DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. PARAGRAPH PATTERN DAN WRITING: SEBUAH STUDI KONSEPTUAL UNTUK MENGETAHUI PENTINGNYA PEMAHAMAN SEORANG PENULIS TERHADAP PARAGRAPH PATTERN DALAM MENULIS SEBUAH TEKS Diterima: 2024-05-30 Revisi: 2024-06-03 Terbit: 2024-06-20 Puput Zuli Ekorini1. Anita Budi Rahayu2 STKIP PGRI Nganjuk. Nganjuk AbstrakAi Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya seorang penulis memahami dan mengimplementasikan pola paragraf . aragraph patter. di dalam menyusun sebuah paragraf. Metode penelitian konseptual adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis konsep atau teori tertentu tanpa mengumpulkan data empiris primer. Sebagai gantinya, metode ini mengandalkan pengumpulan dan analisis data sekunder, seperti literatur, dokumen, artikel ilmiah, adapaun hasil dari penelitian ini ditemukan beberapa poin tentang pentingnya penyusuna pola paragraf sebelum menuliskan teks. Secara garis besar dapat dilihat hasil kajian mengapa pola paragraf penting dikuasai yang pertama dalah penggunaan pola paragraf di dalam sebuah teks akan memberikan struktur teks yang jelas. Dengan mengikuti pola yang umum dalam penyusunan paragraf, seperti pola induksi-deduksi atau pola urutan kronologis, kedua mempengaruhi kualiats kohesi pada teks, ketiga yaitu Pola paragraf yang teratur membantu dalam menyusun informasi secara terstruktur dan logis. Pembaca akan lebih mudah mengikuti alur pemikiran penulis karena informasi disajikan dengan urutan yang jelas dan terorganisir, dan terakhir adalah efisiensi komuniaksi tulis yang dilakukan oleh penulis dan pembaca. Kata Kunci: Pola Paragraf. Writing. Studi Konseptual AbstractAi This research aims to examine the importance of a writer understanding and implement paragraph patterns in composing a paragraph. The conceptual research method is a research approach that aims to understand and analyzing a particular concept or theory without collecting primary empirical data. As instead, this method relies on the collection and analysis of secondary data, such as literature, documents, scientific articles, as well as the results of this research, several points were found regarding The importance of arranging paragraph patterns before writing text. In general, it can be seen The results of the study are why paragraph patterns are important to master. The first is the use of paragraph patterns in a text will provide a clear text By following that pattern general in paragraph arrangement, such as the induction-deduction pattern or chronological sequence pattern, secondly, it affects the quality of cohesion in the text, thirdly, a regular paragraph pattern helps in arranging information in a structured and logical manner. Readers will find it easier to follow the flow the author's thoughts because the information is presented in a clear and organized sequence, and The last is the efficiency of written communication carried out by writers and readers. Keywords: Paragraph Patterns. Writing. Conceptual Study This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Nama Penulis: Puput Zuli Ekorini Program Studi Penulis: Pendidikan Bahasa Inggris Institusi Penulis: STKIP PGRI Nganjuk Email: puputzuli@stkipnganjuk. Orchid ID: http://orcid. org/0000-0000-0000-0000 DHARMA PENDIDIKAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. PENDAHULUAN . PT) Aktifitas menulis atau writing dalam pembelajaran bahasa inggris memiliki sebuah nilai literasi yang memungkinkan mahasiswa mengungkapkan ide dan gagasan yang ada di dalam Menulis bagi mahasiswa juga memberikan pengalaman untuk dapat menyusun sebuah karya tulis yang berkualitas. Untuk tingkat perguruan tinggi maka tuntutan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa adalah menulis sebuah karya tulis ilmiah selain mereka harus memenuhi tugas menulis di mata kuliah Writing seperti pada mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Menurut Juniarti . 