Oxygenius Vol. No. 1: 56-63 ISSN 2686-4649 37033/ojce. Pengembangan Buku Digital Berbasis Multiple Representasi Pada Materi Ikatan Kimia Sebagai Sumber Belajar Berbasis Digital Siswa SMA Kelas X Desire Atna Sridanty Rumondora. Jakub Saddam Akbara*. Dian Herlinda Octorina Howanb. Djakariahc. Ayu Febrianti Akbarc a Pendidikan Kimia. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Minahasa, 95618. Indonesia b Ilmu Kimia. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Minahasa, 95618. Indonesia c Pendidikan Sejarah. Universitas Negeri Cendana. Kupang. Indonesia INFO ARTIKEL Diterima 30 September 2025 Disetujui 31 Oktober 2025 Key word: Digital books. Chemical Bonding, multiple Development. Learning Resources Kata kunci: Media Pembelajaran. Web Wordwall. Hasil Pembelajaran. Termokimia ABSTRACT This study aims to develop a digital textbook based on multiple representations on chemical bonding as a digital learning resource for 10th-grade high school students. Product development was conducted using the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. Product validation involved media experts, material experts, and field trials with students using a Likert scale questionnaire instrument of 1Ae5. The assessment results showed that the digital textbook received a "Very Good" category from media experts . 23%), material experts . 20%), and student responses . 35%). This digital textbook integrates three levels of chemical representation: macroscopic . eal phenomen. , microscopic . article structure. , and symbolic . hemical equation. through interactive features such as molecular animations, simulations, explanatory videos, and evaluation quizzes. The product meets the standards of the Independent Curriculum, has an intuitive user interface, and can be accessed across multiple devices. In conclusion, this digital textbook based on multiple representations is suitable for use as a digital learning resource for 10thgrade high school students on chemical bonding. ABSTRAK *e-mail: jakubakbar@unima. Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia sebagai sumber belajar digital untuk siswa SMA kelas X. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Validasi produk melibatkan ahli media, ahli materi, dan uji coba lapangan kepada siswa menggunakan instrumen angket skala Likert 1Ae5. Hasil penilaian menunjukkan buku digital memperoleh kategori "Sangat Baik" dari ahli media . ,23%), ahli materi . ,20%), dan respon siswa . ,35%). Buku digital ini mengintegrasikan tiga level representasi kimia makroskopik . enomena nyat. , mikroskopik . truktur partike. , dan simbolik . ersamaan kimi. melalui fitur interaktif seperti animasi molekul, simulasi, video penjelasan, dan kuis evaluasi. Produk memenuhi standar Kurikulum Merdeka, memiliki antarmuka pengguna yang intuitif, dan dapat diakses multi-perangkat. Kesimpulannya, buku digital berbasis multiple representasi ini layak digunakan sebagai sumber belajar berbasis digital siswa sma kelas X untuk materi ikatan kimia penanaman nilai, serta pemahaman yang mendalam terhadap berbagai fenomena di sekitar kita. Proses pendidikan bersifat dinamis karena melibatkan beragam aspek yang Pendahuluan Pendidikan tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi atau data, melainkan juga mencakup pembentukan keterampilan, menunjang perkembangan siswa dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik (Pongpalilu et al. , 2. Pendidikan juga berlangsung sepanjang kehidupan kita, sehingga setiap orang memiliki peluang untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan maupun, dan memperluas pengetahuan mereka (Ramli et al. Peran siswa dalam konteks pendidikan abad ke-21 turut mendorong pergeseran paradigma pembelajaran yang menuntut individu untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi (Ariani et al. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merevolusi dunia pendidikan abad ke-21, menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidik dan institusi pendidikan (Akbar et al, 2. Integrasi TIK penerapan model pembelajaran inovatif seperti e-learning, flipped classroom, dan blended learning pembelajaran (Akbar et al, 2. Teknologi memungkinkan pembelajaran tanpa batasan ruang dan waktu, mendorong pendekatan yang berpusat pada siswa dan menumbuhkan kreativitas serta pembelajaran mandiri (Hudaya et al. , 2. Namun, tantangan muncul dalam keterbatasan sarana prasarana, dan perlunya menguasai teknologi terkini (Nisa. Amanda & Pribadi, 2. Kolaborasi antara pendidik dan mewujudkan digitalisasi pembelajaran yang efektif (Nisa. Amanda & Pribadi, 2. Pemanfaatan TIK terbukti dapat mendorong kreativitas siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan (Akbar & Djakariah, 2. Salah satu bidang ilmu yang memiliki tantangan besar dalam pembelajaran adalah Kimia. Kimia merupakan cabang ilmu yang mempelajari struktur, sifat, perubahan zat, serta hukum dan teori yang mendasarinya (Effendy. Sifat Kimia menyulitkan peserta didik dalam memahami konsep-konsepnya, terutama pada topik yang tidak dapat diamati secara langsung. Karakteristik unik Kimia mencakup abstraksi tinggi, progresi konsep dari sederhana ke kompleks, serta kebutuhan akan keterampilan pemecahan masalah. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu memfasilitasi pemahaman konsep secara Salah satu pendekatan yang relevan adalah melalui multiple representasi, makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Pendekatan multiple representasi dalam pembelajaran kimia melibatkan keterkaitan antara tiga level representasi: makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Representasi makroskopik mencakup fenomena nyata yang dapat diamati dan langkah-langkah percobaan (Nurpratami & Helsy 2. Representasi gambar, animasi video, dan teks yang menjelaskan partikel-partikel pada tingkat atom dan molekul (Helsy & Andriyani, 2. Representasi simbolik disajikan dalam bentuk persamaan reaksi kimia dan perhitungan yang relevan (Helsy & Andriyani, 2. Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa bervariasi pada setiap level representasi. Pada materi asam-basa, pemahaman makroskopik tergolong tinggi . ,18%), simbolik cukup . ,21%), namun mikroskopik rendah . ,74%) (Zuhroti. MarfuAoah, & Ibnu, 2. Beberapa penelitian ini menunjukan analisis kemampuan multipel representasi kimia siswa pada berbagai konsep. Safitri. Nursaadah & Wijayanti . menemukan 21,92% mengkoneksikan ketiga level representasi pada konsep laju reaksi, dengan pola interkoneksi dimulai dari representasi makroskopik, simbolik, kemudian submikroskopik. Sari & Helsy . menunjukkan bahwa siswa lebih berhasil merepresentasikan makroskopik ke submikroskopik pada konsep asam-basa, namun mengalami kesulitan pada representasi makroskopik ke simbolik yang melibatkan perhitungan matematis kompleks. Helsy & Andriyani . mengembangkan sebuah bahan ajar untuk materi kesetimbangan kimia representasi melalui wacana kontekstual, visualisasi gambar dan animasi, serta representasi simbolik. Sari & Seprianto . kemampuan representasi makroskopik . %) dan simbolik . %) yang sangat baik, namun representasi submikroskopik lebih rendah . %) karena kesulitan menjelaskan fenomena reaksi melalui gambaran molekul atau ion. Dalam konteks pembelajaran di SMA, materi Ikatan Kimia merupakan salah satu topik penting yang bersifat abstrak dan menuntut keterhubungan antar representasi. Pembelajaran ikatan kimia di SMA menghadapi tantangan signifikan karena materinya bersifat abstrak dan membutuhkan pemahaman keterhubungan antar konsep. Penelitian menunjukkan bahwa siswa sering mengalami miskonsepsi pada topik ikatan kimia yang cukup tinggi (Zulkhairi, 2. Kesulitan ini terkait dengan ketidakmampuan siswa konsep-konsep hubungan antar konsep yang diperlukan untuk (Widiyowati. Untuk permasalahan ini, media pembelajaran inovatif terbukti efektif. Penggunaan media animasi dengan pendekatan submikroskopik yang menggabungkan aspek makro, mikro, dan simbol dapat meningkatkan pemahaman konsep ikatan kimia (Nurlaila, 2. Pemahaman konsep prasyarat seperti struktur atom dan sistem periodik unsur juga berkorelasi signifikan dengan hasil belajar ikatan kimia (Widiyowati, 2. Seiring perkembangan teknologi, buku digital berbasis multiple representasi menjadi salah satu inovasi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar alternatif. Buku digital tidak hanya menyajikan teks dan gambar, tetapi juga dapat dilengkapi dengan animasi, simulasi, maupun visualisasi interaktif yang menghubungkan representasi makroskopik. Dengan memanfaatkan buku digital berbasis multiple representasi, peserta didik tidak hanya mendapatkan penjelasan konseptual, tetapi juga pengalaman belajar yang lebih mendalam melalui visualisasi interaktif. Media ini dapat membantu siswa SMA kelas X dalam memahami ikatan Kimia secara lebih keterampilan berpikir kritis dan pemecahan Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada pengembangan buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan Kimia sebagai sumber belajar digital bagi siswa SMA kelas X, guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman