JURNAL PUBLIKASI PENGABDIAN MASYARAKAT This is an open access article Inovasi dan Pemberdayaan under the CC-BY license Alternatif Pakan Ternak Berkelanjutan Melalui Budidaya Maggot Dari Sisa Sampah Organik Iltizam Dian Muhammad1. Noviyanti Pratiwi2. Mochammad Andrean Hadi Ananda3. Siti Mualimah4. Anggita Legian Afriana 5. Muhammad Hazbi Yazid6. Zakiyatur Razinah 7. Ghonim Maulana Ismail8. Nurul Setianingrum9 Universitas Jember, 2 Universitas PGRI Argopuro Jember, 3Universitas Islam Jember. Institut Agama Islam Al-Qodiri Jember, 5679Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq Jember, 8Universitas dr. Soebandi Jember. *Corresponding author E-mail: nurulsetia02@gmail. com (Nurul Setianingru. * Abstrak: Sampah merupakan permasalahan yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Rata-rata kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah setiap harinya. Sampah yang dibuang ke tempat pembuatan akhir (TPA) dengan open dumping . elola sampah di tempat terbuka tanpa penutu. dapat mencemari Untuk mengurai kemanfaatan dari sampah organik, perlu dilakukan sosialisasi, edukasi, sampai menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Di Sumberwringin ditemukan permasalahan sampah. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode ABCD (Asset Based Community Developmen. , dilaksanakan upaya pemberdayaan dan perbaikan dengan budidaya maggot. Dari hasil diskusi dengan warga masyarakat, maka ditemukan alternatif pemecahan masalah untuk mengurai Memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa mengenai alternatif pembuangan limbah organik yang ramah lingkungan dan menawarkan berbagai manfaat lain yaitu dengan melakukan budidaya maggot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berhasil, karena telah mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan dimana terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran sebesar Ou80% dari total tahapan kegiatan sebelumnya. Kata kunci: Maggot. Pakan Ternak. Sampah Organik. Pendahuluan Akibat pesatnya urbanisasi, perubahan demografi dan perilaku masyarakat, dihadapkan pada tantangan baru dalam pengelolaan limbah. Selama beberapa tahun terakhir, banyak kota telah meningkatkan upaya untuk menemukan solusi pengelolaan limbah yang berkelanjutan, terutama dalam mengembangkan strategi pengelolaan limbah tersebut. Pada umumnya yang dilakukan oleh masyarakat, limbah organik dan anorganik bercampur dan dibuang dengan sistem open Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Indonesia menghasilkan 56,63 juta ton sampah per tahun, namun hanya 39,01% . ,09 juta to. yang berhasil dikelola dengan baik, sisanya terbuang ke lingkungan melalui pembakaran, illegal dumping, atau dibuang ke badan air . Berarti pengelolaan sampah menjadi masalah krusial yang harus dicari solusi untuk Salah satu faktor peningkatan sampah adalah kebiasaan buang sampah sembarangan, sehingga volumenya terus bertambah dari waktu ke waktu hal ini menimbulkan berbagai masalah lingkungan (Yasin et al. , 2. Peningkatan Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum 30 Ae Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan volume sampah limbah buangan rumah tangga ini tanpa disadari oleh masyarakat akan menimbulkan masalah apabila tidak ada upaya yang efektif untuk mengatasinya (Salman et al. , 2. Sehingga diperlukan adanya edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana mengatasi masalah lingkungannya yang berhubungan dengan sampah, manfaat apa yang diperoleh dengan sisa sampah Untuk mengatasi keberadaan sampah utamanya masalah organik sisa rumah tangga adalah dengan budidaya maggot yang dapat menguraikan sampah organik menjadi sesuatu yang menjanjikan yaitu sebagai pakan ternak pengganti, peluang usaha dan juga mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Mabruroh yang menyatakan bahwa solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi desa ini adalah penyuluhan . budidaya maggot dengan memanfaatkan limbah organik dari sisa limbah rumah tangga (Mabruroh et al. , 2. Desa