Vol. No. Maret 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH LITERASI KEUANGAN. SIKAP KEUANGAN DAN DIGITAL LITERACY TERHADAP PERILAKU KEUANGAN PELAKU UMKM di KECAMATAN SECANGGANG Diana Zafira1. Muhammad Fuad*)2. Ziaul Maula3 Fakultas Ekonomi. Program Studi Manajemen. Universitas Samudra. Aceh. Indonesia Email korespondensi: muhammadfuad@unsam. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of financial literacy, financial attitudes and digital literacy on the financial behavior of MSME actors in Secanggang District. The method used is quantitative method. The population in this study were 184 MSME players in Secanggang District and the sample amounted to 127 respondents. The data collection method used interviews, questionnaires, documentation and literature studies. The data analysis method used is the t test and the F test. The results of this study show the results of regression analysis with the equation Y = 10. 268X1 0. 136X2 0. 230X3. The results of the t test for the effect of financial literacy (X. on financial behavior (Y) are 8,581 and the t-sig value is smaller than the alpha value, which is 0. 000 <0. 05, for the effect of financial attitudes (X. on financial behavior (Y) is 4,818 and the t-sig value is smaller than the alpha value, which is 0. 000 <0. for the effect of digital literacy (X. on financial behavior (Y) is 5,623 and the t-sig value is smaller than the alpha value, which is 0. 000 <0. And for the F test with a significance value 000 <0. Keywords: Financial Literacy. Financial Attitude. Digital Literacy. Financial Behavior. MSME Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan dan digital literacy terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Secanggang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 184 pelaku UMKM di Kecamatan Secanggang dan sampel berjumlah 127 responden. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, penyebaran kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan yaitu Uji t dan Uji F. Adapun hasil penelitian ini menunjukan hasil analisis regresi dengan persamaan Y = 10. 268X1 0. 230X3. Hasil uji t untuk pengaruh literasi keuangan (X. terhadap perilaku keuangan (Y) adalah sebesar 8. 581 dan nilai t-sig lebih kecil dari nilai alpha yaitu sebesar 0,000 < 0,05, untuk pengaruh sikap keuangan (X. terhadap perilaku keuangan (Y) adalah 818 dan nilai t-sig lebih kecil dari nilai alpha yaitu sebesar 0,000 < 0,05, untuk pengaruh digital literacy (X. terhadap perilaku keuangan (Y) adalah sebesar 5. 623 dan nilai t-sig lebih kecil dari nilai alpha yaitu sebesar 0,000 < 0,05. Dan untuk uji F dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Tax and Business Journal Diana Zafira, et al. Pengaruh Literasi Keuangan. Sikap Keuangan. Hal: 66-73 DOI: https://10. 40/jpb. Kata Kunci: Literasi Keuangan. Sikap Keuangan. Digital Literacy. Perilaku Keuangan. UMKM PENDAHULUAN Kementerian Keuangan Republik Indonesia . menyatakan indonesia sebagai salah satu negara berkembang di kawasan Asia yang pernah mengalami krisis moneter pada tahun 1998 dan salah satu sektor yang masih bertahan adalah sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Berdasarkan data dari Kementrian Koperasi dan Ukm, jumlah UMKM di Indonesia saat ini pada bulan Desember 2023 memberikan kontribusi terhadap PDB . roduk domestik brut. sebesar 61,% atau senilai 9. 580 triliun Kontribusi ini menjadikan UMKM memiliki peran penting bagi pembangunan ekonomi suatu negara dan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia, meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi, dan salah satu hal yang dapat memengaruhi berhasil atau tidak nya pelaku UMKM dapat dilihat bagaimana perilaku keuangan mereka dalam usahanya. Perilaku keuangan merupakan bagaimana seseorang memperlakukan, mengelola, dan menggunakan sumber keuangan yang dimilikinya (Suryanto, 2. Seseorang yang mempunyai perilaku keuangan yang baik, berarti seseorang itu dapat mengelola keuangan nya dengan bertanggung jawab. Pelaku UMKM juga merupakan pemegang kekuasaan penuh dalam pengambilan Setiap keputusan yang diambil diperoleh dari informasi keuangan yang tepat dan akurat, dan pengambilan keputusan tersebut harus memperhatikan antisipasi pada pembuatan dan pengambilan keputusan kedepannya (Yuniningsih , 2. Oleh sebab itu diperlukan kemampuan khusus sebagai acuan dalam pemanfaatan informasi keuangan UMKM seringkali mengabaikan pentingnya pemanfaatan informasi keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Literasi keuangan akan membantu para pelaku usaha terkait pengelolaan usaha dimulai dari anggaran, perencanaan simpan