JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Kabupaten Karawang. Indonesia putrivicha491@gmail. lubis@fisip. nurkinan@fisip. Abstrak Penelitian ini berfokus pada fenomena penggunaan platform media sosial, khususnya TikTok, untuk menyebarkan berbagai konten film, seperti konten trailer film Jawan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengkaji dan memahami proses encoding-decoding pada konten trailer film Jawan yang diunggah oleh akun @melindz. zz serta untuk menganalisis pemaknaan yang dihasilkan oleh khalayak terhadap unggahan Metode penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif berdasarkan analisis resepsi dan teori encoding-decoding Stuart Hall. Data primer diperoleh melalui virtual interviews dengan 10 informan penelitian yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten trailer Jawan di akun TikTok @melindz. zz merupakan adaptasi dari trailer resmi film Jawan yang diunggah oleh kanal YouTube Red Chillies Entertainment. Dari analisis terhadap pemaknaan 10 informan, diketahui bahwa 4 informan termasuk kategori dominant hegemonic position, 2 informan kategori negotiated position, dan 4 informan lainnya berada pada kategori oppositional position. Temuan ini menggambarkan bahwa khalayak memiliki sifat heterogen dan memiliki berbagai cara dalam menafsirkan pesan pada kontenkonten di media sosial berdasarkan latar belakang sosial, pengalaman, pendidikan dan pengetahuan, serta referensi populer pada setiap individu. Kata kunci: Analisis Resepsi. Konten Trailer. Teori Encoding-Decoding Abstract This research focuses on the phenomenon of using social media platforms, especially TikTok, to spread various movie content, such as Jawan movie trailer content. The aim of this research is to examine and understand the encoding-decoding process of the Jawan movie trailer content uploaded by the @melindz. zz account and to analyze the meaning produced by the audience in response to this upload. The research method used is a qualitative approach based on reception analysis and encodingAidecoding theory Stuart Hall. this research is reception analysis with a qualitative approach and based on the encoding-decoding theory proposed by Stuart Hall. Primary data was obtained through virtual interview with 10 research informants based on purposive sampling. The results showed that the Jawan trailer content on the @melindz. zz TikTok account is an adaptation of the official Jawan movie trailer uploaded by the Red Chillies Entertainment YouTube channel. Analysis of the meanings derived from the 10 informants revealed that 4 informants fell into the dominant hegemonic position category, 2 informants were classified as negotiated position, and the 4 informants were in the oppositional position category. The finding illustrates that audiences are heterogeneous and have various ways of interpreting messages on social media contents based on the social background, experience, education and knowledge, and popular references of each individual. Key words: Reception Analysis. Trailer Content. Encoding-Decoding Theory Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan PENDAHULUAN Pada zaman modern seperti sekarang ini, penggunaan media sosial sudah seperti menjadi kebutuhan sehari-hari bagi semua orang. Para pengguna media sosial dapat mengakses berbagai informasi yang diperlukan dengan mudah dan bebas melakukan berbagai kreativitas lainnya sesuai dengan preferensi mereka yang kemudian dapat diunggah ke berbagai media sosial yang Jumlah pengguna media sosial di Indonesia per Januari 2024 mencapai 139,0 juta atau setara dengan 49,9% dari total populasi . com, 2. Tidak heran jika Indonesia masuk ke dalam lima besar negara yang memiliki pengguna media sosial terbanyak di dunia . com, 2. Gambar 1. Negara yang Memiliki Pengguna Media Sosial Terbanyak Salah satu media sosial yang tengah populer saat ini dan sering digunakan oleh masyarakat Indonesia ialah TikTok. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh We Are Social, jumlah pengguna TikTok di Indonesia per Januari 2024 mengalami peningkatan sekitar 19,1% dibanding tiga bulan sebelumnya, yaitu yang awalnya hanya mencapai 106,52 juta orang, lalu meningkat menjadi 126,83 juta orang . id, 2. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat Indonesia suka menggunakan media sosial TikTok. Pertama, faktor hiburan, di mana dalam media sosial TikTok dapat ditemukan berbagai macam konten yang menarik sesuai dengan preferensi para penggunanya. Kedua, faktor pengetahuan, di mana konten-konten tersebut memuat informasi yang dapat menambah wawasan. Ketiga, faktor ekonomi, di mana TikTok akan memberikan poin-poin rupiah kepada para penggunanya yang melihat konten dalam media sosial tersebut. Selain itu. TikTok juga dipercaya dapat memasarkan produk secara lebih luas (Mahardhika et al. , 2. TikTok merupakan salah satu media sosial yang memungkinkan para penggunanya dapat membuat, mengedit, dan berbagi konten video pendek sebagai bentuk mengekspresikan diri sesuai bakat, minat, dan preferensi masing-masing individu (Putri & Arviani, 2. TikTok hadir sebagai platform yang memberikan peluang bagi penggunanya yang ingin menjadi seorang content creator melalui sebuah unggahan video berdurasi 15 detik hingga maksimal 3 menit. TikTok berperan sebagai platform yang menjadi ruang berekspresif bagi semua kalangan dalam menyebarkan konten-konten, mulai dari anak-anak hingga dewasa (Claretta, et al. , 2. Terdapat istilah FYP (For You Pag. pada media sosial TikTok. Istilah ini merupakan sebuah sistem algoritma yang akan merekomendasikan atau menentukan konten apa yang cocok untuk dimunculkan pada beranda pengguna TikTok. Sistem algoritma ini tentunya akan berbeda pada masing-masing pengguna TikTok (Tutiasri. Wibowo, & Pradana, 2. Dengan sistem teknologi modern, algoritma TikTok dapat bekerja dengan sangat baik. Para pengguna media sosial ini akan disuguhkan berbagai konten menarik sesuai dengan preferensi dan kebutuhan setiap pengguna secara akurat. Pengguna juga diberikan kemudahan dalam mengakses dan membagikan konten Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan yang ada di TikTok melalui berbagai cara. Setiap konten yang FYP di TikTok biasanya merupakan konten yang mengikuti tren terkini (Hasiholan et al. , 2. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi unggahan TikTok seseorang dapat FYP di beranda pengguna lain. Selain konten menarik dan berisi tentang suatu hal terkini, penggunaan lagu populer tren atau yang sedang viral di TikTok serta penggunaan hastag atau tagar juga dapat menjadi faktor pengaruh algoritma FYP. Hal ini merupakan cerminan dari algoritma yang sedang terjadi di akun lain. Ketika pengguna lain melakukan like, comment, atau share, konten yang sudah mendapatkan reaction tersebut akan muncul kembali di beranda, namun dengan konten yang berbeda dan dari akun berbeda, tetapi lagu yang digunakan sama (Barik et al. , 2. Dalam membuat sebuah konten TikTok yang menarik pun mudah. Aplikasi CapCut dapat menjadi pilihan untuk mengedit secara gratis dengan fitur yang lumayan lengkap dan mudah digunakan, bahkan saat mengedit hanya dengan menggunakan smartphone. Aplikasi tersebut juga sudah dilengkapi dengan berbagai macam template editing yang sesuai dengan tren TikTok saat ini. Proses memotong dan menyatukan klip video untuk sebuah konten menjadi lebih praktis. CapCut juga sudah terintegrasi dengan TikTok, di mana setelah video diedit dapat langsung diunggah ke media sosial tersebut (Syahmewah, 2. Pada penelitian ini, peneliti tertarik dengan adanya akun-akun TikTok yang mengunggah konten tentang film yang akan tayang di bioskop. Meskipun bukan akun resmi atau bagian dari tim marketing promotion film, akun-akun seperti ini secara tidak langsung membantu AopromosiAo rumah produksi film untuk mendapatkan perhatian khalayak agar kemudian mau menonton saat film tayang di bioskop. Hal ini tentu menguntungkan bagi pihak rumah produksi, karena mereka tidak terlalu terbebani tentang promosi kreatif yang harus dilakukan agar film mereka diketahui masyarakat secara lebih luas. Mereka juga tidak perlu mengeluarkan biaya operasional tambahan untuk promosi. Akun-akun seperti ini biasanya merupakan akun penggemar aktris dan aktor yang terlibat dalam film ataupun akun-akun yang sengaja dibuat untuk merekomendasikan