9: . yang menjelaskan bahwa mahasiswa sebagai salah satu bagian di dalam lingkungan akademik dituntut untuk dapat menyusun sebuah karya tulis dengan menyampaikan ide serta gagasan secara sistematis agar mudah dipahami oleh para pembaca. Kemampuan menulis . tidak akan berhenti hanya ketika mahasiswa belajar di perguruan tinggi saja akan tetapi kemampuan ini juga akan tetap bermanfaat sampai mereka nanti bekerja meskipun tempat kerja mereka tidak berhubungan dengan dunia akademik lagi. Dalam artikelnya Crossley & McNamara . berpendapat bahwa kemampuan menulis . sangat penting untuk dikuasai bukan hanya oleh mereka yang berkecimpung di dunia akademik namun juga sangat diperlukan di dalam dunia kerja. Di dalam proses menulis, seorang penulis tidak hanya dituntut untuk mampu menghasilkan kalimat-kalimat yang baik secara gramatikal, tetapi juga harus memiliki kemampuan menyusunnya menjadi teks yang koheren dan mudah dipahami. Salah satu elemen kunci dalam mencapai hal ini adalah memahami pola paragraf. Wirayuda, dkk . menjelaskan bahwa dengan memiliki pola paragraf yang baik maka seorang penulis akan mampu menyampaikan ide secara sistematis dan akan lebih mudah dipahami oleh para Hal ini sangat perlu dilakuka oleh setiap mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir maupun tugas karya tulis agar mereka dapat memahami bahwa menuliskan ide buka hanya sekadar menuangkan barisan tulisan akan tetapi juga menyusun ide-ide tersebut menjadi sebuah tulisan yang runtut. Pola paragraf membantu penulis untuk mengorganisir gagasan-gagasan mereka dengan cara yang logis, menyelaraskan konten, dan mengarahkan pembaca melalui alur pikiran yang Memahami pola paragraf membantu penulis dalam menyelaraskan konten dengan cara yang logis dan teratur. Dengan mengetahui pola paragraf yang umum digunakan dalam berbagai jenis teks, penulis dapat menyusun gagasan-gagasan mereka dengan cara yang membuatnya mudah dipahami oleh pembaca. Misalnya, dalam paragraf persuasif, penulis akan DHARMA PENDIDIKAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. membangun argumen secara bertahap dari yang paling meyakinkan ke yang paling kuat. Memahami pola paragraf membantu penulis dalam menyelaraskan konten dengan cara yang logis dan teratur. Dengan mengetahui pola paragraf yang umum digunakan dalam berbagai jenis teks, penulis dapat menyusun gagasan-gagasan mereka dengan cara yang membuatnya mudah dipahami oleh pembaca. Misalnya, dalam paragraf persuasif, penulis akan membangun argumen secara bertahap dari yang paling meyakinkan ke yang paling kuat. Pola paragraf atau paragraph pattern memainkan peran penting dalam pengaturan ide dan argumen dalam suatu teks. Dalam paragraf ekspositori, misalnya, penulis dapat menggunakan pola urut atau pola sebab-akibat untuk menjelaskan suatu konsep dengan jelas dan terperinci. Sementara dalam paragraf naratif, penulis dapat menggunakan pola kronologis untuk menguraikan peristiwa secara berurutan. Setiap genre teks memiliki pola paragraf yang khas. Memahami pola paragraf yang umum digunakan dalam genre tertentu membantu penulis untuk menyesuaikan gaya penulisan mereka sesuai dengan konteks komunikatif yang diinginkan. Sebagai contoh, dalam paragraf deskriptif, penulis cenderung menggunakan pola spasial atau pola kronologis untuk menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Keterbacaan suatu teks juga dipengaruhi oleh pola paragraf yang digunakan. Pola paragraf yang teratur dan terstruktur membuat teks lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dengan memahami pola paragraf, penulis dapat menciptakan teks yang lebih mudah dicerna dan mengikuti alur pikiran yang lebih jelas. Dalam kesimpulan, pemahaman pola paragraf sangat penting bagi seorang penulis karena membantu dalam menyusun teks dengan lebih efektif dan efisien. Dengan menguasai pola paragraf, penulis dapat menciptakan teks yang kohesif, terstruktur, dan mudah dipahami oleh pembaca. Oleh karena itu, pembelajaran dan praktik yang berkelanjutan dalam memahami pola paragraf merupakan investasi yang berharga bagi peningkatan keterampilan menulis. Di bawah ini