JSNu : Journal of Science Nusantara Vol. No. Desember 2025, pp. A 152 Analisis Pengaruh Geometrik Jalan dan Derajat Kejenuhan terhadap Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Analysis Of The Effect Of Road Geometrics and Degree of Saturation on Traffic Accident Levels on the Gaprang Highway Section Kanigoro District Blitar Regency Ahmad Ronaldo Nasikin *1. Trisno Widodo2. Risma Dwi Atmajayani3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Ilmu Eksakta. Universitas Nahdlatul Ulama blitar Email: 1*ronaldznasikin22@gmail. com, 2trisno_widodo@yahoo. com, 3rismadwiatmaja@gmail. Abstrak Ruas Jalan Raya Gaprang di Kecamatan Kanigoro merupakan salah satu jalur utama penghubung antar kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik geometrik jalan, derajat kejenuhan lalu lintas, dan angka kecelakaan lalu lintas. Data yang digunakan mencakup data kecelakaan lima tahun terakhir . 0Ae2. , data volume lalu lintas, serta data kondisi geometrik jalan. Analisis dilakukan dengan metode Equivalent Accident Number (EAN), tingkat kejenuhan, dan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kecelakaan paling dominan adalah tabrakan samping dan tabrakan terhadap pejalan kaki, yang dipengaruhi oleh minimnya fasilitas jalan seperti trotoar, penerangan, marka, dan median. Kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang, serta tidak adanya pengendali kecepatan pada ruas jalan sepanjang 1100 m, turut meningkatkan risiko kecelakaan. Volume lalu lintas harian yang tinggi, terutama kendaraan roda dua, menyebabkan derajat kejenuhan melebihi nilai ambang (>0,. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kondisi geometrik dan derajat kejenuhan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci: Geometrik Jalan. Derajat Kejenuhan. Kecelakaan Lalu Lintas. EAN. Jalan Raya Gaprang Abstrack Gaprang Highway in Kanigoro District is a primary inter-district route in East Java Province with a high rate of traffic accidents. This study aims to analyze the correlation between road geometric characteristics, traffic saturation degree, and traffic accident frequency. The data used includes accident records over the past five years . 0Ae2. , traffic volume data, and road geometric conditions. The analysis employed the Equivalent Accident Number (EAN) method, saturation degree calculation, and descriptive quantitative approach using questionnaires distributed to local road users. The results show that the most common types of accidents are side collisions and pedestrian-related crashes, influenced by the lack of pedestrian infrastructure, lighting, road markings, and median strips. Poor surface conditions and the absence of speed control measures along the 1100 m stretch of road exacerbate the risk. High daily traffic volumes, especially from motorcycles, lead to saturation degrees exceeding the critical threshold (>0. The study concludes that there is a significant relationship between road geometric conditions and traffic saturation levels with the frequency of traffic accidents. Keyword: Road Geometry. Saturation Degree. Traffic Accidents. EAN. Gaprang Highway PENDAHULUAN Transportasi merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat modern, berperan penting dalam mendukung mobilitas manusia dan distribusi barang. Namun, pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor yang tidak diimbangi dengan pengelolaan keselamatan lalu lintas yang baik telah memicu tingginya angka kecelakaan di berbagai Salah satu faktor dominan penyebab kecelakaan adalah kondisi geometrik jalan dan kapasitas jalan yang tidak sesuai dengan volume kendaraan yang melintas. Di Indonesia, pengaruh elemen jalan terhadap keselamatan lalu lintas semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya jumlah kecelakaan yang menelan korban jiwa maupun kerugian