Jurnal Surya Beton JURNAL ILMU TEKNIK SIPIL Volume 8 . Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN: 02116-938x, e-ISSN : 2776-1606 SURYA BETON https://jurnal. id/index. php/suryabeton Penjadwalan Waktu Menggunakan Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan. Purworejo. Jawa Tenga. Ferdi Novanto1,*. Larashati BAotari Setyaning1. Umar Abdul Aziz1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo1 Email: ferdinovanto2@gmail. Abstrak. Proyek konstruksi memiliki tahapan dalam melaksanakan proses pekerjaan yang sulit dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, maka dari itu pentingnya melakukan penjadwalan guna mengatur arah jalannya suatu proyek agar sesuai yang telah direncanakan guna meminimalisir terjadinya keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk: . mengetahui berapa lama waktu pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode PERT pada Pembangunan Gedung DINDIKBUD dan . memperoleh durasi kemungkinan . penyelesaian proyek dengan tepat waktu. Pengumpulan data diperoleh dari DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruan. Kabupaten Purworejo. Dalam menganalisis data yang diperlukan adalah data primer dan data Data primer berupa Kurva S dan data sekunder berupa wawancara dengan staff ahli, pada penelitian ini menggunakan metode PERT (Program Evaluation and Review Techniqu. PERT merupakan metode untuk menghadapi situasi waktu yang tidak pasti pada suatu kegiatan, maka digunakan pendekatan yang menganggap kurun waktu kegiatan tergantung pada banyak faktor dan variasi sehingga dalam memperkirakan durasi suatu kegiatan dibutuhkan tiga angka estimasi yaitu optimis . , pesimis . dan waktu yang paling mungkin . Pengukuran ketidakpastian diukur menggunakan Devian Standar dan Varians. Analisis metode PERT menggunakan bantuan software Ms. Excel didapatkan hasil bahwa pembangunan Gedung DINDIKBUD Kabupaten Purworejo tahap II yaitu membutuhkan waktu pelaksanaan proyek selama 172 hari dengan kemungkinan . proyek untuk diselesaikan sebesar 92,51%. Pada tahap i diperlukan waktu pelaksanaan proyek selama 174 hari dengan kemungkinan . proyek untuk diselesaikan sebesar 88,30%. Kata Kunci : penjadwalan. PERT, probability. Abstrack. Construction projects have stages in carrying out the work process that are difficult and interdependent between one another, therefore the importance of scheduling in order to regulate the direction of the course of a project to be in accordance with what has been planned in order to minimize delays. This research aims to: . find out how long the project implementation time is using the PERT method in the DINDIKBUD Building Construction and . obtain the duration of the probability of completing the project on time. Data collection was obtained from DPUPR (Department of Public Works and Spatial Plannin. Purworejo Regency. In analyzing the data required are primary data and secondary data. Primary data in the form of S Curve and secondary data in the form of interviews with expert staff, in this study using PERT (Program Evaluation And Review Techniqu. PERT is a method to deal with uncertain time situations in an activity, so an approach is used that considers the period of activity depends on many factors and variations so that in estimating the duration of an activity three estimation numbers are needed, namely optimistic . , pessimistic . and the most likely time . Measurement of uncertainty is measured using Standard Devian and Variance. The PERT method analysis using Ms. Excel software obtained the results that the construction of the DINDIKBUD Building of Purworejo Regency phase II requires a project Ferdi Novanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . implementation time of 172 days with a probability of the project being completed by 92. In phase i, it takes 174 days of project implementation time with a probability of the project being completed at 88. Keyword : schedulling. PERT, probability. Pendahuluan Pelaksanaan proyek konstruksi memiliki Tahapan dalam melaksanakan proses pekerjaan yang sulit dan saling ketergantungan yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini makin besar suatu proyek maka semakin rumit masalah yang dihadapi. Jalannya suatu proyek konstruksi agar sesuai dengan