Sumberwringin berada di Kecamatan Sukowono. Kabupaten Jember. Provinsi Jawa Timur. Desa ini dikenal sebagai desa agraris, memiliki potensi alam yang cukup prospektif bagi pengembangan perekonomian wilayah ditingkat desa. Sesuai dengan potensi ekonomi desa yang ada, perekonomian di Desa Sumberwringin masih mengandalkan pada pertanian sebagai basis penggerak roda perekonomian wilayah. Pertanian sebagai sektor unggulan sampai saat ini masih memiliki peran yang dominan dan strategis bagi pembangunan perekonomian baik sebagai penyedia bahan pangan, bahan baku produk olahan, peningkatan pendapatan desa dan masyarakat serta penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan. Menurut data yang diperoleh dari SDGs Desa Kementerian Desa . Desa Sumberwringin masih memiliki beberapa permasalahan yang dihadapi. Salah satu permasalahan tersebut yakni terkait dengan permasalahan yang ada di lingkungan, dimana skor Goals SDGs Desa Peduli Lingkungan Darat masih rendah yang berada di angka 8,33 . Seperti kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan Desa Peduli Lingkungan Darat adalah mewujudkan keberlanjutan melalui aksi lokal artinya bagaimana program tersebut berupaya mewujudkan desa yang inklusif, berkelanjutan, serta tangguh dalam memecahkan masalah dan melaksanakan aksi nyata dalam melestarikan lingkungannya sendiri, diantaranya adalah pengurangan limbah. Pada konteks pengabdian ini permasalahan yang dapat ditemui di desa Sumberwringin yaitu salah satunya terkait dengan masalah sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Sampah didefinisikan sebagai bahan yang dibuang atau bahkan terbuang yang dihasilkan dari kegiatan manusia atau alam yang tidak terpakai lagi (Dewi & Raharjo, 2. Sampah dikategorikan berdasarkan sifatnya dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik . ampah basa. berasal dari makhluk hidup yakni daun dan sampah rumah tangga, jenis sampah organik mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik tidak mudah terurai (Hikmah et al. , 2. Pendapat lain menyebutkan bahwa sampah organik merupakan sampah yang tergolong zat organik seperti : tanaman, sisa makanan, sisa buah. Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum Menurut (Taufiq et al. , 2. sampah organik adalah limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup seperti hewan, manusia, tumbuhan yang mengalami pembusukan. sampah ini tergolong sampah yang ramah lingkungan karena dapat diurai oleh bakteri secara alami dan berlangsungnya cepat. Berdasarkan hasil laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Jember mengungkapkan bahwa dengan budidaya maggot cukup bermanfaat untuk mengurangi jumlah sampah organik terutama yang berasal dari rumah tangga, dimana 100 kg maggot BSF dapat men gurai kurang lebih 1 ton sampah organik hanya dalam waktu singkat yaitu 1 x 24 jam, hal ini sangat efektif untuk memecahkan solusi permasalahan tersebut. Disamping itu siklus hidup larva yang berkisar 12 sampai 14 hari sudah bisa dimanfaatkan untuk alternatif pakan ternak . Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemberdayaan warga untuk mengolah limbah sampah organik yang berasal dari rumah tangga dengan budidaya maggot. Dengan budidaya maggot tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak, unggas, dan ikan. Serta residu dari budidaya maggot tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Metode Kegiatan pelatihan pemanfaatan sisa sampah organik dari rumah tangga dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2024 di Balai Desa Sumberwringin. Kecamatan Sukowono. Kabupaten Jember. Adapun peta Desa Sumberwringin disajikan pada gambar berikut. PETA LOKASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DESA SUMBERWRINGIN KEC. SUKOWONO KAB. JEMBER Ae JAWA TIMUR Gambar 1. Peta Lokasi Kegiatan Pengabdian di Desa Sumberwringin Kelompok sasaran dalam pelatihan ini adalah masyarakat. Pengurus Sekolah. Kader Posyandu, dan perangkat desa Sumberwringin. Target sasaran 50 Sasaran ini ditetapkan dengan pertimbangan bahwa hasil dari budidaya Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum 32 Ae Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan maggot nantinya sangat berguna alternatif pakan ternak dan pupuk organik bagi para petani. Selain itu, sisa sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga seperti sayuran, kulit buah, atau tulang ikan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot dapat mengurangi sampah dan terciptanya lingkungan yang sehat. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang dilakukan oleh gabungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) beberapa perguruan tinggi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember, serta Kecamatan Sukowono khususnya masyarakat desa Sumberwringin dalam seluruh proses pelatihan yang dilakukan. Metode Pengabdian (Findra et al, 2. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah metode ABCD (Asset Based Community Developmen. yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemahaman terhadap potensi maupun permasalahan yang ada guna meningkatkan kualitas kelompok (McKnight, 2018. Badrudin et al. , 2024. Annisa et , 2. Prinsip utama dalam metode ABCD diantaranya setengah terisi berarti lebih berarti. setiap individu memiliki keterampilan, pengalaman, dan potensi yang dapat diberdayakan, partisipasi, kemitraan, penyimpangan positif, berawal dari masyarakat (Mathie & Cunningham, 2. Artinya metode ini berangkat dari kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan keinginan yang dipunyai oleh anggota komunitas. Kegiatan ini akan dilaksanakan penggalian informasi lebih mendalam tentang potensi atau aset dan permasalahan yang dihadapi dengan berbekal kekuatan serta dukungan dari kelompok masyarakat. Sasaran kegiatan PKM ini adalah masyarakat desa Sumberwringin Kecamatan Sukowono. Langkah -langkah yang dilakukan adalah silaturahmi dan diskusi dengan stake holder yang terdiri dari tokoh masyarakat. Pengurus sekolah. Kader Posyandu dan perangkat desa. Dari hasil diskusi mendalam dengan stake holder, tim PKM berhasil memetakan permasalahan mendasar yang terdapat di desa Sumberwringin yakni bertambahnya volume sampah baik organik maupun anorganik yang berasal dari sisa sampah rumah tangga yang apabila tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak pada kesehatan dan pencemaran lingkungan. Pelaksanaan program kegiatan pengabdian diantaranya: . sosialisasi dan edukasi dengan cara seminar . engumpulkan warg. untuk memperkenalkan budaya maggot. pelatihan pembuatan wadah pengomposan maggot yang digunakan untuk tempat pemilahan sampah organik. pendistribusian wadah pengomposan maggot ke beberapa warga . umah tangg. sebagai pilot project dan memeonitor perkembangan. pelatihan pengolahan puput organik dari sisa . mengurangi jumlah sampah organik di lingkungan masyarakat. Indikator keberhasilan dan pengetahuan tentang pengelolaan sisa sampah organik dari rumah tangga, dilihat dari beberapa indikator, anta lain (Zakiy et al. Anggota masyarakat mempunyai pemahaman dan pengetahuan tentang budidaya maggot. Peningkatan pemahaman serta pengetahuan masyarakat diharapkan meningkat minimal 60% berdasar hasil pre test dan post test. Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum Masyarakat mampu melakukan budidaya maggot untuk pengganti pakan Peningkatan pengetahuan tentang nilai ekonomis dari budidaya maggot. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini yakni: . Faktor pengetahuan dan pemahaman peserta workshop sosialisasi terhadap pengelolaan sisa sampah organik dari rumah tangga melalui budidaya maggot, dan . Faktor keterampilan dalam mendemonstrasikan cara budidaya maggot. Faktor pengetahuan dan pemahaman peserta workshop terhadap pengelolaan sisa sampah organik memalui budidaya maggot dievaluasi dengan melakukan pre-test dan post-test. Diawal kegiatan dilakukan pre-test sebelum dimulai sosialisasi dan edukasi tentang budidaya maggot melalui pertanyaan singkat kepada para peserta. Pada akhir kegiatan terdapat sesi tanya jawab untuk mengukur pemahaman peserta tentang