adalah jenis-jenis pola paragraf yang biasa digunakan oleh para penulis dalam mengembangkan teks yang mereka tulis (Johnson College Community, 2. Tabel 1 Jenis Pola Paragraf Sebab/ Akibat . ause/effec. Definisi Biasanya dalam mode analisis atau deskriptif, proses ini memecah topik menjadi beberapa bagian membangun hubungan sebab-akibat di antara bagian-bagiannya, dan menelitinya dengan cermat DHARMA PENDIDIKAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Masalah dan solusi . roblem and solutio. Definisi . Analisis atau proses analisis . nalysis or analysis proces. Contoh atau ilustrasi . xample and illustratio. Perbandingan dan kontras . omparison and contras. Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. Satu hal mengikuti hal lainnya, jadi metode ini mungkin dalam mode urutan Dalam paragraf masalah dan solusi, penulis memulai dengan menjelaskan masalah, dan kemudian menyajikan solusi atau beberapa Jika penulis mencoba meyakinkan pembaca solusi terbaik, tujuannya persuasif. Biasanya dikombinasikan dengan metode pengembangan lainnya, definisi menjawab pertanyaan tersebut "Apa itu?" Biasanya bersifat ekspositori atau informatif, definisi itu sendiri dapat terdiri dari satu atau lebih Karena dimaksudkan untuk mengidentifikasi kualitas penting dari istilah tersebut dan membatasi maknanya. Metode pengembangan paragraf ini memisahkan suatu objek atau konsep menjadi bagian-bagiannya, dan kemudian berhubungan dengan keseluruhan. Analisis proses biasanya a urutan tindakan dimana sesuatu dilakukan atau dibuat. Secara umum, ini bersifat deskriptif mode dengan tatanan spasial perkembangan Contoh dan ilustrasi digunakan di hampir semua jenis tulisan untuk membantu poin pendukung yang penulis buat. Paragraf contoh mencapai suatu kesimpulan . opik kalima. dengan mengutip contoh-contoh kemudian membentuk generalisasi, yaitu rincian yang spesifik untuk membuat ide abstrak menjadi konkret atau ide umum menjadi spesifik. Paragraf ilustrasi mirip dengan paragraf Perbedaan utama adalah paragraf ilustrasi adalah sebuah cerita . enar atau tidak bena. yang mendukung atau berkembang poin utama . alimat topi. Saat menggunakan ilustrasi untuk mendukung a Kesimpulannya, ringkas dan to the point, sehingga pembaca tidak melupakan gagasan utama paragraf Perbandingan menunjukkan persamaan. kontras menunjukkan perbedaan. Cara ini berguna untuk menjelaskan objek atau ide DHARMA PENDIDIKAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. mengkontraskannya dengan objek atau ide yang familiar atau ide. Penulis dapat mengembangkan paragraf dengan terlebih dahulu membahas semua satu pokok bahasan dan kemudian menyajikan subjek kedua secara lengkap, atau penulis dapat mendiskusikan salah satu seperti atau sifat yang berbeda dengan masing-masing subjek dan kemudian pindah ke karakteristik lain, berdiskusi kedua subjek secara bersamaan. Metode ketiga mungkin dengan menyajikan semua cara yang dilakukan subjeknya sama dan kemudian diskusikan semua perbedaan subjek tersebut. Fact, figure, statistics, and Bentuk-bentuk detail ini akan membantu mengembangkan banyak topik, namun hanya jika digunakan dengan benar. Semua fakta, angka, statistik, dan kutipan harus akurat dan dikutip dengan benar. METODE PENELITIAN Metode penelitian konseptual adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis konsep atau teori tertentu tanpa mengumpulkan data empiris Sebagai gantinya, metode ini mengandalkan pengumpulan dan analisis data sekunder, seperti literatur, dokumen, artikel ilmiah, dan teks-teks lainnya yang relevan dengan konsep atau teori yang sedang diteliti. Jadi aturan umum yang perlu diingat dalam bagian ini adalah peneliti harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar jika ingin menjadikkan bahan rujukannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil kajian literatur yang dilakukan oleh peneliti tentang pentingnya penguasaan pola paragraf oleh penulis didapatkan hasil sebagai berikut: Pertama pada keteraturan dalam penyampaian informasi, penggunaan pola