DAKWAH KEPADA ALLAH LIVING QURAoAN : PEMAKNAAN SURAH YUSUF AYAT 108 OLEH PESERTA KAFILAH DAAoWAH TAHUN 2024 https://doi. org/10. 38214/jurnalbinaummatstidnatsir. Submitted: 05-04-2024 Reviewed: 19-05-2024 Published: 24-06-2024 Aan Handriyani abuhisan86@gmail. STID Mohammad Natsir Ae Indonesia ABSTRACT The purpose of this research is to reveal the interpretation of the Qur'anic verse Surah Yusuf verse 108 by the students participating in the Kafilah Da'wah program in 2024. To achieve this goal. I use a literature study approach based on the interpretations of Islamic scholars and a living Qur'an study based on observations, interviews, and documentation of the 2024 Kafilah Da'wah participants. The research findings reveal that the Kafilah Da'wah 2024 students have a fairly comprehensive understanding of the meaning of da'wah to Allah, which includes the objectives of da'wah, da'wah materials, da'wah strategies, as well as the inevitability of sincerity and sacrifice in da'wah. They also understand that bashirah in da'wah is not only about the da'wah message but also encompasses methods, strategies, and a thorough understanding of the audience . The interpretation of the Qur'an developed among these students is in line with the interpretations from the exegetical works of Islamic scholars. The research also proves that Mohammad Natsir Insitute of DaAowah has become a leading institution in the cadre development of preachers . , not only in the transfer of knowledges but also in the inheritance of the core values of daAowah. Keywords : Living Qur`an. Kafilah DaAowah. DaAowah ilallah. ABSTRAK Tujuan penelitian ini bermaksud mengungkap pemaknaan Al-Qur`an surah Yusuf ayat 108 oleh mahasiswa peserta Kafilah DaAowah tahun 2024, untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan pendekatan studi pustaka yang bersumber pada penafsiran para ulama dan studi living Qur`an yang bersumber dari obeservasi dan wawancara dan dokumentasi peserta Kafilah DaAowah 2024. Hasil penelitian menemukan bahwa mahasiswa peserta Kafda 2024 memiilki pemahaman makna daAowah ilallah yang cukup komprhenshif yang mencakup tujuan daAowah, materi daAowah, strategi daAowah dan juga keniscayaan adanya keikhlasan dan pengorbanan dalam daAowah serta memahami bahwa bashirah dalam daAowah bukan hanya tentang pesan daAowah tapi juga mencakup metode, strategi dan memahami madAou dengan sebaik-baiknya. Pemaknaan Al-Qur`an yang berkembang di kalangan mahasiswa ini bersesuaian dengan penafsiran yang bersumber dari kitab-kitab tafsir para ulama. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa STID Mohammad Natsir telah menjadi Lembaga kaderisasi daAoi yang Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License 1 | Bina Ummat | Vol 7 | No. 1 | 2024 unggul yang tidak hanya memerankan transfer of knowledges tapi juga sangat kuat dalam pewarisan nilai-nilai utama dalam daAowah . ransfer of Value. Kata kunci : Living Qur`an. Kafilah DaAowah. DaAowah ilallah. PENDAHULUAN Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tugas daAowah beralih kepada para Sahabatnya kemudian para Tabiin dan selanjutkan kepada seluruh umatnya, terkait hal ini Mohammad Natsir menyebutkan bahwa Islam adalah agama risalah untuk manusia keseluruhannya, dan bahwa umat Islam adalah pedukung amanah untuk meneruskan risalah dengan daAowah baik sebagai umat kepada umat-umat yang lain, atau pun sebagai perseorangan di tempat manapun berada, menurut kemamapuan masing-masing 1 DaAowah merupakan aktivitas dari pekerjaan manusia yang sangat mulia dan mendapatkan tempat yang sangat tinggi dalam Islam, sekurangnya ada tiga motivasi untuk berdakwah. pertama, bahwa daAowah adalah ucapan terbaik . hsanu qaula. (QS. Fushiyat ayat . Kedua, bahwa daAowah merupakan salah satu sebab umat ini menjadi umat terbaik (QS. Ali Imran ayat . , ketiga, daAowah menjadi sebab kemenangan di dunia dan akhirat (QS. Ali Imran ayat . Kemulian di atas tentu sudah semestinya karena daAowah memiliki fungsi memelihara dan menjaga umat manusia dari kesesatan dan kehancuran dan mengarahkannya kepada jalan keselamatan dan kemenangan di dunia dan akhirat, oleh karenanya daAowah mesti dilakukan baik secara perorangan atau secara bersama-sama, baik oleh Invidu ataupun oleh Negara. Terkait hal