MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia Muhammad Heriyudanta Institut Agama Islam Negeri Ponorogo yudanta10@gmail. Abstract: The purpose of this study, first, is to find out and analyze moderate Islamic values. Second, to find out and analyze how moderate Islamic values are internalized in Indonesian Islamic educational process. This type of research is library research. The data is taken from various sources of scientific literature such as books, journals, and various types of scientific papers that are relevant to research studies. While his approach uses a philosophical The data collection technique used documentation techniques, then analyzed using content analysis method. The results of this study are. First, moderate Islamic values include tawassuth, tawazun, i'tidal, tasamuh, musawah, shura, islah, awlawiyah, qudwah, tahadur, and so on. Second, the insertion of moderate Islamic values in Indonesian educational institutions is carried out by building a moderate educational environment by presenting moderate teachers and educational staff. In addition, the second insertion of moderate Islamic values can be carried out through the Islamic education curriculum which is a reference in the daily learning process within Islamic educational institutions. For example, inserting moderate Islamic values through learning objectives, learning materials, learning methods, learning media, and learning evaluation. Keywords: Internalisation. Moderate Islamic Values. Islamic Education Abstrak: Tujuan penelitian ini, pertama, untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai Islam Kedua, untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam moderat diinternalisasikan dalam proses pendidikan Islam di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data diambil dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan berbagai jenis karya ilmiah yang relevan dengan kajian penelitian. Sedangkan pendekatannya menggunakan pendekatan filosofis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini adalah. Pertama, nilai-nilai Islam moderat meliputi tawassuth, tawazun, i'tidal, tasamuh, musawah, syura, islah, awlawiyah, qudwah, tahadur, dan sebagainya. Kedua, penyisipan nilainilai Islam moderat dalam lembaga pendidikan Indonesia dilakukan dengan membangun lingkungan pendidikan moderat dengan menghadirkan guru dan tenaga kependidikan yang Selain itu, penyisipan nilai-nilai Islam moderat yang kedua dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan Islam yang menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehari-hari di lingkungan lembaga pendidikan Islam. Misalnya memasukkan nilai-nilai Islam moderat MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 melalui tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Kata kunci: Internalisasi. Nilai-Nilai Islam Moderat. Pendidikan Islam PENDAHULUAN Salah satu masalah besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah intoleransi beragama yang berujung pada radikalisme. 1 Radikalisme agama adalah pandangan dan sikap keagamaan yang keras, selalu merasa paling benar dalam beragama, dan menyalahkan orang lain yang jalan agamanya tidak sama dengannya. 2 Diakui atau tidak, radikalisme kini telah masuk dan meracuni ideologi sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari maraknya fenomena terorisme yang terjadi di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Sejumlah ahli menyatakan bahwa akar permasalahan radikalisme agama adalah semangat beragama yang berlebihan yang tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang baik. Rata-rata pemahaman Islam oleh orangorang radikal bisa dikatakan sangat sempit dan dangkal. Namun anehnya, mereka sangat berani menyalahkan bahkan membunuh orang lain yang berbeda