film. Jadi, konten-kontennya dibuat secara sukarela dan tidak ada kepentingan komersil dengan pihak rumah produksi. Akun dengan username @melindz. zz merupakan akun TikTok yang di mana salah satu unggahannya memuat konten tentang trailer sebuah film. Akun ini bukan sebuah akun yang memuat informasi tentang film apa saja yang akan segera tayang. Akun ini berisi tentang kontenkonten yang berhubungan dengan industri hiburan India, terutama film yang sudah pernah tayang serta tentang para aktor dan aktris yang berperan, baik film Bollywood ataupun Tellywood. Akun ini bisa disebut sebagai salah satu akun penggemar film-film India. Dari keseluruhan konten yang diunggah oleh @melindz. zz, hanya ada beberapa konten yang mendapat perhatian dari khalayak TikTok. Hal ini terlihat dari jumlah penayangan dan komentar di setiap konten yang diunggah. Hanya ada 11 dari 73 konten yang jumlah penayangannya lebih dari puluhan ribu viewers . er April 2. Salah satu konten yang mendapat perhatian khalayak TikTok adalah konten trailer film Jawan. Konten ini diunggah setelah 2 hari perilisan trailer resminya di YouTube dan konten ini berhasil FYP di TikTok serta menjadi salah satu konten dengan viewers tertinggi dari akun tersebut. Dengan adanya sistem algoritma yang canggih, tidak heran apabila sering ditemui sebuah akun TikTok yang pengikutnya tidak terlalu banyak, tetapi kontennya mampu FYP dan mencapai 000 viewers bahkan lebih, seperti halnya akun TikTok @melindz. Meskipun hanya memiliki 309 pengikut . er April 2. , konten trailer film Jawan yang diunggah oleh @melindz. berhasil FYP dan mencapai ratusan ribu viewers. Isi konten dan editing, penggunaan tagar, serta pemilihan sound menjadi faktor pendukung konten tersebut dapat FYP. Konten yang dimuat berupa beberapa potongan clip video trailer resmi film Jawan yang diunggah oleh kanal YouTube Red Chillies Entertainment pada 10 Juli 2023 dengan judul AuJawan | Official Hindi PrevueAy. Trailer resminya berdurasi 2 menit 13 detik, kemudian diedit menjadi sebuah video berdurasi 18 detik. Video diedit agar terlihat menarik dan sesuai dengan ketukan sound populer TikTok yang akan ditambahkan saat video tersebut diunggah. Berdasarkan hasil penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk mencari tahu bagaimana pemilik Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan akun @melindz. zz mengemas trailer Jawan | Official Hindi Prevue menjadi sebuah video TikTok berdurasi singkat yang secara tidak langsung ikut mempromosikan film tersebut. Penelitian ini juga akan menganalisis bagaimana penerimaan khalayak yang mengomentari konten trailer film Jawan, apakah pesan promosi didalamnya dapat tersampaikan atau tidak, apakah mereka menganggap video tersebut hanya sebatas konten TikTok atau menganggapnya sebagai sebuah trailer yang menarik perhatian untuk menonton ke bioskop, atau penerimaan lainnya. METODE Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang lebih menekankan makna secara menyeluruh terhadap objek yang Tujuan utama penelitian kualitatif ialah untuk memahami gejala sosial atau fenomena yang terjadi dengan cara memberikan pemaparan yang jelas tentang gejala sosial atau fenomena Penelitian ini termasuk penelitian jenis deskriptif kualitatif yang menyajikan hubungan antara peneliti dengan objek dan subjek yang akan diteliti. Data yang dianalisis pada penelitian kualitatif berasal dari fenomena yang diamati dan tidak harus selalu berbentuk koefisien angka antar variabel. Data penelitian yang dihasilkan berupa uraian kata-kata tertulis atau lisan dari subjek dan perilaku yang diamati (Jaya, 2. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah melalui wawancara mendalam secara online . irtual interview. melalui ruang obrolan di media sosial TikTok serta dokumentasi. Pemilihan penggunaan teknik wawancara ini didasari dengan adanya kemudahan dalam menggali dan mencari informasi secara mendalam dan terbuka. West & Turner . alam Putri & Arviani, 2. menjelaskan bahwa wawancara mendalam memudahkan pewawancara untuk bebas mengajukan pertanyaan kepada narasumber agar mendapatkan data dan informasi yang Wawancara dilakukan secara semi Ae terstruktur dengan menggunakan bahasa semi formal Ae informal. Hal ini bertujuan untuk memungkinkan menjangkau informan yang memiliki lokasi geografis dan latar belakang yang berbeda-beda mengingat informan penelitian di sini merupakan khalayak pengguna TikTok yang heterogen dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, informan akan merasa lebih nyaman dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan serta mendapat kesempatan untuk berpikir terlebih dahulu, dan fleksibel . apat dilakukan di mana pun dan kapan pu. Data yang dihasilkan berupa gambar screenshot pada room chat TikTok dengan para informan. Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan penelitian. Sugiono . alam Anindhita et al. , 2. menyatakan bahwa purposive sampling adalah teknik pemilihan informan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Terdapat 4 kriteria pemilihan informan pada penelitian ini, yaitu . mengomentari konten trailer film Jawan di akun TikTok @melindz. zz, . tidak mengikuti akun TikTok @melindz. zz, . mengomentari konten pada bulan Juli-Agustus 2023, dan . berusia antara 17-38 tahun. Dengan demikian, informan yang akan memberikan keterangannya dianggap kredibel untuk menjawab masalah penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pelaksanaan penelitian, teori yang digunakan pada penelitian ini ialah teori encodingAidecoding. Teori encodingAidecoding berfokus pada teks, produksi, dan khalayak, di mana masing-masing elemennya dapat dianalisis (Savira & Zuhri, 2. Teori ini menyebutkan bahwa pemaknaan khalayak tidak semua harus berhubungan dengan makna yang dibangun oleh pihak media atau pembuat pesan. Encoding merujuk pada proses produksi teks media dalam membuat pesan komunikasi melalui kode-kode bahasa. Sementara decoding merujuk pada proses penerjemahan kode bahasa oleh khalayak untuk menemukan makna pesan media (Pujarama, 2. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis resepsi Stuart Hall. Analisis resepsi berfokus pada penerimaan khalayak terhadap makna dari pesan yang disampaikan oleh media. Khalayak memiliki kekuatan dalam menciptakan pemaknaan secara bebas dan bertindak sesuai Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan makna yang mereka ciptakan atas pesan media (Santoso, 2. Hall membagi pemaknaan khalayak menjadi tiga kategori, yaitu dominant hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Khalayak yang termasuk kategori dominant hegemonic position ialah khalayak yang memiliki persamaan makna dengan pembuat pesan. Khalayak menerima dan setuju terhadap makna yang dikehendaki oleh pembuat pesan (Savira & Zuhri, 2. Sementara khalayak yang termasuk kategori negotiated position ialah khalayak yang cukup memahami apa yang disampaikan pembuat pesan melalui media, namun khalayak akan menyaring kembali pesan yang diterima dan memodifikasinya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka. Sedangkan oppositional position merupakan kategori khalayak yang tidak setuju dengan isi pesan media. Khalayak tidak sejalan dengan pembuat pesan dan menjadi lebih kritis sehingga mengubah atau mengganti memaknai pesan dengan kode alternatif (Dwiputra, 2. Pesan yang disampaikan melalui perantara media, seperti halnya media sosial, kebanyakan bersifat terbuka atau polisemi. Meski demikian, pembuat pesan biasanya memiliki maksud yang hendak disampaikan dan khalayak sebagai audiens yang menerima pesan diharapkan mampu menangkap atau memahami pesan tersebut. Pada penelitian ini, pemilik akun TikTok @melindz. zz sebagai pembuat konten trailer film Jawan ingin menyampaikan suatu pesan melalui unggahannya dan khalayak pengguna TikTok diharapkan mengerti dengan pesan yang Pemilik akun @melindz. zz mengunggah konten trailer film Jawan di TikTok pada tanggal 12 Juli 2023, tepat dua hari setelah video trailer resminya rilis di YoTube dengan judul Jawan | Official Hindi Prevue. Melalui konten yang diunggahnya, @melindz. zz ingin menyampaikan pesan kepada khalayak TikTok bahwa trailer film Jawan sudah dirilis. Hal ini dipertegas melalui caption AuJAWAN TRAILERAy dan penggunaan tagar Au#trailerAy yang dicantumkan dalam unggahan tersebut. Bukan hanya itu, pemilik