ini Imam al-Ghazali Ketika memberikan mukaddimah pada bahasan al-amr bi al-maAoryf wa an-nahy Aoan al-munkar -sebagai inti utama daAowah-3 beliau menyebutnya sebagai poros teragung dari agama . l-quthb al-aAozham min addy. dan Imam al-Ghazyly menambahkan bahwasanya adalah tugas diutusnya seluruh Nabi, yang seandainya ilmu dan amal soal hal ini diabaikan dan diremehkan, maka cahaya kenabian akan redup, kesalehan beragama akan lesu. M Natsir. Fiqhud DaAowah (Jakarta: Dewan DaAowah Islamiyah Indonesia, 2. , h. AoAzyz ibn Farhyn al-AoAnzy. Al-Bashyrah fy ad-DaAowah ilallah (Aby Zhabby: Dyr al-Imym Mylik, 2. , h. Imam Taufik Alkhotob. AuTHE CONCEPT OF AL HISBAH AND ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA IN THE PERSPECTIVE OF DAAoWAH,Ay AlRisalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam 14, no. : h. Mengutip al-Wathbyn disebutkan dalam Konsep daAowah bahwa al-amr bi al-maAoryf wa an-nahy Aoan al-munkar merupakan asas utama dalam memelihara maqyshid asy-SyariAoah. DAKWAH KEPADA ALLAH | 2 kesesatan, kebodohan dan kerusakan akan tersebar luas, negeri-negri akan hancur dan manusia akan binasa, yang baru disadarinya nanti di hari kiamat4 Point penting yang disampaikan oleh Imam al-Ghazyly agar kita memiliki perhatian yang tinggi kepada daAowah baik dari segi pelaksanaannya juga ilmunya, yang keduanya harus dipenuhi dan disempurnakan dalam implementasinya. Salah satu ayat daAowah yang menjelaskan hakikat daAowah Islam adalah Surah Yusuf ayat 108, yang mana Allah SWT berfirman : eaAce aO aI aIa Ia Iae E aI aEaOIA a AOe aIa aO aI aIe a a aIaO aOA a a eaA aIA a a A aOEaO aaO auEaOA a AEaO aA a eAcEEA a eACaEe aN a aNA a a Artinya: Katkanlah inilah jalanku yang aku menyeru kepada Allah di atas Bashirah. Aku dan orang-orang yang mengikutiku, dan mahasuci Allah dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya (QS. Yusuf ayat . Abdul Karym Zaidan dalam pendahuluan bukunya Ushyl ad-DaAowah menyebutkan bahwa ayat tersebut menjelaskan pondasi pertama . l-`ashl alawwa. dalam daAowah yaitu ad-daAowah ilallah kemudian dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah daAowah kepada agama-Nya yaitu Islam. Maka Islam adalah pesan . dari daAowah dan hakikatnya . adhyAo ad-daAowah wa haqyqatuh. Aziz al-AoAnzy, seorang pemerhati daAowah lainnya yang juga memiliki perhatian khusus kepada surah Yusuf ayat 108, berangkat dari penelitiannya terhadap fenomena daAowah yang sering layu sebelum berkembang, akarnya lunglai dan tangkainya rapuh, ia menilai karena banyak daAowah yang tidak dibangun di atas bashyrah, hal tersebut mendorongnya menulis sebuah buku dengan judul alBashyrah fy ad-DaAowah. Dari penjelasan di atas, penulis menilai penting bagi setiap juru daAowah untuk memiliki pemahaman yang komprehensif terkait penafsiran surah Yusuf ayat 108, sebagiamana disebutkan dalam banyak tafsir bahwa surah Yusuf ayat 108 sebagai perintah bagi Nabi Muhammad SAW untuk memaklumatkan kepada manusia bahwa jalan dan misi yang beliau perjuangkan adalah daAowah ilallah atau menyeru ke jalan Allah, dan daAowah tersebut berada di atas bukti yang sangat jelas berupa bashirah dari Allah TaAoala. Seiring dengan antusiasnya para peneliti dan pengkaji Al-Quran, maka muncul berbagai model kajian terhadap Al-Quran baik itu dari segi metode yang digunakan dalam memahami dan menafsirkan Al-Quran hingga kepada orientasi kajian Al-Quran. Aby Hymid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazyly. Ihyy` AoUlym ad-Dyn (Beiryt: Dyr al-MaAorifah, t. , v. 2, h. 306 dengan sedikit penyesuaian. AoAbdul Karym Zaidyn. Ushyl ad-DaAowah . p: Mu`assasah ar-Risylah, 2. , h. 3 | Bina Ummat | Vol 7 | No. 1 | 2024 Latar belakang tersebut kemudian mendorong penulis untuk melakukan penelitian seputar penafsiran Surah Yusuf ayat 108 menurut para ulama tafsir dengan berbagai corak dan jenis penafsirannya, sehingga mendapatkan pemahaman yang utuh dan komprehensif. Selain itu, dalam kajian Al-Qur`an dewasa ini, penelitian tentang makna AlQur`an sering juga digali dari fenomena kehidupan orang-orang yang sering berinteraksi dengan Al-Qur`an dan menjalankan konsep-konsep Al-Qur`an dalam praktek kehidupan nyata, pendekatan penelitian ini disebut dengan Living Qur`an. Haman faizin menyimpulakn bahwa kajian living Qur`an