JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 5. No. Mei 2025, pp. 60 - 70 p-ISSN :2808Aa8786 . e-ISSN :2798Aa1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Integrasi Metode Pembayaran Qris Dalam Mendukung Literasi Keuangan Digital Menuju Indonesia Emas 2045 Ni Luh Putu Anom PancawatiA. I Made SudarmaA. I Putu SomiarthaA 1,2,3 Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Jalan Pancaka No. 7 B Mataram Nusa Tenggara Barat 83126 Email : anompancawati19@iahn-gdepudja. id1, iamsudarma@gmail. com2, psomiartha@gmail. ABSTRACT ARTICLE INFO Digital transformation requires its users to adapt, understand, and be able to use applications by utilizing various digital infrastructures, one of which is the QRIS payment method. This research aims to explain the adoption of the integration of the QRIS payment method and its supporting and inhibiting factors in promoting digital financial literacy towards Indonesia Emas 2045. The research method uses a qualitative The results show that the adoption of QRIS as a payment method has great potential in supporting the understanding of digital finance, which not only facilitates payment transactions but also strengthens the foundation for digitalization changes. Factors such as convenience and accessibility, data privacy and security, contactless transactions, marketing and promotion, as well as the prevention of counterfeit currency, drive adoption. Conversely, the gap in technology infrastructure ownership, lack of technological knowledge, dependence on cash availability, limited internet access, and security issues due to QR code fraud hinder adoption. Cooperation between the community, government, private sector, and financial institutions is needed to determine strategic steps to continuously improve and enhance the use of the QRIS payment method in supporting digital-based financial literacy and to contribute to human development and mastery of science and Article history: Received 05 Februari 2025 Recived in revised form 29 Februari 2025 Accepted 13 Maret 2025 Available online 30 Mei 2025 Keywords: Integration. QRIS. Digital Financial Literacy. Golden Indonesia 2045 Abstrak Transformasi digitalisasi menuntut para penggunanya untuk beradaptasi memahami serta mampu menggunakan aplikasi dengan memanfaatkan berbagai infrastruktur digital salah satunya metode pembayaran QRIS. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan adopsi integrasi metode pembayaran QRIS serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam mendukung literasi keuangan digital menuju Indonesia Emas 2045. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa adopsi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran memiliki potensi besar dalam mendukung pemahaman keuangan digital yang tidak hanya memudahkan transaksi pembayaran namun juga dapat memperkuat Received 05 Februari, 2025. Revised 29 Februari, 2025. Accepted 13 Maret, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 landasan perubahan digitalisasi. Faktor kenyamanan dan aksesibilitas, privasi dan keamanan data, transaksi tanpa adanya kontak fisik, pemasaran dan promosi serta pencegahan peredaran uang palsu menjadi aspek pendorong adopsi, sebaliknya kesenjangan kepemilikan infrastruktur teknologi, minimnya pengetahuan teknologi, ketergantungan ketersediaan uang tunai, keterbatasan akses internet dan keamanan akibat adanya penipuan kode QR menjadi faktor penghambat adopsi tersebut. Diperlukan kerjasama antara masyarakat, pemerintah, pihak swasta dan lembaga keuangan guna menentukan langkah strategis untuk terus memperbaiki dan meningkatkan penggunaan metode pembayaran QRIS dalam mendukung literasi keuangan berbasis digitalisasi serta mampu berkontribusi pada pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata Kunci: Integrasi. QRIS. Literasi Keuangan Digital. Indonesia Emas 2045 PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini mengalami kemajuan serta berkembang sangat pesat dan mampu memberikan kontribusi positif di segala aspek kehidupan manusia yang secara tidak langsung dapat mempermudah kegiatan setiap individu dalam masyarakat. Eksistensinya ditujukan untuk dapat memenuhi kebutuhan setiap individu yang semakin kompleks dengan cara yang paling efektif serta efisien, hal tersebut menuntut manusia dengan segala kepintarannya untuk terus melakukan inovasi yang bertujuan untuk dapat membantu aktivitas manusia dalam kesehariannya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah tidak dapat terbendung tersebut mampu menunjukkan kemajuan suatu negara yang dapat berpengaruh di segala aspek kehidupan, seperti ekonomi, pendidikan, transportasi, sosial budaya, pertahanan dan Kemajuan teknologi tidak dapat dihindari dan telah mampu mempengaruhi seluruh kehidupan manusia yang telah memberikan banyak kegunaan serta mampu mempermudah pekerjaan serta mampu menghasilkan modernitas, mobilitas sosial, ekspansi atau perluasan budaya (Fitri Mulyani, 2. Dengan demikian masyarakat didesak untuk meningkatkan kapabilitasnya sehingga dapat menyesuaikan dirinya dengan modernisasi yang ada. Salah satu bukti tersebut ditunjukkan dengan hadirnya digitalisasi di seluruh bidang aktivitas manusia dengan membawa perubahan besar dan berkembang seiring waktu. Proses digitalisasi tersebut menuntut masyarakat untuk segera beradaptasi serta meningkatkan kapasitas diri untuk dapat memanfaatkan dan menggunakannya dengan positif. Seperti saat pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia, mendesak adanya transformasi digital pada semua sistem dan metode yang awalnya