material. History of article: Received: November, 2025 : Accepted: Desember, 2025 ISSN: 2809-428XAeAe Ruas Jalan Raya Gaprang di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan beberapa wilayah, seperti Kabupaten Blitar. Malang, dan Tulungagung. Jalan ini sering dilalui kendaraan berat maupun ringan dan tergolong sebagai jalan dengan tingkat kejenuhan tinggi. Berdasarkan data kecelakaan dari tahun 2020 hingga 2024, tercatat peningkatan insiden kecelakaan lalu lintas secara signifikan di ruas jalan tersebut. Kecelakaan paling banyak berupa tabrakan samping dan tabrakan dengan pejalan kaki, yang menunjukkan adanya permasalahan serius pada desain geometrik dan minimnya fasilitas keselamatan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik geometrik jalan dan derajat kejenuhan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Gaprang. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, termasuk data kecelakaan, survei volume lalu lintas, kondisi fisik jalan, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna jalan. Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya perencanaan rekayasa lalu lintas dan rekomendasi peningkatan keselamatan jalan di wilayah tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei dan analisis data sekunder serta primer. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kondisi geometrik jalan dan derajat kejenuhan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas pada ruas Jalan Raya Gaprang. Kecamatan Kanigoro. Kabupaten Blitar. Lokasi penelitian berada di ruas Jalan Raya Gaprang, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Blitar. Penelitian difokuskan pada segmen jalan sepanjang 1100 meter yang tidak dilengkapi median dan memiliki volume lalu lintas cukup tinggi. Jenis dan Sumber Data Data primer, yaitu hasil pengamatan lapangan dan kuisioner yang disebarkan kepada 30 responden pengguna jalan dan masyarakat sekitar lokasi penelitian. Data sekunder, berupa data kecelakaan selama 5 tahun terakhir . 0Ae2. , data volume lalu lintas harian rata-rata (LHR), dan data geometrik jalan yang diperoleh dari instansi terkait seperti Polres Blitar dan Dinas Perhubungan. Teknik Pengumpulan Data Dilakukan kajian pustaka terhadap regulasi dan standar yang digunakan, yaitu: Studi literatur, untuk mendapatkan dasar teori dan kajian terdahulu. Observasi lapangan, digunakan untuk mencatat kondisi fisik geometrik jalan dan perlengkapan jalan seperti marka, rambu, dan pencahayaan. Pencatatan lalu lintas, dilakukan selama satu minggu penuh untuk menghitung volume lalu lintas harian. Kuesioner, disebarkan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai kondisi jalan dan kecelakaan. Metode Analisis Beban Gempa Identifikasi Daerah Rawan Kecelakaan, menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN) untuk menentukan lokasi blackspot berdasarkan bobot kecelakaan . eninggal, luka berat, luka ringa. Perhitungan Derajat Kejenuhan, dengan rumus DS = V/C, di mana V adalah volume lalu lintas dan C adalah kapasitas jalan. Perhitungan Angka Kecelakaan (Accident Rate/AR), menggunakan rumus yang mempertimbangkan panjang ruas jalan, volume lalu lintas, dan jumlah kejadian Analisis Korelasi, dilakukan untuk mengetahui hubungan antara: Geometri jalan terhadap tingkat kecelakaan. Derajat kejenuhan terhadap angka kecelakaan. Analisis Pengaruh Geometrik Jalan dan Derajat Kejenuhan terhadap Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Ahmad Ronaldo Nasikin. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Diagram Alir Penelitian Penelitian ini juga dilengkapi dengan diagram alir yang menggambarkan alur kegiatan penelitian mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan dan rekomendasi. Berikut adalah diagram alir penelitian: Gambar 1. Diagram Alur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Sub-bab ini menjelaskan lokasi penelitian, yaitu Jalan Raya Gaprang. Kecamatan Kanigoro. Kabupaten Blitar. Jalan ini merupakan ruas jalan penghubung vital yang sering dilalui berbagai jenis kendaraan, baik ringan maupun berat, serta menjadi salah satu jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang. Kabupaten Tulungagung, dan Kota Blitar. Ruas jalan ini diidentifikasi sebagai daerah dengan aksesibilitas tinggi dan rawan kecelakaan lalu lintas. Peningkatan populasi di Kecamatan Kanigoro juga berkorelasi dengan peningkatan penggunaan transportasi, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kecelakaan di Jalan Raya Gaprang. JSNu : Journal of Science Nusantara : 152-160 ISSN: 2809-428XAeAe Penelitian ini menganalisis pengaruh karakteristik geometrik jalan dan derajat kejenuhan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan variabel independen berupa lebar bahu jalan, lebar lajur, radius tikungan, dan derajat kejenuhan. serta variabel dependen yaitu jumlah Data dan Karakteristik Kecelakaan Bagian ini menyajikan data jumlah kejadian kecelakaan di Ruas Jalan Raya Gaprang Kanigoro Blitar selama 5 tahun terakhir . Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas terus terjadi setiap tahun. Pada tahun 2023, tercatat 79 kasus kecelakaan di Kecamatan Kanigoro, dengan Jalan Raya Gaprang sebagai salah satu lokasi paling rawan. Kecelakaan ini diklasifikasikan menjadi ringan, berat, hingga menyebabkan kematian, dengan total kerugian materil mencapai Rp16. Tabel 1. Jumlah Kejadian Kecelakaan Di Ruas Jalan Raya Gaprang Kanigoro Blitar KORBAN KERUGIAN NO TAHUN KEJADIAN MENINGGA LUKA LUKA MATERIAL L DUNIA BERAT RINGAN JUMLAH Data kecelakaan dikumpulkan selama 5 tahun . Hasil analisis menunjukkan karakteristik kecelakaan sebagai berikut: Waktu Kejadian: Kecelakaan paling sering terjadi pada pukul 06. 00 WIB. Kendaraan Terlibat: Sepeda motor (MC) paling banyak terlibat dalam kecelakaan, diikuti oleh kendaraan ringan (LV) dan kendaraan berat (HV). Jenis Kecelakaan: Tabrakan samping . dan tabrakan terhadap pejalan kaki . merupakan jenis kecelakaan yang paling sering terjadi, mengindikasikan minimnya fasilitas pejalan kaki dan kurangnya pembagian jalur kendaraan. Tabrakan depan-samping dan tabrakan belakang-depan juga sering terjadi. Faktor Penyebab: Kelalaian pengemudi dan pengguna jalan . aktor manusi. menjadi penyebab dominan kecelakaan. Faktor lain termasuk kondisi jalan, faktor cuaca, dan volume lalu lintas. Analisis Daerah Rawan Kecelakaan (Black Spot Analysi. Penelitian ini menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN) untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan. Perhitungan EAN: Nilai EAN dihitung dengan bobot 6 untuk korban meninggal dunia (MD), 3 untuk luka berat (LB), dan 1 untuk luka ringan (LR). Hasil EAN: Total EAN untuk ruas Jalan Raya Gaprang adalah 78. Angka ini berasal dari 8 korban meninggal dunia . , 1 korban luka berat . , dan 27 korban luka ringan . , sehingga total 48 3 27=78. Interpretasi: Dengan jumlah kejadian kecelakaan yang cukup tinggi . dan nilai EAN > 50. Jalan Raya Gaprang Kanigoro Blitar diklasifikasikan sebagai daerah rawan kecelakaan (Black Spo. Tingginya porsi korban meninggal . %) juga mencerminkan fatalitas yang serius Analisis Pengaruh Geometrik Jalan dan Derajat Kejenuhan terhadap Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Ahmad Ronaldo Nasikin. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Tabel 2. Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Menggunakan Metode EAN JUMLAH KEJADIAN KORBAN MENINGGAL LUKA DUNIA BERAT Bobot LUKA MD RINGAN =6 EAN Berdasarkan tabel "4. Analisis Daerah Rawan", data tersebut merupakan hasil analisis kecelakaan lalu lintas atau insiden lainnya di daerah penelitian, yaitu Jalan Raya Gaprang Kanigoro Blitar. Berikut adalah penjelasan terperinci dari setiap kolom dan hasil Komponen Tabel 3. Hasil Perhitungan EAN Nilai Keterangan Jumlah Kejadian Total kecelakaan yang terjadi selama periode pengamatan Korban Meninggal (MD) Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan Korban Luka Berat (LB) Jumlah korban luka berat Korban Luka Ringan (LR) Jumlah korban luka ringan Bobot MD = 6 8 korban meninggal y bobot 6 Ie 8y6 = 48 Bobot LB = 3 1 korban luka berat y bobot 3 Ie 1y3 = 3 Bobot LR = 1 27 korban luka ringan y bobot 1 Ie 27y1 = 27 EAN (Ekivalen Angka Kecelakaa. 78 Jumlah seluruh bobot Ie 48 3 27 = 78 EAN (Ekivalen Angka Kecelakaan / Angka Kecelakaan Ekuivale. : Kolom ini menunjukkan total nilai dari hasil perkalian jumlah korban dengan bobotnya. EAN memberikan gambaran tunggal tentang tingkat keparahan total dari semua kejadian, dengan memberikan bobot yang lebih tinggi pada kecelakaan yang lebih parah. Nilai: 78. Ini adalah total dari bobot yang dihitung: 48(MD) 3(LB) 27(LR)=78. Nilai 78 juga menunjukkan tingkat keparahan kecelakaan di ruas jalan tersebut, dihitung dari kombinasi antara: jumlah korban, tingkat keparahan luka, bobot risiko. Dengan rumus: EAN=(MDy. (LBy. (LRy. EAN=. =48 3 27=78 Kondisi Geometrik dan Kelengkapan Fasilitas Jalan Evaluasi kondisi geometrik dan fasilitas jalan menunjukkan beberapa kekurangan. Tipe Jalan: Jalan Raya Gaprang adalah jalan tipe 2/2 UD . ua lajur, dua arah tidak terbag. dengan panjang segmen 1100 m. Lebar Jalur: Lebar jalur 13,6 m, yang cukup memadai . ekitar 6,8 m per laju. Namun, lebar ini berpotensi memicu perilaku mengemudi agresif jika volume lalu lintas padat. Bahu Jalan: Lebar bahu jalan hanya 1,5 m, yang tergolong sempit. Median: Tidak ada median jalan. Permukaan Jalan: Terdapat titik berlubang dan bergelombang, terutama di sekitar SPBU Kanigoro, yang berpotensi menyebabkan pengendara kehilangan kontrol, terutama saat JSNu : Journal of Science Nusantara : 152-160 ISSN: 2809-428XAeAe Perlengkapan Jalan: Minimnya rambu daerah rawan kecelakaan di tikungan, kurangnya garis marka jalan di tikungan, tidak adanya garis kejut di area sekolah dan sebelum tikungan, serta tidak adanya paku marka jalan . oad stu. di sepanjang ruas jalan. Penerangan Jalan Umum (PJU): Pencahayaan lampu jalan kurang terang dan tidak terpasang di beberapa titik. Fasilitas Pejalan Kaki: Tidak ditemukan trotoar atau fasilitas penyeberangan pejalan kaki lainnya, yang berkontribusi pada risiko tabrakan dengan pejalan kaki Hubungan Kondisi Geometrik Jalan terhadap Tingkat Kecelakaan Kondisi geometrik jalan yang kurang memadai memiliki hubungan signifikan dengan tingkat Kelengkapan Fasilitas: Minimnya fasilitas jalan seperti median. PJU, trotoar, dan marka jalan yang tidak memadai, serta kondisi permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang, memperparah risiko kecelakaan. Desain Jalan: Tipe jalan 2/2 UD tanpa median, bahu jalan yang sempit, dan segmen jalan yang panjang tanpa pengendali kecepatan, sangat berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan frontal dan samping. Perasaan Pengguna Jalan: Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengguna jalan merasa tidak aman dan nyaman saat melintasi ruas jalan ini, terutama karena penerangan yang kurang, minimnya rambu dan marka jalan, jarak pandang sempit, dan kecepatan pengendara yang melebihi batas Pengaruh Derajat Kejenuhan (Degree of Saturation Ae DS) Derajat Kejenuhan (DS) merupakan rasio antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan (V/C rati. Dalam penelitian ini, nilai DS yang diperoleh adalah 0,915 dan 0,80075, keduanya mendekati angka 1. Ini menunjukkan bahwa ruas Jalan Raya Gaprang telah mendekati kondisi jenuh atau padat. Kondisi jalan yang mendekati jenuh ini berdampak pada tingkat pelayanan lalu lintas yang rendah, di mana ruang gerak antar kendaraan menjadi terbatas dan