PADMA LIBERTY : Jurnal Pengabdian Masyarakat https://journal. muc-consultindo. com/index. php/padma-liberty ISSN: 3063 Ae 7392 . Mitra Utama Consultindo - MUC Volume 01. Nomor 02. Januari 2025. Hal. 78 - 91 Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan Introduction to Physical Activities and Health Education to Build a Healthy and Knowledgeable Generation at SDN Nanggungan. Ganes Tegar Derana1*. Maulana Rizky Pramono2. Rika Dianita3. Muhammad Wafiudin Zaki4. 1 Ganes Tegar Terana *. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Kahuripan Kediri. Indonesia. 2Maulana Rizky Pramono. Fakultas Peternakan. Universitas Kahuripan Kediri. Indonesia. 3Rika Dianita. Fakultas Kerguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Kahuripan Kediri. Indonesia. 4Muhammad Wafiudin Zaki. Fakultas Kediri. Indonesia. Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Universitas Kahuripan *Email Penulis Korespondensi : ganes1897@kahuripan. INFO ARTIKEL: Riwayat Artikel: Dikirim: 14-11-2024 Direview: 21-11-2024 Diterima: 27-12-2024 Diterbitkan: 30-01-2025 Article History: Received: 14-11-2024 Reviewed: 21-11-2024 Accepted: 27-12-2024 Published: 30-01-2025 Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN Nanggungan untuk mengatasi kebutuhan akan aktivitas fisik dan edukasi kesehatan di kalangan Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong gaya hidup sehat dan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan pribadi dan kesejahteraan. Metode yang digunakan melibatkan sesi interaktif, termasuk latihan fisik dan lokakarya edukasi yang disesuaikan dengan kelompok usia siswa. Hasilnya, para siswa menunjukkan peningkatan kesadaran akan kebiasaan sehat dan secara aktif berpartisipasi dalam aktivitas fisik. Hasil ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pendidikan fisik dan kesehatan ke dalam kurikulum sekolah untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan Kata kunci: edukasi kesehatan. aktivitas fisik. pengabdian masyarakat. kesehatan siswa. Abstract: This community service activity was conducted at SDN Nanggungan to address the need for physical activity and health education among students. The purpose of the program was to promote a healthier lifestyle and increase knowledge about personal health and well-being. The method involved interactive sessions, including physical exercises and educational workshops, tailored to the students' age group. As a result, the students showed improved awareness of healthy habits and actively participated in physical activities. The outcome emphasizes the importance of integrating physical and health education into the school curriculum to foster a healthier and more knowledgeable generation. Keywords: health education. physical activity. community service. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Kesehatan adalah kondisi di mana seseorang tidak mengalami keluhan, merasa fisiknya dalam keadaan baik, dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lancar tanpa rasa sakit. Tubuh yang bugar memungkinkan kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik, tanpa mengalami masalah fisik. Ketika seseorang sehat, segala aspek kehidupan dapat dilaksanakan dengan Kesehatan yang baik mencakup tidak hanya aspek fisik, seperti bebas dari penyakit, tetapi juga kesejahteraan mental, emosional, dan pikiran. Mencapai kesehatan yang optimal memerlukan usaha yang konsisten, termasuk olahraga rutin, pola hidup sehat, dan konsumsi makanan bergizi dan seimbang. (Oktavia et , 2. Literasi fisik dipahami sebagai dasar penting bagi individu, yang membantu mereka dalam berbagai aktivitas kehidupan dan upaya mencapai performa yang Individu dengan literasi fisik yang baik cenderung tetap aktif sepanjang hidup, bergerak dengan percaya diri, dan memiliki keterampilan yang memadai. (Wibowo & Susongko, 2. Untuk meningkatkan aktivitas fisik pada anak, pendekatan literasi fisik dapat diterapkan. Literasi fisik, yang mencakup aktivitas bermain, berperan penting dalam mendukung perkembangan motorik anak usia sekolah dan memperkaya variasi gerakan tubuh mereka. Sekolah memiliki peran krusial dalam memfasilitasi literasi fisik melalui pendidikan jasmani dan program melibatkan masyarakat untuk mempromosikan aktivitas fisik. (Rosiana et al. Gaya hidup kurang aktif secara fisik merujuk pada pola hidup di mana seseorang jarang atau bahkan tidak melakukan aktivitas fisik yang memadai. Fenomena ini sering muncul di era modern, di mana kemajuan teknologi, termasuk penggunaan perangkat elektronik, komputer, dan hiburan digital, membuat orang lebih sering duduk atau berada dalam posisi diam. Anak-anak usia 10-12 tahun, khususnya siswa sekolah dasar, berada pada tahap perkembangan yang sangat penting, di mana mereka mengalami pertumbuhan yang cepat. Masa ini adalah periode krusial untuk membentuk kebiasaan hidup Nama Penulis Derana et al. Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan PADMA LIBERTY: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume 01. Nomor 02. Januari 2025. Hal. 78 - 91 sehat (Mappanyukki1 et al. , 2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mencakup tindakan yang berkaitan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan kesehatan diri serta membantu anggota keluarga dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Praktik ini berlaku di berbagai lingkungan, seperti sekolah, rumah, dan masyarakat (Wahyudi et al. , 2. Pola hidup sehat meliputi tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, pola makan yang baik, dan tidur yang teratur, tetapi juga memahami pentingnya pendidikan jasmani sebagai komponen utama dalam pembelajaran tentang aktivitas fisik. Pendidikan jasmani berkontribusi pada pengembangan imunitas mental peserta didik dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekitar (Wahyudi et al. , 2. (Agustus & Sehat, 2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan manifestasi dari gaya hidup sehat yang diterapkan dalam individu, keluarga, dan masyarakat. PHBS berfungsi untuk memperbaiki kualitas hidup dan melindungi kesehatan fisik, mental, spiritual, serta sosial. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. (Subagyo et al. Kebugaran jasmani dan status gizi adalah dua faktor krusial yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama selama masa sekolah dasar. Pada tahap ini, anak-anak berada dalam periode kritis di mana kebutuhan akan nutrisi yang tepat dan aktivitas fisik yang cukup sangat penting untuk mendukung proses belajar, perkembangan fisik, serta pertumbuhan mental dan sosial (Uce, 2. Namun, penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa sekolah dasar masih menghadapi masalah terkait kebugaran jasmani dan gizi, seperti kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan makan yang tidak sehat, dan pemahaman yang kurang tentang pentingnya gizi seimbang. Masalah ini sering kali berkontribusi pada kesehatan yang buruk, termasuk obesitas, malnutrisi, dan penurunan performa akademis (Nurliana et al. , 2. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran mengenai kebugaran jasmani dan status gizi di kalangan siswa sekolah dasar sangatlah penting. (Burhanuddin et al. , 2. Mengajarkan gaya hidup sehat kepada siswa adalah tantangan yang signifikan, namun membangun kebiasaan sehat sejak dini merupakan langkah penting untuk membantu mereka memahami nilai kesehatan. Proses ini dimulai dengan meningkatkan kesadaran individu tentang pentingnya gaya hidup sehat, sehingga siswa akan menerapkannya secara mandiri tanpa paksaan. Upaya ini harus dilakukan secara konsisten baik di sekolah maupun di rumah, mengingat bahwa gaya hidup sehat merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, kenyataannya, siswa di kelas 4, 5, dan 6 SD masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip gaya hidup sehat. (Mei et al. , 2. Literasi ilmu olahraga sangat penting bagi mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar, karena hal ini membantu mereka memahami relevansi ilmu olahraga dalam konteks pendidikan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep pembelajaran olahraga yang lebih efektif dan menarik bagi siswa. Selain itu, pemahaman ini juga memungkinkan mereka untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif di kalangan siswa mereka. (Guru et al. , 2. Masa anak-anak adalah periode di mana mereka sangat aktif, termasuk dalam melakukan aktivitas olahraga. Salah satu faktor penting yang mendukung aktivitas fisik anak adalah kemampuan motorik kasar (Anisah et al. , 2020. Samodra et al. , 2. , yang berkontribusi pada manfaat kesehatan selama masa kanak-kanak dan remaja (Aguiar et al. , 2. Perkembangan motorik adalah perubahan bertahap dalam pola gerak sepanjang kehidupan (Gallahue et al. Selama tahap pembelajaran, anak-anak mengasah keterampilan untuk mengoordinasikan gerakan anggota tubuh mereka (Farida, 2. (Sudirjo & Sudrazat, 2. Literasi jasmani atau physical literacy adalah kemampuan untuk bergerak dengan percaya diri dalam aktivitas fisik, memilih gaya hidup sehat, dan menguasai berbagai keterampilan olahraga di sekolah, rumah, serta komunitas lainnya. Margaret Whitehead adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan konsep ini, di mana ia memperluas UNESCO menggunakan dimensi tubuh manusia dalam berbagai situasi dan konteks. Menurut Higgs et al. , literasi fisik mencakup motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, serta pengetahuan untuk terlibat dalam aktivitas fisik sepanjang hidup. Sejak Nama Penulis Derana et al. Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan PADMA LIBERTY: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume 01. Nomor 02. Januari 2025. Hal. 78 - 91 diperkenalkan pada awal abad ke-21, literasi fisik telah menjadi topik penting di bidang pendidikan jasmani dan kesehatan. The International Physical Literacy Association . mendefinisikannya sebagai kombinasi dari motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan, dan pemahaman yang memungkinkan seseorang untuk aktif secara fisik sepanjang hidup. Literasi fisik merupakan fondasi penting bagi individu dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mencapai keunggulan kinerja, dengan individu yang memiliki literasi fisik yang baik cenderung lebih aktif dan percaya diri sepanjang (Wibowo & Susongko, 2. Indonesia, sebagai negara berkembang, tengah menghadapi masalah gizi ganda, yaitu adanya masalah gizi kurang yang belum teratasi bersamaan dengan kemunculan masalah gizi lebih. Berat badan berlebih . dan obesitas adalah kondisi di mana terdapat ketidakseimbangan antara jumlah energi yang dikonsumsi dan yang dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun kegemukan dan obesitas sering terjadi pada orang dewasa, masalah ini juga dapat terjadi pada anak-anak usia sekolah. (Ermona & Wirjatmadi, 2. Dengan kemajuan teknologi, penggunaan video sebagai alat untuk edukasi Video keunggulan dalam menyajikan visualisasi yang jelas, sehingga mempermudah pemahaman dan penyerapan informasi. Sebagai media audio-visual, video meningkatkan hasil belajar dalam hal mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan menghubungkan berbagai fakta. (September et al. , 2. Pendidikan kesehatan bertujuan untuk mengubah perilaku siswa dari yang tidak sehat menjadi lebih sehat dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri mereka sendiri. Pendidikan ini dimulai dari hal-hal kecil, karena tindakan kecil dapat berkembang menjadi kebiasaan yang lebih besar. Misalnya, perilaku kebersihan pribadi yang sering diabaikan oleh siswa, seperti tidak mencuci tangan sebelum dan setelah makan, jarang menggosok gigi, membiarkan kuku tumbuh panjang dan kotor, serta kurang menjaga kerapihan rambut dan pakaian, termasuk dalam kategori hal-hal kecil. , 2. Dengan adanya hal tersebut, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi kesehatan dan pengenalan fisik pada SDN Nanggungan dan warga Dusun Sumur. Kecamatan Kayen Kidul. Kabupaten Kediri. Adapun permasalahan yang saat ini dihadapi oleh siswa-siswi SDN Nanggungan dan warga Dusun Sumur adalah kurangnya fasilitas yang ada di tempat, minimnya pengetahuan tentang kesehatan dan aktifitas fisik. METODE PELAKSANAAN Untuk mencapai keberhasilan tujuan kegiatan ini, diperlukan metode yang efektif. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik dan kesehatan, serta membantu mereka memahami dan mengadopsi gaya hidup sehat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini agar mereka siap menghadapi tantangan di jenjang sekolah berikutnya. Maka dari itu, metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah " Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan Membangun Generasi Sehat Berpengetahuan SDN Nanggungan. " Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh siswa/siswi SDN Nanggungan, khususnya Siswa Kelas 1 yang berjumlah 17 dan Siswa Kelas 2 yang berjumlah 17. Pelaksanaan Kegiatan Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut . Tahap Persiapan . Identifikasi Kebutuhan Mengidentifikasi kebutuhan siswa SDN Nanggungan terkait pengetahuan tentang kesehatan dan aktivitas fisik. Hal ini dilakukan melalui diskusi dengan guru dan observasi awal terhadap aktivitas siswa. Penyusunan Materi Menyusun materi edukasi kesehatan dan panduan aktivitas fisik yang akan disampaikan kepada siswa. Materi ini dirancang agar mudah dipahami oleh siswa kelas 1 dan kelas 2. Koordinasi dengan Pihak Sekolah Melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan dan memastikan partisipasi penuh dari siswa dan guru. Persiapan Alat dan Media Menyiapkan alat dan media yang akan digunakan, seperti poster edukasi, alat peraga, serta materi presentasi dan video yang mendukung kegiatan. Tahap Pelaksanaan . Penyuluhan dan Edukasi Sesi penyuluhan dimulai dengan memberikan Nama Penulis Derana et al. Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan PADMA LIBERTY: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume 01. Nomor 02. Januari 2025. Hal. 78 - 91 aktivitas fisik secara rutin. Siswa diberikan informasi mengenai manfaat olahraga, pola makan sehat, dan kebersihan diri. Demonstrasi Aktivitas Fisik Dilakukan demonstrasi berbagai jenis aktivitas fisik yang sederhana dan menyenangkan, seperti senam pagi, permainan aktif, dan latihan gerakan dasar. Siswa diajak untuk ikut serta secara langsung dalam aktivitas ini. Diskusi dan Tanya Jawab: Sesi tanya jawab diadakan setelah kegiatan fisik untuk memberikan kesempatan kepada siswa bertanya dan mendiskusikan apa yang telah mereka pelajari. Evaluasi dan Refleksi Sesi akhir berupa evaluasi untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan, serta refleksi tentang Hasil memberikan umpan balik kepada siswa dan pihak sekolah. Adapun kegiatan fisik antara lain: Rencana dan Teknik Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan senam sehat bersama warga Dusun Sumur Senam adalah olahraga yang melibatkan beberapa gerakan tubuh yang membutuhkan kecepatan, kekuatan, serta keserasian gerak fisik. Senam juga dapat melatih tubuh dengan melakukan gerakan tertentu secara sengaja, sadar dan terencana, serta dilakukan secara sistematis. Adapun manfaat spesifik dari mengembangkan keterampilan serta menanamkan nilai mental spiritual kepada individu yang melakukannya. Senam juga membuat tali silaturohmi antar masyarakat yang lebih erat. Senam biasanya juga digunakan orang untuk relaksasi atau menenangkan pikiran. Tabel 1 kegiatan senam sehat. Hari/Tgl Waktu Minggu, 11 Agustus 2024 Minggu, 18 Agustus 2024 Tempat WIB Senam ceria pagi hari mahawiswi KKN Sound system, microphone, oler WIB Senam ceria pagi hari mahasiswi KKN Sound system, microphone, oler b. Permainan Tradisional Olahraga Lompat Tali (Skippin. SDN Nanggungan. Kayen Kidul Pada masa sekarang gadget adalah suatu hal yang marak di tengah Hampir setiap orang menggunakan alat komunikasi ini dalam aktivitas sehari-harinya, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Hal yang membuat prihatin adalah apabila alat komunikasi ini menjadikan kecanduan sehingga tidak bisa mengerjakan hal yang lain, terutama pada anak-anak. Padahal sesuai masa tumbuhkembang anak, mereka membutuhkan sosialisasi dengan sesamanya dan menikmati kehidupan sesuai umurnya dengan bermain. Hal inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri untuk mengajarkan anak-anak di sekitar lokasi KKN di Desa Sumur Nanggungan. Kecamatan Kayen Kidul untuk bersosialisasi dan permainan tradisional. Tabel 2 kegiatan olahraga tradisional lompat tali . Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Kelas dibuka dengan ucapan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik. Kelas dilanjutkan dengan doAoa dipimpin oleh salah seorang siswa. Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan Alokasi 2 menit Lokasi SDN Nanggungan Kegiatan penyuluhan kesehatan yang saya lakukan adalah bagian dari program individu dengan sasaran utama anak-anak dan masyarakat Desa Sumur. Nanggungan. Kecamatan Kayen Kidul. Program ini bertujuan untuk kesehatan, dengan fokus pada bagaimana cara hidup sehat serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyuluhan ini, berbagai topik penting dibahas, mulai dari kebersihan pribadi, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan diri, hingga pentingnya pola makan yang sehat dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Selain itu, kami juga menekankan pentingnya olahraga dan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh. Penyuluhan ini tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga melalui berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan peserta secara Nama Penulis Derana et al. Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan PADMA LIBERTY: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume 01. Nomor 02. Januari 2025. Hal. 78 - 91 langsung, seperti demonstrasi cara mencuci tangan yang benar dan sesi tanya jawab mengenai mitos dan fakta seputar kesehatan. Kami juga membagikan materi edukasi berupa pamflet dan poster yang dapat dipajang di rumah atau sekolah sebagai pengingat. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah untuk anak-anak mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Kami berharap, dengan pengetahuan yang didapatkan dari penyuluhan ini, masyarakat Desa Sumur dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk lebih berpartisipasi dalam program-program kesehatan lainnya di masa mendatang. Tabel 3 penyelenggaraan penyuluhan kesehatan. Kegiatan Penyuluhan kesehatan bagi Deskripsi kegiatan Mahasiswa KKN melaksanakan sosialisasi kepada warga Cara penyimpanan obat yang baik dan benar. Pengetahuan jenis-jenis Informasi penyakit diare bagi anak-anak. Pengobatan penyakit Informasi jajanan sehat dan pentingnya vitamin bagi anak-anak. Tempat Posko KKN Dusun Sumur rt rw Alokasi waktu WIB HASIL KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan di SDN Nanggungan, yang berlangsung dari tanggal 1 Agustus hingga 5 Agustus, menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap siswa-siswi yang terlibat. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan dan aktivitas fisik. Hasil dari kegiatan ini dapat dirinci dalam beberapa aspek utama, yaitu peningkatan kesadaran kesehatan, perubahan perilaku, respon dari siswa dan guru, serta evaluasi hasil kegiatan. Peningkatan Kesadaran Kesehatan: Peningkatan Kesadaran Kesehatan Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai kesehatan dan aktivitas fisik telah meningkat secara Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator berikut: Pemahaman Materi: Setelah sesi penyuluhan dan pelatihan, banyak siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Melalui metode penyuluhan yang melibatkan presentasi visual dan diskusi interaktif, siswa mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai pola makan sehat, manfaat aktivitas fisik, dan kebersihan diri. Evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dapat menjelaskan dengan baik manfaat dari berolahraga secara teratur dan memilih makanan sehat. Antusiasme Terhadap Aktivitas Fisik: Selama menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berpartisipasi dalam aktivitas Sesi demonstrasi senam dan permainan aktif yang diselenggarakan berhasil menarik perhatian siswa. Tingkat partisipasi yang mencapai 100% menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami pentingnya aktivitas fisik tetapi juga menikmati pelaksanaannya. Aktivitas ini dirancang untuk bersifat menyenangkan dan melibatkan semua siswa dalam bentuk permainan dan latihan yang sesuai dengan usia mereka. Peningkatan Pengetahuan Kesehatan: Selain itu, siswa juga menerima materi edukasi tentang kebersihan diri dan cara-cara sederhana untuk menjaga kesehatan sehari-hari. Materi ini mencakup kebiasaan seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan gigi, dan cara-cara mencegah penyakit umum. Pengetahuan ini disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, menggunakan alat bantu visual dan kegiatan praktis yang melibatkan siswa secara langsung. Perubahan Perilaku Hasil dari kegiatan ini juga tercermin dalam perubahan perilaku siswa. Beberapa perubahan yang teramati adalah: Kebiasaan Aktivitas Fisik: Banyak siswa melaporkan bahwa mereka mulai rutin melakukan aktivitas fisik setelah mengikuti kegiatan ini. Mereka mengadopsi kebiasaan seperti bermain di luar rumah dan berpartisipasi dalam olahraga ringan secara teratur. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan fisik yang diselenggarakan tidak hanya memberikan pengetahuan Nama Penulis Derana et al. Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan PADMA LIBERTY: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume 01. Nomor 02. Januari 2025. Hal. 78 - 91 tetapi juga memotivasi siswa untuk mengubah kebiasaan mereka menjadi lebih aktif secara fisik. Perubahan Pola Makan: Beberapa siswa juga mengadopsi kebiasaan makan yang lebih sehat setelah menerima edukasi tentang pentingnya pola makan seimbang. Misalnya, siswa mulai memilih makanan yang lebih bergizi, seperti buah-buahan dan sayuran, dan mengurangi konsumsi makanan manis dan minuman bersoda. Perubahan ini tercermin dalam observasi dan laporan yang diterima dari siswa dan orang tua mereka. Kebiasaan Kebersihan Diri: Pengetahuan kebersihan diri juga mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Mereka menjadi lebih sadar tentang pentingnya mencuci tangan sebelum makan, menyikat gigi secara rutin, dan menjaga kebersihan tubuh secara Hal ini menunjukkan bahwa materi edukasi kesehatan yang disampaikan telah memberikan dampak positif pada kebiasaan pribadi Respon Siswa dan Guru Respon dari siswa dan guru juga menunjukkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan: Umpan Balik Positif dari Siswa: Siswa memberikan umpan balik positif mengenai kegiatan yang dilakukan. Mereka merasa senang dengan cara belajar yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan fisik yang dilakukan dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan dan berbeda dari rutinitas sehari-hari mereka. Banyak siswa melaporkan