akun @melindz. zz juga menyiratkan bahwa film Jawan akan segera tayang saat itu, terlihat dari tagar Au#comingsoon!!Ay pada unggahan. Gambar 2 Caption dan Tagar pada Konten Trailer Film Jawan Secara tidak langsung, @melindz. zz ikut mempromosikan film Jawan melalui konten yang Hal tersebut terlihat melalui bagaimana respons khalayak TikTok yang mengomentari konten. Salah satu komentar yang sering disampaikan oleh khalayak TikTok ialah pertanyaan mengenai kapan dan di mana film ini akan tayang. Mengingat saat ini ada banyak platform streaming film, mereka perlu memastikan apakah film Jawan tayang di bioskop atau di platform streaming film. Beberapa komentar yang menanyakan hal tersebut dibalas oleh pemilik akun @melindz. zz dan memberitahukan bahwa film Jawan tayang di bioskop pada tanggal 7 September 2023. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan Konten trailer film Jawan pada akun TikTok @melindz. zz berdurasi kurang lebih 18 detik. Konten ini berisi beberapa potongan clip video dari trailer resmi film Jawan yang diunggah oleh Red Chillies Entertainment selaku rumah produksi pada 10 Juli 2023. Trailer resmi film Jawan dirilis dengan judul Jawan | Official Hindi Prevue dan memiliki durasi sekitar 2 menit 13 detik. Jadi, pemilik akun @melindz. zz mengadaptasi trailer film yang awalnya berdurasi 2 menit lebih menjadi sebuah konten TikTok yang berdurasi kurang lebih 18 detik dengan mengambil beberapa potongan clip video yang dianggap menarik dan esensial. Konten diedit sedemikian rupa dengan menggunakan template editing jedag jedug, menambahkan efek slow motion, lalu penggunaan sound DJ viral di TikTok pada saat video diunggah. Penelitian dilakukan untuk menganalisis bagaimana penerimaan khalayak terhadap konten trailer tersebut. Peneliti akan mencari tahu apakah pesan yang terdapat pada unggahan konten trailer film Jawan dapat diterima oleh khalayak atau justru sebaliknya. Penelitian ini dilakukan kepada 10 orang yang sesuai dengan kriteria informan penelitian. Tabel 1. Data Hasil Penelitian Terhadap 10 Informan Inisial Informan Jenis Kelamin Usia Informan Laki-laki 25 Tahun Perempuan 19 Tahun SVA Perempuan 21 Tahun Perempuan 20 Tahun Laki-laki Perempuan Perempuan 22 Tahun 21 Tahun 23 Tahun Perempuan IMA Perempuan Perempuan Sumber: Hasil Penelitian . 21 Tahun 30 Tahun 26 Tahun Daerah Tinggal Informan Sumatera Utara Sumatera Barat Jawa Tengah Jawa Tengah DKI Jakarta Jawa Barat Sulawesi Selatan Jawa Barat Jawa Barat Riau Kategori Penerimaan Khalayak Oppositional Oppositional Dominant Dominant Oppositional Negotiated Dominant Negotiated Oppositional Dominant Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya perbedaan penerimaan pesan konten trailer film Jawan pada akun @melindz. zz oleh khalayak TikTok. Dari 10 informan, terdapat 4 informan yang berada pada posisi dominant hegemonic, yaitu informan 3, 4, 7, dan juga 10. Khalayak kategori ini mampu menerima makna yang hendak disampaikan oleh @melindz. melalui teks media secara keseluruhan. Keempat informan ini memiliki penafsiran yang sama dengan pembuat pesan tentang konten trailer Jawan. Keempat informan ini setuju dan memaknai unggahan @melindz. zz tersebut sebagai sebuah trailer, sebagaimana pesan yang hendak disampaikan oleh pembuat pesan. Mereka tidak masalah dengan adanya editing tambahan serta penggunaan sound DJ populer di TikTok. Mereka tetap memaknainya sebagai sebuah trailer dari film Jawan itu sendiri. Selanjutnya, terdapat 2 informan yang berada dalam kategori negotiated position, yaitu informan 6 dan 8. Negotiated position merupakan posisi kombinasi, di mana khalayak tidak sepenuhnya menolak pesan yang disampaikan, tetapi juga tidak menerima secara keseluruhan. Khalayak dianggap cukup memahami apa yang ingin disampaikan oleh pembuat pesan, namun khalayak akan menyaring kembali pesan yang ingin diterima kemudian memodifikasinya berdasarkan pengalaman serta pengetahuan sebelum menginterpretasikan pesan. Khalayak Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan akan memodifikasi makna yang mencerminkan posisi dan minat dari masing-masing sebagai penerima pesan. Informan yang berada pada posisi negotiated