interaksi antar kendaraan meningkat secara signifikan. Tingginya derajat kejenuhan secara langsung berkorelasi dengan peningkatan potensi kecelakaan lalu lintas. Dominasi kendaraan roda dua (MC) yang mencapai sekitar 85% dari total volume lalu lintas, terutama pada jam puncak, memperparah potensi konflik. Manuver yang lincah dari sepeda motor dalam kondisi padat dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diimbangi dengan kehati-hatian dan disiplin lalu lintas. Selain itu, perbedaan karakteristik antara kendaraan ringan (LV), kendaraan berat (HV), dan sepeda motor (MC) dalam hal kecepatan dan kemampuan manuver juga menciptakan situasi berbahaya pada kondisi lalu lintas padat. Derajat kejenuhan yang tinggi juga terkait dengan dimensi jalan. lebar jalur total 13,6 meter dapat terasa sempit untuk kendaraan besar, dan bahu jalan yang hanya 1,5 meter dinilai tidak memadai, sehingga turut berkontribusi pada peningkatan potensi kecelakaan. Volume Lalu Lintas: Volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) di ruas jalan ini tinggi, dengan puncaknya melebihi 6000 kendaraan/hari, terutama didominasi oleh sepeda motor. Hubungan DS dengan Kecelakaan: Nilai Derajat Kejenuhan (DS) dihitung sebagai rasio volume lalu lintas (V) terhadap kapasitas jalan (C). Semakin tinggi nilai DS, semakin padat kondisi lalu lintas, yang secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan risiko kecelakaan karena potensi konflik antar kendaraan meningkat. Analisis Accident Rate (AR) menunjukkan korelasi antara Derajat Kejenuhan dan Angka Kecelakaan Analisis AR (Accident Rat. / Angka Kecelakaan (AK) Accident Rate (AR) atau Angka Kecelakaan digunakan untuk mengukur tingkat kecelakaan yang terjadi pada suatu ruas jalan. Dalam penelitian ini, nilai AR di atas 1,0 Analisis Pengaruh Geometrik Jalan dan Derajat Kejenuhan terhadap Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Ahmad Ronaldo Nasikin. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X mengindikasikan bahwa ruas Jalan Raya Gaprang memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi dan memerlukan perhatian serius. Perhitungan Accident Rate (AR) digunakan untuk mengetahui tingkat kecelakaan pada suatu ruas jalan tertentu. Angka kecelakaan sebagai ukuran tingkat kecelakaan yang terjadi sepanjang Jalan Raya Gaprang Kanigoro Blitar yang akan dianalisis menggunakan data kecelakaan dari tahun 2020-2024. Terdapat dua jenis perhitungan AR, berdasarkan panjang jalan dan ruas jalan. Perhitungan AR pertahun akan dijelaskan menggunakan panjang jalan. Rumus AR berdasarkan Panjang Jalan: AR = Keterangan: A = Jumlah total kecelakaan dalam periode tertentu . er tahu. L = Panjang ruas jalan yang dikaji . Satuan AR yang dihasilkan adalah kecelakaan per km per tahun. Diketahui: Panjang Jalan Raya Gaprang Kanigoro Blitar: 5 km Jumlah kecelakaan tahun 2020: 3 kasus Jumlah kecelakaan tahun 2020: 2 kasus Jumlah kecelakaan tahun 2020: 9 kasus Jumlah kecelakaan tahun 2020: 4 kasus Jumlah kecelakaan tahun 2020: 8 kasus Maka Perhitungan AR: Tahun 2020: = = 2,73 kecelakaan/km/tahun Tahun 2021: = = 1,82 kecelakaan/km/tahun Tahun 2022 = = 8,18 kecelakaan/km/tahun Tahun 2023 = = 3,64 kecelakaan/km/tahun Tahun 2024 = 7,27 kecelakaan/km/tahun Tabel 4. Tabel Angka Kecelakaan AR Tahun 2020-2024 . ec/km/t. Tahun Jumlah Kecelakaan (A) Panjang Jalan . 