mencakup. , aspek pendengaran . ural aspec. , aspek tulisan dan aspek pengamalan . Living Qur`an mengacu pada fenomena sosio-budaya di mana masyarakat memahami dan berinteraksi dengan Al-Qur'an. Dengan kata lain. Living Qur`an menggabungkan fenomena teks dan fenomena pembaca dalam proses Living Qur`an tidak terbatas pada mempelajari bentuk dan struktur teks, tetapi yang lebih penting, ia memperdalam fungsi teks sebagai kitab suci dalam komunitasnya. Sebagaimana disebutkan oleh Usmi dan kadri yang mengutip Chirzin, bahwa praktik-praktik pengamalan terhadap ajaran Al-Quran ini terjadi karena seringnya interaksi dengan Al-Quran sehingga menghasilkan pemahaman dan penghayatan terhadap ayat-ayat Al-Quran itu sendiri. Pemahaman dan penghayatan terhadap Al-Quran tersebut diungkapkan dan dikomunikasikan secara verbal maupun dalam bentuk tindakan yang dipraktikkan. Sehingga perbedaanya dengan studi Tafsir, bahwa studi Tafsir adalah mengkaji tektualitas Al-Qur`an dengan berbagai penafsiran dan ilmu tafsir Mujib Hendri Aji. Muhammad Zainul Hilmi, dan M Taufiq Rahman. AuThe Living QurAoan as a Research Object and Methodology in the QurAoanic Studies,Ay Jurnal Iman Dan Spiritualitas 1, no. : h. Ahmad Rafiq. AuThe Living QurAoan: Its Text and Practice in the Function of the Scripture,Ay Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-QurAoan dan Hadis 22, no. : h. Fahrul Usmi dan Raja Muhammad Kadri. AuLiving Quran: Pembiasaan Membaca Asmaul Husna di Sekolah Dasar,Ay Asatiza: Jurnal Pendidikan 2, no. : h. DAKWAH KEPADA ALLAH | 4 sedangkan Living Qur`an mengkaji fenomena sosial yag lahir dari adanya interaksi antara manusia dan Al-Qur`an. Dari beberapa diskusi di atas jelaslah bahwa Living Qur`an menggali pemahaman dan pemaknaan Al-Qur`an yang hidup dan berkembang di Pemaknaan yang berkembang tentu tidak lantas muncul dan lahir dengan sendirinya, namuan juga dipengaruhi dengan hal-hal lain seperti pengajaran, ceramah agama. Pendidikan yang diterima suatu komunitas tertentu. Tentu dengan berkembangnya metode kajian ini menjadi alternatif pengembangan metode studi Al-Qur`an, sehingga dapat lebih memperkaya sumber-sumber penggalian makna Al-Qur`an dan dapat melihat bentuk nyata Meskipun demikian karena sifatnya yang condong kepada kajian fenomenologi, maka kajian living Qur`an harus dipandu dengan studi tafsir dari penafsiran-penafsiran dan ilmu-ilmu Al-Qur`an yang diwariskan oleh para ulama dari masa ke masa. Kajian Living Qur`an, selain memberikan cakrawala baru dalam penelitian Al-Qur`an, pendekatan ini juga masih terus mendapatkan tarik-ulur pengertian dan pembatasannya di antara para penggunanya, meskipun umumnya bersepakat pada pengkajian fenomena yang hidup di tengah masyarakat muslim dalam keterkaitannya dengan Al-Qur`an, namun Sebagian hanya ingin kajian fokus pada kajian fenomena tanpa ada ikut campur dari penelitinya, dalam kata lain peneliti tidak boleh menghakimi dan menghukumi fenomena, meskipun fenomena tersebut salah. Dalam penelitian ini penulis tidak menyetujui batasan tersebut, karena bagaimanapun sudah menjadi tugas peneliti untuk memberikan apresiasi dan koreksi berdasarkan latar belakang keilmuan yang dimilikinya, apalagi dalam kontek kajian ilmu Tafsir dan ilmu Al-Qur`an, dimana kajian literatur kitab-kitab tafsir bernilai sangat otoritatif. Meski demikian sudah menjadi hal yang biasa jika ada diskusi, apreasiasi dan koreksi atas satu tafsir atas tafsir lainnya. Selain itu, kajian Living Qur`an yang sifatnya menggali pemaknaan AlQur`an dari fenomena yang terjadi, hasil yang didapatkan sangat terkait dengan banyak faktor yang mempengaruhi suatu pemaknaan yang berkembang di Dalam konteks ini pemaknaan lebih luas yang sifatnya ikhtilaf Azmi dan T. SP. Al-QurAoan dan kehidupan (Aneka Living qurAoan dalam masyarakat Ada. (Uwais Inspirasi Indonesia, 2. , h. 24-25, https://books. id/books?id=yzqoEaQBAJ. Saputri dkk. Membumikan Al-QurAoan ditanah Melayu (Living QurAoa. wais inspirasi indonesia, 2. , h. 87-88, https://books. id/books?id=apCWEaQBAJ. 