paragraf di dalam sebuah teks akan memberikan struktur teks yang jelas. Dengan mengikuti pola yang umum dalam penyusunan paragraf, seperti pola induksi-deduksi atau pola urutan kronologis, penulis dapat menyusun informasi mereka dengan cara yang terorganisir. Penyampaian informasi juga dapat diawali dengan penyusunan main idea dari setiap paragraf dengan sistematis agar ide yang disampaikan dapat secara runtut dan teratur (Wirantaka, 2. Dengan cara seperti ini penulis lebih mudah DHARMA PENDIDIKAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. menentukan informasi manakah yang perlu disampaikan di awal dan bagaimana seharusnya informasi tersebut dikembangkan melalui supporting details atau informasi pendukun yang bersifat melengkapi ide utama dari sebuah paragraf. Selain itu pola paragraf yang baik membantu dalam menciptakan keterhubungan yang baik antar kalimat atau koherensi. Koherensi merupakan keterpaduan informasi atau makna dari suatu teks. Menurut Ali . kohesi adalah sebuah satu kesatuan makna yang terbentuk dari sebuah susuna kata dan kalimat yang saling berkaitan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain. Dalam sebuah paragraf yang terstruktur dengan baik, setiap kalimat akan saling terkait dan mendukung satu sama lain untuk menyampaikan gagasan utama secara Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Suwardi . bahwa perlu adanya keterkaitan logis antara kalimat satu dengan yang lain yang dibangun baik melalui istilah maupun frase yang digunakan. Hal lain yang membuat penggunaan pola paragraf sangat penting di dalam proses menulis . adalah bahwa dengan mengikuti pola paragraf yang sesuai, penulis dapat menciptakan kelancaran alur pemikiran atau kerangka berfikir dalam tulisannya. Salma . menyimpulkan definisi kerangka berfikir dari beberapa ahli yaitu merupakan dasar dari sebuah cara berfikir penulis dalam mengembangkan kajian di dalam tulisannya. Dengan penyusunan kerangka berfikir memungkinkan pembaca untuk mengikuti alur pemikiran penulis dengan mudah, mulai dari pernyataan pendahuluan hingga pembahasan lebih lanjut atau kesimpulan. Selanjutnya adalah pola paragraf membantu penulis dalam menekankan ide utama atau pokok Dengan memperhatikan struktur yang telah ditetapkan, penulis dapat menempatkan ide utama pada posisi yang strategis dalam paragraf, sehingga meningkatkan kejelasan dan efektivitas komunikasi. Pola paragraf yang teratur juga memungkinkan penulis untuk menggunakan alat bantu visual, seperti poin-poin utama, subjudul, atau penomoran, untuk memperjelas struktur teks dan memudahkan pembaca dalam memahami informasi yang Kedua, pada kohesi. Kohesi. Kohesi merujuk pada keterkaitan antarbagian dari sebuah teks, sementara koherensi mengacu pada keseluruhan alur pikiran atau makna yang terhubung dengan baik dalam sebuah teks. Pola paragraf yang baik dapat membantu dalam menciptakan kohesi dan koherensi yang diperlukan dalam sebuah paragraf. Kohesi merupakan hal yang krusial dalma membangun sebuah informasi yang akan disampaikan di dalam sebuah teks. Kohesi dapat juga diartika sebagai sebuah keserasian hubungan dalam setiap bagian di dalam DHARMA PENDIDIKAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. teks seperti kalimat, istilah, dan juga struktur atau gramatikal. Menurut Aquariza . seorang penulis sangat perlu mempertimbangkan kohesi di dalam teks yang dia tulis karena kohesi memberikan susunan pemikiran yang runtut sehingga pembaca dapat mengikuti alur penulis dengan lebih mudah. Berbeda jika seorang penulis melakukan lompatan-lompatan ide dalam setiap kalimat dan paragraf yang dia tulis, maka hal ini akan membuat pembaca bingung dan informasi tidak lagi efisien. Penggunaan koneksi dan transisi yang tepat antar kalimat dalam sebuah paragraf merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kohesi. Pola paragraf yang teratur dapat membantu penulis untuk menentukan di mana dan bagaimana koneksi tersebut harus ditempatkan. Sehingga menyusun pola parafrag dengan baik dapat membantu penulis dalam