konsep siswa terhadap materi yang bersifat abstrak analysis, . design, . development, pada tahap ini dilakukan uji coba awal yang berupa self evaluation dan expert reviews yang merupakan tahap evaluasi pertama untuk merevisi produk, . implementation, pada tahap ini dilakukan uji lapangan . Data mengenai kelayakan produk buku digital diperoleh dari penilaian respon atau tanggapan siswa dan kemudian dibuat dalam bentuk skor. Data berupa masukan dirangkum dan dijadikan dasar untuk melakukan revisi produk hingga diperoleh produk akhir. Berikut adalah Persentase Kriteria Keidealan Yang dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Persentase Kriteria Keidealan Skor Kategori Sangat Baik Baik 66,67% < X O 80% Sedang 53,5% < X O 66,67% Kurang 40% < X O 53,5% Rentang Skor X > 80 % Sangat X O 40% Kurang (Sumber : Sudjono, 2. Keterangan Layak tanpa revisi Layak tanpa revisi Layak Layak Tidak layak Hasil dan Pembahasan Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan produk berupa buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia sebagai sumber belajar digital untuk siswa SMA kelas X. Pengembangan ini menggunakan model prosedural, yaitu model deskriptif yang menjabarkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk akhir penelitian. Langkah pengembangan adalah analisis kebutuhan dihadapi serta kebutuhan pembelajaran siswa. Analisis kebutuhan ini dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Setelah Metode Metode adalah serangkaian langkah menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan (Kurniawan et al, 2. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam kategori penelitian dan pengembangan, yang merupakan suatu mengembangkan dan menguji validitas produk Model yang diterapkan dalam pengembangan ini adalah model prosedural, yang menggambarkan langkah-langkah atau menciptakan suatu produk tertentu. Model pengembangan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang merupakan singkatan dari analysis, design, development, implementation. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut. buku digital dikembangkan, tahap berikutnya adalah uji ahli. kelayakan media pembelajaran digital secara Aspek pembelajaran memperoleh persentase 86,45% menunjukkan bahwa tampilan visual, tata letak, dan desain antarmuka buku digital dinilai menarik, proporsional, dan sesuai dengan karakteristik siswa SMA. Aspek keberfungsian fitur teknologi memperoleh nilai 83,70%, yang berarti fitur interaktif seperti tombol navigasi, animasi, dan tautan multimedia berfungsi dengan baik serta mudah dioperasikan. Aspek kesesuaian konten dengan konsep . akroskopik, mikroskopik, dan simboli. memperoleh skor tertinggi yaitu 88,15%, menunjukkan bahwa integrasi ketiga level representasi kimia dalam menghubungkan konsep abstrak dengan Selanjutnya, keterpaduan materi dan interaktivitas dalam memperoleh nilai 85,60%, yang menandakan bahwa penyajian materi, aktivitas interaktif, dan ilustrasi mendukung proses pembelajaran yang aktif dan bermakna. Sedangkan penggunaan . mendapatkan skor 87,25%, mengindikasikan bahwa buku digital mudah digunakan, memiliki navigasi yang jelas, serta dapat diakses dengan lancar oleh Selain itu, tampilan antarmuka yang menarik dan responsif turut mendukung kenyamanan pengguna dalam menjelajahi konten pembelajaran. Secara keseluruhan, hasil penilaian ahli media menunjukkan bahwa buku digital berbasis multiple representasi ini layak digunakan sebagai sumber belajar digital bagi siswa SMA kelas X, serta mampu memberikan pengalaman belajar kimia yang interaktif, kontekstual, dan menarik sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selanjutnya, dilakukan penilaian oleh ahli materi sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, khususnya terkait dengan kesesuaian isi buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia. Uji ahli materi ini mencakup aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan kebahasaan, serta aspek kegunaan. Uji Ahli Media dan Ahli Materi Tahap uji ahli media dilakukan untuk menguji kelayakan buku digital yang dikembangkan, baik dari aspek tampilan. Validasi media dilakukan oleh 1 ahli media dengan instrumen berupa angket skala Likert 1Ae5. Skor hasil penilaian dihitung rata-rata kemudian dikategorikan ke dalam kriteria kelayakan sesuai persentase. Hasil uji ahli media dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Tabulasi Penilaian Ahli Media Terhadap Produk Buku Digital No. Aspek Penilaian % Idealitas Kategori Media Tampilan Fisik 86,45 Sangat Media Baik Pembelajaran Keberfungsian 