5 | Bina Ummat | Vol 7 | No. 1 | 2024 tanawwuAo masih diterima, namun jika yang didapatkan sifatnya kontradiktif . dengan penafsiran otoritatif selayaknya peneliti memberikan koreksi secara Kembali kepada surah Yusuf ayat 108, penulis menganggap bahwa ayat ini penting mendapatkan perhatian untuk dikaji baik melalui pendekatan tafsir juga melalui kajian living Qur`an sehingga didapatkan pemaknaan yang komprehensif dan mendapatkan contoh hidup dari implementasinya. Untuk maksud di atas, penulis melihat bahwa Sekolah Tinggi Ilmu DaAowah Mohammad Natsir sebagai perguruan tinggi di bawah Yayasan Dewan Da'wah yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan daAowah di Indonesia. STID Mohammad Natsir menyiapkan kader-kader daAoi yang akan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia dengan berbagai program untuk meningkatkan dan menguatkan visi dan karakter daAowah pada mahasiswa dan mahasiswinya, salah satunya program Kafilah DaAowah yang dilaksanakan setiap tahun di setiap bulan Ramadan. Kafilah Da'wah merupakan program rutin yang dilaksanakan di STID Mohammad Natsir, di mana para mahasiswa semester V atau VI di bulan Ramadan diterjunkan di berbagai daerah untuk berdakwah selama 1 bulan penuh. Kafilah DaAowah sebagaimana disebutkan dalam buku panduan Ringkas kafilah daAowah memiliki tujuaan sebagaimana berikut 11: Melatih Mahasiswa untuk mengembangkan sifat-sifat pengorgansasian daAowah . alam amal jamaAoi daAowa. Menumbuhkan semanagt . dengan melihat realitas di lapangan. Menjalin silaturrahim dengan kaum muslimin secara umum dan Dewan DaAowah di daerah. Melakukan pemetaan problematika daAowah di daerah. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pemetaan daAowah di Masyarakat yang majemuk Membangaun kemandirian dan kematangan mahasiswa dalam menyelesaikan beragam problematika daAowah yang ada di lapangan. Selain fokus kepada pembinaan dan penguatan karakter daAowah pada mahasiswa STID Mohammad Natsir. Kafilah DaAowah juga sebagai implementasi dari program pengabdian kepada masyarakat atau PkM STID Mohammad Natsir yang pada tahun 2024 ini langsung dikoordinasikan oleh LPPM. Panduan Ringkas Pelaksanaan Program Kafilah DaAowah Mahasiswa Putra dan Putri (Jakarta: STID Mohammad Natsir, 2. , h. DAKWAH KEPADA ALLAH | 6 Pada Kafilah DaAowah tahun 2024, selama bulan Ramadan mahasiswa STID Mohammad Natsir disebar-tugaskan di 25 daerah di Indonesia, yang kemudian dalam implemetasinya di daerah telah terlaksana di 139 desa di seluruh Indonesia. Bertolak dari penjelasan di atas, dalam penelitian ini penulis menggabungkan pendekatan pustaka dan pendekatan lapangan, pendekatan pustaka yang dimaksud adalah dengan menggali penafsiran-penafsiran para ulama yang otoritatif terkait tafsir surah Yusuf ayat 108, sedangkan pendekatan lapangan berupa kajian Living Qur`an dengan tema surah Yusuf ayat 108 berdasarkan pemaknaan peserta Kafilah DaAowah mahasiswa STID Mohammad Natsir tahun Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna Al-Qur'an surah Yusuf ayat 108 dalam kehidupan nyata para mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan Kafilah Da'wah tahun 2024. Kajian Living Qur`an lebih banyak perhatiannya kepada fenomena sosial, sehingga metode living Qur`an pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitattif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. HASIL DAN DISKUSI Dalam Surah Yusuf ayat 108. Allah TaAoala memrintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar memaklumatkan hakikat dari daAowah yang diperjuangkkannya. Allah TaAoala berfirman : aOs a aaI OI aI N aI O aI NA aACaE N aNa aOEaO aO uaaE NA AIOA ae a AacEE aOaI a aaI I aI Ee aI e aEA a e a a a a a a a acEE aEaO A a ae Artinya: Katkanlah inilah jalanku yang aku menyeru kepada Allah di atas Bashirah. Aku dan orang-orang yang mengikutiku, dan mahasuci Allah dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya (QS. Yusuf ayat . ayat ini dengan keseluruhan Surah Yusuf yang memuat kisah Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya Aoalaihimussalam, bahwa ayat 108 ini menegaskan bukti kebenaran Nubuwat dan risalah Nabi Muhammad SAW yang dengan wahyu dari ilahi dapat menjelaskan kisah ini, padahal Nabi Muhammad SAW dan kaumnya sama sekali tidak mengetahui dan mendengar Muammar Alhaqqin. Ketua Kafilah DaAowah 2024. Wawancara, t. , 25 Mei 2024. Azmi dan SP. Al-QurAoan dan kehidupan (Aneka Living qurAoan dalam masyarakat Ada. , h. 7 | Bina Ummat | Vol 7 | No. 1 | 2024 sebelumnya, seharusnya kisah Nabi Yusuf sudah cukup menjadi