeredekaan Indonesia dan hari jadi desa. Anak-anak memakai pakaian kebaya dan adat, namun dapat memakai pakaian lainnya yang ditetapkan lembaga dan orang tua. Kegiatan lain seperti pada kegiatan tari, anak-anak biasanya menari tari kreasi atau lainnya untuk tujuan pentas semester akhir. Dalam kegiatan ini anak-anak tidak melupakan aspek lainnya seperti belajar bekerjasama, belajar mengenali dan mengingat gerakan, belajar memahami tempo lagu dan hitungan, dan juga kelincahan maupun kelenturan tubuh dilatih. Kegiatan seni rupa dan kerajinan lebih sering diterapkan dan bahkan di dalam rencana pembelajaran harian dengan tujuan anak dapat berekpresi. Anak-anak biasanya melakukan kegiatan seperti. menggambar bebas, melukis, mewarnai pada lembar kerja, menggunting dan menempel kertas, mencocok dan menempel kertas, melipat dan menempel kertas, ataupun hanya sekedar mencoret-coret pada kertas. Kegiatan pengenalan permainan tradisional, juga sering dilakukan seperti permainan dakon dengan memakai biji-bijian asli, loncat tali yang disusun dengan karet gelang, petak umpet di lingkungan sekolah, gedrik, maupun membuat denah dan rumah-rumahan pada tanah. Namun, dalam pengenalan budaya tersebut lembaga sering mengenalkan lewat makanan tradisional juga seperti nasi empok, rujak cingur, kue cucur, weci, tempe mendol, jenang-jenangan, dan lainnya. Dimana kegiatan-kegiatan tersebut disepakati dan diketahui oleh orang tua dalam Evaluasi Pembelajaran Holistik Integratif pada Aspek Seni di TK PKK Tamansatriyan Pengembangan holistik integratif diterapkan melalui praktik langsung dalam pembelajaran yang diterapkan melalui enam aspek sekaligus. Program pengembangan dirancang sesuai dengan minat, kekuatan, dan kebutuhan anak (Ulfah, 2. Perancangan program-program melibatkan siswa, wali murid, komite sekolah, dan yayasan atau pihak desa. Sehingga, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini yaitu mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna (Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia, 2. JURIP Vol. 1 No. January-June 2022, pages: 1-6 JURIP ISSN: x A Evaluasi seni dapat dilakukan anak melalui kegiatan dan penanaman untuk menanggapi karya orang lain atau temannya, tanpa sadar anak-anak berupaya melakukan apresiasi kepada orang lain terhadap karya seni yang telah dibuat. Penilaian dilakukan di lingkungan sekolah yang mengandung muatan prinsip, cara, pendekatan, dan orientasi dapat dipandang efektif. Ditinjau dari anak-anak dalam melakukan kegiatan di sekolah dengan rasa senang, aktif, dan gembira. Selanjutnya dari pendapat orang tua yang menyatakan bahwa anak mereka selalu senang dan mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Namun, jika dilihat dari karakteristik anak usia dini anak-anak tidak selalu dalam perasaan senang. Sehingga ketika perasaan negatif muncul jika ditimbulkan bukan dari kegiatan sekolah bukan mengartikan bahwa sekolah belum berhasil menciptakan pembelajaran secara holistik integratif terutama dalam aspek seni. Hasil pelaksanaan pembelajaran holistik integratif ditinjau dari aspek seni secara keseluruhan dilaksanakan dengan baik dan dari evaluasi terhadap pembelajaran yang berupa penilaian harian, mingguan, bulanan, dan rapor tiap semester. Penilaian pada setiap kegiatan menggunakan teknik evaluasi seperti. unjuk kerja, observasi, hasil karya, penilaian sikap, dan portofolio. Dan setiap pertengahan semester, kepala sekolah dan guru melakukan rapat untuk mengevaluasi program-program yang sudah dilaksanakan dan menjadi sarana untuk memperbaiki terhadap program yang belum dilaksanakan baik secara administrasi maupun media atau peralatan yang digunakan. 4 Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini bahwa penerapan holistik integratif pada pendidikan anak usia dini di TK PKK Tamansatriyan Kabupaten Malang ditinjau dari aspek seni telah dilaksanakan dengan baik. Melalui berbagai program aspek seni yang dilihat dari program fashion show, tari kreasi, seni rupa dan kerajinan, bahkan dolanan selain itu pengenalan budaya lewat makanan tradisional. Saran Dalam penentuan program-program, orang tua dan pihak desa juga turut andil di dalamnya atas penyusunan program yang akan dilaksanakan tersebut. 5 Daftar Pustaka