dana usaha, serta pengetahuan dasar atas keuangan untuk mencapai tujuan keuangan usaha. Literasi keuangan sangat penting terutama bagi para pelaku UMKM karena dengan adanya literasi keuangan pelaku UMKM dapat mengetahui tentang sumber Ae sumber pendanaan dan keterampilan yang akan didapatkan UMKM untuk menimbang pilihan mereka dengan mencari pembiayaan untuk mengoptimalkan struktur keuanggannya, (Soetiono dan Setiawan. Literasi keuangan membantu pelaku UMKM dalam menyelesaikan masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Literasi keuangan dapat mendukung pertumbuhan kekayaan finansial, misalnya dengan literasi keuangan yang cukup, seseorang dapat menentukan produk investasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, sehingga pendapatan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kekayaan di masa depan, (Asari, dkk, 2. Hal ini di dukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuhelmi dkk . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara literasi keuangan terhadap perilaku keuangan dan di terima secara positif dan Terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku keuangan pelaku UMKM yakni sikap keuangan. Sikap keuangan adalah pandangan mengenai uang yang Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 dilihat dari aspek psikologis yang diperlihatkan dengan kemampuan mengontrol diri terhadap pengeluaran keuangan, pembuatan rencana keuangan, membuat anggaran, serta tindakan dalam pengambilan keputusan keuangan yang tepat (Muhammad dan Nadia, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Prihastuty & Rahayuningsih . menjelaskan bahwa sikap keuangan adalah skala situasi pemikiran yang dapat dilihat dari sudut pandang psikologis seseorang ketika menilai suatu manajemen keuangan. Dengan mempunyai sikap keuangan yang baik, maka individu akan dapat mengelola keuangan dengan baik pula. Keberlanjutan usaha pelaku UMKM juga sangat erat kaitannya dengan perkembangan digital, dimana pelaku UMKM dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi, maka akan dibutuhkan strategi bisnis yang berbasis digital untuk dapat meningkatkan kinerja bisnis dan menjaga keberlangsungan kegiatan bisnis, dan yang dimaksud adalah kemampuan literasi digital oleh pelaku UMKM. Digital literacy adalah kemampuan menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi untuk membangun pengetahuan baru, berkreasi, dan berinteraksi dengan orang lain (Setyaningsih, dkk 2. Pendekatan yang dapat dilakukan pada literasi digital mencakup dua aspek yaitu pendekatan konseptual yang berfokus pada aspek perkembangan kognitif dan sosial emosional serta pendekatan operasional berfokus pada kemampuan teknis penggunaan media itu sendiri yang tidak dapat diabaikan (Mashuri, 2. Terdapat dorongan bahwa UMKM harus bertransformasi dari bisnis konvensional menjadi bisnis digital menggunakan berbagai platform digital. Penggunaan platform digital juga berpengetahuan yang cukup untuk mengatasi kendala teknis, misalnya jaringan internet yang tiba Ae tiba terputus ketika sedang bertransaksi atau penyimpanan sandi agar akun tidak disalahgunakan oleh pihak lain, (OJK, 2. Oleh sebab itu pemahaman akan digital literacy penting untuk dimiliki oleh pelaku UMKM agar keberlangsungan usahanya dapat terjaga. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Farhan, dkk . menyatakan bahwa literasi digital memiliki pengaruh terhadap kinerja usaha UMKM pada sektor makanan dan Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman dan penerapan teknologi digital dapat memengaruhi peningkatan kinerja bisnis UMKM. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, menggunakan metode kuantitatif berdasarkan prinsip sebab akibat, dengan populasi yang terdiri dari 184 pelaku UMKM yang berada di kecamatan Secanggang dan sampel berjumlah 127 pelaku UMKM. Purposive Sampling digunakan sebagai teknik penentuan sampel yang memiliki beberapa kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner secara langsung dengan menggunakan media kertas dan dengan menggunakan alat ukur berupa uji validitas dan uji realibilitas. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda yang bertujuan untuk menganalisis Tax and Business Journal Diana Zafira, et al. Pengaruh Literasi Keuangan. Sikap Keuangan. Hal: 66-73 DOI: https://10. 40/jpb. hubungan sebab akibat antara masing Ae masing variabel dan uji hipotesis yang terdiri dari uji t, uji f dan koefisien determinasi HASIL DAN PEMBAHASAN Merujuk pada hasil survei yang melibatkan 127 responden dengan sebagian besar berjenis kelamin laki Ae laki sebanyak 74 responden . 3%) dan perempuan sebanyak 53 responden . 