bukti nyata kebenaran daAowah Nabi Muhammad SAW. Ibnu Katsyr menyebutkan bahwa Allah TaAoala memerintahkan kepada hamba dan rasul-Nya untuk memaklumatkan kepada seluruh manusia, bahwa ini adalah jalannya yaitu daAowah kepada syahadat bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata dan tidak ada sekutu baginya, aktivitas da'wah ini berdiri landasan bashyrah yaitu keyakinan dan bukti nyata baik yang bersifat syarAoiy atau pun yang bersifat Aoaqliy, daAowah ini dilakukan oleh Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya. Asy-SyaAorawy menjelaskan makna ayat di atas, bahwa Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk memaklumatkan bahwa daAowah ini adalah seruan untuk beriman kepada Allah semata, dan bahwa aktivitas daAowah ini adalah bentuk nyata pengamalan iman kepada Allah dan menerima manhaj-Nya, mengharap balasan akhirat dari-Nya dan berada di atas bashirah untuk daAowah Dari tafsir yang disampaikan oleh Ibnu Katsir juga Asy-SyaAorywi didapatkan bahwa daAowah ilallah sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tersebut, menegaskan sekurangnya dua hal, pertama, bahwa tujuan daAowah adalah menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah semata . yang kedua, bahwa motivasi gerakan atau aktivitas daAowah ilallah adalah iman yang melahirkan keikhlasan sehingga tidak berharap balasan dari selain Allah. Terkait makna bashyrah dalam daAowah, sebagaimana para mufassir lainnya. Abdurrahman as-SaAodi menegaskan bahwa bashyrah adalah hujjah yang jelas . lhujjah al-Wadhiha. atau ilmu yang tidak ada keraguan padanya, kemudian as-SaAody menambahkan bahwa jalan yang didaAowahkan oleh Rasulullah SAW adalah jalan yang dapat menyampaikan kepada Allah dan surganya, yang mencakup ilmu tentang kebenaran, mengamalkannya, mendahulukannya, dan memurnikan agama hanya untuk Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya. Ibnu AoAsyyr menjelaskan hujjah disebutkan sebagai bashyrah adalah majyz Aqly, sedangkan al-bashyr adalah seorang yang memiliki hujjah karena dengannya Wahbah az-Zuhaily. At-Tafsyr al-Munyr fy al-AoAqydah wa asy-SyaryAoah wa al-Manhaj (Damaskus: Dyr al-Fikr al-MuAoyshir, 1. , v. 13, h. Aby al-Fidy` IsmyAoyl ibn AoUmar Ibn Katsyr. Tafsyr Al-Qur`yn al-AoAzhym . tp: Dyr Thayyibah li an-Nasyr wa at-TauzyAo, t. ), v. 4, h. Muhammad Mutawally asy-SyaAorywy. At-Tafsyr asy-SyaAorawy . tp: MathybiAo Akhbyr alYaum, 1. , v. 12, h. 7124Ae25. AoAbdurrahman ibn Nyshir as-SaAody. Taisyr al-Karym ar-Rahmyn fy at-Tafsyr al-Kalym alMannyn . tp: Mu`assasah ar-Risylah, 2. , h. DAKWAH KEPADA ALLAH | 8 dia dapat melihat hakikat kebenaran, dalam ayat ini juga sebagai berita bahwa para Sahabat Nabi diperintahkan untuk berdaAowah kepada keimanan sesuai kemampuan mereka dan mereka telah melaksanakannya dengan berbagai macama media daAowah, dan beliau menyimpulkan bahwa di awal-awal Islam hukum daAowah adalah wajib AAoini, dan ketika Islam telah terdengar ke seluruh penjuru daAowah menjadi wajib kifayah18 Ibnu Asyur juga menambahkan bahwa kalimat AusubhanallahAy dalam posisi maAothyf ke kalimat sebelumnya yaitu Aku menyeru kepada Allah bermakna bahwa Aku berdaAowah kepada Allah dan aku mensucikan-Nya, sehingga maknanaya aku mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah, mentaati-Nya dan mensucikannya dari segala kekurangan sebagaimana yang dilakukan orang-orang musyrik yang berdoa kepada sekutu-sekutu, anak dan istri yang mereka buat-buat. Asy SyaAorawi memberikan makna lebih bahwa sebagaimana al-bashar untuk melihat sesuatu yang inderawi, sedangkan bashirah untuk yang bersifat maknawi, bashar tidak bisa melakukan tugas bashirah, karena bashirah adalah keyakinan yang ditemani oleh cahaya yang dapat memuaskan jiwa manusia, 19 Dari berbagai penjelasan tafsir di atas, sekurangnya ada dua hakikat dari karakter daAowah Islam dalam surah Yusuf ayat 108, yaitu : ad-daAowah ilallah dan addaAowah Aoaly bashyrah. Hakikat pertama, ad-daAowah ilallah mengandung beberapa interpretasi, pertama, bahwa tujuan daAowah adalah mengajak manusia kepada jalan Allah, mendapatkan keridhoan-Nya sehingga mencapai kepada surga tempat kemuliaan, yang dimaksud jalan Allah disini adalah agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Kedua. Allah sebagai tujuan daAowah seharusnya