budidaya maggot setelah dilaksanakan sosialisasi dan edukasi. Sedangkan faktor keterampilan dievaluasi melalui praktek langsung cara budidaya maggot yang dilakukan oleh peserta dari tahap awal sampai dengan tahap akhir. Haasil evaluasi yang dilakukan disajikan dalam tabel 1 dibawah: Tabel 1. Hasil Evaluasi Kegiatan Indikator Keberhasilan Metode Peningkatan pengetahuan tentang Pre-test dan post-test melalui tanya budidaya maggot Demonstrasi pelaksanaan budidaya Praktek Hasil Evaluasi Kegiatan Pre Test Pre Test Post Test Post Test Grafik 1. Hasil Evaluasi Kegiatan Hasil Persiapan Kegiatan PKM yang dilakukan di desa Sumberwringin Kecamatan Sukowono ini menggunakan metode ABCD, dimana kegiatan PKM ini memiliki fokus untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan dan pengelolaan sisa sampah organik yang berasal dari rumah tangga den gan budidaya maggot. Kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi dan edukasi budidaya maggot yang dapat dimanfaatkan Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum 34 Ae Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan sebagai pengganti pakan ternak dan pupuk organik dari sampah organik yang bernilai ekonomis sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih. Langkah yang dilakukan oleh penulis adalah melakukan pendampingan. Kegiatan pendampingan berfokus pada penyampaian materi terkait pengolahan maupun pemanfaatan limbah organik dengan menggunakan maggot untuk mengurangi sampah organik serta sebagai alternatif untuk pakan ternak dan pembuatan pupuk kompos. Kegiatan dilakukan pemaparan contoh produk pupuk kompos yang telah dipersiapkan dari hasil percobaan kepada peserta sosialisasi dan edukasi di kegiatan tersebut. Selanjutnya, dilaksanakan sesi tanya jawab bagi para peserta yang telah hadir di kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut. Diskusi tersebut dihadiri oleh sekitar 50 warga masyarakat termasuk didalamnya Kepala Desa. Perangkat Desa. Kader Posyandu, ibu -ibu rumah tangga warga desa Sumberwringin. Obrolan tersebut, banyak dibahas tentang berbagai macam permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh warga desa, diantaranya adalah keberadaan sampah. Hasil wawancara dengan bapak Nopen, salah satu warga yang mengikuti diskusi tersebut menyatakan bahwa Aukebiasaan masyarakat desa adalah membuang sampah di sungai yang berada di depan rumahnya, sehingga sungai menjadi keruh dan menimbulkan bauAy. Sosialisasi dan edukasi dengankhjh Perangkat desa dan masyarakat Gambar 2. Sosialisasi tentang Program Kegiatan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi warga masyarakat desa Sumberwringin dengan cara mengumpulkan warga masyarakat di balai desa untuk mensosialisasikan masalah sampah, dimana 60 Ae 70% sampah rumah tangga tersebut bersifat organik dan berpotensi menimbulkan pen cemaran lingkungan. mengedukasi budidaya maggot yang meliputi siklus hidup maggot . arva/agen pengurai limbah organi. dan manfaatnya dalam mengurai sampah organik limbah rumah tangga menjadi sumber pakan ternak alternatif yang kaya protein dan pupuk organik yang berasal dari kotoran maggot serta mengurangi ketergantungan pada pakan impor dan pupuk kimia. Kegiatan dimulai dengan melaksanakan diskusi di balai desa Sumberwringingan. Antusias warga terlihat dalam diskusi tersebut, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar sampah organik utamanya ibu rumah tangga sebagai produsen penghasil sampah. Dari hasil diskusi tersebut permasalahan yang ada adalah keberadaan sampah baik sampah organik maupun sampah anorganik yang dibuang sembarangan oleh masyarakat . umah tangg. Beberapa upaya untuk mengatasi masalah sampah adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum praktik pengelolaan sampah dan diharapkan muncul keterampilan untuk mengelola sampah tersebut yang bisa memiliki nilai jual. Selain itu dalam diskusi memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman tentang manfaat dan peluang ekonomi serta mengurangi pencemaran lingkungan. Setelah menyadari pentingnya