7%). Mayoritas karakteristik responden berdasarkan usia terdapat di usia 40 Ae 50 yakni sebanyak 47 responden . 0%), mayoritas karakteristik responden berdasarkan alamat terdapat di desa Secanggang yakni sebanyak 15 responden . 8%), mayoritas karakteristik responden berdasarkan jenjang pendidikan yakni di SMA sebanyak 64 responden . 4%), mayoritas karakteristik berdasarkan jumlah karyawan terdapat di 1 Ae 4 karyawan yakni sebanyak 122 responden . 1%), mayoritas karakteristik responden berdasarkan lama usaha terdapat di 4 - 6 tahun yakni sebanyak 65 responden . 2%), mayoritas karakteristik berdasarkan omset penjualan / bulan terdapat di >10 juta Ae 25 juta yakni sebanyak 64 responden . 4%). Tabel 1. Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Tolerance Varian Inflation Factor Literasi keuangan (X. Sikap keuangan (X. Digital literasi (X. Berdasarkan hasil uji multikolinieritas diperoleh toleransi literasi keuangan (X. 686, sikap keuangan (X. 601, digital literacy (X. Semua nilai ini dianggap akurat. Berdasarkan analisis hasil pengujian ditemukan tidak adanya indikasi multikolinieritas Gambar 1. Uji Scatterplot Heteroskedastisitas Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 Dari analisis gambar 1 diatas menggambarkan penyebaran setiap titik tidak beraturan tanpa pola yang terlihat secara jelas. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat suatu gejala heteroskedastisitas yang dialami model regresi karena tersebar merata di kedua sisi angka 0 juga sumbu Y. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Asymp. Sig. -taile. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Asymp. sig pada tabel sebesar 0. dengan kriteria pengambilan keputusan yaitu Asymp. 200 > 0. , maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini dapat dikatakan berdistribusi normal dan dapat dilakukan uji regresi linier. Tabel 3 Analisis Regresi Linier Berganda Unstandarsized Coefficients t hitung Sig. (Constan. 10,551 0,000 Literasi keuangan (X. 0,268 0,000 Sikap keuangan (X. 0,136 0,000 Digital literacy (X. 0,230 0,000 Hasil pada tabel 3 diatas menggambarkan persamaan analisis regresi yang disajikan sebagai berikut: Y = 10,551 0,268 X1 0,136 X2 0,230 X3 e. Dari hasil diatas, akan dijelaskan dibawah ini: = 10,551 Nilai konstanta sebesar 10,551 menggambarkan saat setiap faktor independen memperoleh nilai nol, faktor dependen memperoleh nilai sebesar 10,551 1 = 0,268 Apabila variabel independen literasi keuangan mengalami peningkatan sebesar satu, sedangkan sikap keuangan dan digital literacy diasumsikan tetap, sehingga menyebabkan kenaikan perilaku keuangan sebesar 0,268 2 = 0,136 Apabila variabel independen sikap keuangan mengalami peningkatan sebesar satu, sedangkan digital literacy dan literasi keuangan diasumsikan tetap, sehingga menyebabkan kenaikan perilaku keuangan sebesar 0,136 3 = 0,230 Apabila variabel independen digital literacy mengalami peningkatan sebesar satu, sedangkan literasi keuangan dan sikap keuangan diasumsikan tetap, sehingga menyebabkan kenaikan perilaku keuangan sebesar 0,230 Tabel 4 Output Uji Hipotesis Secara Parsial Model Sig Constant Literasi keuangan (X. Sikap keuangan (X. Digital literacy (X. Tax and Business Journal Diana Zafira, et al. Pengaruh Literasi Keuangan. Sikap Keuangan. Hal: 66-73 DOI: https://10. 40/jpb. Dependen Variabel: Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil yang tercantum dalam tabel 4, variabel literasi keuangan (X . menunjukan nilai t-hitung . > t-tabel . Sementara itu, analisis dari nilai signifikansi kurang dari 0,05 . lpha 5%) yakni . Hasil itu menandakan variabel independen literasi keuangan secara individu berkontribusi positif juga signifikan terhadap variabel dependen perilaku keuangan pelaku UMKM, sehingga hipotesis pertama dapat diterima. Artinya pelaku UMKM yang memiliki literasi keuangan yang baik atas dasar dasar keuangan seperti mengetahui cara untuk membuat laporan keuangan maupun mengetahui cara berinvestasi atau menabung, akan membantu pelaku UMKM dalam menyelesaikan masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta pelaku UMKM tersebut juga akan memiliki rencana keuangan yang tepat dan dapat menghindari hutang yang tidak produktif, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irvan Fahrizal . Fadilah & Purwanto . dan Anisyah, dkk . yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM. Hal tersebut memperkuat temuan bahwa perilaku keuangan juga dipengaruhi oleh literasi keuangan secara sebagian. Pada variabel independen sikap keuangan menunjukan nilai t-hitung . > ttabel . Sementara itu, analisis dari nilai signifikansi kurang dari 0,05 . lpha 5%) yakni . Hasil itu menandakan variabel independen sikap keuangan secara terpisah atau individu berkontribusi positif juga signifikan terhadap variabel dependen yaitu perilaku keuangan, sehingga hipotesis kedua dapat diterima. Artinya semakin tinggi sikap keuangan yang dimiliki oleh pelaku UMKM semakin baik pula perilaku keuangan para pelaku UMKM tersebut yang dapat dilihat dari pengambilan keputusan dalam mengontrol diri terhadap pengeluaran keuangan dan dapat mengelola keuangan dengan baik. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusumawati, dkk . , yusufina, dkk . dan iklima khumaira . yang menyatakan bahwa sikap keuangan berpengaruh terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM, sehingga hal tersebut memperkuat penelitian ini, bahwa perilaku keuangan juga dipengaruhi oleh sikap keuangan. Dari variabel independen digital literacy, menunjukan nilai t-hitung . > ttabel . Sementara itu, analisis dari nilai signifikansi kurang dari 0,05 . lpha 5%) yakni . Hasil itu menandakan variabel independen digital literacy secara terpisah atau individu berkontribusi positif dan signifikan terhadap variabel dependen yakni perilaku keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Secanggang, sehingga hipotesis ketiga dapat diterima. Artinya pelaku UMKM yang memiliki digital literacy yang baik, maka pelaku UMKM tersebut dapat mengakses informasi keuangan secara digital serta serta pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk melacak pengeluaran dan tabungannya, sehingga digital literacy menjadi hal penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kinerja pada usahanya. Hasil ini sejalan dengan penelitian Putri, dkk . , dan Ardhia, dkk . yang menyatakan bahwa digital literacy berpengaruh terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM. Hal tersebut memperkuat penelitian yaitu perilaku keuangan juga dipengaruhi oleh digital literacy secara sebagian. Tabel 5 Output Uji Hipotesis Secara Simultan Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 5 diatas. F hitung . menunjukan nilai yang lebih tinggi daripada nilai F tabel . Uji secara bersama dapat dilihat dari nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 . lpha 5%) yakni . Hasil tersebut menunjukan bahwa perilaku keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Secanggang , secara bersamaan dan signifikan dipengaruhi oleh literasi keuangan, sikap keuangan dan digital literacy. Dengan demikian hipotesis (H. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Afrida, dkk . dan Rosa, dkk . yang menyatakan bahwa literasi keuangan, sikap keuangan dan digital literacy berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Afrida, dkk . dan Rosa, dkk . yang menyatakan bahwa literasi keuangan, sikap keuangan dan digital literacy berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM. Tabel 6 Output Uji R Square Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Hasil pada tabel 6 menunjukan nilai dari Adjusted R Square (R. 76,3% . , sehingga menunjukan variabel dependen secara bersamaan dipengaruhi oleh variabel independen sebesar 76,3%, sedangkan sisa 23,7% merupakan factor lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini contohnya pendapatan dan bantuan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengaruh dari literasi keuangan, sikap keuangan dan digital literacy terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Secanggang. Disimpulkan bahwa perilaku keuangan secara signifikan dipengaruhi oleh variabel independen yakni literasi keuangan, sikap keuangan dan digital literacy, yang dibuktikan dengan hasil t hitung masing Ae masing . , . , dan . lebih besar dari t tabel yaitu . , dan berdasarkan nilai signifikansi yaitu tidak lebih besar dari 0,05. Secara simultan, variabel dependen tersebut secara signifikan dipengaruhi oleh variabel independen, dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 136. 031 yang menunjukan diatas nilai F tabel sebesar 2. 68 dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Ini berarti pelaku UMKM dan pemerintah perlu memperhatikan faktor literasi keuangan, sikap keuangan dan digital literacy untuk meningkatkan perilaku keuangan sehingga pelaku UMKM dapat memiliki kinerja usaha yang lebih baik lagi kedepannya, sementara untuk peneliti selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain untuk Tax and Business Journal Diana Zafira, et al. Pengaruh Literasi Keuangan. Sikap Keuangan. Hal: 66-73 DOI: https://10. 40/jpb. memperoleh hasil yang lebih bervariatif dan untuk mengetahui factor lainnya yang dapat memengaruhi perilaku keuangan. DAFTAR PUSTAKA