bersifat konvensional beralih kepada daring dan serba digital. Istilah digital tersebut mengacu pada kata gelombang, jaringan atau internet yang terhubung pada komputer, sedangkan perkembangan teknologi digital berbasis internet terutama terkait dengan teknologi informasi lebih menunjukkan pada zaman digital (Sulchan et al. , 2. Teknologi digital merupakan sistem menghitung dengan proses yang memiliki kecepatan dalam memproses semua bentuk informasi menjadi nilai-nilai numeris yang memberikan perubahan pada kualitas serta efisiensi kapasitas data yang dibuat dan dikirimkan seperti pengiriman kualitas gambar yang lebih baik, kapasitas yang efisien serta proses pengiriman yang semakin cepat (Danuri, 2. Transformasi proses bisnis pada saat pandemi Covid-19 tersebut dari konsep konvensional menjadi digital mampu menjadi solusi untuk mempertahankan serta meningkatkan daya saing usaha yang jika diabaikan dapat berpotensi merugikan serta menghasilkan pengangguran yang lebih banyak lagi. Pengintegrasian teknologi dalam kegiatan usaha pada perusahaan menghadirkan digitalisasi dalam dunia bisnis itu sendiri yang mampu memberikan paradigma baru dalam melakukan proses produksi, memperoleh pangsa pasar baru, melakukan pemasaran yang lebih mudah bahkan mampu bertahan dalam terjangan persaingan bisnis yang semakin kompetitif dengan terus melakukan inovasi. Perkembangan digitalisasi tersebut dapat dirasakan melalui kehadiran internet yang saat ini menjadi kebutuhan pokok di hampir seluruh pekerjaan yang dilakukan manusia dan tidak dapat dipisahkan dalam hidup kesehariannya. Internet mampu memudahkan segala bidang dalam dunia bisnis. Dengan memanfaatkan internet para pelaku bisnis dapat meminimalisir kendala dalam memperoleh informasi yang dapat menunjang kegiatan usahanya bahkan dapat mendukung pertukaran infromasi secara elektronik untuk dapat mengaplikasikannya pada strategi bisnis seperti marketing, perdagangan dan penyajian jasa pada pelanggan (Yuliana, 2. Salah satu bentuk pelayanan pada pelanggan tersebut adalah dengan memberikan kemudahan dalam melakukan metode pembayaran pada transaksi bisnis yang dilakukan dengan Integrasi Metode Pembayaran QRIS Dalam Mendukung Literasi Keuangan Digital Menuju Indonesia Emas 2045 (Ni Luh Putu Anom Pancawat. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 menggunakan metode pembayaran digital salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Digitalisasi dalam QRIS mendorong masyarakat untuk memiliki kecukupan wawasan dan kesadaran yang memadai dalam memanfaatkan dan menggunakan dengan bijak, cerdas serta cermat sehingga terhindar dari kerugian baik bagi diri sendiri serta orang lain, dengan demikian dibutuhkan literasi keuangan digital yang dapat mendukung hal tersebut. Literasi keuangan menjadi suatu keharusan dalam bentuk penguasaan keterampilan individu untuk memperbaiki derajat hidup terkait daya pemahaman terhadap perencanaan dan pendistribusian kepemilikan sumber keuangan yang tepat dan efisien (Mudrikah, 2. Pengetahuan serta keterampilan tersebut tentunya mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan Indonesia. Partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan Indonesia yang berkelanjutan serta memberikan peran besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara menyeluruh. Salah satu tujuan serta visi Indonesia saat ini yaitu mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045 (Diana, 2. Indonesia memiliki 4 pilar yang menjadi landasan untuk Indonesia Emas di tahun 2045 yang dibangun berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945 yang menjadi dasar berbangsa, bernegara dan konsistusi, yaitu . Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan. Pemerataan Pembangunan. Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan (Diana, 2. Kemampuan menggunakan, mengoperasionalkan serta memanfaatkan teknologi dalam melakukan aktivitas individu kesehariannya tidak saja memberikan kemudahaan serta mengefisienkan waktu namun juga dapat berdampak pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membantu membangun peradaban bangsa. Peran yang cukup besar oleh generasi Z dalam membangun peradaban tersebut sebagai penerus bangsa mampu menciptakan nilai-nilai perkembangan teknologi dalam mengurangi berbagai kesenjangan yang hadir di era globalisasi ini. Beberapa riset sebelumnya telah berhasil memberikan gambaran perbandingan penghasilan yang diperoleh UMKM sebelum dan sesudah menggunakan QRIS dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, diperoleh hasil penelitian bahwa dengan bertransaksi menggunakan QRIS terdapat kemudahan yang dirasakan oleh para pelaku UMKM, selain itu ditemukan beberapa kendala salah satunya mengenai minimnya edukasi dalam menggunakan QRIS pada pengguna lansia (Nurhaliza et al. , 2. Penelitian berikutnya dilakukan dengan metode kualitatif purposive sampling dengan menggunakan sampel mahasiswa generasi milenial di Kota Bima yang menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran dalam membeli berbagai produk atau jasa secara daring maupun luring. Hasil penelitian diperoleh bahwa para generasi milenial merasakan efektifivitas dari sisi kemudahan dan manfaat menggunakan QRIS serta tidak mengalami kesulitan dalam menggunakannya bahkan memudahkan mereka dalam melakukan pembayaran transaksi online maupun offline (Muniarty et al. , 2. Penelitian berikutnya menganalisis preferensi mahasiswa Gen-Z di kota Palu terkait penggunaan QRIS M-Banking dalam meningkatkan literasi keuangan. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dan dianalisis melalui regresi liner berganda dengan SPSS diperoleh hasil penelitian bahwa terdapat pemahaman mengenai pengaruh yang positif akan kemudahan, manfaat, kepercayaan dan risiko terhadap preferensi mahasiswa generasi Z dalam menggunakan QRIS M-Banking sebagai alat pembayaran digital (Rifaldi et al. Adanya peradaban tersebut serta eksistensi para generasi Z dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan perpaduan yang saling terkait sebagai salah satu bentuk kemajuan bangsa yang dapat menjadi bagian yang kompetitif di kancah pergaulan internasional. Atas dasar tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu pilar dalam Indonesia Emas 2045 yaitu Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan mengacu pada partisipasi generasi Z pada mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram yang memiliki peran penting dalam mewujudkan visi tersebut serta memiliki peran aktif menuju Indonesia Emas 2045. Pemanfaatan metode pembayaran QRIS masih belum sepenuhnya digunakan oleh seluruh mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram, dengan demikian diperlukan penelitian yang dapat membantu memahami trend adopsi teknologi serta mengetahui respon mereka dengan kemampuannya dalam memanfaatkan digitalisasi sehingga literasi keuangan sangat penting dibangun salah satunya melalui penggunaan QRIS sebagai alternatif transaksi metode pembayaran. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 TINJAUAN PUSTAKA Integrasi Saat ini semakin banyak perusahaan yang mengimplementasikan integrasi dalam aktivitas usahanya dalam membantu manajemen operasional sehingga dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Integrasi dapat menjadikan suatu proses dari sebuah subsistem atau kompleksitas komponen menjadi satu kesatuan sistem yang besar dengan demikian dapat memudahkan berbagai proses bisnis yang dilaksanakan baik di internal maupun eksternal. Salah satunya berupa kemajuan dan perkembangan finance dan teknologi yang saat ini mampu memicu inovasi dalam menghadapi tantangan di dunia bisnis. Untuk perusahaan keuangan, adanya kemajuan e-finance dan teknologi mobile mendorong adanya inovasi financial technology (Fintec. setelah krisis keuangan global di tahun 2008 dengan menggabungkan antara e-finance, teknologi internet, layanan jejaring sosial, media sosial, kecerdasan buatan dan analitik big data (Suryono, 2. Kehadiran financial technology (Fintec. mampu menawarkan manfaat serta kegunaan yang berfokus pada layanan pembayaran dan pinjaman yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Financial technology (Fintec. dideskripsikan sebagai bentuk penerapan IT di bidang keuangan, inovasi keuangan dan digital maupun startup . ndustri keuangan selain bank atau layanan jasa keuanga. (Suryono, 2. Dengan demikian integrasi metode pembayaran dalam e-finance dan teknologi dengan memanfaatkan layanan internet dapat mengatasi serta meminimalisir hambatan yang dihadapi saat ini. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) . Kemajuan teknologi dalam sistem transaksi pembayaran saat ini, mampu menggeser fungsi penggunaan uang tunai menjadi uang digital yang mendorong masyarakat untuk dapat segera beradaptasi dengan perubahan tersebut. Hadirnya uang digital tersebut mendapatkan dukungan dari pemerintah sebagai salah satu alat transaksi pembayaran yang sah dalam sistem pembayaran elektronik. Sejak diluncurkan pada tanggal 1 Januari 2020. QRIS menjadi salah satu implementasi uang yang berbasis elektronik server based, dompet elektronik dan mobile banking (Silalahi et al. , 2. Sebagai salah satu alternatif metode pembayaran yang lebih efisien dengan bentuk non-tunai. QRIS menggunakan satu standar dengan menggunakan QR Code, sehingga penjual barang ataupun jasa . tidak perlu memiliki beragam jenis QR Code dari penerbit yang berbeda-beda (Setiawan & Mahyuni, 2. QR Code berfungsi untuk semua pembayaran, apapun apikasinya cukup discan pada satu tempat yaitu InterActive QRIS (Kurniawti et , 2. Bank Indonesia telah melakukan langkah sosialisasi tentang kewajiban penggunaan sistem pembayaran menggunakan QRIS per 1 Januari 2020 dalam upaya mendukung program kebijakan pemerintah yang bertujuan mendorong kemajuan ekonomi digital, yang mewajibkan semua merchant penjual barang ataupun jasa menggunakan dan menerima pembayaran via e-money (Kurniawti et al. , 2. Dengan hadirnya QRIS sebagai salah satu alat pembayaran yang sah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang menunjukkan kemajuan dalam bidang ekonomi khususnya keuangan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Literasi Keuangan Digital . Kemajuan teknologi digital tanpa disadari menjadi bagian penting dalam kehidupan keseharian Di lembaga jasa keuangan, teknologi digital merupakan komponen penting dalam mendukung proses aktivitas bisnis yang dijalankan. Perubahan teknologi yang begitu cepat dan diaplikasikan oleh berbagai jasa keuangan di Indonesia, mengharuskan masyarakat untuk segera menyesuaikan diri dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang mumpuni dalam menggunakan teknologi tersebut dengan benar, tepat dan aman sehingga dapat diketahui sejak dini manfaat serta risiko yang dapat diperoleh dari menggunakan produk serta layanan jasa keuangan tersebut (Fisabilillah et al. , 2. Literasi keuangan merupakan bentuk pemahaman dan keyakinan yang dimiliki setiap individu terhadap sebuah produk ataupun lembaga jasa keuangan yang karena keyakinannya tersebut seseorang menjadi tertarik untuk memiliki dan mengakses produk serta layanan keuangan yang telah tersedia secara lebih efektif dan efisien (Yuliyanti & Pramesti, 2. Literasi keuangan menunjukkan keterampilan serta penguasaan wawasan seseorang untuk dapat mengendalikan keuangannya dengan demikian jika literasi keuangannya baik maka akan memberikan kemudahan untuk mempraktikkan informasi melalui beragam fasilitas, fungsi, dampak kerugian, serta hak Integrasi Metode Pembayaran QRIS Dalam Mendukung Literasi Keuangan Digital Menuju Indonesia Emas 2045 (Ni Luh Putu Anom Pancawat. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 dan kewajiban dalam mengakses dan memanfaatkan produk atau layanan jasa keuangan (Astuti, 2. Tingkat pemahaman literasi keuangan di masyarakat akan membantu mewujudkan inklusi keuangan dan menjadi modal dalam setiap pengambilan keputusan keuangan yang dapat berpengaruh pada peningkatan sumber daya keuangannya serta akses dalam sistem keuangan. Hal tersebut dikarenakan pengelolaan keuangan yang dilaksanakan dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan individu dan keluarganya. Lembaga keuangan saat ini berlomba-lomba menggunakan sistem keuangan digital untuk menawarkan kemudahan akses bagi para konsumennya dari produk dan jasa keuangan yang ditawarkan, sehingga hal tersebut mendesak para calon penggunanya untuk bisa memahami dan menguasai keterampilan dari penggunaan sistem keuangan digital tersebut, dengan demikian penting bagi masyarakat untuk dapat memahami literasi keuangan digital agar dapat menikmati layanan lembaga jasa keuangan yang ditawarkan. Teori TAM dan Kepuasan Konsumen . Teori kepuasan konsumen menjelaskan mengenai tingkat kebahagiaan konsumen atas perasaan atau evaluasi setelah membandingkan hasil yang diterima dari sebuah produk atau layanan dengan membandingkan harapan atau ekspetasi yang diharapkan sebelumnya dengan kondisi aktualnya sehingga dalam pandangan personal tersebut mampu memberikan nilai yang positif akan hal yang telah diterimanya, dengan demikian kepuasan konsumen akan memberikan ungkapan perasaan mengenai perbandingan mengenai yang dirasakan dengan harapannya (Kumrotin & Susanti, 2. Adapun manfaat yang diperoleh dengan adanya kepuasan konsumen tersebut antara lain mampu membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan konsumen, mendorong terciptanya pembelian ulang . epurchase intentio. , loyalitas konsumen dan rekomendasi dari mulut ke mulut . ord of mout. yang memberikan keuntungan bagi perusahaan sehingga mampu meningkatkan reputasi perusahaan yang pada akhirnya akan mampu mendorong perolehan laba yang semakin meningkat (Apriyani, 2. Terdapat empat faktor yang dapat digunakan perusahaan dalam menganalisis kepuasan konsumen yaitu pertama kualitas yang dimiliki produk seperti performa, daya tahan, fitur, konsistensi dan desain, kedua kualitas akan pelayanan yang diperoleh dari sikap atau perilaku dari pemberi layanan, ketiga tentang emosional yang diperoleh dari faktor psikologis dan citra merek, keempat tentang harga serta kelima mengenai biaya (Cesariana et al. , 2. Technology Acceptance Model (TAM) menjelaskan mengenai penerimaan sebuah teknologi berupa keyakinan akan sikap yang digunakan sebagai penentu dalam menggunakan sistem informasi yang telah disediakan misalkan penggunaan uang elektronik sebagai pengganti mata uang konvensional dalam melakukan transaksi pembayaran (Caroline & Hastuti, 2. Teori ini memiliki lima konstruksi utama yaitu persepsi manfaat . erceived usefulnes. mengenai tingkat keyakinan pengguna menggunakan sebuah sistem, persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. membahas penggunaan fisik serta mental yang minim jika menggunakan sistem tertent. , sikap terhadap pengguna . ttitude toward usin. tentang penilaian sesorang dalam mengevaluasi sebuah objek atau ide, intensitas menggunakan . ntention to us. penilaian individu mengenai perilaku tertentu dimasa mendatan. dan penggunaan actual . ctual to us. tentang pengukuran sebuah frekuensi dan jangka waktu penggunaan sistem yang berdampak pada kepuasan konsumen (Nugroho et al. , 2. Teori ini juga mampu menjelaskan mengenai sebuah model penerimaan sistem teknologi informasi yang digunakan oleh para pemakainya (Aini & Sigit, 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif yaitu melibatkan analisis data dan berhubungan dengan teori yang telah ada, selain itu untuk memperkuat hasil yang diharapkan pengumpulan data dilakukan juga dengan studi literatur dan lapangan. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Gde Pudja Mataram dengan menggunakan data primer mahasiswa generasi Z dengan karakteristsik khusus yaitu pernah melakukan transaksi pembayaran dengan metode pembayaran QRIS di Kota Mataram dan data sekunder pada penelitian ini menggunakan buku, artikel ilmiah serta pemberitaan online yang terkait dengan metode pembayaran QRIS. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data antara lain wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Sebelum dilakukannya wawancara, calon informan harus memenuhi kriteria yang memiliki pengetahuan memadai mengenai informasi yang dibutuhkan serta memenuhi syarat sebagai generasi Z yang pernah menggunakan QRIS dalam transaksi pembayarannya. Analisa data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyampaian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk memastikan bahwa data relevan untuk tujuan penelitian, reduksi data mencakup analisis data melalui penajaman, pengklasifikasian, pengarahan dan eliminasi data yang tidak diperlukan. Penyajian hasil analisis berbentuk narasi untuk menjelaskan hasil JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 kesimpulan yang diperoleh, karena yang dianalisa dan didiskripsikan adalah integrasi metode pembayaran QRIS dalam upaya mendukung literasi keuangan digital menuju Indonesia Emas 2045. HASIL DAN PEMBAHASAN Integrasi metode pembayaran QRIS dalam mendukung literasi keuangan digital menuju Indonesia Emas 2045 Kehadiran financial teknologi . dalam transaksi keuangan semakin menuntut konsumen untuk terbuka akan teknologi termasuk salah satunya pada generasi Z yang saat ini banyak berinteraksi dengan memanfaatkan beragam media digitalisasi. Inovasi keuangan yang terus terjadi sebagai bentuk peningkatan transaksi bisnis menunjukkan kemajuan teknologi mampu memberikan pengaruh besar pada perputaran ekonomi baik berupa pembelian ataupun penjualan produk yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, hal ini terjadi akibat kemudahan serta fleksibilitas transaksi yang dinikmati individu untuk melakukan pembayaran, penukaran serta pembayaran cicilan lainnya. Dengan terus berkembanganya inovasi teknologi terkait dengan pelayanan keuangan yang dapat menghadirkan model-model bisnis, aplikasi, proses ataupun produk yang menyediakan pelayanan keuangan maka integrasi antara perkembangan teknologi dan keuangan itu sendiri memberikan dampak positif bagi seluruh pengguna ataupun konsumen untuk menjalankan transaksi keuangan yang lebih mudah, efektif serta meminimalisir penggunaan uang cash. Sejalan dengan hal tersebut, berbagai sektor jasa keuangan di Indonesia pun telah banyak mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan memanfaatkan integrasi metode transaksi digital sebagai bentuk pelayanan keuangan yang diberikan, misalnya digital banking berupa internet banking atau mobile banking yang digunakan perbankan sebagai bentuk perkembangan inovasi digital pada layanan finansial yang menawarkan berbagai bentuk kemudahan pelayanan dengan fasilitas yang dapat memberikan layanan keuangan secara mandiri bagi penggunanya seperti pembukaan rekening baru, setor serta tarik tunai, transfer antar atau sesama bank dalam negeri ataupun keluar negeri, pengisian pulsa bahkan memberikan kemudahan pelayanan akan dompet digital . -walle. Kehadiran berbagai bentuk aplikasi dompet digital yang dapat memudahkan transaksi di era saat ini yang dapat terkoneksi dengan QRIS mampu meminimalisir kontak langsung dengan alat pembayaran yang digunakan serta memberikan fleksibilitas tanpa membawa uang tunai untuk dapat melakukan berbagai transaksi keuangan dimanapun serta kapanpun. Pengenalan serta pengetahuan mengenai QRIS sebagai metode pembayaran digital semakin digaungkan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan serta perkembangan ekonomi, khususnya bagi anak-anak muda yang tergolong cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang juga dirasakan oleh mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram yang berkategori pada usia generasi Z. Sebagian besar mahasiswa generasi Z di Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram mengetahui dan memperoleh informasi mengenai metode pembayaran QRIS tersebut melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda saat ini lebih tertarik membaca dengan memanfaatkan media sosial dan internet dalam memperoleh sumber bacaan serta informasi yang dibutuhkan mengenai QRIS. Informasi dan teknologi yang tersaji di setiap kehidupan keseharian menyebabkan mereka tidak dapat terlepas dari akses internet dengan memanfaatkan berbagai bentuk device yang dimiliki. Jawaban berikutnya diperoleh melalui keluarga, teman dan sahabat yang membagi pengalaman mereka secara personal dengan menyampaikan pengalaman yang telah diperoleh. Penyampaian pesan dalam bentuk informasi melalui kata-kata serta emosi yang memiliki interaksi langsung tersebut mampu menghantarkan berita mengenai hadirnya QRIS sebagai salah satu bentuk alternatif metode pembayaran selain dalam bentuk tunai. Selanjutnya melalui media massa baik dalam bentuk media cetak ataupun online menjadi pilihan terakhir responden mengetahui adanya penggunaan QRIS tersebut. Terkait dengan cara penggunaan QRIS diperoleh hasil bahwa mereka mampu menggunakan QRIS dapat berasal dari orang-orang terdekat seperti keluarga, teman dan sahabat dengan cara membagi pengetahuan serta pengalamannya selama bertransaksi menggunakan QRIS, sehingga hal tersebut mampu mengenalkan sekaligus mempromosikan secara langsung dengan menggunakan testimoni, pendapat dan respon untuk meningkatkan kepercayaan dalam menggunakannya. Penyampaian literasi QRIS dari komponen ini memberikan keyakinan langsung karena disampaikan oleh pihak yang sudah dikenal dan dipercayai. Dari Integrasi Metode Pembayaran QRIS Dalam Mendukung Literasi Keuangan Digital Menuju Indonesia Emas 2045 (Ni Luh Putu Anom Pancawat. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar jawaban informan memperoleh pengetahuan mengenai QRIS dan mampu menggunakannya berasal dari orang-orang terdekat yang memberikan kepercayaan secara Kemunculan media sosial seperti instagram, tiktok, facebook dan sebagainya mampu memberikan wawasan terkait penggunaan QRIS, hal ini menunjukkan bahwa media sosial mampu menyebarluaskan pesan atau informasi mengenai QRIS dengan cara mendengar dan melihat pengalaman yang pernah dilakukan konsumen sebelumnya. Dengan demikian media sosial mendukung kebebasan memperoleh pengetahuan dan informasi secara rinci mengenai berita, opini, pengalaman ataupun lainnya baik dalam bentuk teks, gambar, video ataupun kombinasi ketiganya dalam penyampaian informasi penggunaan QRIS kepada generasi Z tanpa harus menyampaikan secara tatap muka. Hal tersebut juga mempertegas bahwa karateristik dari generasi Z yang memiliki pemahaman tinggi akan teknologi dimana kehidupan sosialnya lebih banyak dihabiskan dengan memanfaatkan media digital serta dapat melakukan banyak hal dalam waktu yang Bahkan internet bagi mereka menjadi sumber acuan belajar untuk dapat mengetahui banyak hal baru mengenai kejadian yang terjadi di seluruh dunia, baik untuk tujuan liburan, mengisi waktu luang, melebarkan jaringan sosial pertemanan di dunia maya atau sekedar mengusir kesepian, oleh sebab itu peran media sosial tersebut menjadi salah satu pilihan informan generasi Z dalam memperoleh pemahaman mengenai QRIS. Pemahaman untuk dapat menggunakan QRIS berikutnya dapat melalui pegawai merchant atau pedagang yang melakukan penjualan produk barang atau jasa baik online maupun offline. Pada pembelanjaan secara online melalui market place, pembayaran melalui merchant bekerjasama dengan vendor aplikasi berbelanja pihak ketiga untuk dapat melakukan proses pembayaran yang efektif sehingga memudahkan transaksi dalam pembayarannya, tentunya kerjasama tersebut menyediakan pembayaran dengan menggunakan dompet elektronik. Konsumen akan dipandu dengan langkah-langkah pembayaran yang dimediasi pihak ketiga dan diselesaikan dengan gawai konsumen tersebut sehingga tidak perlu melalui proses transfer pembayaran antar bank yang merepotkan. Metode ini memudahkan pembeli melakukan transaksi pembayaran serta lebih nyaman untuk melakukan pembelian. Sedangkan untuk pembelian secara offline, sebelum melakukan pembayaran maka akan ditawarkan terlebih dahulu metode transaksi yang dapat digunakan selain cash oleh merchant yang bersangkutan kepada konsumen, salah satunya dengan menggunakan QRIS. Selain itu juga dapat diperoleh melalui media massa seperti majalah, koran, buku dan radio, hal ini menunjukkan media komunikasi tersebut saat ini masih menjadi sarana perantara dalam penyampaian infomasi mengenai literasi QRIS bagi generasi Z walaupun responnya cukup rendah. Fenomena ini menunjukkan bahwa akses dengan media membaca tersebut kurang diminati meskipun saat ini beberapa media massa tersebut telah tersaji dalam bentuk digital, namun karena adanya kemudahan untuk mengakses informasi dengan menggunakan internet menyebabkan para generasi Z lebih memilih mempelajarinya melalui media sosial yang disertakan dengan berbagai visual yang menarik. Generasi Z Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram lebih banyak menggunakan metode Merchant Presented Mode (MPM) Statis, dimana merchant cukup memajang satu sticker atau print out QRIS dan gratis dimana para konsumennya hanya melakukan scan, menginput nominal pembayaran yang harus dilakukan, dilanjutkan memasukkan PIN bank sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang dimiliki kemudian klik bayar, jika sistem telah terkoneksi maka akan muncul notifikasi pembayaran pada masing-masing device antara merchant dan konsumen yang menunjukkan validasi bukti pembayaran yang telah dilakukan. Hal ini cukup efektif dalam menyelesaikan transaksi penjualan bagi pedagang dan pembelian bagi konsumen tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang tunai sebagai pembayaran ataupun sebaliknya. Dengan demikian mode pembayaran QRIS ini terfokus pada pelanggan sebagai pihak yang lebih aktif melakukan transaksi pembayarannya dan membutuhkan pindai dari sisi pembelinya saja. Kedua dengan menggunakan Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis, dimana code QR akan dikeluarkan melalui suatu device seperti mesin Electronic Data Capture (EDC) atau smartphone secara gratis ketika akan membayar. Mekanisme ini dilakukan dimana merchant harus mengkoneksikan layanan yang akan digunakan terlebih dahulu sebelum konsumen bertransaksi kemudian memasukkan nominal pembayaran, kemudian sistem akan mengeluarkan code QR yang akan discan pelanggan untuk melakukan Setelah berhasil discan oleh konsumen langkah berikutnya sama seperti metode sebelumnya, konsumen akan menginput PIN bank yang dimiliki kemudian klik bayar, maka selanjutnya akan muncul validasi pembayaran dikedua belah pihak. Metode pembayaran jenis QRIS ini memerlukan interaksi pembayaran yang aktif bersama-sama antara merchant dengan konsumen itu sendiri, dimana penjual akan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 menginput besaran nominal yang akan dibayar konsumen sebelum memproduksi code QR untuk dapat dipindai oleh pelanggan menggunakan aplikasi pembayaran QRIS. Dan ketiga adalah dengan menggunakan Consumer Presented Mode (CPM), dimana pelanggan cukup menunjukkan code QR yang dimiliki yang ditampilkan dari aplikasi pembayaran pelanggan untuk dapat discan oleh merchant, kemudian menarik sejumlah nominal yang ditentukan. Faktor yang mendorong adopsi integrasi metode pembayaran QRIS untuk mendukung literasi keuangan digital menuju Indonesia Emas 2045 Penggunaan transaksi non tunai di Indonesia semakin banyak digunakan oleh berbagai konsumen serta pedagang ketika pandemi COVID 19 melanda, sehingga sistem pembayaran ini makin popular di tengah Adanya metode transaksi yang digunakan secara digital tersebut tidak saja berlaku bagi berbagai pembayaran jual beli saja namun menyentuh berbagai pelayanan keuangan lainnya seperti e-wallet yang dapat digunakan untuk menyimpan uang elektronik, mobile banking berupa layanan bank yang dapat digunakan melalui perangkat seluler, internet banking yang dapat memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi melalui web bank yang dimiliki, paylater yang memungkinkan konsumen