budidaya maggot, masyarakat diberikan edukasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang teori dan praktek budidaya maggot. Bentuk materi meliputi siklus hidup maggot, manfaat maggot dalam mengurai limbah organik, kebutuhan media budidaya, cara pemilihan indukan lalat BSF, dan kebutuhan lingkungan yang sesuai dengan serta potensi ekonomi dari hasil maggot. Pengetahuan diberikan melalui pelatihan kerja, pelatihan pembuatan wadah pengomposan maggot, serta demonstrasi langsung cara memilah sampah organik dan mengaplikasikan pada wadah maggot. Pelatihan dan Demonstrasi Mengadakan pelatihan, yakni pembuatan wadah untuk pengomposan maggot, pembuatan kandang dan tempat budidaya, serta perawatan larva. Wadah untuk pengomposan ini bisa dibuat dari styrofoam, kayu, drum bekas, ataupun plastik kontainer, selain itu diperlukan kasa, lem perekat, dan ember kecil untuk menampung larva lalat. Tempat pembuatan harus di tempat yang sejuk dan tidak terkena hujan secara langsung dan gunakan wadah yang cukup dalam agar larva tidak mudah keluar. Selain itu peserta secara langsung melakukan simulasi budidaya maggot. Pelatihan yang dilaksanakan pada malam hari ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman langsung langsung kepada masyarakat calon pembudidaya, warga masyarakat calon pembudidaya diajarkan cara mempersiapkan tempat pembudidaya, pengelolaan media pembiakan, pemberian pakan, sanitasi budidaya, pencegahan hama penyakit, serta perawatan maggot agar supaya tumbuh secara optimal. Demonstrasi yang bertujuan memperlihatkan bagaimana melaksanakan budidaya maggot. Langkah yang dilakukan adalah: mempersiapkan media budidaya, penempatan telur, siklus pertumbuhan maggot hingga panen, serta Berikut kegiatan sosialisasi sampai dengan demonstrasi budidaya maggot di balai desa Sumberwringin yang dapat dilihat pada gambar 3: Gambar 3. Demonstrasi Budidaya Maggot Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum 36 Ae Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan . sederhana mengenai pemanfaatan dan pengelolaan sisa sampah organik melalui budidaya maggot. Budidaya maggot Apa Manfaatnya??? Gambar 4. Modul Pengetahuan Budidaya Maggot . alaman depa. Gambar 5. Modul Pengetahuan Budidaya Maggot . alaman belakan. Implementasi dan Monitoring Implementasi dan Monitoring. Sangat penting untuk dilakukan, hal ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan dengan optimal, efisien, dan ramah Upaya yang dilakukan mendistribusikan wadah pengomposan pengolahan maggot ke beberapa warga kelompok budidaya di desa sebagai Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. Copyright A 2025. Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Iltizam Dian Muhammad. Noviyanti Pratiwi. Mochammad Andrean Hadi Ananda. Siti Mualimah. Anggita Legian Afriana. Muhammad Hazbi Yazid. Zakiyatur Razinah. Ghonim Maulana Ismail. Nurul Setianingrum percontohan . ilot projec. , menyediakan indukan . BSF, dan media pakan sisa sampah organik. Dalam kegiatan tersebut selalu dimonitor perkembangannya . ulai dari jumlah sampah yang diurai sampai kondisi kandang tempat pengomposa. dan tingkat keberhasilan . maggot dalam mengurai sampah organik. Pengolahan Hasil: yaitu memanen maggot setelah usia larva 12 sampai 14 hari sejak pemberian pakan sampah organik. Apabila digunakan untuk pakan ternak maka dipanen sebelum masuk fase prepupa. maggot bisa langsung dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti unggas dan ikan, baik dalam kondisi hidup ataupun dalam kondisi kering . isimpan untuk jangka panjang dalam bentuk tepung Gambar 6. Monitoring Maggot Usia 12 Ae 14 Hari Hasil implementasi dan monitoring yang telah dilakukan, dua hal dapat diinformasikan antara lain: Budidaya maggot sangat efektif dalam mengurangi volume limbah organik yaitu sisa sampah organik dari rumah tangga. Budidaya maggot memiliki manfaat sosial yakni membuka peluang pemberdayaan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, mendorong pola hidup ramah lingkungan dan berbasis ekonomi sirkular. Diskusi