menempatkan transisi-transisi di dalam paragraf agar dapat terbangun kohesi yang baik. Selain membentuk kohesi yang beraturan, penggunaan pola paragraf dapat membantu penulis untuk menyesuaikan kata penghubung. Dengan mengikuti pola paragraf yang sesuai, penulis dapat memilih kata penghubung yang tepat untuk mengaitkan gagasan antar kalimat, sehingga meningkatkan kelancaran dan kohesi dalam paragraf tersebut. Ikawati . menjelaskan bahwa penguasaan kata penghubung oleh penulis merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas tulisan sehingga sebagai penulis sangat perlu untuk memahami terlebih dahulu apa itu pola paragraf agar dapat menggunakan kata penghubung yang sesuai dengan tema paragraf. Ketiga, pada kemudahan dalam memahami informasi tertulis. Pola paragraf yang teratur membantu dalam menyusun informasi secara terstruktur dan logis. Pembaca akan lebih mudah mengikuti alur pemikiran penulis karena informasi disajikan dengan urutan yang jelas dan Pola paragraf yang efektif akan menempatkan gagasan utama atau pokok pembahasan di bagian awal atau akhir paragraf, atau dalam kalimat topik. Ini membantu pembaca untuk langsung menangkap inti dari apa yang akan dibahas. Seorang pembaca akan melakukan sebuah proses dalam membaca pola paragraf ketika mereka membaca teks, mengenali urutan, dan mengidentifikasi tingkat kelogisan dari isi teks yang mereka baca di mana hal ini disebut juga sebagai aspek sekuensial (Purba dkk, 2. Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa menyusun pola paragraf dapat membantu seorang pembaca untuk menganalis informasi-informasi baik tersirat maupun tersurat dari dalam teks. Selain Pola paragraf dapat memberikan pemahaman yang mudah bagi pembaca, pola paragraf juga dapat memberikan kemudahan dalam menentukan ide pokok dari bacaan yang DHARMA PENDIDIKAN: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK P-ISSN: 1907Ae2813. E-ISSN: 2829-0267 Volume 20. Nomor 1. April 2024 Halaman: 11 Ae 19 DOI: https://doi. org/10. 69866/dp. ide pokoknya disampaikan secara tersirat . Seperti yang diketahui bahwa tidak semua ido pokok sebuah teks disampaikan secara tersurat, jelas, dan gamblang, akna tetapi ada pula ide pokok yang bida ditentukan degan cara membaca dan memahami terlebih dahulu keseluruhan isi teks bari kemudian dapat membuat kesimpulan . aking inferenc. dari informasi-informasi yang disampaikan oleh penulis. Astuti . menjelaskan hasil risetnya bahwa kesulitan pembaca dalam menentukan ide pokok salah satunya adalah mereka tidak dapat mengindentifikasi di bagian manakah ide pokok tersebut. Hal ini dapat diakibatkan karena penulis teks tidak dengan runtut menyampaikan informasi baik secara tersirat maupun tersurat sehingga pembaca kesulitan dalam memahami isi teks. Melalui pola paragraf penulis dapat menyusun informasi pendukung . upporting detail. yang relevan dengan pokok bahsan yang dibuat pada draft pola paragraf semisal dengan memberikan contoh atau bukti yang relevan untuk mendukung atau menjelaskan gagasan. Hal ini membantu pembaca untuk lebih memahami dan mengkonseptualisasikan informasi yang disampaikan. Pola paragraf yang tepat juga mencakup pemilihan kata dan gaya bahasa yang sesuai dengan audiens dan tujuan tulisan. Bahasa yang jelas, sederhana, dan mudah dimengerti akan memudahkan pembaca untuk memahami informasi yang disampaikan. Secara keseluruhan pola paragraf memberikan membuat komunikasi tertulis jadi lebih efisien karena adanya kohesi, koheren, dan keruntutan ide pokok yang disampaikan oleh penulis. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan penulis untuk menyusun pola paragraf merupakan kemampuan yang sangat krusial karena ada banyak manfaat ketika seorang penulis mengembangkan teks melalui pola paragraf terlebih dahulu. Pola paragraf memberikan dampak terhadap struktur teks yang jelas, kualitas kohesi dari teks tersebut, membantu dalam menyusun informasi secara terstruktur dan logis, dan juga memberikan efisiensi komunikasi yang terjadi antara penulis dan pembaca. Daftar Pustaka