83,70 Sangat Fitur Teknologi Baik Kesesuaian Konten 88,15 Sangat dengan Konsep Baik Multiple Representasi akroskopik, mikroskopik, dan Keterpaduan 85,60 Sangat Materi dan Baik Interaktivitas Mendukung Pemahaman Ikatan Kimia Aspek 87,25 Sangat Kemudahan Baik Penggunaan (Usabilit. Jumlah Skor 86,23 Sangat Baik Berdasarkan hasil penilaian ahli media terhadap buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia, diperoleh skor rata-rata persentase idealitas sebesar 86,23% dengan kategori AuSangat Baik. Ay Hal ini menunjukkan bahwa buku digital yang dikembangkan telah memenuhi kriteria Hasil penilaian ahli materi terhadap produk buku digital dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel Aspek Penilaian Materi Kesesuaian dengan PrinsipPrinsip Kurikulum Merdeka Aspek Teknopedagogik (Integration of Technology. Pedagogy, and Content Knowledg. Aspek Pedagogi Implementasi dalam Kelas Aspek Jumlah Skor dapat diketahui bagian mana dari produk yang dianggap baik oleh siswa dan bagian mana yang masih memerlukan perbaikan, karena tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran yang layak digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar. Hasil uji coba menunjukkan kategori sangat baik dengan persentase ideal 94,35%. Berikut adalah hasil pengembangan buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia sebagai sumber belajar berbasis digital siswa sma kelas X, yang dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Tabulasi Penilaian Ahli Materi Terhadap Produk Buku Digital Kategori Idealitas 84,25 Sangat Baik 85,50 Sangat Baik 80,75 Sangat Baik 90,30 Sangat Baik 85,20 Sangat Baik Hasil penilaian ahli materi terhadap buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia menunjukkan persentase rata-rata 85,20% dengan kategori sangat baik. Hal ini menandakan bahwa isi buku telah sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, terintegrasi dengan pendekatan diimplementasikan dalam pembelajaran kelas. Selain itu, aspek pemahaman konsep memperoleh nilai tertinggi . ,30%), yang menunjukkan bahwa buku digital ini efektif dalam membantu siswa memahami konsep ikatan kimia secara mendalam melalui berbagai level representasi. Buku ini juga dinilai mampu mengaitkan konsep kimia dengan konteks kehidupan nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi siswa. Tahap implementasi adalah uji coba lapangan kepada siswa untuk mengukur kelayakan produk yang Dengan uji coba ini, diharapkan Gambar 1. Tampilan Awal Buku Digital Tampilan awal buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia dirancang dengan antarmuka yang menarik, sederhana, dan mudah digunakan oleh siswa. Pada halaman utama, ditampilkan judul buku, identitas penulis, serta menu navigasi interaktif yang memudahkan pengguna mengakses berbagai bagian seperti materi, latihan, video pembelajaran, dan simulasi interaktif. Warna dan tata letak dipilih dengan kontras yang nyaman di mata untuk menjaga fokus pembaca. Berikut adalah salah satu representasi yang di Tampilkan dalam buku digital yang dapat dilihat pada Gambar 2. mendapat respons sangat baik dari guru dan siswa dengan persentase kelayakan mencapai 98,46%. Wonda et al. menunjukkan bahwa buku digital dapat meningkatkan motivasi belajar siswa hingga 9,74% dengan tingkat keefektifan 60,59%. Alga et al. mengonfirmasi bahwa presentasi interaktif dan video animasi tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memperkaya pengalaman belajar secara keseluruhan, menunjukkan peningkatan hasil belajar dibandingkan metode konvensional. Dari segi kelayakan isi, buku digital ini memenuhi standar kurikulum kimia SMA dan sesuai dengan prinsip-prinsip pedagogik modern, seperti pendekatan konstruktivistik dan pembelajaran berbasis sains. Materi disusun secara sistematis, dimulai dari konsep dasar atom, teori ikatan kimia, hingga jenisjenis ikatan dan sifat senyawa, sehingga memudahkan siswa dalam mengikuti alur Dari aspek kelayakan penyajian, buku digital ini menampilkan antarmuka yang ramah pengguna dan interaktif. Desain visual yang menarik, penggunaan warna yang konsisten, ikon navigasi yang jelas, serta adanya fitur evaluasi mandiri membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu, buku ini dapat diakses melalui perangkat digital seperti laptop, tablet, atau smartphone, sehingga fleksibilitas belajar meningkat. Uji coba penggunaan buku digital berbasis multiple representasi dapat meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep, dan kemampuan memecahkan masalah kimia. Siswa dapat dengan mudah melihat