mengingatkan setiap juru daAowah bahwa daAowah yang dilakukannya harus berdiri diatas keikhlasan dan di atas kebenaran, oleh karenanya yang diharrapkan seoranga daAoi adalah pahala dari Allah TaAoala, di atas kebenaran maksudnya daAowah kepada Allah agar benar-benar sampai kepada tujuan maka harus berdasarakan kepada ilmu yang benar, dan hal tersebut dtegaskan Kembali pada sambungan ayat. Hakikat Kedua, ad-daAowah Aoaly bashyrah, dalam menafsirkan bashyrah para ahli tafsir menggunakan beragam ungkapan, diantaranya dakwah dengan ilmu yang Muhammad ath-Thyhir ibn AoAsyyr. Tahryr al-MaAony as-Sadyd wa Tanwyr al-AoAql al-Jadyd min Tafsyr al-Kityb al-Majyd (Tynis: ad-Dyr at-Tynisiyyah, 1. , v. 13, h. 65Ae66. asy-SyaAorywy. At-Tafsyr asy-SyaAorawy, v. 12, h. 9 | Bina Ummat | Vol 7 | No. 1 | 2024 tidak meragukan, daAowah dengan hujjah, daAowah dengan keyakinan. namun dari berbagai ungkapan itu bermuara pada ilmu yang dipandu oleh wahyu. Al-AoAnzy dalam bukunya Aual-Bashyrah fi ad-DaAowahAy menyebutkan bahwa bashyrah mencakup hal-hal berikut, yaitu : Bashyrah dalam dalam pesan daAowah yang berupa perintah atau larangan, bashyrah dalam metode daAowah, bashyrah tentang keadaan madAoy dan bagaimana menapaki jalan yang benar di dalam daAowah. Demikian makna da'wah kepada Allah . a'wah ilalla. yang dijelaskan para ulama, adapun terkait pemaknaan mahasiswa peserta Kafilah Da'wah tahun 2024 terhadap ayat 108 surah Yusuf sebagaimana berikut. Mahasiswa peserta program Kafilah DaAowah 2024, sebelum berangkat menuju tugas daAowah di berbagai penjuru Indonesia sudah mendapatkan pembekalan dan penguatan baik segi keilmuan, skill organisasi juga mental untuk berdaAowah, penulis tidak menemukan ada mahasiswa yang takut ditugaskan di pedalaman, justeru mereka seperti sangat tertantang jika daerah penempatan mereka adalah daerah yang paling jauh. Dalam memahami konsep daAowah ilallah, sangat jelas bahwa tauhid menjadi prioritas dan pesan daAowah yang sering diulang-ulang dalam banyak kesempatan daAowah. Peserta Kafilah daAowah memandang bahwa tauhid adalah konten dan materi daAowah yang utama, namun dalam implementasinya mereka berbeda-beda prioritas, mengingat latar beakang madAou daAowah yang juga berbeda beda. Peserta program Kafilah DaAowah mengungkapkan banyak ragam pengertian daAowah illallah, namun ungkapan-ungkapan tersebut bertemu pada konsep bahwa daAowah ilallah dalam implementasinya mencakup pengertian daAowah, tujuan daAowah, tantangan daAowah, strategi daAowah dan hasil dari daAowah itu sendiri. Sebagian peserta mendefinisikan hakikat daAowah ilallah sebagai kegiatan mengajak dan memahamkan mad'u untuk beribadah kepada Allah semata . dan meninggalkan yang lainnya, daAowah ilallah juga juga berarti mengajak manusia kembali ke jalan fitrah yaitu kembali menyembah Allah semata, dan dalam pengamalan daAowah ini harus diiringi dengan keikhlasan dan kesabaran dan menyadari bahwa daAowah adalah kewajiban sebagai seorang muslim, dan sesuai dengan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dengan terus memperbaiki akidah dan akhlak. al-AoAnzy. Al-Bashyrah fy ad-DaAowah ilallah, h. Halim Walude et. Mahasiswa Peserta Kafilah DaAowah 2024. Wawancara. Bekasi, t. 27 Mei 2024. DAKWAH KEPADA ALLAH | 10 DaAowah ilallah juga menjadi syarat agar menjadi umat terbaik, dan harus dilakukan dengan penuh hikmah dan mauizhah Hassanah dan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan objek daAowah . adAo. di tempat tugas daAowah, dalam daAowah harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dengan menggunkanan ilmu dan mengorbankan harta dan tenaga. Yang menjadi kabar gembira bagi para pengelola STID Mohammad Natsir, bahwa nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan sekurangnya dalam ranah konseptual telah terbentuk dalam diri para mahasiswanya, terutama ketika para mahasiswa melaksanakan tugas daAowah di pedalaman. Salah seorang peserta Kafilah DaAowah yang ditugaskan di desa perbatasan Indonesia dan Malasyia tepatnya di Desa Temajuk Kecamatan paloh Kabupaten Sambas, mengatakan: AuMenurut saya hakikat dakwah ilallah ialah menjalankan tugas dakwah dengan ikhlas berdaAowah dengan ilmu tenaga dan harta dan tidak bergantung pada laznas pada Fundrising ataupun pada aparatur setempat. Apapun