2,73 1,82 8,18 3,64 7,27 JSNu : Journal of Science Nusantara : 152-160 ISSN: 2809-428XAeAe Nilai AR di atas 1,0 menunjukkan bahwa secara umum ruas jalan tersebut memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi dan perlu perhatian. Semakin tinggi nilai AR, semakin besar frekuensi kecelakaan per kilometer jalan setiap tahun. Kecenderungan peningkatan AR dari tahun ke tahun . eperti tahun 2020 ke 2. mencerminkan meningkatnya potensi bahaya lalu lintas di ruas jalan tersebut. Jika perhitungan AR dalam 5 tahun terakhir, maka: Rumus AR berdasarkan Panjang Jalan: AR = Keterangan: A = Jumlah total kecelakaan dalam periode tertentu . er tahu. L = Panjang ruas jalan yang dikaji . Diketahui Jumlah kecelakaan di ruas Jalan Raya Gaprang dalam 5 tahun terakhir adalah 26 kasus Panjang jalan = 1,1 km Maka: AR = = 23,64 kejadian/km/tahun Rumus AR berdasarkan Kendaraan-Km Perjalanan: AR = Keterangan: A = Total kecelakaan dalam periode pengamatan LHR = Lalu lintas harian rata-rata . endaraan/har. = Jumlah hari dalam setahun . = Panjang ruas jalan . Diketahui: A = 26 kecelakaan ( 5 tahun terakhi. LHR = 6. 406 kendaraan/hari . asil surve. = 365 hari = 1,1 km Maka: AR = = 10,12 kejadian per juta kendaraan-km Berdasarkan perhitungan. AR untuk ruas Jalan Raya Gaprang adalah 23,64 kejadian/km/tahun . erdasarkan panjang jala. dan 10,12 kejadian per juta kendaraan-km . erdasarkan kendaraan-km perjalana. Nilai AR sebesar 10,12 per juta kendaraan-km termasuk dalam kategori tinggi (>. , menandakan bahwa ruas jalan ini termasuk berisiko tinggi terhadap kecelakaan. Terdapat korelasi yang jelas antara Derajat Kejenuhan (DS) dan Accident Rate (AR). Data menunjukkan bahwa ketika nilai DS tinggi (Ou 0,. , angka kecelakaan (AR) cenderung Sebagai contoh. AR mencapai 8,18 pada tahun 2022 dan meningkat lagi menjadi 7,27 pada tahun 2024. Korelasi ini menguatkan temuan bahwa semakin besar derajat kejenuhan suatu jalan . rtinya semakin padat lalu lintas mendekati kapasitasny. , semakin tinggi pula frekuensi kecelakaan yang akan terjadi. Analisis Pengaruh Geometrik Jalan dan Derajat Kejenuhan terhadap Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Ahmad Ronaldo Nasikin. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X KESIMPULAN Penelitian ini mengkaji karakteristik kecelakaan lalu lintas serta pengaruh kondisi geometrik jalan dan derajat kejenuhan terhadap tingkat kecelakaan di Ruas Jalan Raya Gaprang. Kecamatan Kanigoro. Kabupaten Blitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruas jalan ini memiliki kerawanan kecelakaan yang tinggi, dengan jenis kecelakaan yang dominan adalah tabrakan samping . dan tabrakan dengan pejalan kaki . , mengindikasikan minimnya fasilitas pendukung dan pembagian jalur yang tidak optimal. Selain itu, fasilitas jalan seperti median, penerangan jalan umum (PJU), trotoar, dan marka jalan ditemukan tidak memadai, diperparah oleh kondisi permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang, yang secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama dalam kondisi hujan. Meskipun Jalan Raya Gaprang digolongkan sebagai daerah rawan kecelakaan berdasarkan metode Ekuivalen Accident Number (EAN) dengan nilai EAN 78, hasil kuesioner dari responden masyarakat dan pengguna jalan menunjukkan bahwa pengaruh geometrik jalan tidak secara langsung berpengaruh terhadap tingkat kecelakaan yang terjadi. Namun demikian, volume lalu lintas yang tinggi, terutama didominasi oleh sepeda motor dengan puncak lebih dari 000 kendaraan per hari, mengindikasikan tingkat kejenuhan jalan yang signifikan. Kondisi ini, ditambah dengan tipe jalan 2/2 UD tanpa median dan bahu jalan yang sempit . ,5 . , serta panjang segmen jalan yang kurang terkontrol, tetap berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan frontal dan samping. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ruas Jalan Raya Gaprang memerlukan intervensi serius untuk peningkatan keselamatan. Rekomendasi utama dari pengguna jalan meliputi pemasangan rambu-rambu dan marka jalan yang memadai, pengerasan bahu jalan, serta pemasangan penerangan jalan yang lebih terang di titik-titik rawan kecelakaan. Upaya perbaikan ini krusial untuk menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, serta mengurangi angka kecelakaan yang terus meningkat di wilayah DAFTAR PUSTAKA