pandangan agama. Masih tercatat dalam sejarah bahwa dalam dua dekade terakhir saja setidaknya telah terjadi berkali-kali bom yang diletuskan di tempat-tempat tertentu dengan mengatasnamakan Public Virtue Research Institute merilis daftar aksi teror berupa ledakan bom yang terjadi di Indonesia dalam dua dekade terakhir. Hasil kajian mereka menyebutkan ada sembilan kasus ledakan bom yang terjadi sejak 2000 lalu. Adapun rinciannya, yakni Bom Bali I . Bom JW Marriot . Bom Bali II . Bom Ritz Carlton . Bom Masjid Az-Dzikra Cirebon . Bom Sarinah . Bom Mapolresta Solo . Bom Kampung Melayu . , serta Bom Surabaya dan Sidoarjo . Jika dilihat dari Motivasinya, sesungguhnya para pelaku bom tersebut memiliki motivasi yang mulia. Betapa tidak, mereka rela mengorbankan segalanya termasuk nyawanya untuk mengebom dengan motivasi jihad di jalan-Nya . ihad fi sabililla. Namun sayangnya jihadnya diekspresikan secara salah. Sebab, di satu sisi mereka ingin membela Tuhannya, namun di sisi Greg Soetomo. AuRadikalisme Di Indonesia: Sejarah Rekonstruksi Dan Dekonstruksi,Ay Jurnal IndoIslamika 6, no. Fredik Melkias Boiliu. AuPeran Pendidikan Agama Agama Kristen Sebagai Strategi Dalam Menangkal Radikalisme Agama Di IndonesiaAy 6, no. CNN Indonesia. AuDaftar Kasus Ledakan Bom Di Indonesia 2 Dekade Terakhir,Ay 2021, https://w. com/nasional/20210328150157-20-623072/daftar-kasus-ledakan-bom-di-indonesia-2dekade-terakhir. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 lain justru menyakiti bahkan melenyapkan makhluk-Nya. Melihat fenomena tersebut lembaga pendidikan Islam mau tidak mau harus merespon secara sigap. Lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk meluruskan dan memberikan pencerahan atas pemahaman agama yang melenceng dan keliru itu. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan insersi nilai-nilai Islam moderat ke dalam proses pendidikan Islam di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi. Sejauh ini lembaga pendidikan Islam kita di berbagai jenjangnya sudah melakukan upaya tersebut demi untuk membentengi peserta didik supaya tidak terpapar paham radikalisme beragama. Penelitian ini akan mendeskripsikan dan menganalisis tentang bagaimana insersi nilai-nilai islam moderat dalam proses pendidikan Islam di Indonesia METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Datanya diambil dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan berbagai jenis karya ilmiah yang relevan dengan kajian penelitian. Sementara pendekatannya menggunakan pendekatan filosofis. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis data content analysis. Analisis isi secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis menganai isi teks, tetapi di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Moderasi Beragama dan Nilai-Nilai Islam Moderat Gagasan mengenai narasi moderasi beragama telah digaungkan beberapa tahun terakhir Gagasan tersebut digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia persisnya pada tahun 2019 pada saat Lukman Hakim Saifudin menjadi Meneteri Agama. Gagasan moderasi beragama dilahirkan sebagai respon untuk mengcounter paham ekstrimisme dan radikalisme dalam beragama yang saat ini bisa dibilang mulai tumbuh subur di negeri ini. 5 Paham Guide H. Stempel. Content Analysis, ed. Jalaludin Rahmat dan Arko Kasta (Bandung: Arai Komunikasi, 1. & Muhayati S Anwar. AuUpaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Mahapeserta didik Perguruan Tinggi Umum,Ay Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 ekstrimisme dan radikalisme dalam beragama ini perlu dicounter karena perlahan tapi pasti ia dapat tumbuh dan berkembang di sekitar kita di mana gerakannya mulai meresahkan masyarakat Indonesia. Berikut akan dijelaskan mengenai teori terkait moderasi beragama secara lebih lanjut. Istilah AumoderasiAy memiliki korelasi dengan beberapa istilah. Dalam bahasa Inggris, kata AumoderasiAy berasal dari kata moderation, yang berarti sikap sedang, sikap tidak berlebihlebihan. Juga terdapat kata moderator, yang berarti ketua . f meetin. , pelerai, penengah . f Kata moderation berasal dari bahasa Latin moderatio, yang berarti ke-sedang-an . idak kelebihan dan tidak kekuranga. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata AumoderasiAy berarti penghidaran kekerasan atau penghindaran keekstreman. Kata ini adalah serapan dari kata AumoderatAy, yang berarti sikap selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem, dan kecenderungan ke arah jalan tengah. Sedangkan kata AumoderatorAy berarti orang yang bertindak sebagai penengah . akim, wasit, dan sebagainy. , pemimpin sidang . apat, diskus. yang menjadi pengarah pada acara pembicaraan atau pendiskusian masalah, alat pada mesin yang mengatur atau mengontrol aliran bahan bakar atau sumber tenaga. Jadi, ketika kata AumoderasiAy disandingkan dengan kata AuberagamaAy, menjadi Aumoderasi beragamaAy, maka istilah tersebut berarti merujuk pada sikap mengurangi kekerasan, atau menghindari keekstreman dalam praktik beragama. Gabungan kedua kata itu menunjuk kepada sikap dan upaya menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip untuk selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem . dan selalu mencari jalan tengah yang menyatukan dan membersamakan semua elemen dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa Indonesia. Sikap moderat dan moderasi adalah suatu sikap dewasa yang baik dan yang sangat Radikalisasi dan radikalisme, kekerasan dan kejahatan, termasuk ujaran kebencian/caci maki dan hoaks, terutama atas nama agama, adalah kekanak-kanakan, jahat, memecah belah, merusak kehidupan, patologis, tidak baik dan tidak perlu. Moderasi beragama merupakan usaha kreatif untuk mengembangkan suatu sikap keberagamaan di tengah pelbagai desakan ketegangan . , seperti antara klaim kebenaran absolut dan subjektivitas, antara interpretasi literal dan penolakan yang arogan atas ajaran agama, juga antara radikalisme dan Komitmen utama moderasi beragama terhadap toleransi menjadikannya sebagai Aida Chomsah. AuSekjen Kemenag RI. Ini Konsep Moderasi Beragama Kemenag,Ay 2022, https://ntt. id/berita/519929/sekjen-kemenag-ri-ini-konsep-moderasi-beragama-kemenag. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 cara terbaik untuk menghadapi radikalisme agama yang mengancam kehidupan beragama itu sendiri dan, pada gilirannya, mengimbasi kehidupan persatuan bermasyarakat, berbangsa, dan Dari penjelasan di atas bisa ditarik benang merah bahwa moderasi beragama adalah cara pandang yang memeluk agama secara moderat. Artinya, memahami dan menjalankan ajaran agama secara tidak berlebihan atau ekstrem, baik ekstrem kanan maupun kiri. Lukman Hakim Saefudin. Mantan Menteri Agama menjelaskan bahwasannya moderasi beragama tidak merupakan sebuah ideologi. Dari situ dapat diartikan bahwa sesungguhnya yang dimoderasi bukanlah agamanya namun adalah cara beragamanya. Dengan kata lain, orang dikatakan moderat dalam beragama ketika dia dapat membawa dirinya dan tetap tegak berada di posisi tengah-tengah dalam sebuah kondisi umat beragama yang ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Orang yang beragama secara moderat selalu mengambil posisi tengah-tengah dalam beraqidah, beribadah, berakhlaq, dan berijtihad. Perspektif Quraish Shihab, moderasi beragama sesungguhnya harus ada beberapa pilar penting yang harus ada. Pertama, pilar keadilan. Kedua, pilar keseimbangan. Ketiga, pilar toleransi, yang artinya adalah sikap mau mengakui dan menghormati segala perbedaan agama, budaya, pandangan, dan permisif terhadap kebiasaan