yang bisa dilakukan sendiri lakukanlah jangan berharap bantuan dari orang lain. Ingat, daAowah yang bergantung pada yg selain Allah maka ia akan binasa. Jalani dulu sendiri lakukan dulu sesuai dengan kesanggupan maka biarkan Allah yang akan berikan jalan kedepannya. DaAowah ilallah juga meniscayakan adanya tantangan baik beragamnya paham di masyarakat, ada senang dan susah yang silih berganti, maka diperlukan kesabaran dan strategi yang sesuai dengan kondisi madAou di daerah, seperi menyusun langkah-langkah agar masyarakat berminat menghadiri kegiatan daAowah, selain dengan daAowah billisan, daAowah bilhal atau dengan harta juga sangat penting dan daAowah agar sampai tujuannya harus dimmulai dengan menyusun langkah-langkahnya. DaAowah ilallah yang dilakukan para peserta Kafilah DaAowah pada akhirnya membuahkan hasil yang bagus, seperti mendapatkan penerimaan dari masyarakat setempat bahkan ada yang meminta agar mereka tetap tinggal di tempat tersebut, masyarakat semakin meningkat pemahaman keislamannya, serta dengan adanya daAowah dapat meperkuat ukhuwah di antara masyarakat. Dalam aspek pemaknaan bashirah dalam daAowah, para peserta Kafilah daAowah semuanya setuju pentingnya ilmu untuk berdaAowah, dan keharusan daAowah berdasar kepada ilmu. DaAowah di atas bashirah bagi mahasiswa peserta Kafilah DaAowah berarti daAowah yang berpedoman kepada ilmu yang bersumber pada Al-Qur'an dan Ahmad Latif. Mahasiswa Peserta Kafilah DaAowah 2024. Wawancara, t. , 27 Mei 2024. Walude et. Wawancara, 27 Mei 2024. 11 | Bina Ummat | Vol 7 | No. 1 | 2024 Sunnah, bashirah juga berarti mendapatkan kucuran ilmu dari Allah. Selain itu juga bermakna pemahaman mendalam terhadap suatu ilmu dan kemampuan mengaplikasikannya secara tepat, ilmu yang berkaitan dengan penyucian jiwa . azkiyatun naf. Yaitu ilmu tauhid, aqidah, dan fiqh, bashirah juga dipahami sebgai ilmu agama yang paling penting untuk akhirat, ilmu itulah yang mendatangkan ketenangan dan kedamaian. Bashirah memungkinkan para da'i menyampaikan pesan daAowah dengan sikap ramah dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat, bashirah merupakan dalil atau dalil yang kuat dalam dakwah, bashirah merupakan dakwah yang berdasarkan Al-Qur'an. Sunnah, dan jalan para pendahulu yang shaleh, bashirah juga merupakan pengetahuan mengenai kebutuhan masyarakat dan cara yang tepat untuk mengatasinyaBashirah merupakan ilmu yang paling penting untuk dimiliki oleh para daAoi, karena memungkinkan mereka menyampaikan pesan dakwah secara efektif dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Para da'i harus berusaha keras untuk memperoleh Bashirah, yaitu ilmu yang membawa ketenangan, kedamaian, dan bimbingan bagi ummat. Salah satu makna penafsiran tentang bashyrah dalam daAowah adalah albashyrah fy my yadAoy ilaihi atau memiliki ilmu yang mendalam tentang materi yang didaAowahkan. 25 Adapun terkait dengan living Qur`an dalam pemaknaan daAowah di atas bashyrah oleh mahasiswa peserta Kafilah DaAowah tahun 2024, sungguh jelas sekali umumnya sepakat untuk memperioritaskan penguatan keimanan dan tauhidullah pada masyarakat, bahkan Sebagian karena ditugaskan di komunitas muslim yang menjadi minoritas di daerah tersebut, peserta kafilah daAowah terus mengulang-ngulang materi keimanan kepada Allah. Dalam menjelaskan keimanan terkadang harrus menjelaskan konsep keimanan Islam dan menjelaskan kekeliruan konsep tuhan yang dianut agaa lainnya, serta akibat dari mempercayai banyak tuhan atau kemusyrikan. Materi daAowah lainnya yang mendapatkan perhatian para peserta Kafilah DaAowah antara lain pentingnya menjaga dan melaksanakan shalat lima waktu, mendorong kehadiran rutin di masjid untuk shalat berjamaah, akhlak dalam bergaul, puasa Ramadan, penguatan dasar-dasar Islam, keutamaan Al-Qur`an, persaudaraan, istiqamah dalam ketaatan dan kepedualian kepada sesama, selain itu bahkan dalam beberapa tempat peserta Kafilah DaAowah juga mengatasi Ibid. al-AoAnzy. Al-Bashyrah fy ad-DaAowah ilallah, h. DAKWAH KEPADA ALLAH | 12 masalah konflik yang terjadi di kalangan masyarakat dan berusaha menjaga persatuan dan mencegah perpecahan 26. Seorang peserta Kafilah daAowah mengatakan : "Tema yang sering saya ulang ulang adalah tentang tauhid dan pentingnya shalat. Karena shalat itu ialah salah