setuju bahwa unggahan @melindz. zz termasuk trailer film Jawan karena material konten yang digunakan diambil dari trailer resminya. Namun, mereka juga menilai bahwa unggahan tersebut termasuk sebagai konten TikTok karena adanya editing tambahan. Berbeda dengan 4 informan lainnya yang termasuk kategori oppositional position, mereka tidak menilai unggahan tersebut sebagai sebuah trailer. Informan yang berada pada posisi ini ialah informan 1, 2, 5, dan 9. Mereka menganggap unggahan konten trailer film Jawan di akun @melindz. zz hanyalah sebuah konten TikTok pada umumnya. Hal ini dikarenakan adanya editing tambahan dan unggahan tersebut banyak tidak memenuhi karakteristik trailer itu sendiri. Jadi, meskipun memuat potongan clip video trailer resminya, mereka tetap memaknainya sebagai sebuah konten. Khayalak kategori oppotional position sendiri merupakan khalayak yang menolak makna yang hendak disampaikan oleh pembuat pesan melalui teks media. Khalayak sebenarnya memahami apa yang hendak disampaikan, namun khalayak kategori ini memberikan pemaknaan terhadap pesan yang diteriman dari sudut pandang yang berbeda. Dalam kata lain, khalayak tidak sejalan dengan makna dominan yang disampaikan oleh media. Khalayak menentukan frame alternative sendiri untuk menginterpretasikan pesan yang diterima. Perbedaan penerimaan khalayak pada unggahan konten trailer film Jawan yang diunggah oleh akun TikTok @melindz. zz membuktikan bahwa khalayak memiliki peranan penting dalam penerimaan pesan komunikasi yang disampaikan melalui media, terutama media sosial TikTok. Khalayak secara aktif menerima pesan dan memiliki kekuatan untuk menciptakan makna pesan yang diterimanya secara bebas. Hasil pemaknaan yang berbeda-beda dari para informan penelitian di sini menunjukkan bahwa khalayak memiliki sifat yang heterogen. Selain itu, perbedaan pemaknaan pada khalayak juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu perbedaan latar belakang sosial . ilai dan norm. , pengalaman pribadi, pendidikan dan pengetahuan, serta referensi populer sebagai kode budaya. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian AuAnalisis Resepsi Konten Trailer Film Jawan pada Akun TikTok @melindz. zzAy, dapat diketahui bahwa unggahan tersebut merupakan sebuah video TikTok yang mengadaptasi trailer resminya, di mana material clip video yang digunakan diambil dari Jawan | Official Hindi Prevue. Pemilik akun @melindz. zz mengedit trailer resminya yang berdurasi 2 menit 13 detik menjadi sebuah video TikTok yang berdurasi 18 detik. Video diedit dengan menggunakan template editing jedag-jedug dan menambahkan efek slow motion, lalu mengunggahnya dengan menyertakan sound DJ viral di TikTok sehingga terdapat keselarasan antara video dan sound yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana resepsi khalayak TikTok terhadap konten trailer film Jawan pada akun @melindz. zz tersebut. Dari 10 informan penelitian, ditemukan adanya perbedaan interpretasi khalayak terhadap konten trailer film Jawan pada akun @melindz. Terdapat 4 informan kategori dominant hegemonic position yang setuju dan memaknai unggahan tersebut sebagai trailer film Jawan. Sementara 2 informan termasuk negotiated position yang memaknai unggahan @melindz. sebagai trailer sekaligus konten TikTok karena adanya editing tambahan. Sedangkan 4 informan lainnya berada pada posisi oppositional, di mana mereka tidak memaknai unggahan tersebut sebagai trailer dan menganggapnya hanya sebatas konten TikTok biasa karena adanya editing tambahan dan beberapa ketidaksesuaian menurut masing-masing informan. Perbedaan interpretasi antar informan menunjukkan bahwa khalayak bersifat heterogen dan memiliki berbagai pemaknaan dalam mengkonsumsi informasi. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan pemaknaan antar informan pada penelitian ini, yaitu latar belakang sosial . ilai dan norm. , pengalaman pribadi, pendidikan dan pengetahuan, serta referensi populer sebagai kode budaya. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Analisis Resepsi Konten Trailer Film AuJawanAy di Akun Media Sosial Tiktok @melindz. Vicha Nanda Putri. Fardiah Oktariani Lubis. Nurkinan DAFTAR PUSTAKA