dapat membeli produk terlebih dahulu dan membayarnya dapat dikemudian hari, virtual account yang digunakan untuk mengidentifikasi kode untuk membayar dan menerima pembayaran transaksi serta QRIS berupa bentuk standar metode pembayaran nasional digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia yang mampu mengintegrasikan kode QR ke dalam sistem tunggal. Hal ini tentunya bentuk pengaruh positif yang dapat dinikmati dan dirasakan masyarakat dari adanya teknologi digitalisasi dari sisi keuangan yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara digital pula. Beberapa faktor pendorong tersebut antara lain: Kenyamanan dan aksesibilitas. memungkinkan konsumen meminimalisir penggunaan uang tunai atau kartu fisik lainnya dalam melakukan transaksi yang mampu memberikan efisiensi waktu operasional ketika melakukan pembayaran sehingga mampu menghadirkan kemudahan transaksi serta proses pembayaran yang cepat. Selain itu pembayaran dengan metode ini juga mampu memastikan jumlah nominal pembayaran yang harus dilakukan sesuai dengan jumlahnya, sehingga tidak memperhitungkan nilai pengembalian yang harus dilakukan penjual kepada konsumen ataupun sebaliknya. Privasi dan keamanan data. seperti informasi pribadi seperti nama, nomor rekening, data pembayaran dan lainnya dapat terlindungi saat melakukan pembayaran dengan menggunakan QRIS sehingga meminimalisir kemungkinan penyalahgunaan data dari tindakan penipuan yang dapat memanfaatkan identitas pengguna untuk melakukan transaksi tanpa izin, selain itu terintegrasi dengan sistem perbankan yang memiliki standar keamanan serta protokol yang ketat. Data pembayaran dengan menggunakan QRIS memberikan informasi transaksi yang mencakup mengenai jumlah transaksi, identitas merchant, waktu saat terjadinya transaksi serta data pengguna secara real time dengan terbatas. Dengan demikian keamanan data menjadi bagian prioritas penting yang diperhatikan terkait dengan pembayaran non tunai tersebut. Dengan terjaminnya privasi data akan memberikan kepercayaan bagi penguna untuk mendorong penggunaan serta pemanfaatan teknologi QRIS secara luas di berbagai sektor usaha di seluruh wilayah Indonesia. Transaksi tanpa kontak. dilakukan tanpa melibatkan adanya kontak fisik uang tunai ataupun perangkat yang digunakan. QRIS hanya menggunakan pemindaian kode QR yang terhubung dengan gawai dan terkoneksi dengan aplikasi perbankan yang konsumen gunakan ataupun dompet digital. Pembayaran dengan digital QRIS tersebut dapat meminimalisir risiko penularan penyakit ataupun virus seperti saat terjangkitnya virus COVID-19. Dengan mengimplementasikan pemakaian QRIS secara tidak langsung juga mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penularan penyakit-penyakit tertentu yang dianggap berbahaya bagi masyarakat yang dapat menyebar melalui kontak fisik. Pemasaran dan promosi. memiliki peran penting mengenai pengenalan serta adopsi penggunaan teknologi digital sebagai metode pembayaran digital. Pemasaran akan membantu mendorong adanya peningkatan kesadaran penggunaan QRIS di berbagai kalangan di masyarakat baik yang dapat disampaikan dalam bentuk iklan melalui media sosial, televisi, surat kabar, radio dan lainnya yang menyampaikan informasi terkait akan manfaat dan keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan Integrasi Metode Pembayaran QRIS Dalam Mendukung Literasi Keuangan Digital Menuju Indonesia Emas 2045 (Ni Luh Putu Anom Pancawat. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 QRIS. Selain itu pula, kolaborasi dengan merchant baik secara online maupun offline yang menawarkan alternatif metode pembayaran dengan menggunakan QRIS mendorong pula kesadaran masyarakat akan penggunaan bentuk electronic money sebagai salah satu bentuk pembayaran di tempat mereka, maka secara tidak langsung aspek ini memperkenalkan teknologi kepada masyarakat luas untuk dapat digunakan di bidang keuangan khususnya pada transaksi pembayaran. Faktor penghambat upaya integrasi metode pembayaran QRIS dalam mendukung literasi keuangan digital menuju Indonesia Emas 2045 Beberapa kendala dan tantangan yang dapat menjadi penghambat integrasi teknologi dengan transaksi keuangan melalui penggunaan satu QRIS: Kesenjangan kepemilikan infrastruktur teknologi yang menyebabkan tidak dapat menikmati manfaat perubahan ekonomi tersebut secara digital. Untuk dapat melakukan transaksi pembayaran menggunakan metode QRIS pelanggan dan penjual dihadapkan kepada pemanfaatan gawai yang terhubung dengan internet untuk dapat melakukan pembayaran yang berbasis digital. Saat ini sebagian masyarakat masih ada yang belum memiliki ponsel pintar untuk dapat menikmati pembayaran dengan metode tersebut, bahkan di pedesaan ataupun dipelosok daerah perangkat tersebut masih belum menjadi skala prioritas untuk dapat dimiliki. Minimnya pengetahuan teknologi tentang pemanfaatan perkembangan teknologi dapat menjadi sinyal akan kurangnya pendidikan dan sosialisasi terkait dengan penerapan teknologi pembayaran digital secara luas, meskipun pada saat ini hampir sebagian besar mahasiswa telah familiar dengan penggunaan smartphone, namun tidak semua memiliki kemampuan untuk dapat memanfaatkannya dengan . Ketergantungan ketersediaan uang tunai untuk mengantisipasi pengeluaran yang bersifat mendadak dan dapat segera diselesaikan dengan bentuk pembayaran cash. Kebiasaan ini tidak dapat dihindari sebagai konsumen karena sampai saat ini belum semua tempat ataupun para pelaku usaha mampu menyediakan QRIS sebagai alternatif metode pembayaran, terlebih lagi jika nilai nominal dari transaksi yang