satu yang bisa mengubah diri kita. Kalau shalat bagus maka bagus pula seluruh amalannya". Tentunya selain materi di atas pengajaran membaca Al-Qur`an dan Iqra adalah materi sekaligus media untuk menyampaikan daAowah yang dilakukan para peserta Kafilah daAowah. Tauhid sebagai materi utama dalam daAowah penting mendapatkan perhatian, karenanya adalah misi diutsunya para Nabi. Materi ini semakin penting teruatama ketika berhadapan dengan masyarakat yang masih banyak yang melakukan kesyirikan dan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan syariat Islam, khususnya daerah pedalaman yang menjadi target utama para misionaris untuk memurtadkan saudara Muslim. Untuk mendaAowahkan tauhid bermacam-macam strategi dilakukan oleh peserta Kafilah DaAowah, diantaranya : Pendekatan yang lembut dan bertahap, memulai dengan membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terlebih dahulu, menyampaikan materi tauhid secara perlahan-lahan dan mudah dipahami, selain itu perlu menjadi teladan dalam beribadah dan berakhlak, menunjukkan contoh pengamalan tauhid yang benar dalam kehidupan sehari-hari dan menjaga nilai-nilai keislaman dalam berinteraksi dengan masyarakat Strategi lainnya yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media dan kesempatan, memanfaatkan kegiatan-kegiatan rutin masyarakat, seperti pengajian, kultum, dan lain-lain, menggunakan media yang dekat dengan masyarakat, seperti buku, ceramah, dan diskusi, melibatkan anak-anak dan generasi muda, menanamkan pemahaman tauhid sejak dini kepada anak-anak yang kemudian mereka akan menjadi jembatan yang menyampaikan tauhid kepada orang tua mereka. Berikut beberapa kendala daAowah yang dihadapi parapeserta kafilah daAowah, mengajak masyarakat untuk shalat 5 waktu secara berjamaah karena kesibukan kerja mereka, kendala bahasa dan minimnya pengetahuan bahasa Indonesia, banyaknya misionaris Kristen dan masih kuatnnya kepercayaan nenek moyang seperti kepercayaan kaharingan, kemalasan dan kurangnya motivasi diri. Walude et. Wawancara, 27 Mei 2024. Ibid. 13 | Bina Ummat | Vol 7 | No. 1 | 2024 kondisi tempat dakwah yang sulit, seperti minimnya listrik, jaringan, dan Menghadapi tantangan dan cobaan daAowah, para peserta kafilah daAowah melakukan langkah-langkah menghadapinya antara lain: Silaturahmi ke rumahrumah warga, mempelajari bahasa mereka, dan mengajarkan anak-anak Iqro', meluruskan bid'ah dan kebiasaan masyarakat yang menyimpang, bersabar, ikhlas, dan terus berdaAowah, mencari partner dakwah yang sejalan, banyak berdoa, shalat malam, dan istighfar, berkonsultasi dengan Dewan DaAowah untuk mencari solusi dan dengan memahami kondisi masyarakat dan menyesuaikan pendekatan daAowah yang inti dari semua itu adalah bersabar, ikhlas, dan bertawakal kepada Allah dalam menghadapi segala cobaan dalam berdaAowah. KESIMPULAN Kajian Living Qur`an sebagaimana di atas dengan sangat jelas menemukan bahwa mahasiswa peserta kafilah DaAowah tahun 2024 begitu memahami makna ayat tersebut dengan baik. DaAowah ilallah sebagaimana disimpulkan dari pengkajian penafsiran para ulama mencakup penegasan tentang tujuan daAowah dan urgensi keikhlasan dalam daAowah, demikian makna ini begitu kuat berkesan dari ungkapan-ungkapan yang disampaikan para peserta Kafilah daAowah. Demikian pula para peserta Kafilah DaAowah menyadari pentingnya ilmu yang komprehensif dalam daAowah, bukan hanya soal materi daAowah, tapi juga berkaitan memahami kondisi madAou, metode, strategi semuanya harus berdasarkan bashyrah. Kesungguhan para dosen dan pengelola di STID Mohammad Natsir perlu mendapatkan apresiasi. Kaderisasi daAoi yang selama ini diusahakan tidak hanya memerankan transfer of knowledges tapi juga begitu kuat dalam hal transfer of values, khususnya nilai-nilai utama dalam daAowah seperti perjuangan, keikhlasan dan pengorbanan dalam daAowah. Tentunya program Kafilah DaAowah yang rutin dilakukan oleh STID Mohammad Natsir tidak berdiri sendiri membangun karakter pada diri daAoi, peran pesantren mahasiswa, interaksi dengan dosen dan pengelola juga sangat Namun demikian dengan adanya program Kafilah DaAowah semakin mematangkan dan menguatkan nilai-nilai utama daAowah dalam diri para mahasiswa kader daAoi di STID Mohammad Natsir. Ibid. DAKWAH KEPADA ALLAH | 14 DAFTAR PUSTAKA