hubungan antara struktur molekul dan sifat senyawa, memahami mengevaluasi diri melalui kuis interaktif. Hasil ini menunjukkan bahwa buku digital bukan hanya sebagai sumber belajar, tetapi juga sebagai alat pembelajaran yang aktif dan Secara pengembangan buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia terbukti efektif sebagai sumber belajar mandiri bagi siswa SMA kelas X. Penggunaan multiple antara konsep abstrak dan fenomena nyata, meningkatkan pemahaman, serta mendukung Gambar 2. Salah Satu Representasi Yang Di Tampilkan Dalam Buku Digital Pengembangan buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia secara visual, simbolik, dan verbal bagi siswa SMA kelas X. Multiple representasi dalam konteks ini mencakup representasi makroskopik . enomena kimia sehari-har. , submikroskopik . truktur atom, molekul, dan ikatan kimi. , dan representasi simbolik . umus kimia, persamaan, dan notas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa buku digital ini mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dibandingkan buku cetak konvensional. Fiturfitur yang terdapat pada buku digital, seperti animasi molekul, simulasi interaktif, kuis evaluasi, dan video penjelasan, mendukung siswa dalam memahami konsep ikatan kimia secara menyeluruh. Dengan adanya berbagai representasi, siswa dapat menghubungkan konsep abstrak dengan fenomena nyata sehingga pemahaman mereka menjadi lebih Hal ini sejalan dengan penelitian Wijayanti et al. yang mengembangkan ebook interaktif pada materi kesetimbangan kimia berbasis representasi kimia dan Effendy . Ilmu Kimia Untuk Peserta didik SMA Dan MA. Malang: Academic Publishing Indonesian. Helsy. Andriyani, . Pengembangan bahan ajar pada materi multipel representasi kimia. JTK (Jurnal Tadris Kimiy. , 2. , 104-108. Hudaya. Zakiah. , & Fahira. Tantangan profesional guru di era Cemara Education and Science, 2. Kurniawan et al. , 2023. Teknik Penulisan Karya Ilmiah: Cara Membuat Karya Ilmiah Yang Baik Dan Benar. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia. Nisa. Amanda. , & Pribadi. Kolaborasi pendidik dan peserta didik dalam mewujudkan digitalisasi dan pembelajaran abad 21. Jurnal Basicedu, 7. , 1433-1445. Nurlaila. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media Animasi dengan Pendekatan Submikroskopik Pada Pembelajaran Ikatan Kimia di Kelas X IPA. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 1. Nurpratami. Farida. , & Helsy. Pengembangan Bahan Ajar pada Materi Laju Reaksi Berorientasi Multipel Representasi Kimia. Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains, 353. Pongpalilu et al, . Perkembangan Peserta Didik: Teori & Konsep Perkembangan Peserta Didik Era Society 5. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Ramli. Akhmad. Rahmadani Putri. Eliza Trimadona. Ayuliamita Abadi. Yolla Ramadani. Andi Muh Akbar Saputra. Pebrina Pirmani. Nurhasanah Nurhasanah. Iin Nirwana, and Khotimah Mahmudah. Landasan Pendidikan: Teori Dan Konsep Dasar Landasan Pendidikan Era Industri 4. 0 Dan Society 5. Di Indonesia. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Safitri. Nursaadah. , & Wijayanti. Analisis multipel representasi kimia siswa pada konsep laju reaksi. EduChemia: Jurnal Kimia dan Pendidikan, 4. , 1-12. Sari. , & Helsy. Analisis kemampuan tiga level representasi siswa pada konsep asam-basa menggunakan kerangka DAC . efinition, algorithmic. JTK (Jurnal Tadris Kimiy. , 3. , 158-170. Sari. , & Seprianto. Analisis pembelajaran kimia yang lebih kreatif dan Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengembangan buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia sebagai sumber belajar digital untuk siswa SMA kelas X, dapat disimpulkan bahwa: Buku digital berbasis multiple representasi yang dikembangkan telah terbukti layak digunakan sebagai sumber belajar, dengan hasil penilaian ahli media sebesar 86,23% . ategori sangat bai. , ahli materi sebesar 85,20% . ategori sangat bai. , dan respon siswa sebesar 94,35% . ategori sangat bai. Produk ini berhasil mengintegrasikan tiga level representasi kimia . akroskopik, submikroskopik, dan simboli. melalui fitur-fitur interaktif seperti animasi molekul, simulasi, video penjelasan, dan kuis evaluasi yang membantu siswa memahami konsep ikatan kimia yang abstrak. Dengan demikian, buku digital berbasis multiple representasi pada materi ikatan kimia ini merupakan inovasi pembelajaran yang relevan untuk pendidikan abad ke-21 dan dapat menjadi alternatif sumber belajar yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kimia di SMA. Daftar Pustaka