orang lain yang bertentangan atau paradoksal dengan kebiasaan kita, selama tidak menciderai HAM dan nilai-nilai agama kita. Namun para pakar setidaknya mengidentifikasi beberapa nilai-nilai Islam moderat seperti Tawassuth (Mengambil Jalan Tenga. Tawassuth adalah sikap yang tidak terlalu jauh ke kanan . maupun ke kiri . Penyebaran Islam akan mudah diterima dengan mengadopsi mentalitas tawassuth. Dalam Islam, karakter tawassuth adalah sweet spot di antara sikap ekstrim. Nilai tawassuth telah diangkat ke tingkat keyakinan mendasar dalam Islam. Keimanan umat Islam diekspresikan melalui amalan tawassuth dalam segala aspek kehidupan yang berfungsi sebagai tolok ukur yang dengannya semua sikap dan tindakan manusia dapat diukur. Beberapa pertimbangan dalam Agus Akhmadi. AuModerasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation In IndonesiaAos Diversity,Ay Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. Yasid. Membangun Islam Tengah: Refleksi Dua Dekade MaAohad Aly Situbondo (Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2. , 68. Iffati Zamimah. AuModeratisme Islam Dalam Konteks Keindonesiaan(Studi Penafsiran Islam Moderat M. Quraish Shiha. ,Ay Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 1, no. : 75Ae90. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 menerapkan tawasuth adalah. Pertama, jangan bertindak ekstrem saat mendakwahkan agama Islam. Kedua, tidak boleh mudah mengkafirkan sesama muslim hanya karena perbedaan pendapat pada masalah-masalah furuAoiyah . Ketiga, menempatkan diri dalam masyarakat dengan selalu menjunjung tinggi cita-cita ukhuwah . dan tasamuh . , hidup berdampingan dengan sesama umat Islam dan warga agama lain. 10 Prinsip tawassuth Islam dituangkan secara eksplisit dalam kitab suci dalam Q. al-Baqarah . : 143. Tawazun (Berkeseimbanga. Tawazun adalah pemahaman dan pengamalan agama yang seimbang yang mencakup semua bidang kehidupan, baik duniawi maupun ukhrowi, teguh pada prinsipnya dan mampu membedakan antara inhiraf . dan ikhtilaf . Pengertian lain dari tawazun adalah Aumemberikan sesuatu sesuai dengan haknya tanpa menambah atau mengurangiAy. Tawazun mengacu pada kapasitas sikap individu untuk membantunya mencapai keadaan keseimbangan hidup. Tawazun adalah praktik yang memegang tempat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Seorang Muslim akan dapat menemukan kepuasan dalam kehidupan jasmani dan rohani mereka jika mereka membudayakan sikap tawazun. Firman Allah SWT memberikan penjelasan tentang prinsip yang dikenal dengan tawazun. Perintah untuk berlaku seimbang ini diperintahkan dalam Q. al-Hadid . : 25. IAotidal (Lurus dan Tega. IAotidal merupakan tindakan menempatkan sesuatu di lokasi yang tepat dan melaksanakan hak dan kewajiban dengan cara yang tepat. Setiap Muslim harus memasukkan i'tidal ke dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai bagian dari penerapan keadilan dan etika mereka. Allah menjelaskan bahwa keadilan yang diperintahkan oleh Islam harus dilaksanakan secara adil, artinya harus merata dan seimbang di semua bagian kehidupan, dengan menunjukkan perilaku yang ihsan. Bersikap adil melibatkan pencapaian kesetaraan serta mencapai keseimbangan antara hak dan tanggung jawab. Tidak adanya persyaratan hukum bukanlah pembenaran untuk mengurangi hak asasi manusia. Karena kehidupan yang adil sangat penting bagi keberadaan yang beradab, ketiadaan keadilan memberikan perasaan kosong dan tidak memuaskan pada Fitrotun Nikmah. AuImplementasi Konsep At Tawasuth Ahlus- Sunnah Wal JamaAoah Dalam Membangun Karakter Anak Di Tingkat Sekolah Dasar (Studi Analisis Khittah Nahdlatul Ulam. ,Ay Jurnal Tarbawi 15, no. Hamdi Abdul Karim. AuImplementasi Moderasi Pendidikan Islam Rahmatallil AoAlamin Dengan Nilai- Nilai Islam,Ay RIAAYAH 4, no. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 prinsip-prinsip agama. Dalam bahasa agama, konsep keadilan sosial disebut sebagai almashlahah al-ummah. Moderasi harus terus mendukung upaya untuk mengaktualisasikan konsep Substansi agama akan dibawa ke arena publik melalui landasan kebijakan publik yang berlandaskan al-mashlahah al-ummah. Setiap orang yang menduduki jabatan pimpinan memikul kewajiban untuk mengamalkannya demi kepentingan rakyat banyak. Tasamuh (Tolerans. Toleransi disebut sebagai tasamuh. Istilah "tasamuh" berasal dari versi asli kata "samah", yaitu "samahah", dan artinya "kemurahan hati, pengampunan, kemudahan, dan kedamaian". Definisi ini dapat ditemukan dalam kamus Al-Arab. Toleransi dalam arti menerima sesuatu dengan ringan adalah asal kata tasamuh secara etimologis. Sementara itu, toleransi dalam arti merangkul perbedaan dengan hati yang ringan itulah yang dimaksud tasamuh dari segi perbendaharaan kata. Tasamuh adalah pendirian yang diambil oleh seseorang yang mau mengakui keabsahan sudut pandang yang berlawanan dan prinsip-prinsip pedoman yang Toleransi, yang terkait langsung dengan subjek kebebasan, kebebasan hak asasi manusia, dan tatanan yang dipertahankan dalam kehidupan sosial, memungkinkan individu untuk memiliki berbagai pandangan dan keyakinan. Orang yang memiliki sifat tasamuh mampu mengakui, menghormati, dan menoleransi pandangan, kebiasaan, perilaku, keyakinan, dan sebagainya yang berbeda, serta sikap, pendapat, cara pandang, dan keyakinannya sendiri. Tasamuh adalah menaruh minat dan menghargai sudut pandang orang lain. Ketika tasamuh berarti memiliki jiwa yang agung, pikiran yang luas, dan dada yang lapang, maka tasamuh berarti memiliki jiwa yang kecil, akal yang sempit, dan dada yang sempit. Musawah . Musawah adalah memperlakukan orang satu sama lain dengan kesetaraan dan menghormati satu sama lain sebagai ciptaan Tuhan. Tidak peduli jenis kelamin, ras, kebangsaan, budaya, atau negara asal mereka, setiap manusia memiliki martabat dan nilai bawaan yang sama. Ayat-ayat Al-Qur'an berikut ini memberikan penjelasan tentang pengertian musawah: AuWahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami telah membagi kamu menjadi bangsa-bangsa dan suku-suku yang berbeda agar kamu dapat saling belajar satu sama lain. Bahkan, orang di antara kamu yang paling saleh Karim. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 akan dianggap paling terhormat oleh Allah. Padahal Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengetahui (QS al-Hujurat . : . QS al-Hujurat . : 13 menyoroti keesaan asal usul manusia dengan menunjukkan persamaan derajat manusia baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini dilakukan agar tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Di hadapan Tuhan, setiap orang layak mendapatkan rasa hormat dan martabat yang sama. Konsep musawah dalam Islam memerlukan seperangkat gagasan yang diharapkan dapat dipahami oleh setiap Muslim. Salah satu konsep tersebut menyatakan bahwa kesetaraan adalah hasil dari keadilan dalam Islam. Setiap orang berada pada level yang sama, dan tidak ada hak istimewa yang diberikan kepada beberapa orang atas yang Ini termasuk menjaga hak-hak non-Muslim, persamaan pria dan wanita dalam agama dan kewajiban lainnya, perbedaan yang ada di antara manusia dalam masyarakat, persamaan di depan hukum, persamaan dalam memegang jabatan publik, dan persamaan dalam kesatuan yang asli bagi manusia. Syura (Musawara. Kata Syura berarti menjelaskan, menyatakan atau mengajukan dan mengambil sesuatu. Syura atau musyawarah adalah saling menjelaskan dan merundingkan atau saling meminta dan menukar pendapat mengenai sesuatu perkara. Dalam Al-Quran ada dua ayat yang menyebutkan secara jelas mengenai musyawarah yaitu dalam (QS Ali Imron . : . dan (QS Al-SyurA :. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa musyawarah memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Di samping merupakan bentuk perintah Allah, musyawarah pada hakikatnya juga dimaksudkan untuk mewujudkan sebuah tatanan masyarakat yang demokratis. Di sisi lain, pelaksanaan musyawarah juga merupakan bentuk penghargaan kepada tokoh dan para pemimpin masyarakat untuk berpartisipasi dalam urusan dan kepentingan bersama. Sesungguhnya jika kita menggali dan mengidentifikasi lebih lanjut, deret nilai-nilai Islam moderat yang dikandung dalam ajaran agama Islam masih bisa diperpanjang, misalnya sikap islah, awlawiyah, qudwah, tahadur, dan lain sebagainya. Karim. Kementerian Agama Republik Indonesia. Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam, ed. Saepullah Papay Supriatna. Alip Nuryanto, 1st ed. (Jakarta: Kelompok Kerja Implementasi Moderasi Beragama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Bekerjasama dengan Lembaga Dauat Bangsa, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat Dalam Proses Pendidikan Islam Merespon cara beragama sebagian umat Islam Indonesia yang tidak moderat dalam beragama sebagaimana dijelaskan di atas, maka para pakar memerlukan terobosan-terobosan strategis untuk mengatasinya. Permasalahan ini dirasa harus segera diluruskan karena tidak sesuai dengan substansi ajaran agama Islam itu sendiri. Salah satu terobosannya adalah melalui jalur pendidikan Islam baik formal maupun non formal di berbagai jenjangnya. Yakni, nilai-nilai Islam moderat atau prinsip wasathiyah dalam menjalankan ajaran agama Islam harus diinternalisasikan dan diimplementasikan melalui dunia pendidikan Islam. Pendidikan Islam dipandang tidak boleh hanya berorientasi pada persoalan-persoalan teoretis keagamaan yang bersifat kognitif semata atau lebih berorientasi pada pembelajaran ilmu agama secara akademis, namun harus menaruh perhatian terhadap persoalan bagaimana mengubah pengetahuan agama yang kognitif menjadi makna yang perlu diinternalisasikan ke dalam diri peserta didik kemudian dipraktikkan di dalam kehidupan nyata. Strategi internalisasi nilai-nilai Islam moderat yang pertama dilakukan pada proses pendidikan Islam kita yaitu dengan membangun lingkungan lembaga pendidikan Islam yang moderat terlebih dahulu. Lingkungan pendidikan yang moderat bisa terwujud apabila seluruh civitas akademikanya moderat. Karena itu dalam konteks ini, menghadirkan guru-guru profesional di bidangnya namun juga moderat dalam beragama di lingkungan lembaga pendidikan Islam menjadi hal yang mutlak dan utama. Lembaga pendidikan Islam harus membekali wawasan tentang moderasi beragama yang matang bagi seluruh guru dan tenaga Lembaga pendidikan Islam harus memastikan bahwa civitas akademikanya tidak ada yang terjangkit virus radikal dalam beragama. Jika ada salah satu civitas akademika yang terindikasi beragama, maka harus ditindak. Misalnya merehabilitasinya, atau jika sudah tidak bisa diperbaiki lebih baik dikeluarkan saja. Apabila lembaga pendidikan Islam akan merekrut guru atau tendik, maka harus benar-benar memastikan bahwa yang direkut moderat dalam beragama sehingga tidak mencemari sistem yang telah dibangun secara mapan. Muhamad Murtadlo. Pendidikan Moderasi Beragama: Membangun Harmoni. Memajukan Negeri (Jakarta: LIPI Press, 2. Vika Nurul Mufidah Nugroho Hari Murti. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Sikap Moderasi Beragama Pada Peserta Didik Di SMK Kesatuan Rawa Buaya Cengkareng Jakarta Barat,Ay MOZAIC MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Strategi internalisasi nilai-nilai Islam moderat yang kedua dilakukan melalui insersi kurikulum pendidikan Islam yang menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehari-hari di lingkungan lembaga pendidikan Islam. Misalnya, menginsersi nilai-nilai Islam moderat melalui pembelajarannya, dan evaluasi pembelajaranya. Hal ini sejalan dengan muatan moderasi beragama dalam kurikulum madrasah tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (PMA) Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab pada Madrasah. PMA ini direalisasikan dalam buku-buku teks yang baru dan menjadi bahan pembelajaran di kelas untuk setiap jenjang pendidikan. Moderasi beragama tidak menjadi mata pelajaran sendiri, akan tetapi muatannya sudah terintegrasi di dalam semua mata pelajaran yang diajarkannya, terutama pada rumpun mata pelajaran PAI yang meliputi Al-Quran dan Hadits. Fikih, atau Akidah Akhlak atau Tasawuf, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan pada jenjang MA ada pelajaran Tafsir/Ilmu Tafsir dan Ushul Fikih. Muatan moderasi juga disisipkan pengajaran bahasa Arab di lingkungan madrasah. Insersi nilai-nilai Islam moderat ke dalam kurikulum pendidikan Islam dilakukan dengan cara meninjau kembali secara serius kurikulum pendidikan Islam melalui kajian filsafat pendidikan Islam. Sejumlah pakar pendidikan Islam duduk bersama mencari formula ideal mengenai insersi nilai-nilai Islam tersebut ke dalam kurikulum pendidikan Islam. Salah satu contoh pola insersi yang dapat dilakukan pada model pembelajaran, misalnya model pembelajaran discovery learning atau inquiry learning. Pada model ini, pertama-tama peserta didik diberikan deskripsi dan stimulus mengenai tema materi pembahasan. Setelah peserta didik memperoleh deskripsi dan stimulus atas materi yang tengah dibahas, peserta didik kemudian mengidentifikasi masalah (Problem Statemen. Kemudian peserta didik berdiskusi untuk menentukan prioritas atas masalah yang paling penting untuk dibahas. Di Tengah-tengah proses diskusi tersebut sesungguhnya guru dapat menginsersikan sejumlah nilai islam moderat ke dalam aktifitas atau proses pembelajaran yang berlangsung. Nilai-nilai Islam moderat yang dapat diinsersikan misalnya prinsip syura, iAotidal, musawwa, awlawiyah, tasamuh, tawassuth, tawazun, dan sebagainya. Sehingga dengan diinsersikannya nilai-nilai Islam moderat melalui metode- ISLAM NUSANTARA 8, no. , file:///C:/Users/user/Downloads/599-Article Text-1763-1-10-20230201. Mursidin. AuInsersi Nilai Wasathiyyah Dalam Moderasi Beragama Pada Proses Pendidikan Dan Pembelajaran Di Madrasah,Ay 2021, http://pendis. id/read/insersi-nilai-wasathiyyah-dalam-moderasiberagama-pada-proses-pendidikan-dan-pembelajaran-di-madrasah. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 metode kontemporer yang merangsang keaktifan peserta didik tersebut, pada saat yang sama peserta didik sekaligus memperoleh pelajaran nilai-nilai Islam moderat. Pada model-model pembelajaran modern yang lainnya semisal project based learning, problem based learning, cooperative learning, dan yang lainnya tentu juga bisa dilakukan insersi sebagaimana yang 18 Harapannya dengan diinsersikannya nilai-nilai Islam moderat ke dalam kurikulum pendidikan Islam tersebut secara tidak langsung jiwa moderat akan terbangun ke dalam jiwa dan kepribadian para peserta didik kita sehingga Indonesia akan terhindar dari bencana-bencana intoleransi yang mengganggu stabilitas kehidupan Masyarakat. KESIMPULAN Mencermati fenomena sebagian masyarakat muslim yang radikal dalam beragama sebagaimana dijelaskan di atas membuat kita merasa prihatin. Lembaga pendidikan Islam sebagai pihak yang berkewajiban untuk mendidik dan mencetak manusia ideal kemudian merespon dengan cara meluruskan dan memberikan pencerahan atas pemahaman agama yang melenceng dan keliru itu. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan internalisasi nilai-nilai Islam moderat ke dalam proses pendidikan Islam di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi. Sejauh ini lembaga pendidikan Islam kita di berbagai jenjangnya sudah melakukan upaya tersebut demi untuk membentengi peserta didik supaya tidak terpapar paham radikalisme Sejumlah pakar telah melakukan identifikasi mengenai nilai-nilai Islam moderat dalam ajaran agama Islam. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah tawassuth, tawazun, iAotidal, tasamuh, musawah, syura, dan lain sebagainya. Kemudian, nilai-nilai Islam moderat tersebut diinternalisasikan ke dalam lembaga pendidikan Islam dengan cara, pertama, membangun lingkungan pendidikan yang moderat dengan menghadirkan guru-guru dan tenaga pendidikan yang moderat. Kedua, melakukan insersi nilai-nilai Islam moderat ke dalam kurikulum pendidikan Islam yang menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Misalnya, menginsersi nilai-nilai Islam moderat melalui tujuan pembelajarannya, materi pembelajarannya, metode pembelajarannya, media pembelajarannya, dan evaluasi pembelajaranya. Mursidin. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 DAFTAR RUJUKAN Akhmadi. Agus. AuModerasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation In IndonesiaAos Diversity. Ay Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. Boiliu. Fredik Melkias. AuPeran Pendidikan Agama Agama Kristen Sebagai Strategi Dalam Menangkal Radikalisme Agama Di IndonesiaAy 6, no. Chomsah. Aida. AuSekjen Kemenag RI. Ini Konsep Moderasi Beragama Kemenag,Ay 2022. https://ntt. id/berita/519929/sekjen-kemenag-ri-ini-konsep-moderasi-beragamakemenag. Indonesia. CNN. AuDaftar Kasus Ledakan Bom Di Indonesia 2 Dekade Terakhir,Ay 2021. https://w. com/nasional/20210328150157-20-623072/daftar-kasus-ledakanbom-di-indonesia-2-dekade-terakhir. Karim. Hamdi Abdul. AuImplementasi Moderasi Pendidikan Islam Rahmatallil AoAlamin Dengan Nilai- Nilai Islam. Ay RIAAYAH 4, no. Kementerian Agama Republik Indonesia. Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam. Edited by Saepullah Papay Supriatna. Alip Nuryanto. 1st ed. Jakarta: Kelompok Kerja Implementasi Moderasi Beragama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Bekerjasama dengan Lembaga Dauat Bangsa, 2019. Mursidin. AuInsersi Nilai Wasathiyyah Dalam Moderasi Beragama Pada Proses Pendidikan Dan Pembelajaran Di Madrasah,Ay 2021. http://pendis. id/read/insersi-nilaiwasathiyyah-dalam-moderasi-beragama-pada-proses-pendidikan-dan-pembelajaran-dimadrasah. Murtadlo. Muhamad. Pendidikan Moderasi Beragama: Membangun Harmoni. Memajukan Negeri. Jakarta: LIPI Press, 2021. Nikmah. Fitrotun. AuImplementasi Konsep At Tawasuth Ahlus- Sunnah Wal JamaAoah Dalam Membangun Karakter Anak Di Tingkat Sekolah Dasar (Studi Analisis Khittah Nahdlatul Ulam. Ay Jurnal Tarbawi 15, no. Nugroho Hari Murti. Vika Nurul Mufidah. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Sikap Moderasi Beragama Pada Peserta Didik Di SMK Kesatuan Rawa Buaya Cengkareng Jakarta Barat. Ay Mozaic Islam Nusantara 8, no. file:///C:/Users/user/Downloads/599-Article Text-1763-1-10-20230201. S Anwar. , & Muhayati. AuUpaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum. Ay Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. Soetomo. Greg. AuRadikalisme Di Indonesia: Sejarah Rekonstruksi Dan Dekonstruksi. Ay Jurnal Indo-Islamika 6, no. Stempel. Guide H. Content Analysis. Edited by terj. Jalaludin Rahmat dan Arko Kasta. Bandung: Arai Komunikasi, 1983. Yasid. Membangun Islam Tengah: Refleksi Dua Dekade MaAohad Aly Situbondo. Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2010. Zamimah. Iffati. AuModeratisme Islam Dalam Konteks Keindonesiaan(Studi Penafsiran Islam MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Moderat M. Quraish Shiha. Ay Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 1, no.