hasil yang dinginkan, maka diperlukan metode yang tepat. Dalam penelitian ini digunakan metode PERT agar pelaksanaan proyek tidak terjadi Penelitian ini dilaksanakan pada proyek Pembangunan Gedung DINDIKBUD Kabupaten Purworejo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berapa lama waktu pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode PERT pada Pembangunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DINDIKBUD). Memperoleh durasi kemungkinan (Probabilit. penyelesaian proyek dengan tepat waktu. Penelitian terdahulu mengenai penjadwalan proyek dengan metode PERT antara lain penelitian Fitrianto . dengan judul AuPenjadwalan Proyek konstruksi dengan metode penjadwalan PDM (Precedence diagram Metho. dan Perhitungan waktu dengan PERT (Program Evaluation and Revie Rechniqu. (Studi kasus: Proyek pembangunan Gedung TK Sultan Agung-UII Tahap II. Nglanjar. Slema. Ay, menganalisa menggunakan metode PERT dan PDM dengan tujuan untuk optimalisasi perhitungan durasi dan penjadawlan proyek. Selanjutnya penelitian Andardi . dengan judul AuAnalisis Penerapan Sistem Penjadwalan dengan Metode PERT Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Rehabilitasi Dan Peningkatan Infrastruksi Pasar Tradisonal Kota Malan. Ay, menganalisa menggunakan metode PERT dengan tujuan untuk pengantisipasian keterlambatan penyelesaian suatu proyek dan menentukan peresentase keberhasilan penyelesaian suatu proyek. Terakhir adalah penelitian Putra . dengan judul AuAnalisis Penjadwalan Proyek Gedung Bertingkat Dengan Metode PERT Dan M-PERT Menggunakan Simulasi Monte CarloAy menganalisa menggunakan metode PERT dan M-PERT dengan tujuan untuk mengetahui durasi kemungkinan penyelesaian proyek dengan mensimulasikan mengguankan aplikasi Monte Carlo Metode Penelitian Desain pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan mengumpulkan data lapangan yang nantinya akan diproses untuk mendapatkan hasil yang diinginkan untuk menunjang hasil penelitian. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk memverifikasi teori dengan data yang ada dilapangan menggunakan teknik statistik. Dalam penelitian ini terdapat satu jenis data yang diperlukan. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer dikumpulkan dengan cara mewawancarai staff ahli yang berpengalaman dalam menangani proyek konstruksi, sedangkan data sekunder didapat dari DPUPR Kabupaten pembangunan gedung DINDIKBUD yang berupa Kurva S. Analisa data menggunakan rumus sebagai berikut: Analisis Kurun Waktu yang Diharapkan . Di bawah ini merupakan rumus perhitungan kurun waktu yang diharapkan . yca 4yco yca ycyce = . Analisis Durasi Menggunakan AOA (Activity on Arro. Activity On Arrow atau diagram anak panah merupakan teknik penggambaran kegiatan proyek yang akan dilaksanakan agar dapat terlihat pekerjaan apa saja yang dapat dimulai terlebih dahulu, serta dapat mengelompokkan pekerjaan yang dapat dilakukan secara bersamaan, sehingga dengan penggambaran AOA dapat membantu dalam mengidentifikasi kegiatan-kegiatan proyek yang akan dilaksanakan. Ferdi Novanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Analisis Deviasi Standar dan Varians Kegiatan Besarnya ketidakpastian ini bergantung pada besarnya estimasi untuk a dan b. Dalam PERT, parameter yang menjelaskan masalah ini disebut standar deviasi dan varians. Secara statistik, standar deviasi adalah 1/6 dari rentang distribusi . ycI = 6 . ca Oe yc. ycO = ycIA Analisis Target Jadwal Penyelesian T. Pelaksanaan suatu proyek sering dijumpai serangkaian tahapan yang masing-masing memiliki target jadwal atau tanggal penyelesaian tertentu. menggunakan rumus: OeycNya ycIA Hasil Penelitian Analisis Kurun Waktu yang Diharapkan . Tabel 1. Perhitungan Kurun Waktu Yang Diharapkan . Tahap II Estimasi Kegiatan Urutan Kegiatan Lantai 1 Pekerjaan Struktur Pekerjaan Tanah Dan Pondasi (Pekerjaan Tembo. Pekerjaan Beton Bertulang (Pekerjaan Tembo. Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan Pasangan (Pembuatan Tembok. Penambahan Ruanga. Pekerjaan Kusen. Pintu Dan Jendela Dan Atap Pekerjaan Besi (Pekerjaan Tembo. Sumber: Hasil Perhitungan Sebagai salah satu contoh Perhitungan kurun waktu yang diharapkan . untuk pekerjaan pasangan lantai 1. Kurun waktu optimistik . = 65 hari. Kurun waktu pesimistik . = 70 hari. Kurun waktu paling mungkin . = 66 hari, maka angka te 65 4 ycu 68 70 ycyce = = 68 Eaycaycycn Tabel 2. Perhitungan Kurun Waktu Yang Diharapkan . Tahap i Estimasi Kegiatan Urutan Kegiatan Lantai 1 Pekerjaan Tanah (Pembersihan Tanah Pada Halaman Depa. Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran Pekerjaan Beton (Penambahan Ruanga. Pekerjaan Fasade Pekerjaan Pintu Jendela Sumber: Hasil Perhitungan Ferdi Novanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Analisis Durasi Menggunakan AOA (Activity On Arro. Gambar 1. Jaringan Kerja Tahap II Ferdi Novanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Gambar 2. Jaringan Kerja Tahap i Analisis Deviasi Standar dan Varians Kegiatan Tabel 3. Perhitungan Nilai Devian Standar dan Varian Pekerjaan Tahap II Urutan Kegiatan Lantai 1 Pekerjaan Struktur Pekerjaan Tanah Dan Pondasi (Pekerjaan Tembo. Pekerjaan Beton Bertulang (Pekerjaan Tembo. Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan Pasangan (Pembuatan Tembok. Penambahan Ruanga. Pekerjaan Kusen. Pintu Dan Jendela Dan Atap 0,5000 1,6667 0,2500 1,7778 0,8333 0,8333 0,6944 0,6944 Sumber: Hasil Perhitungan Salah satu contoh perhitungan Nilai devian standar dan varians pekerjaan pasangan lantai 1. Kurun waktu optimistik . = 65 hari. Kurun waktu pesimistik . = 70 hari ycI = ( ). ca Oe yc. = ( ). Oe . = 0,8333 ycO = ycI2 = 0,8333 = ( ) . Oe . 6 = 0,6944 Ferdi Novanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Tabel 4. Rekapitulasi Jalur Kritis. Nilai Devian Standar dan Varians Tahap II Kegiatan Pekerjaan Tanah Dan Pondasi Lantai 1 (Pekerjaan Tembo. 0,5000 Pekerjaan Besi Lantai 1 (Pekerjaan Tembo. 1,1667 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 1 (Pekerjaan Tembo. 1,3333 Pekerjaan Pasangan Lantai 1 (Pembuatan Tembok. Penambahan 0,8333 Ruanga. Pekerjaan Pengecatan Lantai 1 (Bagian Luar Banguna. 1,1667 JUMLAH 5,0000 Sumber: Hasil Perhitungan Simbol Tabel 5. Rekapitulasi Jalur Kritis. Nilai Devian Standar dan Varians Tahap i Kegiatan Pekerjaan Tanah Lantai 1 (Pembersihan Tanah Pada Halaman Depa. 0,5000 Pekerjaan Beton Lantai 2 (Penambahan Ruanga. 0,5000 Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran Lantai 2 0,8333 Pekerjaan Cat Lantai 2 0,8333 Pekerjaan Lantai Lantai 2 1,3333 Pekerjaan Pintu Jendela Lantai 2 1,1667 JUMLAH 5,1666 Sumber: Hasil Perhitungan Simbol 0,2500 1,1311 1,7778 0,6944 1,1311 5,5444 0,2500 0,2500 0,6944 0,6944 1,7778 1,3611 5,0277 Analisis Target Jadwal Penyelesian T. Sesuai jaringan kerja yang sudah digambar maka dapat diketahui jalur kritisnya, setelah jalur kritis diketahui Didapat untuk tahap II hubungan antara waktu yang diharapkan (TE) = 172 hari dan total varians kegiatan (V) = 5,5444. Untuk menentukan hubungan antara waktu yang diharapkan (TE) dengan target T. maka dapat di tentukan menggunakan rumus z seperti dibawah ini: OeycNya yc = yc^2 yccycnycoycaycuyca yc 2 = ycO 180Oe172 yc = 5,5444 = 1,4429 Didapat untuk tahap II hubungan antara waktu yang diharapkan (TE) = 174 hari dan total varians kegiatan (V) = 5,0277. Untuk menentukan hubungan antara waktu yang diharapkan (TE) dengan target T. maka dapat di tentukan menggunakan rumus z seperti dibawah ini: yc= ycN. OeycNya yccycnycoycaycuyca yc 2 = ycO yc^2 180Oe174 yc = 5,0277 = 1,1934 Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Penjadwalan menggunakan metode PERT pada proyek pembangunan Gedung DINDIKBUD tahap II membutuhkan waktu pelaksanaan proyek selama 172 hari sedangkan untuk tahap i dibutuhkan pelaksanaan waktu selama 174 hari Pada pembangunan Gedung DINDIKBUD tahap II kemungkinan . proyek selesai selama 172 hari sebesar 92,51 %, kemudian untuk tahap i kemungkinan . selesai selama 174 hari sebesar 88,30 Ferdi Novanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . 2 Saran Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, berikut beberapa saran yang akan disampaikan, antara lain. Penelitian selanjutnya sebaiknya mulai meneliti dari pekerjaan struktural hingga finishing, karena banyaknya faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keterlambatannya suatu pekerjaan. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunankan metode penjadwalan durasi yang lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini agar dapat menjadi pembanding. Daftar Pustaka