harus dibayar jumlahnya tidak banyak. Selain itu juga didukung dengan kebiasaan para pelaku usaha terutama yang telah berusia lanjut lebih senang menerima pembayaran dengan bentuk uang tunai. Transaksi tersebut akan memudahkan menghitung hasil penjualan, yang secara langsung pula dapat digunakan untuk pembelian bahan pokok bagi penjualan berikutnya. Dengan demikian secara tidak langsung ketergantungan memegang uang tunai tersebut belum dapat dihindarkan . Keterbatasan akses internet yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia menjadi salah satu kendala dalam implementasi penggunaan metode pembayaran QRIS. Pembayaran berbasis digitalisasi tersebut memanfaatkan jaringan internet yang terkoneksi melalui ponsel masing-masing pengguna untuk dapat membantu penyelesaian proses pembayaran secara real-time ke dalam sistem bank untuk dapat segera diproses serta diverifikasi. Siknronisasi data antara pengguna, bank penerbit akun pengguna serta merchant harus dilakukan sesegera mungkin untuk dapat mengupdate saldo, riwayat transaksi maupun laporan keuangan yang dibutuhkan selama proses transaksi dilakukan. Dan verifikasi dapat terlaksana setelah pembayaran berhasil dilakukan serta menerima bukti notifikasi yang dikirimkan otomatis ke masing-masing pengguna maupun merchant. Dengan demikian akses internet menjadi salah satu komponen penting yang memungkinkan QRIS dapat digunakan di berbagai tempat. Keamanan akibat adanya penipuan kode QR menimbulkan ketidakpercayaan konsumen untuk mau menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran yang dapat digunakan. Dengan melakukan penggantian kode QR, oknum dapat mengganti kode QR yang resmi dimiliki oleh para merchant dengan kode yang dapat terhubung langsung ke rekening ilegal, jika konsumen tidak teliti dalam melakukan pembayaran, maka transaksi yang telah dilakukan terdistribusi ke akun bank pelaku, dengan demikian konsumen telah mengira transaksi pembayaran telah selesai dan penjual telah menerima pembayaran yang dimaksud. Tindakan kejahatan dengan memanfaatkan kode QR berikutnya adalah adanya penyebaran kode QR palsu yang disebarkan melalui media sosial, email ataupun pesan berantai yang menggiring para korban untuk diarahkan melakukan pembayaran ke rekening oknum penipu sehingga transaksi pembayaran yang dilakukan menjadi tidak sah. Dengan munculnya berbagai bentuk penipuan dengan memanfaatkan kemudahan dan keunggulan yang dimiliki dengan menggunakan QRIS menyebabkan para konsumen memiliki rasa keragu-raguan untuk mau menggunakan metode tersebut sebagai metode pembayaran. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Integrasi metode pembayaran QRIS memiliki potensi besar dalam mendukung literasi keuangan digital yang tidak saja mempermudah transaksi pembayaran namun juga dapat membangun fundamen adanya transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045. Adopsi yang lebih luas dari transaksi digital dengan menggunakan QRIS akan membantu masyarakat Indonesia untuk bisa memahami dan memanfaatkan teknologi keuangan modern yang berkontribusi pada pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pengadopsian tersebut dilakukan melalui berbagai cara diantaranya penyajian informasi akan manfaat dan cara penggunaannya yang disajikan melalui media sosial, word of mouth dari keluarga ataupun teman, media cetak atapun media massa, merchant yang menyediakan fasilitas tersebut serta berbagai event tertentu baik skala lokal maupun internasional yang secara masif mengenalkan dan membiasakan cara penggunan QRIS ke berbagai kalangan konsumen. Faktor yang berkontribusi terhadap integrasi metode pembayaran QRIS dapat dilihat dari berbagai aspek antara lain kenyamanan dan aksesibilitas, privasi dan keamanan data, transaksi tanpa adanya kontak fisik, pemasaran dan promosi serta pencegahan peredaran uang palsu. Faktor-faktor tersebut dapat memberikan keyakinan serta kepercayaan akan penerimaan QRIS lebih cepat yang pada akhirnya dapat mendukung peningkatkan literasi keuangan digital menuju Indonesia Emas 2045. Beberapa faktor yang dapat menghambat upaya integrasi metode pembayaran QRIS dalam mendukung literasi keuangan digital menuju Indonesia Emas 2045 antara lain kesenjangan kepemilikan infrastruktur teknologi, minimnya pengetahuan teknologi, ketergantungan ketersediaan uang tunai, keterbatasan akses internet dan keamanan akibat adanya penipuan kode QR. Berbagai faktor penghambat tersebut menjadi tantangan bagi penerimaan QRIS di tengah-tengah masyarakat. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis memberikan beberapa saran antara lain: Untuk mengantisipasi keterbatasan infrastruktur digital diperlukan investasi yang berkelanjutan untuk dapat memperluas akses internet yang dapat menjangkau wilayah di seluruh Indonesia sehingga penggunaan QRIS dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Penguatan koneksi integrasi metode pembayaran QRIS dengan platform pembayaran lainnya perlu dilakukan penyempurnaan yang berkelanjutan agar semakin dapat mudah digunakan masyarakat luas tanpa adanya gangguan teknis. Disisi lain terus mempertahankan dan meningkatkan pemberian intensif baik bagi merchant maupun konsumen agar terus menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran Untuk dapat mengatasi ketergantungan penggunaan uang tunai, dapat dilakukan dengan memberikan kepercayaan melalui kepastian keamanan salah satunya melalui pelayanan yang responsif mengenai kanal bantuan yang dapat menyelesaikan masalah teknis ataupun kasus penipuan penggunaan QRIS dengan sesegera mungkin DAFTAR PUSTAKA