bahwa mereka merasa lebih energik dan termotivasi untuk menjaga kesehatan setelah mengikuti kegiatan ini. Kepuasan Guru: Guru-guru di SDN Nanggungan juga memberikan umpan balik positif mengenai pelaksanaan kegiatan ini. Mereka mengapresiasi pendekatan yang digunakan dalam penyuluhan dan pelatihan, serta melaporkan bahwa siswa menunjukkan peningkatan minat dan perhatian Beberapa mengadakan sesi lanjutan atau kegiatan serupa di masa depan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan siswa. Saran Perbaikan: Meskipun umpan balik umumnya beberapa saran untuk perbaikan juga diterima. Beberapa guru dan siswa mengusulkan agar kegiatan ini dilakukan secara berkala dan tidak hanya sebagai acara satu kali. Mereka juga menyarankan untuk menambahkan materi tambahan yang lebih mendalam tentang kesehatan mental dan manajemen stres, serta menyediakan lebih banyak waktu untuk diskusi dan tanya jawab. Evaluasi Hasil Kegiatan Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan bahwa tujuan utama program tercapai dengan baik: Peningkatan Kesehatan Fisik dan Mental: Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan fisik dan mental siswa. Aktivitas fisik yang dilakukan selama kegiatan membantu siswa merasa lebih segar dan Peningkatan pemahaman tentang pentingnya kesehatan juga berpotensi mengurangi risiko penyakit dan masalah kesehatan di masa C Dukungan Pihak Sekolah: Keterlibatan pihak sekolah dalam mendukung kegiatan ini sangat baik. Dukungan dari guru dan staf sekolah membantu memastikan keberhasilan kegiatan dan penerimaan positif dari siswa. Pihak sekolah juga berkomitmen untuk melanjutkan program serupa di masa depan sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Rekomendasi untuk Kegiatan Mendatang: Berdasarkan hasil evaluasi, disarankan untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan ini dengan menambahkan materi tambahan dan melibatkan lebih banyak siswa dari kelas lain. Penyusunan program yang lebih terstruktur dan penambahan sesi lanjutan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa. Secara keseluruhan, kegiatan Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan di SDN Nanggungan berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu membangun generasi yang lebih sehat dan berpengetahuan. Evaluasi dan umpan balik yang diterima akan digunakan untuk perbaikan dan pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas sekolah. Nama Penulis Derana et al. Pengenalan Kegiatan Fisik dan Edukasi Kesehatan untuk Membangun Generasi Sehat dan Berpengetahuan di SDN Nanggungan PADMA LIBERTY: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume 01. Nomor 02. Januari 2025. Hal. 78 - 91 SIMPULAN Kegiatan Pengenalan Kegiatan Fisik Edukasi Kesehatan dilaksanakan di SDN Nanggungan dari tanggal 1 hingga 5 Agustus telah berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya kesehatan dan aktivitas fisik. Melalui berbagai tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi, kegiatan ini telah menunjukkan dampak positif yang signifikan. Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pola makan sehat, manfaat olahraga, dan kebersihan diri. Antusiasme mereka terhadap aktivitas fisik yang disajikan juga sangat tinggi, yang tercermin dari tingkat partisipasi yang mencapai 100%. Perubahan perilaku siswa, seperti adopsi kebiasaan aktivitas fisik yang lebih rutin dan pola makan yang lebih sehat, menandakan bahwa kegiatan ini berhasil tidak hanya dalam memberikan pengetahuan tetapi juga dalam memotivasi siswa untuk menerapkan gaya hidup sehat. Umpan balik positif dari siswa dan guru menunjukkan bahwa kegiatan ini diterima dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan, seperti menambahkan materi kesehatan mental dan manajemen stres, serta melibatkan lebih banyak siswa dari kelas lain dalam kegiatan mendatang. Dukungan dari pihak sekolah sangat berperan penting dalam keberhasilan kegiatan ini dan mereka menunjukkan komitmen untuk melanjutkan program serupa di masa depan. Secara Rekomendasi pengembangan kegiatan di masa depan meliputi penambahan materi yang lebih mendalam dan struktur program yang lebih terencana untuk meningkatkan efektivitas dan manfaat kegiatan. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari program edukasi kesehatan ini terhadap perilaku dan kesejahteraan siswa. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa syukur, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan pengabdian ini, khususnya kepada staf sekolah yang telah memberikan izin, siswa/i SDN Nangungan yang berpartisipasi, rekan-rekan KKN menyelenggarakan acara KKN ini. REFERENSI